Rabu, 02 Maret 2011

anak ku perempuan sudah jadi sarjana

Dear Sahabat Blogger,

Seorang Teolog dari Gereja Lutheran, Jerman dalam bukunya yang berjudul "Earth Community Earth Ethics", menuliskan bahwa bumi kita ini adalah sebuah rahim yang lambat. Amat lambat. Bukan cuma lambat, tetapi proses pembentukan kehidupan dalam rahim Bumi adalah sebuah proses yang kasar, traumatik, penuh sentakan-sentakan, kesekaratan, kepunahan dan mulai dari awal lagi.

Betapa tidak, 15 milyar tahun yang lalu universe dibentuk hanya melalui sebuah ledakan dari gas yang berukuran kecil tak terhingga yang berpendar dengan kecepatan tak terhingga. Bersamaan dengan kilatan ledakan itu, tata surya dan semua benda langit dihamparkan begitu saja. Lima (5) milyar tahun setelah ledakan besar itu barulah terbentuk bintang-bintang penting dan galaksi-galaksi. Setelah itu diperlukan 5 milyar tahun lagi barulah terbentuk galaksi bima sakti, yaitu galaksi kita, dengan matahari sebagai pusat dan planet-planet- antara lain bumi kita - berputar mengelilingi matahaari. Ketika itu, Bumi kita hanyalah batuan lebur yang secara terus menerus mengalami gempuran hujan meteor. Setelah gempuran meteor mereda barulah sel hidup pertama terbentuk. Lantas, 3,9 milyar tahun lampau proses fotosintesis untuk membentuk karbohidrat untuk pertama kalinya terjadi. 2 milyar tahun yang lalu sel-sel yang lebih kompleks, dan terampil menggunakan oksigen, menyebar memenuhi bumi.

Di antara 2 milyar sampai 570 juta tahun yang lalu kehidupan berkembang tenang. Dimulai dari terbentuknya makhluk hidup bersel banyak di dasar laut lalu kehidupan berjalan cepat tetapi tidak dramatik. Ada erupsi-erupsi yang menyuburkan permukaan tanah lalu hadirlah hewan-hewan tanah seperti cacing dan cs-nya. Akan tetapi memasuki 400 -300 juta tahun lalu tiba-tiba semua kehidupan itu menghilang secara dramtis dalam kemusnahan besar Cambrian. 300 juta tahun lalu kehidupan terbentuk lagi. Ikan-ikan bersirip, binatang melata, binatang bertulang belakang dan pohon-pohon bersebaran. Tetapi 245 juta tahun lalu terjadi lagi kemusnahan besar dimana 70-95% spesies musnah dan tak pernah muncul lagi. Namun demikian 200 juta tahun lalu kehidupan muncul lagi. Dinosaurus, burung, bunga, semak dan pohon mereba semerbak sampai masa jurassik. Setelah itu dinosaurus dan berbagai spesies lainnya musnah. Datanglah spesies baru. Kucing, anjing, kera dan beberapa mamalia lain hadir di antara 40-30 juta tahun lalu. Beruang, babi dan unta terlihat pada 4,5 tahun yang lalu. Pada masa itu, tanah berumput bertebaran. Sekitar 2,6 juta tahun lalu kera besar Homo habilis eksis dalam wilayahnya dengan menggunakan peralatan dari batu.

Pada 1,5 juta tahu lalu Homo erectus sang pemburu muncul bersamaan dengan domba, bison dan aneka mamalia lainnya. Lantas, di antara 400.000 - 200.000 tahun yang lalu Homo sapiens, bapak/mamak moyang kita, berjalan tegak (konon Homo sapiens pertama yang turun dari pohon dan berjalan tegak bernama Lucy ... bukan Ludji ... he he he he...). Pertanian teridentifikasi dipraktekan pada 12-000 - 10.000 SM. Ternak dijinakan pada 8000 SM. Petani di Cina menanam padi 7500 SM. Roda dan tulisan hadir dan berkembang, bersamaan dengan peradaban Mesopotamia, hadir pada 3500 SM. Dengan modal tulisan lalu orang Yunani berfilsafat 600 tahun SM. Yesus adalah penanda tahun Masehi. sekitar 2000 tahun yang lalu. Bangsa moderen muncul 400 tahun yang lalu. Revolusi industri 200 tahun lalu. Robert Riwu Kaho lahir 1933 dan menjadi penanda klan Riwu Kaho tagal perkara guru HIS-nya yang mencampurkan begitu saja nama ayahanda Robert, yaitu Riwu dan kakek ayahandanya, yaitu Kaho. Tahun 1960 anak Robert yang pertama, bernama Dari Riwu Kaho hadir sebagai bayi. Tahun 1963 lahirlah adiknya Dari, yaitu Ludji Michael. Pada tahun 1984 lahir cucu pertama Robert, yaitu Norman, yang adalah anak pertama Ludji Michael. Tahun 1987 lahirlah anak ke-3 Ludji. Seorang anak perempuan. Pertama dan satu-satunya yang perempuan dari total 5 orang anak. Dan pagi itu, pukul 08.00 WITA bertempat di Aula Universitas Nusa Cendana. Si anak perempuan itu diwisuda. Pembaca nama wisudawan asal Fakultas Hukum memanggil namanya: Joan Patricia Walu Sudjiati Riwu Kaho, SH dengan indeks prestasi kumulaif 3,46. Dia maju ke depan meja Anggota senat dan diwisuda. Saya hadir di situ. Tertegun dengan mata yang berkaca-kaca.

Sahabat Blogger terkasih, anda sungguh tidak salah jika menebak bahwa lewat posting ini saya ingin membicarakan tentang Puput. Oh iya, nama Puput berasal dari kata Putri karena dia adalah anak perempuan saya. Seingat saya, Oma Tien almarhum juga menyapa dia sebagai Putri. Tetapi kemungkinan besar anda akan salah menebak jika berpikir bahwa ketertegunan saya dan keharuan saya pada peristiwa wisuda Puput adalah karena wisuda itu sendiri. Sejujurnya harus saya katakan bahwa bukan peristiwa wisuda itu sendiri yang membuat saya tertegun dan terharu. Bukan. Peristiwa wisuda bagi saya nyaris merupakan peristiwa biasa. Saya sendiri pernah diwisuda 1 kali, yaitu pada saat menyelesaikan pendidikan sarjana strata 1 saya pada tahun 1986, 1 April. Tetapi jauh sebelum itu, sejak tahun 1982 saya sudah sangat berpengalaman memakai baju toga wisudawan sebagai petugas "pedel" dalam acara wisuda. Tugas itu saya emban terus menerus dan terhenti hanya ketika saya sendiri diwisuda. Bahkan pada saat saya diwisuda saya masih saja bertugas juga sebagai pembaca janji alumni. Setelah diangkat sebagai dosen PNS di Undana, tugas pemegang "pedel" saya lanjutkan lagi sampai tahun 1990 ketika saya melanjutkan studi strata 2 di IPB, Bogor. Kembali dari IPB, saya kembali bertugas sebagai MC dan baru terhenti sama sekali pada tahun 2000. Saya bosan dan tidak mau lagi terlibat dalam acara wisuda sebagai panitia.

Hadir dalam acara wisuda-an masih saja berlanjut ketika isteri saya, Dolly, diwisuda sarjana pada tahun 1990 dan pasca sarjana tahun 2005. Semasa masih mengabdi di Universitas PGRI NTT, setiap wisuda saya hadir di panggung anggota senat Universitas karena saya pejabat di sana. Tahun 2007 saya menghadiri upacara wisuda sarjana anak saya yang pertama, Norman ,di Undana. Lalu pada tahun 2010 saya sekali lagi menghadiri acara wisuda s2-nya Norman di UGM. Singkat kata, acara wisuda tidak lagi menjadi sesuatu yang istimewa bagi saya. Mungkin karena itu, saya sendiri hanya mau diwisuda 1 kali saja, yaitu pada saat s1. Selanjutnya saya tidak merasa perlu mengikuti acara wisuda yang cenderung bertele-tele dan membosankan itu. Tetapi mengapa pada saat wisuda Puput, saya harus tertegun dan berkaca-kaca? Jawabnya sederhana, yaitu kenangan atas kejadian masa lalu dan ketidak pastian di masa depan. bagaimana jelasnya? Begini:

Memang tidak selambat rahim bumi yang memerlukan 15 milyar tahun sebelum sampai ke bentuknya yang sekarang tetapi kelahiran Puput adalah kelahiran yang amat terlambat. Jika waktu hamil sampai bersalin secara normal adalah 9 bulan 9 hari maka lamanya Puput dalam rahim mamanya hampir 10 bulan. Melebihi waktu normal dan berbahaya secara medis. Tawaran operasi cesar terpaksa diabaikan karena saya tidak punya uang. Karena itu, kami suami dan isteri amatlah gundah gulana. Tapi tak disangka, pada tanggal 18 Februari 1987 malam, saya ingat betul tentang hal ini, mamanya dan saya sedang menonton acara aneka ria safari di TVRI. Giliran penyanyi Johni Iskandar dan grupnya "orkes melayu pengantar minum racun" terdengarlah syair lagu yang bunyinya ..."ku sentuh jari lembut mu". Ketika divisualisasi eh yang ditunjukkan adalah gambar singkong bakar yang hangus kehitaman. Saya hanya nyengir kuda tetapi tak saya duga mamanya Puput tertawa terpingkal-pingkal lalu sejurus kemudian ..... masih sambil tertawa .... dia berlari ke kamar mandi....saya bertanya "kenapa?. Dolly menjawab ..... "saya tidak tahan mau pipis karena kebanyakan tertawa". Tak lama kemudian mamanya Puput keluar sambil setengah berteriak mengatakan bahwa "saya sudah dapat tanda mau melahirkan". Besok paginya, 19 Februari 1987 Puput lahir.....luar biasa, anak ini hanya mau melihat dunia kalau sudah mendengar musik dangdutnya Johni Iskandar. Puput memang spesifik.

Ketika berumur 10 bulan, Puput mengalami sakit demam yang hebat. Berkali-kali kejang dan pingsan. Opa dan Omanya cuma bisa menangis. Saya juga tak berdaya. Puput bergumul dengan maut 1 hari penuh sejak subuh sampai subuh kembali. Kami serumah berkumpul dan berdoa menyerahkan semua perkara hanya kepada Tuhan. Kami kohon kesembuhan tetapi jika Tuhan berkehendak yang lain maka biarla jadi menurut kehendak-Nya. Harapan kami tipis. Tetapi besok paginya, Puji Tuhan, dia sembuh kembali. Sejak itu Puput tumbuh dan berkembang dengan watak yang keras bagaikan anak lelaki. Memanjat pohon adalah hobinya. Dialah yang mengajarkan kepada 2 kakak laki-lakinya tentang teknik berpindah dari 1 pohon ke pohon lainnya jika 2 batang pohon tumbuh berdekatan. Adik laki-lakinya yang dua orang amat takut pada gamparan si Puput. Olahraganya adalah Karate, Taekwondo dan olah tenaga dalam. Hobinya bermain musik dan istrumen yang dikuasainya adalah drum. Ya, Puput adalah drummer band Nobita di Kupang. Aneh memang anak ini. Tidak berkembang sesuai keinginan saya yang cuma punya 1 anak perempuan. Sambil bergurau saya sering mengatakan bahwa jumlah anak saya ada;ah 4.5 laki-laki dan 0.5 perempuan. Hanya sebegitukah kisa masa lalu Puput sebagai modal keharuan saya? Belum semuanya.

Masih ada satu peristiwa lagi yang lalu berkaitan dengan kegamangan tentang masa depan. Persitiwa itu adalah peristiwa yang amat mengecewakan hati saya dan lalu saya selalu mengalami "ketakutan" akan masa depan Puput. Menjelang tamat SMA Puput menyampaikan niatnya untuk menjadi Pendeta dan karenanya akan kuliah di Fakultas Teologi. Saya sangat bersukacita mendengar niatnya ini karena diam-diam saya memimpikan bahwa salah satu anak saya bisa menjadi pendeta. Mamanya serta Opa dan Omanya almarhum juga tak kalah bergirang hati. Kami semua bedoa dan bernazar pada Tuhan semoga kiranya Tuhan berkenan atas rencana Puput. Tetapi saya menjadi kecewa kareana pada masa pendaftaran testing kami diberitahu oleh Puput bahwa dia tidak lulus test kesehatan. Puput tak bisa kuliah di Fakultas Teologia. Kami sedih tapi masih berpikr bahwa mungkin ada rencana Tuhan yang lain. bagi dia. Tetapi kekecewaan itu berubah menjadi kegeraman dan amarah yang amat besar sampai-sampai saya nyaris hilang kontrol diri dengan jalan meminu obat penenang jauh melebihi dosis - tetapi sampai tulisan ini dibuat, Puput, mamanya dan semuanya tidak pernah saya beritahu tentang kemarahan saya itu. Mengapa saya marah besar? Ternyata menurut salah satu sahabat saya yang adalah staf dosen di Fakultas Teologia, yang ikut mengetest, Puput sebenarnya diterima di Fakultas Teologia tetapi dialah yang memutuskan untuk mundur. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Luar biasa mengecewakan. Anak yang sudah kami nazarkan agar dapat menjadi pelayan Tuhan, penerus jabatan orang-orang Lewi, malah tega menghancurkan impian kami semua. Bukan cuma itu, saya menjadi ketakutan karena dengan begitu Puput "telah melarikan diri" dari Rancangan Tuhan. Pencobaan bagi saya sebagai orang tua Puput belum kelar. Sebagai ganti "ngancirnya" Puput dari Fakultas Teologia dia mendaftar ke Fakultas Ekonomi, UKAW. Cuma betah 1 tahun, dia pindah ke Fakultas Hukum Undana. Buang waktu Buang uang dan, sebagai pelipur lara hati, saya bergumam "buang sial" he he he...

Demikianlah alasan mengapa ketika Puput diwisuda saya malah tertegun dan berkaca-kaca. Ceritera hidup Puput sering membawa kami ke tepian kegalauan. Tidak persis benar tetapi kisah hidup Puput dapat dilihat dalam perspektif kekasaran yang terjadi dalam rahim bumi yang amat lambat itu. Proses penciptaan bumi adalah proses yang berliku-liku, dan keras serta mematikan dan menghidupkan silih berganti. Menurut kacamata ateis, semua itu terjadi karen misteri hukum-hukum alam. Menurut kami, termasuk saya, yang teistik, semua itu adalah karya Tuhan. Sebagai Kristiani saya mengenal Mazmur 23 yang memberi gambaran bahwa hidup memang silih berganti antara kesukaran dan kebahagiaan. Puput juga demikian. Ketika kami berpikir bahwa sentakan hidupnya akan berakhir ternyata dia masih ada sampai saat wisuda. Ketika kami bersuka cita bahwa dia sudah ada dalam perjalanan menjadi pelayan Tuhan, Puput malah membelokan sendiri arah jalannya. Saya tertegun akan hikmah dari semua itu, yaitu ketika anda ingin berbahagia ingatlah ada kesusahan mengintip di balik punggung kebahagiaan itu. Ketika anda berkesusahan janganlah hilang harapan karena ada kebahagiaan menanti di depan. Saya memahami betul itu dan lalu di situlah saya tertegun. Kalau benar bahwa Tuhan hadir dalam semua rancangan baik lalu Tuhan itu maunya apa? Tuhan itu mau kita bahagia atau tidak? Tuhan punya rencana apa ketika yang DIA ciptakan lalu dimusnahkan dahulu sebelum kehidupan baru ditumbuhkan? Mengapa Puput akhirnya diwisuda sebagai sarjana hukum dan bukan sarjana Teologia?

Setelah hari wisuda yang membahagiakan bagaimana hidup Puput selanjutnya. Dia yang pernah dinazarkan agar dapat menjadi pelayan lalu menolak apakah ada hari baik baginya? Hari yang menggembirakan Puput lalu hari bagaiman yang akan menyusahkan bagi Puput? Saya sunggu tak tahu. Puput tak tahu. Tak seorangpun yang tahu. Rancangan Tuhan sungguh tak terselami. Bahagia kah? Kesusahan kah? Kapan bahagia? Kapan susah? Apakah masih perlu ada kesusahan dalam rancangan Tuhan karena bukankah Tuhan itu Maha Baik? Pertanyaan yanag sama sahihnya dengan pertanyaan pada fenomena sejarah bumi bahwa mengapa harus ada penderitaan jikalau ada tertulis bahwa "semua baik adanya". Itulah kembimbangan atas ketidak pastian. Lalu manusia memang selalu bimbang ketika bertemu dengan ketidakpastian dan hal itu menyusahkan hatinya. Saya mengalami itu tepat ketika Puput diwisuda. Saya teringat bahwa tagal perkara kebimbangan antara bahagia dan penderitaan maka beberapa filsuf menyatakan bahwa hal ketidakpastian itu membuat manusia tidak merdeka dan lalu berpikir bahwa Tuhan sebenarnya tidak ada. Sartre mengatakan bahwa "jika Tuhan itu ada maka manusia kehilangan kebebasannya dan karena itu kehilangan eksistensinya. Jadi Tuhan harus tiada supaya kitalah yang akan menentukan sendiri kapan bahagia kapan menderita. Eksistensi manusia ada keputusan bebasnya itu". Nietszche lalu mengatakan bahwa "Tuhan sudah Mati", kita yang membunuhnya". Yang lainnya bertanya, jikalau DIA ada mengapa masih harus ada kesusahan di bumi dan bukan cuma kebahagiaan. Kisah bumi mengkonformasi hal itu. yaitu dibalik kehidupan ada kemusnahan. Lalu harus bagaimana Puput? bagimana pula saya? Tetapi saya lalu teringat akan percakapan antara 2 orang. Yang 1 ateistik dan yang lainnya teistik.

Ateis : apakah kamu mengenal secara persis Tuhan yang kamu sembah
Teis : oh....tidak seluruhnya. Saya hanya memahami apa yang bisa yang saya pahami
Ateis : Lha, jikalau begitu mengapa kamu masih harus menyembah DIA yang tidak bisa kamu pahami itu?
Teis : Justru karena tidak memahaminya itulah saya menjadi gentar, takjub dan tak berdaya di depan-NYA. Lalu, saya memilih untuk menyembah-NYA

Dear sahabat, Anda bebas memilih sikap apapun karena anda terlahir bebas. Anda boleh memilih bahwa masa depan anda seluruhnya adalah urusan anda sendiri dan tidak ada urusan dengan Tuhan. Tetapi ijinkan saya dan Puput dan seisi rumah saya, dengan penuh rasa gentar, takjub dan tak berdaya lalu tertegun dan berkaca-kaca, memilih untuk percaya bahwa wisuda Puput dimungkinkan oleh Tuhan dan karena itu masa depan yang indah juga bukan hal yang mustahil bagi Puput karena Tuhan akan memungkinkannya. Yang diperlukan cuma ini: "percayalah dan karena itu bekerjalah karena percaya adalah bekerja itu sendiri".


Tabe Tuan Tabe Puan

62 komentar:

mikerk mengatakan...

Dear All,

Posting ini belum sempat diedit. Semoga tidak menganggu. Selamat membaca, GBU

mikerk mengatakan...

"Gaudeamus igitur"

Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.

Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quod libet
Vivant membra quae libet
Semper sint in flore.

Anonim mengatakan...

Shalom Pak Mike,

saya baru baca sepintas tetapi sudah bisa belajar sesuatu. Terima kasih Pak, tulisan ini mencerahkan hati dan pikiran (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

Bagian pertama tulisan bikin takjub, bagian kedua biki kita mau ketawa, bagian ketiga bikin kita was-was karena kutipan atesitiknya dan akhirnya kita bersukur atas KASIH TUHAN. Terima kasih skali lagi Pak Mike (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

ohya hampir lupa, SELAMAT WISUDA UNTUK ADIK PUPUT. Berdoa dan bekerja supaya bisa sama ke bapa Mike (Yes, BTN)

mikerk mengatakan...

@ Dear All,

saya baru selesai melakukan beberapa editing yang perlu. Semoga lebih mudah dibaca. Tuhan memberkati anda.

mikerk mengatakan...

@ Pak Yes,

Tengkyu, JBU

Anonim mengatakan...

@ Bung Mike,

Posting yang luar biasa. Sama seperti Yes, saya juga merasakana aneka sensasi. Takjub, lucu, jengkel dan heran. Saya pelajari lagi dulu sebelum berkomentar. Syalom (John)

Anonim mengatakan...

Eh, saya dengar Ama ada janji mau pandu beberapa kawan di nutrisi untuk bikin blog ya? beta mau ikut (John)

Anonim mengatakan...

waduh hampir terlewat, selamat wisuda untuk anak Puput. Jesus Bless. Jangan lupa banyak berdoa karena su kabur jadi pendeta....ok? (John)

mikerk mengatakan...

@ Pak John,

Tengkyu. GBU

Soal bikin blog nanti kitong cari waktu yang pas. Memang beta su janji ke pak markus, pak arnold manu dkk mau bantu ko bikin blog. Nanti kitong baku kontak eee....

Anonim mengatakan...

Selamat buat Puput yang telah menyelesaikan pendidikan sarjananya. Buat BM, aq salut dengan setiap posting yang disajikan, top...top banget...terus berkarya bro, Tuhan berkati (Adek)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Sekali lagi a very good posting. Lar biasa. Saya sebenarnya heran, mengapa BM terus saja membatasi diri di web sendiri? Cobalah bergabung dengan sindikat web yang lain biar pikiran2 nya tersebar lebih luas (Ryan)

Anonim mengatakan...

Seh iya, selamat untuk si Puput ya. Cantik mirip foto mamanya tuh.....congratz deh....(Ryan)

mikerk mengatakan...

@ Adek dan Ryan,

Thanx sudah berkunjung dan berkomentar. Thanx juga atas ucapan selamat untuk Puput. GBU both of u

Anonim mengatakan...

@ BM,

Mantapppppppsssss......tapi dibaca ulang dahulu sebelum berkomentar. Thanx (Julius)

Anonim mengatakan...

Puput, selamat ee...(Sherly, CN, Oebufu)

Anonim mengatakan...

"percayalah dan karena itu bekerjalah karena percaya adalah bekerja itu sendiri". Bisa dijelaskan lebi lanjut?. BTW, a very good posting. Thanx (Sherly)

Anonim mengatakan...

luar biasa, anak ini hanya mau melihat dunia kalau sudah mendengar musik dangdutnya Johni Iskandar. Puput memang spesifik.
hahahahaha, puput pada faktanya sangat ogah dengan musik dangdut tp pencinta musik rock....

DTN

poempuisi mengatakan...

My Dear…
Tak terasa
beberapa tahun sudah
Hari-hari kuliah kau lewati,
Praktikum,
Praktek lapang,
Penelitian,
Seminar, dan
Sidang engkau lewati
Akhirnya…
Hari ini engkau pun wisuda

Tangis bahagia, senyum mengembang, mata berbinar, wajah berseri nampak didirimu
Ucapan selamat dan peluk mesra
Dari Ayah dan Ibu, sanak keluarga, teman kuliah, kawan terdekat dan sahabat
Menambah haru birunya hari ini

Begitu banyak kenangan yang pernah telah dilalui
Suka, duka, tangis dan tawa selama kuliah
Biarlah semua itu menjadi memory yang tak terlupakan
Yang akan menjadi cerita buat anak cucu kita

Teruslah berjuang!
Dimanapun engkau berada
Selamat!
Buktikan engkau mampu menjadi generasi terbaik untuk bangsa ini
Dengan gelar sarjanamu

Walaupun aku tak berada di ruang itu
Tapi, bahwa hari adalah hari istimewamu

poempuisi mengatakan...

@ Bigmike,

Posting yang bikin cemas karena menyangkut eksistensi Tuhan dan juga manusia.

poempuisi mengatakan...

"puisi untuk Tuhan"

tatkala kulihat mentari bersinar
kubuka mataku, mengucap syukur atas hari baru yg kau beri
dan menunggu datangnya malam, menanti akan cahaya rembulan,
dan bintang2 yg kaubuat dengan jemari tanganmu

setiap doa dan nafasku engkau yg beri kesempatan
kubertanya ada apa di balik pelangi
suatu tempat penuh canda dan tawa
dimana tiada kesedihan
dan pemuda itu menuju jembatan cahaya
menuju tempat itu, tanah yg permai
dimana tiada kesedihan, tangis dan air mata
kapankah aq akan kesana

engkau mengenalku, sejak lahirku
segala kendalaku, hati dan pikiranku
doa dan pergumulan
setiap rencanaku, apa yg terdalam di lubuk hatiku

Thank' u Lord I know u know me!

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Selamat untuk Puput....proficiat...

Anonim mengatakan...

Kalau harus jujur, posting BM kali ini sebenarnya tidak seencer yang terbaca. Saya mula2 menikmati ulasan BM tentang sejarah bumi sampai adanya perdabana. Bahkan secara nakal BM menyisipkan sejarah familinya. Tapi saya baru tersadar ketika di awal kisahnya, BM mengutip seorang Teolog. Kemudian di bagian tengah menuju akhir membawa kita pada diskursus tentang Tuhan.....saya kira hal ini amat serius (Eman, TDM)

Anonim mengatakan...

Pertanyaan kunciya adalah: mengapa ada kesulitan jika Tuhan itu Maha Baik.....

Apakah Tuhan itu benar-benar ada? Adakah kehidupan setelah kematian nanti? Apakah setelah mati saya pasti masuk surga? Bagaimana dengan masa depan hidupku? Apakah Tuhan akan menggenapi janji yang telah diberikanNya? Semua pertanyaan diatas merupakan ungkapan/ekspresi dari keraguan seseorang.

Anonim mengatakan...

Apakah BM sedang meragukan Tuhan? Saya kira tidak. Posting2nya tidak menunjukkan kecenderungan itu. Dalam posting inipun BM menyatakan bahwa ...percayalah....

Nah, bagaimana BM mengungkapkan rasa percaya nya ini...saya ingat bahwa BM masih punya 1 hutang besar yaitu apa pandangannya terhadap evolusi dan ketuhanan. Layak ditunggu...

BTW, BM thanx atas postingnya yang selalu menggoda pikiran kendati disampaikan dalam bungkusan yang santai (Eman)

Anonim mengatakan...

Wah, Puput sdh sarjana. Semoga jln hidup selanjutnya tetap penuh dengan kasih dan kesetiaan TUHAN.

BTW, coba Bigmike baca berita kompas berikut ini: http://regional.kompas.com/read/2011/03/08/09383413/Nataki.Cara.Masyarakat.Dayak.Membatasi.Api


(Puput pung om VQ)

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,

Baru kembali dari kampung dan baru baca.

Selamat untuk Puput. Terus mengasah diri karena menjadi sarjana baru langkah awal dalam memberikan arti bagi hidup. Maju terus. GBU (13)

Anonim mengatakan...

Saya kira bagian terindah dari posting ini ada pada bagian ini ....

Anda bebas memilih sikap apapun karena anda terlahir bebas. Anda boleh memilih bahwa masa depan anda seluruhnya adalah urusan anda sendiri dan tidak ada urusan dengan Tuhan. Tetapi ijinkan saya dan Puput dan seisi rumah saya, dengan penuh rasa gentar, takjub dan tak berdaya lalu tertegun dan berkaca-kaca, memilih untuk percaya bahwa wisuda Puput dimungkinkan oleh Tuhan

Wah mantap sekali. Di masa sekarang dimana ateisme merajalela masih ada ilmuwan yang percaya bahwa Tuhan itu ada.....

(13)

Anonim mengatakan...

@ Puput

Selamat anak. GBU

Anonim mengatakan...

sori (A9ust)

Anonim mengatakan...

@ Ama Ludji,


Beta kira lu su mau jadi ateis ternyata sonde....ada-ada sa lu pung otak ha ha ha ha....(A9ust)

mikerk mengatakan...

Dear All,

Thanx bagi yang sudah berkunjung dan memberikan komentar. GBU all

mikerk mengatakan...

Oh ya, atas nama Puput, saya mengucapkan terima kasih banyak atas cogratz-nya. GBU

mikerk mengatakan...

@ Ibu Sherly,

"Percaya adalah kerja"

1. Secara semantik kata percaya adalah kata kerja bukan?

2. Secara filosofis, percaya timbul karena paham. Paham ada karena pengalaman badan dan jiwa. Maka percaya adalah transformasi pengalaman badan dan jiwa lalu menjadi pengalaman. Pengalaman memebentuk paham. Karena Paham lalu kita percaya. Semua itu adalah "bekerja" ...

BTW, thanx atas pertanyaannya

mikerk mengatakan...

@ DTN,

Puput, dan mungkin kita semua, sebenarnya adalah pelaku dangdut dalam hidup. Dalam hidup ada hentakan kerasnya, ada ceria, ada susah, ada meweknya, ...aneka rasa.....barangkali cuma musik Jazz yang bisa menandingi dangdut soal kekayaan rasa. Nah DTN sendiri harus meneliti keragaman hayati komunitas pulai pandak. Itu dangdut juga sebenarnya......ha ha ha ha.....

mikerk mengatakan...

@ Ma Lobo Laki a.k.a VQ,

Beta su baca artikelnya dan hasil penelitian M. Dove ttg orang dayak dan api sudha menjadi salah satu referensi disertasi dulu.

Yang agak aneh adalah beta sekarang lebih banyak kerja dalam isu-isu air ketimbang api. Mungkin bisa lebe dingin. Tabalek deng Uli, teliti tanaman obat pulai pandak tapi karja jadi "abu nawas" seng mister SH, SH, MH......Uli bikin bodo dia trus tuh....ha ha ha ha....

mikerk mengatakan...

@ Trio Kwek kwek plus a.k.a Bung Eman, 13 dan Julius plus mister A9ust....

Posting ini merupakan bagian dari upaya membayar hutang janji posting tentang evolusi dan Tuhan.....Beberapa seri tulisan ke depan akan berkaitan dengan ini. Tunggu sa boss.....GBU

mikerk mengatakan...

@ Poempuisi,

Poem adalah puisi
Puisi adalah Poem
Poempuisi adalah apa?

Puisi sama dengan Poem
Poem artinya puisi
Poempuisi adalah
puisi yang memberi arti bagi persahabatan...

Salam puisi Bung....

widyanto mengatakan...

@ Bigmike,

Selamat untuk Puput. Proficiat.

Postingnya menarik dan seperti kata BM, kami yang lama meningkrongi blog ini menunggu pemenuhan janji BM ttg evolusi dan ketuhanan.Saya pikir posting ini salah satu bentuk pembayaran janji. Tapi ini baru awal, kita tunggu selanjutnya

widyanto mengatakan...

Saya pikir akan sangat menarik jika nanti BM mengulas evolusi dan Tuhan dari perspektif pandangan konvensional dan padangan modernitas. Rasanya tak sabar

widyanto mengatakan...

Tapi begini BM,

di grup diskusi ang saya ikuti ada pertanyaan...terkait dengan kata "percaya"....."apa agamanya TUHAN?"...kami berdebat panjang dengan hasil yang tidak ada hasil. Saya tidak meminta BM menjawab hal ini, cuma sekedar info bagi sahabat lain bahwa konsekuensi memiliki "percaya" tidaklah mudah. Persis seperti kata BM....bekerjalah.....

mikerk mengatakan...

@ Mas Wied,

Matur nuwun sudah berkunjung dna berkomentar. Juga untuk congratznya bagi siPuput.

Iya memang, saya mulai mengangsur hutang nih. Nanti ada serial lanjutannya. Tentang pertanyaan Tuhan beragama apa, nanti juga akan kelihatan apa pandangan saya.

Sekali lagi, matur nuwun. GBU

Fakhry mengatakan...

@ Mister Bigmike,

Wharakahdaaaahhhh.....Puput jadi Sarjana....met yaaaa.....real evidence you are going older and older and older....wkwkwkwkwk....

Fakhry mengatakan...

hmmmmmm.....talk about Sartre? Bahasan gue nih....

Filusuf Prancis ini sejak
kecil tenggelam di lembar demi lembar buku, mengenal nama-nama sebelum mengenal
dunia. Ia yang sejak remaja tak lagi mengenal Tuhan, menghambakan diri pada
kesusastraan, dan mendapat penghargaan Nobel susastra pada tahun 1964, namun
ditolaknya dengan alasan akan mengurangi kebebasannya, dan enggan diidentikkan
dengan kaum borjuis serta kapitalis. Pada sekitar periode itu pula ia menjelma
sebagai eksistensialis nomor wahid, dan juru bicara humanisme yang paling
depan.

Fakhry mengatakan...

Ada 4 ikon pemikiran Sartre:

1. Gagasan ttg Ada

“Eksistensi mendahului
esensi”, begitulah selalu filusuf-filusuf eksistensialis berkata, ”dan cara
manusia bereksistensi berbeda dengan cara beradanya benda-benda. Karenanya
masalah “Ada” merupakan salah satu tema terpenting dalam tradisi
eksistensialisme.

Bagi Sartre manusia menyadari Ada-nya dengan meniadakan
(mengobjekkan) yang lainnya. Saat
ini saya menyadari tengah duduk dalam sebuah forum diskusi, bersama dengan
orang lain, serta benda-benda lain, sekaligus menyadari bahwa saya berbeda
dengan orang lain, dan juga bukan sekedar benda. Saya meniadakan (mengobjekkan
orang dan benda lain). Begitulah kira-kira titik tolak filsafat Sartre.

Untuk memperjelas masalah ini, filusuf bermata juling ini
menciptakan dua buah istilah; être-en-soi, dan être-pour-soi.
Dengan ini pula ia membedakan cara ber-Adanya manusia dengan cara beradanya
benda-benda.

Benda-benda hadir di dunia setelah ditentukan lebih dulu identitas
(esensi) nya, sifatnya être-en-soi. Dengan
sifatnya yang seperti ini benda-benda tidak mempunyai potensi di luar konsepsi
awalnya

Sementara manusia, dengan Ada yang bersifat être-pour-soi,
eksistensi yang mendahului esensi, selalu punya kapasitas untuk melampaui
dirinya saat ini, dan menyadari Ada-nya.

Dari
konsepsi inilah Sartre kemudian mendapatkan pendasaran logis terhadap
ateismenya. Manusialah yang menciptakan Tuhan, bukan sebaliknya.

Fakhry mengatakan...

2. Ateisme Sartre


Sartre telah menghasilkan pikiran hubungan antara dua cara meng-Ada.

Ada-nya manusia yang dihayati lewat kesadaran, dan dengan cara meniadakan,atau menjadikan yang lain sebagai benda.

Dalam konsepsi agama, Adam (manusia) diciptakan Tuhan dengan
mengemban tugas tertentu. Dalam bahasa Sartre sebelum ia bereksistensi, ia lebih dulu direncanakan esensinya. Tapi pada kenyataannya, pola esensi yang
dimiliki manusia adalah yang sifatnya penuh dengan potensi. Ia tak pernah bisa didefinisikan esensinya hingga kematiannya. Selain itu, karakteristik dasar
dari kesadaran manusia adalah keterarahan kepada sesuatu (intensionalitas), sekaligus egois. Kontradiktif dengan konsepsi Tuhan sebagai penentu esensi manusia, atau dengan kata lain membuat manusia menjadi benda.

Sebelum Sartre, dunia juga mengenal Friedrich Nietzsche, sang
nihilis dari Prussia yang kondang dengan frasanya; “Gott ist tot! Gott bleibt tot! Und wir haben
ihn getotet.” Bedanya, jika
Nietzsche mengumumkan kematian Tuhan dengan tiba-tiba, maka Sartre melakukannya dengan lebih dulu menunjukkan kerancuan logika mengenai keberadaan Tuhan.

So, bersama Nietzsche, Sartre adalah pembunuh Tuhan.....

Fakhry mengatakan...

3. Kebebasan manusia

Pertanyaannya, eksistensialisme adalah tradisi filsafat antropologis, yang memusatkan diri pada pertanyaan dan pernyataan tentang manusia. Lalu kenapa dua orang ini perlu
repot-repot untuk membunuh Tuhan?

Nietzsche dan Sartre punya jawaban yang hampir mirip; jika Tuhan telah mati, segala nilai-nilai menjadi absurd; tak ada artinya. Karena telah kehilangan landasannya yang suci. Maka manusia bebas untuk berkehendak; merdeka!

Kebebasan bagi Sartre adalah kata kunci dalam filsafatnya. Kebebasan bukanlah rahmat bagi manusia, kebebasan juga bukanlah sebuah ciri yang membedakan manusia dengan
yang lain, tapi manusia adalah kebebasan itu sendiri. Dengan modus
keberadaannya yang bersifat être-pour-soi, manusia bebas untuk
mewujudkan apa yang diinginkannya.

Namun kebebasan manusia ini sifatnya ambigu. Di satu sisi hal itu berarti ia berhak untuk mewujudkan kemanusiaannya secara penuh, namun di sisi lain ia membuat kita merasakan kegelisahan. Karena itu filusuf yang juga aktivis kemanusiaan
ini pernah berkata dengan sebuah kalimat yang provokatif; “manusia dikutuk dengan kebebasannya!”

Perasaan gelisah ini bagi Sartre merupakan ciri dari kebebasan. Kegelisahan ini timbul
dari beban tanggung jawab ketika menyadari bahwa Tuhan tak lagi relevan, dan ia sepenuhnya bebas untuk berkehendak serta berlaku. Dalam merealisasikan kehendak
dan perbuatannya ini tak ada lagi landasan baginya, karena nilai-nilai ditentukan oleh dirinya sendiri.

Sebuah alegori yang terkenal dari Sartre untuk menggambarkan kebebasan yang menggelisahkan
ini adalah tentang seseorang yang berdiri di tepi jurang yang tinggi dan terjal. Menoleh ke bawah akan menimbulkan rasa cemas, karena membayangkan apa yang akan terjadi. Semuanya tergantung pada diri sendiri, apakah akan terjun,
atau mundur untuk menyelamatkan diri. Tak ada orang yang menghalangi untuk terjun, segala yang kita perbuat akan kita pertanggungjawabkan sendiri. Masa
depan saya seluruhnya tergantung keputusan saya.

Fakhry mengatakan...

4. Orang lain adalah neraka bagi diri sendiri;

Satu tema yang paling menarik dalam lika-liku pemikiran Sartre adalah tentang relasi
antar manusia. Karena kontroversinya, tema ini pula yang paling sering menjadi sasaran dari para kritikusnya.

”Dosa asal saya” kata Sartre, ”adalah adanya orang lain”. Demikian kira- menyimpulkan pandangan Sartre tentang hal
ini. Bagi filusuf yang mengagumi ide-idenya Karl Marx ini, hubungan antara aku dengan orang lain, senantiasa berdasarkan konflik. Untuk membahas masalah ini
kita harus mengingat kembali dua istilah yang diciptakan oleh Sartre untuk menggambarkan modus ber-Ada; être-en-soi, dan être-pour-soi, karena dari sini muasalnya asumsi Sartre.
Mengingat doktrin tersebut, hakikat kesadaran manusia adalah
intensionalitas, yakni kesadaran terhadap sesuatu, sekaligus mengobjekkan segala sesuatu.

Sekarang bayangkan jika “Aku”, bertemu dengan “Aku-Aku” yang lain,
kesadaran yang menegasi, bertemu dengan jenis yang sama.
Dalam hal ini Sartre mengajukan sebuah contoh yang sangat bagus
dan terkenal; saya sedang mengintip pada lubang kunci, ketika tiba-tiba mendengar langkah-langkah orang di belakang yang telah memergoki saya. Ketika
tengah mengintip, apa yang dilihat adalah dunia yang berpusat pada saya,orang-orang yang tengah saya intip menjadi objek, dan sayalah subjeknya. Sementara, ketika seseorang memergoki saya, mendadak sayalah yang menjadi objek
dalam kesadarannya. Mendadak saya didefinisikan (sebagai tukang ngintip, mau tahu urusan orang, dll).

Bahkan menurutnya hubungan antara orang yang saling mencintai
adalah relasi yang didasarkan atas sikap saling memperdaya. “Aku berpura-pura menjadi objek cinta pacarku, dan menyerahkan diri sepenuhnya. Padahal, sebenarnya akulah yang mengobjekkan ia dan akulah subjeknya.” Ada juga kemungkinan lain, misalnya ketika si A, B, dan C saling berselisih. Bisa jadi si A, akan melupakan konfliknya dengan B untuk sementara, dan bersama-sama menjadikan C sebagai objek.

Begitulah filusuf ini menjelaskan
bagaimana sebuah perkumpulan atau organisasi bisa terbentuk.

Fakhry mengatakan...

Jadi lihatlah, Sartre amat menantang gagasan religius kita. Yg gw liat BM kayaknya tertantang dan diposing ini BM belum bicara apa-apa. Belum ada pikiran filosofis. Cuma apologetika biasa. .... "Sartre begitu, Saya begini" ....So, menarik ditunggu apa kata Bos Mabuk ini ....wkwkwkwkwkwk.....

johanes mengatakan...

@ Rekan sepelayanan Penatua Bigmike,

Syalom,

Pertama saya ucapkan selamat atas wisuda ananda Puput. Selamat juga untuk Puput. Bertumbuhlah terus dalam iman yang benar kepada Tuhan Yesus "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)....

johanes mengatakan...

Ayat di atas saya kutip untuk mengatakan bahwa di dunia ini masa depan memang mencemaskan karena kita tidak pernah tahu persis apa yang akan terjadi di masa depan. Ada statistika untuk meramalkan. Ada cenayang yang mengaku bisa meramaltetapi semuanya tetap saja mengandung ketidak pastian yang amat tinggi. Siapa yang bisa meramalkan di awal tahun ini bahwa Jepang akan tertimpa bencana tusnami dan reaktor nuklir Fukushima akan "berulah"?

johanes mengatakan...

Karena itu, Iman Kristiani memberikan arahan yang sangat kuat bahwa dalam keadaan yang tidak pasti yan harus dlakukan orang percaya adalah ...mencari kerajaan Allah...

Sebelum mengatakan perkataan ini, Yesus berkata tentang apa yang dicari oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang yang tidak mengenal Allah mencari hal duniawi yaitu makanan, minuman, pakaian, rumah, mobil, jodoh, dan lainnya. Kata "semuanya" yang dimaksud oleh Yesus adalah hal yang dicari orang yang tidak mengenal Allah. Jadi sebagai orang percaya maka kita akan bisa memiliki semua itu. Tetapi ada satu syarat yaitu harus lebih dulu mencari kerajaan Allah dan kebenarannya.

johanes mengatakan...

Dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari terdapat pengertian yang lebih jelas. Versi B.Indonesia sehari-hari : "Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu."

Mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maksudnya adalah kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh aspek hidup kita. Dengan kata lain menempatkanNya sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Seorang Teolog (Brian Houston) mengatakan bahwa "Put Him first in your life".

johanes mengatakan...

Kalau boleh jujur saya ingin mengatakan kebanyakan orang kristen umumnya akan mencari semuanya yang akan ditambahkan daripada mencari kerajaan Allah dulu. Bahkan dalam doa-doa kita kebanyakan kita meminta yang ditambahkan daripada kehendak Allah.

Tuhan bukan tidak ingin memberkati anak-anakNya tetapi Ia ingin kita lebih dulu menjadikanNya sebagai Tuhan atau prioritas utama dalam seluruh aspek hidup kita. Oleh sebab itu dalam doa Bapa kami, kata datanglah kerajaanMu jadilah kehendakmu ditempatkan lebih dulu dari doa meminta berkat/makanan.

johanes mengatakan...

Jadi, begitulah sebenarnya cara orang Kristen mencari kepastian masa depan. "Percayalah pada Allah".

Tuhan Yesus sendiri memberikan contoh seperti yang ada dalam Ayat Alkitab di Markus10:32-34. "Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan…dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya, kata-Nya: Sekarang …Anak Manusia akan diserahkan…dan akan menjatuhi Dia hukuman mati…dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit".

johanes mengatakan...

Dalam persekutuanNYA dengan Allah, Yesus amat yakin dan pasti tentang masa depannya. Tuhan Yesus memulaikan tahap yang paling sulit dalam hidup-Nya di atas bumi. Saat itu adalah minggu terakhir-Nya di atas bumi, sebelum Ia akan mengorbankan hidup-Nya pada kayu salib sebagai harga tebusan dosa kita. Yesus mengetahui mengapa Ia ini kali harus pergi ke Yerusalem dan memberitahukannya untuk ketiga kalinya kepada murid-murid-Nya. Sebab Ia mempunyai kepastian bahwa itulah kehendak Bapa-Nya untuk melakukannya. Dia tidak ragu-ragu. Ia ‘berjalan di depan’ mereka.

Syalom

DR. Ir. L. Michael Riwu-Kaho, M.Si mengatakan...

@ Mister Proxy 73,

Gimana kabarnya nih...kmaren di Utan Kayu ada lesakan tuh...sampeyan tau ga? (wartawan kalo ga tau = wartawan ngnatuk...wkwkwk...)...

Thanx komennya. GBU

DR. Ir. L. Michael Riwu-Kaho, M.Si mengatakan...

@ Pak Johanes,

Shalom, terima kasi atas congratz-nya. Saya juga senang dengan komennya. Saya membaca dan merenungkannya. Akan saya minta Puput membacanya juga. GBU

Anonim mengatakan...

@ bapa mike,

mantappppp.....selamat untuk Puput (Sony)

Anonim mengatakan...

@ pak johanis,


Saya suka renungan dan kutipan ayat Alkitab itu. Thanx (Sony)

Anonim mengatakan...

@ Pak Fakhry,

Ateis tidak akan hidup subur di Indonesia bukan knapa2 tapi karena kita sudah saling bunuh karena perbedaan. Kita di kupang bilang...orang su abis rata deng tanah....(Sony)