Minggu, 13 Juli 2008

Amerika, Apa Hebatnya Sih???

Sahabat blogger terkasih,

Sejak posting terakhirnya tentang evolusi menuai badai terjangan, sahabat kita tercinta, yaitu NK tiba-tiba "mogok" nulis kecuali memberi komentar. Saya diam saja sambil berharap suatu saat NK "sadar" dan membuat artikel baru. Sembari itu saya juga berharap NK juga bisa menulis artikel yang teduh-teduh saja supaya bisa memperbaiki imej. Eh, doa saya yang pertama terkabul dan NK posting kembali. Tetapi...he he he...doa kedua tidak terkabul karena ternyata materi postingnya tetap merah menyala membara panas cabe marah angin ribut topan blau (lebih hebat dari red hot chilly pepers) ....wuuuiiizzzzzzhhhh.....ha ha ha. Ternyata untuk urusan yang satu ini si NK tidak mau "bertobat". Apa boleh buat makan kedondong bulat-bulat .....hi hi hi hi.....

Nah, Mau tau seperti apa "panas"-nya artikel NK?????? Silakan dirasakan sendiri......niihhhh....(saking panasnya, judul posting inipun tidak berani saya mengubahnya.....hhhmmmm.....)

Sahabat blogger,

Cukup lama saya tidak 'hadir' sebagai penulis disini, walau selalu 'menemani' sahabat lewat komentar 'ala kadar' yang kadang membuat hati 'panas.' Pesan orang bijak, "hati boleh panas, tetapi kepala harus tetap dingin." Syukur-syukur masih ada kepala, hi hi.

Laporan Koran Tempo baru-baru ini, dari 24,500,000 situs yang dimiliki oleh penduduk Indonesia, lebih 1,000,000 adalah situs panas. Sedang detik.com per 31 Maret 2008, Indonesia menempati urutan ketiga di dunia sebagai negara yang pengguna Internetnya paling banyak mengetikkan kata 'panas' (baca: 'sex') di search engine, setelah Vietnam dan India. Untuk pencarian kata 'kamasutra,' Indonesia juga menempati urutan kedua setelah Lithuania. Luar biasa, India, negara asal Kamasutra, justru kalah. Jadi kami memang suka yang panas, mulai dari makanan panas, debat panas sampai situs panas. Untuk itu, silahkan menikmati 'hidangan panas' berikut.

Beberapa waktu lalu disini @bm katakan tentang perjumpaan saya dengan budaya barat yang intensif. Saya memang berjumpa dengan budaya barat sejak tamat dari SMANSA Kupang, belasan tahun yang lalu hingga sekarang. Hal ini membuat tabiat, pikiran serta tutur kata saya 'terkontaminasi' oleh budaya dimana saya tinggal. Ayah saya sangat beradat/berbudaya. Tapi saya tidak menganut paham 'relatifisme adat/budaya.' Buat saya, didunia ini ada budaya menang/unggul dan ada budaya kalah. Akibatnya, ayah sering menghardik saya saat kami berdiskusi tentang adat dan budaya karena stigma negatif -saya orang barat- yang dia beri. Anyway, waktu perjumpaan saya dengan budaya barat yang panjang, hampir 3 tahun lamanya saya ada di land of the free & home of the brave! Tagal ini, salah satu sahabat blog milik @bm, yaitu @wilmana, mirip ayahanda, memberi cap 'busuk' kepada saya. Right or wrong nk's USA! Saya menolak keras karena tidak ingin menjadi mirip @anak NKRI, Right or wrong Indonesia! he he... Tentu saja Amerika banyak 'dosa'nya tapi mengukur moralitas Amerika eeeiitttt... baca saja dahulu cerita saya tentang Amerika!

Amerika adalah satu-satunya negara paling dicintai tetapi juga paling dibenci. Oh tidak, saya disini tidak ingin memberi alasan mengapa ia dibenci. Biarlah itu menjadi 'bagian' para 'pendengki' Amerika. Saya hanya ingin katakan mengapa ia sangat dicintai oleh jutaan, puluhan, bahkan ratusan juta penduduk planet bumi ini. Di tengah kecaman bertubi-tubi terhadap Amerika, satu hal tidak dapat dipungkiri: Imigran dari seluruh penjuru benua, setiap tahunnya, 'membanjiri' Amerika walau harus 'tercabut' dari 'akarnya' menuju 'dunia baru.' Mengapa?

Belum lama ini, kami sekeluarga harus kembali ke Kupang untuk sebuah urusan keluarga yang teramat penting. Di sana, anak saya, laki-laki berusia 9 tahun, bermain dengan sepupunya. Walau terbata-bata, dia terpaksa harus berbahasa Indonesia. Seorang sepupunya bertanya, 'Aweee... lu ni su umur 9 taon ma ko balom bisa omong Indonesia. Lu sakola dimana? Lu pung guru sonde ajar bahasa Indonesia ko?' Dengan kalem anak saya menjawab, 'Aku tidak bisa bahasa Indonesia karena aku orang Amerika.' Dengan muka heran, sepupunya membalas, 'ma ko lu muka ke cina sonde ke bule!' ka ka ka ki ki ki...

Walau hanya 3 tahun di Amerika, mengapa anak saya itu ingin dikenal sebagai orang amerika ketimbang Australia? Atau negara asalnya, Indonesia? Kalau kami tanya mengapa, jawabnya selalu 'Because you could be anything in America. It's the American Dream dad!" Walau masih kecil, anak saya dengan mudah dapat memahaminya.

Selama kami di Amerika, ada banyak cerita yang membuat saya terkagum-kagum. Sebut saja beberapa. Hanya di Amerika, Pierre Morad Omidyar, keturunan Iran, lahir di Paris, migrasi ke Amerika saat berumur 6 tahun, mendirikan situs jual-beli raksasa e-bay.com. Hanya di Amerika, Arnold Schwarzenegger, keturunan Austria, migrasi ke Amerika saat berumur 21 tahun, menjadi aktor laga Hollywood terkenal, pebisnis, dan Gubernur negara bagian California. Hanya di Amerika, Dinesh D'souza, warga negara India mendapat pekerjaan di Gedung Putih. Hanya di Amerika, Bobby Jindal, keturuan India, menjadi Gubernur negara bagian Louisiana, termuda dalam sejarah Amerika, 35 tahun. Ia pun didamba-dambakan oleh kaum konservatif menjadi presiden Amerika dimasa depan. The list could go on and on. Hanya di Amerika, baik warga negara maupun pendatang, diberi kebebasan meraih cita-cita.

Bicara tentang kebebasan, tidak berlebihan untuk kita katakan kalau kebebasan ("freedom") is uniquely American. Tengoklah sejarah! 233 tahun yang lalu, ujaran kata Patrick Henry "Give me Liberty, or give me Death!" menjadi yell...yell... (teriakan) tentara revolusi Amerika melawan penindasan Inggris. Kebebasan yang sejatinya adalah anugerah Sang Khalik --plintiran filsuf liberal Jean-Paul Sartre adalah "Manusia Dikutuk Untuk Bebas"-- diperjuangkan oleh rakyat Amerika pada gilirannya menjadi 'model' bagi pejuang kebebasan melawan penindasan di muka bumi ini, tak terkecuali Indonesia dengan yell...yell... "Merdeka atoe Mati!" Tidak hanya itu, kebebasan yang diraih tidak untuk dirinya sendiri. 2 kali Amerika memberi kebebasan kepada Eropa (WWI and WWII). Jepang menjadi negara maju setelah 'dibebaskan' Amerika. 12 juta warga Iraq berpesta demokrasi seturut hati nurani setelah Sadam Hussein disingkirkan. Begitu juga dengan rakyat Afganishtan. Bebas dari 'penjara' Taliban. Cukup? Belum. Di sini, iya di blog ini, @bm, saya dan anda sekalian 'bebas' karena media kebebasan yang disediakan orang Amerika.

Sudah saatnya Indonesia terinspirasi dengan 'American Dream' dan menciptakan 'Indonesian Dream.' Bisa? Tentu! Bagaimana cara? Mulailah dengan bertingkah-laku dan bertutur kata layaknya orang-orang bebas. Bebas apa? Bebas beropini. Bebas protes. Bebas beragama/tidak beragama. Bebas nyoblos. Bebas golput. Bebas berdiri tegap tanpa harus munduk-munduk terhadap si bosz. Bebas dari budaya 'menjilat' demi pangkat. Bebas dari KKN. Bebas joget 'ngebor.' Bebas berbikini ria di pantai, di ajang Miss Universe. Bebas menjadi diri sendiri. Bebas-sebebasnya tanpa menyakiti orang lain atau anarkis. Mungkin anda katakan, 'Ini kegilaan!' Tidak juga. Kebaikan sejati hanya tumbuh ketika manusia menjalankan pilihan bebasnya. Kebaikan yang terpaksa bukan kebaikan namanya. Ia hanya 'melahirkan' kemunafikan yang menjadi ciri khas kita.

Sebelum saya pamit, sedikit saja tentang para pendengki Amerika. Persoalannya adalah mereka -meminjam istilah @wilmana- gemar menilai moralitas memakai standar 'kerajaan surga.' Saya kira kalau standar ini yang dipakai, maka jelas tidak ada satupun dibawah kolong langit ini yang sempurna. Tapi cobalah mengkritik Amerika memakai standar, silahkan pilih: Cina, Rusia, Iran, Arab Saudi, Taliban, Osama bin Laden atau Indonesia! Kalau salah satu standar ini dipakai, maka America is still the world's best hope. Setuju???

Musim dingin musim panas.
Posting panas pasang kipas.

Kalau hati jadi panas,
silahkan jadi ganas!

101 komentar:

Anonim mengatakan...

Aha, saya yg pertama. Masih perlu pendalaman tapi sepintas NK terlalu pro Amerika. Besok aku balik dengan komentar yg mungkin lebih memadai (Widyanto)

Anonim mengatakan...

pantas sa, beberapa tulisan terkahir nk su berubah jadi "orang baik" yang seakan-akan malu-malu memberi komentar, ternyata nk sedang menyimpan segala "kesinisannya" di tulisan ini, welcome back bos...

wow, ne tulisan akan memacu semangat nasionalisme neh. malah beta bisa meramalkan beberapa dari kita (termasuk saya sendiri) begitu membaca tulisan ini cenderung untuk bilang indonesia is the best (dan juga agak panas membaca tulisan ini) biarpun secara jujur harus kita akui kelebihan Amerika. ini mungkin karena kita punya DNA yang sama seprti anak NKRI yang wright or wrong tetap Indonesia. bedanya kita lebih bisa buka mata untuk kritis.

tapi beta tunggu apa tanggapan anak NKRI, awas NK setelah jadi pedagang narkoba kira-kira apalagi yah?? ha..ha.

oh sebelum menutup komentar ini saya lupa bahwa 1 lagi perbedaan kita dengan anak NKRI adalah kita masih bebas datang ke kupang tanpa perlu takut sedangkan anak NKRI su pasti ada eman danr oebobo yang tunggu dengan pedang terhunus ke atas. ha..ha.

(norman)

Anonim mengatakan...

Islam nggak klop dengan kapitalisme. Islam itu langsung dibuat oleh Allah Swt. Sementara kapitalisme di mana Amrik adalah biang keroknya, dibikin oleh manusia. Sistem mana yang ampuh? Jelas Islam dong.

Allah Swt. berfirman: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (TQS al-Mâidah [5]: 50). Maka, jelas Amrik itu adalah musuh Islam dalam hal pandangan hidup meskipun tidak dalam hal iptek sebab iptek bersiat universal. Toh Windows yg dipakai kita itu pada akhirnya membuat Amrik makin kaya (Sholich)

Anonim mengatakan...

Ah, si Sholich kok bawa-bawa ayat sih. Enngak asyik tuh. Ntar di sini perang ayat lagi. Kita udah pusing ma' perang bonggo VS agus jgn ditambah-tambah deh.

Gw sih sederhana, yaitu NK terlalu menyederhanakan persoalan. Anda berusaha nggak mbahas keburukan Amrik janagn-janagn justru di situlah alasannya mengapa Indonesia enggk perlu jadi imitator Amrik. Ya nggak friend? (Nana)

Anonim mengatakan...

@widyanto

Ha ha, rupanya tulisan pendek 'ala kadar' ini bisa membuat anda 'berpikir' dahulu. Baiklah, saya tunggu komentarnya. Semoga lebih 'berisi' nantinya.

@norman

"...secara jujur harus kita akui kelebihan Amerika...."

Welcome to the club!

@Sholich

Saya tidak tertarik dgn ayat sdr. Biar itu bagian 'bapa tua' aka @syamsudin, hi hi.

@nana

Persoalan mana yg saya sederhanakan? Saya org nya simple aja kok jadi memang tdk tahu hal-hal yg terlalu rumit. Hanya beking pusing. Paling tdk sdr tidak mempersoalkan hal-hal baik ttg amerika. Artinya sdr org jujur. Tdk spt sdr @sholich, "buruk rupa cermin dirusak." hi hi. Jelas dong, yg buruk jangan ditiru. Yang baik-baiknya saja diambil.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@ NK

Saya punya persoalan yang sama dengan Nana terhadap posting ini. Anda terlalu menyederhanakan persoalan. Anda tanya persoalan mana? Saya jawab: pada upaya anda hanya menampilkan hal-hal baiknya saja. Ini sama seperti orang cinta monyet yang dilihat hanya manis-manisnya saja. Saking cintanya, buru-buru kawin. Akibatnya, baru 1/2 jalan pada cerai. Gaya anda ini mengingatkan saya pada "tukang jualan kecap". Semua kecap adalah no. 1 dilihat dari baiknya. Tidak ada keterangan tentang buruknya. Ya, anda mirip salesman barang yg namanya "amerika".

Nah, itu dulu. Saya tunggu "sumpah serapah anda" ha ha ha Carpe Diem (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

@Sholich
Aku hanya mau anda renungkan kata-kata ini : Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang pula.
Anda, saya, orang Amerika atau bukan semua ciptaan Tuhan. Maka jangan pernah membenci ciptaan Tuhan. Bakal kualat bung. Adek

Anonim mengatakan...

orang ini, sudah pantunnya jelek postingnya juga ora mutu....weekekkakakikiki... (Ghentenx)

Anonim mengatakan...

@syamtua

Lagi-lagi anda ini tipe manusia aneh bin ajaib bin langka, hi hi. Pagi ini saya hanya 'sentil' kalau tuan @sholich mirip anda yg suka pamer ayat suci. Ini fakta, lalu sdr cap saya macam-macam: a) pendendam, b) bonek, c) provokator. Cukup, belum. Disini anda katakan saya tukang sumpah serapah. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala meratapi org tua spt anda yg tabiatnya sungguh memalukan.

Hal saya tdk menulis 'dosa' amerika, bukankah itu bagian anda 'pendengki' amerika? Atau sdr kewalahan tdk punya standar moralitas untuk mengkritik??? Silahkan pilih, moralitas taliban misalnya!

@adek

Salut untuk anda. Teramat tdk pantas mengeluarkan ayat suci untuk diskusi ini.

@ghentenx

Anda ini sdrnya 'anak nkri' ya? Capek deh, hi hi.

Anonim mengatakan...

@ NK

Iya, makin jelas anda adalah penjual kecap. Anda tetap tidak mau mengulas kelemahan Amerika. Padahal itu yg kita perlukan supaya obyektif. Anda tampaknya kurang menyukai obyektifitas. Ada 2 kemungkinan, anda tidak mampu atau anda tidak mau. Dilihat dari naga-naganya, anda kelihatan tidak untuk kedua-duanya. Begitu anda mengulasnya akan ketahuan betapa bodohnya anda. Bigmike, jangan terima postingan dari orang yg tidak bisa obyektif sepeti ini.....wakakakakikikik....(Ghentenx)

Anonim mengatakan...

-Ghentenx-

setuju dengan anda, diantara kelebihan-kelebihan amerika (yang harus kita akui), bukankah amerika juga memiliki kelemahan. beranikah nk untuk secara lantang mengatakan apa kelemahan amerika (sama seperti nk begitu gagahnya menyatakan kelebihan-kelebihan amrika)??? obyektif dong bos!!!

wah selain penjual narkoba (anak NKRI), anda juga disebut sebagai penjual kecap (Ghentenx) loh.. Ha..ha

(norman)

Anonim mengatakan...

Sahabat kita yang satu ini saking bersemangatnya mempromosikan Amerika tanpa sadar menjadi mirip G.W. Bush Jr. GWB membuat simplifikasi begini...."siapa yg tidak bersama kami adalah musuh kami". Sekarang lihatlah simplifikasi NK...."siapa yang membuat keburukan Amerika adalah pendengki Amerika"...wow....wow...wow...Saya jadi 2 orang jago simplifikasi lainnya, yaitu Hitler dan Soeharto. Apa NK calon pengganti orang-orang ini????? (Sulis)

Anonim mengatakan...

ah sori...tertulis: saya jadi 2 orang jago simplifikasi lainnya, ....seharusnya.....saya JADI teringat 2 org jago simplifikasi lainnya......(Sulis)

Anonim mengatakan...

@Ghentenx, Norman dan Sulis and all

Saya mau pake moralitas si a9us disini. Sebeleum mentertawai kalian, saya mohon maaf dahulu.

*Tertawa terpingkal-pingkal*

Sudah...sudah... uuppsss, ha ha ha...1000X

Kalian ini mirip anak kecil. Saya ini khan 'penggemar' Amerika jadi wajar kalau saya bilang baik-baiknya saja walau saya sudah akui dia banyak dosanya juga. Kalian sudah baca belum artikel saya itu? Disana, saya berbaik hati memberi kesempatan kpd sidang pembaca untuk mengkritik Amerika. Kalian tahu tdk dosa-dosa Amerika? Belajar sejarah tdk? Masak saya yg harus ajar kalian sih? Atau jangan-jangan kalian penggemar Amerika juga? Wa ha ha ha...

@Sulis

...cut...

Sekarang lihatlah simplifikasi NK...."siapa yang membuat keburukan Amerika adalah pendengki Amerika"

...cut...

Saya tdk melihat sdr menyebut keburukan Amerika, artinya sdr bukan pendengki Amerika khan? Lalu apa masalahnya??? He he he...

Rupanya kalian hanya bisa kritik negara sendiri. Giliran dikasih kesempatan 'tumpahin' uneg2 untuk mengkritik negara org, pake malu-malu segala. Pantesan 'anak nkri' paling keki disini, ha ha.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@sulis and all

Sebenarnya saya tdk membuat simplifikasi spt yg dituduhkan anda itu. Saya penggal kalimat dari tulisan saya disini:

...cut...

Sebelum saya pamit, sedikit saja tentang para pendengki Amerika. Persoalannya adalah mereka -meminjam istilah @wilmana- gemar menilai moralitas memakai standar 'kerajaan surga.'

...cut...

Jelas siapa yg saya maksudkan sebagai pendengki amerika, yaitu mereka yg gemar mengkritik amerika memakai standar moralitas 'kerjaan surga.' Yg saya kehendaki, jika ingin kritik, kritiklah dgn argumentasi yg masuk akal + jgn lupa konteks sejarahnya, blah, blah.

Kritik yg paling sering saya dengar adalah standar ganda politik luar negeri amerika. Tp ini sebenarnya sangat sederhana untuk dijelaskan.

Kira-kira begitu, saya mau tidur-tiduran sambil menunggu @widyanto yg katanya mau kesini kasih komentar.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

wah blog ini makin rame aj y, ada kontributor posting autobiografi segala, kayaknya sih postingan ini akan lebih "greng" kalo dikasih judul "NK, Apa Hebatnya Sih???"

You may say America is still the world's best hope
But I'm not the only one.
I hope someday you'll join us in the The Audacity of Hope

~ JM ~

Anonim mengatakan...

@all

Saya kebetulan tdk benci amerika krn tdk ada alasan utk itu. Sy jg bukan benci sm @nk dan siapapun di sini, krn tdk ada alasan utk itu.

Saya cm mo bilang, jgn terlalu berlebihan sj krn bs bahaya. Termasuk buat yg lg jatuh cinta ato benci sm amerika.

Yg saya tau, berita di Media Indonesia Jumat lalu bahwa ternyata, Iran itu diam-diam tergolong negara tujuan ekspor utama amerika. Mulai ekspor peralatan mekanik sampe pakaian dalam wanita dan sperma sapi.

Tapi anehnya Mr Bush selalu ngancam mo nyerang Iran dan Syaikh Ahmadinejad jg kalo pidato suka menghina amerika.

@nk yg tau betul ttg amerika, kira2 knp yaa Mr Bush dan Syaikh Ahmad bertingkah begitu?

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@Wilmana

Ha ha ha lucu jg... Beta bayangkan yg sdkt jorok, byk perempuan Iran itu lg pake underwear (tau tooo) bikinan tangan org Amerika tnp risau.

Eh Ustad Sholich, dalilnya apa yaa??

-bonggo-

Anonim mengatakan...

@JM

Anda hanya sekedar menambah deretan komentar tdk cerdas disini, tp saya terhibur dgn 'musik' anda. Joget yuk, jooogeeeeeeeeet.

@Wilmana

Sdr manusia cerdas dan saya hargai komentar sdr, he he.

Hal Media Indonesia, saya sudah sejak lama tidak mengunjungi situs 'online'nya karena berita dan lebih-lebih editorial sering sangat bias, apalagi berita luar negeri (ttg amerika, israel). Tp gaya MI ini masuk akal untuk menjual koran kepada pembaca dalam negeri yg mayoritas membenci 2 negara ini.

Betul, ekspor produk Amerika ke Iran terus berlanjut termasuk perusahaan sebesar General Electric (GE). Mengapa ini bisa terjadi ketika pemerintah US mengambil sikap 'keras' thd Iran? Kebebasan yg adalah ciri khas Amerika. Pemerintah tdk punya hak melarang kegiatan usaha dll baik privite citizen maupun korporat.

Didalam negeri sendiri, aktifitas dagang GE dan Iran sudah lama disorot oleh media massa, khususnya kaum kanan. Dan dalam 7 tahun terakhir, harga saham GE terus turun. Lagi-lagi, disini letak kehebatan kebebasan itu. Ketika seseorang/perusahaan melakukan apa yg dianggap tidak bermoral, maka masyarakat bebas mengambil tindakan yg diyakininya bermoral, menjual/tdk membeli saham GE.

@bonggo

Ha ha ha, sdr ini bs saja. Saya milih 'no comment' sajalah, takut disebut 'kafir' ha ha ha.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@wilmana

Menurut sdr, apa yg diperlukan indonesia untuk menciptakan Indonesian Dream??? Kalau saya menawarkan 'teori' kebebasan, apa teori sdr???

Saya tunggu.

-ny-

Anonim mengatakan...

@nyong kupang
trims atas apresiasinya, udah lama kudambakan disebut tdk cerdas
hueh heh he he.....

~JM~

Anonim mengatakan...

-nk-

........ cut
jadi wajar kalau saya bilang baik-baiknya saja walau saya sudah akui dia banyak dosanya juga.
.........cut

begini saja anggap saja saya tidak belajar sejarah, saya ingin diajar oleh bos nk tidak apa2 deh saya dianggap bodoh oleh karena itu saya ingin menanyakan, jadi apa keburukan amerika karena dari komentar diatas bos nk sudah
mengakui kelemahan amerika..

(norman)

Anonim mengatakan...

@ NK,

saya lihat, anda cenderung defensif terhadap setiap suara yg berbeda dari posting anda. Model defensif anda adalah "menghina". Lihat baik-baik nasib MR. JIMI. Baik-baik dia kasi komentar eh..anda menyebutnya sebagai komentar tidak cerdas. Bagian mana yg tidak cerdas? tidak anda uraikan. Saya lihat pola yg sama ada pada cara si bonggo merespons sahabat A9ust. Tanpa argumen cerdas, main sikat.

Saya cuma mau menegaskan bahwa kalau pembaca jadi malas ke blog ini karena enggan berantem maka yg akan kehilangan adalah bigmike. Anda tidak punya "beban" jika itu terjadi. Kalau ini blog anda pribadi sih oke-oke saja. Inikan blognya sahabat baik kita bersama, bigmike. Tunjukanlah tanggung jawabmu (Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ NK

Nah, andakan biasanya reaktif. Sekarang saya tantang reaksi anda. Apa keburukan Amerika. Standard ganda? saqya kira tidak milik Amerika sendiri. Itu naluri umum kelompok primordial di manapun juga. Cobalah anda explore lagi. Kalau sudah dapet kita diskusi karena saya punya, minimal 1 hal yg paling krusial (Proxy73)

jiwamusik mengatakan...

@Proxy73
thanks, but sebenernya itu ndak perlu. Saya khan kasih salam buat semuanya aja disini. Kebetulan ada yg sambut salam saya sbg bagian dr apresiasinya atas existensi sy disini, so wajar aja kl sy ucapin trimakasih to NK -- bgmnpun caranya menyambut salam (drpd dicuekin bibeh -- emang ennaaak??)

btw gara2 USA vs RI ini sy jd ikut2an posting klip beginian ha ha ha ha......

~JM~

Anonim mengatakan...

@ hei MR JIMI,

Blog ente asyik lho. GW jadi suka ngintip en nyari klip ke situ. Keep on posting ya dan please don't forget to remember ....seringlah maen ke blog bigmike biar qt joged bareng choooyyyy.....wakakakikikikkeekek...(Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ NK

Elo mungkin kagak suka tapi gw mesti bilang: it is very imblanace. Please improve man.

@ MR. JIMI

Blog elo top dah. Cuman kaga ade tuh posting Amrik VS RI? (Erick)

Anonim mengatakan...

Dear all,

Nih gw kirim humor dari ketawa.com biat kalo betengkar enggak usah terlalu serius

Adu Hebat Tentara Amerika, Rusia, Inggris dan Indonesia

Pada suatu hari empat orang tentara dari negeri yang berbeda ketemu di sebuah cafe di jalan jaksa. Setelah minum satu krat bir keempatnya mulai mabuk dan memuji-muji kehebatan tentara negerinya massing-masing.

Tentara Amerika, “ kami punya rudal yang bisa menembak seekor ayam dengan tepat dari jarak 5000 kilometer tanpa meleset sedikitpun”.

Tentara Rusia, “ Itu belum seberapa, kami punya rudal yang bila ditembakan dari Moscow bisa menembak seekor ikan tuna yang sedang berenang disamudera Pacifik tepat dikepalanya”.

Tentara Inggris, “ Itu belum seberapa, kami sudah mengembangkan jenis rudal baru yang bila diledakan di Bagdat, maka orang-orang di New Delhi akan terkencing-kencing mendengar suaranya.”

Tentara Indonesia yang sudah agak mabuk lalu menimpali “itu sikh belum apa-apa, kalau disini kami nggak perlu rudal-rudalan segala, cukup kepasar dengan pake seragam bisa dapat ayam, ikan tuna dan membuat si pedagang terkencing-kencing melihat pestol kami.”

(Erick)

Anonim mengatakan...

@Proxy73

Kelihatan anda sedikit cerdas. Tidak usah basa-basi, lgsg saja 'to the point.' Apa yg ingin anda sampaikan biar kita bs lgsg diskusi.

Hal komentar tdk cerdas, saya ingin sampaikan begini.

Saya kenal blog sudah cukup lama, keliling sana sini melihat-lihat, istilah kerennya, 'blog walking' atau apalah namanya. Saya lalu bikin survey kecil-kecilan dan membuat kesimpulan -dari begitu banyaknya blog indonesia yg saya ketemu- berikut :

a) Blog yg penuh dgn komentar yg saya istilahkan 'sedekah komen' misalkan PERTAMAX, KEDUAX, KETIGAX dan sejenisnya.

b) Isinya pujian

C) Makian

d) Tulisan dgn komentar/debat 'cerdas'

Kalau sdr jeli melihat komentar -awal hingga sekarang- saya tipe yg mana??? Kalau sdr tebak tipe 'd' sdr tepat sekali. Banyakkah blog dgn isi komen spt itu? Hampir tidak ada! Jadi kegirangan saya pd blog @bm ini adalah dia memberi saya ruang untuk berkomentar ria yg cerdas (tentu saja subjektif). Anda mungkin tipe blogger yg lain. Silahkan. Saya disini 'menemukan' manusia tipe @wilmana, @bonggo dan yang terakhir, setelah di kilik-kilik muncul jua, adalah si @a9us. Kami 'cocok.'

So... tdk perlu risau, lama kelamaan blog ini akan punya warna. Penuh dgn 'sedekah komen' atau org-org cerdas. Saya sendiri tdk ingin ada yg dominan, berwarna-warni saja sudah cukup.

Sdr setuju??? Ok saya tunggu poin krusial anda itu.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@norman

Karena sdr anak @bm, manusia mabuk tp baik hati, maka sayapun pingin berbaik hati memberi 2 dosa amerika secara ringkas yg saya anggap 'dosa besar.' Selebihnya saya saran sdr bertanya pada embah 'gu' (google). Kalau nanti ada hal yg perlu sdr tanyakan, saya akan coba jawab.

Dosa amerika:

1) Terhadap suku asli amerika, indian; 2) Terhadap minoritas kulit hitam.

Kalau sdr mengikuti geo-politik dunia, dosa kontemporer amerika adalah 'perubahan iklim.' 'To some extend' saya setuju bahka amerika yg 'rakus' dgn minyak bumi terlena, lupa diri, emisi yg merusak bumi. Persoalan saya dgn 'pendengki' amerika adalah isu perubahan iklim ini dibuat isu politik untuk kepentingan mereka sendiri. Yang saya inginkan adalah biar para ilmuan meneliti dan sampai pd kesimpulan yg definif. Langkah-langkah perbaikan yg teramat-amat mahal, jika tdk didasari pd data ilmuah pd gilirannya akan menyusahkan manusia itu sendiri. Bahkan untuk hal ini, Paus, 'bosnya' gereja Roma Katolik, harus 'turun tangan.' Pesan Paus adalah jangan sampe pemecahan persoalan perubahan iklim menyengsarakan umat manusia. Contoh kasus bio-disel yg dibuat dari jagung. PBB bahkan sudah mengakui hal ini.

Kira-kira begitu. Salam sayang!

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@ NK,

Eh si mase ciptakan simplifikasi baru lagi nih...cerdas, kurang cerdas, enggak cerdas,....ntar apa lagi bro? Jangan-jangan friend NK masi keturunan org Amrik yg membedakan orang atas dasar warna kulit...Ora nggenah mas (Ghentenx)

Anonim mengatakan...

@ NK,

Akhirnya terkuak siapa anda sebenarnya ha ha ha.....bung Syam bilang 1/2 monyet 1/2 orang. Syam juga bilang Kafir. Temen lain bilang tukang jualan narkoba jualan kecap. Anda juga ternyata penjual ideologi amerika yg anti pancaslia. Jadi, makhluk apa NK ini? Ada 2 opsi Evolusi gagal yang kafir atau makhluk kafir yang belum selesai berevolusi menjadi setan. Syereeeemmm (Sholich)

Anonim mengatakan...

Ah @nk ahirnya bisa jg dikerjain norman, Cs. Pasti norman lg tertawa diam2, krn kl terbuka ntar @nk kasi keluar "bahasa roh" baru utk norman.

Mnrt beta, @nk harusnya cuek aja dg ocehan2 politis yg minta info kejelekan amerika. Krn apa? Krn mereka bkn tdk tau itu, tp cuma sekedar kasi komentar atas tulisan bagus @nk ttg amerika.

Beta bukan pendukung amerika apalagi @nk, tp yg wajar2 sajalah. Ini ketik di laptop pake o/s bikinan microsoft. Bill Gates wkt ke indonesia nyumbang duitnya tdk sedikit. Byk org indonesia menikmati beasiswa fullbright, ford, dll utk bisa lbh lihai berdola-dali.

Sama jg dg @nk. Tujuannya mmg menonjolkan sisi positif amerika, sbg balancing thd upaya byk org indonesia terutama kelompok2 islam yg byk mengumbar keburukan ameika. So, beta malah liat @nk justru sdg bikin pemberitaan yg balance.

Point utama @nk yg entah bs dibaca kaum skeptik yg kasi komentar "buruk" thd tulisan @nk ato tdk adalah, moralitas. Pembelajarannya adalah mampukah kita menilai pihak lain scr obyektif meski kita adalah korban dr pihak lain itu? Jgn sampe kita jg pasang standar ganda. Maki amerika, tp nekat pake software MS Windows bajakan. Ato kayak Ahmadinejad, maki2 amerika tp beli jg celana dalam bikinan tangan org amerika utk dipake salah satu istrinya. Bg yg kristen value-nya jelas kan?

"do for others what you want them to you". Berkatilah dan berdoalah bagi musuhmu.

Kl Ustad Solich, cari ndiri dalilnya.

-bonggo-

Anonim mengatakan...

-nk-

itu bisa-bisanya bos bonggo sa. biasaaa, gayanya bos satu ini memang gitu suka adu domba. he..he. beta no heart feeling saat tanya apa kejelekan amerika hanya kepengen bos nk supaya lebih obyektif sa. ada hitam ada putih, ada kebaikan (yang beta ju akui) ada juga kelemahan negara si "pamang sam" (diucapkan dengan dialek bugis).

(norman)

Anonim mengatakan...

@sholich

Wa ka ka... walau komentar sdr memakai kata-kata 'busuk' saya lihat sdr ini org 'baik.' Lelucon sdr bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak. Terima kasih, terima kasih. Anda mirip anak NKRI yg berkoar-koar mirip 'macan tutul' tp sebenarnya berhati 'bebek' yg 'manis' dan 'lucu.' You are maaameeeennn.

Berbeda dgn @sholich yg ingin sekedar ingin 'gagah-gagahan' busuk, 3 manusia dibawah ini memang busuk:

@ghentenx

Begini komentarnya buat @bonggo pd posting carpe diem:

...cut...

Sudahlah anda sama sekali tidak membantah satupun argumen A9ust. Anda cuma mengulang-nguang tidak setuju pertanian tidak usah diprioritaskan TANPA argumen... tanpa malu hanya menceracau. Anda hanya mengoceh tidak tentu arah....Cerdaslah sedikit. Jangan kempunganlah. Kurpik"

...cut...

Masyaaaaaaaaa ollloooo! Beginilah manusia bermoralitas ganda. Pd si @bonggo dia 'paksa' untuk cerdas blah, blah, tp disini dia amat kampungan dan kurpik. Tdk satupun argumen saya dia bantah tp sedekar menceracau dan komen tanpa arah, ha ha ha.

Woi @ghentenx, sebelum anda marah-marah, saya hanya mimjem bahasa anda lho ya.

@proxy73

Tadi pagi saya kira blogger ini sedikit cerdas tp rupanya busuk. Saya kutip komentar anda untuk si bonggo pd posting CD:

...cut...

Saya setuju dengan Ghentenx, kalao anda emang cerdas dan tidak buang omongan yg bikin muak, cobalah beri argumen pada pendapat A9ust... Coba juga anda berargumen bahwa... Tanpa argumen-arumen di atas, anda sungguh memalukan dan memuakkan....Coba anda catat baik-baik, berapa suara yg sudah meminta anda untuk lebih cerdas...

..cut...

Anda ini tipe manusia pemaksa. Lihat saja, seakan anda lebih cerdas blah, blah, anda paksa @bonggo macem-macem. Sedang disini, anda maksa saya untuk menulis keburukan amerika tp tdk ada satupun argumen yg membantah 'kebaikan' amerika. Saya masih tunggu poin krusial yg anda sebut.

@erik

Anda ini juga malu-maluin. Saya kutip ejekan anda pd si @bonggo:

"Si bonggo malu-maluin nih...asal mau ngomong. Enggak ada argumen. Cemen dan ...malazzzz nih gw."

Ditulisan ini, anda sama sekali tdk berargumen, malah melawak. Ha ha ha. Tipe manusia standar ganda. Paiiiiyaaah.

Kalau saya jadi @bm, saya KUCIWA BRAT. Pencinta @bm adalah manusia tdk cerdas yg hanya bisa puji-puji disini dan marah-marah kalau adayg tampil beda.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@bonggo

Anda memang 'urakan' tp cerdas membaca maksud artikel saya. Pantas lawan debat anda di posting Carpe Diem, @a9us, hanya bisa marah-marah dan tdk mau berani 'keluar' dari zona nyaman dia, data. Tanpa data, dia tdk ada 'peganganan.' Paaaiiyaaah. Anda mampu 'bermain' disemua 'lini' topik diskusi. Untuk itu, welcome to the club maaaamennnn!

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@nyong kupang

krn sy kira anda masih punya sedikit harapan utk sy ajak kpd jalan kesesatan nyata, maka sy kasih sedekah nasehat.

Berhentilah sejenak utk berpikir, stop utk selalu improve. Mulai belajar dan berlatih dan latihan terruuusss..... utk meningkatkan daya gaul anda thd manusia2 tdk cerdas, sering bikin muak, orang2 bisanya memalukan dan memuakkan, malu-maluin, manusia Paiiiiyaaah, bisanya marah2, dst, dst.

Coba ambil nafas dalam2 trus keluarkan pelan2 sambil terpejam 3X. Stl itu lihat dg tenang sekeliling anda. Bisa jadi scr ndak sadarin, bukan lagi anda termasuk kelompok minoritas tapi anda sudah jadi spesies langka di habitat anda saat ini krn ternyata anda dikelilingin oleh orang2 yg anda benci itu. Bahkan kebanyakan orang disini ternyata jauh lebih buruk dr yg pernah ada katakan.

Eh, sekali lagi itu jika dan hanya jika anda betul2 mau sy ajak ke jalan kesesatan nyata, kalau tidak ato masih ada keraguan ya... silahkan jalanlah di jalan yg lurus dan benar, baik dan bagus, serta lupakan sedekah komen ini

~JM~

Anonim mengatakan...

Damai di bumi di antara manusia yang berkenan pada-Nya.

Wah, ngeri juga neh liat jurus2 wushu para Enghiong di sini. Pertarungan Locianpwe A9us dan Bonggo Siansu naga2nya sdh berakhir dg masing-masing pergi menyeret luka dalamnya sendiri-sendiri.

Sekarang, Taihiap NK dari selatan nusantara sementara terlibat adu jurus, balas-membalas dg gerombolan Tosu dr Wudangbai, pimpinan Genteng Hiapkek. Wanpwe sendiri musti meladeni jurus "kebebasan" dari NK. Untunglah sdh dibekali kitab naga dr taihiap Kungfu Panda, jd Wanpwe msh bisa selamat.

Indonesia sdh lama mencoba moralitas kebebasan ala amerika. Tp begitulah penyakit indonesia yg mau enaknya sj, copy-paste. Apa yg dikira baek, diambil begitu sj pdhl lupa bhw hrs ada kajian yg baik krn laen padang laen belalang, toh? Kebebasan itu mensyaratkan kondisi nirculas. Nah, org indonesia msh berkutat dg keculasan yg menghambat paktek kebebasan dlm arti yg sebenarnya.

Krn culas, FPI mau bebas menindak para kafir tp tdk mau kasi kebebasan pd ahmadiyah, kristen, dan golongan lainnya yg jg perlu berekspresi di bumi nusantara. Krn culas, ada Ketua Parpol dg embel2 demokrasi dg bebas berkoar rakyat golput bukan WNI. Krn culas, konflik hukum BPK vs MA BY scr bebas menyelesaikan scr adat saja. Krn culas Capres Golkar pd 2004, merasa bebas2 sj bikin partai baru utk maju lg sbg Capres. Krn culas, MK merasa bebas bikin produk hukum mubasir dan menyakiti rakyat. Msh byk lg cth penyalahgunaan kebebasan gara2 penyakit culas.

Nah, ini jurus pedang giokceng kiamsut sy pake sbg serangan balasan. @NK yg lbh tau amerika, apakah ada pengalaman amerika kira2 ratusan taon lalu, bgmn mengatasi masalah keculasan ini? Sy ingat jaman presiden Jefferson, krn culas, menteri ekonominya tewas krn menyelesaikan beda pendapat dg duel pistol. Bayangkan kalo itu tjd di Indonesia yg baru sj belajar menerapkan kebebasan.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@JM

Sesuai pesan terakhir sdr, saya bahkan sudah lupakan sedekah nasehat sdr, he he he. Kalau ingin sesat, jangan ajak yg lain, ha ha ha.

Tp jogeeeeeeet yuk jogeeeeeeet.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

Ha ha ha beta setuju deng ahli kungfu miusex, @JM. Dia lg ajarin @nk teknik pernapasan sungsang... Kl dilatih dg baik, dijamin kiri jadi kana, atas jd bawah, waras jadi gilan, dan sebaliknya.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

ha ha ha orang2 aneh, bagaimana tidak??? semua di dunia ini pasti memiliki 2 hal yang sedang dibicarakan. bagai 2 sisi mata uang yang tiada terpisah. baik dan buruk, bagus jelek yahh... selalu domiliki oleh semua bangsa dan manusia di dunia ini. kita sering membicarakan kejelekan orang tanpa melihat kebaikan dan bahkan melihat kejelekan/keburukan kita. ha ha ha apa lagi si tukang gosiiip.. saya kira semua bangsa punya lebih dan kurangnya tapi ngga bisa lebihnya bangsa lain kita secara otomatis kita gunakan itu bagi diri atau bagi bangsa kita. ituuu konyol bos. kita harus jujur bahwa kita memiliki budaya adat yang kuat yang semuanya melihat sesuatu ada batasan dan norma2 yang mengatur dan mengikatnya. dan bangsa ini tumbuh dan berkembang hingga hari ini dgn kondisi ini. jadi emang ngga semua BEBAS yang sodara NK sampaikan itu bisa dilaksanakan. ha ha ha kita liahat kebebasan di era reformasi ini, RUSAK men kebebasannya. semua berjalan seperti sudah tdk teratur.
dulu bangsa ini dikenal karena santun, berbudaya, ramah dan kokoh, skarang di era BEBAS kok jadi bangsa penuh teroris, Koruptor terang2an, keadilan nyaris lumpuh dll.
nah Bung NK, indonesia emang beda. BEBAS oke tp tetap pada akar budaya, khlak dan budipekerti khas INDONESIA. KALO TIDAK YAHHH INDONESIAL.

DTN

Anonim mengatakan...

@dtn

Aaaaah ada 'manusia' cerdas disini yg juga sesama penulis disini. Pertama, salam hangat. Sdr sudah lama tdk muncul disini. Semoga sdr dan keluarga sehat dan selalu dilindungi 'Tete Manis.'

Tentang kebebasan, Amerika, mungkin, ini mungkin lho ya, sekedar pikiran liar saya, belajar kebebasan itu dari Tuhan Allah, Sang Khalik, yg 'nekat' memberi kebebasan kepada ciptaanNya. Apa Dia tdk tahu manusia itu 'lemah' dan cendrung menyelewengkan kebebasan itu? Tentu saja Dia tahu! Tapi kok? Enggak ada tapi-tapian. Surga yang Dia siapkan adalah kepunyaan org-org yg tanpa paksaan menjalankan kebebasannya untuk mencintai Dia dan menjalankan ajaranNya.

Begitu juga dgn Amerika. Bagi org amerika, 'the very definition of' kebebasan itu adalah 'AN EXPRESSION OF HUMAN FLAWS." Saya sulit menterjemahkannya ke dlm bahasa Indonesia dgn baik jadi silahkan. Walau begitu, HUMAN GOODNESS hanya bisa, sekali lagi, hanya bisa tumbuh dari kebebasan itu. Tanpa itu, tdk ada yg namanya KEBAIKAN. Itu menurut org amerika. Saya sependapat karena Tuhan yg saya sembah punya 'nature' yg sama. Walau dia tahu manusia akan menyelewengkan kebebasan, Dia tdk punya pilihan lain untuk mendapatkan jiwa-jiwa yg VIRTUOUS. Ini filsafat 'tingkat tinggi' dan hanya manusia 'cerdas' yg bisa memahami ini. Tp sdr yg berlatar belakang Kristiani, lebih mudah memahami ini.

Tentang kebebasan agar tdk terlepas akar budaya spt 'teori' sdr itu, saya setuju hanya jika budaya itu sendiri tdk 'mengekang' kebebasan. Kalau justru malah mengekang, kebaikan sejati tdk akan tumbuh.

Mengapa di amerika, human virtues tumbuh berkembang sedang di Indonesia cendrung anarkis? Saya ingin katakan karena di amerika, 'virtues' yg lahir dari kebebasan mendapat perhargaan yg amat tinggi. Kalau sdr dengan gagah berani menyelamatkan seorang bayi dalam sebuah rumah yg hampir ludes dilalap api, maka sdr di beri jasa Pahlawan dan mendapat t4 yg tinggi dalam masyarakat. Begitu juga kalau sdr menjadi tentara di amerika. Pengorbanan yg plng mulia bg org amerika adalah pengorbanan nyawa. Saya jadi ingat Firman Tuhan, 'sahabat yg sejati adalah kawan yg rela mengorbankan nyawanya.' Kira-kira begitu. Nah, kalau sdr mati dimedan perang, anda mati tenang karena seumur hidup, istri anak sdr akan dihidupi org negara. Itu hal kebaikan. Di amerika, keburukan sangat memalukan bahkan hukukam mati. Keadilan dijunjung tinggi-tinggi. Hukum adalah PANGLIMA.

Sekarang, mari bercermin pd keindonesiaan. Apakah kebebasan ada pd 'kerangka' ini: kebaikan dijunjung sedang keburukan dihukum seberat-beratnya??? Atau dia ada dalam kefakuman??? Kalau dia hadir dalam kefakuman, maka lahirlah anarkisme. Ini yg terjadi di Indonesia. Yg baik tdk diakui (Lihat perilaku komentator disini. Yang cerdas dikatakan memalukan dan memuakkan sedang yang kampungan dan kurpik dibilang kebaikan) sedang yg buruk diterima sebagai 'kelaziman' (lihat gaya si JM). Ini sudah terbolak-balik. Kata @wilmana, kiri jadi kanan, waras jadi gila dan sebaliknya. Lalu siapa salah ini terjadi??? Kebebasan itu atau manusianya culas???

Kira-kira begitu dan sekali lagi selamat bergabung disini sdr @dtn.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@Sidang pembaca blog

Sambil menunggu kalau-kalau ada manusia 'cerdas' yg ingin dola-dali disini, saya ingin mengomentari debat panas antara @bonggo dan @'the rest of us' disini.

Fenomena @bonggo yg ketiban sial kena bonggo (bahasa kupang: dipukul, tendang, injak dll) oleh pembaca blog disini tdk lepas dari moralitas IndoneSIAL. Kok? Coba tengok sinetron Indonesia yg dari jaman ke jaman di'gandrungi' ratusan juta manusia Indonesia! Apa temanya??? ORG BAIK HATI, MISKIN TP BERNASIB SIAL, SERING DIHINA. Lucunya, semakin dihina, semakin dijahati, semakin gemar pemirsa menonton sinetron tsb.

Awalnya saya tdk terlalu memusingkan fenomena ini. Tp kasus tuan Soeharto (Bosz Orba) yg ketika meninggal ditangisi oleh jutaan manusia Indonesia. Dalam kesedihan, mereka kehilangan moralitas, dgn menawarkan pengampunan total atas 'dosa-dosa' almarhum. Ini tentu kebalikan daripada cerita sinetron.

Dari 2 hal yg kontras ini, saya lalu berpikir, jangan-jangan, buat org indonesia, tdk soal siapa yg dihina. Org jahatpun kalau dicerca terus-menerus, dia menjelma jadi org baik lalu dibela mati-matian.

Saya yg waras melihat a9us amat 'kewalahan' menanggapi si @bonggo. Dia panik dan keluarkan jurus main tuduh. Saya juga korban tuduhannya. Lalu mengapa @bonggo dicaci maki sekarang? Teori saya, karena bonggo tdk tahu kapan harus berhenti yg lalu menciptakan skenario mirip sinetron.

@bonggo, sdr ini memang sial. Kalau dulu kana bonggo dari @bm, sekarang kana karoyok. Sorry maaaameeeenn... 'this time, you are on your own,' ha ha ha.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@ NK,

Sahabat keliru dalam mengamati. Awalnya percakapan antara bonggo dan A9ust masih normal. Keadaan menjadi berubah ketika si bonggo tampak kehabisan argumen. Argumennya ayg agak cerdas hanya muncul 2 kali, yaitu ketika si bonggo datang dengan data PDRB NTT dan ketika "diarahkan" si Proxy73. Ketika data PDRBnya ditimpali A9ust, si bonggo kembali kehilangan argumen sampai adanya "good direction" dari si Proxy73. Di luar itu, si bonggo cuma "berteriak" dan hal ini mengesalkan sahabat blogger. Ketika diingatkan, malah si bonggo ngajak berantem lagi. Bagaimana jikalau si Proxy CS nekad berantem lagi. Enggak bakalan habis ini urusan. SI A9ust sudah betul ketika 2 hari ini, sejak komentar terakhirnya, dia diam. Hal ini sudah kondusif. Sekarang kita tunggu jiwa besar si bonggo. Jka tidak maka, terpaksa kita minta BIGMIKE TURuN TANGAN. Kalau begitu apa kita sahabatnya tidak malu? Tua-tua kok enggak bisa ngatur diri.

Soal mengeroyok, saya kira sahabat juga keliru. Bukankah pada mulanya NK bareng si bonggo mengeroyok A9ust? Di tengah diskusi sahabt keluar tetapi lalu bikin opini di lain tempat, misalnya di posting ini, yg sangat membela si bonggo. Untunglah pada bagian akhir komentar sahabat di atas anda mencoba melepaskan diri dari si bonggo. Setelah anda "pergi" datanglah si degha membatu si A9ust. Ketika itulah saya lihat si bonggo menjadi-jadi kekalapannya. dan hal ini mengganggu sahabat lain. Saya catat, hampir semuaa sahabat blogger yg wanita tidak pernah lagi masuk ke sini. Dugaan saya, mereka "ketakutan" dan ketakutan adalah hak mereka. Setelah si bonggo ditegur, saya sesalkan juga karna cara menegurnya malah mirip si bonggo, situasi makin tidak karuan. Si bonggo is going mad now. Siapa jamin kenyamanan blog ini tidak semakin terganggu? Kita minta BIGMIKE turun tangan tapi apa kita tidak malu? tua-tua tidak bisa mengendalikan diri.

Ahirnya, kita kembali ke temper asali kita. Kalau NK jujur, perilaku si bonggo hanya pengulangan dari yg dia lakukan kepada sahabat kita bigmike. Apa dia tidak belajar dari pengalaman itu? Saya sesalkan juga. Kalau BIGMIKe TURuN TANGAN apa kita tidak malu?

Nah, sahabat NK, sebagai org yg sudah dipercaya untuk bisa memposting di sini cobalah mengambil peran yg jujur dan netral mengatasi hal ini supaya bigmike tidak perlu turun tangan. Saya tidak kenal orang ini secara pribadi tetapi saya jadi terharu karena ORANG BAIK INI adalah korban sebenarnya dari diskusi yg sudah tidak etis ini.

Sahabat bonggo, tahanlah dirimu. Sahabat lainnya juga, tolonglah menahan diri. Sahabat A9ust tetaplah menahan diri. BIGMIKE, tenang sajalah kami akan menahan diri (Patrice)

Anonim mengatakan...

@nyong kupang
kali ini sy akui anda tak hanya melihat tp juga baca komen sy.
Mudah2an bukan sekedar kebetulan kalo anda benar ttg 'kelaziman'.
Sy hanya mengajak aja, ndak bermaksud memaksa siapaun utk berbaur di 'kelaziman' tsb.

Sekedar ngingetin apa yg sy pernah komen, gimana kita mau atau bisa merubah habitat kita kalo kita masih kekeuh ngetik 'mari kita menoejoe peroebahan'?

Lha kl kita merasa bedaa... jauh dg orang kebanyakan tentunya mereka pun merasakan demikian halnya. Apalagi kl kita sinis, benci atau melawan ama mereka, mereka pun akan membalasnya scr protokol manusiawi duniawi sejak dulu kala. Bagaimana kita bisa merubah habitat kita kalo mereka pikir justru kita lah yg seharusnya berubah ke 'kelaziman' (ala orang kebanyakan / common sense).

Pertanyaan sy thd @semua yg baca komen ini, apakah kalian2 TIDAK pengin merubah situasi dan keadaan habitat kita??

Bagi yg menjawab "YA!", sy saranin buru2 pulang kantor, nonton sinetron, bobo jangan malam2, janga lupa baca kitab suci agar lekas masuk syurga dan hidupnya dilindungi dr godaan2 syetan dan manusia sesat yg terkutuk.

Bagi yg menjawab "TIDAAAK!!!..."
Sy pengin tau: Kenapa Tidak?

~JM~

Anonim mengatakan...

@Patrice

Saya amat senang dgn komentar sdri walau tentunya saya tdk sependapat. Walau begitu saya hargai tinggi-tinggi pendapat sdri.

Persoalan saya atas 'arahan' yg sdri maksudkan adalah dgn kata-kata yg amat kasar, bahkan sudah dalam bentuk makian. Saya memang harus jujur, si @bonggo kurang tahu waktu kapan harus berhenti. Tp sdri juga harus jujur dgn 'arahan' sahabat yg lain. Hal netral, maka sdri pun harus berani menegur sahabat lain itu. Saya sudah mengajak @bonggo untuk berhenti.

Tentang @bm yg jadi korban menanggung diskusi yg tdk etis ini, saya agak berbeda. Saya teramat salut dgn moralitas kebebasannya, yaitu memberi saya, sdri dan semua kebebasan untuk menjadi diri kita sendiri. Tp tentunya @bm punya hak prerogtatif untuk 'menghentikan' diskusi yg dianggapnya tdk etis. Kalau beliau 'turun tangan' sbg org 'menumpang' disini, saya akan patuh.

@JM

Anda menulis agak panjang kali ini. Saya menangkap 'keseriusan' anda tp lagi-lagi mohon maaf, saya yg bodoh ini belum mampu menangkap pesan anda. Mungkin bisa lebih sederhana?

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

-wilmana-

Ulasan sdr ttg 'dunia persilatan' disini enak dibaca dan 'mencerahkan.'

-bne-

Anonim mengatakan...

Nah, benar kan yg beta bilang. Tulisan @nk itu sejatinya bicara tentang moralitas. Krn itu sayang sekali jk komentar2 hanya seputar amerika yg di sini @nk cuma pake sbg contoh kasus. Dulu di GMKI, ada senior beta yg namanya Odi Polo sll bilang yg kayak gini artinya level berpikirnya cuma sebatas cth.

@NK
Human flaws itu cocok utk maksud "sisi lemah yg melekat pd setiap manusia". Dg membebaskan setiap org mengekspresikan sisi lemahnya, mk dg sendirinya sisi baik akan muncul. Scr alamiah akan menjadi jelas bg semua pihak termasuk anak kecil sekalipun, mana hitam dan mana putih. Beda dg budaya Indonesia, yg men-tabu-kan utk ungkap hal2 yg dianggap aib akibat adanya human flaws itu. Sy ingat kata2 Jeremy Bentham, filsuf UK, "dalam ketertutupan, kejahatan mencapai puncak kekuatannya".

Ini menarik krn pertanyaannya, apakah budaya men-tabu-kan dan menutup-nutupi kebusukan itu, sama sekali tdk punya nilai baik lg?

Sdgkan virtues itu sepadan dg kt "kebajikan". Dikenal sbg salah satu sumber etika. Virtue ethics mengukur setiap tindakan manusia dg mempertanyakan spt cth ini, "What kind of person will I become, if I do this?" or "Is this action consistent with my acting at my best?"

Eh, sy heran, katanya @Syam senang ngobrol ttg moral dan etika. Tp kok diam saja? Apa lg ke luar kota?

@Patrice
Sy jg penonton spt anda. Sesekali ikut menyemangati @bonggo, krn sy setuju dg gagasannya, meski tdk setuju dg aksesoris dan gimmick dia thd Bu Agus. Bkn apa2, krn sy tau betul beliau itu umurnya jauh lbh tua dr si bonggo. Tp dlm hal ini sy anggap sm sj krn faktanya pak agus jg tdk kalah "garang" dg bonggo dlm menggunakan gimmick utk mancing emosi.

Dlm pengamatan saya, justru pak agus yg mulai "menyerang" gagasan @bonggo, ketika gagasan itu disampaikan ke norman. Lalu mereka terlibat debat, lengkap dg gimmick2 utk pancing emosi dan ganggu konsentrasi. Dg pola ini, akhirnya mjd wajar jk saat pak agus milih diam, @bonggo msh perlu kembali memberi komentar balik penutup. Selanjutnya, sy liat @bonggo sibuk menanggapi para Penonton lainnya yg entah knp tiba2 menggila dg menyerang personalnya. Sy mencoba menengahi dg meminta agar rekan2 lain bs obyektif jgn nyerang personal, tp kl ga setuju dg dalil2 @bonggo, ya itu yg diserang, bkn personalnya.

Skrg sy terpaksa menengahi lg perilaku anda dan @nk yg jg mulai memperlebar mslh ini ke ruang baru. Jadi bayangkan awalnya di ruang postingan norman, lalu pak agus (ingat, pak agus bkn bonggo), bawa2 ke ruang posting bm, carpe diem. Lalu skrg anda berdua perlebar lg mslh ini ke sini.

Bg saya, pointnya sederhana sj. Pertama, kl kita tdk setuju dg trik debat yg mengganggu mk itu yg ditegur, bkn maki personal org. Dan faktanya, baik pak agus maupun @bonggo, dua2nya layak ditegur. Belakangan malah yg ikut2an emosi jg perlu ditegur, termasuk anda.
Kedua, jk kita ingin ikut diskusi, mk dalil mana yg kita tdk setuju, itu yg disanggah. Faktanya, tdk ada yg menyanggah dalil2 @bonggo, tp sekedar mampir utk maki2 personalnya. Mbak Patrice-pun sekedar kasi bonggo cap "argumen tdk cerdas", tp tdk jelas yg tdk cerdas itu yg mana. Plus bonus membela teman anda si Proxy73 yg dr data komentar2nya, jelas2 nyerang personal bonggo sbg "org gila". Pola maen cap spt Mbak inilah yg mnrt saya, maaf, tdk layak utk negur @nk. Persis tulisan bigmike di Carpe Diem, "org gila negur org gila".

Sy memperkirakan sesuai karakternya, tdk sampe bsk siang, bigmike sdh turun tangan. Jadi kita tunggu saja. Tp sy yakin, kita semua bakal kena "jeweran" beliau. Sy setuju sj, krn toh sy jg awalnya ikut2an nyentil pak agus, tp stop ketika beliau jg berhenti bikin comment... dlm konteks carpe diem, kl kita dijewer, itu artinya beliau msh sayang kita.

Salam damai

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

Ups, sorry... Krn ragu sy cek lg. Ternyata sentilan bigmike ttg orang gila negur org gilan bukan di Carpe Diem, tp di Don't Cry For Them.... Maklum mulai tua jd rada2 pikun... He he he

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

Aduh, kalo komentar postingan, seberapa ganaspun masih asik dibaca. Kalo komentar terhadap komentar, juga masih nyambung. tapi kalo komentar terhadap cara berkomentar, parah-parah-parah.

@ NK
coba nonton SICKO nya michael moore. kalo NK mau membuktikan american dream dengan contoh2 spektakuler, semua punya bandingannya. ie, ada orang rote bisa jadi mentri ditengah menteri2 yang dari indonesia bagian barat, apakah itu artinya ada kesetaraan pembangunan antara indonesia barat dengan timur? itu kan hanya kasus2 khusus, sonde membuktikan sistem yang bebas. bahkan, dengan mengangkat kasus2 khusus, secara implisit NK mengakui bahwa didalam amerika memang diskriminatif. makanya kalo ada golongan minoritas yang "naik" digunakan sebagai bahan jualan (baca: kecap) tentang kebebasan dan kesetaraan. kalo baca "mimpi amerika", buku lawas kuntowijoyo, lebih realistis bahwa american dream memang dream, but it's not always a nice one!!

kalo ngomong double standard di politik luar negeri sih lebih jijik lagi..

btw, have a nice dream.

=anakbaru=

Anonim mengatakan...

Wuelleh welleh... sy dpt tegoran keras dr @BM atas komen-komen yg ribet abiszzzz……
Wah ya, sy cuman bisa berucap Ayam Sorriiii... to @semuanya especially to @BM

Also to @nyong kupang, itu bukan berarti anda yg bodoh melainkan sayanya aja yg belum mampu ngetik sesederhana standard anda.

Spt kt @Wilmana "sisi lemah yg melekat pd setiap manusia", hanya saja bedanya disini BUKAN dalam rangka membebaskan setiap org mengekspresikan sisi lemahnya, melainkan emang semata-mata kelemahan yg melekat pd diri saya (setidaknya saat ini).
Lha ya namanya kelemahan mau diapain lagi to? Lha wong bisanya baru segitu thok thil.
So sy hanya mengarapkan maklum atas kelemahan sy ini krn belum bisa komen atau ngetik yg ndak ribet abiszzzz…… atau lebih sederhana lagi apalagi bisa sesuai harapan ato spesifikasi kesederhanaan pembaca disini.

Sy percaya maklumnya anda atas kelemahan sy ini merupakan bagian dr kelebihan anda yg belum tentu dimiliki oleh orang lain.

~JM~

Bigmike mengatakan...

Hoooiiii....MR JIMI....

Ha ha ha MR JIMI, mana berani saya menegor sampeyan. Sesama tukang mabok dilarang saling menegor ha ha ha. Kita berdua kan dijuluki tukang mabok ha ha ha. Posting dan komen sayapun sebenarnya RIBET ABIZZZZZZZ....yang enggak ribetkan cuma YANG MAHA KUASA....tul nggak mas. Anda sungguh sahabat sejati. Ketika saya pusing dengan sahabat yang ribut ribet, MR JIMI mengunjungi saya lengkap dengan musik en jogednya... ha ha ha ha serrrr....sserrrr.....syik asyikkksyi asyiiikk....serrrr..sserrrrrr....

Anonim mengatakan...

@anak baru

Selamat dtng disini. Walau 'berubah' nama, sy bs menduga-duga siapa anda sebenarnya. Semoga sy tdk salah he he.

Komentar anda agak ngawur tp saya hargai karena anda tampak 'agak' cerdas dibanding yg lain.

Mengapa td saya bilang komentar anda ngawur, karena spt kata @wilmana, pemahaman anda masih level contoh tp berlagak 'cerdas' bahkan membawa-bawa buku lawas karangan kuntowijoy. Sayang anda tdk sampaikan apa keberatan si kuntowijoy ama amerika sehingga kita bisa berdiskusi disini.

Contoh yg anda sampaikan, org rote jadi menteri dan lalu bertanya apakah membutktikan kesetaraan pembangun di barat dan timur, terus terang saya jadi amat bingung. Saya sedang tdk bicara soal Indonesia. Anda ini ada-ada saja.

Hal Amerika diskriminatif, inipun tdk aneh. Dimanapun, termasuk di Indonesia, praktik ini ada. Tp tunjukan pd saya, apakah di Amerika diskriminasi msh begitu hebat dan luas sehingga org minoritas yg cerdas, pekerja keras serta jujur masih mendapat perlakuan diskriminasi dlm pencapaian cita-cita. Lain dahulu lain sekarang. Rupanya msh ada dlm 'tempurung' cerita lama ttg amerika yg 'gelap.' Lihalah keluar, matahari sudah bersinar!

Tentang contoh yg saya beri, apanya yg spektakuler??? Anda pernah dengar nama Dinesh D'souza??? Saya teramat yakin tdk pernah. Poin saya??? Dia manusia biasa saja dan saat mendapatkan pekerjaan di Gedung Putih saat masih menjadi warga negara india tdk liput media massa diseluruh dunia. Mengapa??? Karena tdk spektakuler. Di amerika, ini hal cerita biasa. Anda ini bagaimana sih.

Tentang SICKO, saya tdk ingin bertele-tele karena level anda mash level contoh. Baiklah saya menempatkan diri juga pd level anda. Kalau Michael Moore begitu bangga dgn sistem medicare Cuba, mengapa dia masih tinggal dan cari makan di amerika??? Semoga sdr bisa jawab ini sehingga next time saya bisa ajak sdr diskusi lebih dalam lagi tdk pada level contoh.

Tentang politk luar negeri yg kata anda menjijikan, ini contoh sikap pendengki amerika yg saya maksudkan. Benci untuk benci itu sendiri tnp alasan yg masuk akal.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@sidang pembaca blog

Rupanya aksesoris dan gimmick saya yaitu istilah 'manusia tdk cerdas' 'sedekah komen' blah blah yg saya pakai hanya sekedar 'membangkitkan semangat diskusi dimaknai berlebihan oleh sebagain komentator. Walau saya tdk mengerti poin mr JM, dia spt nya keberatan dicap manusia tdk cerdas atau sejenisnya.

Saya membaca pesan @bm pd posting carpe diem hal etika berdiskusi. Saya ingin kutip disini dan menjadikan bagian 'tak terpisah' dari tulisan saya. Apa maksud saya ini? Tidak lain tdk bukan adalah ketika saya cap 'tdk cerdas' sebuah komentar, saya landaskan itu pada ukuran yg jelas yg sudah buat oleh @bm.

Kalau ingin komentar, perhatikan ini:

1. Makan secukupnya dan berdoa secukupnya.
2. Pahami konteks pembicaraan
3, Pahami preposisi kawan diskusi
4. Bertutur argumentatif

5. Gunakan data secara cermat. Data bisa berupa angka (kuantitatif) bisa berupa kata-kata atau gambar-gambar (kualitattif)

6. Kontrol emosi
7. Perhatikan keadaan lingkungan

8. Yakinkan bahwa dalam diskusi tidak selamanya harus bersifat kalah-menang. Sometimes, kita mungkin hanya bisa saling memahami. Sometimes kita hanya bisa sepakat untuk tidak sepakat.

9. Rekam baik-baik hasil diskusi kita supaya tidak mengulang-ulang bahan yg sama

10. Simpan baik-baik rekaman diskusi. Bisa di dalam otak, di saku celana, di jok mobil, di bawah lemari pakaian, di kotak deposit bank, di...ah terserah anda sajalah..

11. Kembali ke point 1.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

Wilmana wrote:

"Dalam ketertutupan, kejahatan mencapai puncak kekuatannya".

Luar biasa! Saya tercerahkan dgn filsafat ini. Tengkyu wilmana.

-r-

Anonim mengatakan...

Ho ho... Mr. BM no problem. Sy hanya me-Nerang-kan komen sy aja kok, tp apa malah terasa gelap kah?

@nk
lha anda ini aneh, ngakunya tdk mengerti poin mr JM, tapi kok nekat bikin analisa dan menilai kl sy spt nya keberatan dicap manusia tdk cerdas atau sejenisnya. Sy ndak bakal keberatan anda pandang sy jenis apaan, lha itu khan hak prerogratip anda utk menilai orang. Betulan dee.

Okelah sy coba pake cara dongeng yg biasanya disukain anak-anak. Bukannya sy nganggap temen2 disini nak-kanak lho, tp ini hanyalah cara aja, biar yg ndak paham bisa diskusi juga dg anaknya, keponakan atau anak tetangga. Wah ini lebih ndak mutu lagi ya, bukan ngomentarin cara berkomentar orang lain, tp ngomentarin cara berkomentar diri sendiri. ha ha.. Paiiiiyaaah.

Gini nie sy khan denger ribut2 dari elang USA, gagak gempita, gajah mabuk, singa tua, macan sumatra, tenaga kuda, ayam taliwang, dll. Pokoknya ruammmeeee..... abiz deh. Sy hanya mau kasih tau ke semua makhluk2 disini selain yg kalian2 lihat dan dengar ribut2 itu, masih ada lho makhluk didalam tanah ky saya: ular. Ya namanya juga ular, mau disuruh ngomong sekeras-kerasnya (istilah nk: sejelas-jelasnya) ya tetep aja ndak bisa, paling2 bisanya cuman sss... sss... ssss..

omong2 ttg data berupa kata2, mungkin masih ada yg inget moto kopi nescafe "Open Up", sebaliknya sy disini mengajak temen2 yg sudah terbiasa "Open Up" melulu, sometimes boleh dong "Open Down", kmd Perhatikan keadaan lingkungan
dan dengerin tuh ada suara: sss... sss... ssss.... sss... sss... ssss.... (bhs Indo: ugh... di bawah tanah sini: au' ah gelap )

~JM~

Anonim mengatakan...

@JM

Bukan nekat mas, lha sampeyan iki piye toh??? Saya sedang mengira-ngira... saya kutip:

"Walau saya tdk mengerti poin mr JM, dia spt nya keberatan dicap manusia tdk cerdas atau sejenisnya."

Perhatikan kata yg saya hitamkan! "sepertinya keberatan dicap... lha kalau salah, mohon dimaafkan, ha ha ha ha.

Tapi 'something hits me' maaameeennn... belajar dari 'guru' @bm, saya mencoba-coba belajar dari mana you 'are coming from.' Eniwe, YOU ARE A VERY FUNNY DUDE... keep it coming! Mungkin satu saat, kami bisa 'click' (ketemu).

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@ NK

Anda menulis, "bebas menjadi diri sendiri" lha kok malah anti Pancasila yg merupakan jati diri bangsa. Ini kalau tidak karena keblinger, mungkin anda mengalami "ketidak seimbangan" jiwa. Begitu yaaaa?

==Anak NKRI==

Anonim mengatakan...

@anak nkri

Kalau ada 1 manusia disini yg saya bolehkan untuk 'maki-maki' saya, manusia itu adalah anda. Anda suka pakai kata-kata busuk, tp sebenarnya anda org baik, hi hi.

I LOVE YOU MY MAAANNNNN...

Kemana aje bang? Hari gini kok baru nongol?

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@nk

Bagaimana pendapat Ama tentang falsafah org jawab, "mikul dhuwur mendem jero"? Scr bebas diterjemakan ke bhs indonesia mjd, "kebaikan ditinggikan, tapi keburukan disimpan rapa-rapat tdk boleh diungkap".

Bgmn jk disandingkan dg falsafah Jeremy Bentham di atas?

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

Wooii bigmike,

Ternyata semua jadi inferior krn takut mengomentari "mikul ndhuwur mendem jero" versus "dalam ketertutupan, kejahatan mencapai puncak kejahatannya".

@nk yg ditembak langsung, rupanya lgsg bertapa cari wangsit. @Syam yg sesumbar mau omong moral-ethics di sini, ternyata malah asyik jd intel KPK, ketimbang membantu @nk menjawab tantangan Bung Wilmana di atas.

Kelompok ibu-ibu jg mungkin msh sibuk di dapur dan para dosen msh ada jadwal ngajar...

Spesialis maen kata2 kasar utk mental-pressure jg mgkn pd sibuk cari nafkah...

Beta sendiri, msh tunggu Bu Agus... Kl dia ada, bet mau fiti ulang gundulnya, biar rame lagi. Tp kira2 dia msh berani muncul, ko sonde? Moga2 saja.

-bonggo-

Anonim mengatakan...

Mikul dhuwur mendem jero adalah peribahasa Jawa yang secara harfiah berarti mengangkat tinggi-tinggi hal yang baik sembari menyimpan hal-hal yg berlaitan dgn keburukan yang bisa mendatangkan aib. Prinsip hdup orang Jawa ini terutama sangat ditekankan dla kehidupan keluarga. Nama baik keluarga dibesar-besarkan tetapi keburukan jangan sampai terkuak karena akan mendatangkan aib bagi keluarga. Setiap orang tua selalu memesankan hal ini kepada anak-anaknya.

Sayang sekali, prinsip ini diselewengkan oleh Soeharto di masa Orde Baru di mana melalui Harmnoko dn yang lain-lainnya gemar memuji-muji Harto dan Orbanya sambil menutup-nutupi kekejian yang di pernah dilakukan baik ketika G30S, Petrus, TJ Priok dan lain-lain.

Pada masa reformasi, prinsip MDMJ menjadi kehilangan relevansinya dalam konteks good governance. Prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dalam kebijakan publik tidak cocok dengan Mendem Jero.

Nah, dalam konteks posting NK, anda terlalu mikul dhuwur Amerika sambil menyembunyikan keburukannya. Hal ini akan dirasa sebagai kurang obyektif (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

Om Syam,

Msh kurang... Menurut @wilmana karmana kalo dibandingkan dengan ucapan filsuf inggris Jeremy Bentham itu?

Beta jd kapingin dengar dr rekan yg org Jawa. Apa sdh tepat benar pendapat Om Syam di atas? Krn kesannya, org Jawa mmg suka dengan ketertutupan. Dg kata lain, org Jawa anti transparansi. Beta agak ragu apa mmg cuma segitu pemahaman nilai MDMJ itu.

Yg menarik adalah keterangan Om Syam, 32 tahun pemerintahan indonesia mengembangkan budaya ketertutupan sbg praktek MDMJ oleh Suharto. Akibatnya, tjd imbalance dlm pengungkapan informasi di segala bidang. Bukan cm imbalance disclosure, tp mnrt Om Syam tjd pemutar balikan fakta. Misalnya, kita semua taunya kisah G30S PKI itu adalah sejarah kepahlawanan Suharto. Serangan Umum 11 Maret adalah bukti kecerdikan Pak Harto, bukan ide HB IX.

Cuma kalo Om Syam bilang di era reformasi keadaan sdh berubah, mk beta kuatir terlalu prematur. Krn faktanya, MA msh tdk mau rekening2 biaya perkara diperiksa BPK. Parpol2, mana ada yg mau diaudit oleh auditor independen. Lalu, msh ada bgt byk aparat negara yg tdk terbuka melaporkan kekayaannya. Selama ini berbagai kejahatan di DPR, seolah cuma rumors. Dmkn juga di lembaga penegak hukum spt kejaksaan, misalnya. Bbrp hari ini, KPK dicecar utk menjelaskan knp Aulia Pohan tdk diberi status tersangka.

Na, melihat fakta2 ini, beta kira mgkn hanya anak NKRI yg mendukung pernyataan Om Syam di atas. Sungguh sulit kita bantah pernyataan Jeremy Bentham bhw dlm ketertutupan, kejahatan mencapai puncak kekuatannya.

Karmana, Om Syam? Karmana kawan2 yg org Jawa?

-bonggo-

Anonim mengatakan...

Sahabat Bigmike yang sedang sakit,

Saya membaca di shoutmix bahwa anda sakit. Saya doakan cepat sembuh dan kembali menyapa kami semua dengan postingmu yang indah. Untuk itu saya persembahkan sebuah puisi yang indah yang ditulis oleh penulis kesayanagmu, Khalil Gibran.

Penderitaan

Penderitaan yang menyakitkan adalah koyaknya kulit bungkus kesadaran seperti pecahnya kulitbuah agar intinya terbuka merekah bagi sinar yang tercurah

Kalian memiliki takdir kepastian untu merasakan derita dan kepedihan. Jika hati kalian masih tergetar oleh rasa takjub menyaksikan kegaiban yang terjadi dalam kehidupan, maka pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan daripada kesenangan

Banyak di antara yang kalian derita adalah pilihan kalian sendiri. Obat pahit kehidupan agar manusia sembuh dari luka hati dan penyakit jiwa. Percayalah TABIB kehidupan dan reguk habis ramuan pahit itu dengan cekatan dan tanpa bicara. Meskipun ramuan-NYA demikian pahit menggigit bibir tapi ia telah diracik dengan tetesan air mata-NYA yang keramat.

(Syamsudin dan Nur Azizah, isteri saya yang juga menyukai posting bigmike)

Anonim mengatakan...

@wilmana

Saya harus akui, pelatihan saya selama ini di padepokan aboriginal di benua paling selatan, belum cukup ampuh mengimbangi 'jurus-jurus' aneh bin ajaib bernama... sebentar, saya perhatikan dulu ejaannya, yaah, ini dia: Mikul dhuwur mendem jero

Satu 'pukulan' lurus @wilmana menghujam tepat di ulu-hati saya, membuat saya sesak nafas, tapi, piiuuuuuuuuuuuuhhh... nasib mujur masih berada pd saya karena @bapa tua aka @syamsudin aka @blogger tua datang memberi 'pencerahan.' Terima kasih bapa tua, anda datang tepat pd waktunya.

Woooi wilmana, sekarang giliran saya membalas, hiiiiyaaaaaaaaaaaaaat.

Begini, setelah di jelaskan oleh bapa tua, saya jadi ingat filsafat jawa ini. Harap maklum, saya ini wong timor 24 karat.

Seperti yang sudah saya sampaikan dalam tulisan saya, silahkan baca kembali, saya tipe manusia tidak mengakui kesetaraan budaya. Buat saya ada budaya 'menang' dan ada budaya kalah. Budaya jawa dgn filsafat MDMJ'nya buat saya adalah contoh budaya kalah yg hampir tdk memberi kontribusi apa-apa pd peradaban modern yg kita kenal sekarang. Sebaliknya, dalam konteks yg lebih sempit lagi, dimana filsafat ini lahir, terbukti 'gatot' (gagal total) memberi 'pencerahan' dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bapa tua cukup berjiwa besar mengakui ini, selama 32 tahun, kekejian Soeharto ditutup-tutupi menggunakan falsafah ini. Bahkan dalam konteks 'good governace' ciptakaan budaya org kulit putih, falsafah ini menjadi usang, enggak laku. Irrelevant.

Jadi sdr @wilmana, falsafah jawa membuktikan apa yg diucapkan Jeremy Bentham bahwa 'dalam ketertutupan, kejahatan mencapai puncak kekuatannya.' Sialnya, walau bapa tua katakan falsafah ini sudah irrelevant dalam konteks era keterbukaan, 'residu'nya masih 'kental' dalam darah manusia Indonesia. Puncak kejahatan mereka sedang kita saksikan dalam berita koran, radio dan tv. Indonesia berubah menjadi indoneSIAL.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

Ehhhh bapa tua bawa-bawa Ibu Nur Azizah. Ibbuuuuuuuuu, salam kenal dan salam hangat dari nyong kupang. Maaf ya Bu, kami disini suka ngata-ngatain bapa tua, karena dia memang 'urakan' disini, ha ha ha.

Anonim mengatakan...

@bonggo

Tutur kata yg politically incorrect ini:

Kelompok ibu-ibu jg mungkin msh sibuk di dapur

dapat mengundang reaksi keras. Ini jaman modern bung, dimana kaum perempuan sudah menjadi SETARA dgn kaum lekaki. Hati-hati kalau bicara!!!

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@NK sdh nonton film kungfu panda? Di Jakarta cukup rame selama liburan kemarin. Wanpwe mmg pake sedikit jurus kungfu panda dr kitab naga milik taihiap satu itu yg diwariskan. Rupanya cukup ampuh.

Nah, kita mmg so barasa sadiki bhw MDMJ itu bs mjd penyebab budaya ketertutupan di kalangan para Taijin, Ciangkun & Kasim (penyelenggara negara, Pen.). Sdh bkn rahasia lg, bahkan tdk jarang kita liat lgsg di depan mata, tjdnya kejahatan oleh aparat negara, tp dg enaknya para Pelaku tampil manis bahkan nekat pake embel2 agama krn sistem budaya ketertutupan otomatis "melindungi" semua kejahatan mereka dg rapi. Bahkan Artalyta Suryani dan Urip yg sdh jd terdakwa dan ditahanpun msh nekat coba2 memanfaatkan ketertutupan utk berkomunikasi mengatur jalannya persidangan. Coba cek berita MetroTV Sore ini (17/7) ttg percakapan diam2 mrk pd 10/06 lalu.

Tp, sentilan bonggo hengte di atas membuat Wanpwe merenungkan lg, ada kemungkinan nilai MDMJ itu mmg mengandung multi-interpretasi bg org jawa dlm mempraktekkannya. Akibatnya, ketika Butek Kwi Ong Suharto memanfaatkan nilai budaya itu utk menciptakan ketertutupan yg hingga saat ini msh nampak, mk belum tentu org Jawa lainnya jg memaknai MDMJ spt itu. Wanpwe pikir, ini logis saja.

Krn itu, jurus baru taihiap NK bhw MDMJ, bahkan budaya Jawa adalah budaya kalah, mmg rada bikin sulit juga neh... Ada jurus yg mungkin bisa menangkal yaitu "kearifan lokal" dan "kearifan Timur". Dlm falsafah SGT-nya bigmike yg sy baca dibuku "Org Sabu dan Budanyanya", disebut jurus HARMONI.

Sialnya Wanpwe blom tamat belajar jurus ini. Jd Wanpwe minta time-out dulu. Malam ini Wanpwe coba latihan penyempurnaan dg melahap buku2. Moga2 besok kita tanding lg, jurus ini bisa diandalkan.

Ato sapa tau @Syamtua ato Ibu Nur Azizah (ah jd inga datok Anwar Ibrahim yg kembali ditangkap polisi diraja malaysia) bs bantu transfer lweekang dan sinkang tambahan utk Wanpwe. Paling tidak, jurus2 baru dr kitab Khalil Gibran

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@ bigmike,

Saya pagi-pagi kesini untuk menengok bigmike. Apa kabar sahabat. Sudah agak sehat? Saya berharap begitu. Tuhan memberkati anda.

@ bonggo

Si NK betul bahwa anda melakukan stigmatisasi kepada kaum perempuan seolah-olah tempat mereka hanya di dapur. Tapi siapa tahu, mungkin hal itu anda ucapkan semata karena ingin bergurau. Oleh karena itu saya hanya memberikan 1 catatan, mereka berhak dan sudah mendapatkan hak itu dalam banyak kesempatan untuk ikut berperan di luar rumah. Indonesia bahkan pernah memiliki seoang presiden perempuan

@ NK

Falsafah MDMJ ya memang itu. Saya Jawa. Dan itulah pesan orang tua kepada kami. Meski demikian sebenarnya falsafak itu ada nilai luhurnya juga, jika dimaknai secara domestik. Meskipun orang tua saya memiliki beberapa kekurangan tetapi saya tidak ingin mengenang mereka dari segi keburukan mereka. Ada sisi lemahnya tetapi tanpa mereka tidak ada manusia yg bernama Syam. Nilai itu pula yg tampaknya melekat pada bigmike yg menulis tentang ayanadanya. Mendhem jero juga masih bermakna positif jika dikaitkan dengan konsep "ghibah" (arab) atau bergunjing. Protes saya terhadap infotemen yg sangat rajin mempergunjingkan isu-isu kawin cerai artis tanpa sadar tayanagn demikian bisa mempengaruhi pola pemikiran anak-anak bahwa kawin caerai adalah urusan biasa. Ketika kami kecil hal seperti itu nyaris tidak ada. Alhamdulilah, pekawinan saya dan ibu Nur bertahan lebih dari 40 tahun dan kami berbahagia.

Tapi terhadap NK, saya ingin tanya. Mengapa AS yang katanya kampiun demokrasi kok belum memiliki presiden perempuan. Bahkan Hillary yg ingin maju menjadi capres gagal karena orang Amerika lebih suka kepada sosok lelaki meski hal itu dibalut isu perubahan. Bukankah jika Hilarry menjadi presiden maka hal itu juga adalah perubahan? Anda tidak suka sama pancasila tetapi Indonesia sudah pernah memiliki presiden perempuan (Syamsudin)

Anonim mengatakan...

Ahaaaa....dear all,

Saya kemarin sudah mengunjungi ama Luji Michael alias BM. Dia memang tampak sangat kesakitan. Kami berdoa bersama. Semoga lekas sembuh dan jadi saksi "pertarungan silat jilid berikutnya". Hei bonggo, ente mau fiti beta pung gundul ko? ha ha ha beta sonde gundul. Dan sebelom lu sampat sonto beta pung gundul, ama su bakal kena jurus angin perontok gundul ffuuuuhhhhhhhh....ha ha ha ha.

Si Norman sedang mempersiapkan posting baru. Saya juga diminta BM untuk posting. Saya pikir-pikir (A9ust)

Anonim mengatakan...

@a9us

Woooi, rupanya ama masih punya nyali mo dola-dali disini. Salamat. Tp ama pung 'lama' masih dibawa-bawa disini:

"Hei bonggo, ente mau fiti beta pung gundul ko? ha ha ha beta sonde gundul. Dan sebelom lu sampat sonto beta pung gundul, ama su bakal kena jurus angin perontok gundul ffuuuuhhhhhhhh....ha ha ha ha."

Ama sonder gundul, tp sebelum "@bonggo sonto gundul ffuuuuuuh..." Ama ada omong gundul yg bagain mana lai?? Be kas inga saaa, kalu sonde mau dapa lipa dari @bonggo, ator ko itu bahasa jang tabola bale. Beking pusing.

Ha ha ha ha...

-kadeluk-

Anonim mengatakan...

@ Kadeluk,

Kalau diperhatikan baek-baek...sebenarnya yang kena lipat dalam pertarungan lama adalah si bonggo ha ha ha. Jadi, beta sonde gentar.... Brani macam-macam, beta fuuuuuhhhh....abis sudah (tapi harap jangan terlalu umbar "ancam melody" di sini karena di Kafe BM ni bukan cuma kitong. Ada yg laen).

Biar kitong orang kampung di Kupang tapi jelek-jelek pernah sakola di negeri jawa. Gundul itu artinya kepala. Beta tau itu. Nah, skarang dengan info ini, coba kadeluk latihan lagi cara berpikir. Coba susun kembali kata-kata beta lantas berikan perspektif baru. OK bozzzz???? (A9ust)

Anonim mengatakan...

@a9us

Bung ini manusia yg @bm bilang belum mengalami 'pertobatan' emosi. Supaya awet muda, pi balajar do deng @bm teeee kitong yg muda cpt 'nae dara' mas maso akal, teee bung dong yg su kapala 40, sadiki le 50, be jadi prihatain, ha ha ha...

Oke bae... ini be pung perspektif baru...

cut...Hei bonggo, ente mau fiti beta pung gundul ko? ha ha ha beta sonde gundul..cut!

Bung bilang su pi jawa tooo, tarus gundul itu katanya kapala. Artinya bung sonde ada kapala. Bisa jadi karena son ada kapala, jadi son ada otak??? Bagitu ko???

Beta nanti mau usul, kalau ada posting 'panas,' @bm musti taro tanda DILARANG MASUK BUAT YG MASIH PUNYA GUNDUL (KAPALA).

*LoL*

-kadeluk

Anonim mengatakan...

@Bapa tua aka syamtua

Sambil menunggu wanpwe aka @wilmana menyempurnakan jurus "kearifan lokal" aka "kearifan timur" serta mungkin jurus pamungkas "HARMONI" ciptaan SGT, ayahanda @bm, untuk mengimbangi permainan jurus maut "budaya kalah," saya ingin mainkan sejurus dua jurus untuk menjawab tantangan bapa tua.

Walau saya sekarang 'bertapa' di padepokan aboriginal di benua paling selatan, berita kampanye Amerika masih terus saya ikuti, mulai dari primaries hingga sekarang masuk pd babak baru, general election. Pada akhir babak primaries, hillary rodham clinton (HRC) harus 'menjilat' luka kekalahan. Lawan politiknya, barack hussien obama (BHO), keluar menjadi pemenang yg nanti akan 'bertarung' melawan john mccain (JM) dari kubu kanan, conservative.

Jurus 'drunken master' yg dimainkan bapa tua, dgn gerakan liar, membuat saya sedikit kelimpungan. Tdk penting siapa pemenang primaries dari kubu kiri, democrat, karena saya pendukung kaum tradisionalis (kanan). Tp apa boleh buat, bapa tua ingin tahu. Mengapa pemilih kubu kiri tdk memilih seorang perempuan sebagai calon presiden mereka???

Bapa tua, kalau bp tua ikuti komentar saya disini, saya sudah katakan dosa besar amerika, salah satunya, adalah rasisme, diskriminasi kulit putih terhadap minoritas kulit hitam. Dosa ini masih dipikul hingga sekarang. BHO seorang minoritas berkulit hitam, bagi org-org kiri, memeberi 'momment of truth.' Ini saatnya membayar lunas dosa masa lalu!

Saya sendiri berharap HRC menjadi pemenang primaries democrat karena hitung-hitungan politik saya, lebih mudah JM mengalahkan HRD dibabak final ini ketimbang melawan BHO, org muda, great orator, dan didukung oleh jutaan org-org kiri yg ingin membuktikan pd dunia bahwa amerika bukan bangsa rasis.

Begitu saja sekilas infonya. Jangan sungkan kalau ada sanggahan yg ingin disampaikan disini.

Perihal MDMJ, bisa jadi falsafah ini multi tafsir tetapi dipahami literalis oleh penguasa demi kepentingan pundi-pundi mereka. Tentang pemahaman literalis ini, bisa jadi lagi pengaruh moralitas arab ala FPI. Saya masih pingin tahu pemaknaan orijinal (asli) MDMJ oleh org jawa yg bebas dari moralitas arab. Mungkin ada yg bisa menjawab ini.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

Jumat, 18/07/2008 10:23 WIB
Survei: 2/3 Laki-laki di Mesir Lakukan Pelecehan Seksual
Hampir dua per tiga laki-laki di Mesir mengaku pernah melecehkan perempuan di negara Arab. Mayoritas laki-laki bahkan menyatakan perempuan yang harus disalahkan atas pelecehannya itu. (Itu berita dari Detik.com) Apakah ini lebih baik dari Amerika padahal ngakunya negara Agama dan asal muasal gerakan Ichwanul Muslimin. SO, ada bagian tertenu dari ucapan NK yg saya setuju (Proxy73)

NB. Bigmike segeralah sembuh dan buat posting baru. Puisi dari Syam yg dikutip dari Khalil Gibran dapat saya tangkap maknanya. Penderitaan seperti sakitnya Bigmike adalah sesuatu yang manusiawi. Oleh karenanya, jangan terlalu kuatir karena Allah sendirilah yang akan merawat. Saya jadi inget bahwa posting bigmike berisikan banyak kata sampiran yg indah seindah untaian kata Khalil Gibran. Nggak sperti saya da beberapa blogger di sini yang rada geradak gruduk bikin kacau ...ha ha ha ha...olleeee...oleeee...Khalil Gibran.....

Anonim mengatakan...

Wah sahabat plus senior A9us kerempeng (maaf, seingat sy para sahabat di fapet manggil beliau spt itu), sdh muncul lg. Sayang kali ini kata @kadeluk tnp kepala.

Tp beta akui kl sekedar di maki2 para pemuja Bu Agus, mmg benar. Tp beta prihatin jg krn rupanya ukuran pak agus adalah brp byk yg maki beta. Mnrt beta pribadi, sapa yg bangun lari panta panas dan sembunyi di lobang goa berhari-hari, dialah yg kena fiti abis. Tp kl mo obyektif, hrsnya yg pantas utk mjd ukuran plg tidak adalah pendapat bigmike itu. Karmana, Om Agus setuju, ko?

Tp, kali beta punya target cuma bgmn agar Bu Agus kerempeng mau cepat2 balik lg ke sini. Jd, frasa "fiti di gundul" itu cuma umpan utk makanan ikan besar bernama Agus. Dan lihatlah, pagi2 ini umpan termakan dan tertangkaplah ikan agus ke sini.

Selanjutnya, beta cuma mau bilang, "selamat datang Bapa Agus". Jang lari2 lai, jd bet tar usa repot2 buang umpan lai. Kalo Bapa Agus msh bernafsu bakalai, na deng kadeluk saa..

Beta mangarti mgkn Bu msh penasaran dan mski tua tp nafsu msh tinggi. Tp kalo barufuk deng beta lai, nanti Bu Agus bangun lari lai. Jdi B liat2 sa dolo.

Salam dame, Bu!

-bonggo-

Anonim mengatakan...

@ bonggo

Aha, rupanya "dendam" lama belum habis juga buat bonggo. Belum bisa mengerti maksud pak Syam ko? Belum mangarti permintaan halus bigmike ko?

1. Bonggo datang-datang su mulai "menuduh" bahwa beta lari sembunyi...ha ha ha...beta tidak sembunyi. Bukan ke ama yg terpaksa harus pake 1001 macam nama untuk lawan beta....ha ha ha...ini model ...PENGECUT.....sudah tertangkapa basah pake 10001 macam namaehhh...masih sombong seperti tanpa salah....ontong bigmike lah pemilik blog ini kalau yg laen...wahhh tidak kebayang deh...

Ada cara yg lebih beradab untuk urusan cari tahu orang laen. Ama bisa mulai dengan begini...bu Agus ke mana saja berepa hari ini?????....nah lebe sopan to? Cuma ama kayaknya jenis orang sonde punya sopan-santun.....dulu waktu ama terpaksa ditampeleng bigmike, inga ko sonde kawan, ceriteranya mirip to...kalao lupa na bt kas inga...mula-mula BM pasang pengumuman nilai....sonde pake tanya-tanya...ama bonggo langsung bilang....BM moralitas pedagang....
Setelah ditegur BM dan ini ama ulang-ulang lagi maka .....memang su sifat ama yg sonde tau sopan-santun....BM itu urakan karena pake jeans waktu pelantikan Gub/Wagub tapi dia sangat santun. Ente mau diskusi dengan beta...tunggu dolo topik yg beta minati...jangan begitu bt pung nama muncul ama langsung sergap tanpa mau tahu duduk perkara...tampaknya bukan cuma kompetensi keilmuan ama payah tetapi kompetensi moralitas ama musti belajar ulang......

2. Dan kalau lihat naga-naganya maka beta rasa sonde ada guna buang waktu diskusi dengan ama karena ama tidka tertarik dengan "gagasan" tapi sudah menjadi terobsesi bahwa A9ust adalah lawan,,,maka apapun yg beta lakukan pasti akan ama hadapi dengan cara-cara yg jauh dari kesantunan.....gaya obsesif begini adalah varian dari sakit jiwa...omogn deng orang sakit jiwa? maaf sonde perlu. Kalau mau diskusi dengan beta maka beta minta 1 hal: BISA TIDAK BICARA SECARA SANTUN?????

3. Satu kesimpulan dari observasi Syam, adalah: bigmike tahu siapa anda semua. Karena integritas maka dia tidak mau kasi tau. Lantas, anda merasa aman-aman saja tapi coba lihat...ketika si proxy sudah melembut, Syam malah kirim puisi buat bigmike yg sakit. Beta sendiri muncul di sini untuk kasi tau bahwa BM sakit dan kita sudah berdoa bersama-sama. Semua kita datang dengan damai (saya bereaksi karena ada pernyatan bahwa bonggo mau fiti beta pung gundul)...ama sendiri karmana?????? BETA TIDAK LIAT SATUPUN KATA YG MENUNJUKKAN BAHWA AMA TAHU SITUASI. AMA ITU SUDAH DIMAAFKAN BIGMIKE TETAPI AMA TERUS BERSISKAP JUMAWA DAN SOMBONG. AMA COBA JAGA IMAJI. SEKALI BERIMAJI GAHAR MAKA AMA TERUS PASANG TONGKRONGAN GAHAR. SAYANG IMAJI INI ADALAH IMAJI YG MERESAHKAN ORANG LAIN. Beta ingat permainan hame dahulu kala yg namanya digger. Ada 4 setan yg kalau sudh bergentayanagn maka bidak-bidak laen hanya bisa kabur. Itu ama pung maksud ko? AMa bermaksud mengusir yg laen lalu membiarkan BM kehilangan sahabatnya yg sudah dijalin sekian lama? Jangan-janagn ama iri hati sama BM? karean setelah dimaafkan pada moralitas pedagang bonggo ganti strategi yaitu tidak menyerang BM langsugn tapi menghantam sahabat-sahabatnya dan pada akhirnya tiggallah BM sendirian di sini. Kalau itu niat adan maka anda bonggo betul-betul bermental preman. Penjahat. Jangan-jangan dengar BM sakit bonggo langsung bikin sukuran. Aduh, kalau beta ceritra percakapan antara beta dengan BM sebelum berdoa tentang posisi diskusi, maka ente akan malu sekali...

4. Begini sa bonggo, kalau ama masih punya malu maka beta tunggu satu...satu saja kata maaf anda kepada BM karena sudah membuat (ini beta kutip komentar BM):....ada sahabat yg berhamburan, ada yg takut datang ke blog...ada yg marah.....Yg lu lakukan ke begini sebenarnya lu lakukan pada bigmike yg sudah pernah memaafkan lu tagal moralitas pedagang. Lu liat lagi lah....banyak nama yg memang menghilang ketika keributan terjadi....lu pung tanggung jawab ada di mana??????

5. Na beta kas tau eeee....walaupun lu tidak minta karena lu langsung men tuduh seperti ama pung kebiasaan....kenapa beta "sembunyi" maka beta mau kastau bahwa menghadapi orang macam lu beta tidak akan sembunyi tapi beta "sembunyi" karena BETA TAU DIRI BAHWA PERTENGKARAN KITA SUDAH BIKIN ORANG LAEN RESAH. BETA JUGA SAAR DIRI SETELAH BIGMIKE MUNCUL DENGAN KOMENTAR MAKRO, MIKRO, TIPS DISKUSI DLL....Beta jadi malu. Makanya kemaren pulang dari sumba bt cari dia di rumah ko omong-omong sekaligus berdoa. Kenapa beta bekin begitu? 1) beta sangat menghromati bigmike; 2) beta sonde mau BM kehilangan kawan-kawan blog yg enggan masuk lagi ke dalam blog ini. 3) beta sonde mau BM terlibat konflik etis, untuk membela satu kawan terhadap kawan lainnya. Jelas ko? Dunia su jadi apa ni eee...orang yg tahu diri disebut penakut sembunyi tapi orang tanpa sopan, tidak tahu malu, tidak tahu diri malah dikira pahlawan. Tapi sudahlah beta sonde bisa berharap banyak lagi dari bonggo karena omong dengan orang begini..skali lagi macam ke: buang mutiara ke bong...eh salah...babi.

@ Kadeluk (ini juga gengnya bonggo hobi gonta-ganti nama untuk menyerang orang. Hati-hati, jangan bosong kira Syam sa yg bisa cek...lantas karena bosong gugup..langsung cap Syam sebagai intel ...wahhh...bukan sadar diri malah makin menjadi....)

Lumayan bagus karena ente bisa membuat perpektif laen. Tapi sayang kesimpulan itu keliru. Ama simpulkan bahwa...karena beta (A9ust) tidak gundul maka beta tidak punya otak...hebat....ha ha ha ha...

Nah, karmana kalau beta uji lagi ente pung "kehebatan". Begini...

1. Beta tidak gundul
2. gundul = kepala = otak
3. maka beta (A9ust) tidak punya otak
4. A9ust bisa diskusi panjang lebar bersama bonggo, dan yag laen-laen. Bisa meneliti bersama BM dan berdoa bersama BM.

Cobalah anda menyimpulkan begitu rupa supaya antar butir tidak bertentangan. Ama masih ingat catatan bigmike bahwa ...perlu ada pembicaraan terarah.....maka angap saja 4 butir preposisi di atas adalah latihan berpikir terarah. Latihan eee bossss....kalau sudah baru datang ko kitong diskusi lagi...kalo tidak maka...semua catatan beta tentang si bonggo kena juga di ama.

(A9ust)

Anonim mengatakan...

@ Bonggo,

Sedikit eleganlah suoaya tidak :memancing" keributan. Ada banyak cara untuk memperlihatkan eksistensi anda. Dulu kami kira cuma Anak NKRI tapi ternyata anda dan kawan sejenis beegitu juga. Masih mending Anak NKRI karena teriakannya pasti hanya untuk ideologi yg dia bela. Apa ideologi anda? DENDAM.

@ Bigmike,

Maafkan saya, karena tampaknya BM mengenal orang-orang penuduh ini, tolong ditegur. Saya beberapa hari ini menghilang sambil berharap keadaan lebih baik, ternyata ...aduuuhhhh....si bonggo ANDA ITU TAHU DIRI ENGGAK SIHHHH?????? Sebelum anda hadir dengan gaya menuduh, blog ini sangat-sangat damai. Please, jangan berulah lagi. Diskusi yg normal saja. Blog inikan bukan milikmu sendiri?????

(Yenie, Srby)

Anonim mengatakan...

Yes @nk, aim bek!

Sebelum lepas jurus harmoni, sy mau sampaikan hsl berguru kilat semalam pd Eyang Rr. Sabartinah, perempuan Jogja yg kakeknya adalah salah satu mantan Sekretaris HB IX.

Mnrt beliau, mikul dhuwur mendham (bkn "mendem" krn bhs jw artinya mabok. Wooii @Syamtua, nampaknya kita ngetiknya kurang satu huruf, tuh), itu adalah salah satu dari bbrp prinsip filosofi Jawa. Mendham jero itu pengertiannya adalah menutupi aib pribadi ato keluarga yg tdk perlu diketahui publik krn aib itu hanya merugikan diri sendiri tetapi sama sekali tdk mendatangkan kerugian apa2 bagi org lain. Sy liat, ini persis cth @Syamtua dg kasus infotainment yg mengumbar aib artis yg doyan kawin-cerai.

Dr penjelasan di atas, jelas bhw ukurannya adalah "dampak merugikan bg org lain". Jk perbuatan, sikap,atau hal lain yg mjd aib itu mendatangkan kerugian bg pihak lain, mk hal ini tdk masuk dlm kategori "mendham jero". Jadi, "mendham jero" itu tdk bermaksud bhw semua keburukan dan semua kejahatan, asal mendatangkan aib, mk wajib ditutupi. Apalagi jk Pelakunya org tua atau Pemimpin. Krn menutup-nutupi kejahatan yg merugikan org byk dan menyengsarakan rakyat, justru tdk "mikul ndhuwur" dan krn itu tdk layak disebut "mendham jero". Kita bs liat itu dlm diri Suharto yg di hari tuanya malah menerima berbagai "caci-maki" dr rakyat. Bahkan PBB melabel beliau sbg pentolan para rampok harta negara. Benarlah @Syamtua, Soeharto tlh keliru menerapkan prinsip filosofi Jawa, "mendham jero" ini. Benar jg @bonggo bhw "mendham jero" itu mmg multitafsir. Tafsir tekstual ala Soeharto dan tafsir teks-kontekstual ala Eyang Sabar di atas.

Dlm kaitan dengan prinsip keterbukaan mnrt Jeremy Bentham, ternyata dlm makna asali, "mikul dhuwur mendhem jero" justru menolak ketertutupan thd perbuatan aib yg merugikan org lain. Menutup-nutupi aib jenis ini, justru tdk mikul ndhuwur.

Ok, ini cuma jurus warisan eyang Sabar utk memunahkan efek jurus @nk bhw mikul ndhuwur mendham jero sbg budaya kalah. @nk hrp siap2 menerima jurus serangan balasan warisan dr eyang Sabar jg, harmoni ing micro-macro kosmis.

(Wilmana)

Bigmike mengatakan...

Dear sahabat,

Saya masih sakit tapi tetap tidak hilang harap untuk sembuh. Salah satunya adalah do'a dari sahabat semua. Nah, dapatkah kita berdo'a sambil saling menghardik?

Tuhan Memnerkati sahabat semua

Anonim mengatakan...

Wah rupanya, "salam dame" dr beta ditolak mentah2 olah Bu Agus... Sonde apa2.

Cm be lia Bu Agus lg marontak keras mati disini... Beta bayangkan macang ke ika kobo baru kena pancing ko makfitik. @nk, beta kira B su fiti pas kanaa di bu agus pung tampa kitel. Jd sonto sadiki sa, lgsg firuk sana-sini macang cacing kepanasan. Lumayan utk hiburan sambil menyantap obrolan filsafat tingkat tinggi ttg moralitas di sini.

B cum ma bilang saa.. Sapa suru mo jd ika kobo... Sandiri suka sandiri rasa, too...

Salam moralitas makfafitik,

-bonggo-

Anonim mengatakan...

Bhn renungan sabtu-minggu buat Bu Agus dan kita semua:

There is nothing either good or bad position, but thinking makes it so.
-William Shakespeare -

#Bonggo#

Anonim mengatakan...

@ nk

walaupun su mulai out of topic, beta merasa perlu kasi lengkap beberapa point yang kaka pertanyakan. sebelumnya terima kasih su disebut "agak" cerdas -- terutama terima kasih untuk tanda kutipnya.

beta pikir ketong memang mau maen contoh sa, karna bu pung postingan ju penuh contoh, terutama -- beta menduga -- dari contoh diri sendiri.. dan sayang sekali nk juga menyanggah dengan contoh..

b menduga, level yang kaka anggap lebih "tinggi" dari contoh adalah data. ok, b coba maen sedikit. ini cuman data kemiskinan 2006 yang dirilis 2007 lalu (US Census Bereau). kalo ada perubahan signifikan di 2008, mohon dikoreksi. maklum, beta sendiri belum pernah injak itu tanah impian.

Kemiskinan: 13% atau 38,7 juta orang (padahal itu negara kaya raya..). 20% penduduk dengan pendapatan tertinggi menikmati 49,9% keseluruhan pendapatan, dan 20% pendapatan terendah hanya kebagian 3,4% keseluruhan pendapatan. gini index-nya 0,464, dan disemua negara bagian gini index diatas 0,4.
apakah ini bukan menunjukkan sonde ada kesetaraan kesempatan??

coba ketong bandingkan ntt di tahun 2005: 20% the highest dapat 57,8% pendapatan, dan 40% the lowest dapat 16,31% pendapatan. gini index 0,42.

ketimpangan di sini dengan di amerika sonde jauh beda kan?? dan apakah kaka akan masuk ke argumentasi "pokoknya" untuk bilang: ho ko itu orang miskin dong pamalas na... atau mau mengakui bahwa ini ada masalah dengan equal opportunity??

diskriminasi, mari ketong lihat angka orang miskin berdasarkan ras: white - non: 9,3%; Asians: 10,7%; Native Hawaiian&Pacific Islander: 16,1%; Black: 25,3%; American Indian&Native Alaska: 26,6.

Orang asli paling miskin, bukankah cerita yang sama dengan wilayah-wilayah kaya di Indonesia: Kalimantan (sampe suatu saat orang Dayak marah?), Papua (sampe pengen merdeka?) dll?? apa ini ceritanya? malas, atau penindasan/pemiskinan??

47 juta hidup tanpa asuransi kesehatan, dan sebagian besar kaum minoritas non-putih.

Kuntowijoyo sama sekali sonde menghujat amerika, hanya menampilkan perjuangan para peraih american dream secara realistis: ada yang berhasil, ada yang sonde. beta rasa itu cerita yang sama dimana-mana, cuman kritik terhadap nk sejak awal adalah: be balance. itu sa.

beta sonde tau kenapa dengan michael moore. tapi beta tau tentang beta, yang juga punya banyak kritik terhadap indonesia, tapi masih ada di sini. kalo beta, lebih karena sonde ada pilihan yang banyak.. dan juga masih merasa memiliki ini tanah air.


peace
==anakbaru==

Anonim mengatakan...

kayaknya bigmike harus menegur secara keras sama si bonggo.
1. bonggo tidak mengikuti kata bigmike untuk menahan diri malah udah semakin menjadi-menjadi, lihat aja si bonggo sama pak syam & kawan a9ust. yah gimana pada gak kesel, si bonggo yang mulai-mulai duluan. isitlahnya lu jual gue beri.
2. bonggo udah menganggu ketenangan isi blog ini. sebatas debat sih oke tapi kalau udah menyinggung perasaan kan udah gak fair lagi kan.
3. bonggo udah gak jelas lagi apa maunya. debat udah jelas argumen dia kalah, jadi si bonggo menggunakan segala cara untuk mengalahkan musuhnya yah dengan cara memainkan perasaan si lawan, liat aja komentar belakangan antara bonggo, a9ust, syam, yennie, termasuk saya udah gak menyentuh isi tulisan ini sedikitpun. memangnya ini blognya bonggo atau blognya bigmike sih.

coba liat dong beberapa posting bigmike terdahulu, anda gak menunjukkan kasih dengan cara anda seperti ini. anda lebih cocok jadi seorang prvokator. kasih dan damai dong (degha, jkta)

Anonim mengatakan...

pak Agus, @degha, & all,

Coba tarik napas yg panjang..., dan cermati nasehat shakespeare di atas... Rasanya @bonggo ini tergolong varian drunken master ala bigmike. Msg2 ada uniknya, tp yg pasti keduanya ada indikasi pemabok. Bukan mabok sembarang mabok tp, mabok yg punya daya pengaruh kuat bg blog ini. Ada pemabok lain spt JM dan anakNKRI, tp msh kurang pengaruhnya ketimbang bigmike dan bonggo.

Sy tdk mau ikut2an Pak Syam dan pak agus yg bergejala main tebak2an menjurus nuduh. Apalagi mentang2 sama2 mabok, lalu cb2 menebak bigmike dan bonggo orgnya sama sj. Itu urusan @syamtua dan pak agus.

Tp coba liat pesan Shakespeare di atas. Baik dan buruk itu ternyata hanya ada dipikiran kita. Shg, kata2 dan sikap seseorang terasa menyakitkan jk kita memikirkan demikian. Krn itu, kata dan sikap manis gampang menghanyutkan bg kita.

Sy liat ada cth bagus yaitu komunikasi bigmike dg Jimi lalu belakangan dg @nk. Yg paling nyata adalah hub antara @nk dg anakNKRI. @nk bs mengijinkan anakNKRI pake kata2 apa sj, tmsk yg paling kasar thdpnya. Knp bisa begitu? Jelas krn @nk tdk mau jd korban pikirannya sendiri yg buruk thd anakNKRI.

Sy sendiri, dulu asal @nk omong apa sj, pasti sy sambar krn selalu negative thinking thd apapun omongannya di sini. Sekali bertengkar, bs berhari-hari. Tp setelah sy bisa menyetem dawai pikiran sy thd dia, mk apapun omongan @nk, sy tdk lg merasa sakit hati.

Sungguh, sy kira @bonggo dg kutipan Bill Shakespeare itu, sdg memberi nasehat sabtu-minggu kpd kita semua. Jk kita jengkel pd jurus "drunken master-nya", mk itu pertanda kita perlu menyetem dawai pikiran kita.

Supaya kita bisa mempraktekkan kata2 bajik: "kasihilah musuhmu dan berdoalah bg mereka yg menganiaya kamu"

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@bonggo, @kadeluk @a9us

Tadi siang saya memang sempat membaca komentar kalian disini. Karena ini posting saya dgn ruh 'kebebasan' saya tdk ingin mencampuri 'canda' kalian. Saya lalu memakai waktu 'istirahat' saya untuk memainkan sejurus dua jurus menjawab pertanyaan @bapa tua aka @syamtua. Setelah itu saya pergi mencari 'makan.' Di t4 kerja, saya mendapat SMS dari @BM yang intinya meminta saya 'memoderasi' komentar yg ada diposting saya ini. @bm juga sampaikan kalau 'pertengkaran' ini terus berlanjut, maka apa boleh buat, blog ini AKAN DIHAPUS. Untuk itu, perkenankan saya memberi catatan kepada kalian sbb:

@Bonggo + @Kadeluk

Entah apa persoalan kalian dgn a9us, mohon untuk tdk diteruskan disini.

@a9us

Saya juga tdk tahu apa persoalan anda dgn @bonggo dan @kaleduk tp mohon juga untuk tdk menjadikan t4 ini sebagai t4 untuk 'settling down old scores."

@Untuk yg lain

Mohon menahan diri untuk tdk ikut-ikutan memberi komentar lagi yg hanya 'memanaskan' persoalan. Saya sebagai 'pemilik' posting ini akan berusaha memoderasi diskusi disini, sekiranya ada diskusi. Kalau saya tdk sanggup, saya akan kontak lgsg dgn sang empunya blog.

Oh ya, sahabat saya @wilmana menyebut mahluk ane bin ajaib, anak nkri. Saya jadi rindu 'kehadiran'nya. Ocehannya bak 'music in my ears.'

Husssssss, jadi ngelantur, hi hi. Begitu saja.

Salam hangat (bukan panas)

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@Bonggo
"Lumayan utk hiburan sambil menyantap obrolan filsafat tingkat tinggi ttg moralitas di sini"
Hua... ha ha ha.... luucuuu sekaleee... :lol:
Thanks beratsz hiburannya, nie betul2 hiburan sbl balik n matiin pc hi hi hi... (masih geli2 aj)


@BM soriiii, sy amat sangat terpaksa ternguakak-kakak baca kalimat ini, betul2 ndak bisa nahan sampe2 lg kopi yg lagi mau kuminum tumpah saking ndak tahan gelinya
modah2an @BM lg ndak tidur shg kebrisikan ketawa gua n cepet sembuh ya...
dah ah mau balik dulu

~JM~

Anonim mengatakan...

Naahh bener kan? Lihat tuh... @JM sdh ucap wellcome to the club for @bonggo. Jgn2 bigmike dan yg laennya segera nyusul...

Wooiii @nk... Ada tantangan dr @anakbaru... Ciri khasnya sama dg seseorang yg suka data di sini. Tp sy bkn mao bikin tebakan, kok... Ntar dikira saya sama gilanya dg si bonggo, JM, dll. Enak ajah..

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@ bonggo,

Luar biasa, anda berani mengatakan akan memberikan salam damai buat saya. Baru pertama kali saya lihat ada salam damai dengan kata-kata begini...

....Beta sendiri, msh tunggu Bu Agus... Kl dia ada, bet mau fiti ulang gundulnya, biar rame lagi. Tp kira2 dia msh berani muncul, ko sonde? Moga2 saja......

Menurut anda, kata fiti gundul adalah barang biasa tapi soalnya dunia inikan bukan milik anda sendiri. Ada orang laen yg punya pikiran dan perasaan yang laen. Ingat juga bahwa sebelum kata-kata itu keluar dari mulut bonggo, saya masih mengendapkan diri karena tahu diri setelah "ditegur" bigmike. Apa salah saya?. Hanya ada satu jawaban, si bonggo alias Wilmana amat sangat penasaran dengan kekalahan telak dia dalam diskusi tentang pertanian di NTT. Lalu, kemarahan ini dilampiaskan ke mana-mana. LUAR BIASA SI BONGGO ALIAS WILMANA INI. LUAR BIASA BUSUKNYA.

Mau lihat lagi salam damainya model bonggo? Saya kutipkan untuk sahabat semua.......

....Cm be lia Bu Agus lg marontak keras mati disini... Beta bayangkan macang ke ika kobo baru kena pancing ko makfitik. @nk, beta kira B su fiti pas kanaa di bu agus pung tampa kitel. Jd sonto sadiki sa, lgsg firuk sana-sini macang cacing kepanasan. Lumayan utk hiburan sambil menyantap obrolan filsafat tingkat tinggi ttg moralitas di sini....

Lagi-lagi si bonggo alias wilmana memamerkan MORALITAS yang luar biasa busuknya. Lihatlah, komentar panjang saya tidak ada satupun yg dia bantah. Contoh, bonggo menghindar ketika saya coba menabrakan pola menuduh yg dia lakukan terhadap saya dengan apa yg dia lakukan terhadap BM. Bonggo tidak mampu berargumen. Lalu, keluarlah kata-kata "ajaib" yang menurut dia normal-normal saja. Bahkan dalam nama Wilmana, dia berusaha menyamakan dirinya dengan BM. Jaaaaaauuuhhhhh saudara. Jauuuuuhhh. BM tidak seperti itu. BM mungkin "mabuk" tetapi dia tahu batas-batas kesopanan. Dia sangat menghargai pendapat teman-temannya. Apa arti tindakan bonggo? KALAP.

Sudah tidak mampu menjawab argumen-argumen saya, seperti juga dalam kasus pertanian di NTT, si bonggo pamer niat yg sesungguhnya. Coba sahabat baca lagi kata-kata bonggo yg saya kutipkan tadi. Bonggo memancing saya marah lalu ketika saya marah dia akan menikmatinya. Luar biasa, dikiranya saya ini domba aduan. Jangkrik aduan yg dikilik. Luar biasa, saya yg manusia diperlakukan sama dengan binatang. Sahabat masih ingat apa kata bigmike ketika kasus moralitas pedagang yg dituduhkan bonggo kepadanya? ....saya kutipkan....di tangan saudara nasib saya lebih buruk dari seorang pencuri ayam...Silakan sahabat menilai, orang macam apa si bonggo ini....Saya mau tanya? apa ini standard orang normal?????? Mohon maaf, jawabnya adalah tidak. (Tapi saya kasi tau bonggo ya, saya tidak marah. tidak terpancing marah karena berdebat 2-3 jam dengan manusia sedahsyat bigmike saja saya lakukan apa lagi cuma dengan anda. Tapi saya akui kalau berdebat dengan orang yg sudah sakit jiwanya...saya menyerah....

Lalu si bonggo dengan bangga mengatakan begini......saya kutip lagi untuk sahabat semua...

B cum ma bilang saa.. Sapa suru mo jd ika kobo... Sandiri suka sandiri rasa, too...Salam moralitas makfafitik,

Jadi, inilah moralits makafitik. Siapa yg makafitik? Semua kita bersaksi si bonggolah yg memiliki moralitas makafitik itu. Lihat contoh ini, mula-mula bernama Wilmana. Makafitik lagi menjadi bonggo. Makafitik lagi menjadi...1001 macam nama...siapa yg makafitik macam orang sakit jiwa??????? Si bonggolah orangnya...

Akhirnya, sahabat saya si bigmike sedang sakit. Saya saksikan dia sungguh-sungguh sakit. Toh, dalam keadaan sakit dia masih sempat untuk menyapa kita semua. Mengingatkan kita semua untuk bisa menahan diri. Maka untuk BM, saya akan menahan diri. Saya tidak akan lagi mengomentari si bonggo dan 1001 macam nama lainnya itu. Sekali lagi, 1 incipun saya tidak gentar menghadapi anda wahai bonggo alias wilmana tetapi jika suara saya membawa kesusahan hati bagi BM maka saya memilih untuk diam (A9ust)

Anonim mengatakan...

@anak baru

Rupanya, akibat 'jurus' sakti mandraguna @nk dalam pertarungan kali lalu, @anak baru harus 'bertapa' bbrp hari dalam 'gua' untuk menyembuhkan luka dalamnya. Masa 'pemyembuhan' dipakai juga oleh @anak baru untuk 'memperdalam' jurus 'data' ciptaan 'US Census Bereau.' Hari pembalasan tiba. Lihatlah! @anak baru datang mempertontonkan jurus data. Hiyaaaaaaaaaaaaaaaat!

Aaaaaah tara usah refot. Woi... @anak baru, dari data segudang itu, bukankah anda hanya ingin katakan bahwa di amerika equal opportunity tidak sempurna??? Bukankah disana juga ada diskrimasi??? Status anda 'agak' cerdas dlm tanda kutip, untuk saat ini, belum bisa saya cabut.

Kalau anda membaca 'between the lines' tulisan saya, secara implisit saya dah mengakui kekurangan amerika. Bahkan komentar saya sebelumnya menyebut 2 dosa besar amerika. Tp rupanya anda kurang puas. Itu urusan anda toh.

Tapi okelah, kerja anda mencari-cari data sampai ke US Census Bereau patut dihargai. Agar tdk mubazir, dari data yg ada, mohon jawab pertanyaan saya dahulu, saya kutip:

cut...tunjukan pd saya, apakah di Amerika diskriminasi msh begitu hebat dan luas sehingga org minoritas yg cerdas, pekerja keras serta jujur masih mendapat perlakuan diskriminasi dlm pencapaian cita-cita...cut

Tentang kebencian anda untuk kebencian itu sendiri atas politik luar negeri amerika yg anda katakan menjijikan tdk anda bantah. Walau anda hanya 'agak' cerdas, anda cukup ksatria untuk 'mengakui' ini. Salut. Saat ini Indonesia memang tdk butuh org pintar, tp org 'jujur' spt anda.

Walau sudah memperdalam jurus data ciptaan US Census Bereau, @anak baru harus pulang ke gua 'menjilat' luka-luka baru akibat serangan balasan @nk. Tapi 'dendam' masih membara dalam hatinya. Suatu saat, ia akan kembali membuat perhitungan dgn @nk.

-the end-

Bigmike mengatakan...

Sahabat Bloggers,

Saya baru kembali dari rumah ibuda saya dan saya kaget sekali, percakapan yg sudah tidak produktif ini tampaknya tidak mau berakhir juga. Tampaknya, ada pihak yg tidak bisa berargumen dengan baik lantas memancing diskusi ke arah yang tidak menentu.

Maka, mohon maaf jika saya ingin mengtaka begini:

1. Bung A9ust, terima kasih atas niat baik untuk menahan diri. Bertahanlah pada sikap itu. Tidak semua kebaikan yg kita tawarkan dipahami orang lain seketika. Sekaligus. Semua memerlukan proses sebagaimana pesan yang ada dalam 2 patah kata yg kita sama-sama sukai: CARPE DIEM. Memaksakan diri untuk seketika semua orang dapat mengerti adalah sebuah utopia.

2. Adik Bonggo, kendalikan amarahmu. Dalam diskusi, tidak semua harus berakhir dalam posisi kalah-menang. Memaksakan "kemenangan" dapat membawa kita pada situasi "terobsesi untuk menang". Padahal di dunia ini, siapakah yang selamanya jadi pemenang? Di depan Tuhan Yang Maha Kuasa kita semua adalah pecundang. Pecundang yg dipulihkan dengan KASIH SAYANG. Kasih itu Panjang sabar.

3. Adik NK, terima kasih atas postingannya. Saya akian menunggu Artikel berikutnya. Tetapi hendaknya adik mampu menjaga kata-kata karena tidka ada manusia di kolong langit ini yang bebas tanpa nilai. Blog ini dibuka oleh orang Indonesia yang tinggal di Kupang. Sudah barang tentu, nuansa ketimurananya masih sangat kuat. Tidak semua pembaca seberuntung anda untuk merasakan hebatnya udara kosmopolit kebebasan seperti anda. Oleh karena itu, tidak semua kata-kata yang dikeluarkan oleh anda dapat diterima dengan standard yang sama dengan apa yang anda inginkan. Sebagian kata-kata adik NK malah menjadi bensin pembakar yg membuat orang lain bertengkar. Maka, ...ah adik NK sudah tahu apa yg harus dilakukan.

4. Sahabat-sahabat lain sepeti degha, anak baru, Yenie, Proxy73 dan lain-lain. Terima kasih karena sudah perduli kepada saya dan blog ini. Mohon maaf karena siuasi blog akhir-akhir ini sudah terlalu panas bagi anda sekalian. Khusus kali ini saya mohon pengertian baik untuk dapat menahan diri anda sedemikian rupa sehingga terbangun suasana kondusif bagi terciptanya diskusi yg lebih terarah.

Mengapa akhirnya, saya terpaksa mengeluarkan "kata hati" saya ini: Diskusi yang tidak terarah dan lalu menimbulkan kebencian BUKAN TIPE SAYA lagi sekarang ini. Berdebat untuk berdebat adalah gaya saya yg sudah saya tinggalkan sejak lama karena ternyata menimbulkan luka hati. Blog ini, saya bangun untuk membagikan KASIH. Tidak ada kasih yg bisa disampaikan dngan kata-kata pedas. Tidak bisa atas nama KEBEBASAN sekalipun saya menerima bahwa KASIH yang lemah lembut tetapi kuat itu dilukai. TIDAK. TIDAK AKAN.

Inilah pilihan Etis saya. Anda terima. Silakan bergabung dengan saya. Anda menolak, siapa yang bisa memaksa anda untuk tidak berada di sini karena sifat-sifat di dunia maya yg borderless. Tetapi bagi penolak kasih yang lemah lembut tetapi kuat, anda bukan sahabat saya. Kita hanya sekedar kenalan.

Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih Mengampuni saya jika sikap saya di atas ternyata menyakiti hati sahabat sekalian.

Anonim mengatakan...

Wow, saya terkesima. Suatu pameran "kemarahan" yang "meneduhkan". Bagaimana dua hal yg berlawanan ini bisa terjadi? Ya, bigmikelah sumber paradoks itu. Bigmike, sampeyan memang tak terduga. Pemabuk yang dikasihi. Percayalah, tidak akan ada sahabat blogger yang sakit hati karena "teguran" anda. Apa yang BM buat laksana obat pahit yang menyembuhkan. Hal ini juga membuktikan kepada sahabat semua bahwa Bigmike ternyata perduli terhadap kita semua. Dia tahu perasaan kita. BM bisa sangat tegas.

Kasih tidak boleh kehilanagn ketegasan. Ketegasan tidak sama dengan "oppression". Dalam ketegasan kita menemukan KASIH. Bigmike, satu kata untukmu: SALUT
(Patrice)

Anonim mengatakan...

A'a bigmike ykksh,

Beta akui A'a punya maksud. Tp dg semangat kebebasan utk bicara di sini, beta minta ijin utk kasi tau bbrp hal.

Pertama, sebetulunya di posting amerika ini, tdk ada perdebatan apa2 antara beta dg siapapun. Beta ada kasi argumen kritik thd para komentator yg menilai @nk imbalance dlm tulisannya. Beta angkat nilai "do for others what you want them to do for you". Tp tdk ada satupun yg menyanggah. Entah knp. Mgknkah mrk tdk paham nilai ini? Atokah mrk tahu tp prakteknya terbalik, alias ada mental suka menyakiti, tp jg suka balas dendam, gigi ganti gigi, mata ganti mata? Lalu beta mulai bereksperimen cari data, lgsg di sini. Hasilnya?

Begitu beta pasang umpan thd Bu Agus, eh malah tingkat keramaian meningkat drastis. Bu Agus sampe menghabiskan bgt banyak paragraf yg isinya mhn maaf kl mo jujur cuma fiti (bhs kupang: santet/bikin sakit) org. Tiba2 semua org jd kepingin posting komentar, tp sungguh komentar2 tak bermutu krn OOT sekedar "fiti" si bonggo jg. Bahkan belakangan memberi pressure pd bigmike utk ikut papoko (idem dg kadeluk) jg.

Fenomena ini artinya apa? Silahkan kita semua renungkan sendiri. Tp yg pasti mmg jurus "mabuk" ini beta pasang krn pingin kasi tunjuk adanya gejala ini. Beta sendiri sdh melupakan kisah di posting carpe diem sesuai nasehat A'a bigmike, jd beta prihatin jg kl ada yg msh bawa2 ke sini.

Kedua, buat bu agus dan semua yg sdh kadeluk beta di sini. Kita punya nilai luhur, do for others what you want them to do for you. Cth praktek terbaliknya sdh kita lakoni bersama. Beta ambil peran antagonis dan kalian punya peran apa, silahkan defenisikan sendiri. Tp beta mo pake kesempatan ini utk MINTA MAAF atas semua itu, terutama buat A'a bigmike.

Beta cuma ingin kita sadari apa substansi terdalam yg ingin disampaikan @nk pd kita semua dg tulisannya. Terlalu sering kita org indnesia maki2 amerika, tp diam2 (mendem jero) pake produk2 bajakan buatan amerika. Persis spt komentar beta di sini pd Selasa 15 Juli 2008, di atas. Beta kecewa krn kita semua terlalu literalis dlm menilai sesuatu. Spt pak Syam punya cth Suharto yg literalis memaknai filosofi mikul dhuwur mendham jero dan akhirnya, mnrt @Wilmana, tersesat dg perbuatan2 yg malah tdk "mikul dhuwur". Kita semua disini jg sama sj, persis kata2 bijak Shakespeare itu. Jk kita berpikir seseorang menyakiti kita, mk perasaan kita akan merasa sbg org teraniaya dan naluri hewan akan memimpin kita pd aksi pembalasan plus bunganya. Tp jk kita berpikir sebaliknya, mk kita akan bisa no hard feeling dan feel free utk mengasihi musuh dan berdoa bg org yg menganiaya kita.

Di blog lain @nk bilang, ini teknik tingkat tinggi. Tp mmg dia benar, kombinasi metode technology of participation (ToP), experiential learning plus neuro linguistic programming spt ini, di Jkt sj hampir tdk ada yg praktek. Kebanyakan maen outbound, yg baru mulaipun Peserta sdh ngerti ini cuma permainan. Tp kita sukses berlakon dg serius seolah-olah ini bkn permainan. Ada yg mau belajar ToP dan Exp. learning plus NLP? Boleh sj asal fee-nya cocok.

Terakhir, sekali lg beta mhn maaf kpd semua pihak, terutama Bu Agus kerempeng krn beta "paksa" utk ambel peran jd aktor pembantu. Bu musti kasi maaf beta, krn besok hari minggu beta mo pi gereja ko berdoa minta ampun pd Tuhan. Oya trima kasih jg buat rekan2 yg lain yg turut ambil bagian menyukseskan lakon wayang ini.

Toh kita2 ini spt syair lagu Ahmad Albar, hanya aktor panggung sandiwara dunia ini.

Salam ToP,

-bonggo-

Anonim mengatakan...

Oya, ada tambahan... Beta akan cabut dr sini dan bergabung di posting terbaru... Sampe jumpa di sana... Have a nice weekend...

-bonggo

Anonim mengatakan...

@nk
soal luka dan sebagainya, bukan level beta untuk tanggapi. tuduhan2 seperti itu hanya bikin ini blog kehilangan nilai banyak, so beta sonde dalam alur itu..

tolong jelaskan saja dari data yang b dapat (dan data itu sama sekali bukan hal yang istimewa, bu tau kan). bukankah itu total menunjukkan, bu pung american dream tu memang bukan potret yang jujur kan?? itu sa.

==anakbaru==

Anonim mengatakan...

Woi anak baru, tp lama...

Makanya jangan fokus ke data saja, spy jgn misorientasi dg substansi message @nk lewat tulisannya. Cb cek, @nk dlm tulisannya malah sdh sependapat dg pertanyaan Bu di atas: "american dream tu memang bukan potret yang jujur kan??"

Bhw amerika jg ada sisi lemah, tmsk "tdk jujur" itu, @nk jg sdh akui, hanya dia malas maen data negatif. Mnrt dia, kl omong negatif, pr pembaca bs jd lebih tau, dan itu kan sdh Bu buktikan sendiri.

Skrg, Bu akui ko tdk bhw kita wong indon ini faktanya, spt nukilan @bonggo, sering maki amerika tp diam pake produk2 curian milik org amerika. Cthnya, operating sistem di PC dan laptop org indonesia begitu byk pake windows, MS Office package, Antivirus, dll punyanya amerika. Kita cap amerika standar ganda, tau2 kita jg begitu. Pake ilmu "mendem jero" ala Suharto, gitu lho...

Org amerika berusaha keras membuktikan bkn bangsa rasis dg mendukung Barack Obama jd Presiden. Kita org Indonesia malah bangga dg megawati yg naek jd Presiden krn kongkalikong dg MPR menggusur GusDur. Sementara, coba Ama cari data brp persen partisipasi perempuan dlm tata negara kita. Krn buat Ama data lbh meyakinkan drpd seorang megawati. Di amerika, meski punya value in God we trust, tp atheis-pun dikasi kebebasan. Lha ama bs bantu kasi data sejenis di Indonesia?

Yah, sy cuma mo kasi ingat sj bhw dg posting ini, di mata saya, @nk bukan tdk cinta Indonesia. Justru krn cinta, mk dia pingin memberi solusi dg menggunakan praktek tata negara di amerika sbg standar. Tdk setuju boleh sj, tp fokus ke inti message-nya, jgn melenceng, apalagi bw2 data tp mubasir krn kesimpulannya sm sj dg pendapat @nk. Tdk setuju dg @nk tp datanya sama dg pendapat @nk, kan mubasir namanya.

Mau @nk itu baik ato buruk, pikiran kitalah yg membuat peta itu bg diri kita. So, maenkan pikiran kita mk yg pahit akan mjd manis. Anda tdk percaya? Silahkan konsultasi ke @bonggo yg nampaknya ahli Neuro Linguistic Programming itu.

Sy cuma kuatir, nanti gara2 data versus moralitas, lalu org yg sama ribut lg di sini pake nama laen. Lalu msg2 punya rekan ikut2 bertengkar dan ada yg spesialis ngadu2 ke bigmike dan ujung2nya tua-muda semua kena jewer dr bigmike. Apes aja kl sdh begitu.

(Wilmana)

Anonim mengatakan...

@wilmana

oke, paling sonde itu data su mendukung @nk pung argumentasi di depan. baek su. soal mau mubazir atau sonde, be kembalikan ke @nk dan @wilmana, dengan mengutip apa yang @wilmana bilang:

...baik ato buruk, pikiran kitalah yg membuat peta itu bg diri kita..

beta heran kenapa @nk dan @wilmana seperti yakin sekali beta ni jelmaan dari "seseorang" yang keliatan sudah tidak disukai. sebenar2nya, beta betul2 baru disini.. ketemu blog ini karena tanya pak gu tentang sabana. tapi langsung dituding jelmaan, wah sonde nyaman juga ternyata (mode on: sedih). so ciao, selamat berdiskusi lebih lanjut.


==anakbaru==
seoranginabukanama

Anonim mengatakan...

@Anak Baru

Dalam konteks 'teguran' @bm, maka saya ingin katakan anda cukup bijak tdk 'terjebak' dalam pemaknaan tutur kata saya secara berlebihan bin nagatif. Itu saya maksudkan sekedar 'bumbu' diskusi ini. Kutipan @wilaman, "There is nothing either good or bad position, but thinking makes it so" menjadi moralitas diskusi saya tetapi teguran @bm membuat saya sadar tdk semua org memiliki standar moralitas yg sama dan mengharapkan begitu adalah utopia.

Okelah, put it aside, saya hanya ingin kasih 'nasehat' pd anda agar kedepan menjadi cerdas tanpa tanda kutip. Hal data yg anda kumpulkan itu dari US Census Bereau terbukti tdk mampu menjawab pertanyaan saya. Kali ini saya tdk ingin bertanya lagi tp mau kasih tau kenapa dgn data itu pertanyaan saya tdk terjawab. Begini.

Posisi yg anda ambil, walau memakai data segudang diawali dari perpekstif kebencian yg ada pd diri anda. Dalam posisi anda itu, ibarat anda memakai kaca mata berwarna... lets say, HITAM. Kemana pun mata anda memandan segala sesuatu menjadi hitam, bahkan totalitas potret amerika akan menjadi sesuai lensa data anda.

Dengan data yg sama, masih banyak pertanyaan yg bisa diajukan. Misalkan, mengapa % kemiskinan jauh lebih besar pd kelompok minoritas kulit hitam. Ini adalah isu besar dan amat luas untuk dipelajari. Tp anda sudah 'fix' pada kesimpulan 'amerika bangsa diskriminatif.'

Oke begitu saja, terakhir saya ingin sampaikan kepada anda dan semua, bahwa atas teguran @bm itu, ada banyak hal yg perlu saya refleksikan. Untuk itu, saya tdk akan lagi melanjutkan diskusi ini dan sampai jumpa di topik lain.

-nyong kupang-

Anonim mengatakan...

@nk

sorry, beta masih sementara ada koneksi dan lgs ada respon nk ini, jadi bta gatal untuk balas sedikit.

....Dengan data yg sama, masih banyak pertanyaan yg bisa diajukan. Misalkan, mengapa % kemiskinan jauh lebih besar pd kelompok minoritas kulit hitam....

sebenarnya paragraf diatas yang nk ajukan jauh lebih menarik untuk dibicarakan dibandingkan permainan kata-kata sebelumnya. tapi ketong memang sudah niat untuk tutup diskusi ini, jadi semoga suatu saat ketemu lagi..

==anakbaru==

Anonim mengatakan...

@anak baru

Beta senang ama ada 'tanda-tanda' perubahan jd manusia cerdas sejati.

2 minggu yg lalu beta ada baca buku, tabal mau mati, 600an halaman, berjudul 'THE END OF RACISM' yg mencoba menjawab satu angka data saaa yg ama angkat, mengapa % pengangguran dikalangan org kulit itam tinggi. Ini baru satu studi. Di toko buku ada puluhan bakhan ratusan buku yg menulis soal ini. Ini artinya apa? Artinya data2 yg ama sampaikan itu, masih bersifat 'raw' yg perlu dibahas, dikaji dll lebih dalam.

Pd poin ini, ama harus akui bahwa kesimpulan yg ama ame terlalu prematur sehingga TDK VALID melihat totalitas potret amerika.

Maaf eeee... beta ama kesempatan terakhir untuk menutup diskusi ini.

Bagitu saaaaaaa.

-nk-

Anonim mengatakan...

Ah, anak baru biasa begitu... Gampang curiga dan sadiki2 ancam ngambek... Pdhl sy tdk nyebut bhw anak baru itu adalah hasil kloning, lhoo... Scr psikologis, blom dituduh sdh resah duluan, malah bisa jd benar demikian. Makanya, santai ajalah... Wong saya yg sdh jelas2 dituduh saja, ga bereaksi macam2 kok.

Tp ga apa2 kok kl Ama mo pake nukilan sy ttg kekuatiran akan adanya ribut2 lg gara2 beda kacamata, sbg alasan utk cabut dr diskusi di sini.

Yang aneh adalah si NK. Ini kan tulisan dia, kok malah dia ikut2an kabur? Ato mmg posting ini sdh harus closed?

(Wilmana)