Kamis, 12 Maret 2009

someday never comes adalah damai yang tak pernah mau datang

Dear sahabat blogger,

2 - 3 hari belakangan ini dunia politik Indonesia, yang memang sudah "ramai" menjelang PEMILU, mendadak diguncang "gempa volkalinok taktiktronik dengan skala 007 pada skala ribet"....wwwwuuuuaaaaahhhhhh......SBY-JK pecah kongsi, JK merapat ke Megawati, SBY sakit dan.....di episentrumnya gempa itu bernama "perang opini " antara 2 mantan Danjen Kopassus (ingat ya, ini tentang tentara betulan bukan "kopi panas sampur sedikit susu" hi hi hi hi hi). Sintong Panjaitan mengeluarkan sebuah buku yang berjudul "perjalanan seorang prajurit para komando". Banyak hal dibicarakan dalam buku ini berkaitan dengan pengalaman jenderal Sintong semisal seputar ketika penumpasan G30S (terserah deh, para sahabat mo nambah kata PKI atau nggak), penumpasan gerombolan pembajak pesawat Garuda Woyla, Kerusuhan di pekuburan Santa Cruz Timtim (dahulunya), ....dan.....ahaaaaa.....peristiwa rivalitas Prabowo VS Wiranto + Habibie (bukan Hari-hari bikin bingung lho ya...ha ha ha ha).

Pada titik itu, Prabowo "angkat bicara" (nggak ngerti angkatnya pake tangan atau kaki xi xi xi xi.....). Berikut saya kutip dari www.okezone.com


daaaaaaaammmmmmmmmmhhhh.......weezzzzzzz......so pasti Prabowo en his gang was-was karena opini yang agak bengkok tentang paitua (kosa kata Kupang untuk menyebutkan beliau laki-laki) bisa bikin peluangnya menjadi Presiden RI berkurang satu-dua dikit (mending segitu bagaimana kalo 1000 dikit, ya nggak?). Nah, sahabat terkasih: sampai di sini saja informasi saya tentang "gempa volkalinok taktiktronik nan pemiluik" di belantara politik Indonesia kontemporer. Silakan anda baca sendiri beritanya lalu dicerna sebaik-baiknya (jangan sejelek-jeleknya). Ocheeeeee????? Tapi tidak secepat itu saya hentikan posting ini. Berangkat dari kisah di atas, saya ingin menceriterakan kembali suatu kisah nyata yang lain untuk memberi tali pengikat antara kisah Sintong VS Prabowo dengan kisah lainnya itu dengan satu pesan moral: "ketika nafsu kebencianmu jauh melebihi kadar kasih sayang yang ada dalam dirimu maka ..awas.......yang tinggal nanti hanyalah kehancuran. Damai akan pergi dan tak mau datang kembali". Begini kisa lain itu:

Pernah mendengar Perang Vietnam? Pastilah sudah. Ya, perang ini adalah perang yang brutal. Amat brutal untuk tujuan yang amat sumir. Adalah serial penjajahan, perang, pembebasan dan permufakatan ganjil yang menyebabkan bangsa dan negara Vietnam Raya terbelah 2. Di Bagian Utara berdiri negara Republik Demokratik Vietnam atau Vietnam Utara yang komunis serta berafliasi ke China dan Soviet. Sementara itu di bagian Selatan berdiri Republik Vietnam yang ditongkrongi oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Dua saudara satu kandung itu berperang dengan sangat hebatnya. Dan mudah ditebak, era perang dingin yang merupakan arena persaingan Rusia VS Amerika Serikat memperburuk semuanya. Hawa kematian membaui di mana-mana. Killing fields tercipta di sana.

Setelah perang yang berkepanjangan selama hampir 20 tahun, akhirnya semangat rakyat Vietnam untuk tegak berdiri kembali sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan tercapai. juga. Meski dengan "harga" yang amat mahal. Di satu sisi, jika di lihat dari adagium bahwa perang adalah perpanjangan medan pertarungan politik maka jelas dan terang benderang Vietnam Utara dan Soviet adalah pemenangnya. Tentara Vietnam Utara menang. Tentara Vietnam Selatan menjadi pecundang. Komunisme berkuasa di Vietnam dan mempersatukan kembali negara yang terpecah belah itu. Inilah perang yang akan dikenang, secara politis, sebagai kekalahan si Cowboy Yankee, Amerika Serikat. Beres? Belum. Sebab ada fakta yang harus ditelisik dari sisi yang lainnya lagi.

Jika kemenangan dalam peperangan diukur melalui besarnya kehancuran yang dialami oleh pihak musuh maka perhatikan data berikut ini:
  • Jumlah tentara Ameriksa Serikat yang tewas: 58.226 jiwa dan 153.303 cedera/cacat;
  • Jumlah tentara Vietnam Selatan yang tewas : 200.000 jiwa;
  • Jumlah total tentara di pihak utara yang tewas mencapai 1,1 juta jiwa (menurut data Vietnam Utara) dan 3,2 juta jiwa (menurut data AS);
  • Jumah penduduk Vietnam, utara maupun selatan, yang tewas selama 2 periode perang di antara tahun 1957 - 1974 mencapai 4 juta jiwa.
  • Jutaan hektar hutan Vietnam terbakar dan rusak selama masa operasi “rolling thunder” dengan bom-bom napalm yang dahsyat itu;
  • Jutaan penduduk cidera, cacat permanen dan trauma akibat penggunan senyawa kimia beracun sebagai substansi bom.

Siapa menang siapa kalah? Vietnam Selatan memang kalah dan AS keluar dari tanah Vietnam tapi lihatlah "warisan" yang ditinggalkan AS. Kematian dan kehancuran dalam skala yang dahsyat yang dialami pihak lawan. Sulit untuk menilai siapa pemenang sesungguhnya. Secara militer AS sulit untuk dikatakan kalah. Bahkan sampai saat Richard Nixon membuat keputusan untuk menarik diri dari Vietnam dan membiarkan Vietnam Selatan berusaha mempertahankan dirinya sendiri, secara umum mesin tempur USA “baik-baik saja”. Bahkan kata banyak analis, perang Vietnam digunakan oleh AS untuk melakukan ujicoba beberapa sistem persenjataannya. Ini adalah perang yang aneh, setiap kali dihantam AS dan kemudian terdesak, Vietnam Utara dan kompatriotnya mengajak masuk meja perundingan. Setelah jeda sejenak, mereka mundur dari meja perundingan dan berperang lagi. Di lain waktu, setelah capek menembak dan mengebom AS juga mengajak Vietnam Utara masuk meja perundingan. Setiap kali Vietnam Utara berulah dan enggan masuk meja perundingan maka tentara AS menggunakan kekuatannya militer dalam skala yang lebih besar dari biasanya untuk memaksa.

Bagi tentara AS, perundingan adalah bencana" karena semua rencana dan taktik militernya harus diubah Tak jarang, ketika pasukan AS tinggal melumpuhkan musuhnya, mereka dipaksa untuk kembali ke barak. Mereka diperintahkan untuk berhenti beroperasi meski situasi di lapangan menunjukkan seharusnya serangan tidak boleh dihentikan. Ketika Vietnam Utara “mutung” dan mundur dari meja perundingan maka kampanye militer USA dijalankan lagi tetapi seolah-olah semuanya harus mulai dari awal. Cilakanya permulaan serangan selalu dimulai dengan parade serangan berskala besar dan terjadilah pembataian. Bagi tentaea AS, makin lama makin banyak musuh yang dibunuh tetapi mereka tidak bisa mencapai satupun tujuan militer yang dirancang. Situasi “maju tidak mundur tidak”, tetapi terpaksa terus menerus membantai orang membuat goncangan batin yang hebat di kalangan tentara AS. Lagian, meski lebih sedikit jumlahnya tetapi korban di pihak AS juga terus berjatuhan. Dua hal yang terjadi secara simultan itu membuat militer AS mengalami frustrasi dan depresi berat. Tentara AS, yang bagaikan anjing galak yang maunya mengiggit tetapi lehernya dirantai. Lama-kelamaan mereka mengalami demoralisasi nilai-nilai kemanusiaan yang luar biasa besar. Umumnya mereka bertanya: "untuk apa perang?". "Mengapa kami menjadi pembunuh?". "Kapan selesai perang ini?". Dala situasi gamang seperti itu tak jarang tentara AS berubah menjadi "gila". Membunuh para tawanan yang menurut hukum perang seharusnya tidak boleh dibunuh, membunuh teman sendiri atau membunuh diri sendiri.

Sementara itu, nun jauh dari daratan hutan Vietnam, masyarakat AS mulai ribut mempertanyakan moralitas peperangan yang terjadi di Vietnam. Demo anti-perang Vietnam mulai marak. Lama-kelamaan gelombang demonstrasi semakin meluas dan rakyat AS bukan cuma ribut tetapi mulai berteriak keras dan menuntut: “mengapa kita menjadi pembunuh di Vietnam?”. “STOP PEMBANTAIAN di Vietnam”. Rupa-rupanya parade gambar orang-orang yang mati akibat kampanye militer AS ditonton bagai horor di televisi. Hal ini mengusik rasa kemanusiaan orang AS. Satu persatu tentara AS yang tewas dan cacatpun mulai menimbulkan histeria massa: “untuk apa anak-anak kami terbunuh untuk tujuan yang tidak jelas itu”. “Amerika sedang tidak dijajah lalu mengapa berperang dan membunuh?”……

Salah satu aspek psikologi massa yang mengemuka adalah betapa banyaknya anak-anak yang kehilangan ayahnya yang berangkat sebagai prajurit dan lalu mati atau tewas di Vietnam. Pagi-pagi ayahanda mereka pamit berangkat ke suatu suatu tujuan yang tidak diketahui si anak dimana tempat itu. Ketika sang anak bertanya: untuk apa berangkat? Ayahnya menjawab: “nanti engkau akan tahu sendiri suatu hari nanti”. Someday. Tetapi hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Sang Ayah tak pernah kembali. Hanya ibunya yang dijumpai setiap hari dan juga sedang bersedih hati. Lalu menangislah sang anak…someday never comes, papa……

Super Group asal AS, Creedence Clearwater Revival (CCR) yang fenomenal itu menangkap secara persis fenomena psikologi anak-anak korban perang yang kehilangan ayanda mereka itu. Lalu dibuatkanlah sebuah lagu. Lagu dari CCR itu kemudian menjadi salah satu lagu wajib kaum anti perang Vietnam. Dan menurut saya seharusnya substansi lagu itu dipahami oleh kita sekarang ini. Di sini. Di Indonesia. Untuk apa semua peperangan ini? Untuk apa semua perkelahian, pertentangan, dan pembantaian yang kita lakukan sekarang ini? Untuk apa Gaza, Irak, Afghanistan, Ambon, Poso, Aceh, Papua, Prabowo, Wiranto, Sintong, Kivlan? Untuk apa? Untuk masa depankah?

Ataukah, jangan-jangan semua ini hanya karena “kita” berbeda dari “mereka” dan oleh karena itu “mereka” harus dilenyapkan supaya “kita” berkuasa? Apakah ketika “mereka” lenyap maka masa depan itu otomatis menjadi milik “kita?. Apa hak kita untuk bertingkah bagai pemilik tunggal untuk apa yang disebut sebagai masa depan? Oh, semua itu saudara, hanya akan membawa kita kepada satu situasi saling membantai yang tak berujung. Jadi, siapa pemenang dan siapa pecundang dari setiap peperangan? "Kita" atau "mereka"? Menurut hemat saya tidak begitu saudaraku. Pemenang peperangan adalah kebencian dan sang pecundang adalah rasa kemanusiaan kita yang tak lain dan tak bukan adalah afeksi positif kita, yaitu kasih sayang. "Menang jadi arang kalah jadi abu". Apa saya salah? Renungkanlah sobat sambil mengingat bahwa CCR, lewat vokalisnya yang dahsyat John Fogerty yang sekaligus pencipta hampir semua lagu-lagu CCR, pernah “menjerit” dan “berpesan”… heeeeiiiii ….. dalam setiap permusuhan .... someday will never comes …..

63 komentar:

Bigmike mengatakan...

Dear sahabat blogger,

Saya memposting artikel ini karena"pusing yang amat sangat" melihat kondisi politik Indonesia dewasa ini yang tak keruan.

Kebaikan adalah kebaikan politis. Sumpa, sumpahnya politis. Makan siang, makan siang politis. Posting..ha ha ha..jangan-janan posting politis....

Ya terserah apa kata orang-orang tapi bagi saya, ...berpolitik tidak = menebar kebencian.....

Tabe

Bigmike mengatakan...

Someday Never Comes by CCR

First thing I remember was askin’ papa, “Why?”,
For there were many things I didn’t know.
And Daddy always smiled; took me by the hand,
Sayin’, “Someday you’ll understand.”

CHORUS:
Well, I’m here to tell you now each and ev’ry mother’s son
You better learn it fast; you better learn it young,
‘Cause, “Someday” Never Comes.”

Well, time and tears went by and I collected dust,
For there were many things I didn’t know.
When Daddy went away, he said, “Try to be a man,
And, Someday you’ll understand.”

CHORUS

And then, one day in April, I wasn’t even there,
For there were many things I didn’t know.
A son was born to me; Mama held his hand,
Sayin’ “Someday you’ll understand.”

CHORUS

Think it was September, the year I went away,
For there were many things I didn’t know.
And I still see him standing, try’n’ to be a man;
I said, “Someday you’ll understand.”

CHORUS

Mmmm-mmmm-mmmm….

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

saya tercekam dengan pesan dalam posting ini (13)

Anonim mengatakan...

CCR ini yang ngetop dengan lagu have you ever seen the rain kah? (13)

Anonim mengatakan...

bener tuh bung 13, ketika "jenderal" bertikai...kehancuran terbayang....celaka bagi kita karena politik kita sekarang diam-diam mulai "dirambah" oleh mantan jenderal-jenderal itu...

saya yakin Prabowo VS Sintong ..cuma sandiwara mantan jenderal itu ....wwwucccchhhh.....males (Nana)

Anonim mengatakan...

Nih satu lagi contoh bahwa politik kaum mantan itu, lihatlah perilaku permadi dan omentarnya yng bikin ketawa nih.....

Permadi: Sintong Dimanfaatkan

INILAH.COM, Jakarta - Keluarnya buku otobiografi Sintong Pandjaitan 'menohok' 2 capres militer, yakni Prabowo Subianto dan Wiranto. Menurut Permadi, ada yang memanfaatkan keluguan mantan Danjen Kopassus itu.

Di mata Permadi, Sintong adalah tentara profesional atau para komando. Sangat sulit dipercaya jika dia mengeluarkan buku atas inisiatif sendiri yang dilakukan kontroversial dan secara besar-besaran.

"Pasti ada yang memanfaatkan keluguannya Pak Sintong, tapi saya tidak tahu siapa. Mungkin setan gundul kali," kata Permadi kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (12/3).

Menurut anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu, Prabowo menerima pernyataan Sintong dalam bukunya. Malah dia meminta maaf kalau ada salah, dan mengajak Sintong untuk sama-sama membangun bangsa.

"Itu sikap negarawan Prabowo. Saya rasa sebagai negrawan Prabowo enggak perlu meluncurkan buku tandingan untuk membalasnya," ujar Permadi.

Permadi tidak mencurigai Sintong sedang 'menjajakan' diri kepada capres yang ada saat ini. Namun dia melihat ada pihak yang sudah mengiming-imingi posisi kepada Sintong di pemerintahan berikutnya.

"Pengalaman masa lalu kan yang ditawari jadi menteri banyak sekali, lalu yang masuk hanya satu dan lain kecewa akhirnya jadi oposisi. Masa seperti itu saya rasa tidak akan terulang lagi," ujarnya.

Permadi membela Prabowo yg dulu ikut menzalimi PDI Mega + Permadi di situ...entah di mana nilai-nilai "kesetiaan" iya nggak????.....Wuuueeccchhhh lagi gw nie......he he he he he (Nana)

alice mengatakan...

Eh mo balik rumah, ngintip blog BM..duh ada posting baru. Gw baru sepintas baca. Besok baru nanggapin but...setuju ma 13, rada merinding bacanya....jangan perang ah....gw inget ramalan mama lauren....2009 ada 2 jenderal mati tembak-tembakan karena persaingan politik....ihhhh syeeeerreeeemmmm.....C u 2 morrow ....byeeeee....

Anonim mengatakan...

"someday will never comes: hicks....hicks....hicks...mengapa kita harus berperang? mengapa kampiun demokrasi malah tercatat sebagai dewa perang? paradoks apa AS itu? (Nana)

Anonim mengatakan...

@ Nana,

Perang memang "kejam" tetapi apakah ada cara yang lain di sepanjang peradaban yang bisa menggantikan perang? Tnjukkan kepada saya dan kita semua bahwa ada peradaban yang dibangun "tanpa perang" sama sekali. Saya jawab: tidak ada. Dus, perang adalah bagian integral dari peradaban.


Mengungkapkan begini tidak berarti bahwa saya bersikap anti terhadap substansi yang ditulis oleh BM. Saya bahkan setuju 200% dengan BM. Tapi, menurut hemat saya, apa yang dikatakan BM adalah suatu ideal, suatu filosofi dan meski kita akui bahwa perang adalah bagian integral peradaban tetapi tugsa kita untuk semakin lama dapat mereduksi naluri berperang. Untukitulah saya menaruh hormat pada posting ini, yaitu perang adalah berbahaya.

So, USA tidak boleh dilihat hitam putih begitu saja. Selalu ada dua sisi untuk melihatnya. Bangsa mana sih yang tidak berperang? Ketika dijajah dulupun, Indonesia berperang. Dalam posting ini BM juga mengajak melihat dari sisi yang berbeda meski ideal yang diyakininya menjadi "koncian"nya. Itu saja mas Nana. Salam hormat (Widyanto)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Menulis dari dua sisi adalah cara terbaik dalam membahas masalah-masalah kontroversial. Lebih bagus lagi adalah pilihan lagunya. CCR memang dahsyat. Corak country rocknya merupakan cikal bakal american rock (sebagai tandingan Brit Rock) yang diusung Van Hallen, Bon Jovi, Aerosmith etc. Pilihan yang hebat dengan selera musik yang hebat. wWong Yogjo ngono lho mas...BM kan 1/2 Jogja ...he he he he he (widyanto)

Anonim mengatakan...

Oh ya, BM bener banget....perang adalah kelanjutan politik.

Ahli perang dari Prusia seorang teoritikus militer Clausewitz (1780-1831)mengatakan bahwa "Perang adalah kelanjutan dari kebijakan [politik]".

Selanjutnya dikatakan bahwa "war is an attempt by one country (or side, in a civil war) to impose its will on another".

Jelas sekali, perang merupakan upaya oleh satu negara (atau pihak, dalam perang saudara) untuk memaksakan kehendak politiknya pada yang lain.

Anonim mengatakan...

harap dicatat baek-baek kara ...."memaksakan kehendak politik"....nah politk di Indonesia adalah politik ngawur yang maksain kehendak baik lewat kekerasan struktural maupun kekerasan psikologis. Ketika Sintong diwawancarai TV-One, tiba-tiba break iklan trus ilang.....besoknya si Kivlan diwawancarai tuntas sampe bener-bener mojokin Sintong, Benny Moerdani dan yang laen-laen....

Politk Indonesia acakadut dechh....wkwkwkwkwkwk...(Proxy73)

HASTu W mengatakan...

huahaha........ postingan aneh.
Kirain mo ngemeng2 soal trend sikon indo terkini, buku terbaru, etc. eegh.... beloknya ke pelajaran sejarah barat jadoel jugak. hhhh.....

Makanya, kl blom beli bukunya Pak Sintong koz bikoz di kupang blom ada toko yg jual buku2 terbaru ke jkt aj om, disini banyak kok gramedia, etc. wakkkaaak....

btw vietnam vs. amrik, siapa pemenangnya? ya prancis lah

komen no. 13 di Jumat Kliwon Friday 13, hepi Friday 13 y....

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Kacau nih....gw kirain mo ngebahas politik mutakhir Indonesia...ehatunya kok ke perang Vietnam....apa kaitannya???? hi hi hi...anggap ajah BM lagi mabok ni...carrpe diem seize the day...huaaaa ha ha ha ha ha....(Ryan)

Anonim mengatakan...

hi hi hi...komen mas Hastu emang misteri banget...semua berangka 13...jangan-jnagan itu b'kan Hastu but hantu hi hi hi...aneh2 ha ha ha ha...blog ni udah lama kehilangan manusia aneh..wwkwkk...(Ryan)

Anonim mengatakan...

gajah mati menggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, jenderal pensiun meninggalkan ...kasak-kusuk dan persaingan,,,ha ha ha ha ha ha

alice mengatakan...

Hi, I'm back,

Michel de Montaigne pernah menulis, "ingatan memberikan tahu kepada kita bukan apa yang kita pilih, tetapi apa yang menyenangkan kita."

Sementara, kelupaan, sebagaimana ditulis oleh Plutarch, mengubah setiap peristiwa menjadi bukan-peristiwa (non-occurrence). Kelupaan melenyapkan peristiwa.

Posting Bigmike kali ini menurut saya ada dalam kerangka teoritis di atas. Jangan ulangi "kebodohan" AS yang merasa besar lalu semberono mengambil keputusan. Dalam konteks Indonesia, BM mungkin ingin mengatakan bahwa...hei ingat bahwa berseteru tanpa ujung hanya akan melenyapkan masa depan baik.

SBY-JK pada masa kampanye 2004 mengatakan - bersama kita bisa. Sayapun terpukau. Tetapi sekarang saya bertanya: kita bisa apa sekarang? maju nggak mundur nggak (eh kok jadi mirip gurauan megawati yachh...poco-poco). Perseteruan tak berujung hanya akan menciptakan suasana "someday never comes". Saya kita itu.

Tetapi sayang, BM kurang menggali lebih dalam apa yang terjadi pada masyarakat USA sekitar perang Vietnam. Mungkin menarik jika nanti dikomparasi dengan keputusan kita tentang "pertikaian" antar anak bangsa ini.

Kenapa BM nggak menggal? Saya duga karena BM udah terlanjur nggak sabar ngeposting lagu kesukaannya itu...someday never comes...ha ha ha ha ha ha....

Anonim mengatakan...

@ Woiii mbak Elizahayu,

Giman komentar situ terhadap fakta bahwa perang Vietnam (1957-1975) merupakan aib bagi bangsa Amerika. Perang ini telah membuat bangsa Amerika babak belur. Di medan perang, tentara AS yang sangat perkasa di Perang Dunia II benar-benar dibuat tak berdaya oleh keuletan tentara Vietnam Utara (NVA) dan milisi yang disebut dengan Vietcong (VC).

Meski tentara AS telah menggunakan persenjataan modern yang sangat canggih (penggunaan rudal/peluru kendali air to air yang pertama kali digunakan dalam suatu peperangan), tetap saja mereka tak berdaya menghadapi taktik gerilya NVA dan VC. Gara-gara taktik gerilya itu, AS mengeluarkan dana perang besar untuk mendukung tentara AS di Vietnam. Hal itu menimbulkan protes keras di dalam negeri sendiri.

Gelombang protes silih berganti menuntut pemerintah menarik pasukan AS dari Vietnam. Perang yang berlangsung selama 18 tahun itu merupakan perang terlama yang pernah dialami oleh AS.

(Ryan)

alice mengatakan...

Ah, Ryan ya...ntar saya nulis dulu pandangan saya ya...

alice mengatakan...

@ Ryan,

Sepengetahuan saya, termasuk ketika menyaksikan langsung beberapa demo yg dilakukan veteran tentara Vietnam, perang Vietnam adalah perang yang paling tidak populer di USA. Mungkin mirip perang di Irak sekarang ini.

DI medan tempur, tentara AS adalah korban ketidak jelasan politik bigmike telah mengulasnya dengan baik. Ketika pulang mereka tidak menerima penghargaan yang layak oleh masyarakat AS. Mereka dicemooh dan teralienasi.

Sebagian orang berpendapat bahwa sedemikian parahnya trauma PV sehingga di AS terdapat sindrom "perang vietnam", yaitu perasaan enggan berperang. Sebagian lagi berpendapat bahwa AS tidak begitu karena faktanya, sesudah Vietnam AS terus berperang di mana-mana.

Soalnya adalah, masyarakat AS sendiri adalah masyarakat yang sangat rasional dan sangat terbuka. Setiap peperangan harus jelas tujuannya dan harus jelas jadwalnya. Perang yang terlalu lama sangat tidak populer. Karakteristik bangsa AS inilah yang pada PD II hendak dimanfaatkan oleh Jepang dengan memaksa perang yang lama dan berdarah lalu masyarakat AS sendirilah yang akan memanggil pulang tentaranya dari medan perang.

alice mengatakan...

Dalam salah satu tugas sewaktu masih di sana, saya mendokumentasikan riwayat beberapa perang yang melibatkan AS setelah PD II.

Tentang Perang Vietnam, masyarakat AS terbelah atas 2 kelompok besar dimana umumnya warga Amerika bertanya-tanya, mengapa mereka menemui kekalahan.

Banyak yang merasa bahwa Amerika seharusnya tidak melancarkan perang itu. Mereka berpendapat, rakyat Vietnam menjadi korban putusan dan kebijakan Amerika yang ceroboh dan keliru. Yang lain berpendapat, perang Vietnam tidak dilakukan dengan cukup kuat. Menurut mereka, Amerika akan menang kalau warganya mendukung tentara, atau kalau Pentagon tidak dikungkung berbagai pembatasan dalam menjalankan operasinya di Vietnam.

Ditambah dengan data yang sudah ditulis BM, jelas bahwa "seandainya" AS lebih berkepala dingin menghadapi blog komunis, mungkin AS tidak perlu terjun langsung berperang di Vietnam. Juga "seandainya" tentara AS diberi mandat penuh menentukan jalannya operasi militer maka Vietnam Utara pasti kalah dan Vietnam Selatan yang berkuasa.

Tetapi semuanya pada akhirnya adalah "seandainya". Dan "seandainya" yang paling bagus adalah landasan filosofi yang ditulis oleh BM dan kita di Indonesia hendaknya belajar dari sejarah perang Vietnam, yaitu kecerobohan membawa sengsara. Maju tidak mundurpun tidak hanya akan menyengsarakan masyarakat.

Pemilu tinggal 1 bulan lagi dan kita jangan keliru lagi.

Itu dulu Ryan. Maaf yaaaa ..agak panjang

Anonim mengatakan...

@ All

Si Mike Benar! situasi politik saat ini benar2 membuat merinding bulu kuduk, Dalam sejarah di bumi pertiwi ini, setiap kekacauan besar (Chaos, Gonjang-Ganjing, Goro-Goro) selalu saja diawali pertikaian petinggi2 TNI, mulai dari Karto Suwiryo, Andi Aziz, 66, Malari 75, dan masih banyak lagi.

Ah saya jadi kangen komen OPA SYAM!! OPA gimana??

(Budhi Suto)

Anonim mengatakan...

Nah ini baru betul...duh mas Budi ente tokcer juga yeeeee.....

Coba liat ajah...oktober 1952 Bung Karno ditodong di Istana oleh Nasution dan TB Simatupang, 1956 Soherto yang Pangdam Diponegoro hampir dipecat karena korupsi, Dekrit 1959 Nasution lagi, 1965 tentara juga, 1974 tentara, kerusuhan Mei 1998 die juga......emang TNI sebaiknya masuk barak ajah,,,ngga usah politik-politik lagi dech...bikin takut ajah....

Nh gw kutip lagunya bang iwan Fals

Anonim mengatakan...

Serdadu
oleh: Iwan Fals

si kepala di balik topi baja

Semau serdadu pasti tak jauh berbeda

Tak peduli perwira, bintara, atau tamtama

Tetap tentara

Kata berita gagah pekasa

Apalagi sedang kokang senjata

Persetan siapa saja musuhnya

Perintah datang karang pun dihantam


Serdadu seperti peluru

Tekan picu melesat tak ragu

Serdadu seperti belati

Tak dirawat tumpul dan berkarat


Umpan bergizi, titah bapak menteri

Apakah sudah terbukti

Bila saja masih ada

Buruknya kabar burung

Tentang jatah prajurit yang dikentit


Lantang suaramu otot kawat tulang besi

Susu, telur, kacang ijo, extra gizi

Runtuh dan tegaknya keadilan negeri ini

Serdadu harus tau pasti


Serdadu baktimu kami tunggu

Tolongkantongi tampang serammu

Serdadu rabalah dada kami

Gunakan hati jangan pakai belati


Serdadu jangan mau disuap

Tanah ini jelas meratap

Serdadu jangan lemah syahwat

Ibu pertiwi tak sudi melihat

Anonim mengatakan...

So, serdadu dikasi gaji tinggi trus latian tiap hari....pas Malaysia berulah nembak aja udah...rebes (Nawi, kerangalam, JKT)

Anonim mengatakan...

ah.... sekarang semuanya sekarang pada gak jelas. Gak mantan jenderal aja yang gak jelas, Pemilu yang sebentar lagi gak jelas (gw aja gak tau tuh cara contreng segala), Caleg-caleg juga gak jelas (gak tuh orang darimana tiba-tiba aja pas deket pemilihan legislatif buanyak banget caleg yang herannya semua pada baeekkk banget), dan masih banyak lagi. pokoknya pada intinya, Indonesia pada kagak jelas. Titik.

(bey, jogja)

Anonim mengatakan...

wakakakakakak...muke lo nggak jelas choyyy....ha ha ha ha......

Anonim mengatakan...

upppsssss....sori....gw th...sekalian umumin...gw GOLPUT PUT PUT PUT....YIHAAAAAAAAA.......(niro si gendeng Proxy ah...)...oleeee...oleeee...golput....(Erick)

forum mengatakan...

@ Pak Bosz,

wah sudah posting baru lagi ya...
Politik Indonesia memang begitu...rusak...kacau.....ngawur...tidak setia...kawan makan kawan.....menipu....fitnah...korupsi...
tidak cerdas...kalaupun cerdas dipakai untuk mengakali orang lain...tidak tulus.....capeeeekkkkk....

forum mengatakan...

Coba analisis kata-kata Sun Tzu berikut ini.....

"Kemenangan sejati adalah kemenangan tanpa perang dan korban".

Apa artinya itu?

forum mengatakan...

lalu, apa pula arti yang ini:

*"All warfare is based on deception. Thus, when able to attack, we must seem unable. Hold out bait to entice the enemy. Feign disorder, and crush him. If he is in superior strength, evade him. If your opponent is quick to anger, seek to irritate him. Pretend to be weak, that he may grow arrogant."

Sun Tzu memang hebat....sedangkan Jenderal Indonesia tidak hebat...arogan...mentang-mentang...sok jago....kumpul kekayaan....

Anonim mengatakan...

@ Bigmike and dear all,

Selamat pagi, saya Anjar Priantono, putranya bapak Hj. Syamsudin. Dengan ini saya menyampaikan titipan permohonan maaf dari Ayahanda saya karena tidak dapat menyapa sahabat bloggernya di mana saja.

Hal tersebut dikarenakan bapak Hj. Syamsudin sedang sakit dan di rawat di RSPI, Jl. Metro Duta Kav. UE, Jakarta Selatan. Alhamdulilah kondisi bapak membaik dan dalam tempo beberapa hari mendatang, insyalah, sudah bisa kembali ke rumah. Mohon dukungan doanya.

(Anjar)

DR. Ir. L. Michael Riwu-Kaho, M.Si mengatakan...

@ Dear all,

Sembari posting bahan kuliah di blog "makati24.blogspot" saya mengambil kesempatan untuk mengunjungi blog BM.

Ah, terima kasih atas semua sahabat yang sudah berkomentar di posting ini. Rasanya tidak ada yang spesifik yang perlu dikomentari dari semua komen yang masuk. Koreksi, usul saran saya pikir normal dan biasa-biasa saja dan atas kekurangan ya tidak ada jalan lain kecuali saya ucapkan "mohon maaf". Laen kali saya perbaiki. Thanx GBU all

DR. Ir. L. Michael Riwu-Kaho, M.Si mengatakan...

akan tetapi ada yang spesifik nih....

1. Untuk mas Anjar, terima kasih atas informasinya. Agak kaget juga mendengar bloggertua kami yang terkasih Bapak Syam sakit. Saya doakan semoga cepat sembuh. Tolong disampaikan salam hangat saya dan seluruh sahabat blog BM. We love him very much. Cepat sembuh dan menyapa kami lagi seperti sediakala..

2. Bung HASTU...he he he....TB Gramedia ada di Kupang tetapi sering telat dapet kiriman bukunya. Saking lamanya, jika koleksi buku di TB Gramedia Kupang dibersihkan maka akan jatuh pula debu, keringat, "catak" dll dari foto-foto orang yang ada di buku-buku itu....ha ha ha ha ha......So begitulah nasib kami di NTT...Nyatanya Telat Terus....Nyemuanya tetap Telat...but don't worry ...coz...Nanti Tuhan Tolong....hua ha ha ha ha...

Tetapi, bung HASTU, saya cuma mau bilang one cross agai (satu kali lagi maksidnya hi hi hi...)...grammar di blog mas Hastu mirip banget dengan grammar yang digunakan sahabat dunia maya saya si Broer JIMI....entah "mbambung" kemana si Broer itu melanglang buana setelah menjual kursi emasnya ..hicks ...hicks...

Tabe

Anonim mengatakan...

waduh, ini topik bikin pusing...pokoknya politik Indonesia bikin pusing. Amerika Serikat hobinya bikin perang supaya senjatanya laku...itu saja dulu (Ghentenx, SYDN)

agustiar mengatakan...

@ Mike,

Beta sudah e-mail hasi analisis sosek micro DAS tuh...cek sudah dan jangan emosi lagi ha ha ha ha ha...kalo sudah klar periksa na jangan lupa reply,,,(A9ust)

agustiar mengatakan...

Saya membaca buku seni perangnya Sun Tzu, ada kata-kata yang menarik perhatian saya:

Dengan penguasa yang memiliki jalan,

dengan jenderal yang cakap

dengan mereka yang telah memperoleh kekuasaan di langit dan bumi

dengan mereka yang mengatur hukum dan perintah

dengan tentara yang kuat

dengan perwira dan tentara yang terlatih,

dengan mereka yang tahu betul pengharagaan dan hukuman yang jelas

Dengan itu semua saya dapat menghitung kemenangan dan kekalahan.

Kesimpulan saya adalah peperangan harus dilakukan dengan semua perhitungan. Dan itu berarti pengumpulan atau pemusatan semua kewenangan. Dan itu berarti penghilangan hak-haka berpendapat. Dan itu berarti...jika masyarakat mau berdemokrasi...jangan pilih orang yang terbiasa bertempur sebagai pemimpin mu...(A9ust)

Anonim mengatakan...

@ Bang Agus,

Jenderal Sintong adalah orang lurus. Tidak biasa ngomong banyak dan bukan tipe politikus. Dia "murni" tentara. Jadi bagi Sintong, yang berlaku adalah "jalankan perintah".

Nah, sekarang dia bukan tentara lagi. Tidak ada lagi perintah yang harus dia laksanakan. mengapa dikuatirkan? (Binxar)

Anonim mengatakan...

tetapi republik kita aneh..waktu Sintong diwawancara TVone tiba-tiba wawancaranya diputus. Besoknya, Kivlan Zein diwawancara dan "menuding" Sintong, Moerdani, Luhut, dll dibiar tayangkan sampai selesai...ada apa ini?

agustiar mengatakan...

@ Bung Binxars,

Cobalah baca berita dari tempointeraktif.com berikut ini, Anda akan tahu nahwa kekuatiran saya ada alasannya.

Gerindra Tuding Sintong Lakukan Kampanye Negatif

TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Fadli Zon menuding peluncuran buku 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' sebagai upaya mendiskreditkan Prabowo Subianto. "Saya kira tujuannya memang untuk negative campaign," katanya, Jumat (13/03).

Buku 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' ditulis Sintong Panjaitan. Bekas Komandan Komando Pasukan Sandi Yudha ini, dalam bukunya tersebut, menyebut rencana Prabowo melakukan kudeta. Prabowo juga disebut akan melakukan counter coup terhadap panglima ABRI saat itu. Lebih jauh Sintong bahkan menulis rencana Prabowo menculik beberapa petinggi ABRI.

Fadli menilai buku tersebut sengaja diluncurkan pihak tertentu untuk mendiskreditkan Prabowo yang akan maju sebagai calon presiden. Buku itu, kata Fadli, juga dinilai sebagai strategi merusak citra partainya karena dirilis menjelang pemilihan legislatif. "Saya sudah tahu buku itu sebulan lalu (akan dirilis)," kata Fadli. "Saya tahu siapa dibelakangnya."

Namun ia mengaku belum mengetahui keseluruhan buku tersebut secara persis karena belum membacanya. Pihaknya, kata Fadli, akan mengkaji dulu buku tersebut sebelum memutuskan langkah yang akan diambil partai. "Kami baca dulu," kata Fadli.

Anonim mengatakan...

@ Bung A9ust dan Bang Binxars,

Saya tidak membela siapa-siapa tetapi mari kita lihat kutipan berita dari detinews.com.

Gus Dur: Buku Sintong Tidak Politis
Andi Saputra - detikNews

Jakarta - Peluncuran buku Sintong Panjaitan menjelang Pemilu memunculkan nuansa politis tersendiri karena turut melibatkan Prabowo dan Wiranto. Namun tidak demikian dalam pandangan Gus Dur.

"Tidak ada (unsur politis). Dia cuma meluruskan sejarah saja," kata Gus Dur usai menjadi pembicara dalam acara Kongkow Bareng Gus Dur di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu 68H, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2009).

Gus Dur menganggap buku yang berjudul 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' itu sebuah karya besar. Buku itu lebih kepada upaya Sintong menunjukkan bahwa dirinya bukan orangnya Prabowo maupun Wiranto.

"Karena dalam banyak pendapat orang, banyak yang menggabung-gabungkan dia dengan Prabowo dan Wiranto. Dia tidak masuk kedua-duanya makanya bikin buku itu," ujarnya.

Soal tulisan yang menyebut-nyebut LB Moerdani, Gus Dur mengatakan itu terlalu jauh. "Tak ada hubungannya dengan Benny Moerdani," tandasnya. (gah/irw)

Anonim mengatakan...

Saya lanjutkan...lihat pula berita darsumber yang sama ...

Buku 'Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' karya Sintong Panjaitan mendapat sambutan positif dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Informasi yang diberikan Sintong, bisa digunakan sebagai informasi tambahan dalam menguak kasus orang hilang.

"Sintong banyak memberikan informasi baru yang tidak didapat dari mekanisme penyelidikan formal," kata anggota badan pekerja Kontras Indria Fernida lewat rilis kepada detikcom, Jumat (13/3/2009).

Selain itu, Indria juga melihat buku tersebut sebagai pembuka tabir misteri beberapa kasus pelangaran HAM selama ini. Ia mencontohkan, pembantaian massal Santa Cruz di Dili, penghilangan aktivis '98, dan kerusuhan Mei '98.

"Seharusnya institusi negar memanfaatkan pengakuan Sintong sebagai agenda akuntabilitas kasus pelanggaran berat HAM masa lalu," tambahnya.

Menurut Indria, kapasitas Prabowo Subiakto sebagai calon presiden juga patut dipertanyakan setelah adanya buku tersebut. Alasannya, peran mantan Danjen Kopassus itu dalam kasus penculikan orang hilang sangat penting.

"Kalau mengendalikan pasukan dibawahnya tidak bisa, apalagi nanti menjadi presiden," kecamnya.

Untuk itu, Indria meminta agar kontroversi buku karya Sintong tidak dimaknai sebagai perbedaan pendapat belaka diantara Sintong dan Prabowo. Namun buku tersebut harus dijadikan sebagai kerangka penegakan HAM.

Anonim mengatakan...

Nahh, mari kita dengan kepala dingin meletakkan duduk persoalan dengan benar. Mau diletakkan pada angle politis atau hukum dan penegakan HAM? itu dulu

Anonim mengatakan...

aduh maaf, saya (Eman, CN, TDM)

poempuisi mengatakan...

@ Bigmike and all,

Nggak tau knapa kok bertepatan ketika ge pengen ngeposting tentang perang eh...BM barusan posting tentang perang juga.

Yach..gw ngirim posting gw ya...2 bagian

poempuisi mengatakan...

Senarai Perang untuk Bahan Hafalan Pelajaran Sejarah
oleh: Taufiq Ismail

1.

Ada peta dunia berteriak kepada kita minta dibaca
''Telusurilah halaman-halamanku, renangilah waktu
Langkahi dua abad dan apa yang kau lihat?''

Kemudian kita bergegas meluncur di atas halaman peta
Rangkaian adegan orang kulit merah, bangsa kulit hitam,
Kawasan Mexico, Hawaii, Filipina dan Cuba
Kemudian Vietnam, Nicaragua, Israil dan sekitarnya
Setiba di sekitar Eufrat-Tigris badai debu mengotori peta
Di negeri Seribu Satu Malam ini
Terdengar gemuruh Seribu Satu Peluru Kendali

2

Kembali kita meluncur di atas halaman peta yang tua
Nampak bekas bercak darah berwarna sepia di atasnya
Gunung dan sungainya di benua Amerika belahan utara
Di sepanjang halamannya
Kawanan Indian menunggang kuda berlarian
Orang kulit putih menembaki dan mereka berjatuhan
Orang kulit hitam dianiaya massa bergelimpangan
Mereka ngilu menyanyikan lagu blues penuh kesedihan

Lihatlah separuh Mexico ditaklukkan
Hawaii dan Filipina jadi jajahan
Ratusan ribu penduduk Filipina sasaran pembunuhan
Jenderal Aguinaldo yang memproklamirkan kemerdekaan
Tak diberi pengakuan dan bangsanya tetap jadi jajahan
Spanyol dibayar 20 juta dollar sebagai imbalan
Inilah ironi sejarah yang mengherankan
Merdeka dari Inggeris dengan perjuangan tidak ringan
Tapi ternyata rasis dan imperialis juga belakangan

[Fidel Castro (BBC Online)]
Adalah Cuba, pulau sebesar telapak tangan
Jarak dari ujung Florida sepelemparan bola tangan
Diengkuk-engkuk dan ditekuk-tekuk tidak mempan
Ditunjuk-ajari pelajaran demokrasi tidak sudi
Dicekik leher ekonominya masih bernafas saja
Dicoba bunuh presidennya tak mati-mati juga
Lihatlah Fidel Castro itu kini
Tetap saja tampan dan tegak, di senja umurnya ini

3

Kini kita menyeberang samudera tiba di Vietnam Utara
Ketika Presiden Lyndon Johnson marah-marah suatu hari
Di Teluk Tonkin kapal perusaknya diganggu patroli
Diperintahkannya pemboman pertama di Vietnam Utara
Agustus bulannya, 1964 tahunnya

''The Rolling Thunder'', ''Guruh Gemuruh''
Itulah nama serangan udara
Yang berlangsung 3 tahun lamanya
Bom bagai badai berhamburan hampir setiap hari
Bom yang dijatuhkan selama tiga tahun itu
Dua kali lipat lebih banyak ketimbang
Bom yang dijatuhkan
Di seluruh front Perang Dunia I dan II

Bom yang 7 juta ton itu
Menyebabkan kematian 3 juta manusia Vietnam
Bayangkanlah 3 juta manusia direnggutkan nyawanya.
Tiga juta.

[Pemboman di Saigon, 1965 (History Search Beat)]
Bisakah orang Vietnam menjatuhkan bom
Sebutir saja di Amerika?

Bukan saja Vietnam Utara, tapi Vietnam Selatan
Juga dihujani badai bom itu
Di negeri itu kawah-kawah menganga
Bertebaran di mana-mana

Pada Vietnam, mengapa kita lupa
Padahal selama 11 tahun perang itu,
Berita pemboman dan pembunuhan
Setiap hari masuk di harian dan televisi kita

Vietnam jadi laboratorium uji coba macam-macam senjata
Bom napalm, bom Agent Orange, bom Agent Blue yang
Mengunyah daging manusia, mengunyah pepohonan,
Mengunyah dedaunan dan mengunyah hewan-hewan
Di tanah seluas pulau Jawa

Di negeri itu ratusan kawah-kawah menganga
Sawah-sawah musnah, pabrik-pabrik hancur
3 juta orang mati dalam masa 11 tahun itu

[Pemboman di sebuah Sungai, Vietnam Selatan (History Search Beat)]
Bisakah orang Vietnam menjatuhkan bom
Sebutir saja di Amerika?

Pada Vietnam mengapa kita lupa
Alangkah lemah ingatan kita

Sesudah Lyndon Johnson, Presiden Nixon marah
Baru 3 bulan jadi Presiden
Diperintahkannya menghujani Kamboja dengan bom
Kemudian 200 pesawat B-52 dikirimnya menghabisi
Haiphong dan Hanoi,

Bisakah orang Vietnam menjatuhkan bom
Sebutir saja di Amerika?

Presiden Amerika adalah presiden dunia
Yang paling sering memberi perintah
Menjatuhkan bom, dan semuanya di luar Amerika

Sesudah 11 tahun 179 milyar dollar dihabiskan
Atau 82 juta dollar sehari dibelanjakan
Sesudah 2 juta penduduk sipil Vietnam mati
1 juta tentara Vietnam mati,
60.000 serdadu Amerika mati,
Saigon dikepung ketat dan mereka terbirit-birit lari

[Uncle Sam (JayGee 6)] Amerika, negara adikuasa dan kaya luarbiasa
Bertekuk lutut dikalahkan Vietnam Utara
Negara kecil, miskin dan compang-camping
Dan tidak sekali pun, tidak satu kilogram pun
Menjatuhkan bom di kota Amerika
Sehingga penduduk sipil, kehilangan nyawa

poempuisi mengatakan...

4

Tidak kapok-kapoknya Angkel Sam
Campur tangan orang punya urusan
Tahun 1980-an, yaitu di Nicaragua
Di peta, negara itu sebesar daun telinga
Di Amerika Tengah, 200.000 bermatian
Negeri kecil yang digiling dilumatkan
Mereka ke Mahkamah Dunia mengadukan
Angkel Sam didenda repatriasi dan Nicaragua dimenangkan
Tapi si Adidaya ini mengabaikan keputusan
Ke Nicaragua balik lagi melakukan penyerangan
Dan ketika si Daun Telinga mengadukan
Ke Dewan Keamanan
Angkel Sam menjatuhkan veto sendirian

5

Kemudian tengoklah Israil luar biasa dimanja Amerika

Menindas rakyat, membunuhi perempuan
Menyapu anak-anak intifadah
Tidak apa-apa

Mengusir rakyat Palestina ke kemah-kemah di gurun
Membuldozer permukiman
Tidak apa-apa

Melanggar puluhan resolusi Dewan Keamanan
Dicerca dikutuk masyarakat dunia
Tidak apa-apa

Membuat senjata nuklir
Mengancamkan hulu nuklir
Tidak apa-apa

Israil luar biasa dimanja Amerika
Rakyat pembayar pajak Angkel Sam
Tak berdaya mau saja dipaksa
Membiayai subsidi anak manja Israil ini

Kami yang jauh ini jadi bertanya-tanya
Israil ini negara bagian Amerika Serikat
Atau Amerika Serikat provinsi Israil
Perdana Menteri Israil ini gubernur negara bagian AS
Atau Presiden Amerika gubernur provinsi Israil?
Pertanyaan ini pisau bermata dua
Amat sulit menjawabnya
Dan sangat mudah menjawabnya.

poempuisi mengatakan...

6

Pengembaraan peta kita tiba di sekitar Eufrat-Tigris
Ketika badai debu mengotori peta
Di negeri Seribu Satu Malam ini
Terdengar gemuruh Seribu Satu Peluru Kendali

Inilah kisah yang sangat menjemukan
Karena pengulangan lagi peragaan otot kekuasaan
Bersambung dengan beribu peluru kendali berlayangan
Dan 3000 bom berjatuhan
Malam ini berselimut kegelapan dan kengerian
Berulang sejarah campur tangan, intervensi 1000 alasan
Sejak zaman kulit merah Indian, kulit hitam Afrika,
Hawaii, Filipina, Cuba, Vietnam,
Nicaragua, Amerika Tengah, Palestina
Memaksakan kehendak, mau menang sendiri
Rasis dan imperialis sejati
Sehingga cendekiawan Noam Chomsky
Tak dapat menahan hati
Inilah katanya tentang negerinya sendiri:
''United States, leading terrorist state.''

Aku terkesima membaca tulisannya itu
Padahal aku suka manusianya, Amerika itu
Keluarga Werrbach yang 47 tahun lalu
Mengangkatku jadi anak mereka
Di rumah 977 East Circle Drive
Di desa Whitefish Bay
Di bulan puasa Heino menyediakan sahur untukku
Aku terkenang Tim Hubbard teman sekolahku
Yang menghubungkan aku
Ke ladang mixed farming di tepi Danau Michigan
Sehingga aku ingin jadi pengusaha ladang campuran
Seraya menulis puisi
Sehingga aku belajar kedokteran hewan dan peternakan
Aku cinta manusianya, Amerika itu
Petani, penjaga pompa bensin, oma di rumah jompo, pemusik jazz, penyair, sopir taksi Chicago, guruku,
Tapi aku tidak suka politik pemerintah pusatnya
Dengan enam helai puisiku ini aku menentang perangnya
Kini tengah aku menulis puisi ini di Utan Kayu
Tepat tengah malam di Basrah, Najaf dan Baghdad,
Terkenang aku pada makam Sayidina Ali, sufi Abdul Qadir Jailani,
Terkenang aku pada Tardji yang memanjat patung Abu Nawas di Baghdad, dan kupotret dia
Teringat aku pada Gus Mus yang menerjemah untuk kami 5 penyair Indonesia di festival puisi Iraq tahun itu
Mungkin hotel tempat kami menginap sudah hancur
Mungkin fail puisi kami sudah punah dan musnah
Mungkin rekan kami penyair Iraq ada yang mati sudah
Malam ini bom dan peluru kendali
Ganas dan cerdas, berdesing-desing
Berselimut kegelapan dan kengerian
Ratusan ribu anak-anak dan orangtua mereka
Orang kebanyakan pemegang kartu penduduk biasa
Menunggu diusung dengan tandu
Pada hari keesokan
Ke ruang gawat darurat atau ke kuburan.

Anonim mengatakan...

Ah, politik Indnesia pada dasarnya elitis dan nama rakyat dicatut doang...BM pernah menulis tentang kebiasaan pencatutan nama rakyat oleh para elit pada posting "los campesinon". Bagus banget. Baca lagi dech...(Fransiska)

Anonim mengatakan...

Hmmmhhh...posting yang terkesan membingungkan tetapi sebenarnya amat baik...Thanx BM.

Harap diingat, Sun Tzu pernah mengatakan bahwa ada 5 sifat yang "harus tidak dimiliki" oleh Pangima Tentara. Kelima sifat itu adalah:

1. Panglima pemberani dan tak takut mati.
2. Panglima penakut dan takut mati.
3. Panglima yang selalu tergesa-gesa dan gampang naik darah.
4. Panglima yang jujur dan teguh menjaga nama baiknya.

5. Panglima yang bijaksana dan penuh kasih sayang. adi,

Jadi harus seperti apa panglima itu? ABU_ABU. Sekaligus kerjakanlah: membunuh, sembahyang, menipu, sopan, biadab,...campur aduklah semuanya. ...

Anda lihat, inilah para mental pengalima dan coba amati baik-baik perilaku seluruh panglima dan mantan pangima kita.

Inilah yang kelihatannya dikhawatirkan BM: ...hati-hatilah mantan Panglima berpolitik .....

Anonim mengatakan...

Sebagai tambahan referensi, saya kutipkan sebuah puisi tua yang ditulis oleh Li PO, seorang tentara kerajaan Kaisar Chin....resapilah baik-baik dan anda semua akan tahu apa maknanya....

Perang yang Keji

Syair Li Po

Tahun lalu kami bertempur di deras sungai Sang-kan
Sekarang pun kami adu senjata di jalan Tsung-ho.
Membasuh baju baja di ombak danau Chiao-chi.
Memberi makan kuda di lereng bersalju Tien-shans.
Perang, perang yang panjang, 10 ribu mil dari rumah,
Tiga angkatan perang kami letih dan berangkat tua.

Tentara barbar membantai manusia bagai bajak;
Di dataran pasir ini tak tampak apa-apa kecuali
putih tengkorak dan tulang-tulang pucat manusia.
Dimana Kaisar Chin membangun tembok menahan Bangsa Tartar,
di sana pembela Kaisar Han membakar tugu api,
tugu api terbakar tak pernah padam.
Seperti tak pernah sudah bagi perang !--

Di medan pertempuran, lelaki bergulat lalu mati;
Kuda-kuda taklukan meratap menangisi surga,
Gagak dan elang mematuki isi perut bangkai manusia,
Membawa terbang, menggantungnya di pohon mati.
Maka, di gurun itu berhamburanlah para lelaki,
dan para jenderal itu, tak ada melakukan apa-apa.

O, perang yang keji! Aku tahu kini, mengapa para
tentara jarang sekali dikerahkan penguasa yang ramah.

* Dari terjemahan berbahasa Inggris Nefarious War.

(Wuryandono)

Anonim mengatakan...

@ Mas Wury,

Puisi yang hebat. Bikin merinding (Julius)

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,

Terus terang, saya dalam keadaan cukup bingung. Sebenarnya bagaimana cara pandang Iman Kristiani terhadap peperangan? DI satu pihak saya melihat bahwa KASIH seharusnya melarang peperangan tetapi mengapa Raja Daud "direstui Tuhan" untuk berperang?

Saya tahu pertanyan saya ini merepotkan tetapi jika Pak Mike sempat menjawabnya maka saya akan sangat berterima kasih.

Shalom, selamat hari minggu (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

Oh iya, lagu Someday never comes memang asik dan gambar videonya bagus sekali. Kalau boleh meminta, apakah di kali lain Pak Mike memberikan uraian tentang lagu CCR yang lainnya seperti have you ever seen the rain? Group CCR penggemarnya di Kupang amat banyak Pak (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Saya cuma ingin mengucapkan SELAMAT HARI MINGGGU. GBU. Para politisi dan jangan suka berperang ya (Sherly)

forum mengatakan...

wah, pertanyaan pak Yes luar biasa sulit....rasanya pantas kita tunggu jawaban dari pak boss, bigmike ha ha ha ha. Selamat hari minggu

Anonim mengatakan...

STOP PERANG HARGAI NYAWA MANUSIA (PaceNoge)

Bigmike mengatakan...

ha ha ha ha ha Pak Yes, pertanyaan yang dahsyat dan memang tidak mudah untuk dijawab. Tetapi saya sudah membuat beberapa catatan dari beberapa referensi yang saya baca.

Akan saya usahakan menjawab tetapi berhubung saya harus -buru ke kantburuor, maka sore akan saya usahakan. Begitu dulu pak Yes. Shalom.

tuaksatu mengatakan...

wow...saya barusan posting artikel SBY-Mega.....tuh contoh orang yang sukanya perang.....

tuaksatu mengatakan...

lagu SNC mantap videoclipnya dahsyat...usul: tulis dan bahas tentang imagine John Lenon....gw tunggu nih.

Anonim mengatakan...

beta mau usul, daripada perang lebe bae suruh cari dua ayam ikat masing2 deng piso baru adu...(pe'iyu manu) itu ju salah satu cara orang di sabu buat hindari korban jiwa manusia dalam perang

(lakers)

Bigmike mengatakan...

@ Lakers,

Dou yang suka pehala mi monye pa kolo a'ju. Petu wi a'do ???? ha ha ha ha ha

Anonim mengatakan...

ha, ha... kalo sonde pe'iu manu na parang koment di blog sa... tapi jang puku-lari, puku-lari... (lakers)