Minggu, 07 Agustus 2011

1 gubug 1 tikar 1 periuk: INDONESIA MERDEKA (perjalanan imajiner bersama Bung Karno)

Saudaraku sebangsa dan setanah air,

Siang itu suhu udara Kota Kupang terasa panas. Amat sangat panas. Dan juga berangin. Maklum, cuaca bulan Agustus di daerah tropika kering seperti di NTT. Tanggal 17 Agustus 2011 tinggal beberapa hari lagi ke depan. Di simpang jalan para penjual bendera merah putih kecil mulai bersliweran ...."bendera ko om?"... "bendera ko tante?"..."beli 1 dapat dua bos". "Indonesia merdeka ni"......luar biasa, nasionalisme dan naluri saudagar bercampur baur jadi satu...luar biasa....dan saya beli satu bendera kecil itu, ....5000 rupiah .... dan huuuppp...saya tempelkan di kaca mobil. Hanya dengan modal kecil, saya merayakan HUT Indonesia ke-66. Hanya lima ribu untuk sebuah bendera plastik Keciiiiillll.....cukupkah????? Saya kaget ketika mendengar sebuah suara menyapa saya (Heeii siapa ini? Bung Karno kah?). Ya, Bung Karno (BK) ada dan duduk di bagian kiri jok depan mobil. Sambil tersenyum beliau berkata...."bung mike, cukuplah itu".....

Lalu, sambil menemani perjalanan saya ke kampus, BK berceritera tentang untuk apa Indonesia Merdeka. Beliau mengutip sebuah pidatonya di depan sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Juni 1945 (ahaaa... ketika saya bilang..."eh bung, itukan pidato anda yang kami kenang sebagai pidato kelahiran Pancasila?"....kata BK, " bung mike benar") berbunyi begini:

Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. Manusia pun demikian, saudara-saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata Ah, saya belum berani kawin, tunggu dulu gaji f500. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul, sudah mempunyai meja kursi, yang selengkap-lengkapnya, sudah mempunyai sendok garpu perak satu set, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet, barulah saya berani kawin.

Ada orang lain yang berkata: saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu, kursi empat, yaitu “meja makan”, lantas satu sitje, lantas satu tempat tidur. Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan satu tikar, dengan satu periuk: dia kawin.

Begitulah saudara ku sebangsa dan setanah air, Indonesia - yaitu saudara, saya, mereka, kita semua - mencapai kemerdekaannya. Kata BK, untuk merdeka yang diperlukan adalah tekad untuk merdeka. Lalu apa itu merdeka? BK memberikan jawaban telak, yaitu "political independence". Ya, kita hanya perlu untuk bertekad lalu mewujudnyatakan bebas untuk mengurusi diri sendiri di rumah kita, Indonesia, dengan pilar adanya bumi, adanya rakyat, adanya pemerintahan dan adanya pengakuan bahwa kita memang sudah merdeka. That's all about declaration of independence. Dan itulah yang dilakukan oleh BK dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia pada hari 17 bulan Agustus tahun 1945 Masehi. Hanya dengan modal tekad, mesin ketika tua untuk mengetik naskah proklamasi, dan bendera rajutan tangan seadanya kitapun merdeka. Dimulailah suatu proyek mega raksasa bersama seluruh nation yang ada di bekas daerah jajahan Belanda yang dinamakan Indonesia. Adalah kumpulan bangsa-bangsa Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Irian, Bali, Timor dengan modal apa adanya berani mengataan merdeka. Lalu dalam merdeka itulah, seperti kata BK, "kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi". BK juga memberikan perumpamaan lain yang sejalan dengan perkawinan tentang kemerdekaan. Menurut BK, kemerdekaan adalah jembatan ya sebuah jembatan emas menuju Indonesia yang jaya (ketika mobil melaju meilntasi jembatan Liliba, Kupang, BK menjawil lengan saya..."bung mike, seperti jembatan inilah kemerdekaan itu, tetapi lebih lagi karena terbuat dari emas)". Kosntruksi berpikirnya adalah jika perkawinan terjadi di antara 2 orang yang berbeda maka sesungguhnya perkawinan adalah juga seperti jembatan antara 2 orang. Itulah merdeka menurut BK. Lalu, di sinilah persoalan kita bermula.

Proyek bersama membentuk Indonesia, yang dianalogikan oleh BK sebagai suatu lembaga perkawinan atau jembatan, bukanlah proses pasti akan berhasil. Bukanlah barang yang kekal. Indonesia ada karena ada parapihak yang bersepakat. untuk ini dan itu dengan modal masing yang digabungkan. Indonesia ada karena semua nation sepakat menggabungkan modal mereka. sebagai saham. Semuanya saja memiliki modal. Tidak ada yang zonder punya apa-apa. Ada yang bermodal besar ada pula yang kecil. Si Panjul punya 1 gubug adalah pemilik proyek. Tetapi si Sartinem juga adalah juga pemilik proyek kendati cuma membawa 1 tikar dan 1 periuk (BK kembali mensiuti saya..."sssstttttt bung mike, dalam pidato saya nama mereka itu adalah Samiun dan Sarinem lho......", saya jawab...:lho Bung, katanya suka lihat kemerdekaan, nah boleh dong saya merdeka menggunakan nama?...BK tertawa dan bilang...."sontoloyo, dasar koppig"...). Melalui merdeka mereka sekarang dapat berkarya. Bersama-sama memperbaiki gubug, mengisi periuk mereka dengan makanan lalu tidur berpelukan penuh kasih di atas tikar yang 1 itu. Mereka bebas menjalankan rumah tangga mereka. Siapa tahu karena kerajinan dan kekompakan mereka lalu 1 gubug itu diubah menjadi gedung megah, tikar berganti tempat tidur mental mentul, dan alat memasak mereka berubah menjadi kitchen set yang lengkap dan megah. Bisa saja begitu jika perkawinan itu berhasil, yaitu ketika semua bekerjasama dan bermitra secara inklusif nan adil. Tidak saling mengklaim sebagai yang terpenting. Setara. Sebaliknya, perkawinan ini akan gagal manakala Panjul tidak mengijinkan Sartinem berteduh di dalam gubug, cukup di emperan saja. Sartinem membalas dengan tidak mengijinkan Panjul tidur di tikar dan makan dari hasil tanakan nasi dari periuk. Cukup sebulan dua, rumah tangga Panjul dan Sartinem pasti bubar. Jembatan dirusak karena ada yang merasa sebagai penguasa besar di situ, yang lain tidak boleh lewat. Apa point penting kebehasilan proyek Indonesia?Kesetaraan sebagai pemilik proyek. Tak boleh ada pihak yang merasa lebih istimewa dari yang lainnya lalu memonopoli kemerdekaan. Jangan karena merasa besar di NKRI lalu anda boleh merampas kemerdekaan pihak yang lebih kecil. Jangan ada penjajahan anak negeri oleh anak negeri yang lainnya. Jangan memperlakukan anak negeri yang satu berbeda dari anak negeri yang lainnya. Jangan ada monopoli kebenaran. Bandingkanlah dengan kondisi Indonesia kontemporer. Sebagian masyarakat merasa memiliki hak eksklusf untuk men-sweeping warga lain yang berbeda cara pandangnya. Ketika si A mencuri 2 buah kakao di kebun tetangga, cepat sekali dia di proses dan masuk bui sekian bulan lamanya. Sementara ketika si B yang membobol bank atau mencuri uang proyek untuk membiayai hasrat politik dibiarkan bebas menebar sms melalu HP mewah dari negeri antah berantah.

Singkat kata, ketika Indonesia berubah menjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal maka jangan heran jika jembatan emas kemerdekaan itu tidak lebih dari jembatan kayu dari bahan kapuk randu yang rapuh. Ketika satu pihak merasa lebih berkuasa dari yang lainnya, lebih superior di dalam republik ini atau merasa memiliki hak paling istimewa di Indonesia maka percayalah selalu ada pihak yang akan berpikir bahwa ... "ok, baiklah kalau begitu maumu maka marilah kita berpisah baik-baik. Tidak baik-baik juga apa boleh buat". Timor Timur, yang berdasarkan fakta sejarahnya memang bukan bagian eks Belanda, memilih untuk bercerai. Aceh memilih jalan perkawinan dengan 2 kesetiaan. Irian, dan belakangan disebut Papua, merasa jika bercerai mereka akan lebih bahagia. Ben Anderson pada tahun 1999 memberikan catatan bahwa Orde Baru pernah memangsa pihak-pihak yang bersepakat dalam proyek indonesia menurut ukuran yang dibuatnya sendiri. Orde baru menganak emaskan pihak-pihak tertentu dan membuat yang lainnya cuma sekedar tas plastik kresek. Hasilnya adalah kekacauan. Sesuatu yang terus saja terjadi dalam versi yang berbeda di masa reformasi sekarang ini dan kareanya kekacauan terus saja terjadi. Lagunya sama, aransemen berbeda. Mengapa demikian? Jelas dan tegas: Indonesia belum mampu menempatkan para pemegang saham proyek besar bersama ini dalam kedudukan yang setara. Demkorasi terpimpin hanya menghasilkan pertengkaran 3 pilar, yaitu BK, TNI dan PKI dengan meninggalkan korban jiwa yang amat besar akibat perseteruan itu (saya mendengar BK batuk-batuk...uhuuk uhuuukkk). Demokrasi Pancasila ala Soeharto hanya menghasilkan berkuasanya sistem Jawa sentrisme dengan pilar militer, Golkar dan saudagar yang rajin bertandang ke Istana. Demokrasi di masa reformasi hanya menghasilkan tukang pesolek yang egois di cetrum politik nasional dan raja-raja kecil narsis di daerah. Pancasila terjepit dan keselip entah kemana. Ada yang hanya bisa menghafalkannya tapi tak mampu melaksanakannya. Ada yang sudah tidak menghafal tidak pula menampakan semangat pancasila. Ada pula yang bersliweran di jalan raya membaya spanduk yang yang berisikan niat mereka untuk menggantikan pancasila dengan ideologi lain tetapi tidak diapa-apakan oleh pihak yang berwajib.

Parameter BK tentang keberhasilan kemerdekaan sangat jelas, yaitu Indonesia yang gagah, kuat, sehat, dan kekal abadi. Tiliklah diri dan dan lingkungan di sekitar kiri dan kanan anda lalu jawablah secara jujur sudahkah impian BK tentang Indonesia yang merdeka itu tercapai? Bendera merah putih kecil yang menempel di kaca depan mobil yang saya kendarai berbisik: .."bung mike, Indonesia memang merdeka tetapi sebagian besar rakyat kelimpungan hidupnya dan tidak gagah. Rumah Indonesia tidak begitu kuat karena tikus-tikus koruptor memakan tiang induknya. Bangsa Indoensia tidak terlalu sehat karena biaya kesehatan amat mahal. Jika rakyat berkeluh kesah maka ...gampaaaaang....di-Pritha-kan saja. Beres. Alam Indonesia amat permai tetapi tidak lagi lestari karena hutannya digunduli oleh maling-maling kayu' Lahannya berlubang dan rusak digali penambang zonder tau malu. Ketika saya melirik ke samping kiri untuk meminta pendapat BK, saya melihat beliau sedang tertunduk sambil menitikkan air mata. Katanya lirih dan nyaris tidak terdengar ..."bung mike, bukan Indonesia yang macam begini yang saya perjuangkan kemerdekaannya".....

"Indonesia Pusaka"(Broery)


MERDEKA TUAN MERDEKA PUAN

114 komentar:

mikerk mengatakan...

"Indonesia Pusaka"

Karangan / Ciptaan : Ismail Marzuki

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

mikerk mengatakan...

Dear All,

Baru hari ini saya tahu bahwa lagu Indonesia Pusaka ternyata memiliki 3 bait syair. Jadi saya posting tiga-tiganya kendati yang biasa kita dengtar cuma bait satu dan lalu reffereainnya.

Selamat berdendang termasuk 2 bait lannya. Asyik

mikerk mengatakan...

Selamat Membaca semoga membawa manfaat. GBU

mikerk mengatakan...

Sengaja saya memilih lagu Indonesia Pusaka yang dinyanyikan secara kanon dengan lagu waktu potong padi dengan beberapa alasan:

1. Nuansanya sangat dapat, yaitu kesederhanaan Kemerdekaan Indonesia yang diwakuli oleh karya petani di sawah.

2. Syair dalam waktu potong padi pada bagian....potong padi bersama dan pulang bersama....begitulah seharusnya kemerdekaan Indonesia di Isi, yaitu kebersamaan.

3. Suara Broery terlalu indah untuk tidak disertakan;

GBU

Anonim mengatakan...

MERDEKA BUNG MIKE (James)

Anonim mengatakan...

Suara Broery blum ada tandinganya (James)

Anonim mengatakan...

hhhmmmmmmm.....gaya menulis yang asik. Mantap nih....(13)

Anonim mengatakan...

Bung Karno emang ga ada bandingnya dech ....MERDEKA (Ryan)

Anonim mengatakan...

Suara Boery memang aduhai. Mengiris hati dan mengingatkan kita akan Indonesia yang jaya....eh, bung ryan, salam kenal. Ini bukan Ryan jagal dari Jombang kan?..he he he he....just kidding (13)

Anonim mengatakan...

@ Bung 13,

Salam kenal, iya nech gw dikira Ryan van Jombang padahal gw demen ma ceweq....wkwkwkwkw...tapi seetuju lho ma bung 13, suara Broery emang cakep abiz (Ryan)

Anonim mengatakan...

bicara soal substansi tulisan.
saya ingin berpendapat bahwa semangat BK yang sama ketika berdiri di depan khalayak umum pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi semacam paradoks apabila dibandingkan kondisi terkini.

contoh saja, dengan tidak ingin menjelek-jelekan Presiden kita, tetapi semangat BK sama sekali tidak tampak dalam diri SBY saat ini. presiden seperti tersandera kepentingan partainya sehingga melupakan kami ini rakyat yang seharusnya menjadi prioritas utama. persoalan korupsi yang menjadi salah satu "jualan" utama pak Beye ketika kampanye terbukti hanya janji tinggal janji.
Sehingga sempat terlintas, apakah mungkin saya berharap BK bangkit dari kubur untuk menyuarakan semangat yang sama???

tapi setidaknya saya mempraktekan satu hal yang sering disampaikan pak Beye mengenai Hemat Energi.
Buktinya saya menghemat listrik untuk hal yang tidak perlu. contohnya ketika melihat pak Beye di TV serta merta dan sekonyong-konyong koder langsung saya matikan TV tersebut.

(pembela blog ini)

Anonim mengatakan...

@ Pembela Blog,

Saya setuju dengan anda 2500%......betooooollllll skali....presiden SBY sangat menjemukan, sangat sangaaaaaatttttt....kita tunggu saja apa nyanyian nazarudin nantinya....(13)

Anonim mengatakan...

Saya tersentuh membaca cita-cita BK tentang Indonesia merdeka, yaitu Indonesia yang sehat, kuat dan seterusnya.

APa jadinya Indonesia sekarang ini? Indonesia ternyata jauh melenceng dari apa yang dicita-citakan BK. Indonesia adalah negri yang dibelki oleh asing. Gas dijual murah sekali tapi dalam negeri kita susah gas. Begitu gas bisa menyala, kompornya meledak. Indonesia sudah dibeli oleh perusahaan tambang asing. Newmont merusak habis bumi indonesia. Perusahaan cina dan korea bikin rusak tanah NTT dengan menggali mangan dna mengubur orang-orang Timor.

Pantas saja kalo di akhir kisah BM, BK terlkihat sednag menangis. Sedih memang (13)

Anonim mengatakan...

Bung Karno telah pergi 41 tahun lalu, tetapi cita-cita dan karyanya beserta bangsa Indonesia selama ini. Banyak momen penting dan kesulitan telah dilalui NKRI dan cita-cita Bung Karno tidak lekang oleh panas terik dan tidak luntur diguyur hujan badai.

Bung Karno telah pergi ke pangkuan Tuhan YME, tetapi cita-citanya menjadi warisan milik bangsa Indonesia. Jangan biarkan cita-cita Bung Karno “mati” oleh ulah segelintir orang yang tidak mengenal kebesaran bangsa Indonesia dan tidak mengerti akan keluhuran cita-cita para pendiri Republik ini....

Jayalah BK, hidup BM dengan posting yg menyentuh ini dan LONG LIVE INDOENSIA MERDEKAAAAAAAAA (13)

Anonim mengatakan...

Indonesia tanah air beta, tanah air kalian, tanah air kita semua. Mari kita bangun Indonesia kita nan jaya jangan saling mengutuk(Merry)

Anonim mengatakan...

@ Bung Mike,

Saya selalu suka posting anda. Menyentuh dan kadang-kadang bikin terpana. Hebat....(Merry)

Anonim mengatakan...

MERDEKA INDONESIA MERDEKA (Yuyun)

Anonim mengatakan...

@ Big Mike,

Senang membaca posting ini. Tuturannya nikmat. Yang mengganggu justru substansinya, Mengapa mimpi orang Indonesia kecil amat sih? merdeka koq mimpinya cuma gubug dan tikar, Makanya miskin nya yang kekal abadi. Saya protes BK nih (Poer)

Anonim mengatakan...

Bagi mereka yang mimpinya kecil-kecil, nih saya kirimi lagu Gubu Derita. Biar miskin terus....parah ni...

"Gubug Derita"

Aku rela walau hidup susah
Aku rela walau menderita
Asalkan kau sayang
Asalkan setia

Aku rela walau hidup susah
Aku rela walau menderita
Asalkan bersama
dalam suka duka

Pagi makan sore tiada
Takkan luntur cintaku padamu
Baju satu kering dibadan
Takkan pudar sayangku padamu
Walau hidup ini di gubug derita

Aku rela walau hidup susah
Aku rela walau menderita
Asalkan kau sayang
Asalkan setia

Pagi makan sore tiada
Takkan luntur cintaku padamu
Baju satu kering dibadan
Takkan pudar sayangku padamu
Walau hidup ini di gubug derita

Aku rela walau hidup susah
Aku rela walau menderita
Asalkan kau sayang
Asalkan setia

Anonim mengatakan...

Sori, di atas (Poer)

Anonim mengatakan...

@Merry

Mengutuk negara sendiri?

Saya rasa tidak. mungkin lebih tepat apabila disebut putus asa.

putus asa melihat negara ini yang entah "mau dibawa kemana" oleh pemimpin-pemimpin kita.

putus asa bukan terhadap negara. negara tidak bersalah. tetapi yang duduk di tampuk kepemimpinanlah yang kami merasa putus asa dengan mereka.

(pembela blog)

mikerk mengatakan...

Thanx bagi sahabat yang sudah berkunjung dan berkomentar. GBU

mikerk mengatakan...

@ Sus Merry,

kita saling mengutuki? Tidaklah. Mengingatkan boleh kan?

@ Bung Poer,

BK dan Indonesia tidak punya mimpi besar? Merdeka dan isinya yang sehat, kuat dll adalah mimpi besar. Cara mengisinya adalah dengan hal-hal kecil boleh, besar boleh asal terencan dll. Bukankah juara dunia lari 100 m dan lari maraton dimulai dari 1 langkah kecil....

Anonim mengatakan...

@ Bung Mike,

Beta baru tau selain bung Karno dan Bung Hatta, ada juga Bung Mike eee.....ha ha ha ha...ada-ada saja....(John)

Anonim mengatakan...

Sistem pemerintahan kita yang tidak jelas antara presidensial dan parlemeter adalah biang kerok Indonesia tidak bisa mecapai impian besar para founding fathers kita seperti Bung Mike. SBY idak berdaya kalo sudah dikepung partai-partai. partai-partai akan loyo kalo SBY tidak memberikan ruang anggaran bagi mereka. Sistem banci inilah yang harus dienyahkan. Bagaimana? (John)

Anonim mengatakan...

hmmmm, suara Broery memang emas. Sebenarnya suara bung mike juga tidak kalah emasnya juga. Waktu menyanyi lagu au tunga lama tuak di pesta HUT Oma Messakh, suaranya waaaaaahhhhh bikin beberapa orang di tenda menetes air mata. Luar biasa sobat saya stau ini, Ayooooo bikin video trao di youtube (John)

Anonim mengatakan...

@pak John

bolehkah kita berdiskusi?

anda mengatakan "Sistem banci". pertanyaan saya adalah, mengapa anda menyalahkan sistem?

bukankah sistem pemerintahan kita jelas, presidensiil. sistem ini kalau saya boleh ibaratkan, telah melewati berbagai "seleksi alam" sehingga dirasakan sistem ini yang paling tepat dijalankan di Indonesia hingga saat ini.

persoalannya adalah bukan terletak pada sistem , tetapi lebih kepada who behind the system. Siapa dibalik sistem tersebut. atau mungkin lebih tepat, siapa yang menjalankan sistem tersebut. tapi saya setuju 100% dengan anda soal presiden kita tidak berdaya dikepung oleh partai-partai. dalam kalimat saya pribadi, Presiden tersandera dengan kepentingan partai. Yah partai sendiri atau partai koalisinya yang gejalanya menunjukkan bahwa ada udang dibalik batu. itulah wajah politik kita.

Itulah poin utama sehingga seakan-akan sistem pemerintahan kita kacau balau dengan kontradiksi secara dimensional antara dua sistem seperti yang anda katakan.

betul begitu bung john?

(pembela blog ini)

Anonim mengatakan...

@ All,

Ini daftar mimpi saya tentang Indonesia: punya presiden yang tegas, punya partai pemerintah yang bersih dan kritis, punya DPR/DPRD yang cerdas dan tidak mementingkan diri sendiri, maling sedikit, orang miskin sedikit saja, alamnya baik tidak rusak berantakan, orang tidak perlu jadi tki di LN sebagai pembantu rumah tangga, tidak ada lagi pertentangn antar agama dan suku-suku, tidak ada lagi organisasi seperti FPI yang men-sweeping warga lain yang beda pandangan, Jakarta tidak macet, PSSI masuk ke putaran final piala dunia, aneeee mudah dapat kerja ...bisa ga ya? ya namanya juga mimpi (Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ BM,


Bung mike ya......dasar benar mabuk.....wkkwkwkwkwkw.....btw, very good posting. I like it bro' (Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ Bung John,


apa bener BM suaranya bagus?????? BM bisa menyanyi ga?....wkwkwkwkwk...(
Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ Proxy73,

Ente belum dengar BM menyanyi sih....(13)

Anonim mengatakan...

@ Bung John,

Saya setuju dengan pembela blog. Masalah kita bukan pada sistem tetapi pada orang. Presiden, DPR/D telah menyandra kita dalam kerumitan tatakelola pemerintahan (13)

Anonim mengatakan...

@proxy73

bisa menambahkan dalam daftar mimpi tersebut?

Saya bermimpi punya ketua DPR yang gak seenak udel dalam berkomentar. Seorang akademisi dengan memegang gelar doktor, tetapi berkomentar mirip saya yang sekolahnya ora karuan.

Ah.... saya lanjut bermimpi dulu ah.

(pembela blog)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Kemerdekaan pada hakekatnya merupakan hak asasi setiap manusia. Sejak manusia lahir, ia telah merdeka sekaligus “dijajah” untuk membesarkan. Ini adalah realitas yang tak terpungkiri. Kita hanya dapat memberikan permahkotaan makna kemerdekaan, saat kita mampu mengaktualisasikan dan memaksimalkan segala potensi yang ada.

Jika kita beberapa sahabat kayaknya "memotret" keadaan Indonesia yang memberi gambaran kita belum bisa “merdeka” karena kita akan terus dijajah keinginan, kehendak dan rasa egois. Keterbelengguan pun menampak saat kita saling menekan dengan berbagai alasan. Kita baru bisa merdeka, bila kita dapat menempatkan segala permasalahan pada porsinya.

Anonim mengatakan...

Bukannya mau mengatakan bahwa kita belum merdeka, sebab realita jelas, kita telah bebas dari belenggu penjajah, tetapi apakah Anda dan saya telah sungguh merdeka dari belenggu kehidupan. Jika jawabannya belum, berarti kita masih harus terus berjuang melawan penjajah yang terselubung dalam pribadi kita masing-masing.
Kejujuran, kerja keras dan keikhlasan setiap orang dalam berkarya, mengabdi, melayani dan membangun menjadi motivasi kemerdekaan. Seberapa jauh kita mengartikan kemerdekaan tersebut, terpulang pada diri untuk menjawab. Tidak ada orang yang lebih tahu kalau kita telah merdeka, jika kita sendiri belum memastikan apakah kita sungguh telah merdeka atau belum. Ini hanya sentilan dan gugatan untuk mendorong kita untuk lebih memahami arti kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh bung besar kita, BK, dan kawan-kawan dengan susah payah hingga berpuncak pada 17 Agustus 1945.

Anonim mengatakan...

Perjuangan kemerdekaan adalah perjuangan untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik, adil, dan sejahtera. Nilai dasar perjuangan berperan sebagai pemicu membangkitkan semangat bangsa dalam upaya pembangunan segala bidang, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan kemanan, dan keagamaan. Saat ini, sudah seharusnya segenap komponen bangsa bahu membahu menyatukan langkah memajukan bangsa, khusus untuk penyelenggara negara perwujudannya dapat dilakukan melalui perumusan kebijakan pemerintahan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kebenaran. Untuk generasi muda, momentum kemerdekaan dapat dijadikan sebagai pemicu membangkitkan semangat kebangsaan dan patriotisme.

Anonim mengatakan...

Kenyataan membuktikan bahwa begitu banyak potensi konflik yang menjadi ancaman dan pemicu untuk meluluhlantakkan rasa kebangsaan dan patriotisme tersebut. Menyikapi semua potensi konflik itu hendaknya kita meningkatkan dan memperkokoh nilai-nilai kebersamaan dan kebangsaan sebagai senjata pamungkas untuk menghalau semua ancaman, gangguan dan hambatan yang datangnya baik secara internal maupun eksternal.

Dengan demikian perayaan HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, kita jadikan landasan untuk bersama mengikrarkan bahwa tanpa nilai, rasa kebangsaan dan kebersamaan kita akan mengalami gangguan dan hambatan dalam melayarkan bahtera bangsa ini menuju Indonesia yang beriman, bersatu, aman, adil dan sejahtera. Dengan berkaca pada pengalaman sejarah silam bahwa manakala kita mengabaikan rasa kebangsaan dan kebersamaan atau dengan kata lain meremahkan tatanan nilai rasa kebangsaan dan kebersamaan akan muncul berbagai konflik baik horizontal maupun vertikal.

Anonim mengatakan...

Permasalahan pembangunan yang masih dihadapi antara lain: (1) Masih terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang berimplikasikan pada belum terjangkau dan tertampungnya semua anak usia sekolah; (2) Jangkauan jaringan jalan dan jembatan ke daerah-daerah sentra produksi dan terisolir belum memadai; (3) Terbatasnya akses permodalan, pasar, informasi dan teknologi bagi upaya pengembangan ekonomi lokal; (4) Orientasi pembangunan nasional belum menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan kesenjangan kehidupan kota desa yang kecil, sehingga banyak kesenjangan dan permasalahan perbatasan antara negara belum ditangani;

Anonim mengatakan...

(5) Indonesia termasuk salah satu Negara berkembang dengan angka penduduk miskin yang tinggi (yaitu di Februari 2007 adalah sebesar 9,75 persen, angka ini lebih rendah dibanding pada Februari 2006 10,4 persen); (6) Masih terbatasnya sarana dan prasarana kesehatan yang berdampak pada belum optimalnya mutu pelayanan kesehatan; (7) Partisipasi masyarakat dalam pembangunan belum memadai; (8) Etos kerja, produktivitas masyarakat masih rendah. Dan masih banyak permasalahan yang senantiasa menjadi fokus perhatian kita semua agar secara bertahap ditangani dalam rangka pemenuhan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Anonim mengatakan...

Pertanyan yang muncul adalah mengapa pada waktu ini, sesudah Republik kita berusia 66 tahun, masih banyak warga dari kalangan cerdik pandai yang kurang merasa lega dan bahagia tidak hidup lagi di tanah jajahan? Tentu tidak ada seorang yang berpikir waras yang memang ingin kembali kepada penjajahan Belanda.

Akan tetapi, mengapa setelah merdeka 66 tahun bangsa masih harus hidup berdekatan dengan banyak kemiskinan, pengangguran, korupsi yang semakin menyengat, pelanggaran hukum tanpa ditindak, banyak orang tidak menempuh jalur hukum, lebih suka berdemonstrasi, yang sering berakhir dengan bentrokan dengan polisi.
Dilain fihak, sebagian besar “kelas menengah” kiranya cukup puas dengan kehidupan materialnya. Secara pribadi mereka berkecukupan, bebas berbisnis, bisa beli mobil, rumah, pergi ke luar negeri, secara mudah. Kalau ditanya apa puas dengan keadaan sekarang? maka sering jawabnya: “Tidak”.

Maka akhirnya, apa masih ada sesuatu yang “salah” pada pembinaan kemerdekaan selama ini? MARI KITA RENUNGKAN BERSAMA (Ihin)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Lama ga ke blog ini. Kangen juga. Ternyata BM tetap komit ngeposting dan tetap renyah seperti biasa tanpa kehilangan ketajaman analisis. Mantap.

Selamat HUT ya, keep on posting Bung Mike (Ihin)

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,

SELAMAT MERDEKA. Posting yang asyik dibaca dalam pola menulis yang rasanya baru sekali ini dibuat Pak MIke. Saya ingat Kritianto Wibisono yang suka melakukan wawancara imajiner dengan BK. Mantap Pak. GBU

Anonim mengatakan...

Galatia 5:1.......Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Itulah makna kemerdekaan dalam sudut pandang Kristiani (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

Indonesia d kebanyakan teori, prakteknya g becus....(Marten)

Anonim mengatakan...

ah si ateis beraksi lagi nih. Sekarang lebih parah karena menganjurkan tahayul yaitu bisa bicara dengan arwah BK. Saya tidak heran karena kelompok si ateis ini memang pemuja arwah2 nenek moyang dari Sabu. Heeeeiiiii....bertobatlah cepat wahai penatua ateis (Daud)

Anonim mengatakan...

Catat baik-baik wahai ateis, saya akan menghadang tipu muslihatmu untuk mnenyesatkan para pembaca supaya menggikuti jejak ateismu. Mau bkti lain? lihat saja posting-postingmu ttg perkembangan bumi yang dikotori oleh teori jahanam tentang evolusi oleh iblis Darwin. Bertobat cepat ya (Daud)

Anonim mengatakan...

ah teman lama kita muncul juga di postingan kali ini.

Hey Daud, ente pake nama tokoh alkitab tapi lagaknya persis FPI yang merasa jadi polisi moral, polisi agama yang paling suci.

buat yang baru bergabung di blog ini. Harap jangan kaget dengan sosok kontroversial si Daud ini. Orangnya memang bikin gemas, menjengkelkan tetapi terkadang justru dirindukan dengan komentar-komentar sontoloyonya.

Btw, saya melihat kemiripan anda dengan ketua DPR kita, si bang Zuki Alie. Kemiripannya adalah kalau lazimnya orang berpikir dahulu, kemudian otak bekerja untuk memerintahkan tangan untuk menulis, memerintahkan mulut untuk berbicara. Nah.... Untuk kasus anda dan bang zuki sama saja. Berbicara dahulu, menulis dahulu di blog ini baru kemudian berpikir. Pertanyaannya adalah otak anda dimana????

oleh karena itu saya merasa tidak perlu menanggapi substansi komentar anda. Percuma. Buang-buang energi saja. Kebetulan saja saya sedang ndak ada kerjaan sehingga kepingin memposting komentar ini.

Salam hangat dari seteru-mu.

(pembela blog ini)
(

Anonim mengatakan...

@ Daud,

otakmu ada di lutut...malas bicara dengan manusia seperti kamu (13)

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,


Biar saja manusia seperti daud tidak usah ditanggapi oleh Pak Mike, Bikin kotor tangan saja. Manusia sejenis endre bresevik di norwegia ini biar kami yang hadapi. Pokoknya anda tidak ateis. Itu saja (13)

Anonim mengatakan...

Ok, Daud saya mulai,


apa tolok ukurmu tentang ateis dan ateisme? jawab itu dulu....

Anonim mengatakan...

@ Pembela blog,

ayo kita sama-sama menghadapi manusia@ fundamentalis yg bikin kotor NKRI.....

(13)

Anonim mengatakan...

Dua korban dari biang ateis sudah berkomentar di sini.

@ Pembela blog, anda cepat bertobat.

@ 13, anda kemungkinan pemuja setan. Nama anda saja sudah angka sial, angka setan. Ok?

(Daud)

Anonim mengatakan...

@ Mister Ateis,

Jangan sembunyi, jangan mengggunakan sahabat-sahabat ateismu yang lain. OK? (Daud)

Anonim mengatakan...

@daud

Ah... lagi-lagi komentar yang sontoloyo.

saya tidak ingin "berbalas pantun" dengan anda. percuma... bagi saya, otak anda tidak mampu mencerna apa yang akan saya katakan. bahkan (mungkin) yang anda katakan sendiri tidak merupakan kerja yang sistematis antara otak anda dan anggota tubuh yang lain. HiHiHi....

Kita damai-damai saja. OK?
Sebab anda menghujat dan menghakimi orang lain dengan sebutan ateis, tetapi belum jelas apa parameter yang jelas yang anda pakai untuk mengatai seseorang ateis. Sorry, saya barusan sedikit ilmiah. mungkin anda tidak mengerti apa yang saya katakan. bahkan anda mungkin sedang bingung apa yang saya tulis barusan. LoL

(Pembela blog)

Anonim mengatakan...

@Bung 13

yang lucu, nama anda dikaitkan dengan angka setan oleh teman "sontoloyo" daud. HiHiHi

Apa relevansi antara angka 13 dan angka setan? mungkin si daud yang bisa jawab. Sorry saya tak bisa menahan tawa yang teramat sangat.
Hahaahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha

(pembela blog)

Anonim mengatakan...

@BM

Sorry pak Mike. Saya "mengotori" laman blog anda dengan komentar-komentar tak bermutu.

tapi kalau ada pace Ruben dengan Mop Papuanya, maka kita juga punya Daud dengan komentar sontoloyonya yang mengundang tawa.

Tak apa kan pak mike?

(pembela blog)

Anonim mengatakan...

@ Bung Pembela blog,

kalo saja daud ada di dekat saya maka saya akan bikin doa khusus untuk dia supaya cepat bertobat dia itu ha haha h aha ha....2 juta x (13)

Anonim mengatakan...

@ Daud,

Posting ini bicara tentang kemerdekaan. Anda kelihatannya belum merdeka karena masih terjajah oleh prasangka-prasangka. Menyebutkan angka 13 adalah angka setan memberi tanda bahwa anda terjajah tahayul. Nah, jelas sudah yang masih y=tahayul itu adalah anda bukan saya.... ha ha ha ha ha...go blog = blog bigmike maksusd saya....(13)

Anonim mengatakan...

ternyata @bung 13 sedang online.

Saya berpikir, kita saat ini terpancing si sontoloyo daud sehingga menjauh dari substansi posting tulisan kali ini.

Betul kata teman @Merry, Kita saat ini saling "menghujat" satu sama lain. Jika dikaitkan dengan kondisi terkini di Negara kita, Inilah wajah kita yang sebenarnya. Amat mudah terprovokasi oleh seseorang yang ingin mengambil keuntungan dibalik itu. Kita yang rugi, sedang si sontoloyo daud mungkin sedang ketawa-ketiwi somewhere. Btw, thanks Daud dibalik ke-sontoloyo-an anda, ternyata saya memetik satu pelajaran berharga. jangan mudah terpancing. Apalagi terpancing oleh sosok tak bermutu seperti Daud. Tetapi soal ateis, nampaknya Daud ndak mampu menjawab. Otaknya tak sampai mungkin (ups... lagi-lagi saya masih terpancing. Maklum masih kesmosi eh.... emosi). wakakaka

Daud, ente sukses jadi provokator. Saya tidak ingin menimpali hasutan anda lagi. Biarlah "Yang waras ngalah".

(pembela blog)

Anonim mengatakan...

weee daud, kau pake nama alkitab (istilah orang kupang) tapi kau punya kelakuan (pasti pikiran dan hati) juga macang iblis saja. kenapa?? iblis suka mengganggu, suka memprovokasi, menghina, menuduh tanpa dasar, bahkan mengahakimi.

Joni P.

Anonim mengatakan...

@ Daud,


OTO = omong tanpa otak....wkwkwkwkwk....(Proxy73)

Anonim mengatakan...

Apakah BM ateis? 100% tidak cuma...agak mabuk...itu aja sih....wkwkwkwk (Proxy73)

Anonim mengatakan...

Sahabat-sahabat Indonesia Merdeka, mari kita perhatikan secara cermat dagelan besar menjelang 17 agustus 2011. Judulnya : "BALADA NAZARUDIN"....keep ur eyes tightly...(Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ Bung Proxy73,

Saya sependapat dengan anda bahwa kasus Nazarudin harus kita ikuti secara cermat. Kasus ini akan memberi tanda apakah kita ini sudah merdeka benar2 atau tidak. Kalau negeri kita masih dijajah kaum koruptor maka kemerdekaan kita masih cacat (Sonny)

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike terjasih,

Posting ini sangat bagus. Saya suka seklai. Memang pak Mike adalah salah satu dosen terbaik yang ada di Undana. Menjelaskan sesuatu itu enak dna mudah diikuti. Kemerdekaan memang seharusnya ditandai dengan bangsa yang sehat, kuat dan abadi. GBU Pak en selamat hari minggu (Sonny)

Anonim mengatakan...

@ Daud,

Setahu saya Michael Riwu Kaho tidak ateis. Ketika dia menjelaskan kepada kami para mahasiswa tentang proses evolusi, beliau selalu memberikan perspektif religius terhadap materi itu. Itulah yang membedakan beliau dari dosen lain. Jadi, saya tidak setuju dengan anda. Anda keliru. Saran saya, jangan mudah menuduh (Sonny)

Anonim mengatakan...

Renungkanlah kutipan yang saya bikin ini:

"Arwah pahlawan kemerdekaan bisa menangis jika tahu kondisi Indonesia saat ini"

Negara kita Indonesia tercinta telah merdeka sejak 17 agustus 1945. Itu berarti tahun ini sudah 66 tahun negara kita merdeka dari segala bentuk penjajahan dan penindasan. Hidup di masa penjajahan sudah barang tentu sangatlah tidak menyenangkan, sehingga menimbulkan pergolakan untuk merebut bangsa ini kembali dari tangan asing.

Untuk mencapai kemerdekaan itu sangat tidak mudah karena dibutuhkan perang fisik dan mental dalam waktu yang tidak sebentar. Ribuan bahkan Jutaan orang meregang nyawa, terluka, menderita, menangis, lapar, dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang di zaman penjajahan mungkin menganggap kemerdekaan adalah suatu mimpi yang entah kapan bisa terwujud. Kemerdekaan harus ditebus dengan harga yang sangat mahal di negri ini. Orang-orang rela mati dan menderita untuk mewujudkan impiannya.

Anonim mengatakan...

Lihat saat ini apa yang terjadi?

- Generasi muda terpecah-belah dan tidak peduli terhadap masa depan bangsa
- Generasi tua mati dan terkubur bersama semangat perjuangan 45
- Anak-anak tidak berjiwa patriot, tidak tahu tugas, buta sejarah dan tidak tahu jasa pahlawannya
- Oknum pemerintah senang menimbun harta yang bukan haknya
- Orang lupa akan adanya surga dan neraka ketika mereka kelak mati
- Rakyat tidak peduli terhadap sesama dan hanya bisa menuntut dari pemerintah
- Tidak banyak lagi orang yang rela mati untuk kemajuan dan keadilan di negara ini
- Negara terjajah secara terselubung sehingga kekayaan negri ini terkuras habis
- Masyarakat lebih mencintai melakukan sesuatu yang sia-sia daripada yang berguna
- Angkatan kerja lebih suka jadi pegawai kecil daripada menjadi pengusaha sukses

Anonim mengatakan...

Jangan buat para pahlawan negeri ini yang telah gugur menyesal telah menyumbangkan dharma bhakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka mungkin tidak akan rela mau berjuang jika dulu mereka tahu negera yang telah merdeka diisi oleh orang-orang seperti kita. Mari jangan kecewakan mereka dan ayo buat mereka tersenyum bangga pada generasi penerusnya. Mari kita isi kemerdekaan yang penuh nikmat ini dengan trus berjuang untuk ibu pertiwi.

Anonim mengatakan...

@ Sonny,

Mantap....(13)

Anonim mengatakan...

@ Daud,

sembunyi dimana kau? di kolong tempat tidur ko? (13)

Anonim mengatakan...

Perayaan 17 AGustus di kupang tidak ramai. Sepiiiii....kurang nasionalis kah? (13)

Anonim mengatakan...

Terbukti blog ini adalah blognya kaum ateis. Jangan malu mengakui itu ya!!!!!! (Daud)

Anonim mengatakan...

wah... ada 72 komentar pada postingan kalin ini (hingga saat ini). Tapi, ada dua hal yang bisa disimpulkan.

1. Ternyata si Daud "sontoloyo" memang sukses memainkan peranannya sebagai provoktor. Cukup dengan satu kalimat "ateis" ternyata memancing beragam feedback dari teman's blog ini. Eh... Daud, ente bahlul... Saya angkat jempol kepada anda. Maksudnya Jempol kaki saya. Wakakaka.

2. Ternyata teman's blog ini sebagian besar merupakan "pelindung" dari si pemilik blog, Mister BM. Ah... Ternyata anda-anda yang masuk kategori ini sangat pantas menyandang gelar "pembela blog" seperti saya.

teman-teman "pembela blog" yang lain, saya berpikir untuk menghadapi si sontoloyo ini percuma kita berujar, berkomentar yang macam-macam. Percuma. Tak didengar. Sekali sontoloyo, yah si daud tetap saja sontoloyo. si Mister BM tak perlu lagi dipertanyakan lagi sosoknya. Dalam postingan sebelumnya sudah jelas terbaca, beliau adalah seorang akademisi dengan segudang prestasi dan anggota majelis gereja. Tetap menulis mister BM. Kami "Pembela-pembela blog" ini tetap menantikan tulisan-tulisan bernas mu.


(Pembela blog)

Anonim mengatakan...

@BM

ah... terlintas dalam benak saya. Daripada si Daud memancing keributan, bagaimana kalau BM mengijinkan si daud memposting tulisannya sendiri. Supaya kita bisa melihat apa visi si sontoloyo ini yang tercermin dari tulisannya.

@Daud

Berani gak ente posting tulisan ente di blog ini. Jangan pengecut dong, bersembunyi di balik komentar-komentar dan tuduhan ente yang gak bermutu. don't be a coward, man.

(Pembela blog)

Anonim mengatakan...

@Bung 13

yah saya setuju dengan anda. apakah perayaan 17 agustus yang sepi-sepi ini di kota kupang menandakan jangan sampai peringan 17 agustus hanyalah suatu seremonial rutin tiap tahun semata?

Malah, yang saya amati yang ramai justru orang pada sibuk membicarakan siapa calon walikota yang akan dipilih nantinya. Lihat saja, wajah kota kupang sudah mulai dipenuhi dengan gambar-gambar calwalkot. Wah.. bikin sumpek kota kupang saja.

@Bung Anak NKRI

Bakar dong semangat anda untuk teman-teman di kota Kupang. Tularkan semangat anda. jangan cuma bisa marah-marah saja di blog ini.

(pembela blog)

Anonim mengatakan...

Indonesia pusaka, Indonesia tanah air beta. Tanah milik kita semua golongan, agama dan lain sebagainya. Merdeka jiwa kita merdeka badan kita merdeka pikirna kita tap jangan merdeka untuk saling bertengkar (Sherly)

Anonim mengatakan...

Bigmike adalah sahabat blogger yang sangat religius (Sherly)

Anonim mengatakan...

@ Usi Sherly,

c7 dengan usi. GBU (13)

Anonim mengatakan...

@ Daud,

sepertinya anda tidak bisa apa-apa lagi selain omong sembarang. Saya tidak lagi menuntut diskusi. Anda tidak berkompeten. OK?! (13)

Anonim mengatakan...

@ 13,

Otakmu mungkin bagus tapi imanmu keropos. Saya tidak akan melayani tantangan anda dalam berdiskusi karena iman itu bukan untuk didiskusikan. Jawaban ini juga untuk pembela blog dll. (Daud)

Anonim mengatakan...

@Daud

astaga!!! Jawaban anda sungguh absurd.
Iman bukan untuk di diskusikan?
Trus kita pengikut-Nya ini hanya cukup jadi pendengar saja? wah kalau begtitu apa bedanya kita dengan peserta penataran P4 (dulu)??

Jadi menurut anda, kita cukup mengimani tanpa tendeng aling-aling? Kemudian, otak kita yang dianugrahi oleh Tuhan digunakan untuk apa saja?

Wah... wah.. kalau begitu tulisan BM mengenai renungan juga tidak valid karena iman tidak untuk didiskusikan? dan kalau begitu, para penulis buku-buku kristiani juga semuanya ateis karena mendiskusikan mengenai iman??

Wah...wah kalau begitu saya berhenti saja berdiskusi dan berdebat saja dengan anda. anda kelihatan tolol sekali. maaf saya menggunakan kalimat tolol tersebut, sebab jika ada kalimat yang jauh lebih kasar lagi untuk menggambarkan sosok anda pasti akan saya pakai.

(pembela blog)

Anonim mengatakan...

Ateis membela ateis. DOsa semuanya. Tutup mulut saja (Daud)

Anonim mengatakan...

@Daud

Jangan emosi dulu kemudian membabi buta mengatakan kami semua berdosa. Santai-santai saja dan mari kita berdebat dengan kepala dingin.

Lagi-lagi, anda tidak menjawab pertanyaan saya. Anda menghindar pertanyaan saya. malah menyikapi pertanyaan saya dengan emosi. Ah.. anda bukan seorang pendebat yang baik.

bahkan dalam komentar yang terbaru anda mengatakan kami semua berdosa. Astaga! bagaimana seorang manusia yang notabene sama-sama berdosa, mengatai yang orang lain berdosa. lebih apa anda dari saya?

Saya berusaha tidak meladeni Ke-sontoloyo-an anda. bisa sama-sama gila. Saya hanya ingin anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Itu saja!

Pusing... pusing. Saya amat pusing. Pusing dengan Real Madrid hanya imbang dengan Barca, Chelsea seri di Premier League, Juve yang tak kunjung tajam para strikernya. (lho kok jadi ngomongin bola?) sekarang pusing dengan daud.
Pusing.... Pusing... PUSIIIINNNNGGGGG!!!!!!

(pembela blog)

Anonim mengatakan...

heeee daud, saya suda bilang kau nii macam iblis saja. suka tuduh, suka provokasi dan terakhir suka naek darah alias emosi ..... lama2 saya liat maksud anda beriman ini barangkali anda beriman kepada iblis kah??? pantas anda tidak mau berdiskusi soal iman saudara .... capedehh ....

Joni P

Anonim mengatakan...

@ Daud,

Iman tidak untuk didiskusikan? Nah, bagaimana denngan perintah mengasihi Tuhan dengan Akal budi?. Saya tunggu jawabmu (13)

Anonim mengatakan...

oh ia, apa maksud kamu bilang iman saya keropos. Kamu itu tuhan yang boleh menghakimi orang lain ko? DASAR BIADAB (13)

mikerk mengatakan...

@ Dear Daud,

Ahaaaaaaa.....senang juga mendapat kunjungan anda lagi setelah agak lama menghilang. Asiknya, lama pergi ketika kembali kebiasaan lama tidak berubah. Tidak apa-apa karena itu menambah warna sahabat di blog. Ada yang menuduh, ada yang membela, ada berpikir panjang, ada yang "sumbu pendek"...c'est la vie...itulah hidup ... terima saja. Saya tidak begitu tertarik menanggapi si akang Daud. Silakan menilai saya. Tapi kalo nanti mau pergi ya jangan lama-lama ya, seringlah berkunjung dan berkomentar di blog ini ya boss......salam....

mikerk mengatakan...

@ Pembela blog, 13 dan sahabat lain....


Thanx sudah membantu. Karena sahabat semua maka saya tidak perlu lagi capek-capke menjawab mister Daud. GBU all

mikerk mengatakan...

Besok hari Kemerdekaan NKRI ke 46.....naiklah bendera merah putih, kuamndangkan pancasila dan satukan tekad mari membangun Indonesia...sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi jaya. HIDUP INDONESIA. MERDEEEEEKAAAAAAA.....

mikerk mengatakan...

Waaaaaaahhhhh lupa nih, salam untuk sahabat saya yang agak mbeling...mister Proxy73.......merdeka bung....tararengkyu. GBU

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Mula-mula kepikiran ni BM ketularan latah pake wawancara imajiner model christianto wibisono. Agak membosankan. Tapiiiii....setelah membaca baik-baik, dapat saya simpulkan bahwa....BM emang tetap beda. BM bisa menggunakan pendekatan apa saja tetapi lalu diolah menurut gayanya yang khas lalu disajikan. Kita membacanya dengan nikmat. Mungkin inilah gaya merdekanya BM, yaitu bebas berkarya tetapi tetap memunculkan jati diri. inilah benang merah antara maksud BM dalam postingnya kali.

BTW, BM stil one of the best author in Indonesia blogg.....Merdeka Bung Mike (Elizahayu)

Anonim mengatakan...

For All that call Indonesian......MERDEKAAAAAAAAA.....(Elizahayu)

Anonim mengatakan...

Indonesia ku, Berdiri, Berkibar, Bertahanlah.

Dalam diam aku menangis
Dalam sepi aku bersembunyi

Tak mampu
Sungguh aku tak bisa

Melihat darah mengalir
Mendengar tangis menggema

Ya itulah kejadian dulu
Dulu ketika bambu runcing
Dan parang di tangan yang kecil
Mengayun mengusir mereka

Tapi kini
Teman-temanku
Sahabat-sahabatku
Yang hancurkan bumi pertiwi ini

Mereka pikir mereka benar!
Satu tarikan pemicu
yang menyebabkan ribuan nyawa terkapar!

Sungguh...
Andai sang pejuang terlahir kembali
mungkin mereka akan berkata

"Aku tak ingin Indonesia merdeka
Biarkan aku mati
Asal Mereka tak terlahir nanti"

(Yoga)

Anonim mengatakan...

Blog yang sangat bagus. Salam kenal dari Bogor (Yoga)

Anonim mengatakan...

@ Bung Mike,

Indonesia adalah kebersamaan. Bung Karno mengusulkan kata "gotong royong" jika dasar negara kita cuma 1 sila saja. Kata inilah yang hilang dari kita sekarang. SBY membangun koalisi bukan dengan semangat gotong royong tetapi hanya untuk mencari aman bagi diri sendiri. Terus semuanya meniriu SBY. Gotong royong digantikan dengan pencitraan. Semaput sudahlah NKRI kita (Eman)

Anonim mengatakan...

@ Bung Mike,

Gaya menulis yang enak dan pilihan lagu yang pas betul Indonesia memang pusaka kita semua. Ayo rebut kembali Bung dari tangan para kapitalis dan neo-kapitalis dan juga fundamentalist(Eman)

poempuisi mengatakan...

PRAJURIT JAGA MALAM

by chairil anwar

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !

(1948)

poempuisi mengatakan...

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(1948)

poempuisi mengatakan...

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

poempuisi mengatakan...

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai



Maju
Serbu
Serang
Terjang

(Februari 1943)

poempuisi mengatakan...

Sori, puisi di atas sempat kepotong tp dah diperbaiki....

poempuisi mengatakan...

@ Bigmike,


MERDEKA bung Mike. Keep ons posting kendati ada yg seperti daud. Anda tidak ateis...

Anonim mengatakan...

@ BM and all,

menjelang tidur setelah begadang semalam suntuk...nih tambahan dari gw, impian Bung Karno ttg Indonesia yang merdeka:

1. tujuannya pergerakan Indonesia haruslah suatu masyarakat zonder kapitalisme dan imperialisme,

2. jembatan kearah zonder kapitalis dan imperialis adalah kemerdekaan negeri Indonesia.

3.di dalam Indonesia Merdeka itu Rakyatlah yang menggenggam politieke macht, menggenggam kekuasan kekuasaan-pemerintahan.

Jelas to meneer dan meniir semuanya....wkwkwkwkwkw....(Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ Poempuisi,

Bagus puisinya tapi kowe orang ketuaran mabok ya?????.....wkwkwkwkw....(Proxy73)

tuaksatu mengatakan...

MERDEKA BM MERDEKA......JAYALAH INDONESIA......

tuaksatu mengatakan...

Menurut kamus Bahasa Indonesia, kata merdeka berarti : 1. bebas; 2. tidak terkena atau lepas dari tuntutan; 3. tidak terikat, tidak tergantung kepada orang atau pihak tertentu.

Berangkat dari arti merdeka menurut kamus tersebut, maka dapat dikelompokkan bahwa ada dua jenis karakter masyarakat dalam memaknai sebuah kemerdekaan. Ada yang betul-betul sudah merdeka. Ada juga yang baru merdeka setengah hati.

tuaksatu mengatakan...

Ada 5 ciri-ciri untuk membedakan kedua jenis kemerdekaan tersebut, yaitu:

1. Tekanan

Dunia ini tidak akan pernah lepas dari tekanan. Tekanan bisa muncul dalam bentuk apa saja, bisa berupa dateline yang ketat, tekanan dari customer yang meminta service lebih atau tuntutan untuk mencapai target yang dianggap setinggi langit, termasuk tekanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Berharap tidak mendapat tekanan sedikit pun di dalam kehidupan ini adalah hal yang mustahil. Meskipun merdeka dapat diartikan sebagai bebas atau lepas dari tuntutan, bukan berarti tidak ada tekanan.

Orang yang sungguh sudah merdeka akan menghadapi tekanan sebagai tantangan. Tantangan untuk menjadi kreatif. Tantangan untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik. Tantangan yang bila dapat terlewati memberikan efek ekstasi yang adiktif, bikin ketagihan.

Akan tetapi, ada juga yang justru terpuruk dalam menghadapi tekanan. Tekanan dianggap sebagai musuh besar, sebagai pohon besar yang tumbang melintang menghalangi jalan. Sehingga, bukannya dihadapi tekanan tersebut, tetapi malah di ratapi dan di kutuki. Kelompok masyarakat jenis ini termasuk yang merdeka setengah hati.

tuaksatu mengatakan...

2. Kehati-hatian

Jangan salah bersikap dalam menikmati kemerdekaan atau kebebasan. Para bapak bangsa, dahulu kala berjuang mempertahankan kemerdekaan bukan dengan bergerak bebas dan mengabaikan kehati-hatian.

Kehati-hatian disini adalah penuh perhitungan. Memperhitungkan risiko kegagalan. Mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi. Memperhatikan rambu-rambu yang menjaga keamanan. Mempertimbangkan reputasi kelompok / komunitas / keluarga.

Dengan demikian, orang yang merdeka penuh akan melakukan apapun sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangannya. Norma agama, norma masyarakat, aturan dan perundang-undangan akan dipegang sebagai panduan untuk kemudahan dan penjagaan keamaan agar tidak tersesat. Bukan sebagai hambatan. Keputusan yang diambil akan mempertimbangkan dampak ke depan yang mungkin terjadi. Baik dampak kepada dirinya sendiri maupun kepada keluarga, atau kelompoknya.

Berbeda dengan mereka yang merdeka setengah hati. Mereka akan menabrak aturan-aturan dan norma-norma karena dianggap sebagai halangan. Penyimpangan dilakukan karena tidak mengerti kewenangan dan tanggung jawabnya, atau demi keuntungan pribadi / kelompoknya.

Manusia yang merdeka akan bekerja dengan berani dan hati-hati. Manusia yang merdeka setengah hati bekerja dengan nekat dan sembrono.

tuaksatu mengatakan...

3. Perbaikan

Seringkali perbaikan atas suatu proses muncul sebagai akibat suatu kegagalan. Agar tidak terulang lagi, maka diupayakanlah perbaikan. Bahkan hasilnya tidak hanya untuk menghindari kegagalan, tetapi juga menghasilkan efisiensi yang lebih baik. Perbaikan bukan hanya dalam proses bekerja tetapi juga perbaikan kompetensi diri.

Ide perbaikan, baik yang sederhana, inovatif bahkan ide yang gila sekalipun, hanya muncul dari pikiran manusia yang betul-betul sudah merdeka. Karena ada keinginan untuk bebas dari kesalahan. Bebas dari ketertinggalan. Ada keinginan untuk melewati tekanan dengan hati-hati.

Berbeda dengan jenis merdeka yang lain (baru setengah hati). Perbaikan hanya akan dianggap sebagai mahluk baru yang menyusahkan, menambah load pekerjaan. Alih-alih memikirkan perbaikan, mereka hanya menggerutu terhadap keadaan gagal dan proses yang tidak efisien.

tuaksatu mengatakan...

4. Ketulusan

Kata ulama, bekerja adalah ibadah. Jadi, harus dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas. Bekerjalah seperti melayani Tuhan.

Bagi karyawan yang merdeka total, maka ia tahu apa yang menjadi bagian dari pekerjaannya. Ia tahu mengambil posisi dan tidak akan melempar tanggung jawabnya kepada unit kerja atau orang lain. Ia akan mengerjakan bagiannya dengan sepenuh hati. Muhamad Yunus bersama karyawan Grameen Bank bisa berhasil karena mereka bekerja dengan hati yang tulus. Mereka adalah contoh karyawan (dan pemilik) yang merdeka penuh.

Bandingkan dengan karyawan yang baru merdeka setengah hati. Sepanjang hari hanya ada keluh kesah dan gerutu tidak membangun. Tentang overload pekerjaan, target yang tinggi, kurangnya penghargaan dari perusahaan, bos yang diskriminatif, atau tentang anak buah yang sulit.

tuaksatu mengatakan...

5. Penghargaan

Dalam konsep manajemen diri, penghargaan terhadap diri sendiri sangat penting untuk menjaga motivasi.

Namun demikian, kemampuan untuk memberikan apresiasi kepada diri sendiri hanya dimiliki oleh orang-orang yang bebas, orang-orang yang merdeka seutuhnya. Mereka mampu membanggakan hasil perkerjaannya baik kepada diri sendiri mapun kepada orang lain. Sukses itu sungguh relatif. Dengan demikian, siapa saja bisa mendefinisikan kesuksesan dirinya secara bebas. Seorang customer service junior yang dengan gemetaran karena baru saja selesai melayani seorang calon nasabah yang merupakan pejabat pemerintahan setempat yang cerewet dan bawelnya minta ampun, tetapi bersedia membuka rekening dan fasilitas jasa lainnya, maka boleh saja ia menyatakan dirinya telah sukses dan patut merayakannya. Penghargaan lebih tinggi dari pihak tentu saja penting. Tetapi bagi mereka yang merdeka penuh, jauh lebih penting lagi bila ia dapat menghargai pekerjaannya sendiri, memiliki rasa kebanggaan terhadap hasil pekerjaannya. Dengan demikian, ia mampu mengontrol dirinya untuk tidak tergoda apabila ada insentif / tawaran yang diluar kewajaran atau diluar haknya.

Bagi mereka yang baru merdeka setengah hati, penghargaan adalah kewajiban orang lain bagi dirinya, sementara mereka sendiri tidak tahu persis apakah dirinya layak dihargai atau tidak, tetapi menuntut untuk dihargai. Ketika ada tawaran yang bukan haknya, maka mereka tidak mampu menolak atau membedakan apakah tawaran tersebut merupakan penghargaan atas prestasi atau suap.

mikerk mengatakan...

SODARA-SODARA SEBANGSA DAN SETANAH AIR. TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DAN BERKOMENTAR DI BLOG INI. SALAM KEBANGSANAAN...MERDEKA......GBU....

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Posting yang sangat bagus. Blog yang smart (Satyo)