Kamis, 12 Juni 2008

Habis D3RHRK terbitlah IPDN....(haaaaahhhh???, gawat!!!!!)

Sahabat Blogger yang baik.....

Setelah diberi doa yang indah oleh Dina maka mari kita mulai bekerja. Apa kerja kita? ya merenung kembali. .......tapi heeiiiii bigmike mengapa kita di suruh merenungi IPDN, Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang kontroversial itu siihhhh.........kagak ade nyang lain apeeee?????? ....Psssssstttttt......tenaaaanngggg.....teeennnaaaaannnggggg.....bukan itu tapi IPDN yang ini adalah Ini Posting Dari Nk ...ha ha ha....anda tahu dia kan? Yaapp, anda betul: dialah sobat kita yang tajam komentarnya itu. Kali ini NK ingin menulis lagi. Dan karena saya sangat ingin bisa menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk rehat sejenak dan merenung maka saya mempersilakan NK menggunakan halaman blog ini guna menyampaikan isi kepalanya. Nah, selamat menikmati isi tulisan NK. Sementara itu biarkan saya merenung merem melek di Cafe Permenungan.......uuuaaaaaaaappphhhh.....aahhhhhhhhhhhhhh............................merenung dulu yaaaaaaa.....(anda silakan berdiskusi dan jangan mengganggu saya yaaaaaa......)

Saya agak sedikit 'penat' dengan tulisan dan komentar yang bertema kebangsaan. Karena diminta menulis lagi oleh BM, maka saya ingin menulis sesuatu yang 'lain.' Lagi-lagi bukan karena saya banyak tahu tetapi sedekar ingin berbagi dengan sidang pembaca blog disini. Semoga pula 'kenekatan' saya menulis disini menggugah hati Wilmana yang masih teputar untuk menyumbangan 'buah-buah' pikirannya. Juga 'dtn' alias 'jrk' yang konon bakincang hendak menulis tetapi on the 11th hour menarik diri dengan alasan yang kurang jelas. Sayup-sayup saya dengar dia takut ama Wilmana. Batul ko dtn?

Beberapa waktu yang lalu, Bigmike ("BM"), dalam postingnya yang bertema 'Kasih' menulis, "Charles Darwin, ilmuwan yang teorinya amat sangat kontroversial sampai hari ini, mengemukakan dalam buku The Origin of Species bahwa..." Mengapa seorang BM katakan teori Darwin bukan saja amat tetapi juga sangat kontraversial? Apanya yang kontraversial? Kalau ujaran kata ini disampaikan oleh seorang awam, Wilmana, maka saya dapat memahaminya. Tetapi ini seorang BM yang notabene seorang ilmuan eksata bergelar 'Dr,' 'jenius,' serta 'tokoh' gereja dikampungnya. Bukankah BM, dalam keunikan posisinya itu, seharusnya memberi 'pencerahan' bagi kita yang 'awam' ini? Ketimbang menunggu BM yang sering 'goyang ngebor' tanpa fokus yang jelas akibat 'autisme'nya itu, maka saya 'bertekad' mencari cikal-bakal kontraversial ini.

Mulanya saya mencoba memahami kontraversial teori Darwin dari perspektif seorang 'awam.' Karena saya tidak bisa berjumpa muka dengan Wilmana, saya sengaja bertemu seorang kawan di sini, mahasiswa S2 asal Indonesia. Saya bertanya, 'Bagaimana menurut anda tentang teori Darwin?' Dengan berapi-api kawan saya itu menjawab, 'Teori Darwin tidak Alkitabiah! Manusia bukan keturunan monyet tetapi serupa dengan gambar Allah!' Mama miaaaa. Dari kawan saya ini, saya berkesimpulan, bagi kebanyakan orang, kontraversial teori Darwin tidak lepas dari urusan monyet-monyetan. Manusia, katanya, keturunan monyet. Entah akibat teori Darwin, kami dikampung suka mengejek orang dengan ujaran, 'kode (baca: monyet) bakar lu!' Tetapi, benarkan Darwin ber-teori seperti itu? Kalau benar manusia asalnya dari monyet, mengapa masih ada monyet di hutan dan di kebun-kebun binatang? Bukankah seharusnya monyet-monyet itu sudah berevolusi menjadi manusia? Mungkinkah sebagian mereka gagal berevolusi menjadi manusia? Saya makin 'bergairah' mencari jawabnya.

Siapa itu Charles Darwin, ah, saya yakin sidang pembaca blog sudah tahu. Dan tentang bukunya yang super duper terkenal itu, rasa-rasanya anda sudah, paling tidak, mendengarnya. Tetapi, tahukah anda inti-sari teori sang Darwin ini? Baiklah saya kutip yang sudah ditulis BM sendiri, "...berdasarkan hasil pengamatan empiris maka harus dikatakan bahwa ciri kehidupan yang terpenting adalah persaingan. Untuk bisa survive atau bertahan hidup, semua makhluk mesti berjuang. Dan siapa yang berhasil survive? Kata Darwin, yang survive adalah makhluk yang paling pas. Paling cocok. Paling paling fit dengan kondisi lingkungannya. Survival of the fittest. Lalu dimana urusan per-monyet-tan itu dalam buku Darwin ini? Saya membolak-balik-kan setiap halamannya tetapi tidak menjumpainya disana. Tapi, bukankah teori Darwin kait-terkait dengan evolusi? Betul! Darwin katakan bahwa dari proses persaingan itu, mahluk yang kuat, dalam kurum waktu yang lama (bilyunan tahun?), akan melahirkan variasi baru, bahkan mahluk baru. Inilah Darwinian evolution itu. Eh tau gak sih, teori evolusi biologi sebenarnya sudah ada jauh sebelum Darwin? Yaitu oleh ilmuan klasik Yunani, salah satunya Lucretius. Lalu mengapa evolusi Darwin yang beking geger? Lagi-lagi, ini ada urusannya dengan monyet-monyetan itu.

Perlu dicatat disini, Darwin, sebelum menerbitkan The Origin of Species, sadar kalau teorinya itu bisa menimbulkan kontraversi, bahkan ancaman 'kutukan' gereja. Secara diam-diam, Darwin terus menyempurnakan dan mengumpulkan fakta pendukung teorinya. Saat publikasi, dalam bukunya itu, Darwin memberi komentar yang bertujuan 'mendamaikan' konflik antara ilmu pengetahuan dan agama (baca: gereja). Sikap Darwin ini sejalan dengan kepercayaan ilmuan besar Isaac Newton, seorang Kristen taat, yang meyakini kebesaran daripada a rational God yang menciptakan a rational universe.

Kalau Darwin tidak dengan sengaja ingin menciptakan konflik antara ilmu pengetahuan dan agama, lalu siapa? Ini biang keroknya. Sekitar 100 tahun yang lalu, 2 penulis besar John William Drapper dan Andrew D. White gencar menyerang gereja dan Kekristenan dan membuat klaim absurd tentang konflik abadi antara ilmu pengetahuan dan agama yang tidak akan dapat didamaikan. Diantara mitos yang ditulis adalah 'Darwin against the Christians.' Menurut mitos ini, ketika Darwin menerbitkan The Originin of Species, terciptalah 2 kubu. Kubu Ilmuan vs Kubu Gereja. Ilmu vs Iman. Nonsense! Faktanya, ilmuan besar saat itupun berbeda pendapat, pro ada yang kontra terhadap teori Darwin. Richard Owen (British Naturalist), Louis Agassiz (Harvard Zoologist) dan Lord Kelvin (Physicist) walau memuji karya Darwin, meragukan keabsahan teori Darwin. Sejarahwan Gertrude menulis, walau umat Kristiani menilai teori evolusi tidak konsisten dengan ajaran gereja, mayoritas menerima teori Darwin. Bahkan Dublin Review, sebuah jurnal milik Gereja Katolik saat itu memberi review yang sangat positif dengan sedikit kritikan.

Lalu dari mana asal-usul manusia asalnya dari monyet itu? Sabar, saya sedang menuju ke TKP! Begini. Selain mitos diatas, si kutu-kupret Drapper & White menulis tentang debat panas antara Thomas Henry Huxley, pendukung teori Darwin, dan seorang Uskup Katolik bernama Wilberforce. Dalam debatnya itu, konon, Wilberforce bertanya kepada Huxley, "Is it on your grandfather's or your grandmother's side that you claim descent from a monkey?" Atas pertanyaan si Uskup, dengan kalemnya Huxley menjawab, 'saya lebih memilih menjadi keturunan seekor monyet ketimbang menjadi seorang 'orang suci' yang anti terhadap ilmu pengetahuan.' Goooooooooooooooooooolll... kesebelasan anti gereja menyobek gawang Gereja. Gereja anti ilmu pengetahuan, begitukah? Ooooh tentu saja tidak. Namanya juga mitos. Lho kok? Tidak ada catatan sejarah tentang debat itu. Ini hanya akal-akalan 2 kutu-kupret itu, Drapper dan White. Joseph Hooker, seorang sahabat Darwin membantah Huxley berkata seperti itu.

Konyolnya, konflik abadi yang diciptakan Drapper & White pada abad 19 ini ternyata kian hidup hingga kini. Ia 'memakan' banyak korban, tidak tanggung-tanggung, umat Kristiani. Proganda tua oleh kaum ateis, saat ini, dikompori oleh manusia-manusia semacam Christopher Hitchens (God Is Not Great), Richard Dawkins (The God Delusion) dkk. Simak saja beberapa statement ini:

I am against religion because it teaches us to be satisfied with not understanding the world. Richard Dawkins

If humankind evolved by Darwinian natural selection, genetic chance and environmental necessity, not God, made the species. E.O. Wilson (A Harvard biologist on his book 'On Human Nature')

No intervening spirit watches lovingly over the affairs of nature...whatever we think of God, his existence is not manifest in the products of nature. Stephen Jay Gould (A Biologist on his essay 'Darwin's Legacy')

The diversity of life on earth is the result of evolution: an unsupervised, impersonal, unpredictable and natural process of temporal descent with genetic modification that is affected by natural selection, historical contengencies, and changing environments. American National Association of Biology Teachers

Saya dulu juga 'korban' lho, tapi syukurlah sekarang saya sudah 'insap.' Bagaimana dengan anda? Terserah! Saya memilih nonton Euro 2008 ketimbang memusingkan mitos kontraversi Darwin. Nampaknya saja kontraversial, tetapi sebenarnya TIDAK!

Eniwe... anda tahu mitos lain yang sangat terkenal itu? Galileo disiksa dan dihukum mati oleh gereja! Baiklah, begini ceritanya, eeeeiiitttttttttttttt... biar anda penasaran, tunggu saja sambungan dari tulisan ini.

47 komentar:

Bigmike mengatakan...

Ha ha ha enaknya duduk merenung merem melek....hhmmmmhhhh....uuuaaaaahhhhpphhhh...
Tapi sebelum nyenyak ketiduran (eh ini mau merenung atau tidur) saya mau memberikan sedikit catatan bahwa tulisan NK membuktikan kebenaan ungkapan saya bahwa Darwin dan Teorinya memang kontroversial...Nggak apa-apalah kebanding INDONESIAL....udah yaaaa sir & sor (tuan dan nyonya ha ha ha)

Anonim mengatakan...

@Sidang pembaca blog

Sekedar mengikuti 'saran' wilmana dlm tulisan saya sebelumnya -moralitas kiri-kanan- agar permenungan kita tdk menjadi menjadi tanpa arah, saya 'sodorkan' pertanyaan ini untuk kita berdiskusi.

Sebagai seorang 'ilmuan' agak 'memalukan' jika BM menolak 'darwinian evolution.' Bahkan BM memberi 'embel-embel' berupa sebuah 'sticker' provokatif berbunyi Evolution is a fact dalam posting saya.

Untuk itu, permenungan kita adalah Can a Darwinian be a Christian?

Selamat dola-dali

Salam 'evolusi.'

-nk-

Anonim mengatakan...

Hati-hati....hati-hati, jgn sampai NK "merusak" nama baik BM melalui posting ini. Karena BM bisa dituduh mengijinkan kekafiran melalui blognya. Apa blog ini mau dapet SKB seperti Ahmadiyah? (Syam)

Anonim mengatakan...

@Sidang pembaca blog

Membaca komentar 'syam,' rupanya mitos 'tua' diakhir abad 19 itu masih dipercayai banyak org, termasuk syam. Hih, hih.

Wilmana, 'bermoralkah' seruan hati-hati syam ini, apalagi dengan 'ancaman' skb? Mohon pencerahannya! makasih.

salam 'skb'

-nk-

Anonim mengatakan...

@Syam

Menyimak baik-baik seruan 'hati-hati' anda, saya 'tertangtang' untuk menulis dan berargumen bahwa 'peradaban' modern, termasuk didalamnya teori evolusi Darwin, adalah 'anak kandung' Kekristenan. Dus, saya ingin tahu, dimana letak kekafirannya? Dari perspektif 'keyakinan' manakah anda memberi sinyalamen kekafiran itu? Sudilah anda memberi pula 'pencerahan' bagi kami serta sidang pembaca blog ini?

Hmmmm... menarik, sunggu menarik.

Salam 'kekafiran'

-nk-

Anonim mengatakan...

Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk… (QS. Al-A'laa, 87:1-3).

Makna ayat di atas adalah Allah tidak menciptakan makhluk hidup melalui proses evolusi, karean kalau benar berevolsi maka seharusnya kita bisa menemukan adanya makhluk setengah monyet setengah NK karena evolusi. Begitupula tidak pernah ditemukan fosil-fosil manusia 1/2 monyet dan 1/2 NK. Tidak pernah. Kalau bisa dibuktikan baru saya akan mencabut cap hati-hati...ingat baik2 bahwa pemilik blog ini, BM, sepanjang pengamatan saya adalah manusia santun dan berakhlak religius. JANGAN MERUSAK DI SINI (Syam)

Anonim mengatakan...

@Syam

Terima kasih atas 'ayat-ayat sucinya.' Saya tdk ingin mendebat ayat suci anda, tetapi saya juga tdk ingin anda MENGKAFIRKAN kami disini yg berbeda.

Hal santun, tidak santun, merusak, tidak merusak blog ini, saya merasa anda kok sedang berlagak 'bos' disini. Biarlah BM yg menjadi 'hakim.' saya dan anda tidak punya hak untuk itu. Mungkin yg anda perlu tahu, BM lah yg 'memposting' tulisan saya. Apa sdr sedang katakan BM sendiri sedang merusak 'nama' baiknya???


@Wilmana

Munkin ini 'bidang' sdr. Mohon komentarnya, kalau berkenan.


Salam... apa ya... salam ini sajalah. DAMAI DIBUMI!


-nk-

Anonim mengatakan...

My Dear Bigmike, jangan ikut ngurusin diskusi ini ya...Aq tahu banget-banget posisi bigmike......Biarkanlah ini urusan mereka meski jempol deh karena mempersilakan org menggunakan halaman blog untuk nulis //Pritha//

Anonim mengatakan...

@ NK

1. Anda tidak menjawab substansi pertanyan saya. Kelihatannya anda kurang memahami karna itu anda "memanggil" Wilmana untuk menjawab. Nah, kalau Wilamana tidak mau bagaimana? Hukumnya adalah anda yg memposting anda pula yg harus menjawab. Jika tidak mampu maka jgn memposting sesuatu yg tidak anda kuasai.

2. Anda bisa memposting di sini karena kata BM, blog ini "milik bersama". Betulkan? maka saya, juga merasa memiliki blog ini dan saya tidak suka yg kafir-kafir dibawa ke sini.

3. Ada kemungkinan BM memang bersika terbuka. katnanya, wajib kita menjaga kepercayaannya. Sy sempet ngeliat di chatt room bm berpesan: harap tanggung jawab. Pasti BM sudah menduga akan ada kontroversi. Jangan lupa, dia ilmuwan

Salam Damai (Syam)

Anonim mengatakan...

@Syam

Heh, heh, ada baiknya anda menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan pelan-pelan sehingga anda bisa rileks sedikit dan berpikiran jernih.

Atas pertanyaan mengapa saya tidk menjawab 'substansi' pertanyaan anda, karena anda memulainya dgn 'ayat-ayat suci' menurut keyakinan anda. Saya memiliki ayat-ayat suci menurut keyakinan saya. Dus, saya tdk ingin terjebak dalam 'perang' ayat-ayat suci. Kalau anda hobi begituan, silahkan. Saya tdk. Jadi, silahkan kemukakan pertanyaan anda sekali lagi, tanpa ayat-ayat kita suci dan tanpa kafir-kafir-an. Kalau anda tdk bersedia beranjak dari posisi anda itu, saya tdk mau buang waktu memberi 'pencerahan' bagi anda.

Mengapa saya 'mempersilahkan wilmana mejawab, karena saya ingat ketika dia 'menegur' penganut salafis yang mengkafirkan demokrasi sekuler. 'Tegurannya' itu baik dan masuk akal sehat saya. Bahkan wilmana sptnya paham segala sejarah kekerasan jaman nabi dulu.

Poin blog ini milik bersama, saya setuju. Tetapi karena kebersamaan kita itulah, anda tdk punya hak bilang saya atau yg lain kafir.

Hal jangan lupa BM ilmuan, ya jelas tdk lupa. Oleh karena itu, mungkin dia juga ikutan jadi 'kafir' menurut anda karena sebagai ilmuan, jika menolak evolusi, dia harus bisa jelaskan pula secara ilmiah. Bisakah dia??? Silahkan bertanya sendiri.

Begitu saja.

-nk-

Anonim mengatakan...

Wah sodara NK emang jg tuh!!! anda mesti bertanggung jawab, kalo mao dikata kalo elmunya NK masih CETEK yahhh jangan brani-brani mau berdolah saleh lah. kalo mau simple seperti si Syam itu cukup juga anda Katakan bahwa Mr. syam itu bisa masuk 1/2 ..... yang dia katakan , ah gitu aja kok repoot

DTN

Anonim mengatakan...

@DTN

Hah, hah... terima kasih komentarnya. Ini bukan soal tidak bertanggungjawab atau tidak. Ini soal kafir-kafir-an. Saya paling sangat amat BENCI dengan kebiasaan sebagian manusia yg cepat mengkafirkan org lain. Itu saja. Kelihatannya hanya wilmana yg 'jagoan' menghadapi org spt syam ini.

Oke DTN, salam ee. Ada beking apa ni?

-nk-

Anonim mengatakan...

Topik ini memang berat dan saya pikir Bigmike perlu juga untuk berpendapat. Salam (Eman, Oebufu)

Anonim mengatakan...

Pernah ada seminar di Embong Malang , Surabaya tentang darwin, evolusi dan asal-usul manusia. Ujung-ujungnya pak Pendeta dan mahasiswa bilogi saling mengkafirkan. Saya pikir, pemiliki blog (bigmike) perlu membuat posting baru biar perhatian org ke topik ini berhenti. Shalom (Esther, Srby)

Anonim mengatakan...

@ nk, @ Syam, and all,

Mohon maaf saya baru bergabung krn baru tiba di Pekanbaru Riau. Sbgmn diketahui, pesawat kita blom punya fasilitas internet connection.

Menyimak tulisan @nk, saya merasa tidak ada hal yang layak utk dijadikan dasar memberi stigma kafir kepada pemikirannya. Evolusi adalah anak kandung perubahan. Dan siapa yg tidak setuju bhw perubahan telah, masih, dan terus terjadi, angkat tangan utk sy tertawai dg sinis di sini.

Krn itu, sy berharap kita semua jgn terjebak untuk membahas contoh teori Darwin yg dungkapkan panjang lebar oleh @nk, agar jgn sy cap logika anda2 hanya sebatas contoh. Sejak tulisan beliau yg pertama, sy liat ciri khas NK adalah suka bertele-tele dg contoh shg tnp sadar menggiring sidang Pembaca mengkritisi contoh dan melupakan intisari isu. Intisari isu kali ini adalah "evolusi". Lalu, siapa yg berani bantah bhw tdk ada evolusi di dunia ini? Faktanya adalah, ketika alam berubah, mau itu perubahan biasa-biasa atau ekstrem, maka makhluk hidup di dalamnya pasti melakukan adaptasi untuk menyesuaikan dirinya dg tuntutan baru krn adanya perubahan itu. Hasil adaptasi ini, sdh tentu berpotensi mengubah bentuk fisik, fisiologis, bahkan psikis dr makhluk hidup yg bersangkutan.

Sy pribadi memahami teori evolusi sbg upaya manusia menjawab fenomena perubahan di alam yg begitu beragam dan kompleks. Bhw ada yg spekulatif, misalnya kita ini adalah anak-cucu monyet, itu adalah kasus yg seharusnya tdk kita jeneralisir sbg alasan utk menolak fakta perubahan yang evolutif, kan?

Buat @ Syam
Sy maklum dg sikap final Bapak utk menolak spekulasi tentang monyet sbg nenek moyang Bapak. Tp sy berharap Bapak tdk menjeneralisir itu utk menolak fakta perubahan evolutif yg ada. Bg sy, pendapat teologis-dogmatis bhw kita ini anak-cucu Adam, juga cenderung spekulatif krn tdk dapat dibuktikan scr science. Pdhl, islam termasuk agama yg di-imani sejalan dg science. Bukan berarti sy menolak pendapat kitab suci yg scr eksplisit menyebut nama Adam-Hawa, tp sy "terpaksa" hrs memaknai itu tdk sebatas tekstual hurufiah sj utk bisa mengamini itu dg benar.

Krn itu, mhn maaf jk sy terpaksa mengecam keteledoran Bapak utk scr subyektif menuduh @nk sbg KAFIR, ato paling tdk "agen kekafiran" di sini. Apalagi sy tdk menemukan landasan konseptual yg memadai utk bs mjd dasar pendapat Bpk ttg kekufuran pemikiran @nk. Kl boleh sy menghimbau agar Bapak segera BERTOBATLAH! Kebiasaan muhammad yg byk diteladani islam utk dg gampang meng-kafir-kan org lain, sebaiknya dikendalikan. Paling tdk menurut sy, bukan di sini tempatnya, Pak. Mhn maaf jk kurang berkenan yaa, Pak.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@ nk

Pertanyaan menarik dr Ama, "Can a Darwinian be a Christian?", rupanya sukses menjebak member lain yg notabene akademikus ulung, bahkan spt @Syam yg sdh senior banget dan hrsnya bs lbh wise utk kita2 yg notabene anak kemarin sore. Tp sth diamati, menurut sy pertanyaan itu sebetulnya sepele krn jawabannya, "why not?". Hanya, mmg Ama lihai membungkusnya dg kemelut pertikaian Darwinian vs Christian yg didramatisir dmkn rupa untuk menggugah emosi sidang Pembaca.

Hasilnya, @Syam yg senior tersinggung dan segera berlaku bak muhammad yg memberi label Ama, "agen kekafiran". Member lain spt @Eman dan @Esther segera hands-up dan minta bantuan BigMike. Dan ini yg rahasia, BigMike sendiri mll jalur intelijen sdh hubungi sy pas mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru utk ikut nimbrung. Mhn maaf, bkn krn BigMike tdk mampu, tp ini demi menjaga netralitas beliau di sini. Bs jg krn beliau percaya pd sy (he he yg ini jelas becanda...). OK, kembali ke laptop.

Secara teologis-dogmatis, kita kan percaya bhw tidak ada yang mustahi bg Tuhan. Jd jk Tuhan berkehendak, siapa bs tahan? Sementara itu, secara science, toh kita tdk bs mengelak dr fakta empiris adanya perubahan yg evolutif.

So, bhw dlm perkembangan ke depan, Darwinian dan Christian masing2 akan bergeser dr titik ekstrim menuju titik perjumpaan, siapa berani menolak peluang ini? Islam dan kristen-pun yg konfliknya sdh makan korban ribuan bahkan jutanna jiwa, skrg sdh memulai babak baru berdialog menuju perjumpaan yg membawa damai di bumi. Apalagi sekedar Darwinian vs Religions? Bhw ada begitu byk kendala yg akan dihadapi, itu sih urusan teknis sj, kan?

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

Wah, ternyata yg dipanggil NK untuk menolongnya adalah "tukang pukul"nya yg bernama Wilmana. Tapi apa betul BM meminta Wilmana mewakilinya? saya tidak yakin. jangan-jangan Wilmana ngibul. Wilmana dan NK betul2 preman blogger dengan praktek premanisme di dunia maya. Bukannya menjawab pertanyaan saya malah main ancam dan juga menghina saya. Menuding saya salafis dan lain sebagainya. Kalau begini caranya, di mana prnsip KASIH saudara? Taruh kata, saudara2 tersinggung karena di-kafirkan oleh saya tetapi mengapa jawabannya malah menghina?

Saya cuma seorang tua Indonesianis yg mengerti pluralisme. Tetapi itu tidak menghilangkan semangat religius saya. Kerna itu saya tidak suka FPI, HTI, Rhoma Irama si tukang kawin, aa gym, jefri buchory yg bolak-balik lebih mirip agen arab di Indonesia.

Perbedaan kita cuma: saya yakin betul teori darwin merupakan landasan pijak kaum atheis seperti marx, engels, mao dlsb ketika menyerang agama. Falsafah terpenting adalah dalam teori darwin, makhluk terjadi begitu saja dan berkemabng secara evolusi. Sedangkan agama menganggap bahwa makhluk diciptakan. Anda sebagai Kristiani ada di pihak siapa?

Mengikuti pikiran-pikiran BM, saya yakin betul bahwa dia pasti berada di kubu religius pluralis. Untuk memastikan, harap BM menulis sesuatu tentang ini. Itu saja jawab saya. Berhentlah saling menghina mau jadi apa Indonesia. Mungkin BM benar dengan INDONESIAL-nya (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@Wilmana

You nailed it in the head! Saya tdk ingin menambahkan poin-poin sdr. Well said!


@Eman, Esther

Rileks saja. Asal ada kesepakatan untuk tdk mengkafirkan org lain, diskusi ini menarik, sangat menarik, bahkan perlu.

Posisi awal saya hanya sekedar menunjuk pada fakta sejarah bahwa kontraversial Darwin bermula pada mitos ciptaan kaum ateis. Konyolnya, hingga kini, banyak diantara kami yg percaya mitos ini, paling tdk kawan saya yg saya sebut dalam tulisan saya itu. Ya kalau hanya mitos, mengapa kita harus bertengkar atau malah mengkafirkan org lain.


@Syam

Rupanya anda sudah mulai sadar akan kekhilafan anda walau masih malu-malu mengakuinya dan meminta maaf, apalagi anda meng-klaim sebagai 'Indonesianis plularis.' Bagi kaum pluralis sejati, haram pak mengkafirkan org lain. Atau anda hanya sekedar mengerti apa itu pluralisme?

Kembali ke pertanyaan sdr itu, kalau saja anda mau merendah hati untuk meminta maaf dan mencabut kembali kata kafir anda itu, percayalah saya akan menjawab pertanyaan anda itu. Jadi tdk perlulah mengalihkan persoalan pada AKIBAT dari kekeliruan anda itu. Berjiwa ksatrialah!


Salam.

-nk-

Anonim mengatakan...

@ Syamsu

Pertama, yes oldman. Sy sebetulnya berharap sbg orgtua anda bisa lebih wise, tp rupanya malah makin menggila dg tuduhan-tuduhan palsu.

Ambil contoh ttg tuduhan anda yg berbau fitnah thd saya. Coba Pak Tua tunjukin bagian mana dr komentar sy yg menyebut anda itu salafis?

Beda dg sy yg mengajukan fakta bhw anda memberi label @nk sbg "agen kekafiran" dlm komentar anda. Fakta terakhir malah menunjukkan anda semakin menggila dg kata2 bak manusia tak beradab melalui istilah2 kotor spt, "preman blogger", "tukang pukul", dll.

Pak tua, fakta kekasaran anda dlm bermaen kata2 di sini sungguh menunjukkan bhw ketidaksukaan anda thd FPI, lebih pada efek dr kompetisi permainan kasar. Maksudnya, anda tidak suka FPI krn kebiasaan perilaku kasar anda rupanya disaingi dg ketat oleh FPI. Ini beda dg sikap tdk suka FPI krn bukan Pelaku kekerasan. Sementara fakta di sini menunjukkan anda ini Pelaku kekerasan.

Kedua, tuntutan ttg KASIH yg anda ajukan jelas menunjukkan bhw anda tdk paham hal itu. Cobalah baca tulisan BigMike di awal-awal tentang Kasih, berikut komentar2 para members. Kasih itu lemah-lembut tp tegas, bukan kasar. Makanya anda baca ulang komentar sy sblm ini, yg bahkan diakhiri dg permohonan maaf jk kurang berkenan. Bukannya anda maafkan, malah menerapkan prinsip muhammad yaitu makin menggila dg tuduhan2 palsu, kata2 kasar, dll., yg sungguh mengecewakan sy dlm status ketuaan anda, Pak. Maksudnya, anda itu rupanya cuma tua di umur tp tdk tua dlm penguasaan emosi dan kata2.

Ketiga, Pak Syam, sy setuju dg pesan anda utk tdk menghina org. Tp harap anda sadari bhw pesan itu paling cocok ditujukan utk anda sendiri. Krn faktanya, andalah yg yang blom apa2 sdh mencap org laen (nk) sbg agen kekafiran. Ditegur baik2, malah makin tersinggung dan mengeluarkan kata2 makian yg sungguh tdk layak dikeluarkan oleh org tua spt anda, Pak. Hikmahnya dr sini adalah, kalo anda tdk suka dihina, maka jgn gampang mengeluarkan tuduhan palsu berbau fitnah thd org laen. Sy dan @nk itu terkenal "bermusuhan" di sini. Jadi, sungguh naif jk anda tuduh sy jd "tukang pukul" utk @nk. Sy sih fair aja.. Kl mnrt sy @nk itu ngawur yaa sy bilangin. Tp kalo dia difitnah, yaa sy ingetin juga org yg memfitnah itu. Masak gara2 ini, sy lalu dicap "tukang pukul"?

Terakhir, uraian anda ttg teori Darwin itu sy setuju sekali. Tp ini kan cuma contoh yg diangkat NK ttg fakta evolusi dlm konteks isu perubahan yg sdg mjd trend bg BigMike di sini. Mnrt sy, anda terjebak membahas cth, bahkan gara2 contoh anda nekat memfitnah org sbg agen kekafiran. Harusnya anda malu, Pak. Tp sy maklum dg gejala org tua yg kurang wise. Seringkali rasa malu ditunjukkin dg cara2 marah, bikin tuduhan, dan sikap2 tak terpuji lainnya.

Krn itu, jk sikap tegas sy, sbg wujud KASIH, di sini anda anggap menghina, mohon dimaafkan Pak. Harap diingat baik2, KASIH bg kristen lemah-lembut tapi tegas!

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

bagi saya sebenarnya simpel saja. ilmua pengetahuan dan ketuhanan itu sesuatu yang tidak bisa disatukan. kenapa saya bilang begitu?? dapatkah anda menjawab asal trjadi dunia?? beberapa teori telah dikemukakan oleh beberapa ahli. yang paling saya ingat adalah (tapi saya lupa oleh siapa) dikatakan dunia awalnya adalah kumpulan energi yang kemudian karena ada pergerakan energi yang lebih besar oleh karena itu energi yang tadi kemudian memecah menjadi awal kehidupan. TAPIIII, itu hanya teori bung. dalam alkitab (saya seorang kristiani maka saya menggunakan kitab suci saya alkitab untuk menjlaskan) telah jelas urutan-urutan penciptaan dunia. apakah sama dengan teori yang telah dikemukakan oleh para ahli?? tidak beda sekali.

oleh karena itu, bagi saya ketuhanan (agama) itu sesuatu yang saya percaya dan merupakan inti kebenaran (pegangan)saya di dunia, sedangkan ilmu pengetahuan adalah upaya manusia untuk mencari-cari kebenaran itu (pertanyaan penting darimanakah datangnya akal budi manusia??).

saya sih maunya hidup dalam damai dan kasih di dunia. kalo memang kita ini berbeda keyakinan (agama) sudahlah dianggap sebagai variasi dalam hidup. bukankah dengan variasi hidup jadi lebih berwrna?? jadi cukuplah ada orang bodoh yang atas nama agama ingin menumpas orang yang berbeda kepercayaan. itu namanya bukan agama tapi orang bodoh yang fanatik (yang bodoh pula).

Hidup Damai, Syaloom.

(nrk)

Anonim mengatakan...

@ Syam,

Sy nambahin 1 lagi. Mohon disimak baik2 komentar sy, spy jgn bikin tuduhan palsu. Sy tdk pernah klaim bhw sy dihubungi BigMike utk mewakilinya, "mencubit" anda dan @nk di sini. Yg sy tulis adalah, beliau m'hubungi sy utk "ikut nimbrung".

"Mewakili" itu artinya sdh sangat jauh berbeda dengan "ikut nimbrung", Pak.

Sy tdk spt @nk yg scr halus tp tegas mengingatkan anda utk minta maaf. Sy hanya menghimbau utk sbg yg tua tunjukanlah ketuaan anda dg kata2 yg mengambarkan hati tua yang arif dan bijaksana.

Peace be to you oldman!

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@Sidang pembaca blog

Mengamati fenomena kontraversi evolusi Darwin ala Syamsudin yang ekstrim, maka ada baiknya saya menjawab bbrp hal sbb:

Pertama, benar dugaan saya, mitos tua kaum ateis dari abad 19 masih populer hingga kini.

Kedua, walau motivasi saya sekedar ingin menunjuk pada fakta sejarah mitos diatas, saya tdk naif dpt menghapus ekstrimitas sikap penolakan Darwin ala kawan saya yg saya sebutkan dalam tulisan dan Syamsudin.

Ketiga, apa sikap Kekristenan pada garis mainstream thd evolusi Darwin?

a) Bapak Gereja Agustinus mengartikan karya penciptaan Allah dalam kitab Kejadian dari pandangan yg figuratif, tidak literal/hurufiah. Tentang siapa Bapak Agustinus ini, saya tidak perlu menjelaskan lagi. Semua 'anak-anak' Gereja pasti mengenalinya.

b) Tradisi Bapak Agustinus ini, selama hampir 2000an tahun, diikuti oleh Gereja Katolik. Debat teori Darwin sampai pada 'klimaksnya' pada tahun 1950, dimana Gereja Katolik harus mengambil sikap. Apa sikap GK? Paus Pius XII katakan, 'diskusi dan penerimaan teori evolusi Darwin tidak bertentangan dgn ajaran Gereja.' Gereja sangat menghormati dan memberi ruang seluas-luasnya bagi ilmu pengetahuan. Yang dipegang teguh-teguh oleh Gereja hanya 1, and one only, bahwa human souls are created by God Almighty.

c) Calvin, walau sedikit lebih literal minded dibandingkan dengan Luther, toh ia menciptakan doktrin 'akomodasi' bahwa 'bahasa' Alkitab disesuaikan dengan kemampuan akal manusia yang terbatas. Apa maksudnya? Kalau Sang Khalik menjelaskan penciptaanNya memakai bahasa ilmiah, siapakah diantara kita yg mampu memahaminya? Baca kisah Nabi Ayub.

Keempat, penolakan evolusi Darwin dilakukan oleh 2 kelompok saja, 1) Kaum religius literalis dan 2) Kaum Atheis.

Begitu saja dulu, mungkin nanti ditambah lagi melihat perkembangan diskusi disini.

Salam kasih!

-nk-

Anonim mengatakan...

@nrk

Bagus juga komentar sdr walau tdk jelas apa sikap sdr ttg teori Darwin:

a) menerima;
b) menolak;
c) masih pikir-pikir;
d) gak peduli.

Silahkan merenung dan ketuk palu!

-nk-

Anonim mengatakan...

@Sidang pembaca blog

Maaf, ada kekeliruan pada kesimpulan saya yg keempat diatas.

Semula:

Keempat, penolakan evolusi Darwin dilakukan oleh 2 kelompok saja, 1) Kaum religius literalis dan 2) Kaum Atheis.

Seharusnya:

Keempat Kalau 'aliran besar' Kekristenan open minded terhadap Penciptaan dalam Kitab Kejadian -lihat kesimpulan ketiga- maka hanya 2 kelompok yang membacanya secara literal/hurufiah serta closed minded lalu mempertentangkan teori Darwin dan Penciptaan. Mereka adalah: 1) Kaum religius literalis dan 2) Kaum Atheis.

Maaf atas kekeliruan saya ini. Minggu ini sangat melelahkan dan malam ini saya sedikit demam yg lalu jadi 'error' heh, heh.

-nk-

Anonim mengatakan...

-syam-

ha..ha anda ternyata mudah terbawa emosi juga yah.. santai saja bung.. hidup lebih nikmat kalo lebih santai (tapi jangan hidup untuk santai yah).

1. anda marah karena komentar-komentar wilmana, dan NK tapi sadarkah anda kalo dalam sebuah lomba debat anda tlah di penalti karena emosi anda yang menyebabkan keluar kata-kata pantas (maksudnya kata pantas untuk dimaki-maki).

2. sadarkah anda kalau anda terjebak yang saya istilahkan "orang terjebak masa lalu". kenapa?? anda berpatokan terhadap ilmu "tahun Rinto harahap" tahun 70-80an sedangkan yang sedang disajikan oleh BL (atau BM sama saja), wilmana, dan NK adalah fkta dan data jaman sekarang. anda tidak menerima teori evolusi monyet - Manusia. secara rohaniah tentu berbeda dengan teori evolusi (kalo boleh anda tau kami umat kristiani pun secara "rohani" pun dalam kitab kami tidak menyebutkan monyet - Manusia tapi ada urutan-urutannya). TAPIII, sadarkah anda yang sedang dibicarakan disini adalah dari sisi ilmu pengethuan bukan sisi "keagamaan"???

3. bos kita ini berbeda. bahkan kembar identik pun bisa berbeda, manusia itu berbeda, pikiran pun berbeda, jadi anggap saja apa yang disajikan BL (BM), wilmana, NK adalah perbedaan yang perlu disikapi secara bijaksana. tidak perlu emosilah. santai..santai. pendapat boleh beda. wajar kok. tapi tidak perlu dengan emosi. anda malah jadi lebih mirip FPI yang menyikapi perbedaan dengan amarah, emosi. Peace..

(nrk)

Anonim mengatakan...

saran saya..

daripada marah-marah mending nonton euro 2008 saja. jadi santai bos..

(nrk)

Anonim mengatakan...

@nrk

Khan saya sudah bilang, daripada menyoal kontraversi Darwin yang merupakan mitos yg di'kompori' kaum atheis dari jaman dahulu kala, bukankah lebih baik menonton euro 2008?

Aaaaah... saya senang dgn nrk, makin hari makin bijak. Selamat!

-nk-

Anonim mengatakan...

Kasihan juga sahabat syam. Kesannya kok di"keroyok". Ah, mungkin ada baiknya kita mengutip kembali bigmike dalam psoting KASIH (yg bagi saya adalah posting terbaik):

Dengan Kasih, kita menunjukkan kepada dunia, bagaimana kita memanfaatkan kekuatan yang kita miliki. Bukan untuk melanggengkan permusuhan, tapi mendatangkan perdamaian. Bukan untuk melukai, tapi menyembuhkan. Ah, dahsyatnya sifat Kasih yang ilahi ini. Dan sungguh-sungguh: anda, dan juga saya, yang kodrati ini, dapat memiliki Kasih Ilahi itu. Syaratnya, lagi-lagi, cuma 1. Hanya 1: Pikul Salibmu.

(Sherly, CN, Oebufu)

Anonim mengatakan...

Ya, saya setuju dengan Sherly. Damai (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@ Sherly dan @Yes

Mohon maaf, sy rada krg sepakat. Krn yg sy tangkap dr poin BigMIke ttg KASIH adalah jangan korbankan kebenaran dan keadilan demi apa yg kita sebut "damai". Damai yg mengorbankan kebenaran dan keadilan, mnrt sy damai yg semu penuh kepura-puraan krn tdk ada KASIHyg sejati di dalamnya.

Dr dulu sy tdk sepakat dg org yg suka menjebak diri dg pengertian tekstual, ato istilah @nk, "kaum literalis". Sy kuatir kita memahami KASIH sekedar teks tertulis yg dibuat BigMike yaitu, "bukan utk melukai, ... dst". Lalu kita lupa bhw faktanya ada jg penyakit tertentu yg hanya bisa sembuh melalui operasi, yg berarti utk sembuh harus dilukai. Atau, scr Alkitabiah, sulit jg kita memahami teks Ibrani 12 yg berkata-kata ttg "Allah mengajar org2 yg dikasihi-Nya dan diakuinya sebagai anak".

KASIH itu lemah lembut tp hrs bisa tegas, bkn kasar. Terhadap ketidakbenaran maen tuduh seenaknya yg dilakukan Pak Syam, mnrt sy kita hrs tegas bilang, "maaf Pak, itu salah". Sy merasa telah melakukan hal dmkn, sayangnya beliau malah tersinggung lalu "mencaci-maki".

Setiap org yg punya hati-nurani tentu akan bereaksi menegur Pak Syam. Ini wajar sj, krn itu justru mjd tdk wajar jk diplesetkan seolah-olah beliau "dikeroyok". Terminologi "dikeroyok" ini, dapat menyesatkan pengertian positif atas "teguran" bg Pak Syam mjd sekedar perilaku barbarian dr kami2 yg sbtlnya bermaksud baik thd beliau.

Apalagi dg mengungkit-ungkit KASIH, dpt membuat beliau makin negatif thd praktek KASIH yg mmg sdh scr keliru beliau pahami. Beliau menerima kritikan/saran sbg suatu bentuk ancaman dan penghinaan, yg jg dipahami sbg satu btkpraktek KASIH kristiani.

Krn itu, sy menghimbau utk mari kita utamakan kebenaran dan keadilan ditegakkan. Spt respon SBY thd insiden di Monas, ”Negara tidak boleh kalah dengan perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia”.

Blog BigMike ini, tdk boleh kalah thd perilaku maen tuduh, caci maki, dan berbagai btk kekerasan di sini. Keras dan tegas dlm mengkritik boleh, tp hrs terkontrol dlm arti bahasanya lugas dan didukung fakta empiris yg memadai. Ini penting untuk kemaslahatan kita semua di sini, termasuk Pak Syam tentunya.

Mohon maaf, yaa kalo terkesan mengeroyok Pak Syam. Pdhl kami gak janjian, lho. Sekedar reaksi spontan saja...

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

Sorry ada koreksi sedikit, krn wkt ngetik uda ngantuk.

Kata "mengajar" dlm kutipan Ibrani 12 di atas, seharusnya "MENGHAJAR".

Trims, Wilmana

Anonim mengatakan...

@ nk

Ada satu hal yg gara2 sibuk menanggapi Pak Tua Syam, sy terlupa. Rasanya Ama musti cek kembali sumber data yg membuat Ama berkesimpulan Galileo Galilei disiksa dan dihukum mati oleh gereja. Sebab itu bisa menjadi santapan empuk buat sy sergap jk tulisannya sdh resmi Ama publish di sini. Tp kalo Ama confident yaa monggo diteruskan...

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@Sidang pembaca blog

TRUTH HURTS BUT IT'S NECESSARY

Sebenarnya saya sudah 'gatal' ingin berdebat dengan wilmana walau akhirnya harus tertunda lantaran sikap syamsudin yang main kafir-kafiran disini.

Hal 'pikul salib' yg disampaikan usi Sherly, dalam konteks Kekristenan Indonesia, dari dulu saya menangkapnya sebagai panggilan 'penderitaan' fatalis, tak berdaya, alias, maaf saya harus pakai istilah ini lagi, sontoloyo. Kalau dahulu saya 'protes' Kasih-nya org Kristen adalah kasih yang 'sontoloyo' yg lalu membuat BM menulis 3 tulisan yg buat saya brilian, agaknya kali pula ini dia perlu menjelaskan makna pikul salib agar kita dpt memahami artiannya yg sejati.

Sikap Syamsudin yg kasar, main ancam, cap kafir, tidak bemoral, bahkan menghina saya sebagai manusia 1/2 monyet 1/2 nk jika tdk ditegur maka apa jadinya kita ini? Inikah salib yg harus kita pikul itu? Inikah kasih Ilahi itu? Kalau ada yg katakan iya, maka bersedih hatilah saya. Dan dalam konteks Indone"Sial," maka saya tdk heran Kekristenan gagal menyumbangkan hal positif bagi kebangkitan Ibu Pertiwi. Jangankan Indonesia, 'Kota Kasih' yg harusnya penuh Kasih Ilahi ternyata amburadul. Lalu dalam keamburadulan itu, ramai-ramei berucap, inilah salib kami. Yaaaaaaaaaa ampunnnnnnn!

WAKE UP PEOPLE! Pikul salib adalah panggilan penderitaan DEMI kejujuran dan keadilan.


@Wilmana

Hal Galileo itu, sdr simak dahulu baik-baik. Disana saya tulis, itu hanya mitos. 'Survey membuktikan' (baca: catatan sejarah) Galileo hanya dikenakan 'tahanan rumah' tetapi bebas keluar masuk tanpa izin. Ini jauh dari propaganda kaum atheis yg katakan ia disiksa bahkan sampai mati oleh Gereja yg digambarkan barbarian lantaran anti ilmu pengetahuan. Bersabarlah, kalau diizinkan BM, saya akan menurukan tulisannya.

Begitu saja dan selamat berakhir pekan.

-nk-

Anonim mengatakan...

@nk

Sy tdk melihat ada yg esensi dr makna pikul salib kecuali nafsu Ama yg kelihatannya pd dasarnya pernah bikin pengertian pikul salib scr fatalistis. Pendapat @Sherly (dulu sy punya dosen namanya Ibu Sherlina Dagang, moga2 ini Sherly laen), yg Ama ulas di atas rasanya tdk beda dg pendapat Ama sendiri. Mengapa?

Ide Pikul Salib dlm kristen itu yaa mmg begitu. Dihujat dan dicaci maki org krn kebenaran dan keadilan tp menerimanya tdk scr reaktif sbgmn sikap reaktif negatif yg ditunjukkan Pak Syam dan sy liat @Pritha di shoutmix yg "ngambek" ga mo baca komentar2 di sini.

Sy tdk melihat kecenderung @Sherly utk bermaksud bhw pikul salib adalah terima saja dihujat dan dicaci, tnp bereaksi scr wajar dan terkendali. Sy malah menangkap ada ide brilian dlm imbauan tentng pikul salib itu @Sherly yg diterjemahkan BigMike di shoutmix dlm chatting dg Ama.

Bhw pikul salib adalah perilaku kristen yg berbasis pada nilai2 strategis. Artinya, pikul salib adalah perilaku yg harus SELARAS dg misi dan visi yg diemban. Jk misinya adalah spt Yesus, yaitu harus mati bg banyak org, mk pikul salib adalah perilaku memberi diri utk dibantai, yg barangkali dlm kacamata Ama adalah fatalistis. Ama keliru jk berkesimpulan demikian. Tapi jika misinya adalah pembelajaran, mk pikul salib adalah perilaku tegas tapi terukur utk memberi pelajaran, teladan, dan bila perlu plus "rotan". So, benar BigMike, pikul salib adalah sebuah instrumental value based behavior. Sebuah strategic based value.

Kembali ke komentar Ama. Krn itu, mohon maaf jk sy musti bilang Ama keliru jk menilai himbauan pikul salib @Sherly spt di atas. Krn apa yg di mata Ama fatalistis bs jd tdk spt itu, krn mmg misinya spt Yesus mengorbankan nyawa demi kebenaran kasih karunia Bapa-Nya.

Terakhir, if you wanna fight with me, I layani. Emang gue takut...

(Wilmana)

nb: Soal Galileo, OK-lah..

Anonim mengatakan...

@wilmana

Memang seharusnya susi Sherly yg perlu menjelaskan apa sikapnya hal pikul salib itu dalam konteks diskusi kita disini.

Saya hanya sedang menduga-duga. Premis saya, apa sikap kita atas si syamsu itu? Membaca ujaran kata susi Sherly, saya menduga dia jadikan ungkapan pikul salib untuk menerima saja sikap si syamsu, sekedar melanggengkan damai semu yg ada. Teguran sdr kepada syamsu yg tentu sdr yakini selaras dgn Kasih Ilahi memberi efek 'kurang nyaman.' Bahkan kalau sdr liat sikap 'ngambek'nya Pritha, jelas dia mengeluh sikap sdr itu. Sehingga kesimpulan sdr, saya kutip, Sy tdk melihat kecenderung @Sherly utk bermaksud bhw pikul salib adalah terima saja dihujat dan dicaci, tnp bereaksi scr wajar dan terkendali sekedar dugaan sdr belaka.

Dus, kita perlu 'berdiskusi' ttg makna pikul salib yg sejatinya. Kalau sdr sampaikan ia sebagai sebuah strategic based value saya setuju walau perlu memberi contoh pemaknaannya dalam kehidupan keseharian kita. Kalau sdr 'terpanggil' untuk menulis ini, saya akan membacanya dan melanjutkan 'debat' kita ini.

Salam - nk

Anonim mengatakan...

@nk

Wah, rupanya Ama lg on-line jd cpt kali responnya.

Tentang sikap @Syamsu dan @Pritha, sy kira mmg begitulah mental kita yg tdk terbiasa dg kritik, apalagi yg rada2 pedes. Meski kalo yg diajukan sambel terasi, bs jd sambutannya beda 180 derajat.

Bbrp wkt lalu, sy menghadapi seseorang yg terbiasa menerjemahkan kritik dan saran sbg suatu bentuk ancaman dan penghinaan. Celakanya yang bersangkutan hanya punya satu cara sg reaksi atas apa yg dianggapnya ancaman/penghinaan, yaitu: KEKERASAN.

Melihat sikap bbrp rekan di blog ini, sy sungguh prihatin. Apakah sikap ini tlh mjd sikap standar manusia Indonesia? Dikritik, malah tersinggung dan beraksi negatif. Ada yg marah2, ada yg memilih menutup mata krn ga mau liat. Padahal hukum alam dan jg hukum agama jelas menyebutkan bhw org menjadi dewasa karena tempaan. Kontradiksi dg sikap menolak "tempaan" di sini.

Mengenai Pikul Salib, biarlah BigMike yg nulis krn kebetulan ini akhir pekan. Byk rekan sdh minta beliau memberi bekal utk ke gereja hari minggu besok. Sy masih belum konentrasi utk menulis di sini. Mohon maaf.

Tapi kalo utk berisik sm Ama, sy siap. Apalagi bbrp rekan sdh kasi pendapat positif. Mereka ke sini rata2 menikmati dua hal. Pertama, tulisan2 BigMike yg lugas dan mengena di hati. Kedua, adu akal kita berdua.

Krn itu kl ada opsi, sy milih memainkan peran yg sdh terbukti dinikmati rekan2 di sini.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

...sambungan...

@wilmana

Tentang sikap ngambeknya Pritha yg bersedih hati dan tidak mau mampir ke kolum komentar ini saya dapat memahami perasaannya walau dalam kejujuran sdr, saya harus katakan bahwa ketika syamsu mengkafirkan saya dgn menggunakan ayat-ayat suci, dia tidak ikut menegur tetapi ketika sdr 'membawa-bawa' junjungannya, ia keberatan. Fenomena apa ini?

Saya tdk ingin menduga-duga lagi tetapi saya agak 'terusik' dgn sikap ini.

-nk-

Anonim mengatakan...

@Wilmana

Baiklah kalau itu pilihan sdr, saya harus hormati. Walau kami sering 'berbeda' pendapat, saya sangat gemar berdebat dgn sdr. 2 hal yg saya suka dari blog ini, tulisan bm dan debat dgn sdr. Selebihnya tdk, karena isinya hanya 'pujian.' Tipe inilah yg menurut sinyalamen sdr, ketika dikritik, bereaksi negatif. Tapi ini forus bebas, maka sayapun harus menghormati 'sikap' sidang pembaca blog yg lain dari saya, juga sdr.

Baiklah... saya tdk expect ada komentar lain lagi. Silahkan BM ambil alih. Terima kasih saya haturkan kepada sdr yg sudah memberi halaman blog disini untuk saya 'mengeluarkan' isi kepala saya dan bertutur kata apa adanya. Semoga sdr tdk 'kapok' menerima tulisan sy diwaktu yg akan datang.

Sekali lagi terima kasih.

-nk-

Anonim mengatakan...

Nk dan Wilmana

Salam Damai

Melihat jumlah komentar, saya kira masa edar posting ini akan berakhir. Oleh karna itu saya ingin membuat beberapa catatan supaya tidak ada ganjalan:

1.Saya harus menegaskan bahwa saya TIDAK PERNAH meng”kafirkan” kan NK. Coba lihat kembali komentar no urut 3. Di situ saya tulis ”BM bisa dituduh mengijinkan kekafiran melalui blognya". Mengapa saya mengatakan kekafiran? Karena, menurut teori-teori tentang isme-isme di dunia (McGalagher dan kawan-kawan tahun 2002 dan banyak buku lainnya), salah satu pilar atheisme dibangun berdasarkan teori Darwin. Terlepas Darwin atheis atau tidak maka teorinya sudah dikutip oleh Marx, Engels, Mao dst. Berdasarkan teori2 itu maka saya memberi makna kepada QS. Al-A'laa, 87:1-3 bahwa Allah menciptakan semuanya sempurna. Di sinilah timbul pertanyan saya dari kemarin: dari mana asal kehidupan. Karena Allah (kreasionis) atau karena evolusi (evolusionis)? Pertanyaan ini tidak anda berdua jawab sejak kemarin. Mengapa saya tanyakan itu? Karena kaum relijius pro kreasionis dan kaum atheis pro evolusi. Anda seharusnya menjawab kemana anda berpihak. Tapi tidak anda jawab sampai hari ini. Malah saya dimarahi.
2.Mungkin NK marah karena saya menyebut contoh tentang makhluk ½ monyet dan ½ NK. Tetapi coba anda lihat lagi pada komentar no urut 4 yg diberi oleh NK. Di situ jelas tertulis ..... Wilmana, 'bermoralkah' seruan hati-hati syam ini, apalagi dengan 'ancaman' skb? Apa artinya? NK bisa menjelaskan apapun tetapi ketika itu saya menafsirkan bahwa NK meragukan moralitas saya. Maka saya coba menimpali dgn contoh ½ monyet itu. Siapa tahu morlitas NK lebih baik dari saya. Eh, ternyata NK marah. Saya mau tanya: kalau NK boleh tersinggung, apakah saya tidak boleh? Lihatlah kronologis itu. Saya mencoba memberikan perspektif teoritis malah dijawab dgn meragukan moralitas saya. Di mana rasa keadilan NK?
3.Yang saya sayangkan, Wilmana datang-datang, tanpa berusaha perduli pada kronologis langsung ”menghantam” saya sambil membawa-bawa junjungan saya padahal saya sama sekali tidak pernah menyebut-nyebut junjungan anda (coba cek kembali). Ketika saya tersinggung lagi-lagi saya dijadikan ”bulan-bulanan”. Kalau saudara-saudara boleh menghina maka apakah saya tidak boleh membalas menghina? Apakah adil?
4.Yang paling kasihan adalah Sdri Pritha. Saya liat-liat, pembaca satu ini masuk ke blog bigmike semata-mata karena mengagumi BM. Meskipun demikian pasti dia juga mengasihi junjungannya. Tidak bolehkan dia sedih? Kemudian, anda berdua lagi-lagi "mencela" sikap Pritha dgn menggolongkannya kepada org-org yg tidak perduli, yg hanya bisa memuji, yg sensitif kalau dikritik. Anda coba bayangkan, ketika dia sedang bepergian, kuliah atau kerja sehingga dia tidak tahu sama sekali proses diskusi kita> Pulangnya dia membuka blog dan mendapati junjungannya dibawa-bawa. Apa tidak boleh dia bersedih? Saya coba periksa seluruh komentar yg ada, si Pritha nyaris tdk pernah terlibat dalam diskusi apapun. Dia mampir ke blog nyaris hanya untuk menemui dan memuji2 Bigmike-nya. Tiba-tiba anda menuduh dia macam-macam. Kasihan. Di mana empati saudara-saudara? NK mencoba memetakan pembaca blog ke dalam kelompok yg dikategorikannya sendiri yaitu BM, kelompok kritis dan pemuja. Saya sudah melihat hampir semua komentar ternyata tidak sederhana seperti itu. Kalaupun begitu, apa itu salah? Maksud org ke blog itu kan bisa macam2. Suka-suka dia dong. Jangan karna kalian suka diskusi maka org lainpun harus diskusi. Berbeda dengan milis. Ini blog dan liatlah semua blog. komentar yg ada memang singkat-singkat. Tetapi saya harga percakapan anda berdua. Adu akal kalian kadang-kadang sangat baik.
5.Atas semua kesalahan ucap, saya mohon maaf tetapi saya minta kedewasaan saudara ber2 untuk memeriksa kembali isi seluruh percakapan kita. Apa saya salah seluruhnya dan anda benar semuanya?
6.BM sebagai ilmuwan tetapi sekaligus kaum relijius, saya minta pendapat anda tentang teori darwin. Ada di pihak mana saudara?

Sekali lagi, salam Damai. MERDEKA (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@ Syam....

Sy kira inilah penyakit kita (kl sy blh bilang begitu), suka keterlaluan bermaen kata2 thd org laen, tp agak resisten jk org laen yg melakukan itu thd kita. Sejujurnya, sy sih tdk ada rasa marah, lalu buka front peperangan. Tp kok Pak Syam bw2 jargon "damai" di sini yg memberi kesan ada perang. Artinya apa? Ini bs jd bukti bhw emosi dan marah itu sesungguhnya hanya ada dihati Bapak, lalu coba diopinikan seolah-olah bukan cuma Bapak sj yg dmkn. Hati2 lho, Pak. Ini bs tergolng fitnah, lho.

Tetapi mnrt sy, anda mmg layak utk meminta maaf kpd @nk mengenai tuduhan "kekafiran" itu. Mmg anda lihai bermaen kata2 seolah-olah ditujukan kpd BigMike, tp sumber kekafiran yg diijinkan oleh BigMike itu, jelas yg anda maksudkan adalah @nk, bukan? Lalu apa gak malu ngeles dan berlama-lama menolak minta maaf scr fair? Yg tua minta maaf, di era millenium ini, bkn hal yg hrs ditabukan, lho Pak.

Bhw sy membawa-bawa nama dr junjungan anda, bg sy adalah hal biasa sj. Laen hal kalo saya mencaci-maki beliau di sini ato tuduhan2 tnp fakta. Yg pasti thd semua hal itu, toh sy sdh meminta maaf jk ada hal yg kurang berkenan. Coba cek postingan sy, Pak. Makanya, sy heran jg kok anda plus Pritha malah memilih utk tetap menyimpan "kemarahan" dan diungkit-ungkit lg dikmdn hari.

Pertanyaan menarik dr anda adalah terkait balas-membalas sbg btk keadilan. Sy kutip dmnk, "kalau saudara-saudara boleh menghina maka apakah saya tidak boleh membalas menghina? Apakah adil?"

Dg pola pikir dmkn, mnrt sy jgn tersinggung jk sy bilang bhw ini sumbernya dr ajaran junjungan anda yg menghalalkan perang demi membalas apa yg dianggap jahat, plus bunganya bila perlu. Kita diskusi di ruang bebas, Pak. Jd kl tersinggung artinya kurang wise-lah.

Aniwe, sy sih maklum sj dg semua ini. Yg pasti sy tdk merasa bermusuhan apalagi sdg berperang dg Bapak. Jadi ga perlu sy ikut2an teriak damai damai di sini.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@Syamsu

Saya sudah berusaha secara 'halus' agar anda tanpa malu-malu lagi mengakui kekhilafan anda dan meminta maaf. Tetapi anda masih teputar berdola-saleh tdk karuan. Anda benar-benar org tua yg tidak 'wise.'

Tentang pertanyaan saya kpd Wilmana apakah SERUAN, sekali lagi, SERUAN, anda itu bermoral atau tdk anda tafsirkan saya sedang katakan ANDA TIDAK BERMORAL. 2 hal yg berbeda pak. Apa ide dan pribadi sdr SATU??? Kalau IYA, anda tdk pantas beropoini disini karena ketika ide anda dibantah, anda akan sakit hati, lalu mulai menyerang. Saya hendak tertawa karena sebenarnya anda sendiri sedang mempertontonkan moral anda yg buruk secara 'telanjang.'

Tentang kami (Kekristenan) ada dipihak mana, rupa-rupanya karena anda sedang sakit hati sehingga 'gelap mata' tdk mampu lagi membaca komentar saya disini. Lihat komentar saya diatas. Disana anda akan temukan jawaban. Atau anda harus saya 'tuntun?'

Begitu saja... poin-poin lain saya tdk ingin menanggapi karena saya tidak ingin menjadi sama dengan anda, seorang tua yg sangat tidak bijaksana.

Salam 'kafir'

nk

Anonim mengatakan...

@Sidang pembaca blog

Atas 'tuduhan' tidak bermoral syamsu bahwa saya menyalahkan pembaca yg sekedar 'memuji' BM, saya hendak katakan bahwa saya menghormati hak anda itu. Saya kutip lgsg kata saya itu sendiri:

Tapi ini foru[m] bebas, maka sayapun harus menghormati 'sikap' sidang pembaca blog yg lain dari saya.

Saya tdk melarang spt tuduhan si syamsu. Saya menghormati pilihan kalian walau saya kurang sreg. Tetapi, sebaliknya pun harus begitu. Anda harus menghormati kebebasan saya, wilmana dan yg lain tanpa harus 'ngambek' dan memberi cap 'negatif' kepada kami.

Salam hangat.

:nk:

Anonim mengatakan...

Maaf ya,

1. untuk org yg tidak bisa membedakan "kafir" dan "kekafiran" saya terpaksa katakan anda masih hrs banyak belajar.
2, Untuk org yg tidak memahami pernyataan permohonan maaf tetapi trus marah, saya harap jadilah dewasa.

2. Sikap NK yg memojokkan pembaca lain dalam blog ini saya terpaksa bilang sikap anda sangat merugikan BM. Anda silakan menggunakan hak anda tapi tidak perlu melakukan "hazard" kepada yg lain karena yg bertengkar dengan anda hanya saya. tidak yg lain. Anda hrsnya tafsir bahwa sherly, pritha dll itu tidak nyaman dgn perilaku anda. Kalau mereka keluar dari blog anda tidak rugi karna blog ini bukan milik anda. Tapi bagaimana BM. Lihatlah, himbauan "halus" BM untuk kita satu ibu pertiwi. Saya takut nanti anda menuduh BM penakut, BM bisu, BM ...saya mulai melihat tanda2 itu. Setelah diberi kesempatan oleh BM kepada anda untuk posting apakah anda tidak malu kepadanya. Itukah tanda terima kasih anda padanya? Anda bertingkah tapi BM menerima akibatnya.

3. BM: manusia apa anda sebenarnya. Pasif? tidak perduli? mau punya banyak sahabat tapi diam saja ketika ada 1-2 org yg membuat kacau? Jangan cuma asik dgn hitung2 pilkada NTT dong. Saya cuma perlu suara anda ttg evolusi. Ini ujian untuk anda dari pembaca setia blog anda.

@ NK dan Wilmana: saya lelah menghadapi ocehan saudara berdua. Maaf saya tidak akan lagi menanggapi apapun omongan saudara berdua. (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@Syamsu

1) Sayapun juga sudah enggan 'meladeni' anda yg meminta maaf dgn tidak tulus karena dlm permintaan maaf anda itu anda merasa perlu tambahi tuduhan macem-macem. Lalu anda marah karena saya belum mau menerima maaf anda yg tdk tulus itu. Anda benar-benar org tua yg tdk pantas dijadikan teladan bagi generasi muda spt saya.

2) Soal merugikan BM atau tdk, lagi-lagi sdr berlagak 'membela' BM. Malu dong ah. Dia itu ilmuan dan tokoh gereja yg bisa menilai sendiri untung ruginya.

3) Rupa-rupanya anda mulai kesal dengan bm yg masih 'diam' seakan 'menuduh' bm membiarkan saya dan wilmana membuat kekacauan disini. Anda juga menuntut agar bm bersikap atas teori evolusi. Saya lagi bayangkan, kalau bm tidak keberatan dgn evolusi, apa sikap anda?

4) Syukurlah anda sudah insaf dan memilih berdiam diri merenung kekhilafan anda ketimbang mempertontonkan moralitas anda yg suka mengkafirkan org lain tanda dasar yg jelas.

-nk-

Bigmike mengatakan...

Dear All,

Melihat dan membaca substansi percakapan yg berkembang dalam posting ini maka saya memutuskan untuk menutup buku pada bagian ini. Saya mau memberi catatan bahwa semua percakapan di sini semata-mata untuk kebaikan oleh karena itu belajarlah memetik hal baik dan tinggalkan hal-hal yg kurang berkenan.
Bagi semua yg sudah berpartisipasi saya ucapkan terima kasih. Mari kita bicarakan hal yg lain lagi.
Bagi kawan-kawan yg kurang nyaman saya juga meminta maaf. Semua adalah sahabat saya tanpa kecuali dan saya sangat memperhatikan semua keluhan, harapan, kritikan dan pujian sahabat-sahabat. Tuhan Memberkati kita semua

Anonim mengatakan...

ah ternyata benar juga yah.. kasih itu mudah diomongkan tapi ternyata susah sekali diwujudkan..

sdr NK, wilmana, Syamsu ayolah kita hanya berdebat atas perbedaan saja tidak perlu melibatkan emosi. saya setuju dengan bigmike, marilah kita sudahi "pertengkaran" ini. masih ingatkah sdr semua posting BM tentang kasih??? anda-anda dapat menyebutkan kasih dengan begitu banyak ragam, begitu banyak macam tapi maaf saya tidak melihat kasih itu diwujudkan jika melihat "perseteruan" ini. betul juga apa yang saya bilang kasih itu susah bung!!! tapi Rocker juga manusia eh...... NK, syamsu, wilmana juga manusia jadi wajar kok marah TAPIIIII, saya jadi ingat ucapan istri dari tokoh idola saya yang telah "pergi jauh" (ia seorang perempuan jawa tulen tapi telah lama tinggal di Kupang yang selalu bilang "jadi orang tuh sabar sadiki jang talalu marah-marah". he..he damai..damai..damai..damai.

salam damai,


(nrk)

Anonim mengatakan...

Siap Komandan!!

Sy manut wae dg perintah Komandan... Hanya saran sy buat @Syamsu dan kita semua, do for others what you want them to do for you.

Itu saja.

Wassalam, Wilmana