Selasa, 08 Juli 2008

CARPE DIEM. lHo, tadi disuruh don't cRy for tHem. Sekarang, orang nggak nangis kok disuruh Diem.

Burung elang burung merpati

Terbang ke hutan mencari makan

Bukan kepalang senangnya hati

Berjumpa anda, sahabat dan rekan


Sahabat blogger terkasih,

Seiring dengan terlantun-nya pantun perjumpaan di atas maka saya sudah hadir di hadapan sahabat sekalian untuk menyambung posting saya sebelumnya yang bertajuk ”don’t cry for them”. Anda masih ingat apa kata penutup pada posting saya sebelumnya itu? Ya, anda benar dan itu adalah ini: Ikan teri Ikan Kembung. Lain kali saya sambung.


Ah, saya memang sedang gembira untuk berpantun ria. Apa ada penjelasan? Tidak ada. Lalu? Ya tidak perlu lalu-laluan. Pokoknya saya sedang senang berpantun ria. Tidak ada penjelasan apapun yang memadai untuk menggambarkan alasan mengapa saya demikian karean sesungguhnya saya tidak memiliki alasan yang kuat untu itu. Saya berpantun semata-mata karena saya suka. Titik. Kalau begitu apakah kita boleh melakukan segala suatu sekehendak hati? Saya diberi julukan oleh sebagaian sahabat blogger sebagai ”pendekar mabuk” yang kurang lebih artinya adalah: suka membuat langkah-langkah yang membingungkan. Suka pada cara pengambilan keputusan yang bersifat suka-suka sendiri. Suka sesuka-suka. Sesuka suka-suka. Nah lu....hi hi hi.... Benarkah demikian? Harusnya tidak tetapi faktanya ia. Apakah sikap manasuka siaran niaga seperti ini tidak menimbulkan kerugian? Ya, dalam banyak hal. Apakah saya terbiasa merugikan banyak orang? Seingat saya, TIDAK. Lho. Apa-apaan ini? Bagaimana meletakkan logika dan fakta bahwa di satu pihak saya cenderug bersikap sesuka hati dan di lain pihak saya tidak merugikan banyak orang dengan sikap saya itu? Adakah penjelasannya? Dan ini lebih penting, apa kaitannya dengan kesebelasan Jerman? Baiklah saudaraku sekalian, begini:


Masih ingat dua hal yang saya ajukan untuk kita renungkan bersama pada bagian awal posting saya sebelumnya? Kalau anda lupa maka adalah ini: setiap kita, saya dan anda, adalah pribadi yang Personal. Unik. Khusus. Tidak ada duanya. Each of us is The special one. Akan tetapi bersamaan dengan itu, setiap kita, anda dan juga sudah barang tentu saya, adalah bagian dari kumpulan makhluk-makhluk sejenis dengan kesukaan yang sama. Minat yang sama. Kesenangan yang sama. Kita adalah makhluk umum. We are the generalist. Apa maksudnya ini? Banyak cara untuk mengharmoniskan kedua frasa ini dn saya punya beberapa opsi untuk itu. Akan tetapi dalam konteks kita di sini, kali ini, maka hal inilah yang ingin saya ajukan kepada saudaraku sekalian: di satu pihak setiap kita adalah pribadi bebas dalam menentukan pilihan-pilihan hidup kita akan tetapi hendaklah setiap kita mengingatnya dengan baik-baik satu (1) hal, yaitu janganlah dengan pilihan kita tersebut kita merugikan orang lain. Sekali waktu pilihan kita mungkin akan mengecewakan orang lain tetapi di lain waktu buatlah orang lain gembira tagal pilihan kita. Bagimana kalau hal ini terus-menerus terjadi? Bukankah hal ini dapat menyebabkan kita akan disebut sebagai tidak konsisten? Memang ada resiko untuk itu tetapi saya ingin mengajukan satu pertanyaan yang mesti kita jawab bersama, adakah manusia yang dapat terus menerus konsisten dalam hidup? Setelah berusaha mencari referensi ke sana-kemari pada tokoh-tokoh kelas wahid dalam sejarah dunia, saya tidak menemukan hal tersebut. Ternyata, saudaraku terkasih, kita adalah makhluk inkonsisten. Jadi, inkonsistensi adalah manusiawi. Inkonsisten adalah cara dalam hidup. C’est le Vie....itulah hidup.

Kalau begitu, haruskah kita menjadi pemuja inkonsistensi? Jangan. Lha, apalagi maunya BungMabuk (BM) kali ini? Ini: keberhasilan dan kegagalan dalam hidup adalah jamak dalam hidup (general) akan tetapi menyikapi kegagalan dan keberhasilan adalah personal (special). Sering terjadi, kemenangan dan keberhasilan menjebak manusia pada euforia tanpa batas dan kita terlena di dalamnya. Terjebak di dalam hedonisme kemangan dan hilang kewaspadaaan kita. Ketika tiba-tiba datang kekalahan, kita tidak siap. Lalu mencari kambing hitam. Lihatlah perilaku kesebelasan Italia jika mereka kalah. Ah, itu ulah wasit. Bola terlalu kencang. Lapangan kurang bagus. Ada pemain lawan yang mencari makan di Italia tetapi tidak tahu berterima kasih karena berani-beraninya membobol gawang Italia (kejadian ketika Italia dikalahkan Korea Selatan waktu PD 2002 tagal gol dari Ahn Jung Hwan yang bermain di klub Italia Perugia). Di lain waktu, kekalahan sering menjebak kita kepada keputusasaan yang luar biasa lalu bersikap skeptis, pesimis dan fatalistik. Celakanya, kekalahan sering dilihat secara sinis dan lalu berkembang menjadi stigma. Kekalahan adalah ”nama tengah” kesebelasan Indonesia (PSSI). Belum tentu begitu, tetapi itulah stigma. Lalu, di sinilah alasan mengapa saya begitu menggandrungi kesebelasan Jerman. Ya, kesebelasan ini sangat mewakili gagasan ideal saya tentang manusia.

Kesebelasan Jerman, tidak selalu indah. Tetapi siapakah yang hidupnya hanya berisi kejadian dan hal-hal yang melulu indah? Ada indahnya. Ada buruknya. Tidak ada orang yang baiiiiiikkkkkkk semuanya. Dan sebaliknya, tidak akan ada orang yang ”isinya” cuma jahaaaaaaaaaaattttt melulu. Tidak ada. Tidak ada itu. Hal lain adalah, kesebelasan Jerman suka sekali bermain dengan gaya mereka sendiri yang kadang tidak cocok dengan kemauan penggemarnya. Lihatlah ketika melawan Turki, mereka sebenarnya bermain amat buruk. Kaki mereka berat dan malas mengejar bola. Tetapi akhirnya mereka menang. Ketika melawan Spanyol, mereka bermain lebih parah lagi. Kaki dan otak mereka seperti tidak terkoordinasi dengan baik. Permainan yang ngawur dan tidak beraturan. Dan oleh karena itu wajar jika mereka akhirnya ”dihukum”oleh Spanyol. Apakah Jerman tidak bisa bermain baik? Tidak juga. Tengoklah cara bermain mereka yang efektif dan brilyan ketika mengalahkan kesebelasan penuh bintang, Portugal. Di masa lalupun kesebelasan Jerman biasa seperti itu. Kesebelasan ini pernah sangat memalukan di Europe 2000 dan 2004. Dari total 6 kali bermain mereka cuma mampu bermain seri 2 kali dan sisanya, kalah. Anda begitu juga kan? Sebentar hidup beraturan tetapi tidak jarang anda memainkan "musik kehidupan" yang melenceng dari "partitur" yang seharusnya. Apa akibatnya? Ya, anda "dihukum". Nah, lalu ini: pernahkah anda mencatat kesebelasan Jerman mencari-cari alasan ketika kalah? Pernahkah mereka terlarut dalam kemenangan dan mabuk kemenangan? Sepanjang catatan saya, tidak. Mereka rupanya paham bahwa mabuk kemenangan sering manjadikan suatu kesebelasan melempem pada kesempatan berikutnya. Lihatlah Yunani. Lihatlah Denmark. Dan oleh karena itu, awaslah Spanyol. Sekali, juara. Dan sesudah itu, menangis.

Berbeda dari model kesebelasan ”kejutan” yang sering meledak sekali lalu diam tak berbunyi sama sekali, timnas Jerman selain tidak pernah larut dalam kegirangan, juga tidak pernah terperangkap dalam kesedihan. Kemenangan dan juga kekalahan menjadi hal yang biasa-biasa saja. Mereka waspada ketika menang dan mau belajar dan kembali lagi ketika kalah. Inilah penjelasan paling memadai, mengapa kesebelasan yang biasa-biasa ini bisa hadir dan bermakna. Mereka mampu mengatasi diri mereka sendiri dan, selalu hadir. Hadir dan hadir lagi. Mereka tetap ada, dan bermain. Ya, bermain sambil memberikan kesenangan, dan sudah barang tentu kesedihan, bagi jutaan suporternya. Ya, Jerman tidak selalu menarik dan menjadi juara tetapi mereka eksis. Mereka ada. Bukankah ini gambaran kehidupan manusia sehari-hari. Ada hari gembira. Ada hari yang menyedihkan. Akan tetapi keriangan dan kesedihan tidak boleh menghalangi kita untuk terus berbuat sesuatu. Ada satu filsafat yang sangat dekat dengan apa yang saya katakan ini, yaitu Carpe Diem.

Quintus Horatius Flaccus pernah mengatakan begini “Carpe Diem, Quam Minimum Credula postero" yang artinya "Raihlah hari ini, jangan terlalu percaya pada esok." Sepintas terlihat hedonis. Jangan pikir-pikir besok. Tidak perlu merencanakan apa-apa untuk besok. Sikat saja semua di hari ini. Habiskan semua hari ini. Besok? Sebodo teuing. Benar begitu? Salah. Sepintas terlihat sebagai sikap pesimistis. Ah, besok sudah tida ada apa-apa lagi dan oleh karena itu, nikmati semuanya hari ini. Pesimiskah tentang hari esok? Tidak. Filosofi carpe diem mengajarkan tentang hidup yang harus berjalan hari lepas hari. John Rambo, tokoh rekaan Silvester Stalone mengatakan bahwa live day by day (Rambo II). Hidup demikian adalah hidup yang optimis. Hidup model begini sangat percaya bahwa apapun tantangannya, kehidupan harus dan akan terus berjalan. Kagak ade matinye, kate anak Jakarte. Hidup model begini adalah hidup yang dimaksudkan oleh ujar-ujaran yang ada di dalam sebuah Kitab Tua “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”. Hedonis? Pesimis? TIDAK. Optimis? So pasti Bung en Sus, So Pasti.

Tabe Tuan. Tabe Puan

148 komentar:

Anonim mengatakan...

Bigmike, anda menghilang beberapa hari, muncul-muncul menuliskan sesuatu yang membuat jantung berdegup. Carpe diem, sering didenger tapi, baru sekarang dijelaskan secara gilang gemilang. Saya ingin mengomentari tapi rasanya belum bosen membaca ulng dan ulang lagi. My little brother, you are the best (Syam, the old blogger)

Anonim mengatakan...

@all

Sebenaranya tara usah refot menjelaskan fenomena jerman ini.

Inga...inga... kata bijak tua, 'hidup ini macam seks, kadang diatas, kadang dibawah.' Saat ini jerman 'sekedar' ada dibawah.' Yg refot PSSI, amat gemar dgn posisi dibawah, hi hi.


@syamtua, blogger tua

Awas jantung anda! jantung 'sepuh' jgn keseringan berdegub, hi hi. Melihat perilaku anda dkk yg sering terkejut-kejut dgn tulisan @bm, saya jadi ikutan berdegub.


-kadeluk-

Anonim mengatakan...

Kadeluk, anda mungin terlahir sebagai makhluk sinis. Nggak sinis anda gampang masuk angin dan sakit. Saya berdegub karena kagum. Anda berdegub karena saya memuji bigmike? Itu namanya, irihati. Tapi sudahlah, menghadapi orang seperti anda saya sih "carpe diem" lama-lama juga anda akan "diem" sendiri ha ha ha(Syam)

Anonim mengatakan...

dear all,
anda semua akan keliru dan "sesat" seperti kadeluk jika mengira bigmike sedang menulis tentang kesebelelasan kesayangannya jerman. Bigmike sedang berbagi ilmu tentang hidup meski diberi label, artikel suka-suka. Jangan "kurpik" lah alias kurang pikir (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@all

Hati-hati... syamtua sedang keluarkan 'jurus' lama. Ingat cap yg dia berikan ke @nk? kali ini dia bilang kami 'kurpik' dan sesat? Jangan lengah!!!


@syamtua, blogger tua

Bisa membuat anda keki sekaligus tertawa membuat saya 'puas' ha ha hi hi... Harusnya anda berterima kasih pd saya yg baik 'hati' ini. Tertawa adalah obat mujarab! Semoga anda 'awet' tua, eh maksud saya muda.

-kadeluk-

Anonim mengatakan...

Waduh, saudara kadeluk "tersinggung" rupanya ha ha. Setelah ini pasti saya akan menjadi bulan-bulanan dari kadeluk dan teman sejenisnya, Wilmana dan NK. Ah, biar saja. Saya "carpe diem" sambil menonton orang "kurpik" bergentayangan he he. Bigmike, saya off dulu ya (Syam)

jiwamusik mengatakan...

Selamat pagi!...

weh... ini postingan personal amat, ntar kapan2 baca, mau inkonsisten utk tak konsisten dulu ya

JM

Anonim mengatakan...

Bigmike, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Ah, kutipan ini akrab banget dengan saya. Oleh karena itu, saya setuju sama Jiwamusik, posting ini personal. Sangat bigmike. Pertama, gayanya yang menghanyutkan. Kedua, Syam betul, bigmike tidak sedang menulis tentang Jerman tetapi tentang dirinya sendiri. Kepergian Ayahandanya masih diratapi tetapi dia sedang bilang ke dirinya sendiri: carpe diem. Kesimpulannya, bigmike engkau sedang menghibur diri tetapi sekaligus menghibur kita semua. Anda hebat. Tuhan akan menghapus air mata anda dan memberkati anda (Patrice)

Anonim mengatakan...

Pak Mike, mula-mula saya kecewa berat karna tidak ada posting renungan hari minggu. Ternyata hari ini pak Mike memberikan renungan yang menakjubkan. Satu lagi bahan renungan yang berguna bagi kita semua (Yes, sedang sibuk di kantor)

Anonim mengatakan...

BM,
Memang setiap kita punya keunikannya sendiri.
Dan keunikan dari BM adalah membuat kita terhanyut dengan tulisan BM. Aku bisa menangis membaca tulisan BM, karena 2 posting terakhir, hampir semuanya mengena sama diriku...Trims BM. Aku punya satu kekuatan, hidup harus terus berjalan, jangan khawatir karena TUHAN hadir bersama kita. (YR, Jkt)

Anonim mengatakan...

Nih, bigmike kita. Postingnya selalu mendebarkan. Selalu ada kejutan. Kemarin gw bikin esai tentang carpe diem. Ternyata hari ini bigmike memberikan perspektif lain dari carpe diem. Gw kutip: ....Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari....dooooohhhhh, puitis buaangeeetttsss...//Pritha//

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Gw skarang mo ngedaftar jadi suporter Jerman. Tapi kalau doski kalah dan gw kecewa, elo mesti tanggungjawab yaaaa....wekekekekakakak....eehhhh penontttonnnn....gw keprovoke ma bigmike nihhh....he he he.

Tapi gw mo ngasi puisi yg bernuansa carpe diem kepada elo-elo semua nyang setia dateng ke blognya BM. Neeeeh, karya Sapardi Joko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

seperti kata-kata yang tak sempat terucapkan

oleh kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

Seperti isyarat yang tak sempat dikatakan

Oleh awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

(Proxy73)

Anonim mengatakan...

Banyak blog menggunakan carpe diem sebagai nama blogb tapi isinya ngawur. GW jadi semangat lagi bekerja karena .....janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”....wow dahsyat (Prettymelia, Lingkar Mega Kuningan, JKT)

Anonim mengatakan...

Really, a brilliant posting. We can count on you dear author (Ryan)

Anonim mengatakan...

@bigmike,

Terima kasih atas warningnya... Sy ingat, utk lakukan yg terbaik hari ini dan "besok sudah ada mainannya sendiri". "Mainan sendiri" utk hr esok tdk bermaksud utk masa bodoh dg esok.

Kemarin, hari ini, dan esok, semuanya "sdh dipersiapkan" utk hrs terjadi dan utk kita jalani. Krn itu mantap dan tidaknya kita, tergantung persiapan itu. Dg dmkn, filosofi carpe diem tdk anti perencanaan. "Jgn kuatir akan hari esok", bukan berarti diem sj tnp bikin persiapan apa-apa.

@Syamtua
Trims atas fitnah "kurpik-nya". Mhn maaf terpaksa sy bilang pak tua tukang fitnah krn faktanya, sy di sini sdh nyumbang bbrp tulisan dan jumlah komentar jg dmkn byk... Artinya, kl kita kumpul data di blog ini, justru Pak Tua-lah yg "kurpik". Sy sih maklum org tua mmg identik dg pikun dan seringkali asal bunyi sekedar olahraga mulut spy jgn kaku.

Tp yg bikin surprise, ternyata @Syamtua tergolong berjiwa usil. Istilah @nk, suka nyentil "macan tidur", trus kabuurrr macam anjing kesiram air panas... Ha ha ha....

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

benar juga.. saya sering khawatir tentang hari esok. apa yang bakal terjadi?? bagaimana saya harus menjalani hari-hari kedepan?? apa tantangan, hambatan, suka, duka yang mungkin saja akan saya hadapi kedepan.. benar apa yang dikatakan BM (bukan BigMike tapi Bapa Mike), karena sesuai dengan apa yang ada di alkitab (karena saya seorang kristiani), janganlah khawatir akan hari-hari kedepan karena Tuhan akan menjagamu. burung pipit saja diberi makan apalagi kita umat manusia, mahluk ciptaan yang sesuai dengan gambar dan rupa Allah.

Ajari kami Tuhan, untuk bergantung kepada-Mu agar kami tidak takut akan hari esok karena kami tahu saat susah maupun senang Tuhan sedang menjaga dan menggendong. Amin..

(norman)

Anonim mengatakan...

Setuju 100% dengan Wilmana bahwa carpe diem sama sekali tidak bermaksud anti perencanaan. Dan saya yakin bigmike tidak anti perencanaan karena HKUP GMIT 2007-2011, dialah konseptornya. Tapi, ini saya jujur, Paket FREN akan sangat bodoh jika tidak memanfaatkan ilmu "aneh-aneh" yg dimiliki bigmike. Sama bodohnya dengan TULUS yg tidak bisa melihat "mutiara" di depan mata. Tapi karmana-karmana ju, ini tulisan yang sangat menggugah. Thanx (John, Oemasi)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike

Kalau ada yang masih tidak percaya bahwa anda terberkati maka bacalah posting hari ini. Tema Carpe Diem anda terangkan dengan begitu indahnya. Persis seperti puisi. Tuhan memberkati anda dan keluarga.

Dear all commentators,

Perhatikanlah gambar yang diberi oleh bigmike yg mengantar postingnya. Saya kutip ya: What would you do if you had twenty four hours left to live. Saya pikir, si mabuk kita tercinta kita ini sedang mengajak kita berpikir tentang sesuatu dengan itu. Bisa didiskusikan? (Sherly, CN, Oebufu)

Anonim mengatakan...

Ho ho ho bigmike, saya tahu maksud anda: kita adalah maksud yang konsisten dengan inkonsistensi kita. Maka rebutlah hari ini. Seize the day. Carpe diem. Indah nian. Hatur nuhun akang bigmike (Suryana)

Anonim mengatakan...

Saya setuju dengan beberapa komentator bahwa Bigmike telah menghadirkan kata-kata "magis".....Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari......Wooohhhh...uaapiikk tueenan..(Purnaprihadi)

Anonim mengatakan...

Syalom To'o mike,

Baca posting dari bigmike, saya jadi teringat kampung halaman semasa kecil. Papa dan mama dulu tinggal di Oeba. Setiap hari adalah kebahagiaan tidak ada susahnya. Yang susah adalah orang dewasa dan bukan kami yang anak-anak. Berangkan ke sekolah minggu adalah kesenangan yang luar biasa. Setelah SMP dan harus melanglang buana di negeri orang, bahkan sekarang sudah menetap di negeri orang, barulah terasa bahwa hidup seolah-olah mesin penjajah bagi jiwa dan raga. Pulang kantor Jakarta-bogor, badan letih, jiwapun letih. Itupun masih dipaksa untuk berpikir tentang rencana pekerjaan besok di kantor. Pergi ke Gereja terasa semacam rutinitas tanpa makna karena yang diperbincangkan di gereja lain dengan fakta hidup sesungguhnya. Apa yang hilang? Tulisan to'o hari ini, dan saya bersukur bisa ketemu blog ini, memberitahu kepada saya apa yang hilang itu. Itu adalah Carpe Diem. Setiap hari seharusnya adalah sukur karena Tuhan memelihara kita setiap hari. Terima kasih to'o mike atas postingnya. Tuhan Yesus Memberkatimu. Salam dari anak Rote yg tinggal di Bogor tetapi cari makan di Jakarta (Jodi)

Anonim mengatakan...

@Susi Sherly,

Kl dlm pikiran saya yg "kurpik" ini, jawaban bigmike atas pertanyaan jk kita punya waktu tinggal 24 jam utk hidup, adalah CARPE DIEM. Krn itu ada ungkapan tua, lakukanlah yang terbaik hari ini seolah-olah besok anda akan mati.

Jk kita menyadari fenomena kehidupan yang mengandung efek domino, mk kita jg musti sadar bhw apa yg terbaik kita lakukan hari ini, akan berdampak positif bg kita dan org lain di masa datang. Jk rajin menabung hari ini, mk kemiskinan akan lari dr kita di esok hari. Jk rajin beramal hr ini, mk surga menanti Syamtua di masa depan. Jk GMIT membuat HKUP yg OK hr ini, mk banyak risiko dpt teratasi di masa depan.

Dan, tentu Susi Sherly dan kita masing2 bisa jg bikin menu pribadi ttg kehidupan masa depan dr resep "carpe diem" yg bigmike bagi "hari ini". Bigmike sdh ber-carpe diem bg kita utk masa depannya yg dicintai kita semua. Sang Guru Tua-nya bigmike, malah lg menikmati hasil ber-carpe diem selama hidupnya. Pagi2, Syamtua jg sdh "carpe diem" dg stigma "kurpik"-nya.

Lalu, kita bagaimana? Iya, toh?

Anonim mengatakan...

Yg di atas adalah jawaban Wilmana atas permintaan @Sherly

Anonim mengatakan...

Hanya satu kata: TOP

Anonim mengatakan...

uuuuppppssssss....sori...Aq anak baru. Salam kenal untuk semua blogger yang di sini(Qinoy)

Anonim mengatakan...

@all

Tadi pagi saya memang tergelitik untuk menyentil @syamtua yg berdegub jantung, katanya, membaca 'carpe diem.' Mengapa? Sederhana aja sih! Karena 40an tahun setelah Horace, muncul seorang filsuf besar yg katakan ini:

nolite ergo esse solliciti in crastinum crastinus enim dies sollicitus erit sibi ipse sufficit diei malitia sua. Jangan kamu kuatir akan hari esok...

Yang membuat saya kagum ama @bigmike adalah ini. Kalau filsuf besar yg saya maksudkan akhirnya mati mengenaskan karena pesannya itu, Horace tidak karena ia mantan tentara Roma dibawah komando Brutus. Kalau sang filsuf mati disiksa oleh tentara Roma, kok @bm malah dapat pujian. Kok bisa ya? Eeeiiiiiit, jangan heran! Karena sang filsuf katakan ini:

"barangsiapa percaya..., ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu."

Ruuaaaar biasa. God Bless You indeed @bm!

-kadeluk-

Anonim mengatakan...

@All
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri...kata2 dari Kitab Tuanya BM yang sangat bermakna baik untuk BM maupun untuk kita semua. Ayo BM...Bangkit!!!...kamu bisa......Adek.

Anonim mengatakan...

Ha ha ha it's must be kadeluk yang didongkoli sama sahabat Syam. Saran saya, selesaikanlah urusan anda berdua.

@ -kadeluk-

Saya bisa menduga siapa filsuf besar yang kemudian mati dianiaya tentara Romawi tetapi kabarnya, ini kabar yang valid, Dia bisa bangkit lagi. Nah, saya pikir, bigmike dan posting-postingnya yang indah tidak berdiri sendiri. Pastilah Sang Filsuf Agung itu sedang berdiri tepat di samping bigmike dan berbisik: ayolah anak-Ku, teruslah berbuat baik supaya kamu pantas berada di dalam Kerajaan-Ku. Dan ketika bigmike menerima pujian, Dia tahu persis itu karena memang Dia sudah berpesan begitu...barang siapa yang percaya...beroleh hidup yang kekal....tul nggak rekan kadeluk? Bah harapan say pada bigmike: 1. Keep on posting. Saya malah pernah menawarkan kepada bigmike untuk membukukan postingannya dan dipublikasikan. 2. Tetapla rendah hati. Jangan terlena dengan pujian karena sebenarnya bukan anda yang dipuji tetapi Dia yang ada di sampingmu itu. (Widyanto)

Anonim mengatakan...

Buat yg pernah nonton felem Dead Poets Society pasti tahu ungkapan Carpe Diem. Yang bilang carpe diem mirip puisi, ia memang puisi yg ditulis Horace.

Artian lain daripada carpe diem adalah ini:

'makan, minum dan bersenang-senang hari ini, karena besok kita mati.'

Dus, tdk heran bertanya, hedonis? Pesimis? Selamat merenung.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

Hello, I'm back

Selesai makan siang aq tetap gelisah sama carpe diem-nya bigmkie. Aq udah khatam membaca tentang carpe diem (yach aku juga punya blog dan aq namakan carpe diem) tetapi rasanya ada sesuatu yang "dipelintir" oleh bigmike. Hasil pelintiran ini kemudian disambungkan ke pola pikir yg dibangun bigmike dan jadilah sesuatu yang lain. Tapi saya harus mengakui bahwa Carpe Diem versi bigmie memang indah. Luar biasa indah....dan aq masih saja gelisah melihat keindahan ini. Why...???? (Prettymelia, Lingkar Mega Kuningan)

Anonim mengatakan...

@Widyanto

Bah, senang kaaaallliii membaca komentar anda yg tidak 'kagetan' karena tahu persis siapa filsuf agung itu yg 'mbisiki' @bm merangkata kata nan indah disini.


@'si cantik melia'

Komentar saya untuk @widyanto rasa-rasanya bisa jadi jawaban buat @prettymelia ('si cantik melia') yg gelisah dgn 'plintiran' carpe diem nya @bm.

Pemahaman carpe diem dalam konteks pop culture tdk lepas dari pesimisme, hedonisme bahkan fatalisme. Para gangsta brutal amat gemar bertato ria carpe diem didada, paha, lengan.

Mencoba meletakan carpe diem yg sekuler -dari sononya memang sekuler- dalam konteks apa yg di'imani' @bm memberi warna unik sehingga saya, dwiyanto, wilmana dkk tidak kagetan karena kami can relate to.

-kadeluk-

Anonim mengatakan...

Ha ha ha... Sy setuju dg @kadeluk (bhs kupang: gebuk). Carpe diem hanyalah ide seorang Horace yang terbuka utk multitafsir.

Bg kaum hedonis, skeptis, dan pesimis, carpe diem artinya dugem terus krn dlm wkt 24 jam lagi bakal mati ato plg tdk kesusahan bakal melanda. Bg kaum pemabukan spt bigmike, yaa carpe diem bisa lain lg maknanya... Ini fenomena wajar saja, toh?

Makanya, sekali2 bigmike yg anda semua cintai itu perlu dibikin blingsatan... Biar lupa dg maboknya...

-bonggo-

Anonim mengatakan...

Kadeluk dan bonggo betul. Carpe Diem yang ada di sini menjadi versi bigmike. Supaya anda smua tahu, itulah bigmike teman saya yang saya kenal. Apa-apa bisa dipelintir lalu disesuaikan dengan yang dia mau. Sistem indeks early warning System pada kebakaran hutan temuan dia sesungguhnya adalah upaya dia untuk membenarkan pendapatnya bahwa membakar hutan itu masih bisa ditoleriri asal....Tapi Prettymelia dari daerah elite Mega Kuningan Jakarta juga betul, dan sekaligus di situlah sumber kegelisahannya. Dia tahu bahwa Carpe Diemnya BM itu "bermasalah" tetapi tanpa diduga si Pretty menemukan keindahan dalam plintiran bigmike itu. Jujur saja, saya harus mengakui bahwa Carpe Diem-nya sahabat saya yang mabuk ini: luar biasa indah (Juwan)

Anonim mengatakan...

Setuju dg kadeluk, bonggo, dan Mas Juwab...Bigmike memang mantap...

Lewat plintiran carpe diem-nya Horace, beliau sukses memberikan pencerahan kepada Mbak Pretty... Bhw apapun di dunia ini menjadi indah jk kita tdk pasang "kaca mata kuda" yg hanya bikin penglihatan terbatas pada satu arah saja. Dg mata telanjang malah kita bisa melihat sesuatu yg nampaknya jelek menjadi indah.

Caranya geser tempat berpijak dan lihatlah yang jelek itu dari sudut yg lain. Geser terus hingga anda mendapat titik pandang yg paling pas utk menikmati keindahan yg muncul dr sesuatu yang awalnya jelek itu.

Bigmike sukses membawa Mbak Pretty pada sudut pandang berbeda tp mantap utk melihat keindahan lain dr Carpe Diem.. Shg meski msh ada pengaruh "kaca mata kuda", tp si Mbak toh happy berat dg sudut pandang yg baru.

Tentu kita semua jg dpt melakukan hal ini kpd apa dan siapa saja, kan?

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

Wilmana and All,

Harus diakui, Carpe Diem di sini adalah "sangat bigmike". Banyak tulisannya juga begitu, yaitu mengutip sebuah nukilan lalu diaransemen menjadi "milik bigmike". Dan memang hasil akhir sangat menakjubkan. Saya teringat Chairil Anwar. CA juga sangat suka menyadur poem asing tetapi diubahnya menjadi sangat CA. Anda mau tahu siapa CA. Dia autism juga seperti BM. Silakan anda simpulkan (Ghentenx Sydn)

Anonim mengatakan...

Rekan GS,

Carpe Diem aslinya sekuler dan hedonis. Sekarangpun masih begitu. Di kota-kota besar di USA. Para bandit dan pemabok tukang palak masang gituan sebagai tatto dan totem lainnya. Bahwa Carpe Diem diubah, saya kira wajar tetapi...untuk mengubahnya diperlukan...tidak sembarang orang....dan ini yg saya senang sekaligus bangga pada bung saya yang satu ini. Saya yg semua anti Carpe Diem ternyata menemukan makna baru dan ...tercerahkan. Salam (Uli pung Kawan, Seatle - masih terus sembunyi ID supaya uli dongkol alias kalongko)

Anonim mengatakan...

Saya sedih, BM tidak bisa posting karena gangguan koneksi. Samapai kapaaaaaannnnnnnnn???????? (Yenie, Srby)

Anonim mengatakan...

Yenie, sabar sajalah. Kami di Kupang memang INDONESIAL seperti kata BM. Bensin langka, Solar habis, Ferry tidak melaut karena gelombang laut 5 meter. Kami seperti propinsi tertinggal dan terisolir. Kami seperti bukan Indonesia saja. Saya terpaksa harus ke Telkom supaya bisa mengakses internet dan bertemu BM dan posting Carpe Diem. Ini Posting terbaik dari seluruh posting yg ada. Sederhana tetapi "menusuk" (Eman, Telkom, Kupang)

Anonim mengatakan...

Oh iya, supaya kami di Kupang tidak berteriak minta merdeka maka lebih baik kami bilang saja : Carpe Diem (Eman)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Lama kelamaan beta jadi kagum sama anda, tuan luji. Lu dapat ini bahasa aneh dari mana????? Tapi bta nikmati betul tulisan ini. Posting ini sama bagusnya dengan episode terakhir KASIH. Salam Carpe Diem (A9ust)

Anonim mengatakan...

Sdr bonggo

Tunggu saya di posting ini. Saya akan jawan anda secara tuntas. Bigmike janagn ganti posting dahulu karena saya mau menumpang gagasan carpe diem milik anda ini (A9ust)

Anonim mengatakan...

Ah sediiiihhhhh saya nih karena bigmike mengalami trouble dengan koneksinya. Bigmike, pakailah cara sahabat Eman. Gunakan telkom, sdma apa saja lah, berikan tanggapan mu atas beberapa hal yang muncul dalam komentar. CARPE DIEM-mu ini adalah hasil pelintiran. Apa maksudnya pelintiran? Saya agak terganggu karena menurut saya CARPE DIEM bigmike di sini sebeltulnaya adalah cara bigmike melakukan refleksi diri dengan menggunaan idiomatk-idiomatk kesebelasan jerman, horacio dan seterus dan seterusnya (Sibirulaut)

Anonim mengatakan...

Bigmike,

thanx masih belum menutup positng CARPE DIEM. Tapi saya pikir ini karena koneksi anda terganggu. Saya sih di rummah pake CDMA saja, flexi, murah meriah beres.

@ Bonggo:

1. Ijinkan saya tertawa dahulu....ha ha ha ha....anda terlihat agak marah dan agak tersinggung setelah komentar saya....tapi coba anda lihat ...lihat baik-baik....komentar-komentar lama anda....siapa yg memulia main tuduh menabrak tembok dst...dst...ternyata ketika metode itu dikenbalikan kepada anda...anda marah. SAya kasi ingat rumus lama: kalau tidak mau dibikin orang jangan kerjain orang. Simpel kan????

2. Persangkaan anda bahwa saya hanya punya data pertanian. LAgi-lagi anda salah. Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya hanya punya data itu. Data saya adalah data kewilayahan. Mohon maaf, keahlian saya adalah pengembangan wilayah jadi data selalu komprehensif. Jikalau anda mengaku punya pengalaman lapangan maka saya cuma mau kasi tahu bahwa data saya, antara lain, Pertumbuhan Ekonomi Wilayah, pendapatan per kapita, PDRB Kab/kota dan propinsi, ekspansi/ekplorasi ruang wilayah, ketergantungan sektoral, index dominan sektor, indeks pertumbuhan sektor, masih banyak lagi. Saya tidak ingin pamer data dan anda sendiri sudah bilang bahwa blog ini bukan tempat pamer data. Hanya mau kasi tahu anda bahwa data saya sangat kompehensif kewilayahan. Oleh karena itu kalau saya bilang setuju dengan norman, pasti ada dasarnya. Tidak menduga-duga seperti yg saudara lakukan.
Supaya tidak ditanyakan lagi, mengapa saya care dengan norman: dia adalah anak salah satu sahabat terbaik saya, bigmike, terlepas bahwa si BMnya kadang sangat mebgesalkan. Saya melihat norman punya potensi besar. Saya mau dukung dia.

3. Terus terang, setelah membaca CARPE DIEM sahabat saya, saya tidak tahu dia dapat gagasan mabuk dari mana, saya tiba-tiba jatuh cita dengan istilah ini. Bagus. DAlam konteks diskusi kita, saya mau bilang bahwa kalau norman dan saya bilang pertanian dahulu maka, inilah kebutuhan paling mendesak sekarang ini. Seize the day. Rebut hari ini. Besok? kita punya rencana yang lain. DI bagian lain blog ini ada saudara Wilmana memposting VM dimmana bigmike menggunakan MV. Ya, tahun sekarang pertanian, tahun besok sektor lain. Maka sebenarnya, kita sedang berbicara prioritas-prioritas. Saudara NK pernah juga menulis kira-kira begini: tahun sekian lulus SD, sekian lulus SMP...sekian..lulus s2... untuk mencapai misi menjadi orang baik. AH, kalau saudara tidak keburu emosi sembarangan pasti bisa menangkap maksud saya dan norman. Gitu aja kok repot.

4. Terhadap ucapan-ucapan saudara yg agak menghina intgritas saya sebagai ilmuwan saya anggap angin lalu sajakarena memang hanya angin hampa kosong tiada isi. Paling kurang tidak memaki.

5. Kepada bigmike, saya tidak tahu anda se'ok dari mana istiolah CARPE DIEM tapi saya suka sekali istilah itu. Untuk pertama kali saya mau puji saudara. Saudara hebat karena memaksa saya untuk mengutip tulisan saudara sebagai bahan renungan.

(A9ust)

Anonim mengatakan...

Saya tertarik sekali dengan posting bigmike kali ini. Meski kadang-kadang saya kesal karena BM membiarkan blognya diacak-acak orang-orang anti NKRI dan anti pacasila tetapi kali ini, two tumbs up for Mr Bigmike. This is a brilliant idea and perception. This a veri very wondrous posting from my man, bigimike.

CARPE DIEM membuat saya sadar bahwa hidup kita yang susah kiranya hanya sampai hari ini. Besok kita jelang masa depan yang lebih baik. Ibu Pertiwi sudah cukup banyak menangis mari kita membutana tersenyum di besok hari. Saya terinspirasi dari kalimat indah dari bigmike....“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”.....woooowwww....how lovely...

Karena itu, untuk saudara Eman, saya berempati kepada nasib saudara-saudara di NTT tetapi jangan gara-gara sedih OTAKMU PINDAH KE DENGKUL. Masa' NTT minta merdeka. Keterlaluan, Jangan "kurpik" (saya pinjam istilah Syam). Tirulah my man bigmike yg terus optimis yang dengan tersenyum mengatakan CARPE DIEM

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

Carpe diem menjadi slogan yang gampang dingat untuk pandangan hidup yang mengagungkan jangka pendek, sekaligus merengkuh kesenangan sebanyak-banyaknya.
Tentu saja kita bisa menafsirkan ungkapan itu menurut dua makna yang berlawanan. Pertama, orang hidup dalam kepunahan eksistensinya sebagai manusia selagi ada kesempatan. Artinya ia mengembangkan diri sepenuh-penuhnya, dan merasa tidak cukup jika hanya mencapai yang minimal. Kedua, orang mencari kesenangan sebanyak-banyaknya selagi bisa. Jika pengertian yang kedua ini kita hamparkan di atas permadani modernitas, maka carpe diem ini ibarat untuk masuk ke gerbang gaya-hidup, lifestyle. Inilah pintu masuk bagi kalangan hedonis dalam menggunakan Carpe Diem sebagai icon mereka.

Saya baru pertama nemuin blog ini. Nama blog saya sendiri CARPE DIEM (tapi saya malu unjukkin-nye). Pengertian Carpe Diem di sini memang sudah ditafsir secara agak lain oleh bigmike dan saya suka. Indah ....“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”....(Irphanlaifestyle)

Anonim mengatakan...

Iseng-iseng ngecek blog...ternyata Carpe Diem-nya bigmike belum diganti. Masalah koneksi mas? Bagi anda yang menyukai kutipan dari bigmike ha ha ha ha supaya tahu saja....kutipan itu tampaknya dibisikin oleh Maha Guru-nya Bigmike...ho ho ho selamat bagi anda yang mendapat hikmah dari kalimat itu...(Widyanto, Kotagudeg)
Note: BM kapan bicara evolusi???

Anonim mengatakan...

Bigmike, salut untuk anda yang sudah memberikan sudut pandang lain terhadap falsafah Carpe diem. Info saja ya, anda dicalonkan sebagai anggota dewan pakar di Forumn DAS Nasional, Jakarta. Keep on posting Broer (Fazdagh)

Anonim mengatakan...

Nah, saya bener khan. Carpe Diem sudah ditanggapi sahabat gw si Irphans (thanx ya Pang). Memang ada pergeseran sudut pandang tetapi hmmmm...dari sudut tembaknya bigmike Carpe Diem jadi syarat makna. Saya masih belum bosen mengutip lagi.... “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”.....ah, lovely quotes untuk minggu ini untuk bekal weekend (Prettymelia)

Anonim mengatakan...

@anak nkri

Wooooi... lama gak muncul kemane aje ente? Ane rindu berat ma lu. 'Tiada kesan tanpa kehadiran anda.'

Kali ini ane seneng ama komentar lu yg 'waras.' Kake bhs inggris lagi. Ane kira ente seng ada otak, wa ka ka ka ka...

Buat ane, RIGHT OR WRONG, MY 'ANAK NKRI.'

@widyanto

Luar biasa tulisan ini, membuat banyak org 'gelisah.' Komentar @wilmana juga bagus sekali. Kebiasaan org memakai 'kaca mata kuda' dalam memandang sesuatu seringkali membuat mereka 'gatot' (gagal total) melihat kebenaran. Sungguh, Sang Filsuf Agung, yang mati di kayu salib 2000an tahun yang lalu, sang junjungan @bm, bekerja dgn cara yg misterius. Siapa sangka seorang @bm, autis, pecicilan, muka agak tolol (ini cuman minjem istilah si @juwan lho) bisa 'mengobok-obok' perasaan sahabatnya disini.

Tentang evolusi, sayapun sudah lama tunggu. Tidak sabar melihat reaksi si 'bapa tua' a.k.a @syamsudin, si blogger tua itu, hi hi.

-kadeluk-

Anonim mengatakan...

iyeee, si kadeluk bener. Anak NKRI udah mendingan tapi...jangan salah...liat tuh komentarnya buat si Eman...ha ha ha ha...Dasar Anak NKRI ha ha ha ha (Ryan)

Anonim mengatakan...

@Agus

He he he... Bu Agus lg2 pamer sikap maen tuduh ala mone wango di sini... Mungkin Bu agus mmg tukang kesal, termasuk ktnya suka kesel sm bigmike. Tp apa dasarnya nuduh saya marah sama anda? Ntar kl beta bilang asbun, marraahh...

Bu oris, eh maksudnya bu agus, bagus jg anda sekaligus pamer sikap taputar ala org rote di sini... Saking jauh bikin putaran, sampe terdampar di ruang Carpe Diem sini.

Mulanya, B pikir dg ber-carpe diem di sini, Bu Agus mau menuntaskan sesuatu sbg jwbn atas beta pung tantangan krn esok akan mati. Ternyata, coba perhatikan, beliau tdk menjawab apa2, cuma sekedar umbar ketawa dan berdola-dali ala Ba'i Ngao lg ngobrol di lapo tuak deng Ba'i Liu. Kl beta rangsang dg menggugah mental akademisinya, malah dg memalukan Bu Agus terima itu sbg suatu upaya penghinaan.

Bu Agus yg ngakunya terbiasa dg forum ilmiah kampus, ternyata bisanya cm terima kritik sbg ancaman dan hinaan. Sungguh memalukan. Makanya dr awal sy bilang jgn sok ngomong data, lalu interpretasinya bgt subyektif seolah-olah right or wrong my agriculture. Bidang2 lain dianggap cuma nambah2 beban, limit factors, dan krn itu kl pun diprogramkan sekedar supaya ada sj. Cb cek data anda, jgn2 NTT ga beda dg indonesia. Maunya pertanian, tp faktanya pertumbuhan ekonomi didominasi oleh konsumsi bkn produksi pertanian. Dpt duit drmn utk konsumsi? Tentu bkn dr hsl pertanian. Wong beras aja diimpor, kok.

Mmg apes NTT itu. Alamnya sdh penuh hambatan, orgnya jg kaum inferior dan cengeng yg memandang tantangan dg tnp daya, tnp ide, dan otomatis tnp kreatifitas. Krn masyarakatnya hidup dr pertanian, semua indeks merujuk ke pertanian, mk hati dan pikiran Bu Agus jg isinya cuma pertanian. Mati-hidup, pertanian! Tiada lg motivasi utk berkreasi memanfaatkan peluang lain sbgmn kasus Fadel Muhammad dg jagung di Gorontalo sana.

Apalagi motive-nya katanya sekedar mendukung norman. Lalu, krn norman sdh akui bhw pertanian tdk layak jd "panglima" dlm pembangunan NTT, mk logisnya Bu Agus harusnya dukung beta jg, toh?

Aneh kan logika yg dipake Bu Agus di sini? So, makin nyata bhw kepentingan beliau di sini tinggallah sekedar muter-muter, pindah ruang, utk berdola-dali sembari menertawai org... Moralnya jg aneh, sebelum menertawai org, minta ijin dulu... Payyaah juga, senior satu ini.

Maksudnya senior di GMKI Kupang, gitchu lhoo... Hi hi hi...

@Degha
Saya setuju dg pendapat anda. @Agus terlalu kuat mengepit data2nya dan bagi dia persetan dg fenomena di lapangan, yg penting datanya begini. Entah datanya kadaluarsa ato tidak, yg ptg beta punya data komprehensif, lu mau apa haa!! Ciri khas akademisi yg mjd angkuh dg data2nya...

Beta sih praktis2 sj. Di dunia praktis, kitong ngomong interpretasi, rekomendasi, dan prakteknya, krn sesungguhnya data dan info ada di muka hidong setiap saat. Data ada tp interpretasinya no one but pertanian only, kan ngaco... Lalu rekomendasinya jg sonde aplicable, yaa mampus ajalah.. Tantangan beta ini, tdk mampu dicerna nalar Bu Agus shg dia malah sibuk berdola-dali, taputar talalu kincang sampe terdampar di ruang ini. Beliau senang carpe diem, tp nampaknya salah kaprah.

-bonggo-

Anonim mengatakan...

@a9us

Saya harus jujur kepada sdr, saya kecewa braaaatt. Sama spt @bonggo, awalnya saya kira sdr sdh 'tercerahkan' dgn 'carpe diem'nya @bm lalu hendak menuntaskan diskusi diposting lalu tanpa 'dola-dali.' Rupanya anda masih 'gelap.' So, kegirangan sdr dgn puisi tua, teramat tua, bahkan lebih tua dari Yesus, ini membuat saya bingung. Sdr mirip 'anak kecil' yg melompat-lompat kegirangan medapat mainan baru tetapi tdk tahu bagaimana memakainya.

Kalau sdr kembali membaca baik-baik tulisan @norman, maka kegelisan dia ada pada hal-hal praktis yang ada didepan mata. Lalu sdr ikutan diskusi dgn sikap mendukung norman. Ketimbang sdr bicara hal praktis, tanpa sungkan sdr 'pamer' segudang judul data, saya kutip, Pertumbuhan Ekonomi Wilayah, pendapatan per kapita, PDRB Kab/kota dan propinsi, ekspansi/ekplorasi ruang wilayah, ketergantungan sektoral, index dominan sektor, indeks pertumbuhan sektor, masih banyak lagi.

Saya amat yakin norman bukan anak kecil tdk sekolahan sehingga dia tidak tahu kalau 'alma mater'nya punya data yg sdr sebutkan itu. Kegelisahan dia adalah mengapa dengan segudang data, NTT dari jaman ke jaman hidup susah. Ini juga yg saya persoalkan dgn sdr ttp sdr tdk jawab sampe sekarang. Benar kata @bonggo, nalar sdr msh 'cetek.' Memang apes, NTT sudah kering kerontang, SDM nya pun 'kering kerontang' nalar.

Mari bicara hal praktis. Universitas Queensland (UQ) pernah mengundang 3 petani 'teladan' jeruk So'e. Saya kebetulan menjadi 'project officer'nya. Disini, petani So'e belajar banyak hal termasuk demonstrasi lgsg oleh petani jeruk queensland bagaimana cara memberi pupuk pd pohon jeruk yg benar. Kira-kita 1 1/2 meter dari batang pohon, tanah digali melingkar sedalam 1/2 jengkal lalu diberi pupuk. Hal ini membuat petani jeruk So'e heran. Kenapa tidak digali lgsg dekat batang pohon dan gali yg dalam. Menurut ahli dari dept pertanian QLD, pohon jeruk berakar dangkal, sehingga kalau tanah didekat batang pohon digali, akar akan terputus dan pemberian pupuk menjadi sia-sia. Dari sana baru kami tahu, bertahun-tahun, kata para petani jeruk So'e, anak-anak mahasiswa dari universitas lokal termasuk undana, saat KKN, mengajar petani hal yg keliru.

Cerita diatas sengaja sy sampaikan disesuaikan dgn nalar sdr. Amat sederhana. Katanya punya data segudang, mengapa fakultas pertanian universitas lokal tdk tahu cara beri pupuk yg baik untuk pohon jeruk? Sdr harus akui, ini teramat memalukan. Ini pula kegelisahan norman dan saya. Mengapa sok punya data tp beri pupuk saja tdk bisa??? Mengapa punya data lengkap tp dari tahun ke tahun NTT susah? Sdr jawab ini!!! Jangan teputar dola-dali tidak karuan. Saya disini sendirian yg katakan, bukan data tidak punya, moral baik yg hilang dari manusia (baca: pemimpin) NTT.

Begitu saja dan sekali lagi sy kecewa dgn mutu SDM ntt spt sdr tetapi mimpi mau bangun pertanian ntt.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

Sebelum saya pulang kantor saya masih mengecek ke blog dan ahaaaa, si bonggo masih juga mencoba berkelit dengan gaya politikus murahan.

1. Dia masih juga berusaha "menyerang" keberpihakan saya pada bidang pertanian. Sayangnya si bonggo rupanya tidak waspada juga bahwa saya sudah coba "buang bahasa" (kosa kata kupang) saya punya data indeks ekspansi/ekplorasi ruang wilayah, ketergantungan sektoral, index dominan sektor, indeks pertumbuhan sektor dan seterusnya. Sengaja saya pancing dia ke arah data itu. Kalau dia tanya, saya akan kasi tau. Tapi lagi-lagi...dia tidak punya niat untuk tanya. Lantas, kegelapan" pengetahuannya dikompensasi dengan pidato politk. Aduh, bung bonggo, nanti saja kampanyenya. Besok sabtu sudah mulai kampanye 34 parpol. Nanti di situ anda kampanye dan mengoceh apa saja sampe kelenger. Jangan di sini. Kalau saya buka hasil penelitian indeks ketergantungan sektor, indeks dominan sektor wah kolom blog tidak cukup. Saya singkat saja bahwa, sektor pertanian indeksnya masih mendekati 1 sedangkan yng lainnya masih jauh di bawah itu. APa artinya? Jika pertanian tidak dikembangkan dengan baik seperti sekarang maka KLB BUSUNG LAPAR DAN GAGAL PANEN PASTI AKAN TERJADI SEETIAP TAHUN. DAn ini fakta NTT sampai 2008. Jadi dalam konteks ini, bukan berarti saya mengabaikan pariwisata dll tapi itu bisa dibangun dengan tetap menomor satukan pembangunan sektor pertanian karena ini soal perut dan jiwa orang. Kalau anda tidak bisa paham ini maka ini bukan soal otak, tapi nurani saudara tumpul. Anda pakai nama NTT (bonggo) tapi anda omong kososng soal wisata (anda mau tahu beapa indeks dominannya?) sambil menertawakan peratanian tanpa anda berusha mencari tahu kasus KLB yg terus terjadi setiap tahun dan makin parah. Megnapa anak2 NTT makin bodoh? ya karena mereka lahir dalam situasi KLB busung lapar yang gawat. Sementara sektor pertanian sudah lama tidak menjadi prioritas 1 di NTT. Ini fakta dan bukan dugaan. Bukan kira-kira. Anda tahu tidak berpa jumlah penduduk NTT mutakhir? berepa yg berprofesi sebagai petani? apa budaya mereka? berepa waktu yg diperlukan untuk bertransformasi ke budaya laut? Kalau anda tidak punya data itu sambil hanya terus mencaci diseputar data-tafsiran-data-tafsiran....sementara anda sendiri tidak berusaha mencari data tapi sudah berani menafsir....wah...anda sungguh-sungguh hanya sekedar mencari keributan.

2. Terdapat tendensi kuat si bonggo sudah abai terhadap isi diskusi. Perhatikan bahwa degha dan sebelumnya kadeluk sudah "minggir" karena menurut mereka diskusi ini sudah menjadi diskusi untuk diskusi. Anda masih tidak waspada? Begini, di awal anda bicara soal kelautan, pariwisata. Saya jawab bahwa data yg saya miliki menunjukkan bahwa pariwisata masih bisa diletakkan pada prioritas berikutnya. Bonggo menjawab lagi dengan mengira-ngira sambil mentertawakan data saya. Menduga bahwa saya hanya sektoral. Anehnya...tidak ada satu petunjuk apapaun yg menunjang pendapatnya bahwa pariwisata harus ada pada prioritas atas di atas peratnian. Tidak ada. Lalu sibuklah dia dengan berputar-putar. Saudara bonggo. Copy kembali percakapan kita dan periksa apakah saya bohong?

3. Kesimpulan: anda tampaknya hanya menunggu saya tidak lagi menanggapi komentar saudara sambil nanti anada beri komentar....liat si agus tidak lagi berkutil.....kalau cara ini ditempuh maka saya kuatir pembaca makin muka melihat diskusi yg sudah tidak perduki "isi" ini. Oleh karean itu, saya ambil sikap ini: datanglah dengan DATA dan TAFSIRAN yg valid dan reliable bahwa pendapat anda lebih kuat dari pendapat saya dan norman (anda jangan membawa-bawa pengakuan norman, dia masih belum berkembang, kasihan anda permalukan dia di sini). Sepanjang anda tidak punya data dan tafsiran (jangan tafsiran semata) maka apapun omongan anda, itu hanya angin kosong semata. Maka saya ada pada bagian paling akhir: kalau saya tidak menaggapai omongan anda tanpa data dan tafsiran maka saya enggan membuang mutiara kepada babi. (A9ust)

Anonim mengatakan...

aha, ada si NK

anda kecewa? itu urusan anda. Buan tugas saya untuk memuaskan anda. Anda bilang saya tidak menjawab pertanyaan saudara tentang nasib ntt dari tahun ketahun? Lha, apa saudara ini anak SD yg harus dieja satu-satu? Kan jelas, seluruh data yg saya punya saya pakai untuk menyokong pendapat saya bahwa: hal prakatis adalah serius bangun pertanian. Hal yg tidak pernah dilakukan oleh PEMDA. Itu solusi praktis saya. Ah, anda ini bagaimana?

SOal SDM termasuk sarjana pertanian. Kalau pemda serius harusnya faperta NTT dimajukan. Tapi apa lacur? Pemda lebih percaya pada planner yg datang dari IPB dan universistas luar yg berbudaya basaih. FAperta hanya mendapat remah-remahnya. Belum lagi, siapa bos di pertnaian maka keluarganya yang akan dapat proyek penelitian. Ini fakta buka dugaan karena kamialami ini. Banyak tim peneliti tapi team leadernya dari luar. Seandainya pertanian diseriusi, saya kira keberpihakan institusi juga akan terjadi dengan sendirinya.

Terakhir, saudara sepertinya amat membanggakan Australia. BAik saya mau tanya, apa jadinya proyek Autralia di Besipae? Hancur lebur bung. Transfer ilmu apa? TIDAK ADA malah yg terjadi adalah ketidak adilan. Kami dosen baru Undana ketika itu kerja setengah mampus, bigmike sakit sampai muntah darah di lapangan besipae (silakan tanya dia) berapa honor 1 bulan kerja? 50 ribu rupiah. Berapa Orang Autralia? Ribuan dollar bung. ADil?

Anda bilang sarjana feperta undana mengajar salah? bisa jadi tapi siapa itu dosen yg menjadi counter part pihak australia untuk proyek jeruk keprok? lulusan AUSTRALIA. Kami dengar pekerjaannya kurang bagus. Mana ada proyek australia yg bisa dikerjakan oleh orang bukan lulusan australia? ada teman-teman saya yg meninggalkan keluarganya berbulan-bulan, moralitas sangat diragukan, tetapi karena lulusan autralia maka hanya mereka yg dipakai. Org laen dianggap goblok semua. Mau tahu satu cotoh lagi? silakan tanya pemilik blog ini, mengapa dia dahulu terkatung-katung tanpa biaya di jogja. Siapa yg setuju dia ikut sandwich program lalu membuat dia terkatung-katung. Untung ada teman-temannya di kupang yg menari-cari proyek supaya dia bisa meneliti dan uang sisanya bisa dipakai untuk menyelesaikan sekolah S3. Apa yg saya mau bilang: jangan terlalu merendahkan bangsa sendiri sementara ketidak adilan dari asing anda malah puji-puji setinggi langit (A9ust)

Anonim mengatakan...

Apapun jawaban bonggo dan NK, saya mau ucapkan: Carpe Diem (A9ust)

Anonim mengatakan...

a9gus menulis:

...cut...

Sayangnya si bonggo rupanya tidak waspada juga bahwa saya sudah coba "buang bahasa" (kosa kata kupang) saya punya data indeks ekspansi/ekplorasi ruang wilayah, ketergantungan sektoral, index dominan sektor, indeks pertumbuhan sektor dan seterusnya. Sengaja saya pancing dia ke arah data itu. Kalau dia tanya, saya akan kasi tau.

...cut...

Sdr menuduh @bonggo spt diatas, tetapi inga...inga... saya sudah 'meminta' sdr kasih datanya disini. Tidak kasih data tapi hanya judulnya saja. Lalu tunjuk jari ke @bonggo.

Inilah artian ujaran kata @bm sejatinya. Satu jari menunjuk org, 3 jari menunjuk dirinya sendiri. Mengaku mendapat pencerahan dari @bm, tp tabiat lama tdk hilang. Inilah ciri khas manusia Indonesia.

Hal Australia, rupanya sdr sudah emosi. Apa lantaran tdk dpt giliran proyek???

Seriously, pada bagian mana saya membanggakan Australia dan memuji ketidak adilan dari asing setinggi langit??? Mohon dijawab karena sdr tdk ingin pula disebut tukang fitnah!!! Tlng copy paste bagian itu!!!

Hal keluhan ketidak adilan pihak Australia, saya amat bingung. Where is this coming from???

Kalau sdr bilang sudah kerja keras lalu digaji teramat kecil, siapa salah??? Kenapa kerja kalau kalau tahu akan digaji kecil? Atau sdr ditipu? Oleh siapa?? Pengalaman sy mengurus proyek disini, proyek leader undana yg suka menipu, bukan UQ.

Kalau sdr bilang carpe diem, saya beda. Capek deh, hi hi hi.


-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@a9us

Tambahan dikit.

Sdr bilang data sdr adalah solusi praktis. Ini aneh bin ajaib.

Lagi-lagi sdr harus kembali membaca tulisan si norman, komentar dan kutipan datanya. Disana jelas kelihatan kegelisahan dia. Ada banyak data, tp kok sektor pertanian amburadul dari tahun ke tahun. Lalu sdr jawab kesalahan ada di pemda. Tidak beking apa-apa. Artinya sdr setuju dgn saya. Persoalan bukan pd data, tp pd moralitas pemimpin yg busuk. Tp kok sdr bertanya saya ini bagaimana??? Jadi saya ingin bertanya balik, kalau bukan soal data tp moralitas, kok sdr ngotot bilang data sdr adalah solusi praktis??? Bukankah norman yg sudah punya data meminta aksi bukan data??? Saya jadi pusing mengikuti nalar sdr.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@Agus

Ha ha ha... Ini benar2 praktek mone wango... Tulunjuk lurus tp tiga sisanya bengkok. Bug Agus kan akademisi... Masak musti beta tagih dulu br kasi data? Kan, Bu Agus sendiri yg bilang bhw data sesungguhnya ada di mana-mana, termasuk omongan beta jg data mnrt anda.

Apalagi, dr awal beta sdh bilang bhw datanya spt apa, beta percaya sajalah pada anda. Knp? Yg ptg buat beta bkn data tp interpretasi dan rekomendasinya konstruktif, tidak? Faktanya, Bu Agus ngotot mendukung pertanian sbg prioritas pembangunan. Bu Agus ngotot krn mnrt beliau, data di tangan beliau menunjukkan ketergantungan mayoritas org NTT pd pertanian.

Interpretasi dan rekomendasi spt inilah termasuk yg beta tunggu, tp lihatlah. Pak dosen Agus yg punya data malah menghabiskan wktnya utk berdola-dali ala politisi, tp malah nuduh saya yg politisi lengkap dg saran berkampanye nanti. Beliau yg sibuk lari-lari ke ruang carpe diem sini utk berdola-dali dan lupa utk fokus ke isu yg norman angkat, eh malah sy yg dituduh tdk peduli isi. Benar2 praktek ala mone wango, kan?

Meski beta senang akhirnya stlh berdola-dali ala politikus, Bu Agus akhirnya back to the track, tp bg beta, interpretasi dan rekomendasi ala bu Agus ini bkn hal baru. Krn faktanya, pemerintah NTT turun-temurun selalu menjadikan pertanian sbg jargon utama. Kl begitu, mari kita hasilnya. Tak perlu repot2, krn pasti Bu Agus punya data juga ttg hasil-hasil pembangunan pertanian di NTT, lengkap dg dana pembangunan yg sdh dihabiskan utk itu selama sekian periode pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kodya. Bu punya datanya, kan? Brp byk duit sdh dihabiskan, Bu Agus?

Hal lain, sy menangkap kesan kuat bhw Bu Agus ini tipikal org yg penakut utk bikin perubahan. Krn itu segala hambatan utk sedikit "meninggalkan" pertanian dan memberi perhatian lbh utk mengembangkan bidang2 non-pertanian, beliau pasang utk mati2an menolak. Makanya sy setuju dg @kadeluk. Mental org2 spt @agus inilah yg bikin NTT tdk pernah bs maju.

Krn kebetulan punya data, lalu kempit mati2an data itu diketiak utk digunakan sekedar sbg peluru "nembak" org lain. Kan sdh beta blg. Data anda itu bahkan gak laku utk makanan babi, kl interpretasinya dibuat oleh manusia inferior yg tdk berani bikin perubahan. Anda punya bukti indikasi yg sy buat ini, kan? Tunjukin sj, apa hsl pembangunan pertanian NTT selama ini.

Kl anda malu2, nih sy kasi tau. Lihatlah komentar anda di atas. Bagaimana anda bikin interpretasi bhw kebutuhan akan bahan makanan itu hanya dpt dipenuhi oleh pertanian. Ada dua hal keblinger yg sy temukan dr interpretasi bu Agus ini yaitu: (1) mengungkit kasus KLB busung lapar, dan kasus2 kurang gizi lainnya serta dampak2nya, menunjukkan bhw pola pikir Bu Agus menempatkan usaha pertanian pd posisi sekedar utk bisa makan bergizi, bkn sumber devisa; (2) otomatis dlm otak Bu Agus ada yg terlupa bhw tnp prioritas utama pertanian, org jg tetap bisa makan bergizi, spt kasus jepang, korea, arab, israel, dll.

Ketika pikiran bu Agus hanya sekedar utk bisa makan, mk jgn berharap ada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dmkn jg ketika pd ahirnya program pembangunan Bu Agus diprioritaskan pd aspek yg terbukti gagal mendatangkan devisa, mk tdk usah kaget dg kondisi ekonomi daerah yg morat-marit dan akhirnya berdampak pula pada daya beli masyarakat thd makanan.

Bagus jg kl kita belajar dr Fadel Muhammad di gorontalo. Sblm Fadel dtg ke gorontalo, tdk ada org di sana yg menyangka bhw jagung bs mjd andalan bg devisa. Jagung, paling2 hanya utk habis di makan.

So, maaf saja. Kesimpulan saya, anda tipikal akademisi yg sekedar mengandalkan data krn mmg dibayar utk cari data. Daya interpretasi dan kemampuan membangun rekomendasi, msh ngawur krn jiwa inferioritas bagai katak dlm tempurung. Persis org gorontalo yg sblm datangnya Fadel Muhammad, meremehkan jagung krn otaknya keburu ditutupi persepsi jelek ttg jagung. Bu Agus ngerti kan maksud saya?

Malah beta ditantang bawa data juga... Ini lelucon ala oak rote.. Knp? Krn semua org jg tau bhw utk apa beta repot2 bw data kl sdh cukup pake data yg ada di bu agus? Makanya perhatikan baik2 sinyalemen @Degha, itu. Kita bedanya di interpretasi dan rekomendasi atas data yg anda punya itu. Kl Pak dosen yg mulia punya interpretasi dan rekomendasinya mjdkan pertanian sbg prioritas pembangunan, mk sy justru pertanian tdk layak jd prioritas utama. Kok malah minta, data? Masak Pak dosen tdk tau bhw atas data yg sama, bs sj kesimpulan dan rekomendasinya berbeda?

Makanya, mhn maaf, sy terpaksa musti bilang lagi bhw pak dosen kl ini rada paiyyahh.. He he he

-bonggo-

Anonim mengatakan...

Wah... Pak Agus dikeroyok neh...

@NK dan @bonggo
Mmg bikin gemes kl ketemu org rote asli lg pamer ilmu berdolah-dalih. Apalagi ini bukan sembarang rote, tp rote pinter alias dosen.

Nah dlm hal ini, sy kira Ama berdua musti maklum. Walau beliau ngawur, namun kan dia dosen jd hrs bertahan mati2an. Apalagi di sini ada norman yg tau persis siapa beliau dan bs jd ada jg bbrp mahasiswa fapet ikut nonton di sini. Kasi napas sedikitlah... Apalagi mnrt norman, beliau msh ada kelu deng bigmike.

Buat @agus, tak perlulah terlalu ngotot dg data, apalgi minta data tandingan dr @bonggo yg bukan dosen peneliti spt anda. Itu kan hanya upaya bertahan ala otak rote sj. Jgn malu2in ah...

Sy liat @bonggo ada benarnya jg, krn faktanya mmg puluhan taon pembangunan pertanian di NTT malah belakangan menghasilkan busung lapar doang. Lalu data byk org miskin dan lapar serta data byk org NTT jd petani, toh tdk lalu ototmatis berarti pertanian hrs priority, kan?

Intinya, sy liat diskusi kalian sdh OOT. Lalu kayak mesin disel, sdh mulai panas. @Agus yg lbh tua dan ilmuwan, hrsnya bs lbh tau diri, kan?

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

wow, ternyata diskusi tulisan si norman udah sampai di posting ini. terlepas dari dola-dali kawan bonggo, kawan kadeluk, kawan a9ust, NK, wilmana tapi saya sendiri bingung dengan penuturan si bonggo dan wilmana yang cenderung sama saja. wilmana di satu sisi bergaya seperti penengah tapi di sisi lain bertindak sama seperti bonggo juga. dari topik yang diambil kawan norman sepertinya bonggo terlampau jauh memahami. anda bilang pada kawan a9ust untuk jangan hanya ngomong data tentang pertanian tapi saya memahami mengapa kawan a9ust hanya memaparkan data pertanian aja karena emang topik yang diangkat oleh kawan norman ini tentang pertanian. tambah menarik.

untuk kawan kadeluk, bagi saya anda seperti burung nazar yang sedang mengitari 2 petarung yang sedang berduel tinggal tunggu siapa yang jadi mayat langsung anda santap. gw ngomong kayak gni karena kawan kadeluk ini hanya kerjanya panas-panasin kawan a9ust dan kawan bonggo. cobalah anda masuk kedalam pembicaraan. anda juga seenak hati mencap gw diposting kawan norman sebelumnya. udah gitu saya melihat anda cenderung membela bonggo. apa motivasi kawan kadeluk sebenarnya? marahkah anda saat orang lain mengata-ngatain anda seperti anda mengata-ngatain gw. anda ngomong 1 jari menunjuk kedapan, dan 3 jari menunjuk ke arah anda tapi sadarkah kawan kadeluk anda sedang mempraktekan itu. malah anda mencoba mengadu saya dengan bonggo tapi beranikah anda untuk beradu pendapat dengan kawan bonggo?

untuk kawan a9ust, saya sependapat dengan anda kalau bonggo dan kadeluk lebih cenderung berdebat tanpa ujung. begitu anda menjawab pasti tidak ada yang benar oleh kawan bonggo dan kadeluk, dan juga NK. kalau sudah begitu perdebatan ini tinggal tunggu aja siapa yang males nanggepin baru bisa berhenti

bigmike, terus posting yah.(degha, jkta)

Anonim mengatakan...

@degha

Dibilang pendatang 'bau' eh baru disini anda lgsg punya nyali ngecap saya sebagai burung nzar yg mengitari 2 petarung blah, blah, ha ha. Lagi, sdr katakan, 'cobalah anda (kadeluk) masuk kedalam pembicaraan.' Rupanya sdr sedang 'mabok' karena lalu anda bilang:


"untuk kawan a9ust, saya sependapat dengan anda kalau bonggo dan kadeluk lebih cenderung berdebat tanpa ujung."


Yg bener mana sih, saya hanya tukang kompor ato petarung juga??? Yang berdebat khan si @bonggo, @agus dan @nk. Baca dong jgn ikutan si a9us yg anda bela itu. Nyali tanpa akal yach jadinya spt anda ini, ha ha. Aaahh rupanya ini hari jumat dan akal anda sudah 'capek.' Istirahatlah dahulu, weekend, nanti kesini lagi, yach, yach!

-kadeluk-

Anonim mengatakan...

Bonggo, NK, wilmana, kadeluk dan yang sejenisnya

Ada yg saya curiga dari anda2 tapi sudahlah.....prinsipnya begini....anda-anda itu tidak punya apa-apa lagi selain ...ngomel dan bla bla bla....yang kosong dan hampa. Siapa yg mau percaya org yg sudah bilang "menepi" untuk membiarkan saya dan bonggo diskusi ehhhh.....nimbrung lagi...wahhhh...model begini masih berani omong macam-macam? Berkacalah saudaraku terkasih....

Lebih gawat lagi, saya dituduh tidak dapat proyek padahal saya mengatakan kasus australia dalam konteks omongan saudara speti ini: .....anak-anak mahasiswa dari universitas lokal termasuk undana, saat KKN, mengajar petani hal yg keliru. Cerita diatas sengaja sy sampaikan disesuaikan dgn nalar sdr. Amat sederhana. Katanya punya data segudang, mengapa fakultas pertanian universitas lokal tdk tahu cara beri pupuk yg baik untuk pohon jeruk? Sdr harus akui, ini teramat memalukan........NK terkasih....kalimat2 di atas menghina tidak? lalu anda komparasikan dengan Uq dst..dst....ternyata anda tidak tahu apa yg anda tulis sendiri.

Saudara Bonggo...ada banyak ocehan anda yg betul-betul tidak berguna...tapi saya kutip supaya anda sadar:........saudara mengatakan bahwa.....sebelum Fadel datang org gorontalo anggap enteng jagung.......sekarang coba saudara tenang....tarik napas dulu....lalu coba ganti kalimat saudara itu menjadi begini.....sebelum si x datang orang ntt anggap enteng jagung....jika jagung adalah komoditas pertanaian maka inilah yg terjadi...org ntt sibuk tanam jarak yg katanya untuk biofuel (industri dll) malah lupakan jagung....jadi, kalau saya minta peratnian jadi prioritas maka posisi saya mirip Fadel ketika baru datang ke gorontalo....Fadel saudara puji2 sambil membuatnya jadi contoh...ketika saya meminta pertanian jadi prirotas supaya bisa mirip fadel ehhh...anda marah sambil suruh jadikan pariwisata dll sebagai primadona....sungguh kacau nalar saudara....jadi semua omong saodara hanyalah "putar-putar balek-balek" yg kehilangan makna sama sekali.

Kedua, saudara bonggo betul-betul kehabisan kemampuan bernalar...untuk memulai bernalar dengan baik maka mari saya tuntun....jika saya bilang pertanian prioritas karena KLB maka itu adalah fakta yang MNUNJUKKAN BAHWA PEMBANGUNAN PERTANIAN BELUM DIKERJAKAN DENGAN BAIK. Anda malah menganggap saya mengbaikan aspek devisa dlsb....wah...anda mengerti prioritas tidak.....kalao orang lapar dia tidak bisa makan devisa bung....(saya kuatir anda akan bilang ...ya adakan devisa supaya bisa beli beras...kalau anda bilang begitu maka belajar logika dengan model matematika...eh nanti anda bilang...agus pamer titial dosen....saya tanya: apa salah kalau saya pake ilmu saya untuk diskusi?...anda sebaiknya diam sajalah kebanding mencoba berlasan tapi jadi bahan tertawaan orang sedunia, kecuali NK yg maju mundur itu (sebentar bilang menepi sebentar unjuk gigi...plin plan).

Terakhir, di kupang sudah jam 12 malam, NK memang sudah kehilangan rasa keadilan......ketika NK + bonggo + Wilmana + kadeluk MENGEROYOK SAYA....anda nikmati betul...anda2 malah bangga bisa mengroyok orang...tapi saya tidak soal dengan hal itu....cuma saya terusik...ketika ada saudara degha yg rupanya saja tidak saya kenal cenderung "membantu" saaya....ehhhh NK marah2....pake ngomong begini.....pendatang bau eh baru....(kalau anda bilang itu tidak menghina maka moralitas anda betul-betul dalam keadaan gawat).....Saya tanya NK: kalau anda dan CS mengeroyok saya boleh lalu apa salah kalau si degha "membantu" saya? Saya pastikan untuk menjawab ini saudara akan mengoceh macam-macam lagi tapi mohon sebelum bicara aneh2, harap periksa kembali konsep KEADILAN...please brother...

(A9ust)

Anonim mengatakan...

@ degha

Terima kasih atas empati saudara. Sungguh membuat saya bisa rileks menghadapi ocehan kosong kawan-kawan bonggo, nk dll nya itu. Tapi saya mau carpe diem sajalah (A9ust)

Anonim mengatakan...

Bonggo, NK, kadeluk dll Sudahlah.

Diskusi kalian sudah tidak produktif. Kami yg mau mencari "ketenangan" dalam kafe permenungan bigmike "sangat terganggu" dengan cara-cara diskusi yg anda kembangkan. Saya tidak tahu kapan anda datang ke blog ini tapi saya adalah pengunjung pertama blog ini ketika baru dibuka dan saya menikmati suasana teduh yg dikembangkan bigmike. Saya pembaca setia tapi tidak berkomentar sampai saat ketika ketenangan yg lain terganggu akibat berisiknya diskusi kalian. Kalau kalian tidak mau menghormati kami-kami, maka cobalah mnghormati bigmike.

Ketika kalian sudah tidak tahu kapan harus menghentikan diskusi maka itulah saat yg tepat untu menghentikannya. Ingat topik posting in i adalah Carpe diem dengan kata-kata kunci yg dahsyat....“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”.....resapi baik-baik itu dan ...lakukanlah....(Paul)

Anonim mengatakan...

@a9us

Rupanya sdr sudah berdola-dali jauh, terlalu jauh. Saya tdk ingin sdr mempermalukan diri sendiri terlalu jauh lagi dan karena @bm sudah buang kata disini, saya akhiri saja pertengkaran kita.

Sampai ketemu dilain topik.


@Paul

Nasehat yg baik. Trims. Sekedar info, ini debat lama ttp si a9us yg membawanya kesini. Patut disayangkan memang. Menjadi tdk pas dengan posting ini.

-nk-

Bigmike mengatakan...

Sahabat blogger terkasih,

Kita sudah mendekati selesainya "masa edar" posting Carpe Diem. Besok malam saya akan memposting artikel baru yang kali ini disumbangkan oleh NK (thanx NK). Saya agak terkejut melihat apresiasi teman-teman, lama maupun baru, terhadapa tulisan saya. Sebagai seorang penulis seperti saya, apalagi yg lebih membahagiakan selain apresiasi dari pembaca? Tetapi bersamaan dengan berbagai apresiasi yg ada saya juga mendapat tambahan beban untuk paling sedikit 2 hal, yaitu:

1. Menjelaskan "pelintiran" filosofi carpe diem. Prinsip saya sangat sederhana: there is nothing new under the sun. Maka, apa saja dapat kita tangkap dan supaya tidka menjadi plagiat maka dia harus dikemas menurut "resep" kita sendiri. Carpe diem sudah tersedia di bawah matahari an saya memungutnya, mengolahnya menurut resep saya dan disajikan. Anda ska maka kunyah dan nikmati. Tidak suka, buang saja. Itu saja. Soal substansinya, saya pertama mau bicara soal kekaguman saya tentang kesebelasan Jerman yg "kagak ade matinye". Dan hal ini sangat inspiring. Pengaaman hidup saya yg jatuh bangun antara kesuksesan, kegagagalan, kecewa, marah, sedih, smart, tolol, konyol dan lain sebagainya adalah gambaran manusia biasa dan itulah Jerman dan itulah pesan tulisan Carpe diem. Mengapa Carpe diem? Ya, filosofi yg satu ini menggambarkan apa yg ada pada manusia. Apa itu? Paradox. Manusia adalah makhluk paradox (akan saya posting secra khusus hal ini). Selalu "berdua muka". Orang memilih salah satu. Saya memilih dua-duanya. CD bisa berperspektif jauuhhhh ke depan karena mempersiapkan kita untuk tidak hidup hanya hari ini (ingat ketika CD bicara jangan perduli hari esok, di sana ada frasa kata "hari esok". Maka hari esok adalah fakta yg harus dijalani. Bukan cuma hari ini). CD juga bisa bisa memiliki sudut pandang dengan time horizon yang pendek. Hari ini. Mengapa perlu? saya menulis dalam semangat "bersyukurlah atas apapun yang kau dapat hari ini". Saya kerap terganggu dengan ujaran orang yg diwawancarai setelah memenangkan sesuatu....ehhhh...hhhhmmm....saya senang tetapi masih belum puas....lantas sampai di mana batas kepuasan. Kata Rolling stones: I can't get no satisfaction...nah lu....kepuasan ada di batas langit. Di mana batas langit? di atas langit masih ada langit. Lalu Iwan Falz mengatakan bahwa: keinginan adalah sumber dosa...nah lu (lagi). Begitulah, ketidak puasan dapat memba kita kepada penarian yg tidak pernah berhenti..lalu kita kelelahan dalam mencari...lalu ...lupa bersyukur. Maka saya gunakan juga CD dalam perspektif ini. Bahwa hal ini dirasakan sebagai pelintiran saya saya cuma bisa bilang maafkan kalau terpelintir tapi saya juga ingin bilang: bukankah makanan yg kita kunyah dan masuk ke dalam tubuh adalah hasil pelintiran gigi, lidah dan saliva? ha ha ha...pada dasarnya memelintir ada keseharian juga. Inilah ide saya tentang manusia....biasa-biasa saja tetapi faktanya dia ada.

2, Ada tanggung jawab untuk memberikan sesuatu yg bermakna kepada sahabat semua. Ya, itu juga menjadi tekad saya. Tapi mohon maaf karena berbagai kesibukan, saya tidak bisa rutin mengunjungi sahabat sekalian. Maka, saya mohon kepada para sahabat, bagi yg memiliki ide dan ingin menuliskannya, saya membuka pintu blog seluas-luasnya.

Dalam perjalanan posting CD, saya mengalami 2 hal penting, yaitu:

1. Ada tulisan saya yg dicopy paste di blog lain tanpa mencantumkan apa-apa bahwa tulisan itu "milik" saya. Dalam semangat carpe diem, saya ingin mengajukan tanggapan saya, yaitu pertama: saya bersyukur karena dengan demikian piiran baik bisa dibaca oleh semakin banyak orang. Kedua, karean hidup bukan hanya hari ini dan supaya besok bisa lebih bai maka saya menghimbau siapa saja yg ingin mengutip artikel saya, tolong mencantumkan nama saya sebagai sumber kutipan. Tidak sulit kan? Cara ini akan mendidik kita semua untuk dapat saling menghargai karya sesama kita yg akan bermuara kepada mengasihi sesama secara lebih berkualitas. (ada kebutuhan narsis juga : kalo nama saya dikutip maka saya akan makin dikenal ha ha ha ha..siapa tahu bisa menjadi modal kalao saya mencalonkan diri sebagai......ketua RT hi hi hi hi)

2. Ada diskusi panas antara sahabat. Saya tidak berkeinginan untuk mencampuri urusan diskusi sepanjang masih dalam koridor "sopan santun". Mengapa perlu? ya, sopan santun adalah cara yg ampuh untuk menjaga kredibilitas kita semua dan kredibilitas blog. Dan dalam perspektif ini, saya sangat bersyukur karean dalam diskusi yg terjadi di sini, saya tidak menangkap adanya nuansa "memaki". Sisanya adalah seni mernagkai kata, merangkai logika, merangkai taktik dan seterusnya. Penglaamn saya membuktikan baha semua itu kita perlukan dalam hidup. Selain itu, diskusi it juga mebuktikan bahwa sahabat semua sedang sehat-sehat saja. Hal ini menjadi indikator bahwa sahabat semua sedang berprena dengan sangat baik sebagai manusia yg ada. Nah, carpe diem juga kan? he he he he

Nah, begitu saja.
Tabe Tuan. Tabe Puan

Anonim mengatakan...

ho ho hooiiii.....my bigmike....komentar-mu sangat bagus dan GW pikir cocok jadi bahan posting berikut. Kita tunggu yaaaaaaa.......Besok nanti NK yang menulis.....yaaahhh tidak apa-apa karena NK biasanya agak "nakal" dan "urakan". Rasanya akan memberi warna bagi blog ini. Yohaaaa....NK...cepetlah posting....."Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”......huhhuuiiii...indah nian....//Pritha//

Anonim mengatakan...

@ Pritha,

Salam kenal ya. Anda juga pemberi warna tersendiri dalam blog ini. Saya setuju dengan anda karena anda bisa secara tepat mempotret NK: nakal dan uarakan ha ha ha ha ha. Itulah gaya NK ketika merespons kata-kata saya ha ha ha lihat saja, nanti kalau NK membaca komentar saya pasti akan "disikat"nya juga...ah dasar nakal dan urakan ha ha ha (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@ bigmike,

Thanx buat carpe diemnya. Sangat mencerahkan dan menenteramkan. Komentarmu juga sangat indah. Cepatlah posting tulisan si NK, saya sudah tidak sabar melihat apa yg bisa dibuat oleh "anak kecil" yg satu itu he he he (dia suka manggil saya Syamtua jadi dibales aja sekalian he he he he). Tapi, NK jangan keburu marah, kita tetap sahabatan. Saya cuma sekedar tidak sabar saja. Peace man. (Syam)

Anonim mengatakan...

a9us & bonggo

Saya lihat diskusi su OOT, baik bonggo dan a9us tdk saling 'sambung.' Jadi berhentilah kalian. Apa tdk malu dgn @bm disini?

Kalau masih mau 'bertengkar' jgn disini dong, pergi ke posting awal, pd tulisan si norman. Disini banyak org mau merenung Carpe Diem.

Buat a9us, lain kali jangan gini dong, bawa-bawa debat lama ke posting yg tdk ada hubungannya. Kami sangat terganggu disini.


-Dahlia Hitam-
Pembaca Fanatik blog @BM

Anonim mengatakan...

@ Anak NKRI

Jangan datang ke Kupang. Kupang terlarang untuk orang tolol macam lu. Lu pung otak ada di dengkul. Dasar otak katak (Eman, Oebufu)

Anonim mengatakan...

Bung Eman, sabar dan tenang sajalah. Dari pada capek mikirin 1 orang antiq macam Anak NKRI mending kembangkan senyum mensyukuri berkat Tuhan yang amat sangat banyak berlimpah-limoah hari ini. Carpe Diem Bung (Bigmike)

Anonim mengatakan...

@Pritha

Eheeeemm... sayang, kamu kok suka ganggu aku ya, awas lho, hi hi. Tp masih untung aku hanya dicap 'nakal' dan 'urakan' bukang 'anjing kurap.' Mungkin cap terakhir pantas untuk tuan @bonggo, wa ha ha ha...

@syamtua aka bapa tua aka blogger tua

...cut...

Itulah gaya NK ketika merespons kata-kata saya ha ha ha lihat saja, nanti kalau NK membaca komentar saya pasti akan "disikat"nya juga...ah dasar nakal dan urakan ha ha ha

...cut...

Mendapat cap dari sdri Pritha, saya sih tidak masalah. Tp kalau dari bapa tua... ah tidak, kali ini saya tidak ingin 'sikat' bapa tua. Kita khan sudah jadi 'sahabat.' Oh ya, sudah minum obat cuci otak, eh perut belum?

@Anak NKRI

Ha ha, rasain lu kena 'semprot' dari @eman, oebufu. Gue sih bilangin aja, kalau org kupang sudah bawa-bawa kata 'otak' artinya dia sudah sangat marah, ha ha. Kalau anda ada didekat @eman, mungkin sudah kena parang.

Siapa menabur angin, akan menuai badai. Semoga anda tdk masuk angin.

@bm

Wah, rupanya sdr dpt berkat melimpah hari ini dan hendak 'berbagi' dgn @eman. Saran saya, kepala si @eman dikomres dulu pake es. Dari jauh saya liat uap panas, ha ha ha.

-nyong kupang-

Bigmike mengatakan...

@ NK

Ha ha ha memang anak NKRI kali ini "kena bagian". Tapi saya minta Eman tenang saja. Ngapai marah-marah. Tensi naik, si Anak NKRI tetap kita tidak tahu siapa dia. Sialnya, siapa tahu Anak NKR sedang santai-santai di Cafe padahal tensi dan cholesterol sudah naik kemana-mana.

Soal berkat, matahari yg bersinar 12 jam itu adalah berkat. Oksigen yg masih bisa kita hitup adalah berkat. Makan minum kita hari ini adalah berkat. Ketika bangun dan masih bernapas: itulah berkat terbesar hari ini. Lalu, itulah alasan bersyukur. Hidup iyu singkat kok terlalu terbeban. Bersyukur, berdoa dan bekerja sajalah. Carpe Diem.

Anonim mengatakan...

@ Bigmike dan semuanya,

Maaf kalau diskusi saya + bonggo dan lain-lain terasa berisik dan mengganggu. Tapi itulah enaknya blog ini. Thanx bigmike. Tapi laen kali bt akan berdebat juga dengan syarat: jangan maki.

Saya jelaskan sedikit: saya pindahkan ke carpe diem untuk dapat nuansa ...apa yg ada hari ini pikirkan hari ini...itu saja. Tapi ya maaflah kalau mengganggu. Untuk kawan-kawan diskusi, mari kita tunggu topik baru lagi. Kalau perlu, kita "baku ambel" lagi. Friend forever.

Untuk Eman, istilah otak katak itu lucu sekali ha ha ha ha. Untuk anakn NKRI, kalo tidak berteriak, anda mungkin pusing ya ha ha ha ha

(A9ust)

Anonim mengatakan...

Semua yang akan bermalam minggu dan besok enggak kepikiran ke gereja...harap baca kembali "koncian" carpe diemnya bigmike ......“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”........Besok "ada kesusahannya maka, carilah Tuhan dan yg lain akan ditambah-tambahkan padamu...Besok GW ke gereja (Erick, Jkt)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike, Erick dan all,

Selamat hari minggu. Selamat pergi Gereja. Saya baru sholatan. Jumat kemarin sudah sholat berjama'ah. Nah, itulah indahnya persahabatan dan persatuan Indonesia. Usul: bisa nggak bigmike sekali waktu posting lanjtuan tentang Carpe diem.....“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”...... (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

Hei all,

gw masih heran....bagaimana cara persoalan kesebelasan Jerman kalah kok bisa menjadi Carpe Diem????????? Bigmike memang "keterlaluan" wakakakakekekekk...Posting baru dong mas (Proxy73)

Anonim mengatakan...

Syalom, Selamat hari Minggu

Pak Mike, belom ada posting baru ko?

Anonim mengatakan...

eh sori (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@A9us

He he he... rupanya Pak Dosen ngoto jg imej di sini... Bet setuju dg @Wilmana bhw sbg dosen kl ketahuan ngawurnya, malu Bu Agus tentu lbh besar, plg tdk buat norman yg tau betul, anda adalah Om-nya.

Bg beta, Pak Agus, you are not prove anything with your "data", Pak. Krn daya nalar terlalu dangkal shg tdk mampu memahami point carpe diem yg sy pasang buat Bu Agus di sini. Bu ngotot dg pertanian dan begitu yakin, tp Bu lg pingsan dan sonde sadar bhw bertahun-tahun upaya membangun pertanian di NTT yg entah menghabiskan dana besarnya kayak apa, tp hasilnya NOL besar. Pemerintah yg selalu mengagungkan pertanian, jg nampaknya kebingungan mau bikin apalg dg jargon2nya.

Dg mengandalkan ribuan data kosong yg Bu miliki, Bu Agus pasang sikap ngoto dg pertanian sbg he most priority. Peduli amat dg sektor kelautan krn sdh takut duluan dg laut yg ganas. Ngomong pariwisata, Bu Agus lgsg lemes liat yg datang cuma turis2 backpacker dr australia.

Knp beta bilang Bu Agus cuma kasi data kosong? Krn klaim2 beliau selalu tnp angka. Tp, saya justru yg dicap maen tafsiran sj. Kl sy bilang ini org kampus bikin malu2 dg kelakuan begini, beliau tersinggung. Lalu anehnya, beliau mendorong diskusi ke arah pengertian ngawur bhw data2 pertanian hanya layak diinterpretasi utk keperluan pembangunan pertanian. Jd begitu dg data norman sy bilang, pertanian tdk layak jd prioritas utama, beliau malah tersinggung dan minta sy tunjukin data. Artinya, buat beliau, sy tdk boleh pake data pertanian utk menyimpulkan pertanian tdk layak lg dan perlu cari terobosan pd aspek2 non-pertanian. Kl mo ngomong non-pertanian, jgn pake data pertanian. Aneh, hari gini msh ada akadmisi dg pola interpretasi sepihak.

Tp beta tertarik jg maen data. Data BPS yg dirilis Pos Kupang 2006 menunjukkan laju pertumbuhan 2005 turun mjd 3.1% dr 4.8% thn 2004. BPS menambahkan bhw penurunan itu terjadi krn kecilnya pertumbuhan pertanian krn gagal panen akibat iklim yg ekstrim. Data PDRB NTT terbaru di situs www.regionalinvestmen.com menunjukkan bhw sektor pertanian menyumbang 41.38% dr total PDRB NTT. So, faktanya NTT mmg bergantung pd pertanian. Scr geografis, alam NTT bahkan tergolong tdk bersahabat dg pertanian.

Dr data di atas, mk benarlah sinyalemen SMERU pd publikasi News Letter SMERU No 20 Oct-Des 2006, yg meneliti selama bbrp tahun di NTT, menunjukkan bhw justru ketergantungan ekonomi NTT pd pertanianlah yg mjd penyebab kemiskinan org NTT bagai tiada akhir. SMERU jg memaparkan jg bhw tdk ada perubahan struktur pertanian NTT selama 10 tahun terakhir.

Dinamika perekonomian NTT tersebut memperlihatkan bahwa
pembangunan di provinsi tersebut belum mengikuti pola umum
perkembangan perekonomian, di mana peranan sektor pertanian
mulai digantikan oleh sektor industri dan jasa. Boleh dikatakan
bahwa sektor industri tidak mengalami perkembangan berarti
sehingga sektor ini tidak berperan dalam mengurangi kemiskinan
di sektor pertanian. Perkembangan sektor jasa juga masih terlalu
kecil dan cenderung rapuh karena tidak didukung oleh sektor
industri yang menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian.
Sementara itu, peningkatan kontribusi sektor jasa pemerintahan
umum memperlihatkan besarnya peranan pengeluaran pemerintah
dalam menggerakkan perekonomian.

Kl mau angka, silahkan lihat proporsi ekonomi PDRB NTT pada situs www.regionalinvestment.com Di sana jelas begitu dominannya sektor pertanian dibanding sektor2 lainnya. Juga publikasi SMERU 2006.

Nah, kalo Bu Agus, sbg org akademisi di bidang pertanian melihat fenomena ini sbg alasan utk ttp ngotot menggantung diri pada sektor pertanian, mk saya justru melihat ini sbg fakta tak tersanggah bhw bkn saatnya lg org NTT terus dibuat bergantung pd pertanian, tp marilah para katak keluar dr tempurung pertaniannya.

Pertama, angka PDRB yg masih menumpuk di sektor pertanian harus dipecah ke sektor2 lain scr lbh merata. Ini hanya bs dilakukan jk prioritas pembangunan digeser dr pertanian ke sektor lain, tentu tnp harus mengabaikan pertanian juga.

Kedua, bicara sektor pertanian, jg jgn terlalu bertumpu pd sub sektor tanaman pangan dan peternakan (Bu Agus pasti punya angka 41% PDRB dr pertanian itu sbgn besr disumbangkan oleh sub sektor mana sj). Potensi perikanan NTT (287,200 ton/thn) bahkan lbh besar dr Maluku (250,848) yg hidup dr laut. Hanya kl org NTT br manfaatkan 93,055 ton/tahun, org maluku sdh manfaatkan 250,848 ton/thn. Jgn cari alasan laut yg ganas, krn laut NTT tdk lbh ganas dr laut maluku. Ini br bicara potensi ikan di laut, blom potensi laut lainnya. Hutannya bigmike dg primadonanya cendana, jg blom diangkat datanya di sini.

Inilah knp sy kritik norman utk spy jgn pernah meninggalkan pertanian, tp jg jgn terlalu bergantung pd pertanian. Begitu iklim ekstrim NTT berulah, mk gagal panen dan makin miskinlah org NTT. Kalo mau mj, NTT musti membangun jg disektor laen yg berpotensi tp tdk tergarap dg baik. Paling tdk ada pemerataan shg org NTT tdk jd korban iklim ENSO-El Nino mlulu, hanya krn terlalu bergantung pd pertanian tnmn pangan. Pdpt sy ini sejalan dg Prof James Fox yg menyatakan bhw NTT butuh investasi sangat besar di semua sektor ekonomi, terutama pertanian. Bg sy kritik bukanlah sesuatu yg hendak mematikan motivasi.

Sayangnya, Pak Dosen Agus yg GURU, malah memilih jln sebaliknya. Bg beliau kritik adalah ancaman dan hinaan. Mk, pilihan beliau adalah mendukung norman dg ide2 ala katak dlm tempurung yg justru bg org luar seperti SMERU sdh disimpulkan sbg penyebab NTT miskin tiada ahir. Ngotot pamer data kosong plus mencoba dola-dali ala Ba'i Liu yg hanya bikin malu diri sendiri.

-bonggo-

Anonim mengatakan...

Sorry, ada kesalahan teknis jd kutipan pulikasi SMERU di atas jd makan tempat. Yg penting pointnya mengena utk dipake kadeluk si dosen agus.

Jg ralat, tertulis:
SMERU jg memaparkan jg bhw tdk ada perubahan struktur pertanian NTT selama 10 tahun terakhir.

Seharusnya:
SMERU jg memaparkan jg bhw tdk ada perubahan struktur PEREKONOMIAN NTT selama 10 tahun terakhir.

-bonggo-

Anonim mengatakan...

Buat yang mengikuti 'pertengkaran' ini, berikut link yg diberikan bonggo.

Regional Investment

Saya mengikuti debat ini. Menarik.

-bne-

Anonim mengatakan...

Setuju dg @bne...

Pd dasarnya, @bonggo dan @agus mmg memakai data yg kurang lbh sama... Dua2nya setuju bhw org NTT hidupnya bergantung pd pertanian.

Hanya @agus bertahan dg paradigma lama dlm membaca data itu, mk @bonggo memahami data itu scr lbh cerdas (maaf oo Pak Agus, bet bkn bela bonggo), dg menawarkan paradigma baru. Lbh ke pemerataan sumber devisa PDRB NTT.

Sy ini sarjana pertnian jg, seniornya norman di Faperta. Tp sy senang dg cara bonggo yg bs dipertimbangkan sbg cara org NTT melepas diri dr cengkraman iklim. Bergantung pd sektor pertanian (gila >40% PDRB) terutama tanaman pangan dan peternakan, sungguh riskan ketika iklim dan tanah rada2 ekstrim. So, angka 40% itu rasanya mmg hrs dipecah ke sektor lain jg. Dan kl pertanian tetap jd prioritas utama, mk sektor lain bakal sulit berkembang, krn mnrt Prof Fox, sektor lain jg butuh dana investasi yg besar.

Celakanya, @NK bilang ini masalah moralitas pemerintah jg... Lalu, rupanya @agus setuju jg krn sy liat beliau ada curhat ttg hal ini bahkan angkat kasus bigmike yg hampir jd korban birokrasi undana lewat program sandwich (kayak roti aja). Ini sy setuju, krn ada publikasi PIAR, tulisan Paul Sinlaeloe tg korelasi positif antara perilaku korup birokrasi NTT dg kemiskinan.

Tp melihat interpretasi (paradigma) @bonggo, mk sy kira meski prioritas pembangunan ekonomi dan moralitas birokrasi adalah dua isu terkait dg kemiskinan NTT, tp kedua isu ini mandiri. Artinya, kita tdk bisa mengeliminir yg laen lalu fokus hanya pd satu isu sj.

Nah, kl Pak agus jg bisa fokus ke isu prioritas pembangunan ketimbang bermain akal, mk mmg ini isu menarik. Plg tdk paradigma Pak agus mnrt sy sdh bkn barang baru. Anak2 macam norman jg bicara begitu. TP memunculkan paradigma baru, membuat sy perlu menghargai upaya @bonggo... Maju terus, bung.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@wilmana

Saya kira memang harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan sektor pertanian ntt. Saya bukan org ntt, tetapi dari tulisan norman dan debat disini saya menangkap bahwa pemda ntt dari jaman ke jaman selalu 'menjadikan' sektor pertanian isu utama. Terakhir, kalau data terbaru yg disampaikan bonggo benar adanya, maka tdk bisa dipungkiri lagi bahwa pertanian sangat dominan. Artinya apa? Artinya ada banyak tenaga, pikiran, dan tentunya dana yg dialokasikan untuk sektor ini. Tetapi membaca tulisan norman, rupanya sektor ini masih sangat bermasalah. Nalar saya mengatakan, ADA SESUATU YANG SALAH. Tanpa ingin memihak, paling tdk bonggo menawarkan sesuatu yg baru dan mungkin, mungkin saja, layak menjadi perhatian bagi birokrat, akademini serta pemerhati sektor ini.

-bne-

Anonim mengatakan...

-wilmana, a9ust, nk, bonggo, kadeluk, degha-

pertama, dengan tidak bermaksud mendahului pemilik blog ini SM (sebe Mike), bagaimana kalau perdebatan tentang tulisan saya dilanjutkan saja di posting tulisan saya saja. karena sudah ada "protes" dari kawan-kawan pembaca lain yang merasa permenungan mereka di posting terbaru SM ini terganggu dengan perdebatan tentang tulisan saya ini.

kedua, untuk bonggo saya tertarik dengan data yang anda berikan yang bagi saya "bermuka dua". kenapa saya bilang begitu?? mari kita lanjutkan saja di tulisan saya. oke bos??

(norman)

Anonim mengatakan...

Aha, Selamat hari minggu bigmike. Selamat hari minggu semuanya.

Hari ini sesuai janjinya bigmike akan memposting artikel baru tetapi ketika saya melihat ke dalam blog, saya tidak menemkan posting baru. Mula-mula saya kecewa tetapi tampaknya tidak perlu karena, saudaraku si bonggo, datang lagi. Ia datang tidak kosong tetapi membawa hiburan segar, yaitu lawakan di hari minggu sore. Maka ijinkan saya tertawa dahulu....ha ha ha ha ha.......tapi saya mau tanggapi sedikti lawakannya in karean nama saya disebut-sebut ketika seang melawak.

1.Saya sudah malas berdiskusi tentang topik ini di sini terutama setelah ”ditegur” taman lama, baik paul maupun bigmike karena mengganggu ketenangan perenungan kawan-kawan di menu capre diem. Tapi tampaknya saudara bonggo tidak tertarik akan ”teguran” itu. Kata kami di Kupang, sonde mau dengar omong yg baek-baek. Orang tipe begini memang harus kena kosi dolo baru mata tape’e. Beta jadi ingat beta pung kawan bigmke yg dahulu, ketika kami masih kuliah s1 ada adik-adiknya yg lebih kecil yg kerna bandel maka harus kena kosi dolo baru sadar salah. Bt omong bgini karena di chatting room ada adik VQ yg tampaknya berusaha ”cuci” tangan tetapi ”bau-bau” si bonggo kuat sekali di situ. Maaf kalo sala eeee....Luji, sorri su omong lu pung adik bandel dong itu. Tapi baek suda. Karena si bonngo terus mengoceh tidak mau dengar teguran maka mungkin saya yg harus menegurnya...

2.Setelah menghilang beberapa hari, si bonngo datang lagi. Rupa-rupanya ketika menghilang dia sibuk cari-cari data. Ha ha ha ha...baek sudah. Artinya, sudah ada kemajuan. Beta pung ”kuliah” didengar si bonggo juga padahal dahulu dia sendiri yg ajak...ini blog bukan tempat pamer data.....ehhhhh, dia yg langgar janji...adooohhhh...sapa suka langgar janji eeeeeee.....malu dolo teee.... Tapi ya ampun eeee....dengan berbekal data PDRB 2006, itupun tahunnya sudah kadaluarsa 2006, yg berarti data faktualnya tahun 2004/2005 sesuai tahun pengumpulan data, si bonggo jadi PEDE untuk coba kasi kuliah seng beta tentang pengembangan pariwisata, kelautan an seterusnya. Aduh kawan eee....di beta pung tangan ni ada data yg ke beta bilang itu, indeks dominan sektor, indeks ketergantungan sektor, CCR dan sejenisnya yang merupakan bentuk pengolahan lebih jauh dari data-data mentah seperti income per capita, pdrb, jumlah penduduk dan sejenisnya. Saya tidak mau pamer data, karena nanti ke kawan satu (sapa koooo) yg su janji sonde pamer data di blog eh tau-tau dia yg pameran pembangunan ha ha ha ha ha ...tapi nanti beta buka sedikit.

3.Data PDRB dan sejenisnya itu, menurut ilmu sosek, pengembangan wilayah dan yg disiplin yg sejenisnya adalah data mentah yg baru penggunaannya terbatas. Dalam disiplin ilmu-ilmu yg beta bilang, data-data mentah disebut sebagai cara pemenuhan syarat kecukupan analisis. Masih ada syarat-syarat lain yg disebut sebagai syarat kelayakan dan adoh masih banyak lagi yg kalo diungkap su macam ke blognya bigmike tentang bahan kuliah. Nah, supaya ama bonggo tahu saja di tangan beta dan kawan-kawan, termasuk bigmike, data basis yg dimiliki adalah data NTT dalam angka tahun 2007. Lalu, data-data primer yg diambil dari kabupaten kota yg diambil secara sampling adalah data Januari-Juni 2008. Dalam pengolahan data, kami menemkan fakta bahwa pertanian masih mendominasi indeks dominan sektor di NTT (mendekati 1.0). Indeks ketergantungan sektor menunjukkan bahwa indeks sektor pertanian masih sangat dominan (mendekati 1.0). Sektor-sektor lain seperti industri, jasa dan lain-lain masih sangat kecil. Apa artinya ini? Orang NTT masih hidup karena pertanian. Sektor lain yg akan dikembangkan masih sangat terkait sektor pertanian. Ini adalah fakta. Jadi, tidak seperti kana (ini pasti luji pung adik karena kitong pernah chatting dan dolo beta deng mata kepala liat dorang kena kosi dari si ama luji yg sok galak itu ha ha ha) yg menduga bahwa saya tidak melihat fakta. Semua yg saya bicara adalah fakta. Data kadaluarsa yg dikutip si bonggo itupun jelas-jelas menunjukkan fakta. Org NTT masih tergantung pertanian. Jadi, beta mau bilang, kalo data baru ada PDRB, jangan sekali-kali dipakai untuk kasi kuliah orang yg punya data yg jauh lebe banyak. Itu namanya sok pamer data padahal yg dipunyai adalah kekonyolan. Eh, bekin malu orang NTT saja si bonggo ini.

4.Jadi, perbedaan saya dan si bonggo bukan pada fakta atau apa tetapi pada cara memaknai fakta. Si bonggo maloi ......eh itu laut luas kenapa ko sonde dikembangkan......eh, alam ntt bagus kenapa ko sonde pariwisata......eh, itu el nino bekin nnt kering kanapa ko bekin abis doi bangun pertanian....ha ha ha si bonggo lupa bahwa climate change memebuat laut managmok udara mangamok....sekarang (ini fakta silakan telefon tanya org yg tinggal dikupang) sudah 1 minggu TIDAK ADA FERRY yg melaut....lantas si bonggo mau kirim orang wisata dari kupang ke flores pakai tenaga dalam ko?????? Pesawat kecil-kecil, jadwalnya terus berubah karena gangguan cuaca membuat penundaan di sana-sini. Ulang lagi, apa si bonggo mau kirim wisawatawan dari flores ke sumba pake kulit kacang ko? Su pernah pigi Mutis ko blom? Dia pun alam terlalu mantap tapi jalanan ke mutis terlalu....rusakkk...itu fakta. Nanti bonggo bilang lagi, eehhh bangun jalan to.....ente pernah tinggal di NTT ko sonde....tau ko sonde bahwa masalah tanah, apalagi di masa reformasi, bisa membuat orang dipenggal kepala. Mau kasi berdiri korem di Maumere saja sudah 2 tahun terkatung-katung gara-gara tanah. Mau kasi bediri markas kodim di dekat mutis su 3-4 tahun sonde jadi-jadi. Apalagi GMIT su kasi keluar suara gembala yg pro rakyat. Bigmike yg pernah meneliti 2005 dan mendukung ide pengubahan status cagar alam mutis menjadi taman nasional, dengan status ini pengembangan kawasan bisa lebih baik, dicari-cari orang untuk dibereskan. Berapa mahal social cost yg harus keluar untuk sarana-prasaran guna dukung si bonggo pung gagasan?. Bonngo punya data ko tidak. Jangan-jangan ama muncul dengan data PDRB lagi nan....ha ha ha ha ha...bta su sonde tahan mau katawa lagi ni.....Di lain pihak beta berusaha memahami fakta lebih sistematis menurut ilmu yg beta punya. Kalo memang bonggo punya ilmu lebe canggih yg bisa memaknai fakta atas dasar duga-duga suka-suka....nah bagi beta dolo tapi kalao muncul dengan model PDRB adoooohhhhh...lebe bae tar usa sa...biar beta tetap bodok saaaa....

5.Nah sekarang bagian akhir, saya rasa bonggo bermaksud baik....ntt terbukti tidak berhasil dengan pertanian. Maka ubahlah, jangan pertanian lagi tetapi yg lainnya....itu gagasannya kan. Saya juga mau begitu tetapi....orang Rote bilang .......tehuuunnnnn....Begini sodaraku: ada data lain yg beta punya meski sektor pertanian di NTT dominan tetapi nilai indeks CCR sudah mendekati 1. Apa ini? Sumberdaya lahan sudah tidak bisa lagi diandalkan (jangan buru-buru potong bilang...nah beta su bilang kan....jangan dolo biar beta bekin kelar) jika dikelola dengan cara yang sama. Apa maksudnya cara yg sama? Pertanian di NTT 97.6% masih dikelola dalam corak subsistensi. Pola lama menyebabkan kerusakan lahan yg gawat (75% lahan kritis). Lantas hasilnya hanya untuk makan. Inilah fakta yg dihadapi oleh Fadel M di Gorontalo dulu. Maka dia rubah, pertanian dibikin market friendly. Lantas jagung jadi komoditas utama, dalam tempo 5 tahun gorontalo makmur dia dipilih lagi sebagai gubernur dengan angka fantastis suara hampir 90%. Apa artinya? Fadel yg pengusaha minyak, mobil dlsb ternyata masuk ke pertanian karena sebagian besar masyarakatnya adalah petani. Hasil analisis data kami dengan menggunakan model liner programming, bigmike bertanggung jawab untuk analisisnya, menunjukkan bahwa semua sektor perlu dikembangkan tetapi pertanian paling kuat. Paling dominan. Lantas kami bekin model kesimpulan: pertanian diubah arahnya ke arah yg lebih ekonomis lantas pada tahap berikutnya diarahkan untuk menjadi agroindustri dan pada akhirnya, pada sendi-sendi masyarakat yg jauh lebih market oriented berbagai impian di depan lebih mudah untuk diraih. Inilah alasan mengapa saya pindah ke carpe diem. Bekerjalah dengan apa yg ada padamu hari ini nanti semua akan berkembang jika direncanakan dengan baik. Anda tidak bisa membangun dengana mengabaikan budaya. Anda mengubah NTT menjadi lebih ke laut tiba-tiba? Yg akan kaya adalah orang-orang bugis. Kerusuhan 1998 menunjukkan jawaban yg pas. Anda ingin membangun pariwisata tiba-tiba? Baik juga tetapi anda siap ko kalo si eklopas tiab-tiba su cet rambut warna-warni ke kode sambil omong iggris bukan, timor bukan. Dia su jadi orang aneh. Bonggo mungkin akan bilang, ....ya semua harus bertahap......maka jawab saya dengan analisis yg saya punya: kita mulai semuanya dengan apa yg ada, yaitu pertanian. Apa itu sektor pertanian? Tanaman pangan, peternakan, perikanan, kehutanan. Yang ama kasi contoh tentang hutan bigmike, potensi perikanan itu adalah pengertian pertanian dalam arti luas. Dan angka PDRB NTT yg ama kuti itu sudah menunjukkan semua itu. Adooooooohhhhhh......ama ini karmana....mau kasi ”kuliah” seng beta sambil pamer hutan dan ikan.....ternyata sonde tahu bahwa pertanian sudah meliputi itu semuaaaaaaaa......adoooooohhhh bekin malu orang NTT sa lu ni......
6. Tentang Prof. James Fox. Pada tahun 1983-1990, saya bekerja untuk suatu proyek besar Undana yg dibaiayai olef Ford Foundation. Proywk itu namanya KEPAS (kelompok peneliti agroekosistem). Prof Fox adalah supervisornya. Kali pernah sama-sama di lapangan dan salah satu kesimpulan kerja kami persis seperti yg diomongkan leh si bonggo. Tapi kesimplan si bonggo, jauuuuhhh....ha ha ha ama lagi-lagi kecele....karena saya merupakab bagian dari kesimpulan yg ditariknya. Apa sebetulnya kesimplan itu? Ya seperti yg kami simpulkan dalam enelitiana 2008 ini. Bayangkan kesimpulan dari tahun 1980-an tidak diikuti pemda dan akibatnya struktur ekonomi NTT didominias pertanian subsisten...Pada konferensi internasional tentang GIS di Undana bulan Mei, Prof Fox memberikan makalah, kamipun memberi makalah di formu yang sama dan dia masih pada kesimpulan kami di tahun 1980-an...sori...tentang inipu tampaknya ama bonggo tafiti lagi...he he he he

7. Akhirnya, beta kira kita ikuti sudah anjuran bigmike dan paul (he he he beta su bisa duga paul sapa karena si bos deng beta adalah org – org pertama yg ama luji kastau bahwa sudah punya blog ha ha)....kitong carpe diem...kita diskusi di lain topik karena pada topik ini ama terlihat payah..

7. Tentang

(A9ust)

Anonim mengatakan...

Upssss...sori...

8. Tentang ucapan-ucapan kita yg terjadi selama diskusi saya kira tidak usah dimasukkan ke dalam hati. Carpe Diem sajalah. Syalom (A9ust)

Anonim mengatakan...

Memang seharusnya diskusi ini diakhiri karena sudah agak ngawur, terutama si bonggo. Stop sudahlah kita pindah. Tuh sudah ada posting baru (widyanto)

Anonim mengatakan...

Mas bonggo, udahan dech ya. Pusing melihat diskusi untuk diskusi seperti ini. Bagi gw ujungnya udah ketahuan. Inilah gambaran Indonesia, ngomong revitalisasi pertanian malah rajin beli beras dan menarik subsidi pupuk. Akibatnya harga pupuk melambung sampai ke ujung langit. Tuh, bigmike udah ngasi posting baru tulisannya NK (Nana)

Anonim mengatakan...

@hey all

Walau saya sudah 'pamitan' disini, saya 'harus' nongol lagi. Saya menghargai ajakan rekans untuk menghentikan diskusi disini, antara @bonggo dan @agus, tp saya harap rekans tetap memberi 'ruang' untuk mereka melanjuti debat mereka, kalau mereka masih mau lho ya. Toh ini forum kebebasan. Ini ruang 'publik' dimana kita bebas membaca atau tdk. Yang tdk suka, minggir saja. Posting ini juga sudah lewat masa edarnya. Kalau mau negur, harusnya dari awal ketika si a9us membawa diskusi lama ini kesini.

Hal 'buang kata' @bm, kita jangan mengartikan macam2 deh. Kalau memang dia merasa sudah tdk pantas diskusi ini dilanjutkan, biarkan dia sendiri katakan itu. Kita jgn jadikan @bm macam tuan soeharto di era orba dahulu hanya saat menerima laporan inter apakah si a di 'singkirkan' dia hanya senyum dan senyuman itu diartikan 'iya.'

Saya sendiri sudah tidak ingin lagi ikutan debat ini. mengapa? Karena 'para katak' dalam tempurung tdk mau geser dari data. Pada point ini saya setuju dgn nana. Mau data hebat macam apa juga, ironinya beras kita impor, pupuk hanga tinggi selangit, rakyat makin susah. Dan pada poin ini juga saya harga pikiran @bonggo. Paling tdk dia sedang mengajak kita untuk menarik kepala dari dalam tanah dan memandang 'keluar.'

Begitu saja.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@ NK

Siapa bilang saya tidak mengajak berpikir "keluar". Yang saya bilang adalah:

1. Kita belum bisa secara tiba-tiba berpindah arah. Sakit NTT terlalu parah untuk tiba-tiba diajak berlari dan bermain sepak bola. Semua yang si bonggo mau bisa dicapai secara BERTAHAP. Dan langkah pertama, kita mulai dengan APA YG KITA PUNYA, Pertanian.

2. "Penyakit" pertanian di NTT adalah amat sangat bersifat subsisten. Berganti pemerintah, hal ini tida pernah berhasil diubah. Fadel M di Gorontalo, sekali memerintah bisa mengubah hal semacam ini. NTT harus bisa merubah pertanian ke arah market oriented. Itu pekaerjaan tahap awal. Dengan Argobisnis dan nanti agroindustri, semua mimpi bonggo dan kita semua bisa terwujud.

3. Pesan saudara Nana jangan anda "pelintir". Point Nana adalah: perhatikan pertanian jangan hanya pidato. Kalau saudara setuju dengan Nana agar pupuk dan harga beras diperhatikan maka: MULAI PERBAIKI PERTANIAN. Mulai dari pertanian, yang lain kita rengkuh.

4. Dalam teori, dan juga dalam praktek penghitungan PDRB, PAD dlsb, PERTANIAN meliputi pertanian tanaman pangan, peternakan, kehutanan, perikanan. Jadi, kalau si bonggo bilang mulai garap perikanan maka itu artinya mulai garap pertanian. Persoalannya adalah si bonggo tidak mengerti bahwa perikanan adalah sub-sektor daro pertanian. Anda juga kayaknya buta kenop dengan fakta ini maka buru-buru puji si bonggo sambil mengata-ngatai yanga lainnya.

5. Anda suka sekali muncul sebagai, seolah-olah problem solver. Kalau itu anda ingin lakukan maka lakukan secara berimbang. Jangan berat sebelah. Anda tampak tidak membaca baik-baik komentar terakhir saya langsung main promosi si bonggo. Dengan cara begini, kata "katak" jelas-jelas anda arahkan kepada saya dan norman. Wah, Cara begini akan membuat orang semakin giat bertengkar. Dan ini yang saya lihat. Untuk itu saya mau pakai perumpamaan yg lain: jangan menjadi seperti katak yang ingin menjadi lembu. Badan katak tapi paksa diri maun jadi lembu. Akhirnya, tewas.

6. SAya kasi tahu anda, bigmike meminta saya untuk posting artikel, saya belum mau karena saya masih kuatir akan komptensi saya. Anda in i lain. Dengan dasar slogan Amerika, bebas apa saja, anda rajin menulis. Tetapi modal anda mempertahankan pendapat-pendapat anda cuma kemauan untuk bertengkar dengan kata-kata kosong, bertngkar, bertengkar dan ..terus berengkar...sambil menunggu orang lain lelah. Ketika mereka lelah, anda akan umumkan....saya menang. Di Indonesia kami punya istilah BONEK. Penulis tipe anda itulah.

7. Pada butir di atas, saya sangat mengacungi jempol kepada sahabat saya, bigmike. Apa yg ditulisnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Bigmike bukan tipe BONEK yg asal mau tulis. Dia pantas jadi Doktor. SAya doakan cepat jadi Profesor. Kami tumbuh bersama tetapi dia mampu berkembang ke arah multikompetensi dan multikapabilitas. Maka, tidak salah, bahkan sudah seharusnya, bigmike bisa bertindak sebagai moderator yg baik. Tidak selalu harus berbicara. Cukup dengan diam kita bisa menafsir apa maksudnya. Kadang-kadang cukup dengan melihat moto blog, pesan di atas kotak komentar, isi posting dan komentar dari BM kita seharusnya sudah bisa merasa. Nah, dalam kasus ini, BM sudah "buang kata". Moderator sudah berbicara. Pemilik blog sudah "meminta". Masa' kita sebagai "tamu" tidak perduli. Tamu macam apa kita ini? Atau beginilah yg anda dapat selama di Amerika. Jangan-jangan ini moto amerika: bebas bikin apa saja di "rumah" orang. Lebih cilaka lagi, tuan rumah ini adalah tuan rumah yg legowo memberikan ruang pribadinya "dipakai" kita. Tuan rumah ini adalah ...ah itu sebabnya saya agak bingung dengan sikapnya. jelas-jelas tulisannya sudah "dicuri" orangpun, dia hanya diam. Mentang-mentang dia diam maka kita boleh berbuat apa saja? Apakah karena dia diam maka kita boleh seenaknya. Di Kupang kita bilang : "tau diri dolo te"

8. Karena prinsip "tau diri dolo te", maka saya mohon pamit dari diskusi di topik ini. Minat saya sudah 0. Empty. Sampai ketemu di lain topik.

...mau mandi pi kantor...awe luji lu pung gara-gara beta skarang rajin buka internet. Beta pung tagihan rekening naek lu bayar eeee...ha ha ha....Carpe Diem (A9ust)

Anonim mengatakan...

@ A9ust

Anda saya lihat cemerlang. Anda jernih berpikir meski agak emosional. Hemat saya, anda tidak usah meniru gaya-gaya provokator itu. cobalah pelajari gaya bigmike. Tenag, tajam tetapi ketika perlu bisa sangat keras. Saya punya pengalaman dengan NK. Mengata-ngatai orang dia mau dan jago. Tapi kalau keada dibalik, dia marah. Dia juga ternyata pendendam. Lihat saja, ketika memberi komentar balik di postingnya tentang Amerika, saya yg tidak ngomong apapun, "dihajarnya juga. Lihat saja, nanti kalau dibacanya komentar ini, maka beragam komentar balik yg sinis akan berhamburan. Tapi memang tipe oranag seperti ini tidak usah terlalu serius. Cape diem saja nanti dia capek sendiri.

Oh, iya saya juga "korban" bigmike. Selalu rindu untuk balik ke blog ini meski selalu diganggu oleh BONEK-BONEK ha ha ha ..Carpe Diem (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@a9us

He he... hebat juga si 'bapa tua' bs melihat anda yg emosional.

@syamtua

Anda ini manusia tipe langka bin ajaib. Saya diam, anda katakan saya nakal dan urakan. Saya sentik dikit, anda bilang saya bonek, provokator dan pendendam. Moralitas ini yg beking indonesia paiiiyah.

-nk-

Anonim mengatakan...

Oh NK ada ya,

A9ust emosional tapi jernih berpikir dan dia benar....Carpe Diem...ha ha ha (Syam)

Anonim mengatakan...

@ Syamsudin,

Terima kasih dukungannya. Tapi anda keliru karena saya tidak emosi (sedikit-sedikit memang ia tapi kata bigmike manusia berhak atas semua rasa. Betulkan? ha ha ha). Dalam bahasa Kupang, saya cuma "maen karas" karena kawan-kawan kita itu bukan diskusi tetapi "menghina". Saya ikuti betul nasib anda sejak evolusi. Sayapun akan menyusul dibegitukan tapi saya setuju dengan anda, saya mau tiru bigmike...Carpe Diem

(A9ust, sudah dikantor, bigmike belum kelihatan batang hidungnya. Dasar pemalas ha ha ha)

Anonim mengatakan...

Ha ha ha...

Beta sadar sdh terlalu keras thd Pak Agus. Saking kerasnya, sampe su kabur ke ruang carpe diem-pun, msh dikejar dan bonggo jg. Bikin Pak Agus panik dan mulai maen tuduh. Kasian Bung Vecky Riwu Kaho yg namanya jd terbawa-bawa. Kasian jg bigmike, yg kebuka rahasianya oleh Bu Agus. Rupanya, bigmike yg lembut itu dr dulu adalah pelaku kekerasan dlm rumah tangga. Mnrt Bu Agus, korbannya adalah adik2 bigmike.

Eh, Bu Agus, panik boleh ma jang ke org mabok lalu firuk sana-sini sembarangan... Bu Agus jg musti jg moralitas dosen, jd jgn bikin info menipu bhw beta menghilang beberapa hari, pdhl cuma sabtu beta ga s4 mampir ke blog ini. Jgn jg tertipu dg pendapat @Syam yg bagai silet krn mana ada org emosi tp pikiran jernih. Buktinya, yaa Bu Agus sendiri.

Beta menyesal jg, ternyata Bu Agus ini tua2 msh terpancing emosi jg dan terlibat perilaku memalukan di atas. Mustinya dosen hrs bs JAIM (jg imej), jgn maen kosi (kupang: tendang) org laen dg alasan apapun, mentang2 lbh tua. Itu jaman kitong masih kecil2, tp skrg, maen kosi hanya bikin malu saja.

Beta lia Pak Agus mmg su panik. Knp? Krn ketahuan rekomendasinya tdk solutif bg dilematis NTT yg terus bangun pertanian, tp malah semakin miskin. Rekomendasi utk prioritas pd sektor pertanian bukan brg baru dan tak merubah kemiskinan NTT. Normanpun dlm tulisannya hanya sekedar minta perhatian lbh serius, tnp bermaksud dijadikan prioritas. Ini lbh cerdas ketimbang ngototnya Pak Agus, mentang2 punya data dan merasa diri pakar pembangunan hanya gara2 S2 Sosek.

Nah spy jgn makin OOT, mk tanggapan beta utk komentar terakhir dr Bu Agus, ada di ruang tulisannya Norman. Yg penasaran, silahkan kembali ke tulisan norman.

-bonggo-

Anonim mengatakan...

@ Bonggo,

Sudahlah anda sama sekali tidak membantah satupun argumen A9ust. Anda cuma mengulang-nguang tiak setuju pertanian tidak usah diprioritaskan TANPA argumen. Setelah data PDRB kadaluarsamu dimentahkan ehhh..tanpa malu anda balik lagi ...tanpa malu hanya menceracau. Anda hanya mengoceh tidak tentu arah. Anda rupanya tidak belajar juga. Setelah, ditegur bigmike gara-gara omongan ngawur anda yg menuduh bigmike sebagai pedagang eh...anda ulangi lagi adab itu di sini. Sudahlah KAMI BOSAN DAN MUAK membaca komentar saudara. Cerdaslah sedikit. Jangan kempunganlah. Kurpik (Ghentenx)

Anonim mengatakan...

@ Bonggo,

Saya setuju dengan Ghentenx, kalao anda emang cerdas dan tidak buang omongan yg bikin muak, cobalah beri argumen pada pendapat A9ust bahwa "pertanian yg dibangun sekian lama terlalu bersifat subsisten" oleh karena itu perlu dibikin lebih "market oriented" kayak si Fadel. Coba juga anda berargumen bahwa perikanan adalah bagian dari sektor pertanian yg berarti membangun perikanan adalah membangun pertanian. Coba juga anda berargumen bahwa perubahan mendadak tida beresiko budaya apapun, yg kerugiannya bisa tidak terkira, bagi NTT.

Tanpa argumen-arumen di atas, anda sungguh memalukan dan memuakkan. Anda tidak lagi mengindahkan suara para bloggers yg meminta anda berhenti mengoceh ngawuran. Coba anda catat baik-baik, berapa suara yg sudah meminta anda untuk lebih cerdas. Dari pada anda lebih memalukan lagi STOP (Proxy73)

Anonim mengatakan...

Si bonggo malu-maluin nih...asal mau ngomong. Enggak ada argumen. Cemen dan ...malazzzz nih gw (Erick)

Anonim mengatakan...

He he he....

@Genteng re-thaxks
Ente lg ngigau yaa... Pasti gara2 kecapekan kerja... Bangun dan cuci muka sanaahh...

@Proxy73
Anda ini mnrt istilah SGT-nya bigmike, "mata kelamis". Tuntutan anda itu sdh sy berikan sejak kemarin di tempat yg seharusnya, yaitu ruang komentar thd tulisan norman. Knp seharusnya, krn Pak Agusmu itu kabur dr sana ke sini, shg di sini kita jd OOT (out of topic)semua. Sayangnya, krn mata kelamis, ente gak baca keterangannya maen nyrocos... Ato jgn2 ente lg kena tolakan... Ngerti tolakan, domawo?

Sdh sy bilang, Pak Agus idolamu itu, misorientasi dg ngotot usul prioritas pembangunan NTT di sektor pertanian.

Pertama, faktanya pembangunan pertanian tdk pernah membawa hasil positif bg perekonomian NTT.

Kedua, data Pak Agus ttg ketergantungan rakyat pd pertanian, tdk harus disimpulkan sbg perlunya prioritas pembangunan pd sektor pertanian.

Ketiga, prioritas pd pertanian berpotensi makin membuat ketergantungan NTT pd sektor pertanian makin tinggi (skrg aja sdh >40%). Pdhl laporan BPS menyebutkan bhw ketergantungan sangat tinggi ini telah mjd bumerang krn ketika iklim mengganas, tjd gagal panen dan ujung2nya laju pertumbuhan malah negatif. Investasi besar utk pertanian tdk mendatangkan devisa, malah rugi terus-menerus.

Keempat, dlm manajemen pembangunan, utk lbh menggerakkan ekonomi mk pola tradisional mengandalkan pertanian hrs digeser ke prioritas pd sektor industri dan jasa. Krn itu, gini hari msh ada org yg sambil tenteng data trus ngotot bertahan dg strategi pembangunan yg tradisional, sungguh layak ditertawai.

@Erick
Trims sy dianggap malu2in. Di era dunia penuh dg org gila mmg sing waras ngalah. Knp?

Saya bukan dosen yg kerjaannya mmg cari data. Dan bg sy, mengagungkan data adalah perilaku aneh. Bukan krn data tdk penting, tp yg lbh penting adlah interpretasi, kesimpulan, dan rekomendasi. Di sinilah analytical skill dipertaruhkan.

Pak Agus anda itu, sok dg data terbaru dan angkuh melabel data org laen kadaluarsa. Pdhl beliau tdk ngerti data kadaluarsa itu apa. Lalu ternyata dg data terbaru milik beliau itu, trendnya ternyata gak beda dg series data 10-15 tahun lalu. Krn itu, beliau sendiri lalu berpendapat demikian:
"4.Jadi, perbedaan saya dan si bonggo bukan pada fakta atau apa tetapi pada cara memaknai fakta."

Anda kan bisa menilai, perilaku begini malu2in, gak? Ingat, sy ini bukan guru jd tdk ada kwjbn utk prove moralitas Guru di sini.

Lalu, anda jg bs cek pernyataan2 beliau di sini dan di ruang komentar thd tulisan norman. Wkt sy kasi gagasan pengembangan potensi kelautan kayak di maluku dg unpatti-nya, beliau ngotot nolak dg alasan laut ganas, nelayan tdk bisa melaut.

Tp, setelah sy kasi data kadaluarsa dr situs milik BPKM Pusat dan informasi "kadaluarsa" dr SMERU bhw pertanian NTT terlalu bergantung pd subsektor tnmn pangan dan peternakan, beliau berdola-dali begini:
"Apa itu sektor pertanian? Tanaman pangan, peternakan, perikanan, kehutanan. Yang ama kasi contoh tentang hutan bigmike, potensi perikanan itu adalah pengertian pertanian dalam arti luas."

Ente lihat ada inkonsistensi dlm berargumen di atas? Menolak potensi kelautan dikembangkan dg alasan alam yg ganas, dan belakangan ditambah alasan yg primordial krn takut org bugis yg kaya jk NTT mengembangkan kelautan. Dosen msh berpikir primordial begitu? Yah silahkan ente menilai sendiri.

Jadi, Boss. Jgn liat gaya aksesoris dlm berdebat yg mmg kadang bikin jengkel. Tp liat esensinya. Jk sdh terbukti mengandalkan pertanian membawa pertumbuhan NTT mjd negatif, knp maksa? Apalagi dr data2 yg ada jelas bhw pertanian NTT rentan thd "ganasnya" iklim. Lalu, pengalaman di mana-mana menunjukkan persyaratan utk pertumbuhan positif hrs prioritas pd industri dan jasa, knp ngotot terus di pertanian?

Mau ngomong agroindustri? Singkatan dari agro-based industry. Artinya, industri berbasis pertanian sbg pendukung utama dg target2 khusus bg sektor2 non-pertanian. Industri berarti ada ukuran standar mutu yg wajib. Artinya semua stakeholders pembangunan suka ato tdk, bakal diikat oleh target kinerja dlm segala hal. Anda tau kelemahan pembangunan yg msh mengandalkan pola tradisional spt pertanian misalnya? Bekerja seenaknya tnp ada target kinerja yg jelas krn yg dipikiri cuma bgmn sekedar bs makan. Pola tradisional yg diusulkan Pak Agusmu itu, hanya menghasilkan manusia pemalas dan bekerja seenaknya tnp target, apalagi musim dingin tiba dan laut mengganas. Lalu semua berpikir utk ambil kursi PNS yg terbatas jk ingin bekerja. Lalu ketika kebutuhan riil tdk lg sekedar pangan tp jg sandang, pikiran org2 pemalas dan kehabisan ide kreatif ini jg sekedar kepentingan pribadi yaitu "korupsi". Fadel Muhammd diangkat sbg cth prioritas pertanian. Inilah misorientasi, krn yg dilakukan fadel adalah prioritas pd industrialisasi dg pertanian sbg pendukung utama. Bukan sebaliknya spt pikiran Pak Agusmu itu.

Lalu, apa kira2 alasan anda utk bilang bhw pemikiran dan gagasan saya adalah sesuatu yg malu2in? Anda sendiri punya gagasan apa? Tp OK-lah. Sing waras ngalah... Sy nonton sj, yg merasa tdk malu2in punya gagasan apa utk pembangunan NTT-nya yg makin miskin itu.

-bonggo-

Anonim mengatakan...

@ bonggo

Anda betul-betul TIDAK PUNYA RASA MALU. Jangan-jangan anda menjadi terobsesi sama kawan A9ust dan itu dinamakan sebagai delusi. Apa itu delusi? GILA (Proxy73)

Anonim mengatakan...

@bonggo

Menghadapi @proxy73, sdh tepat prinsip anda, "sing waras ngalah".

Saya sarjana pertanian tp bisa maklum dg gagasan anda. Sy kira bs jd krn sy sdh lbh dr 10 thn merantau keluar dr NTT, jd dr luar bs menyoroti bgmn para pemain bola di lapangan NTT begitu kocar-kacir tnp strategi pembangunan yg tepat menghadapi tuntutan alam yg makin ekstrim serta tuntutan ekonomi lokal yg tdk lepas dr tuntutan domestik dan global.

Tp nasehat sy, sebaiknya anda kurangi artifisial debat yg gampang mengacaukan konsentrasi org laen bukan pd substansi gagasan anda, tp pd personal. Ini kl anda berminat agar org laen bs mengomentari gagasan anda scr obyektif, bkn sekedar memaki2 anda krn kawan mereka anda kerjain.

@Proxy73
Terpaksa sy musti bilang bhw dr data komentar2 anda di ruang ini, anda hanya maki2 @bonggo demi mbela norman punya Om Agus. Termasuk maki dia sbg org gila. Sy jg tdk menemukan data komentar anda yg berisi gagasan tandingan, paling tdk menjawab tantangan @bonggo.

Krn itu, hati2lah... Cthi junjunganmu @Agus yg paling tdk sdh cb bicara pake data. Jgn sampe dlm emosi, krn terobsesi bela dosen anda, ato rekan anda, Bu oris, eh maksudnya Bu A9us, anda jd benar2 gila. Apalagi kita di sini hampir tdk ada yg pake ID nama asli.

Nasehat saya, yg wajar2 sajalah... Kl anda tdk setuju dg gagasan @bonggo, kemukakan sesuai tantangan dia. Jgn serang personal org laen, tp srang hsl analisanya sesuai data yg ada. Jgn cuma berkata-kata tnp data, apalagi sekedar mampir utk buang sampah kata makian, yg hanya bikin malu Bu Agus yg anda bela.

Sy di sini jg berusaha obyektif berkomentar, meski awalnya sempat dianggap memusuhi @nk dan @Syamtua. Semoga anda mengerti maksud sy.


(Wilmana)

Anonim mengatakan...

tuh apa gw bilang, perdebatan panjangggggggg terus. terbukti kan tanpa akhir. inlah repotnya kalau udah punya keyakinan dia yang paling bener gak bakalan tuh bergeser sedikitpun padahal apa yang dijelaskan sama kawan a9ust udah pas eh si kawan tetep gak mau ngakuin juga. udahlah kawan bonggo anda gak perlu lagi berdola-dali sama pendapat anda soalnya kita "yang waras" pun tahu anda sudah kalah. so gak hanya ada indonesial tapi juga bonggosial. bener gak? hei kawan a9ust gak usah ladeni lagi deh kawan bonggo nanti cuma bisa berputar-putar gak jelas. bener juga kan apa yang dikatakan sama bonggo pasti diamini juga sama si wilmana. apa yang gw bilang.. carpe deh eh... maksudnya cape deh(gedha, jkt)

Anonim mengatakan...

eh salah ngetik gw. diatas barusan comment dari gw (degha, jkt)

Anonim mengatakan...

Ini si bonggo bener-bener dahhhh....elo ngerasa kagak bahwa elo baru bisa agak terarah ngejawab si A9ust setelah "dipandu" alias "diarahin" si Proxy7....weeeeehh...weehhh.....dasar enggak tau diri emang...ha ha ha wakakakikikik....(Erick)

Anonim mengatakan...

Mumpung msh on-line...

@degha

Saking warasnya, anda sampe salah nulis ID palsu anda jd gedha.

Dari data komentar2 anda di sini, sy liat anda jg mirip2 dg @proxy. Bikin tuduhan "tdk waras" hanya utk membela kolega undana, apalagi sy tau org2 undana skrg lg eforia dg hotspot gratisan. Ada fenomena mnrk di sini, jk hotspot undana dan jaringan sejenis di kota kupang, mogok. Mk blog ini sepi nyenyet. Hanya2 member non-undana, ato yg nekat bayar line telepon telkom dan seluler, ato luar kupang yg muncul di sini.

Krn itu, ketimbang menyerang personal @bonggo. Obyektif sajalah sesuai tantangan @bonggo. Anda punya gagasan apa ketika mbaca data Bu Agus? Kl cuma ikut2an Bu Agus, mk sy yg ikuti perdebatan mereka justru melihat gagasan bonggo itu lbh menarik.

Gagasan Bu Agus itu, bg sy yg org pertanian jg, bukan brg baru. Hrs sy akui itu tdk cocok dg fakta hsl pembangunan pertanian NTT yg bikin laju pertumbuhan negatif. Sbg org pertanian juga, sy pilih utk ngaku jujur bhw potensi pertanian NTT itu mmg sebaiknya dikembangkan utk kebutuhan industrialisasi agar lbh pasti utk dongkrak laju perekonomian NTT. Persis spt yg dilakukan Fadel Mohammad dg potensi pertanian Gorontalo.

Jd kl anda dukung Bu Agus, yaa kasi gagasan baru utk bs meyakinkan org2 spt saya ini. Satu per satu interpretasi si bonggo itu anda koemntari, bagian mana yg anda tdk setujui dan bertentangan dg data yg ada. Jgn hanya sekedar sebar sampah makian bg lawan debat Bu Agus itu. Ketahuan bhw anda dan @proxy, kawan2 Bu Agus lainnya itu cuma sekedar kasi dukungan moril pd Bu Agus sekaligus beri tekanan moril pula pd @bonggo. Sy prihatin sekali dg sikap tdk jentlemen kalian ini.

@bonggo
Inilah akibatnya jk anda melawan dosen. Mk jgn kaget jk sesama dosen dan mahasiswa Bu Agus akan emosi sm anda.

Tp saran sy, tdk perlu balas lg dg caci-maki, krn ntar gara2 Bu Agus kabur ke sini, ruang Carpe Diem ini lalu jd kotor oleh kata2 "makian" kalian. Tunggu saja, kl mmg ngerti masalah ini, hrsnya mereka bikin gagasan tandingan, paling tdk alasan2 anda dikupas dan ditunjukkan pd bagian mana yg mereka anggap tdk benar. Kl tidak, yaa sudahlah... Artinya benar, mereka cuma emosi krn rekannya anda kerjain.

@erick
Sbg sesama org Jakarta, sebaiknya jgn ikut2an jd tukang kompor. Kl dukung Bu Agus, kasi penguatan thd gagasan berikut alasan2nya. Kl anggap bonggo tdk benar, uraikan bagian mana itu, knp ama tdk setuju dg alasan itu.

Krn dlm situasi politik serba culas begini, semangat korps lbh diutamakan. Sy tdk kaget jk org2 undana pada dukung dosennya dg kasi tekanan moril kpd bonggo. Sy prihatin, tp mo bilang apa lg. Mmg begitu penyakit org NTT

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

Saudara bonggo, tahanlah dirimu. Keadaan mulai agak ngawur (Patrice)

Anonim mengatakan...

@bonggo

Mungkin sdh saatnya sdr berhenti disini. Saya setuju dgn @partice yg beradab meminta sdr untuk menahan diri.

Salam - nk

Anonim mengatakan...

heran yah.. gw lagi ngomentarin kawan bonggo tapi kayaknya si wilmana yang kesel neh. he3x. udahlah kita santai-santai aja deh, daripada kita lanjutin perdebatan tiada henti ini tanpa ujung. sekedar saran aja, orang yang "besar" itu yang bisa mengakui "kekalahannya". (degha, jkta)

Anonim mengatakan...

@atas

Sdh dikasitau msh pura-pura gak mudeng jg, yaa sdh... EGP!

(Wilmana)

Bigmike mengatakan...

Sahabat blogger terkasih,

Saya ingin berbagi ceritera dengan anda. Ceritera ini sungguh-sungguh terjadi. Tidak direkayasa. Tidak dikarang, Sungguh-sungguh terjadi. Begini.

Minggu kemarin saya diminta oleh seorang teman senior di Undana, seorang doktor dalam bidang ilmu geografi, untuk mendampingi tim studi AMDAL yg dipimpinnya mengenai proyek Hutan Tanaman di kawasan 71 ribu Ha Pulau Sumba, NTT. Mengapa saya dilibatkan? Menurut beliau , sudah 2 kali dokumen KA (kerangka acuan) didiskusikan di BAPEDALDA NTT tetapi mentok. Mengapa mentok? Ternyata adalah ini, yaitu adanya seorang angota tim Teknis di Bappedalda, seseorang bergelar doktor dalam bidang ilmu pengelolaan sumberdaya alam (ternyata sahabat saya juga), yang menolak - sama sekali menolak - penggunaan sistem TEBANG HABIS dalam membuka kawasan hutan. Sahabat yg lain yg ahli sumberdaya alam ini berhasil mempengaruhi anggota tim teknis lainnya unuk menolak dokumen KA itu. Tagal itu, tim Amdal selalu kesulitan.

Setelah bertukar pikiran sejurus dua jurus dengan teman doktor ahli hidrologi (saya singat DAH) maka saya setuju ikut dalam group. Maka tibalah tanggal yg ditentukan untuk sidang kembali dokumen KA studi AMDAL. Dan, sampailah saat di mana kedua sahabat saya ini berdebat. DAH dan doktor ahli sumberaya alam (DASA). .... Wiiiuuhhh..terjadilah debat yg panas, amat panas...pakai berteriak dan gebrak meja. Sungguhan. Tidak direkayasa. Saya coba mmeringkas dengn versi saya:

DAH: kami akan menggunakan tebang habis untuk buka kawasan hutan

DASA: jangan coba-coba tebang habis karena saya 5 tahun studi di Sumba da tahu bahwa keanekaragaman hayati Sumba akan rusak habis-habisan

DAH: TIDAK. kami akan tetap menebang habis karena air tanah tidak terpengaruh.

DASA: TIDAK BOLEH. Tidak tebnag habis karena pohon x akan punah. Burung y akan punha. Tanah akan longsor..

DAH: POKOKNYA TEBANG. ANDA TIDAK TAHU APA-APA KARENA DENGAN PENANAMAN HUTAN AKAN PULIH LAGI PULA KAMI SEBENARNYA TIDAK MENEBANG HANYA MEMBERSIHKAN.

DASA: ANDA YG BUTA HURUF KARENA MEMBOLEHKAN TEBANG PADAHAL ANDA DOSEN DI PASCASARJANA UNDANA MAGISTER PENGLOLAAN SUMBERDAYA ALAM
DAN TAHU RESIKONYA TERHADAP KEANEKARAGAMAN HAYAT.

lalu...bbruukkkk...bbbruukkk...
...brraaakkkk...brakkkk...waahhhhh..

Lantas saya menggapai mike lalu saya pencet tobol ON minta waktu untuk berbicara. Seelah izin bicara didapat maka saya "berpidato" begini

DAH dan DASA tidak akan pernah ketemu karena yg satu berdiri di atas prinsip hidrologi dan yg lainnya berdiri pada prinsip keanekaragaman hayati. Saya mau menjelaskan kepada anda bahwa DALAM ILMU KEHUTANAN ada defensi bahwa dalam membuka hutan baru diperlukan tindakan teknik silvikultur, yaitu seni pengelolaan hutan berdasarkan sikul tebang, tanam, pelihara, tebang, tanam kembali dan penggantian. Istilah tebangan adalah istilah standard di dalam teknik silvikultur yg sejauh ini dikenal ada 5 metofe, yaitu tebang habis dengan permudaan buatan (THPB), THPA (a = alami, tebang jalur, TPTI, Tebang jalur dan sistem pohon induk. Jadi DAH keliru kalau mengatakan bahwa tidak ada penebangan. Tetapi DASA juga keliru karena yg dimaksudkan tebang habis itu tidak berarti bahwa kita datang ke hutan dengan luas 71 ha sambil bawa parang, api, pistol, senapan, bom atom, dukun santet lalu byaaarrrrr....selruh hutan kita ratakan. Tidak begitu. Hutan kita bagi dalam beberapa blog, lalu kita tebang secara bertahap. Penebanagn selalu diikuti dengan tindakan konservasi dan harus segera menanama. Ketika di blog awal petumbuhan sudah memadai baru penebnagn duilakukan pada blog berikutnya. Jadi, di atas hutan 71 ribu ha penebangan bisa memakan waktu sampai 10 tahun. Nah, meski demikian kesalahan DAH lebih sedikit karena topik pembicaraan kita adalah mengenai penebangan.

Maka...ooohhhhhhh......aduh kenapa bung mike tidak ikut dari awal sehingga kami tidak perlu berkelahi seperti ini??????

Nah, sahabat blogger terkasih anda bisa menangkap maksud saya? Ya anda betul. Saya bermaksud untuk mengatakan kepada sahabat baik saya A9ust dan Bonggo bahwa...heeeiiii...anda berdua sedang bertengkar dari sudut pandang yg berbeda. Si bonggo, menuut data yg saya punya adlah seorang konsultan bisnis perusahaan. Saya menduga, bidang kajiannya adalah ekonomi mikro perusahaan. Di sini juga harus ditambahkan bahwa kadang-kdang dalam dunia perusahaan, data bisa dikalahkan oleh intuisi. Maka, biar data bilang sulit tetapi sepanjang "bau-bau" untungnya terasa maka...dhezzzzzz.....gambling....berani ambil resiko....nanti bakalan untung....Sementara itu, A9ust, yang saya tahu, adalah ahli pengembangan wilayah yg memerlukan keterampilan kajian ekonomi makro yang kadang-kdang memang bersikap sangat hati-hati. Tanpa data valid dan reliable tidak boleh ada tindakan. Sangat berhati-hati. Lalu, keduanya bertempur.....cas cis cus cos ces...enggak ketemu-ketemu...Lantas, emosi, bandel, kepala batu, tidak mau menglaha maka....hilanglah rasionalitas dalam berargumen....CAS CIS CUS CES COS....Bising. Saking bisingnya, sahabat yg lain yg sedang merenung berhamburan keluar, takut masuk ke dalam blog....tapi ...heiii...lihatlah...ada sebagian bloggers karena merasa terusik permenungannya lalu ...marah dengan mata merah dan hidung mendengus.....arrrrggghhhhh...
Wuuuiiiihhhh...

Bonggo: ....mikorroooo..
A9ust : makroooo...
Sahabat blog lain : DIAAMMMMMM....

ha ha ha ha....

Maka sebelum anda berdiskusi maka ikutilah tips berikut ini:

1. Makan secukupnya dan berdoa secukupnya.
2. Pahami konteks pembicaraan
3, Pahami preposisi kawan diskusi
4. Bertutur argumentatif
5. Gunakan data secara cermat. Data bisa berupa angka (kuantitatif) bisa berupa kata-kata atau gambar-gambar (kualitattif)
6. Kontrol emosi
7. Perhatikan keadaan lingkungan
8. Yakinkan bahwa dalam diskusi tidak selamanya harus bersifat kalah-menang. Sometimes, kita mungkin hanya bisa saling memahami. Sometimes kita hanya bisa sepakat untuk tidak sepakat.
9. Rekam baik-baik hasil diskusi kita supaya tidak mengulang-ulang bahan yg sama
10. Simpan baik-baik rekaman diskusi. Bisa di dalam otak, di saku celana, di jok mobil, di bawah lemari pakaian, di kotak deposit bank, di...ah terserah anda sajalah..
11. Kembali ke point 1.

Ha ha ha ha

Begitulah sahabat terkasih, silakan anda simpulkan apa yg terjadi. Anda bebas menafsir. Anda bebas berpendpat sebagimana anda juga bebas berdiskusi sebab saya bukan polisi blog. Betul bahwa saya adalah pemilik blog tetapi anda adalah para pemegang saham lainnya. Oleh karena itu, mau ke mana arah blog ini (sangat santun, santun, biasa, kurang santun, kurang ajar) sepenuhnya di tangan anda semua. Saya hanya punya 1 hal, jia semua hal sudah running amat sangat keterlaluan crazy dan beyond help....akan saya hapus blog ini....beres....he he he he he...

Allah memberikan anda kebebasan untuk memilih. Ikut DIA atau tidak mengikuti DIA. Lengkap dengan resikonya masing-masing. Maka sayapun hanya bisa memberikan itu, yaitu kebebasan. Dengan segala resikonya yang harus dipikul. Termasuk oleh saya sendiri.

Terepas dari itu, saya mau mengucapkan banyak terima kasih karena...anak saya si Norman mulai bisa mengaktualisasaikan pikiran-pikian intelektualnya. Dia menjadi rakus membaca buku-buku saya. Posting dia juga meuai hasil yg baik. Masih banyak yg harus dibenahi sebelum dia akan menjad manusia yg baik menurut harapan kaim orang tuanya. Dan secara khusus, harapan Opa tercintanya yang sudah mendahului kita semua ke negeri Keabdaian. Saya bererima kasih. Kritik tajam akan menempanya menjadi bukan orang cengeng. Mohon doa restu anda semua.

Semoga, komentar sepanjang ini tidak membuat anda bosan. Jika anda bosan, saya mohon dimaafkan.

CASE CLOSED

Tabe Tuan. Tabe Puan.

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Anda ini dari planet mana? LUAR BIASA. Tapi mohon, jangan hapus blog ini. Saya menemukan "keindahan" di sini. Keriuhan yang dibikin si bonggo, NK, Wilmana, Proxy73 dll adalah bagian dari keindahan itu (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike and all,

Pagi-pagi setelah sholat gw mencoba "ngintip" internet. Setelah surfing ke sana-kemari, gw coba ngintip ke blog ini. Agak ragu karena diskusi melebihi takaran sedang terjadi. Tapi....oohhhh....my bigmike is appear....thanx God.....//Pritha//

Anonim mengatakan...

@Bapa tua aka Syamtua aka blogger tua

Pagi ini sdr 'baik hati' dgn saya. Sdr ini sebenarnya mirip dgn saya, agak 'urakan.' Tp saya pingin tulus ingin katakan terima kasih komentar bapa tua hal 'keindahan' itu. You make mu day today.

Salam 'keindahan.'

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@all

Sekali lg, terbukti bigmike punya pengamatan yg tajam bak silet. Saya setuju dengan bigmike, mmg stlh sy amati lg, pak agus dan @bonggo punya misi yg sama2 mau bangun NTT, tp visi mereka berbeda.

Hanya dlm pandangan saya, pd ahirnya, Pak Agus justru punya visi mikro sebatas sektor pertanian. Pdhl dlm pembangunan ada sekian byk sektor perekonomian selain sektor pertanian. Sedangkan @bonggo punya gagasan makro dg visi industrialisasi thd semua sektor dg pertanian sbg sektor utama plg tdk dlm jangka pendek. Knp? Krn industrialisasi thd semua sektor perekonomian yang ada adalah esensi dr regional development promotion.

Hal lain, sy liat pak agus spt bigmike bilang, tdk terbiasa dg praktek industri shg tdk punya sense of industry athmosphere dan mjd terlalu berhati-hati. Krn itu, gagasan industrialisasi @bonggo dianggap terlalu maju dan penuh risiko. @bonggo yg terbiasa di dunia industri spt Fadel muhammad nampaknya mjd tdk sabar dg gaya org NTT yg setengah2 dlm membangun rantai proses industrialisasi.

Mmg ada hal yg tidak enak dr "pertengkaran" mereka, tp saya pribadi mjd makin terbuka mata, ttg peta persoalan pembangunan perekonomian NTT selama ini. Satu tahun belakangan ini, sy membantu Dirjen IKM dan Dirjen Ilmeta Depperin, ke beberapa provinsi utk membantu mbangun proses industrialisasi berbagai sektor perekonomian di sana. Krn itu, sy dpt memahami gagasan @bonggo.

Yah... kapan lg kita bs menyimak pertengkaran yg mengharubiru tp bermanfaat spt ini, yaa...
(Wilmana)

Krn itu, saya wkt itu cenderung mendukung @bonggo.

Anonim mengatakan...

Wah yg terakhir itu, keselip. Maunya dihapus tp rupanya dia nolak... Apa bole buat.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@ Wilmana,

Sebenarnya A9ust juga ngomongnya adalah pertanian yg market oriented menuju pertanian yg bersifat agrobisnis dan agroindustri. Jadi, sama sekali tidak anti industri. Persoalannya adalah mengapa dia agak hati-hati? Menurut apa yg saya baca, karena ada social cost. Nah, mungkin si bonggo kurang menyadari hal itu. Bukankah orang bisnis, terutama di Indonesia, baru belakangan dipaksa untuk mengembangkan CSR? Hal itu mengindikasikan bahwa dunia bisnis mikro kadang-kadang kurang memikirkan dampak sosial dari bisnisnya. Cobalah dibaca baik-baik point A9ust.

Saya malah menangkap sesuatu dari komentar "bigmike" (orang ini sering menyusupkan gagasan lain di dalam kata-kata yg excluded). Di balik ceritera AMDAL Hutan Tanaman (ini adalah bisnis) ada kekuatiran orang-orang terhadap praktek penebangan karena imaji orang tentang penebangan adalah melulu merusak. Sementara perusahaan dan tim amdal sama sekali tidak bisa menjelaskan dengan baik karena lebih mengkonsentrasikan diri untuk hitung-hitungan bisnis. Pengalaman saya sebagai tim teknis di Bappedalda, banyak perusahaan kayu mengcopy paste saja istilah-istilah teknis dan tidak diterangkan dengan baik. Dalam kasus HT di Ngawi, perusahaan malah sengaja mengaburkan istilah-istilah itu karena tebangannya ternyata diperdagangkan begitu saja padahal tidak sesuai dengan dokumen AMDAL. Ketika longsor an banjir, mereka malah mengatakan bahwa apa yg dikerjakan itu legal karena sudah melewati proses ini itu. Barangkali inlah pesan bigmike, dan juga bagian dari kekuatiran A9ust, bahwa dunia bisnis hendaklah sedikit sensitif sosial. Jangan Hanya berpikir keuntungan.

Terakhir, saya kira jikalau sahabat ingin menjadi "penengah" maka jangan berat sebelah. Dari komentar sahabat di atas
nyaris tidak tampak empati kepada A9ust. Sebaliknya sahabat Wilmana terlihat sangat "membela" gagasan bonggo. Kalau begini, percayalah ada kemungkinan yang lain-lain akan melihat bahwa sahabat bukan penengah melainkan sekubu dengan bonggo. Lalu mereka beramai-ramai bereaksi sebalik dari yg anda haparkan sebagai penengah. Belum lagi kalau A9ust menangkap kesan yg sama lantas diapun kembali bereaksi. Sahabat akan bereaksi lagi. Si bonggo bereaksi lagi. Waduuuhhh....kapan selesainya. Ujung-ujungnya, bigmike kembali harus "turun tangan". Berapa kali kita ingin ditegur? (Patrice)

NB. Ada salam dari pak Sambas untuk bigmike. Salam Rimbawan.

Anonim mengatakan...

@Wilmana dan @Patrice

Rupanya kalian ini manusia tipe nekat, sudah ditegur ama @BM, bahkan pake huruf besar segala -CASE CLOSED- masih 'berdiskusi' disini, ha ha ha. Enggak ding, becanda.

Saya kira walau @BM dgn jurus 'mabok'nya sudah katakan CASE CLOSED, artian sesungguhnya, maaf @bm kalau saya keliru, adalah CASE CLOSED untuk debat yg ngawur + aksesoris + gimmicks yg hanya memancing kemarahan. Tp kalau diskusi kita bisa lakukan dgn 'civil' maka mungkin @bm tdk keberatan. Untuk itu yg 'beranikan' diri untuk menyampaikan 'isi kepala' saya buat @patrice. Begini.

Sdri ini sptnya seorang ilmuan juga mirip @bm. Baiklah. Sedang si @bonggo dan @wilmana org bisnis. Kalian bertutur argumentatif dari bidang keilmuan kalian masing-masing. Sip. Lalu siapa saya? Saya hanya rakyat biasa yg 'bodoh' tp cukup mampu melihat kondisi ril ntt yg melarat. Ini sama dgn @norman yg berkeluh kesah disini lewat tulisannya itu. Dari tulisannya itu, lahirlah debat panas ora karuan ini. What am I getting at??? Ini.

Bahwa debat ini TIDAK BISA LEPAS dari persoalan NYATA ntt dari tahun ke tahun. SUSAH BINTI MELARAT. Ingat ini. Mau sebut data valid kek, data ilmiah kek, apa kek, data tdk hadir untuk dirinya sendiri. Betul??? Kalau betul maka persoalan saya adalah... data sehebat apapun tp melihat ntt yg melarat dari tahun ke tahun, lalu apa gunanya data itu??? SOMETHING REALLY REALLY WRONG IS GOING ON HERE.

Dari perspektif rakyat biasa ini, saya lalu bertanya kepada a9us, kalau data hebat, lalu kenapa ntt melarat terus? Dia bilang, saya kutip, PEMDA TIDAK BIKIN APA-APA. Nah mentok khan.

Persoalan ini belum ditambah dgn moralitas pemimpin ntt yg korup nan busuk. Ini tdk beda dgn kolega mereka yg ada di jawa yg sama busuk dan korup. Lihat saja artikel POLITIK BANTUAN yg di 'copy paste' oleh @norman disini. Saya kutip:

"Bantuan seringkali disemangati oleh semangat “proyekisme”. Bantuan berpola proyek berkaitan erat dengan jangka waktu anggaran belanja. Pola seperti itu sangat rentan terhadap korupsi. Bisa jadi atau memang, NTT adalah ladang emas bagi para koruptor dari berbagai kalangan."

Melaaaaaaaaaaaaaaaratlah nasib rakyat ntt. Data hebat punya. Uang punya. Tapi, 'bosz-bosz'nya busuk semua.

Kembali ke debat panas, saya lalu hibur diri. Kalau toh akhirnya harus melarat sampe mati, paling tdk kita punya gagasan baru. Nah disinilah bonggo datang dgn ide-ide ala pebisnis. Bagi saya, terlepas dari salah atau benar, saya cukup senang karena dia menawarkan yg baru. Bagaimana dgn a9us??? Spt kata @bm, ilmuan tipe dia, kalau tdk ada data valid, dia tdk mau. Bicara soal laut, tdk ada data. Dia menolak. Bicara pariwisata. Juga mungkin belum ada data. Dia emoh. Yg dia punya hanya data pertanian. Dan saya bosan diocehin data pertanian melulu karena dari tahun ke tahun kami, rakyat, dibilang begini begitu tapi nyatanya, ya itu tadi MELARAT.

Begitulah posisi saya dalam debat ini. Sekali lagi, saya berasal dari 'kaca mata' rakyat yg melarat. Tuan dan nyonya disini yg 'ahli' jgn hanya bisa debat data, tp bagaimana secara nyata membantu rakyat keluar dari kemelaratan. Saya kira inilah 'semangat' yg ada pd tulisan si @norman itu. Jadi kalau kita tanya @bm, siapa salah dalam debat ini, saya bilang si @bonggo ya si @a9us, sama saja.

Sdri Patrice katakan wilmana 'berat sebeleah' tp tanpa sadar, maaf lho mbak, juga berat sebelah, bela si a9us. Kalian SAMI MAWON.

Begitu saja dan mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada kata yg kurang berkenan.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@ NK dan Patrice,

Yang dikuatirkan Patrice jadi juga nih. GW yg niatnya mau nahan diri terpaksa "urun rembug" juga neeeehhh...

NK coba periksa baik-baik preposisi (bigmike memberi tips tentang perlunya memahami preposisi) si Patrice. Menurut gw, patrice kuatir terulangnya percakapan yg enggak beraturan. Sekarang mari kita periksa alasan si Patrice. Tampaknya Patrice nemuin fakta bahwa Wilmana ngomong lagi seolah-olah A9ust tetep keukeh nggak mau ngeliat industri sebagai alternatif. Padahal, seperti yg sudah kita pertengkarkan panjang lebar, please liat lagi argumen A9ust, si A9ust tidak mengabaikan industri. Dibilangnya, kita akan menuju agrobisnis dan agroindustri secara bertahap dengan TERLEBIH DAHULU MENGUBAH ARAH PERTANIAN SUBSISTEN MENJADI PERTANIAN MARKET ORIENTED SEPERTI YG DIBIKIN FADEL GORONTALO. COba di sautin lagi deh omongnnyanya si A9ust. Nah, Wilmana yg maunya menjadi penengah malah mengabaikan omongan a9ust itu dan malah memojokkan A9ust. Penengah macam apa begitu maaaaaaannnn????? Katanya udah tinggal di Amrik, trus ke Australia kok NK tidak melihat juga hal itu???? Aneh. Ada apa ini? Kesimpulan saya: anda satu geng ma si Wilmana, si bonggo. Kalau saya jujur, demi keadilan, karena kalian sudah terlalu banyak mempelintir si A9ust, saya satu geng sama si A9ust.

Bagimana si Patrice? gw nggak melihat adanya preposisi bahwa dia membela A9uts. Doski cuma ngelurusin sesuatu yg geng kalian plintirin. Mari kita duga apa alasannya si Patrice kayak gitu. Mudah. Saya duga, 1) dia menaruh hormat sama bigmike. NK bisa liat kembali komentarnya kemaren. Mungkin dia terpengaruh ama pekerjaan doski sebagai ilmuwan. Apa itu salah? Lho, blog ini milik ilmuwan lho. Wajar dong, patrice habit ke sini. 2) Sebagai pembaca blog yg setia, dia gerah dengan percakapan yg ngawur, termasuk yg dilakuin gw (gw jujur nih). Hemat saya, itulah preposisi si Patrice.

Tapi ada yg paling aneh dari NK. elo minta gini nih, ....tuan nyonya jangan debat data saja tetapi bagaimana membantu rakyat...(persisnya ya liat lagi komentar elo sendiri). Nah, emangnya kita pemerintah? Atau elo minta kita nyalon jadi anggota dpr, bupati, walikota, presiden trus bantu orang melarat. Atau elo minta kita-kita ngumpul sumbangan sukarela trus kasikan ke rakyat. Atau elo minta kita yg baca dan ngomong di sini bikin LSM trus bantu rakyat? Nah, to helping people kan tugas utama pemerintah yang elo bilang sendiri sebagai busuk. Kita disni, ya, jika elo tidka punya alternatif nyata yaaaaa bisanya emang cuma ngoong dan dsikusi. Siapa tahu bigmike enggak berhenti hanya jadi im sukses tapi jadilah gubernur en pake omongan kita untuk bikin kebijakan. Begitu kan maaaaaannn??????

Nah, sekian dahulu. But, gw juga mau bilang, bahwa kalau udah h tidak ada lagi maka yuuukkkkk kita pindah topik. Kita minta bigmike bikin posting baru karena gw liat bulan juli ini baru ada 3 posting. Rendah banget produktivitas bigmike bulan ini (NK jgn same enggak perduli sama data ini lho)

(Proxy73, melarat juga kaya elo maaannnn.....oleeeeeee....oleeeee....mlaraaaaat....wekekekikikik...)

Anonim mengatakan...

@Patrice @ @nk

Pertama, paling tidak sjk awal saya sdh jujur mendukung gagasan @bonggo. Justru byk di sini yg tdk jujur bicara, tp dr kelakuan nampak jelas tendensinya ke mana.

Kedua, sy senang dg istilah @bonggo "inferior". Karakter manusia yg takut maju krn ada begitu banyak hambatan psikologis yg tdk rasional. Dan sy kira nukilan bigmike ttg kasus AMDAL menggambarkan hal ini dg baik. Blom bikin apa2, tp sdh berkelahi krn ketakutan thd hal2 yg tdk substansi. Menjustifikasi social cost sbg dampak industrialisasi adalah bagian dr sikap inferior, krn jgn lupa laju pertumbuhan NTT thn 2005 mjd negatif krn pembangunan pertanian gagal total akibat gagal panen 2004. Social costnya sdh dihitung? Bgmn dg social cost akibat rentetan kegagalan sblm dan sesudah itu? Sy ini praktisi di dunia indusri, jd apa yg disebut bonggo ttg agroindustri itu sdh tepat. Agro-based industry itu, makronya industri sedangkan pertanian sbg mikronya. Artinya, pembangunan pertanian hrs dilakukan dlm kerangka memenuhi tuntutan standar mutu industri. Knp? Krn mnrt teori pertanian yg beta pelajari di Faperta Undana dulu, pembangunan pertanian yg tdk utk tujuan industri artinya sekedar subsisten saja. Strategi pembangunan bertahap dr subsisten ke agroindustri, itu jg beta liat rada rancu utk maksud menekan angka indeks CCR=1. Knp? Krn jk rakyat disuruh bertanam tnp ada reward ekonomi, mk tdk ada faktor pemicu bg mereka utk menjaga lahannya lewat langkah2 konservasi, misalnya. Kl sdh begini, indeks CCR tdk bakal erubah dan tdk ada jaminan peningkatan kapasitas lahan sbgmn harapan pak agus sbg persiapan menuju era agroindustri. Blom lg penghitungan dana investasi yg terbuang percuma plus social costnya yg toh faktanya selama ini ditanggung oleh rakyat jg.

Beda dg gagasan @bonggo ttg industrialisasi. Ambil cth kasus gorontalo. Dg industrialisasi yg dicanangkan Fadel Muhammad, ada reward dan punishment yg jelas bg rakyat dlm mengupayakan lahannya. Jk mereka menerapkan metode pertanian berkelanjutan dg baik, shg hasilnya memenuhi standar mutu industri, mk produksinya dpt diterima industri dan returnnya pasti mereka nikmati juga. Tp jk sebaliknya, mk investasi yg ditanamkan pemerintah bakal hangus, social costnya ditanggung rakyat, dan ujung2nya negeri makin miskin.

Jadi, bg sy yg praktisi industri tp jg sarjana pertanian, tentu gagasan @bonggo jauh lbh menjanjikan, apalagi sdh ada cth gorontalo, dll. Sebaliknya, gagasan pak agus buat beta khas akademisi. Beta sih tdk menyalahkan pak agus dlm hal ini krn mmg @bonggo tdk mungkin paksa beliau ubah visinya mjd sekelas Fadel Muhammad yg mmg praktisi industri yg kawakan. Kl beta ada sentil pak agus, krn B prihatin paitua ikut2an gaya si anak kemarin sore @bonggo dg gimmick dan trik debat yg sekedar bikin emosi dan ganggu konsentrasi @bonggo. Akibatnya, ide cemerlang bonggo tertutup emosinya dan di mata kalian yg gak ngerti masalah ini jd nampak "amburadul". Beta tara suka krn B tau pak agus itu, istilah bigmike dan kita org kupang, sdh kategori "tua bangka".

Ketiga, apapun itu, beta juga diijinkan bigmike utk berpendapat di sini. Dan coba cek, tdk ada gimmick dan trick debat, apalagi sekedar maki. Serta, krn dukung @bonggo mk sy kasi argumentasi utk menguatkan dalil2 @bonggo, sebaliknya bbrp kritik thd gagasan pak agus. Kl dianggap penengah, mgkn agak berlebihan jg krn toh beta sdh bilang mendukung gagasan @bonggo. Tp beta cuma ingin kita diskusi dg lbh etis saja.

Yg pasti, jk ada yg gak setuju, yaa monggoo saja.. Gapapa kan kl ada beda pendapat? Knp @bonggo hrs dipaksa utk ngaku kalah dg pak agus, pdhl plg tdk di mata saya, tdk perlu itu. Jgn2 penyakit culas spt ini yg membuat @nk doyan minta kita berkaca dr amerika.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

mas wilmana dan mas bonggo, kan udah dibilangin sama bigmike, anda berdua itu memandang data dari sudut pandang yang berbeda dari kawan a9ust. masih aja bandel, udahlah itulah repotnya mungkin saja kalau udah merasa benar dan gak mau kalah, ya udahlah gw juga gak mau memojokkan anda berdua kok, sama seperti kata bigmike gak ada yang kalah atau menang dalam perdebatan ini kok ini juga bukan lomba debat. kalau saya melihat mas wilmana sama mas bonggo ini melihat data yang ada kemudian menggunakan intuisi dalam bertindak mana yang menguntungkan, mungkin saja dalam bidang pekerjaan anda diharuskan seperti itu, coba simak baik-baik komentar dari kawan a9ust. dia memandang data dari sudut pandang yang berbeda dari anda berdua. bigmike kayaknya anda lagi-lagi harus turun tangan untuk masalah ini kalo ndak yah akan berkhir di perdebatan tanpa ujung, kalau perlu "jewer" aja telinga si kawan bonggo & wilmana. He3x(degha, jkta)

Anonim mengatakan...

@Proxy73

Beta tdk peduli bhw Ama mo bela Patrice dan pak agus, ato siapapun. Itu hak Ama. Silahkan sj asal jgn pelihara kebiasaan maki2an di sini. Bonggo-pun sy kadeluk jk msh berani begitu di sini...

Tp sbg praktisi industri, beta maklum jk @bonggo menertawai pengertian pak agus bhw pertanian dg market-oriented sbg suatu proses yg terpisah dr rangkaian proses bisnis dlm sistem agroindustri, agro-based industry. Mmg salahnya @bonggo adalah tertawaannya itu terasa "menghina" krn berlebihan dg gimmick2nya.

Tp beta mau sampaikan bhw pasar itu adalah ujung dari suatu rangkaian proses bisnis dlm sistem agroindustri. Proses ini dlm manajemen disebut "value chain processes" yg siklikal sifatnya. Cthnya, rangkaian proses bisnis dlm industri otomotif dimulai dg proses order kendaraan oleh market, lalu ada inbound logistics-production processes-outbound logistics alias delivery barang pesanan ke market lg. Lbh modern lg ada proses after sales services.

Jd dimata beta mmg wajar jk @bonggo menertawai pak agus, krn spt @bonggo bilang, beliau tdk punya sense of industry shg memahami industri dlm arti sempit, "manufaktur" atau scr UKM dikenal jg istilah home-industry.

Tp, beta senang krn Ama sdh mulai lbh "beradab" (maaf, ooo) dg mengajukan data dan argumentasi utk mendukung gagasan pak agus. Rasanya patut dihargai. Selamat.

Selanjutnya adalah hak @nk utk merespon tantangan Ama.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@bm

Jgn denger si degha... Dia lg mawo inex herbal...

Te bet lia org2 itu lg kasi pendapat scr damai tp disuruh jewer sm @bm... Cuci muka dolo te, br kas usulan. To'o bonggo yg su tidur manis, malah dicolek-colek... Si degha mawo ne yg perlu dijewer... Dasar provokator....

*Ti'i Langga*

Anonim mengatakan...

Sus Ti'i,

Mhn tenang saja... Jgn balas kejahatan dg kejahatan, toh? Ntar bertengkar lg, trus yg repot bigmike...

Sy ada dpt laporan, ada sindikasi para sahabat dr jawa (Jkt, Jember, jogja, malang, dll). Tp otaknya dr kupang... Barang biasa... biarin aja.. Sepanjang msh bisa sopan, sy sih akan menghargai mahal kpd mereka. Kl tdk sopan, yaa sbg sesama sahabat, kita nasehatin. Syukur2 didengar... Kl gak jg, yaa serahkan sj ke yg berwajib alias @bigmike.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

he3x ternyata ada ti'i langga dengan bahasa kupang yah. tenang aja mas ti'i langga sebelum kasih komentar saya udah cuci muka kok. gw juga cuma minta bonggo dan wilmana untuk memandang data dari sudut pandang yang sama dengan kawan a9ust kok. karena kalau gak yah bakal gak ketemu-ketemu juga. eh tapi darimana kawan ti'i langga tau kawan bonggo udah tidur? hem, jadi curiga neh gw? ya udahlah gw udah ngantuk besok mau berangkat kerja pagi2 tau kan jakarta gimana macetnya. ha3x (degha, jkta)

Anonim mengatakan...

Nn Degha,

Mendingan nona dong tidor saa.. Sdh ngantuk makanya info "bonggo tidur" dikira beta ada kenal deng manusia satu itu. Pdhl beta blg bonggo tidor itu artinya, bonggo su satu hr ini sonde muncul lg di sini.

Data sepele begini sj, salah mangarti, pantes sj pikirannya sejalan deng agus dan sejenisnya. Sudah, pigi tidor sana... Jang lupa, sikat gigi dolo, supaya jang ke Yamaha Mio.. gini hari sonde pake gigi, yaa ompong too...

*Ti't Langga*

Anonim mengatakan...

Nn Degha,

Mendingan nona dong tidor saa.. Sdh ngantuk makanya info "bonggo tidur" dikira beta ada kenal deng manusia satu itu. Pdhl beta blg bonggo tidor itu artinya, bonggo su satu hr ini sonde muncul lg di sini.

Data sepele begini sj, salah mangarti, pantes sj pikirannya sejalan deng agus dan sejenisnya. Sudah, pigi tidor sana... Jang lupa, sikat gigi dolo, supaya jang ke Yamaha Mio.. gini hari sonde pake gigi, yaa ompong too...

*Ti'i Langga*

Anonim mengatakan...

Dear all,

Saya yakin 100%, bahwa Wilmana, bonggo, ti'i dan yg sejenisnya adalah orang yang sama. Saya sudah mengcopy semua paste semua komentar orang-orang ini, termasuk ketika "mengeroyok saya. Ada kesamaan temper, pilihan bahasa dan cara merespons masukkan. sekarang saya minta dengan hormat, JIKALAU WILMANA dan yg sejenisnya PAHAM KATA-KATA BIGMIKE DI BAGIAN ATAS KOTAK KOMENTAR, .....TUHAN MELIHAT SEMUA YG KITA KERJAKAN.....MOHON JUJUR, ingatlah bahwa Wilmana sering memberikan "kuliah" tentang moralitas, SEMUA ITU ADALAH ANDA KAN?????

Bigmike dan semua sahabat blogger: inilah jawabannya mengapa diskusi ini tidak bisa dihentikan meski sudah "ditengahi" bigmike. Kita semua, termasuk bigmike, tertawan oleh "kemarahan 1 orang yg sungguh tidak tahu batas untuk berhenti.

(Syamsuddin, blogger tua yang go blog tetapi tidak goblok)

Anonim mengatakan...

Bigmike, saya sedang menyelidiki satu nama lain dengan beberapa kembangannya. Sabar saja (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Saya masih ragu akan satu nama, tetapi hasil kerja saya 2 hari ini menunjukkan bahwa ada indikasi bigmike TAHU SIAPA "MEREKA". Tetapi tampaknya bigmike kena dikerjain juga. Bigmike sama sekali tidak didengar. Maka, demi integritasmu sesui kata-kata di atas kotak komentar, please bigmike, TERTIBKAN manusia tak tahu batas ini

(Sahabatmu yang sudah di batas kesabaran, Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@proxy73

Hello sahabat, paling tdk anda tdk menolak mentah-mentah perspektif org 'susah binti melarat.' Untuk itu anda pasti mengerti kalau saya tdk ingin terjebak dalam artian data, preposisi blah blah... persoalan rakyat adalah makan apa hari ini. Setuju tidak???

Kalau anda setuju, mari kita beranjak dari itu semua, urusan data, bela si @bonggo atau @agus dll. Bagitu bisa ko??? Ini agar tdk di'jewer' mas @bm. Oke beta anggap anda setuju. Begini.

Anda menganggap aneh (tidak menolak toh???) bahwa saya meminta bonggo dan patrice yg nota bene konsultan dan ilmuan disini untuk membantu rakyat. Lagi-lagi dari perspektif rakyat jelata, kami dlm posisi tdk tau mau bikin apa lagi. Ke pemerintah, dia masa bodoh. Ke ilmuan, mereka cuci tangan. Lalu apa???

Kalau anda belajar sejarah amerika, revolusi sosial yg berdampak pd kemajuan amerika disemua lini di awali oleh apa yg kita sebut 'middle class' people. Lagi-lagi, mohon ini terus diingat selama diskusi kami ini, saya hanya rakyat biasa. Nah, apa yg terjadi di amerika??? Org-org kelas menengah mogok tdk mau bayar pajak. Apa jadinya? Pemerintah harus manut dan terjadilah perubahan.

Kasus pertanian ntt hadir dalam persoalan yg jauh lebih besar. Kalau anda perhatikan baik-baik, sayalah, sendirian, dari awal mempersoalkan moralitas sebagai biang kerok persoalan.

Sebagai rakyat, saya sudah tdk melihat jalan keluar. Semua pihak masa bodoh dan cuci tangan. Tapppiii aaaaah, rupanya anda memberi harapan. Apa itu? Siapa tahu @bm bisa jadi gubernur ntt lalu membuat perbaikan. SETUJU??? Mengapa saya setuju??? Karena ia apa yg saya sebut middle class people, juga @patrice dan @bonggo. Mereka-meraka ini lebih 'dekat' ke pemerintah ketimbang saya yg ada jauh dibawah dalam struktur klas masyarakat.

Itu pertama. Kedua, menghadapi persoalan rumit ribet ini, kalau kemudian dibiarkan berlarut-larut, maka ketika rakyat jelata yg 'bergerak' maka lahirlah revolusi anarkis berdarah. Ini sudah hukum alam. Dus, middle class people punya tanggungjawab moral untuk melakukan perubahan. Revolusi org-org menengah jauh lebih 'damai.'

Ketiga, sebagai ilmuan, kalian punya tugas pelayanan kepada masyarakat toh? Tidak hanya mengajar dan meneliti. Begitu juga dgn pebisnis. Ada istilah 'corporate citizen' yg intinya melayani masyarakat. Jadi, sebenarnya TIDAK ANEH kalau kami, rakyat, meminta kalian ikut membantu kamu bukan spt yg sering terjadi, pebisnis dan ilmuan kongsian ama pemerintah cari makan lewat proyek.

Bagaimana, apa ada poin-poin saya yg anda tdk setuju??? Mari diskusi ini ketimbang berputar-putar soal posisi agus dan bonggo, dan wilmana dan patrice!!!

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@BM

We are pushing our freedom to the limit. Silahkan menyimak dan tentukan batasan itu sekiranya di'anggap' perlu.


@Yth Bpk Syamsudin

Saya menyapa anda agak lain karena kali ini saya ingin menghormati anda sebagai org tua. Ada sesuatu yg ingin saya sampaikan kpd anda. Begini.

Saya agak terganngu, dilain pihak anda katakan 'keindahan' warna-warni karakter komentator disini, tp dilain pihak anda mulai 'memaksa' @bm 'turun tangan' membatasi kebebasan bicara salah satu diantara kita. Tdk itu saja, anda sudah agak jauh mengambil sikap dgn menjadi 'polisi' cek siapa kita dan memberi gimmick 'sahabatmu (bm) yg sudah pd batas kesabaran.' Ini apa maksudnya???

Saya disini merasa mendapat kebebasan oleh bm untuk menjadi diri saya sendiri dan KEBEBASAN saya, anda dan kita semua TIDAK BOLEH DIUKUR ATAS DASAR PERASAAN saya, anda dan lain. Hakitat kebebasan spt itu adalah kebebasan semu yg sudah terbukti gagal di alam Indonesia. Kebebasan harus diletakan dlm kerangka aturan yg dpt diuji. Saya lihat tips yg beri @bm sudah baik. Jadi ketimbang anda menjadi gusar, tdk sabar dll, lalu mulai 'memaksa' bm untuk hentikan kebebasan kami disini, ada baiknya sdr memberi pencerahan, atau anda bebas untuk tdk membaca posting ini serta komentarnya. Sayang anda tdk membaca tulisan saya diposting atas. Berperilakulah sbg org bebas, tp jgn merasa bebas untuk mengambil kebebasan org lain.

Hidup ini hakikatnya bicara, tp jgn karena bicara org lain anda anggap ngawur dll, anda merasa punya hak untuk menghentikan pembicaraan org.

Melihat debat ini, paling tdk tensinya sudah mulai turun. Gaya bahasa mulai santun walau masih diselip 'canda' yg multi tafsir. Sahabar proxy73 sudah bisa tertawa terbahak-bahak. Jadi, ketimbang anda tdk sabar, ikutlah tertawa membantu menurunkan tensi diskusi. Ajaklah para komentator untuk merubah arah diskusi atau silahkan sesuai ide anda. Tp, sekali lagi, jangan karena merasa anda pembaca setia blog ini, anda berubah jadi polisi buat kami.

Begitu saja dan mohon maaf kalau anda tdk berkenan.

-nyong kupang-

Bigmike mengatakan...

Dear Pak Syam, Wilmana, NK dan semua sahabat bloggers

1. Membaca semua komentar di Carpe Diem, ternyata ada yg menyenangkan dan pula ada yg kurang menyenangkan. Lengkap. Saya mulai dari yg kurang menyenangkan. Banyak substansi "diskusi" yang menjadi "bola liar" karean:....kurang pas menurut kaidah metode berpkir terarah (ini memang ada ilmunya).....Tapi harus diakui bahwa metode berpikir terarah bukan ilmu yg dimengerti semua orang. Pengalaman saya menunjukkan bahwa istilah ini dan metode umumnya (epistemologi) sudah saya ketahui sejak berada di bangku S1 tetapi ontologi dan axiologinya baru saya tahu setelah saya belajar pada tingkat S3. Jadi, memang tidak semua orang memahaminya. Oleh karena itu, hampir semua diskusi awam (awam dalam hal metode keilmuan) yang terjadi adalah diskusi dengan nalar umum. Dan hal itu normal. Sakingnya normalnya, blog inipun tidak luput dari penyakit umum semua blog. Ada masalah justru karena diskusi. Kendati begitu, sebenarnya semua sesungguhnya normal-normal saja karena blog ini memang bukan blog spesial yg hanya boleh dikunjungi oleh kelompok orang tertentu (saya memiliki blog khusus tetntang bahan kuliah yg memang akan dikunjungi oleh mereka berkeperluan sesui topik y mereka cari). BLOG INI MILIK KITA BERSAMA YANG AKAN BERBINCANG TENTANG APA SAJA (lihat tema blog di bagian atas). MAKA TERIMALAH SEMUA PERBEDAAN APA ADANYA. Bung Syam pernah mengemukakannya pada komentar terdahulu tentang keindahannya. Maka, corak apa adanya tetapi selalu berusaha ditata secara terarah oleh principal blog (saya) menjadikan blog ini INDAH PADA WAKTUNYA. Moga-moga semua kita menyetujui pengamatan dan pendapat saya ini. Berikutnya adalah hal yg menyenangkan. Oh ia, kriteria menyenangkan/tidak menyenangkan adalah kriteria saya secara subyektif yang merujuk kepentingan saya. Si penyambung DNA saya yg ikut menulis di blog ini, Norman, pernah mengeluh dengan agak "dongkol"....ah mengapa komentar tentang artikel saya (norman) kok pindah ke Carpe Diem.....Saya menjawab bahwa Si pemindah, A9ust tidak bisa disalahkan karena dia ingin memindahkan nuansa pembicaraan dalam konteks Carpe Diem, yang ditafsir A9ust sebagai hidup itu bertahap (nah CD punya tafsiran lain dan bagus juga kan?). Tapi kemudian saya menangkap alasan sbenarnya kenapa Norman mengeluh? He he he...dia tampaknya ingin memiliki komentar di artikelnya dalam jumlah yg banyak. Kalau artikel, INDONESIAL, mendapat totla 115 komentar maka si NOrman berpikir bahwa seharusnya jumlah itu bisa dipecahkan oleh artikel miliknya ha ha ha ha. Betapa tingginya semangat berkompetisi anak ini. Dan gejala ini memang sangat menonjol di kalangan keluarga besar Marga Riwu Kaho. Dalam istilah kami di Kupang, semangat tidak mau kalah. Ngotot. Pernah menonton film kungfu hustle-nya Stphen Chow? Ya, ketika dia sudah dihajar babak belurpun tangannya masih sempat mengmbil sepotong kayu dan menghantamkannya ke kepala is penjahat ha ha ha. Di keluarga kami berlaku aturan, sepanjang napas masih keluar maka tiak ada kata menyerah ketika berdebat. ha ha ha ha maka nuansa di Carpe diem sangat menyenangkan saya karena saya merasa "at home" terutama karena dari 10 orang bersaudara, 8 di antaranya tida lagi tinggal di Kupang. Mereka sudah menetap d ngeri-negeri yg jauh. Maka, perengkaran ini mengingatkan saya akan masa-masa di mana kami masih lengkap berkumpul setiap hari di mana segala daya dan upaya akan dikerahkan untuk bersikap "tidak boleh kalah. Ha ha ha lucu dan mengharukan bukan? Tetapi itu baru satu. Kembali ke sikap komptetitfnya Norman, ada kesenangan saya yang satu lagi yaitu saya selalu merasa lebih unggul dari si Norman karena jumlah pemberi komentar di Carpe Diem terus bertambah ha ha ha ha ternyata semangat the Riwu Kaho's masih ada dalam diri saya meski seharusnya tidak lagi...maka sebenarnya makin banyak yg bertengkar maka makin meneyenangkan buat saya.....ha ha ha ha ....

2. Tentang keluhan dan penyampaian hasil riset sederhana sahabat Syam. Saya mau bilang begini, ya saya mengenal beberapa orang di antara mereka. Ada yag sama tetapi ada pula yang berbeda. Tetapi saya mau kasitau bahwa BUKANKAH FENOMENA SEMACAM ITU ADALAH FENOMENA UMUM DI KALANGAN BLOGGERS. Ada blogger yg sangat senang mengungkapkan identitas dirinya tetapi ada pula yg sama sekali tertutup. Satu hal yang saya ingin coba ingatkan kepada sahabatku terkasih pak Syam. Siapakah anda sesungguhnya? Sejujurnya, saya tidak tahu. Ya, saya tidak tahu sebab SAHABAT TERKASIH TIDAK MEMBERI KETERANAGAN APAPUN tentang diri sahabat kecuali 2 hal, nama Syamsudin dan sudah tua. Apakah betul anda bernama Syam dan apakah benar anda sudah tua? mey be yes mey be no. Apakah perlu saya mencari tahu secara mendalam? NO WAY. Biarkan saja begitu. Biarkan itupun manjadi bagian dari "keindahan" blog ini. Nah, kalau sikap saya terhadap sahabat terkasih pak Syam dapat diterima maka seharusnya sikap saya terhadap puluhan nama lainnya diterima pula.

3. Saya menghormati privacy setiap sahabat termasuk apapun komentar adan dan oleh siapapun adan itu. Mau satu orang 2 nama kek 1 orang 20 nama kek, ya biarkan saja. Anda bebas mengekspresikan diri andan: siapa anda. Blog inipun namanya berbincang tentang apa saja maka siapa saja mau berbincang...ya monggo....Si Wilmana pernah memprotes hal ini melalui komentarnya berikut ini: seharusnya BM memoderasi komentar...Masih ngat jawaban saya? Pilihan etis saya (dan ini tidak berarti pilihan ini etis menurut orang lain), ....membiarkan setiap komentar apa adanya..... Oleh karena itu, sikap ini harap tidak dikaitkan dengan intgritas dan sejenisnya. Justru kalau saya mengungkapkan satu persatu identitas sahabat yg saya kenal maka integritas saya patut dipertanyakan. Mengapa? karena banyak di antara mereka sudah meminta kepad asaya untuk TIDAK MENGUNGKAPKAN IDENTITASNYA. Saya setuju dengan 1 syarat: JANGAN MEMAKI. Kalau hanya sekedar mengatakan tolol, bodoh, otak katak, penubruk tembok itu maaahhhh...soal gimmick semata...bukan makian, paling kurang menurut kriteria saya. Semoga sikap dan pilihan etis saya saya dapat dipahami sahabat sekalian. Inilah alasannya mengapa saya tidak begitu perduli kepada identitas, siapa anda semuanya satu per satu. Ada banyak pekerjaan lain yg lebih produktif kebanding mengurus barang yang menjadi kewajaran di dunia maya.

4. Namun demikian, saya dapat memahami substansi keluhan pak Syam yang tampaknya memprotes situasi mutakhir blog. Menghilangya beberap sahabat dalam diskusi saya duga merupakan bentuk "protes" mereka terhadap situas ini. Situasi apa? Ini dia: percakapan di Carpe Diem sudah mengalami inflasi dan bersamaan dengan itu apalagi secara metodologis, banyak yg sudah tidak tepat lagi. Kalau saya harus mengulasnya satu-satu saya kuatir anda akan "marah" karena seolah-olah saya adalah polisi blog Nggak bakalan saya bersikap seperti itu, kecuali, sesuai janji saya yang dahulu bahwa blog ini JANGAN DIJADiKAN TEMPAT MANGKAL KAUM ANTI TUHAN. Anda boleh bebas berpendapat tetapi harap tidka di blog ini karena meskipun sudah declare sebagai blog untuk berbincang ada saja tetapi seketika ada catatan lainnya, yaitu berbincang tentang dunia dan PENCIPTANYA yg hidup. Kala anda yg inginn bicara sebebas-bebasnya maka mari ikita bikin blog lainnya yg 100% bebas.
Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan "keluhan" beberapa teman maka saya ijinkalah saya menyampaikan banyak terim kasih kepada semua sahabat blogger yg telah berkomentar dalam aposting CD. Semoga komentar saya adalah komentar yg terakhir di sini. Tidak usah ditambah apa-apa lagi dan mari kita pindah ketopik berikutnya. Saya menemukan satu topik dan saya usulkan itu, yaitu filsafat mikul dhuwur mendhem jero di posting AMERIKA.

5. Sekiranya sahabat masih menaruh perduli kepada saya dan menaruh sedikit respek kepada saya maka KOMENTAR DI CARPE DIEM kita sudahi sampai di sini. CARPE DIEM ....Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”.....Tabe Tuan Tabe Puan

Anonim mengatakan...

@BM and all

Dengan segala kerendahan hati, saya juga mohon pamit dan mohon maaf buat semua.

Salam hangat - Nyong Kupang

PS: Tp betul, norman sudah 'pecahkan' rekor. Selamat buatnya!

Anonim mengatakan...

Sekedar refleksi buat keponakan norman. Yg laen, bila perlu tak usah baca.

Nomang, lu hrs belajar dr begitu byk komentar tdk berkesudahan terkait tulisanmu. Ada tiga hal yg penting.

Pertama, norman punya bakat utk jeli melihat isu yg sekian lama bagai api dlm sekam, yaitu persoalan lingkaran setan pembangunan pertanian di NTT sbg bagian tak terpisahkan dr pembangunan perekonomian. Pertengkaran pak agus dan @bonggo berkepanjangan yg menyeret byk org ikut nimbrung bs jd gambaran bgmn persoalan ini dibahas ditingkat elit pemerintah. Ujung2nya, keculasan yg menang, strategi dan program pembangunan berjalan terseok dan norman mengeluarkan keluhan di sini, lalu semua org ikut mengeluh. Ada kesamaan sikap Pak agus dan @bonggo bhw mereka jg sbtlnya sdg mengeluh dg caranya.

Kedua, dr gajala yg sama, saya liat norman bs tarik pelajaran bhw spy isu panas tdk jd bola liar yg membakar byk org, mk harus ada kecukupan informasi. Dg info itu, norman hrs berani bikin kesimpulan dan yg terpenting saran/rekomendasinya apa. Tnp kesimpulan, saran, dan rekomendasi, mk isu panas gampang jd bola liar.

Tiga, dr sini jg norman bs belajar ttg tipologi org. Mulai dr yg serius spt pak agus dan @bonggo, atau ada penonton yg ahirnya malah berantem sendiri spt sy sendiri misalnya, ada pula yg entah sapa yg suruh, jadi intel KPK partikelir macam @Syamtua.

Semoga di seri berikut, nomang makin mantap. Selamat.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

Waoohhhh, Bigmike,

Dalam posisi sebagai penulis posting maupun sebagai komentator, your are still amazing. This is the best blg that i ever found because of you, Sir. Gw doain cepet sembuh.

Wilmana, NK dan yg lainnya,

kita tetap sohiban kan? Tapi gw bukan orang Kupang. Nih, Gw numpang lahir di Belooooonda, tapi gede di Batavia. Gw bukan dosen tetapi "sedang diburu dosen" karena enggak kelar-kelar he he he he. Tapi, emang gw merahasiakan diri. Oh, iya gara-gara Carpe Diem GW mulai ngumpulin bahan tentang Jerman...but...oleeee....oleeee....Belanda en Brazil...wkakakakekekekikii...(Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Anda memang pantas dijadikan tempat para sahabat "menimba ilmu" (Sherly, Oebufu)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Mula-mula saya datang dengan makasud "menagih" tapi ketika membaca komentar bigmike wah....enggak tahu apa namanya perasaan saya. So, saya mohon maaf kepada bigmike. Senandainya saja semua sahabat blogger bisa seperti bigmike.....(Syamsuddin)

Anonim mengatakan...

Om Syam,

Makanya, drpd berlagak jd intel KPK yg mubasir, mendingan penuhi hasrat Om utk bicara ttg moral-ethics di posting amerika sana. Tanpa target apa2, kecuali berbagi cinta... Spt A'a bigmike, sekali bilang cinta tetap cinta pd kita tnp peduli siapa kita semua, meski sering2 kita bikin beliau pusing oleh karakter kita msg2...

Eh, Om Syam sdh tau bigmike lagi terbaring sakit di rumah? Sy liat di chatting shoutbox..

-bonggo-

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Membaca komentar BM, Komentar itu malah membuat terenyuh. Saya berpikir mestinya BM jadi anggota DPR ajahhh. Cepat sembuh dan posting lagi ya (Yossie)

Anonim mengatakan...

Dear bigmike,

membaca di shoutmix bahwa anda sakit, saya ikut sedih. Apalagi dikatakan bahwa ada masalah pencernaan. Mohon maaf ya, jika memang BM bermasalah dengan autism maka pencernaan biasanya merupakan salah satu kelemahan terbesar. Ada teknik-teknik pengeobatan dengan menggunakan beberapa jenis probiotik yg bisa dibaca di ...www.bio-medicine.org/medicine-news/..

Sebagai sahabat, meski hanya di dunia maya, saya cuma bisa mendoakan. Ingatlah bahwa anda sudah menulis tentang Carpe Diem. ......Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”.....(Syamsudin)

jabon mengatakan...

ok saya tunggu posting posting yang lain .... yang gak kalah menarik dengan ini

website mengatakan...

BM jadi DPR bukannya malah tambah repot ya....?

jabon mengatakan...

Yang repot kan BM, biyarin aja kan..... hehe

Penginapan di jakarta mengatakan...

Wah bang mike .. truskan artikelnya

Kayu Jabon mengatakan...

ngikut aja deh

Jasa Pengamanan mengatakan...

maju terus safannaland