Minggu, 16 Agustus 2009

saudaraku sebangsa dan setanah air: INDONESIA (bagian I)

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, Republik Indonesia kita genap berusia 64 tahun. Dulu, Soekarno dan Hatta berteriak keras atas nama Rakyat Indonesia menyatakan bahwa KITA MERDEKAT. Lalu, para rahayat Indonesia melanjutkan teriakan itu MERDEKA ATAU MATI. Dahulu, rahayat Indonesia bangga dengan kemerdekaan Indonesia. Dirgahayu. Selamat Sejahtera. Sekarang, masihkah kita berbahagia dengan HUT Proklamasi ini? Saya berbahagia, tak tahulah anda. Tetapi ada pertanyaan yang berlari-lari di kepala saya.

Siapakah saya dan siapakah anda sehingga kita saling menyapa sebagai saudara sebangsa. Saudara setanah air. Dari mana asalmu? Keturunan siapakahkah anda? saya mau bertanya? dan Saudara juga bertanya, dari mana asal saya? Apakah betul kita ini orang Indonesia? Indonesia itu apa?

Kata orang cerdik pandai, di antara 2 juta tahun lalu sampai 500.000 tahun yang lalu, hiduplah sekelompok primata tegak yang disebut sebagai kelompok Homo erectus di Pulau Jawa. Oleh karena itu, para ahli antopologi menyebutnya sebagai Manusia Jawa. Hasil penelitian Alan Wilson tentang asal usul manusia di Amerika Serikat (1980-an) menunjukkan bahwa manusia modern (Homo sapiens sapiens) berasal dari Afrika sekitar 150.000-200.000 tahun lampau dengan kesimpulan bahwa hanya ada satu pohon filogenetik DNA mitokondria, yaitu Afrika. Dari sana mereka meyebar ke segala penjuru dunia. Jika Wilson benar maka manusia moderen ternyata berasal dari 1 tempat, yaitu Afrika. Tak pelak lagi, Homo erectus yang ada di Pulau Jawa adalah species yang punah dan digantikan oleh pendatang dari Afrika. Tak bisa Tak.

Lalu, apakah mereka nenek moyang kita? Jika pendapat benar maka bagi saudara-saudara yang orang Jawa ada kemungkinan besar begitu tetapi bagaimana dengan saya yang bernenek moyang orang Sabu. Bagaimana anda yang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Flores, Rote, Sumba, Maluku, Papua dan seterusnya. Siapakah nenek moyang kita? Sama ataukah berbeda?

Sebagian pakar menyebutkan bahwa di antara rentang waktu antara 160.000 sampai 100.000 tahun datanglah orang-orang, yang merupakan bagian dari migrasi manusia purba "out of Africa", yaitu orang-orang dari ras Austolomelanesia (Papua). Mereka memasuki kawasan ini ketika masih bergabung dengan daratan Asia kemudian bergerak ke timur, sisa tengkoraknya ditemukan di gua Braholo (Yogyakarata), gua Babi dan gua Niah (Kalimantan). Ras apakah ini? kata orang pintar: “Melanesia (berasal dari bahasa Yunani, μέλας black, νῆσος island) yang seara literalis berarti "islands of the black-skinned people". Orang-orang Melanesia kini berdiam di daerah Bismarck archipelago, Fiji, Kepulauan Maluku, New Caledonia, New Guinea (termasuk orang Papua di bagian Barat), Norkfolk Island, Solomon Island, Torres Strait Island, Vanuatu, Flores, Nauru, Sumba, Timor (termasuk Timor Leste), Halmahera, Alor dan Pantar.

Semenjak sekitar 2000-an SM orang-orang Melanesia terdesak dan berpindah ke arah Timur karena kedatangan orang-orang yang berasal dari ras Austronesia, yaitu bangsa Yunan yang diduga berasal dari daratan Asia, kendati belakangan ditemukan bukti bahwa ras ini berasal dari daratan Formosa (Taiwan). Kaum migran baru yang mendesak orang-orang Melanesia ke arah timur ini datang dalam 2 gelombang migrasi, yaitu pada tahun 2500 dan pada tahun 1500 SM. Ras ini diduga telah memiliki peradaban yang cukup baik, mereka paham cara bertani yang lebih baik, ilmu pelayaran bahkan astronomi. Mereka juga sudah memiliki sistem tata pemerintahan sederhana serta memiliki pemimpin. Di antara tahun 2500 SM dan 1500 SM tersebut, berdasarkan bukti-bukti antropoligis diketemukan adanya sat ras lain, yaitu ras Mongoloid yang pandai bertani dan berniaga.

Lantas, pada akir-akhir abad sebelum Masehi, di tanah yang sekarang disebut Indonesia ini, kedatangan kaum imigran baru yang berasal dari India. Mereka memperkenalkan kepada masyarakat yang telah ada terlebih dahulu suatu sistem tata pemerintahan yang lebih maju, yaitu kerajaan.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,

Berdasarkan bukti-arkeologis dan antropologis ditemukan fakta bahwa pada 1-2 tahun sebelum Masehi, di Lubuk Jambi berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Kandis. Semenjak itu, tak kurang dari 76 buah kerajaan pernah berdiri bertebaran di seluruh wilayah archipelago yang belakangan di sebut Indonesia. Paling kurang terdapat 2 kerajaan yang sangat fenomenal, yaitu kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatera dan Kerajaan Majapahit di Jawa. Dikatakan fenomenal karena dua kerajaan tersebut wilayahnya lintas pulau dan lautan. Sriwijaya menguasai perniagaan di seluruh Selat Malaka sedangan wilayah Majapahit meliputi luas Indonesia sekarang ini. Bahkan, kokon, sampai Madagaskar. Konon pula, di masa Majapahit inilah isitlah Nusantara pertama kali di kenal yang berasal dari sumpah Sang Mahapatih, Gadjah Mada. Kerajaan-kerajaan yang pernah hidup di Indonesia pada umumnya selalu dapat dikaitkan dengan kegiatan perniagaan intetinsulair (lintas pulau) dan atau Agama. Sebagai contoh, kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan kerajaan Maritim nan perkasa yang menguasai perniagaan di seluruh Nusantara dengan pengaruh agama Budha dan Hindu.

Akibat adanya arus prniagaan yang terbuka maka dari Arab dab Persia, melalui Gujarat, datanglah kaum pedagang yang membawa serta agama Islam. Terctat juga pelaut-pelaut dari Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam yang juga selain berniaga, melakukan syiar Islam.

Ketika orang-orang Eropa pada awal abad ke-16 melakukan perniagaan jauh kearah Selatan untuk mencari sumber rempah-rempah maka bertemulah mereka dengan beberapa kerajaan. Beberapa pustaka menyebutkan bahwa kedatangan orang-orang yang berasal dari Britania Raya, Portugal dan Belanda itu tidak semata berniaga tetapi mengusung semangat 3 G (bukan ”triji-nya ponsel lho bung en soes), yaitu Gold, Glory and Gospel. Pada masa ini pula, kendati beberapa bukti menunjukkan bahwa agama Kristen sudah hadir di Nusantara jauh sebelum abad ke-16, agama Kristen dianggap masuk ke Indonesia sebagai bagian dari ”barat yang menjajah”. Stigma Agama Barat yang menjajah ini, bagi sebagian kalangan, ditempelkan begitu kuat bagi Agama Kristen di Indonesia terutama melihat fakta bahwa Agama Kristen mendapat tempat di beberapa kerjaan di bagian Timur Indonesia yang dikuasai oleh, mula-mula oleh Portugal, lalu VOC dan akhirnya pada abad ke-19 oleh pemerintah Belanda (India-Belanda).

Di masa penjajahan India-Belanda ini muncul nama Indonesia. Pertama kali digunakan oleh dua orang Inggris, yaitu George Samuel Windsor Earl, seorang pengacara kelahiran London, yang bersama James Richardson Logan, seorang pengacara kelahiran Scotlandia, menulis artikel sebanyak 96 halaman di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. 4, tahun 1850 dengan judul "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders."

Mereka menamakan penduduk India-Belanda bagian barat yang berasal Proto-Malaya (Melayu tua) dan Deutero-Malaya (Melayu muda), sebagai Indunesians (Indu, bahasa Latin, artinya: India; Nesia, asal katanya adalah nesos, bahasa Yunani, artinya: kepulauan). Sedangkan penduduk di wilayah India-Belanda bagian timur masuk ke dalam kategori Melanesians (Mela = hitam. Melanesia = kepulauan orang-orang hitam). Oleh karena itu, Earl sendiri kemudian cenderung menggunakan istilah Melayu-nesians, untuk menamakan penduduk India-Belanda bagian barat. Kemudian Logan merubah Indunesia menjadi Indonesia (Indos dan Nesos, keduanya berasal dari bahasa Yunani) dalam tulisan-tulisannya di Journal tersebut.

Adalah Adolf Bastian, seorang dokter dan sekaligus etnolog Jerman, yang mempopulerkan nama Indonesia ketika menerbitkan laporan perjalanan dan penelitiannya di Berlin, yang diterbitkan dalam karya 5 jilid (1864 – 1894) dengan judul “Indonesien, oder die Inseln des malaysischen Archipels” (bahasa Jerman, artinya: “Indonesia, atau Pulau-Pulau dari Kepulauan Malaya”). Jilid I berjudul Maluku, jilid II Timor dan Pulau-Pulau Sekitarnya, jilid III Sumatera dan Daerah Sekitarnya, jilid IV Kalimantan dan Sulawesi, jilid V Jawa dan Penutup.

Eduard Douwes Dekker, dalam bukunya “Max Havelaar” menyebut India-Belanda dengan nama Insulinde, variasi bahasa Belanda untuk Kepulauan India. Ketika Indische Partij (Partai India) yang didirikan oleh keponakannya dilarang oleh Pemerintah India Belanda tahun 1913, para anggotanya mendirikan Partai Insulinde. Baik Indunesian, Indonesien atau Insulinde semua artinya adalah Kepulauan India, untuk menunjukkan identitas pribumi yang hidup di bagian barat wilayah India- Belanda, sedangkan yang hidup di wilayah timur –Flores, Timor, Maluku dan Papua-sebenarnya adalah orang-orang Melanesia (Kepulauan orang-orang hitam).

Yang termasuk pertama menggunakan kata Indonesia pada awal tahun 20-an adalah Perhimpunan Indonesia di Belanda, Sam Ratu Langie dan Partai Komunis Indonesia. Jadi kata Indonesia artinya tak lain adalah: Kepulauan India.

Akhirnya, adalah tagal perkara situasi perniagaan dunia maka negara Jepang melirik sumber minyak yang berlimpah di wilayah yang disebut sebagai Indonesia sebagai modal potensial guna mengembangkan diri sebagai negara adidaya. Maka, Hindia Belanda diserbu pada tahun 1942. Jepang, yang mula-mula mengaku sebagai saudara tua dari Timur yang akan membebaskan saudara mudanya, Indonesia, dari tangan ”bangsa barat”, ternyata menjajah Indonesia secara lebih kejam dibandingkan dengan penjajah sebelumnya. Tetapi syukurlah, mereka tak lam di sini. Cuma 3,5 tahun lalu terusir dari bumi Indonesia, mula-mula sebagai konsekuensi kekalahannya dalam Perang Dunia II lalu, juga karena lalu karena Bangsa Indonesia menyatakan bahwa ”KAMI MERDEKA” pada tanggal 17 Agustus 1945. Suatu pernyataan yang sederhana tetapi berkonsekuensi besar karena jika tidak demikian maka Indoensie hanyalah sebangsa daerah taklukan sekutu pada PD II lalu harus diserah terimakan dari Jepang kepada Sekutu.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Sejak 17 Agustus 1945 itulah Indonesia resmi dinyatakan sebagai Bangsa yang merdeka. Bangsa -bangsa yang mendiami daerah yan dahulunya dijajah Belanda dan Jepang secara resmi bersepakat membentuk sebuah Negara, yaitu Indonesia. Indonesia punya modal, yaitu Wilayah dan Rakyat yang berdaulat. Lalu Rakyat yang berdaulat itulah yang bersepakat siapa di antara mereka yang pantas memimpin mereka sebagai suatau pemerintahan, Semenjak itu, kita punya Soekarno, Soharto, Habibie, Gus Dur, Megawati dan SBY sebagai Presiden.

Tetapi lihatlah wajah kita sejak 1945 sampai hari ini: “revolusi belum selesai” kata Bung Karno, lalu sejak 1945 – 1967 pertikaian terus saja terjadi di antara kita. Ada Pembernontakan PKI Muso di Madiun, PRRI-Permesta, Kartosuwiryo, RMS dan Kahar Musakar. “Ekonomi Yes Politik No”, kata Soeharto tetapi peristiwa tahun 1965 yang menelan ratusan ribu korban nyawa rahayat Indonesia masih saja terus menjadi misteri sampai saat ini. Lalu, ada Malari 1974, Penembakan misterius kepada kelompok preman, Peristiwa Tanjung Priok, Kudatuli 1996, Kerusuhan Mei 1998, Ambon, Poso dan terakhir tak berhentinya teror Noordin M Top. Apa yang terjadi dengan kita? Apa yang terjadi dengan rahayat Indonesia. Benarkah kita bersaudara di bangsa yang sama dan tanah air yang sama?

Saya masih ingin terus mengulas tetapi mohon maaf saya akan berhenti dahulu di sini karena saya ingin berdiri sejenak, mengepalkan tangan kana saya lalu saya acungkan tinju ke udara sambil berteriak MERDEKA. Dirgahayu Indonesia. Salam Sejahtera. (posting dilanjutkan pada bagian II)


Tabe Tuan Tabe Puan

111 komentar:

mikerk mengatakan...

Satu Nusa Satu Bangsa
by L. Manik

Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa kita

Tanah air
Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya

Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa
Dan Bahasa
Kita bela bersama

mikerk mengatakan...

MERDEKA BUNG MERDEKA ZOES
MERDEKA TUAN MERDEKA PUAN

TUHAN MEMBERKATI INDONESIA

Anonim mengatakan...

selamat ulang taon indonesia! semoga makin tua makin jaya. semoga...

-anonim-

mikerk mengatakan...

Dear sahabat blogger,

Saya membuat beberapa penyuntingan. GBU

Anonim mengatakan...

BM, trims broer...aku yang buta soal sejarah asal-asul bangsaku sendiri akhirnya bisa mendapat masukan lewat tulisan BM...Merdeka Negeriku, merdeka bangsaku...sekali lagi trims BM. We love u. (Adek)

Anonim mengatakan...

Benarkah kita bersaudara di bangsa yang sama dan tanah air yang sama?...pertanyaan BM yang juga menjadi bahan perenungan saya selama ini.Karena dalam banyak hal terus terang saya sering dibuat terkejut melihat ada saudara-saudaraku yang katanya kita adalah satu dalam segala hal sesuatu janji sumpah pemuda namun kenyataannya menjadikan perbedaan rupa, warna kulit, agama, asal daerah sebagai suatu hal yang harus dijauhkan yang berbeda merupakan musuh bagi mereka. Padahal sebenarnya berbeda itu indah, dengan berbeda akan memberikan suatu sinergi yang memberi warna dalam kehidupan berbangsa. Lihatlah kolaborasi warna pelangi...indah bukan??. Adakah perbedaan masih diterima oleh saudara2ku yang katanya berbangsa dan bertanah air satu setelah 64 tahun merdeka???? (YR)

Anonim mengatakan...

Maunya saya ikuti teriak merdeka bersama pace Bigmike tetapi ...maaf..di negeri ini dalam banyak- banyak kita sulit dikatakan sudah merdeka.....Persipura adalah korban penjajajahan sponsorship dan PSSI ketika final copa Indonesia....coba pace-pace ain datang ke Papua dan lihatlah masih begitu banyak orang yang terlantar seperti di jaman belanda...jadi mau bilang merdeka berat sekali rasanya....tapi demi persahatab dengan BM saya mau bereriak MERDEKA. Semoga Tuhan mendengar jeritan itu (PaceNoge)

Anonim mengatakan...

Saya menunggu dengan amat sangat kelajutan posting ini. Saya ingin lihat pendapat BM tentang persebangsaan dan persetanah air yang kadng-kadang terasa hanya omong kosong belaka (PaceNoge)

Anonim mengatakan...

@ Pace YR,

Komentarmu bagus sekali. Saya suka. Memang di negeri ini ada sekelompok orang yang berpikir bahwa mereka adalah pemilik sedangkan yang lainnya cuma menumpang. Hormat buat Pace. Tuhan memberkati (PaceNoge)

Anonim mengatakan...

Gw ga mo komen sebelon BM nglanjutin posting ini. Sekarang cukup bilang MERDEKA ajah...(Ryan)

Anonim mengatakan...

@ PaceNoge,

Jangan skeptis...ayo bersama kita wujudkan Indonesia yang adil dan aman buat semua anak Bangsa. Otreee???? (Ryan)

mikerk mengatakan...

MERDEKA,

Thanx bagi yang sudah berkunjung dan berkomentar.

@ anonim,

MERDEKA

@ Adek,

I love u full my friends

@ YR,

Komen yang bagus dan tepat sasaran, GBU

@ PaceNoge,

Marah boleh dendam jangan. Tuhan memberkati Pace. MERDEKA. Shalom

@ Ryan,

MERDEKA. Pasti saya sambung ..pasti...GBU bro

mikerk mengatakan...

Saya menambahkan 1 buah lagu ke dalam posting ini. Lagu tersebut adalah lagu kesukaan saya INDONESIA PUSAKA yang dimainkan secara solo guitar oleh Doddy. Petika gitarnya dahsyat.

Thanx ya mas Doddy karena postingnya di youtube saya gunakan. GBU

mikerk mengatakan...

Lirik lengkap lagu Indonesia Pusaka
Karangan / Ciptaan : Ismail Marzuki

"Indonesia Pusaka"

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

Anonim mengatakan...

@ Pace Noge
Kayak sepasang kekasih yang lagi dimabuk cintrong...Gue mau ngapain..suka2 gue lagi...yang lain hanya numpang doang so jangan ribut..kalo ribut..gue tebas lu..hahahahaha...tapi spt kata pace Ryan, gak boleh skeptislah...begitukah Pace? tetap semangat, tatap ke depan, bersama kita wujudkan Indonesia baru (YR)

syamsudin mengatakan...

Semua sahabat blogger,

MERDEKA MERDEKA MERDEKA

DIRGAHAYU INDONESIA

JAYALAH SELAMA-LAMANYA

(Syamsudin, blogger tua)

syamsudin mengatakan...

@ Bigmike,

Saya semakin kagum kepada sahabat muda. Sepengetahuan saya, sahabat adalah seorang doktor dalam bidang ilmu kehutanan. Tetapi kali ini menguraikan secara indah lintas sejarah Nusantara kita. Luar biasa. Salut.

Saya sangat bergairah membaca posting ini dan menunggu kelanjutannya sebelum berkomentar tentang substansinya. Besar harapan saya, sahabat muda tidak mengulangi jani yang terus tertunda tentang evolusi. Saya menunggu dengan tidak sabar (Syam)

syamsudin mengatakan...

Menurut para ahli, belajar sejarah amat berguna karena beberapa fungsinya:

1. sejarah sebagai pelajaran
2. Sejarah sebagai inspirasi
3. sejarah sebagai rekreasi

dan saya menikmati posting sahabat muda BM dalam ketiga semangat itu (Syam)

mikerk mengatakan...

@ Pak Syam,

I love u full....GBU

Anonim mengatakan...

Posting yang patut ditunggu kelanjutannya (Yunan)

Anonim mengatakan...

Selamat Ulang Tahun Indonesia, selamat memasuki usia 64 tahun………..!

Kado apa yang engkau inginkan dariku saat ini ?
pengabdiankah,
cintakah ?
kesetiaankah ?

Tapi masihkah ada itu padaku kini ?
setelah banyak yang terjadi diantara kita ?
Derita,
airmata,
sakit,
luka,
terpecah, tindasan, bencana ?

karena…bila engkau bisa mendengar,
engkau akan dengar banyak jeritan
Bila engkau dapat melihat,
engkau akan lihat banyak air mata
Bila engkau dapat merasa,
engkau akan merasakan banyak kesakitan

Namun, kalau engkau ingin aku setia,
aku akan setia
Jika engkau ingin aku mengabdi,
Kan ku usahakan,
Jika engkau inginkan cinta,
aku cinta

supaya jangan engkau lupa aku
supaya jangan engkau sia-siakan aku

Tapi kumomohon,
jangan air mataku kering baru engkau tahu kalau aku menangis
Jangan lukaku kering baru engkau tahu aku terluka
Jangan sampai aku lenyap baru engkau tahu aku telah tiada
karena walau engkau lupa,
aku anak bangsa

Selamat ulang tahun Indonesia.
Selamat memasuki usia 64 tahun.
Semoga Tuhan memberkatimu

Anonim mengatakan...

GW Mau Komen banyak tentang HUT RI tapi aye tunggu aje ampe ade sambungannye!

(RT 13/06)

Anonim mengatakan...

Sorry Broer Bigmike, baru nongol...

Sama kayak Opa Syam, Gw juga makin kagum ke BM nih....lintasan sejarah Indonesia diramu cepat, singkat en padat sampe gw langsung paham....oiiii...jangan-jangan baru kuliah lagi di jurusan sejarah nihhh......wkwkwkwkwk....

Sama juga kayak Opa Syam, GW nunggu posting lanjutannya. Menantang banget posting ini....

Skarang GW tidur dulu aaccchhh...baru nyampe rokum nih...zzzzzzzzz....zzzzzzzz....
(Proxy73)

poempuisi mengatakan...

MERDEKA MERDEKA MERDEKA

MERDEKA INDONESIA BUNG MIKE

JAYALAH INDONESIA

poempuisi mengatakan...

"tanah air mata"
by sutardji calzoum bachri

Tanah airmata tanah tumpah dukaku
mata air airmata kami
airmata tanah air kami

di sinilah kami berdiri
menyanyikan airmata kami

di balik gembur subur tanahmu
kami simpan perih kami
di balik etalase megah gedung-gedungmu
kami coba sembunyikan derita kami

kami coba simpan nestapa
kami coba kuburkan duka lara
tapi perih tak bisa sembunyi
ia merebak kemana-mana

bumi memang tak sebatas pandang
dan udara luas menunggu
namun kalian takkan bisa menyingkir
ke manapun melangkah
kalian pijak airmata kami
ke manapun terbang
kalian kan hinggap di air mata kami
ke manapun berlayar
kalian arungi airmata kami
kalian sudah terkepung
takkan bisa mengelak
takkan bisa ke mana pergi
menyerahlah pada kedalaman air mata

Anonim mengatakan...

DIRGAHAYU KE 64 NKRI TERCINTA

JAYA VIVA BRAVO SALUTE SELAMANYA NEGARA KITA TERCINTA

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@ PaceNoge,

Jangan berpikir bodoh. Indonesia adalah negaramu. Bangunlah dia dengan sepenuh jiwa dan ragamu.

"BANGUNAH JIWANYA BANGUNLAH RAGANYA HIDUPLAH INDONESIA RAYA"


==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Posting yang bagus tetapi HARAP JANGAN MEMPROVOKASI HAL BURUK TENTANG NKRI pada posting lanjutannya.


==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

DIRGAHAYU INDONESIA. JAYA SELAMANYA (Eman, CN, TDM)

Anonim mengatakan...

@ Anak NKRI,

Saya curiga, anda adalah Homo erectus yang hilang ha ha ha ha...

Anda merasa sahabatan sama Bigmike tetapi main ancam. Apakah itu teman jika main ancam-ancaman????? (Eman)

an2na mengatakan...

MERDEKA MERDEKA MERDEKA

Jayalah INDONESIA selamanya

an2na mengatakan...

@ Bigmike,

Posting yang sangat menarik dan saya tunggu kelanjutannya. Saya kutip pernyataan BM yang sangat "provokatif"

"Siapakah saya dan siapakah anda sehingga kita saling menyapa sebagai saudara sebangsa. Saudara setanah air. Dari mana asalmu? Keturunan siapakahkah anda? saya mau bertanya? dan Saudara juga bertanya, dari mana asal saya? Apakah betul kita ini orang Indonesia? Indonesia itu apa?"

Anonim mengatakan...

MERDEKA MERDEKA MERDEKA Indonesia Jaya (13)

Anonim mengatakan...

@ BM,

Saya tunggu kelanjutannya (13)

Anonim mengatakan...

Merdeka Pak Mike. Wah, pengetahuan sejarah pak Mike lumayan nih. Tidak heran kalo mengajar selalu menarik dan bisa campur-campur bahan kuliah. Kita jadi tidak mengantuk (Sonny)

Fakhry mengatakan...

Wooooiiii BM, posting sambungannya jangan klamaan ddduuunnnkkkkkssss!!!!!! (Proxy73)

Anonim mengatakan...

Bung Eman

Manusia Homo erectus yang sudah berovolusi menjadi anak NKRI itu gak usah ditanggapin...semua juga sudah tau gayanya dia, biar aja dia berkoar.
Buang energi aja bung...anggap dia gak pernah ada di blog ini...aman kan? (YR)

Anonim mengatakan...

Hueeee he he he he...mister anak nkro sekalinya nognol langsung bikin story...luar biasa gebelknya....wkwkwkwk...oleeee...oleeee.....story...tapi YR bener dech...ga usah ditangepin....gitu aja kok repoottt beibeh....wkwkwkwkwk (Proxy73)

tuaksatu mengatakan...

Merdeka Indonesia. Merdeka bung Bigmike.

tuaksatu mengatakan...

Posting yang menarik dan menarik juga ditunggu kelanjutannya. Tapi Gw mo nambah informasi dikit.

Di Nusantara terdapat sedikitnya 50 populasi etnik dengan karakteristik budaya dan bahasa tersendiri. Sebagian besar dari populasi itu, yakni yang berciri fisik Mongoloid, memunyai bahasa yang tergolong dalam satu filum (keluarga) bahasa yakni bahasa-bahasa Austronesia, yang menunjukkan mereka berasal dari satu nenek moyang yang sama. Sedangkan di Indonesia bagian timur dan Irian (kepulauan Melanesia) terdapat satu populasi dengan bahasa-bahasa yang tergolong dalam berbagai bahasa Papua Melanosoid.

tuaksatu mengatakan...

Berdasarkan penelitian arkeologis, bangsa Indonesia kecuali sebagian besar bagian timur adalah termasuk rumpun Melayu sebagaimana penduduk Asia Tenggara lainnya yaitu Filipina, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Laos, Thai dan Myanmar (dulu Burma). Adapun bagian timur Indonesia termasuk rumpun Melanesia atau ras Pasifik.

Rumpun adalah keluarga bangsa, rumpun Melayu berasal dari wilayah yang kini masuk Provinsi Yunnan, bagian selatan Republik Rakyat Cina. Dalam istilah lama dikenal pula dengan nama India Belakang. Mereka mulai tersebar ke seantero Asia Tenggara sekitar 3000-2000 tahun sebelum Masehi karena didesak oleh rumpun lain yaitu Mongoloid.

tuaksatu mengatakan...

Rumpun Mongoloid mencakup beberapa bangsa yang kita kenal dengan Cina, Korea, Jepang, Tibet, Manchu dan Mongolia. Suku-suku dari Rumpun Melayu yang menjadi cikal bakal bangsa Indonesia pindah ke gugusan pulau yang tersebar luas di selatan daratan Asia Tenggara, yaitu Nusantara. Diperkirakan mereka pindah karena konflik intern serumpun atau langsung setelah terdesak oleh Rumpun Mongoloid.

Berdasarkan fakta-fakta itu, ada sebagian orang yang beranggapan bahwa rumput nenek moyang orang Indonesia adalah orang-orang yang terbiasa terdesak dan kalah lalu bermigrasi. Apakah benar pendapat itu, menarik juga jika BM beran masuk ke wacana itu.

widyanto mengatakan...

Merdeka mas mike Merdeka,

Nambahin dikit boleh ya,

Sepanjang catatan sejarah bangsa Indonesia, dikenal dua gelombang migrasi yang dilakukan oleh orang-orang ras Malayan Mongoloid, yang kemudian berproses membetuk sebua bangsa yang di kenal dengan Bangsa Indonesia.


Gelombang migrasi pertama dilakukan oleh melayu proto, melayu asli yg juga kadang dikenal sebagai melayu tua, kelompok suku di Malaysia. Peristiwa migrasi gelombang pertama ke Asia tenggara ini terjadi pada zaman batu baru 2500 SM. Kelompok migran pertama ini masuk dalam golongan Austronesia, yang di Indonesia direpresentasikan oleh orang-orang Toraja, Sasak, Dayak, dan Nias (Wied)

widyanto mengatakan...

Setelah melayu proto, gelombang migrasi kedua dilakukan oleh Melayu Deutero atau Melayu muda. Dari segi ras Melayu Deutero juga berasal dari ras yang sama dengan Melayu Proto yaitu Malayan Mongoloid sehingga tidak memiliki perbedaan fisik yang cukup signifikan di antara keduannya. Gelombang migrasi yg dilakukan oleh Melayu muda ini diperkirakan terjadi pada zaman Logam (Kurang lebih 1500 SM). Suku bangsa yang termasuk melayu muda di Indonesia adalah suku aceh, Minagkabau,Jawa, Bali, Bugis, Manado,dll

widyanto mengatakan...

Kedua suku bangsa tersebut berasal dai Yunan, sebuah provinsi di sebelah barat daya RRC, yang merupakan tempat tinggal suku-suku minoritas Tiongkok, 25 dari 56 suku yang diakui Tiongkok berdomisili di provinsi Yunanan ini, yang juga dikenal sebagai India Belakang yang menjadi tempat asal nenek moyang bangsa Indonesia. Jadi Indonesia sebetulnya adalah bangsa migran.

Menarik ditunggu kelanjutan artikel dari BM ini karena biasanya ada "pesan" tertentu di balik lintasan sejarah ini. (Wied)

Anonim mengatakan...

xi xi xi xi xi...
mbaca komennya Anak NKRI jadi lucu juga. ha ha ha ahhhhh mudah2an BM ngga tatuuuutt ma ancamannya Anak NKRI... wuiihhh sereeeemmmm
jadi ingat ma Bapak Sudomo, menkopolkam orba doeloe...yang punya perintah Tangkap, saya Tangkap terusss...

natan=

Anonim mengatakan...

Kalian semua salah mengerti...saya tidak mengancam Bigmike...baca baik-baik dengan kepala dingin jangan keburu emosi...ha ha ha ha....saya cuma menghimbau Bigmike, di hari baik bulan baik seperti ini mbok yao jangan menjelekkan Indonesia. Kita Dirgahayu sajalah.

Coba tanya Bigmike, dia merasa terancam atau tidak...saya jadi tahu kebanyakan orang di blog ini suka mengolok-olok orang lain tetapi begitu dicolek dikuit udah hilang kontrol...ha ha ha ha ha....

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@anak NKRI

Hey bung, long time no see.
Setelah lama menghilang akhirnya datang lagi dengan gaya khas anda "membela NKRI sampai mati" Hahahaha.

Tapi, lagi-lagi, anda kurang realistis melihat keadaan. Seingat saya (dan sepengetahuan saya), BM ini tidak pernah menulis sesuatu yang memprovokasi kok. Semuanya kenyataan. TAPIIII.... semua orang boleh berpendapat kok. Saya, anda, BM, dan pembaca lain boleh berpendapat tapi tetap sopan santun. Jadi, BM dalam tulisan-tulisannya selalu kritis tapi tetap santun kok.

Bagaimana bung anak NKRI???

(Pembela blog ini)

Anonim mengatakan...

@ Anak NKRI,

Kecuali pada saat anda bicara tentang Pancasila, yang maish ada isinya itu, sisa komentar anda di sini semata-mata sampah...saya ulangi...SAMPAH....ha ha ha ha ha (Eman)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Jangan terintimidasi sama katak satu ini. Kita tunggu posting lanjutannya. Isntrumentalia Indonesia Pusaka dengan gitar wah bagus sekali (Eman)

faradhiani mengatakan...

@ Bigmike,

Ikutan nambahin info,

Indonesia mulai berkembang pada zaman kerajaan Hindu-Buddha berkat hubungan dagang dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti India, China dan wilayah Timur Tengah. Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal Tarikh Masehi, dibawa oleh para musafir dari India antara lain: Maha Resi Agastya yang di Jawa terkenal dengan sebutan Batara Guru atau Dwipayana dan juga para musafir dari Tiongkok yakni Musafir Budha Pahyien.

faradhiani mengatakan...

Pada abad ke-4 di Jawa Barat terdapat kerajaan yang bercorak Hindu-Budha, yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16.

Kemudian muncul Dua kerajaan besar pada zaman ini adalah Sriwijaya dan Majapahit. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I-Tsing mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.

Masuknya Islam pada sekitar abad ke-12 secara perlahan-lahan menandai akhir dari era ini.

faradhiani mengatakan...

MERDEKA BUNG MIKE MERDEKA

Kelanjutan posting ini ditunggu....

mikerk mengatakan...

Dear All,

Thanx bagi yang sudah berkunjung dan berkomentar. Beberap komentar bersifat melengkapi apa yang saya sampaikan. Terima kasih banyak. GBU

mikerk mengatakan...

@ Sahabat "anak nkri",

Anda, dan kelakuan anda, agak spesial di blog ini. Agak sulit bagi saya untuk "mendefenisikan" sahabat saya yang satu ini. BTW, harap "menjaga ketertiban".

@ Bung Eman,

"terukur"-lah...ha ha ha ha ha...thanx

Bahan posting lanjutan sudah saya siapkan. Tinggal cari hari yang tepat. "Hari baik bulan baik" kata sahabat anak nkri...ha ha ha ha ha..

Tabe

George mengatakan...

ck ck ck ck ck ck ck.....kecuali bigmike...semua di sini salah mengertikan sikap saya.....saya hanya tidak mau negara saya dicaci maki...

saya ingin mencoba rasa nasionalisme kalian semua...kalau kalian memang orang Indonesia....

Saya kutipkan sebuah plesetan dari our national anthem Indonesia raya oleh penulis di http://www.ihateindon.blogspot.com

Entah kalian tersinggung atau tidak tetapi saya AMAT SANGAT TERSINGGUNG....

mari kita mulai perobaan untuk melihat nasionalisme anda semua, terutama @ Eman...

George mengatakan...

Indonesial National Anthem

Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur

Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku

Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok
Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat

Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia

Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka

Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset

Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin

Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap

George mengatakan...

SEKARANG, BAGIMANA OTAK DAN PERASAANMU...YANG TIDAK TERSINGGUNG ADALAH PECUNDANG....

LHA, ORANG LAIN SUDAH MENGHINA KITA JANGANLAH LAGI KITA MENAMBAH-NAMBAHKAN PENGHINAAN ITU DENGAN ALASAN APAPUN JUGA..TIDAK JGA DENGAN ALASAN HAM DAN DEMOKRASI...IT'S MUST BE DEMOCRAZY....

George mengatakan...

@ Bigmike,

Anda mengerti saya dan saya juga akan membantu menjaga situasi blog. Thanx

==ANAK NKRI==

George mengatakan...

@ Eman,

Semua ini nothing personal...absolutely nothing...

This is about our nacionalism .... do you understand??????????

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@ Anak nkri,


Saya salut dengan anda termasuk keberanian untuk membuka topeng dirimu tapi saya pusing dengan semangat chauvinstikmu...ada cara lain mencinta nkri...

dari mana kamu tahu bahwa saya dan sahabat lain kurang mencintai NKRI?

Kalau kamu bisa membuktikan hal itu, maka semua kritikanmu itu saya terima jika tidak maka kamu tak leebih dari pahlwan katak...

sori ya jika kita berbeda pandangan dalam mencintai NKRI (Eman)

Anonim mengatakan...

Soal plesetan itu...memang orang malayssia keterlaluan...dalam posting tentang bangsa kuli tahun lalu meski saya menyesali kelakuan kita sendiri yang memungkinkan penghinaan itu datang tetapi di pihak lain saya sangat mengecam perilaku orang-orang malaysia.

Lihatlah kasus PRT kita yang terus disiksa. Lihat kasus manohara. DAN penghinaan terhadap national anthe harus kita KUTUK sekeras-kerasnya....malaysia = malingsia...(Eman)

Anonim mengatakan...

Malaysia memang kampret....sipadan ligitan dirampok.....ambalat ditaksir.....lagu keroncong Indonesia jadi lagu kebangsaan......reog ponorogo diakuin....(Ryan)

Anonim mengatakan...

eh iya, lagu rasa sayang juga diakuin...gawat maling sia....(Ryan)

Anonim mengatakan...

@Bung Eman

Bung, seperti yang BM katakan : memang agak unik kawan kita satu ini (Anak NKRI). Jadi, santai sajalah menanggapi teman kita satu ini. Percuma kita mendebat teman kita ini, karena tidak akan pernah ada titik temu dan ujung-ujungnya BM juga yang pusing hapus komen sana, hapus komen sini, tegur sana, tegur sini.

@Anak NKRI
Bung, gw suka gaya lu. Mantap. Gitu dong cara mencintai Indonesia, TAPIIII.... harus tetap realistis bung.

@BM
Mana tulisan yang baru. Tulis dong tentang masalah lingkungan lagi.

(pembela blog ini)

alice mengatakan...

@ Dear Bigmike and all,

Tulisan tentang lintasan sejarah Indonesia memang asik tetapi tidak cukup. Oleh karena itu, sebelum kita mempertengkakan sesuatu yang tidak-tidak ada baiknya kita menahan diri sampai tulisan berikutnya. Sudah "adatnya" BM memiliki "hidden agenda". Semoga BM bisa memenuh janjinya 9Elizahayu)

alice mengatakan...

@ Sahabat NKRI,

Salut karena sahabat berani menampilkan diri. George adalah nama yang yang indah...hmmmmm....

Tetapi bisakah sahabat menyampaikan pendapat tanpa didahului dengan prasangka buruk? Soal mencintai Indonesia, kami sama saja dengan anda dna kurang nyaman dibaca jika gara-gara kami mempersoalkan beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintah lalu kami dikategorikan sebagai "tidak mencinta Indonesia". Kesimpulan yang keliru.

alice mengatakan...

Dalam bahasa Inggris, kelakuan Malaysia disebut sebagai "beyond help"

Anonim mengatakan...

Menurut catatan sejarah yang pernah saya baca, kerajaan I di Indonesia adalah kerajaan Kutai Kertanegara di Kalimantan. Rasanya belum pernah mendengar ada kerajaan Kandis sebagai kerajaan I di Indonesia (Suryana)

Anonim mengatakan...

Malaysia memang brengsek, mengaku saudara serumpun tetapi perilaku tidak ketulungan. Ogah nanggapinnya....

Anonim mengatakan...

sori (Suryana)

Anonim mengatakan...

Oh iya, sampai sekarang orang masih beruji bukti, lebih duluan mana antara kutai dan tarumanegara (Suryana, Bogor)

Anonim mengatakan...

@All

Bun Eman, dan teman2 pencinta blog BM....kata2 si manusia aneh yang bernama NKRi alias George alias apalagilah..gak usah ditanggapi, memang cara berpikir manusia yg satu ini terlalu sempit, mungkin dia perlu dikasih les tambahan kalo di sekolahan biar otaknya agak terbuka dalam melihat satu masalah....woiii anak NKRI..kalo lu butuh les tambahan sini gue ajarin..dijamin deh lu bakal naik kelas...hehehehe..
@BM..."Hari dan Tanggal" baiknya kapan, jangan kelamaan broer. Kami semua menunggu kelanjutannya ni. We love u full.(Adek)

Fakhry mengatakan...

Lama-lama gemesz banget ngebaca mister anak "george" nkri,


dibayangan orang ini, kita-kita perlu diragukan kadar keindonesiaan lalu, dia merasa punya hak untuk mengetes kita.....alaaaaamaaaaakkkk....

Ya udah gw ngets balik temen kita ini..

Fakhry mengatakan...

woooiiiiii anak nkri,

coba baca berita dari "kompas" trus situ kasi tanggapan....malu ga? kalo elo ga malu artinya elo pencundang .....looser....kutu kupret...wkwkwkwkwk....

"1.068 WNI Minta Pulang Gratis, Wajah RI Tercoreng"

Jumat, 21 Agustus 2009 | 11:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tindakan sebanyak 1.068 warga negara Indonesia yang sengaja berdemonstrasi di depan Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah dengan tujuan untuk ditahan mencoreng citra Indonesia di mata internasional.

"Kondisi WNI di Jeddah dari sisi kemanusiaan baik. Namun, dari sisi wajah bangsa menyedihkan," ujar Teuku Faizasyah, Juru Bicara Departemen Luar Negeri, di Kantor Deplu, Jakarta, Jumat (21/8).

Peristiwa tersebut terjadi pada 19 Agustus 2009. Sebanyak 586 WNI yang terdiri atas 360 pria dan 208 wanita sekitar pukul 22.30 waktu setempat mendatangi KJRI di Jeddah. Hal tersebut mereka lakukan untuk menarik perhatian pihak keamanan Arab Saudi.

Fakhry mengatakan...

Mereka sengaja melakukan hal tersebut agar ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia. Pihak keamanan menangkap dan menempatkan mereka di penampungan sementara. Mendengar hal tersebut, datang lagi 500 WNI bermasalah dengan tujuan yang sama.

WNI bermasalah tersebut adalah warga negara yang melakukan ibadah di Arab Saudi, tetapi tidak memiliki tiket pulang. Selain itu, terdapat juga TKI yang melarikan diri dari majikan. "Mereka sengaja ditangkap agar bisa pulang gratis dan tidak membayar denda," kata dia.

Fakhry mengatakan...

Faizasyah mengatakan, saat ini 1.068 WNI tersebut berada di tempat penampungan sementara dan menunggu kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Rencananya mereka akan dipulangkan ke Indonesia. Namun, karena jumlahnya yang besar, pihak Arab Saudi meminta bantuan Pemerintah Indonesia.

Faiz menerangkan, saat ini pemerintah sedang mencari sumber dana untuk memulangkan WNI bermasalah tersebut. "Kami sedang cari sumber dana. Namun, yang terpenting adalah kejadian ini tidak terjadi lagi," kata dia.

Hoooiiii rekan george, jawab tuh.....(Proxy73)

herjuno mengatakan...

Urutan kerajaan di Indoneia sampai dengan awal kerajaan Islam,

1.Kerajaan Kutai di Kalimantan timur tahun 400 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Kudungga
Raja yang terkenal : Mulawarman

2. Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat tahun 500 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Purnawarman

3. Kerajaan Kalingga di Jepara (Jawa Tengah) tahun 640 M (Kerajaan Budha)
Raja yang terkenal : Ratu Shima:

4. Kerajaan Mataram Hindu di Jawa Tengah tahun 732 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Sanjaya
Raja yang terkenal : Balitung

5. Kerajaan Sriwijaya di Palembang abad VII (Kerajaan Budha)
Raja yang pertama : Sri Jaya Naga
Raja yang terkenal : Bala Putra Dewa

6. Kerajaan Medang di Jawa Timur abad IX (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Empu Sendok:

herjuno mengatakan...

7. Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur tahun 1073 M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama dan terkenal : Airlangga

8. Kerajaan Kediri di tepi Sungai Berantas Jawa Timur abad XII M (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Jaya Warsa
Raja yang terkenal : Jaya Baya

9. Kerajaan Singasari di Jawa Timur tahun 1222 - 1292
Raja yang pertama : Sri Rajasa (Ken Arok)
Raja yang terkenal : Kertanegara (Joko Dolok)

10. Kerajaan Majapahit di Delta Brantas tahun 1293 - 1520 (Kerajaan Hindu)
Raja yang pertama : Raden Wijaya
Raja yang terkenal : Hayam Wuruk
Raja yang terakhir : Brawijaya (Kertabumi)
Patih yang terkenal : Gajah Mada

11. Kerajaan Pajajaran di Priangan (Jawa Barat) tahun 1333 (Kerajaan Hindu)
Raja yang terkenal : Sri Baduga Maharaja
Raja yang terakhir : Prabu Sedah

herjuno mengatakan...

12. Kerajaan Demak di Jawa Tengah tahun 1513 - 1546 (Kerajaan Islam)
Raja yang pertama : Raden Patah (Sultan Bintoro)
Raja yang terakhir : Sultan Trenggono

13. Kerajaan Pajang di Surakarta tahun 1568 - 1586 (Kerajaan Islam)
Raja yang pertama : Joko Tingkir (Sultan Hadiwijoyo)
Raja yang terakhir : Ario Pangiri

14. Kerajaan Mataram Islam di Kota Gede (Yogyakarta) abad XVI Masehi (Kerajaan Islam)
Raja yang pertama : Suto Wijoyo (Panemabahan Senopati)
Raja yang terkenal : Sultan Agung

15. Kerajaan Banten di Jawa Barat tahun 1556 - 1580 (Kerajaan Islam)
Raja yang pertama : Hasanuddin
Raja yang terkenal : Sultan Ageng
Raja yang terakhir : Panembahan Yusuf

herjuno mengatakan...

Jadi, agak membingungkan jika disebut bahwa kerajaan I di Indonesia adalah Kandis. Jika ada referensinya tolong dikutipkan. Berharga untuk dipelajari.

BTW, psoting yang bagus dan patut ditunggu kelanjutannya.

MERDEKA BUNG MEREDKA!!!!!

mikerk mengatakan...

Wah, thanx bagi yang sudah berkomentar. Komentar anda membuat blog ini semarak. GBU

mikerk mengatakan...

@ Kang Yayan Suryana dan Mas Herjuno,

Data yang saya kutip tentang kerajaan Kandis di Lubuk Jambi yang berdiri 2 abad SM berasal dari hasil penelitian awal tim peneliti yang dibentuk oleh Pemda Jambi (2007). Makalah hasil report awalnya dipubilaskiakn pada bulan mei 2009 dengan judul KERAJAAN KANDIS “ATLANTIS NUSANTARA”
ANTARA CERITA DAN FAKTA
(Sebuah Hipotesa Lokasi Awal Peradaban di Indonesia) dengan penulis PEBRI MAHMUD AL HAMIDI (http://ahmadsamantho.wordpress.com).

Tetapi point saya yang terpenting adalah dalam sekali waktu bangsa-bangsa di Nusantara mulai mengenal bentuk organisasi pemerintahan. Hal ini ada kaitannya dengan apa yang akan saya tulis pada bagian ke II nanti.

Terima kaish atas koreski, saran dan pertanyaannya.

mikerk mengatakan...

Untuk segenap sahabat Muslim saya ucapkan:

SELAMAT BERPUASA. HAPPY RAMADHAN, SEMOGA IBADAH ANDA SEKALIAN MEMBAWA KEBERKAHAN BAGI ANDA DAN JUGA BAGI INDONESIA.

Anonim mengatakan...

KITA LAWAN MALAYSIA YANG TERAKHIR INI MERAMPOK TARI PENDET SEBAGAI MILIKNYA DAN DIIKLANKAN. SUNGGUH BANGSA YANG TAK TAHU MALU.

1 KATA: P E R A N G

(Binxars)

Anonim mengatakan...

Malaysia sebagai negara tetangga Indonesia ternyata menjalankan praktik-praktik kotor, bandit, rampok, jarah dan bermuka dua terhadap Indonesia.

Terungkap MALAYSIA adalah PENADAH TERBESAR kayu-kayu hasil pembalakan liar (illegal, haram) di Indonesia.
Kasus terbaru adalah terbongkarnya praktik pengiriman kayu curian ke Malaysia lewat Kalimantan Barat secara besar-besaran nilainya mencapai triliunan rupiah.

Betapa nikmatnya keuntungan HARAM yang dinikmati oleh Malaysia !!!!
Malaysia menerapkan praktik kotor menjual kayu-kayu haram itu dengan harga yang jauh lebih tinggi lagi di pasaran internasional. Malaysia berpura-pura tutup mata, pura-pura tidak tahu dengan kayu haram tersebut.

Anonim mengatakan...

Kredibilitas bangsa Malaysia sebagai negara yang punya hukum sudah tidak ada bedanya dengan tindakan perampok. Bedanya tindakan kriminal ini dilakukan oleh negara. Betapa ironisnya bangsa Malaysia ini, yang citranya sedang naik daun sebagai negara yang maju, promosi sebagai bangsa beradab, berbudaya, ramah dan santun. Tapi tindakan tersembunyinya memalukan.

Sementara Indonesia disorot oleh dunia internasional karena deforestation-nya (penggundulan hutan) salah satu tertinggi di dunia. Indonesia dicap negara yang mengekploitasi hutan secara mem****-buta. Apalagi hutan Indonesia adalah hutan hujan tropis lebat yang berfungsi sebagai paru-paru dunia, untuk memproduksi O2, penampung air hujan, sebagai penyerap efek Global Warming.

Anonim mengatakan...

Hutan-hutan di Malaysia tetap lestari, tidak ada illegal logging karena dijaga ketat oleh hukum Malaysia. Tapi Malaysia membiarkan kayu-kayu hasil penjarahan hutan Indonesia untuk masuk malahan untuk dibeli dan dijual lagi dengan keuntungan berlipat-lipat. Malaysia juga masuk ke teritorial hutan Indonesia membuka perkebunan kelapa sawit, menebangi hutan Indonesia.

Indonesia hutannya gundul dan tidak dapat hasil apa-apa untuk devisa atau pembangunannya tapi Malaysia menikmati keuntungan yang sangat besar untuk menunjang pembangunan Malaysia yang semakin maju. Sialnya lagi Indonesia terkena bencana banjir bandang akibat hutan-hutannya gundul. Sudah jatuh tertimpa tangga pula..

Anonim mengatakan...

Hutan-hutan di Malaysia tetap lestari, tidak ada illegal logging karena dijaga ketat oleh hukum Malaysia. Tapi Malaysia membiarkan kayu-kayu hasil penjarahan hutan Indonesia untuk masuk malahan untuk dibeli dan dijual lagi dengan keuntungan berlipat-lipat. Malaysia juga masuk ke teritorial hutan Indonesia membuka perkebunan kelapa sawit, menebangi hutan Indonesia.

Indonesia hutannya gundul dan tidak dapat hasil apa-apa untuk devisa atau pembangunannya tapi Malaysia menikmati keuntungan yang sangat besar untuk menunjang pembangunan Malaysia yang semakin maju. Sialnya lagi Indonesia terkena bencana banjir bandang akibat hutan-hutannya gundul. Sudah jatuh tertimpa tangga pula..

Anonim mengatakan...

Duh negara macam apa bisa disebutkan atas negara yang berdiri di atas penderitaan negara lain... Lintah darat, licik, perompak, penjarah, perampok, pencuri ? Habis kata-kata untuk mengungkapkannya....

So, 1 kata saja : P E R A N G

Anonim mengatakan...

Nih, berita "pencurian" tari pendet oleh malingsia dan sikap pecundang pejabat kita:

"Tari Pendet Diklaim Malaysia
Deplu Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi"

Malaysia mengklaim tari pendet asal Bali yang dicantumkan dalam sebuah iklan "Visit Malaysia". Departemen Luar Negeri (Deplu) mengimbau untuk tidak mudah terprovokasi jika belum terbukti kebenarannya.

"Kita harus lihat dulu seperti apa. Jangan mudah terprovokasi," ujar Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah di kantornya Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (21/8/2009).

Faizasyah mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut dengan menghubungi perwakilan Indonesia di Malaysia untuk memberi informasi yang sebenarnya terjadi.

"Kalau itu sudah menjadi isu publik, kita tindaklanjuti. Kita harus bisa melihat ini seperti apa," katanya.

Anonim mengatakan...

Menurut Faizasyah, jika klaim tersebut dikaitkan dengan produk iklan "Visit Malaysia" terkait promosi sebuah negara, hal itu tidak terlalu menjadi masalah. Karena Indonesia pernah menggunakan latar belakang negara lain untuk mempromosikan wisata dan budaya negeri.

"Kita juga pernah menggunakan background tempat-tempat di Eropa. Kalau hanya jadi background iklan, itu jadi sarana promosi kita," jelasnya.

Anonim mengatakan...

Sungguh pejabat yang bermental looser.

Dan ini berta tanggapan masayarakat Bali:

"Seniman Bali Protes Klaim Tari Pendet Oleh Malaysia"

Masyarakat, seniman Bali dan sesepuh penari Bali memprotes klaim Malaysia atas tari pendet. Mereka meminta Malaysia untuk segera mencabut tari pendet dari iklan pariwisata megri jiran tersebut.

Protes ini mereka tuangkan dalam sebuah pegelaran tari pendet di Art Center, Jl Nusa Indah, Denpasar, Bali, Sabtu (22/8/2009).

Tampak hadir dalam pagelaran itu, I Wayan Dibia, dan Luh Arini penggubah tari pendet versi tontonan. Hadir pula Anggota DPD RI asal Bali Ida Ayu Agung Mas.

Anonim mengatakan...

"Kita prihatin asal diklaimnya tari pendet yang berasal dari Bali oleh Malaysia. Kami anggota DPD, masyarakat, seniman dan sesepuh penari Bali meminta agar Malaysia mencabut tari pendet dalam iklan-iklan mereka," ujar Ida Ayu Agung Mas di sela-sela aksi.

Menurut Ida Ayu, dalam waktu dekat pihaknya melayangkan protes pada Malaysia melalui DPD RI dan pemerintah RI.

"Masyarakat Bali siap membantu pemerintah untuk mendata ulang berbagai kesenian yang ada di Indonesia," ungkapnya.

Dalam pagelaran tersebut, Luh Arini tampil membawakan tarian pendet bersama dengan dua penari cilik. Puluhan pengunjung art center, tampak antusias menyaksikan pagelaran ini.

Anonim mengatakan...

So, 1 kata saja sama malingsia:

P E R A N G

Anonim mengatakan...

B I N X A R S

Anonim mengatakan...

SORRY DORRY MORRY JACK........
GW 100% ASAL MINANG, SUMATRA BARAT.....
GW 100% CINTA INDONESIA.........
GW 100% JIJAI...JIJIK...NAJIS..DIANGGAP SERUMPUN MA MALASYA........

MALASYA...
100% NEGARA PENCURI........
100% NEGARA MUNAFIK........
SEPERTI LAGU NYA BANG IWAN FALS...
MALING TERIAK MALING...
SEMBUNYI BALIK DINDING...
PENGECUT LARI TERKENCING-KENCING....

SEKARANG KENA KAU MAU PECAHKAN INDONESIA KU HAH??????
JANGAN HARAP KAU DAPAT CURI SEJENGKAL PUN TANAH INDONESIA KU..........
JANGAN HARAP KAU DAPAT DIAKUI OLEH MELAYU SUMATERA..........KAMI JIJIK SAMA ORANG-ORANG LICIK MACAM KAU.........

JANGAN BAWA-BAWA MELAYU..........

Malasya kaya, Karena suka mencuri di Indonesia
Malasya berani, tapi merdeka hasil diberi
Malasya lebih besar tapi negara cuma sejengkal
Malasya lebih tinggi tapi tak ada prestasi
Malasya lebih kuat tapi tentaranya kecebur laut mati
Malasya usahawan berjaya, tapi banyaknya etnis tionghua (we don't call them chinese....terlalu rasis...n kita bukan bangsa yang rasis man...)
Malasya majikan, tapi bangga ngejilat London
Malasya lebih kaya dari etnik tionghoa, tapi yang kaya di Malasya ya etnik Tionghoa.

Indonesia kaya, Karenanya Malasya suka mencuri di Indonesia
Indonesia berani, Merdeka berjuang melawan bedil dengan bambu runcing...
Indonesia lebih besar, Negara kepulauan terbesar didunia...
Indonesia lebih tinggi, dari olah raga sampai musik merajai.........
Indonesia lebih kuat, mati satu tumbuh seribu..

MALASYA ANGGAP DIRI HEBAT CUMA BIKIN YANG DENGER OR BACA MAU MUNTAH AJA..........CUIH..........

Anonim mengatakan...

GW gabung Binxars, PERANG LAWAN MALAYSIA

"IwanBajoel"

ruben mengatakan...

@ Pace mikerk,

Syalom, selamat hari Minggu. Sa baru pulang Gereja. DI gereja masih diperbincangkan tentang kemerdekaan Kristiani. OK, lah, sa bilang saja bahwa kita merdeka di dalam Kerajaan Allah tetapi hidp susah dala kerajaan Indonesia....ha ha ha ha...sa pung teman tertawa....

Tetapi jika Pace mikerk berbahagia dalam kemerdekaan ndononesia maka harapan saya semoga Indonesia suka berbagi bahagia dengan saudara-saudaranya di Papua. Tuhan memberkati.

ruben mengatakan...

Sebuah buku yang ditulis oleh Viekke (1968) memberi petunjuk bahwa memang bensr patutu diduga penduduk pertama kepulauan Nusantara adalah orang-orang dari ras Melanesia yang bercampur bersama oran-orang Negrito atau orang-orang Vedda, yaitu manusia primitf yang berasal dari Ceylon.

Pada saat migrasi ras Austronsia dari Yunan, baik pada gelombanga I dan II dala jumlah besar, orang-orang pertama di kepulauan NUsantara itu berpindah ke arah timur, masuk hutan atau musnah.

Selanjutnya, saya menunggu kelanjutan posting ini. Menarik sekali cara Pace mike mengulasnya.

ruben mengatakan...

sa kais 1 humor Papua,

"Tunggu Mobil Lewat"

Pagi-pagi Yaklep pu anak yang baru umur 9 taon, kebetulan lagi libur skolah minta ijin

Anak : "bapa sa pi ke pius pu rumah dulu eeee....."

Yaklep: "eh…. Anak makan dulu baru pi kesana….?"

Anak : "uda dari tadi bapa, sa bisa pegi kah traaaa...."

Yaklep : "ah kamu ini, pigi suda, tapi hati-hati kalau menyeberang tunggu sampai mobil lewat dulu… eee…. Baru menyeberang….?"

Anak : "beres sa su tau...."

10 menit kemudian Yaklep pu anak, pulang sambil menangis pica…… dengan suara keras…..

Yaklep: "ah.. anak kamu kenap menangis bergitu...?" (tanya Yaklep
dengan dana marah)
"dong ada cubi ko kah?"
"atau dong ada pukul kah.. ?"
"oh kurang ajar, dong belum tau pace Yaklep kah…. ? (Yaklep suda naik darah…)
"capat jawab kenapa ko manangis, sa kasi pica mereka…?"

Anak: "tidak bapa, sa tra dipukul dan tra dicubit...."

Yaklep : "terus kenapa……?"

Anak : "tadi bapa bila kalau mau menyeberang tunggu mobil lewat dulu, sa su berdiri lama sampai bosan, mobil tra lewat-lewat, sa cape dan sedih makanya sa menangis…..

Yaklep pusing 7 keliling"...."ini sa pu ana bodo ke sapa ya?????"...

Pace mike, ko ketawa suda

Anonim mengatakan...

@Pace Ruben
Setiap baca humor dari Pace, selalu membuat saya tertawa...Trima kasih Pace. Selamat Hari Minggu. Tuhan Yesus memberkati Pace dan keluarga.
@BM, posting baru dong...We love u full ..hahahahahaha (Adek)

mikerk mengatakan...

@ Adek,

Pace Ruben memang sangat menyenangkan. Tuhan pasti memberi banyak berkat dalam hidupnya yang cerah ceriah.

Besok akan saya posting karena hari ini saya sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk dibahasa di dewan riset daerah besok pagi. Harap bersabar. I love u fuuullllll to my friend

Anonim mengatakan...

Janji posting Julie kutunggu bro' ....... (Proxy73)

Anonim mengatakan...

ada yang tau kah kemana bro anak NKRI??? ini orang dah ramai bicarakan dan nagih komennya bro anak nkri kok sepertinya menguap???
ntar malesye jadi senag nih anak nkri pade kabuuurrr...
natan=

Anonim mengatakan...

Kapan persisnya Agama Kristen masuk ke Indonesia? (Daud)

Anonim mengatakan...

@ Natan,

ngapain lari hadapin manusia pecundang macam situ...nggak bakalan lah....apa sikapmu terhadap malaysia????? setuju???? takut???? ngga perduli?????

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

Pagi yang menyedihkan,

di trans TV 2 mahasiswa mengatakan tidak perduli malasah klaim malaysia atas tapri pendet. Satu mahasiswa lagi, dengan amat sangat bodoh, sambil tertawa-tawa mengatalan bahwa..taian yang dikaliam malaysia adalah tarian....independn....

Luas biasa careless dan gobloknya....NKRI kebanyakn diisi manusia-mansuai pecundang. Dari tempatnya Bung Karno, Bung Hatta dan bapak/ibu pendiri bangsa menangis.....

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@ Iwan Bajoel,

kita sohiban....hidup INDONESIA...go to hell malaysia....

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@anak NKRI
saya hanya mau kembalikan kata2 anda ke anda sendiri. "Luas biasa careless dan gobloknya....NKRI kebanyakn diisi manusia-mansuai pecundang. Dari tempatnya Bung Karno, Bung Hatta dan bapak/ibu pendiri bangsa menangis..... anda sama seperti yang anda ungkapkan sendiri dan faktanya
anda cenderung emosional sehingga tak terkontrol dan terukur.... santai sajalah... anda sendiri memang ngga memberi tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan sebelumnya, mana???
membela dan mencintai indonesia bukan dengan emosional dan menggunakan kata2 ngga beretika... cobalah anda belajar sama BM, terukur, terkontrol, tajam, berani tetapi tetap beretika
mau???

Fakhry mengatakan...

wwwoooiiii...anak nkri ga usah ditanggepin!!!!!!...tapi gw emang sbel ma maling from asia a.k.a malingsia a.k.a malaysia....hhhuuuueeeccchhh....(Proxy73)