Selasa, 11 Januari 2011

ini kata pendeta lho.."rubah cara pikir rubah cara bersikap"

Dear Sahabat Blogger,

Sekarang kita sudah di hari 11 bulan 1 tahun 2011, ah sungguh sebuah tanggal cantik, salah seorang di antara sahabat blogger berkenan mengirimkan sebuah artikel. Ternyata apa yang mau disampaikan sungguh amat berharga. Kita meneghendaki hidup bahagia di tahun 2011 bukan? Nah, dalam perspektif sahabat yang satu ini, semua bisa kita capai jika kita mampu "merubah cara berpikir merubah cara bersikap". Benar belaka. Karena itu silakan mengikuti artikel lengkapnya, Oh ya, sebelum lupa, beliau adalah seorang pendeta. oleh karenanya..sssstttt...kalo mau berdiskusi dengan pendeta maka sikap harus santun ya (jika tidak...woooiii...berkat bisa tidak sampai....ha ha ha ha..)


Seorang sahabat berkata:

Ketika aku tertidur aku bermimpi bahwa hidup ini menyenangkan, tetapi ketika aku bangun aku tahu bahwa hidup ini perjuangan.
Kalau kita berpikir kita kalah, kita kalah
Kalau kita berpikir kita tidak berani,kita tidak berani
Kalau kita ingin menang tetapi kita berpikir kita tidak bisa, hampir dapat dipastikan kita tidak bisa
Perjuangan hidup tidak selalu dimenangkan oleh orang yang lebih kuat atau lebih cepat
Tetapi cepat atau lambat,orang yang menang adalah orang yang berpikir bahwa ia bisa menang…..

Bunyi penggalang kalimat bijak diatas terus terngiang ditelinga dibarengi dengan bunyi petasan dan kembang api yang menggelegar membelah langit malam. Hiruk pikuk suara manusia dan kendaraan yang berseliweran, ditambah celoteh riuh rendah saudara dan sahabat yang begitu bersemangat menanti detik-detik pergantian tahun…hhmmm…lengkaplah sudah. Sangat menyenangkan memang saat-saat seperti itu. Kita kumpul sama-sama untuk lewati detik-detik pergantian tahun dengan gembira. Semua begitu antusias menunjukkan betapa begitu pentingnya moment tutup tahun ini. Saya ikut gembira. Walau pikir saya sebenarnya ini hanya sebuah selebrasi yang sudah biasa-selalu berulang begitu-tak banyak berubah dari tahun ketahun, tapi tetap saja tak kehilangan daya tariknya.

Sedikit menepi dari eforia itu saya coba renungi dan ingat beberapa hal yg sudah lewat. Beberapa peristiwa sedih muncul. Ada air mata karena kehilangan orang-orang yang saya kasihi, yg telah terekam begitu jauh & dalam dihati. Lalu ada kegembiraan dan tawa karena keberhasilan beberapa sahabat dan saudara. Pula ada kekecewaan karena beberapa kegagalan, penyesalan karena kesalahan dan kekeliruan yang pernah dibuat. Semua campur aduk malam itu tersaji didepan mata seperti sebuah slide film. Kegembiraan,eforia, dan antusiasme yang kita alami jelang malam pergantian tahun merupakan makanan pembuka saja dalam sebuah jamuan makan sebelum makanan utamanya datang. Makan yang sebenarnya adalah terletak pada makanan utamanya bukan pada makanan pembuka. Seperti itu kira-kira apa yang kita rayakan pada malam ganti tahun. Kegembiraan sesaat ini akan segera pergi karena esok punya cerita tersendiri. The show must go on. Seorang saudara yang tinggal jauh mengirimkan ucapan selamat tahun baru kepada kami pas malam pergantian tahun katanya, ….Happy New Year to all family….wish you happy…tapi disertai sebuah peringatan, don’t party to hard……….! Saya tersenyum membaca penggalan ucapannya yang terakhir itu. Beberapa saudara dan sahabat, lalu mengajak kami duduk berkelompok dan menuliskan resolusi apa yang akan dibuat tahun depan. Harapan, niat, keinginan yang perlu dicapai ditahun yang akan datangpun ditulis. Jujur saya sebenarnya belum bisa bergabung disitu sebab rasanya masih banyak PR yang belum saya selesaikan di tahun yang lalu. Yang lama saja belum selesai gimana mau buat sesuatu yang baru. Diselesaikan saja dulu. Lagipula menurut hemat saya, membuat resolusi baik tapi jika tanpa disertai metanoia maka hasilnya tak banyak.

Metanoia adalah sebuah perubahan cara pikir atau paradigma karena suatu kebenaran yang diketahui, diterima atau diperoleh. Berasal dari bahasa Yunani metamorphoo yg berarti transformed or transfigured by a supernatural cange. This change is by a renewing of the mind or spirit. Dari itu saya kemudian tahu bahwa saya perlu metanoia. Itu pasti. Bagaimana dengan sahabat ? Perlu jugakah sahabat ? Karena saya perlu maka sebagai upaya kearah itu saya berusaha terus belajar untuk menyelesaikan apa yang belum selesai, termasuk menunaikan hutang saya kepada pemilik blog,dengan try to share something here. Tidak hanya untuk sahabat tapi sayapun perlu, bila tidak maka saya sudah ambil posisi sebagai orang farisi dan ahli taurat yang telah menerima pukulan telak dari Sang Maha Guru…”celakah kamu hai orang-orang munafik.…kamu seperti kuburan yang dilapur putih yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang-belulang dan pelbagai jenis kotoran” (membayang wajah orang farisi dan ahi taurat saat itu yang merah, hijau, kuning…kelabu karena pukulan telak….apa jadinya bila pukulan itu didaratkan kewajah saya…)
Itulah bagian pendahuluan tulisan ini (yang mungkin kepanjangan) dan……supaya sahabat tidak keburu bosan dan ngantuk…so mari kita masuk pada intinya saja.

Sahabat yang kekasih, karena hidup dipalanet ini hanya sekali dan sementara. Lagipula apa yang kita lakukan dialam yang sementara ini bakal nentukan hidup kita dialam kekekalan nanti maka amat penting bagi kita untuk bangun kehidupan yg baik dan berkualitas sekarang disini. Sebab sekali lagi, apa yang kita lakukan sekarang adalah investasi untuk kehidupan nanti. Kalau kehidupan kita ditahun yang baru ini diibaratkan sebuah bangunan maka fondasinya harus kuat-kokoh. Ketika kita akan membangun sebuah bangunan, setelah proses rancang gambar dan design kelar, maka dimulailah pembangunannya. Pada fase pembangunan fisik inilah fondasi merupakan urusan paling penting yang harus mendapat perhatian primer. Kondisi stabil dan kekuatan suatu bangunan akan sangat bergantung pada kedalaman dan kwalitas bahan dasar yang akan kita pakai didalamnya. Jika yang kita letakkan berupa eforia, yang menyala sesaat dengan warna-warni indah seperti kembang api, tapi tak lama lalu mati, maka kemungkinan akan seperti itulah kwalitas hidup kita nantinya. Bila yang kita letakkan adalah pesta pora dan kesenangan sementara, maka dapat dipastikan apa yang akan kita temui dihari-hari kedepannya.

Ketika media masa ramai membicarakan mengenai gempa dibeberapa daerah di Indonesia beberapa waktu lalu, saya baca sebuah artikel yang menarik, judulnya”Tekhnologi Pondasi Menentukan Kekuatan Bangunan Terhadap Gempa” Disitu dijelaskan bahwa ketahanan sebuah bangunan akan sangat ditentukan oleh tekhnologi yang digunakan pada pondasi. Tekhnologi yang canggih dan sesuai dengan keadaan tanah suatu bangunan akan membuat bangunan itu tahan gempa. Kondisi bangunan tsb. akan sangat bergantung pada pondasinya. Jadi untuk berhasil dan mencapai kesuksesan dalam bidang apapun ditahun baru ini sobat, urusan fondasi hidup itu sangat penting. Bahan apa yang kita pakai sebagai peletak dasar rumah kehidupan kita menentukan kwalitas atau daya tahan bangunan hidup kita. Jika tidak maka mungkin hidup kita bisa naik tapi kita tidak mampu untuk tetap ada diatas. Berapa banyak dari kita yang bisa menjaga kelakuannya bersih ketika sudah memegang atau menduduki suatu jabatan penting? Bangunan yg dibangun diatas fondasi yg labil ketika kena goncangan akan roboh. Jadi, mari sahabat sama-sama kita pikir,…kira-kira bahan apa yang akan kita pakai untuk bangun rumah kehidupan kita yang baru ditahun 2011 ini ? Karena saya yang nulis postingan ini maka mohon diperkenankan saya jabarkan sesuai versi saya,
(mohon simak saja dulu sahabat… jangan dulu protes, ha..ha..)

Kalau katong mau baomong tentang fondasi untuk bangun ini rumah kehidupan, itu berarti mari baomong tentang :

Yang pertama, ubah pemikiran yang lama.

Tidak terbantahkan bawa peranan pikiran dalam suatu keberhasilan sangat penting. Seringkali kita mengetahui atau mengenal seseorang dari cara dia berpikir. Saya mengenal siapa pemilik blog ini dari pemikiran-pemikirannya. Kita tahu dan mengenal Hegel, Aristoteles, Rasul Paulus, bahkan Karl Max dari pemikirannya. Dapat dipastikan pemikiran seseorang akan menentukan tindakannya. Setuju kah ? Karena itu tidak perduli siapapun kita…. pikiran saya dan sahabat perlu selalu dibaharui. Kita perlu perubahan. seperti metamorphoste atau allasso. Saya pilih dua kata ini karena lebih dekat artinya dengan maksud sebenarnya. Kata Allasso dalam bahasa Yunani berarti mengubah atau membuat berbeda ( change or to make different ). Kata allasso menunjuk kepada perubahan tingkah laku secara individu sampai kepada komunitas dimana individu-individu berada. Kemudian kata metamorphoste, itu berarti berubah bentuk secara bertahap. Dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan diperbaharui atau diubahkan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan akal budi atau perubahan pikiran secara bertahap. Day by Day. seperti yang dimaksud didalam Roma 12:2…..“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, supaya kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik,yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Kata budi dalam teks aslinya adalah nous yang berarti pikiran atau understanding. Dalam Alkitab bahasa Inggris diterjemahkan mind. Ketika Rasul Paulus bicara mengenai perubahan watak atau kehidupan pribadi orang yang diperbaharui ia menggunakan kata ini. Lalu kata metamorphoste juga menunjuk pada perubahan tingkah laku dari seorang berdosa menjadi memiliki sifat (nature )nya Tuhan. What’s got your mind, has got you….Apa yang menguasai pikiran kamu; menguasai kamu. Kata pikiran dalam Roma 12:2 dalam teks aslinya juga menggunakan kata nous yaitu yang berhubungan dengan kesadaran ( consciousness ) terhadap kebenaran yang membangun pemahaman akan makna hidup yang benar, dengan membuka kesadaran,memberi pengertian dan melahirkan persepsi-persepsi. Pembaharuan seperti inilah yang mengubah pola pikir atau mind set ( cara berpikir ) kita. Basicly pembaharuan pikiran menyebabkan pembaharuan mind set. Jadi maksudnya adalah : berubahlah didalam pikiran dan pengertianmu, berubah juga watakmu, ubah juga pola tingkah lakumu. Lalu miliki kesadaran akan sebuah kebenaran, bangunlah pemahamanmu akan makna hidup ini, bukalah kesadaranmu dan berilah pengertian padanya, dan mari lahirkan persepsi-persepsi baru yang baik dan benar yang datang dari sebuah pengetahuan yang benar.

Bertahun-tahun kebanyakan kita biasa berpikir bahwa perayan tahun baru harus dirayakan kalo perlu dengan pesta pora dan kembang api, karena dengan demikian melampiaskan rasa senang kita karena telah lewati tahun yang lama dan akan memasuki tahun yang baru. Akibatnya saya merasa bahwa kita telah membakar uang ratusan juta juta rupiah dinegeri ini untuk satu malam saja-malam tahun baru. Padahal masih ada begitu banyak orang yang melewati tahun ini dengan tanpa makan, minum dan pakaian yang memadai. Saya terpaksa berhenti menulis sebentar karena hati saya sedih membayangkan ada begitu banyak orang dibangsa ini yang untuk makan hari-hari, dan supaya dapat tetap bertahan hidup, harus mengais makanan di tong sampah. Masih ada banyak saudara setanah air kita dikampung yang jangankan menyaksikan gemerlapnya kembang api-melihat nyala listrik saja tak pernah. ( saya saksikan sendiri kalo pergi ke daerah). Pakaian mereka kumal dan kulit mereka berdaki, badan mereka kotor karena untuk beli sabun buat mandi saja sulit. Anak-anak mereka buta huruf sejak lahir dan tak bisa sekolah karena hidup dikondisi yang selalu minim, sementara kita disini dapat melakukan segala bentuk kesenangan, apapun yang kita mau,karena kita bisa !

Sahabatku, apa gunanya memasuki tahun yang baru tetapi membawa pola dan perilaku yang tetap lama. Pejabat dan pemerintah selalu menyampaikan ucapan selamat tahun baru, tetapi adakah perubahan baru yang dibuat bagi masyarakatnya. Gereja selalu merancang acara yang megah mewah didalam tapi didekat gerbang gereja masih ada orang yang lapar dan kekurangan. Dirumah kita, berdiri pohon natal besar dan seabrek hiasan yang mahal, sementara disekitar kita masih ada orang yg tidak punya beras untuk dimasak. Kita berkumpul dengan keluarga dalam kebahagiaan dan kecukupan, tetapi ada tetangga kita yang jauh dari keluarganya dan kesepian. Lalu apa yang berubah ? apa yang baru ? Bajukah, Mobil, Rumah ? Dengan kemegahan dan kemeriahan pesta kembang api malam itu apakah dapat membuat saya yang juga ada disitu malam itu serta merta berubah jadi the new one? Apakah dengan memasuki tahun baru lalu saya/kita juga punya pemikiran baru, mind set baru, sikap dan perilaku baru. Yang dulunya suka marah sekarang jadi lebih sedikit marah. Dulunya malas jadi sedikit lebih rajin. Dulunya pesimis menjadi lebih optimis. Dulunya suka mengkritik sekarang lebih pilih tunjukkan karya nyata. Dulunya suka kelebihan bersolek habiskan banyak waktu dan duit untuk dandan, sekarang lebih pilih yang sederhana dan alami, dulunya agak sombong sekarang lebih rendah hati, dulunya selfis sekarang lebih bisa nerima orang lain, dulunya gatek sekarang belajar untuk bisa lebih canggih dikit…knapa? dulunya old style sekarang lebih fashionable, dulunya mata keranjang sekarang belajar menjadi lebih setia ? dsb..dsb…

Lalu kalau bukan untuk sebuah perubahan, lantas untuk apa ibadah-ibadah kita ? Untuk apa kegereja setiap minggu, untuk apa berdoa menangis-nangis, sembahyang teriak-teriak. Untuk apa sekolah setinggi langit, belajar sampai tua, untuk apa memperoleh jabatan dan status ?
Sahabatku, Tuhan mau setiap orang yang mengaku percaya, semakin hari semakin menjadi lebih baik didalam pemikiran, perkataan dan perbuatannya. Ada sebuah kisah yang menunjukkan kepada kita betapa ngefek-nya hasil dari perubahan cara pikir. kisah ini mengenai seorang janda di Sarfat. Seorang janda miskin. Tuhan memakai Nabi Elia untuk menemuinya dan memintanya menyerahkan adonan roti terakhir yang dia punyai. Pada mulanya janda itu melihat bahwa permintaan Nabi Elia sangat tidak pantas ditujukan kepadanya, mengingat betapa miskinnya dirinya. Namun ia melakukan juga apa yang diminta Elia. Akhirnya mujizat yang memulihkan hidupnyapun terjadi. Tepung dalam tempayannya tidak habis-habis dan minyak didalam buli-bulinyapun tidak berkurang. Sejak saat itu dia tidak pernah kekurangan lagi. Apa sebenarnya yang terjadi ? Apakah itu terjadi dengan sendirinya ? Kalau kita pelajari baik-baik kisah ini maka kita akan dapati bahwa sebelum Tuhan buat mujizat melalui tepung ditempayan dan minyak dibuli-bulinya, Tuhan lebih dulu ubahkan alam pikiran janda Sarfat dari mental yang miskin ( poverty mentality ) yang melihat dirinya sebagai orang yang kekurangan dan mustahil memberikan sesuatu kepada orang lain, menjadi mental yang makmur ( prosperity mentality ). Janda Sarfat ini mengubah mind setnya yang lama kepada cara pikirnya yang baru. Ketika mentalnya diubahkan ia bersedia berikan adonan rotinya kepada Elia. Perubahan dalam alam dan cara berpikir itulah yang jadi titik awal perubahan hidupnya. Janda Sarfat itu telah membuka pintu berkat dan kuasa Tuhan didalam hidupnya, melalui kesediaannya mengubah cara pikirnya.

Sahabat, perubahan hidup dan nasib kita tergantung sepenuhnya dari seberapa banyak cara berpikir kita dijadikan selaras dengan cara berpikir Tuhan. Hal ini terjadi dengan mulai mengganti pengertian dan nilai-nilai hidup yang salah yang ada didalam pikiran kita yang sudah beranak pinak karena telah lama dipelihara disitu - renewing itu dengan nilai-nilai kebenaran melalui pemahaman Firman Tuhan. Dalam bentuk kepercayaan apapun, selama yang kita sembah itu Tuhan yang benar dan hidup maka pastilah “ rancangan yang baik dan sempurna itu yang disediakan bagi kita” termasuk untuk tahun yang baru ini. Karena itu sahabat : Ubahlah Pikiranmu.

Yang kedua : Ubah sikap yang salah.

Sikap adalah pola pikir atau kondisi mental yang menentukan interpretasi dan tanggapan kita terhadap lingkungan kita. Itu merupakan cara berpikir kita. Hal penting yang harus dimengerti adalah sikap merupakan produk alami dari integrasi atau gabungan antara rasa berharga, gambar diri, percaya diri dan rasa penting didalam diri kita. Intinya, sikap adalah perwujudan dari siapa kita menurut pikiran kita. Kesimpulannya, kita adalah sikap kita dan sikap kita adalah kita. Charles Swindol berkata…”…jika sikap saya benar, tidak ada batas untuk menjadi tinggi, tidak ada lembah yang terlalu dalam, tidak ada mimpi yang terlalu ekstrim dan tak ada tantangan yang terlalu besar. Sikap kita harus diperbaharui hari lepas hari, sebab :
• Sikap menentukan cara pandang.
Sebenarnya kita tidak melihat dengan mata kita tetapi dengan otak kita. Sikap kitalah yang menginterpretasikan atau menilai sebuah “image”. Setelah itu kita mengambil makna dari apa yang kita lihat. Kita ingin melihat apa yang kita lihat
• Sikap menunjukkan sejarah hubungan pribadi.
Sikap yang kita munculkan ternyata berkaitan erat dengan pengalaman masa lalu kita. Bagaimana hubungan kita dengan orang tua, teman, dan orang-orang yang dekat dengan kita akan membawa dampak yang mendalam dalam hidup kita.
• Sikap menarik perhatian orang lain
Kita menarik perhatian orang lain atau menolak mereka bukan dengan penglihatan kita tapi dengan sikap kita.
• Sikap mempengaruhi kenyataan
Sikap bukan hanya berbicara bagaimana kita menilai apa yang terjadi dengan cara yang benar, sikap mampu mengubah dunia kita. Sikap bukan hanya didalam tetapi juga interaksi dengan masyarakat, melalui respon, emosi dan perilaku kita.

Mari evaluasi sikap kita ditahun baru ini,apakah sikap kita sudah menyenangkan Tuhan dan sesama ? Kalau saya. sepenuhnya belum. Sebab itu saya mau ambil keputusan untuk ubah beberapa sikap saya yang belum benar dan ubah pola pikir saya yang keliru, karena…. apa yang jadi perhatian kita didalam pikiran kita akan menentukan tindakan kita. Tindakan kita itulah yang nentukan keberhasilan kita, ditahun yang baru ini.

Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,pikirkanlah itu. Kemudian mari kita kembangkan sikap yang benar dengan cara, jangan selalu mengulang–ulang tindakan yang salah tapi selalu mengulang tindakan dan kebiasaan yang baik.

Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu…..Apa yang diperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan,apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang didahimu dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Jean Dominique Bauby, pemimpin redaksi majalah ELLE,sebuah majalah Fashion terkemuka di Perancis,pada tanggal 9 Maret 1997 meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoir dirinya yang “ditulisnya” secara sangat istimewa dan diberi judul “The Diving Bell and the Butterfly”. Ia meninggal 13 hari setelah bukunya diterbitkan. Sebelumnya, pada tanggal 8 Desember 1995 ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut “locked in syndrome” sebuah kelumpuhan total yang mnyebabkan dirinya tidak bisa berbicara maupun bergerak. Bahkan Jean sampai tidak mampu lagi menelan air liur dimulutnya karena seluruh tubuhnya lumpuh. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya untuk bergerak adalah kelopak mata kiri. Hanya dengan cara mengedipkan kelopak mata kirinya ia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya. Seseorang akan menunjukkan huruf demi huruf alphabet secara perlahan dan Jean akan mengedipkan mata kirinya bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. Buku yang ditulisnya dengan mengedipkan mata tadi kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kisah hidup dan sikap hidupnya yang penuh semangat membuat banyak orang kembali memiliki pengharapan dan mulai mengevaluasi sikap dan perilaku mereka didalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Bahkan film tentang kisah hidupnya mendapat penghargaan Cannes. Ini semua dicapai oleh orang yang sudah tidak mampu menelan airliurnya dan hanya bisa mengedipkan mata kirinya.

Jean menunjukkan kepada kita bahwa masalah kehidupan seberat apapun dapat diatasi dan kita akan keluar sebagai pemenang, ditentukan dari sikap dan perilaku kita dalam menghadapinya. Bisa dibayangkan bila sikap yang diambil Jean adalah marah, putus asa dan depresi, dijamin ia pasti mati dan dikubur dengan sakit hati dan kekecewaannya. Namun Jean memilih sikap hidup yang benar. Dengan optimis, bersemangat dan pantang menyerah ia akhirnya mengakhiri pertandingannya dengan baik dan keluar sebagai seorang pemenang kehidupan.Dibandingkan dengan Jean yang menderita kelumpuhan total, sampai saat ini saya belum bisa menulis satu bukupun yang mampu menginspirasi banyak orang seperti Jean, walaupun organ tubuh saya lengkap.

Sobat semua, tahun baru telah datang membawa tantangan yang baru, dan kita tidak harus kalah. Karena itu kehidupan harus kita bangun diatas dasar yang benar. Jika tidak maka bangunan kita bakal runtuh. Dua hal yang bisa saya titip lewat media ini : ubah pemikiran kita dan ubahlah tingkah laku kita.
kalau kita berpikir kita kalah, kita kalah
Kalau kita berpikir kita tidak berani, kita tidak berani
Kalau kita ingin menang tetapi kita berpikir kita tidak bisa, hampir dapat dipastikan kita tidak bisa
Perjuangan hidup tidak selalu dimenangkan oleh orang yang lebih kuat atau lebih cepat
Tetapi cepat atau lambat, orang yang menang adalah orang yang berpikir bahwa ia bisa menang…..



Selamat tahun baru sahabat, God Bless You

Tabe Tuan Tabe Puan

61 komentar:

mikerk mengatakan...

Tuhan Yang Pegang

Musik/Lagu : Ira F. Stanphili
Syair : Ira F. Stanphili
Arrangement : Ira F. Stanphili

Tak ku tahu ‘kan hari esok, namun langkahku tegap.
Bukan surya kuharapkan, kar’na surya ‘kan lenyap.
O tiada ku gelisah, akan masa menjelang
Ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang. – Reffren

Reffren :
Banyak hal tak kupahami dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini, tangan Tuhan yang pegang.

Makin t’ranglah perjalanan, makin tinggi aku naik,
dan bebanku makin ringan, makin nampaklah yang baik.
Di sanalah t’rang abadi, tiada tangis dan keluh.
Di neg’ri seb’rang pelangi, kita k’lak kan bertemu. – Reffren

Tak kutahu kan hari esok, mungkin langit ‘kan gelap.
Tapi Dia yang berkasihan melindungiku tetap.
Meski susah perjalanan, g’lombang dunia menderu.
Dipimpin-Nya kubertahan sampai akhir langkahku.

mikerk mengatakan...

Dear All,

Posting kali ini berasal dari artikel sumbangan dari seorang sahabat kita Pendeta Sussy Kelly. Beliau adalah seorang blogger dari Kupang yang sudah lama menjaid sahabat di blog ini.

Tulisannya bagus dan jernih. Bermanfaat sebagai perenungan kita semua. Karena beliau seorang Pendeta maka referensi utamanya sudah pasti adalah Alkitab. Tetapi sesungguhnya kita masing-masing boleh mengembagkan refereni kita masing-masing. Esensi kita sama, yaitu "demi kebaikan". Selamat membaca dan berkomentar. GBU

Anonim mengatakan...

@ Ama Ludji,

Thanx postingnya. Baca dulu. Renungkan dulu sebab kalo salah-salah maka seperti ama bilag...berkat bisa snde sampe na...ha ha ha ha... (A9ust)

Anonim mengatakan...

Oh iya, lagu Masnaitnya mantap. Syalom (A9ust)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Wah saya kira ini adalah perwujudan visi BM ttg persahabatan. Ada artiekl lain dari sahabat. Satu kali saya mungkin saya juga akan mencoba membuat arikel dan dikirim pada BM. Proficiat (13)

Anonim mengatakan...

@ Sahabat Pendeta,

Artikel yang bagus. Saya suka cuma sedikit kritik ya, terlalu panjang. Tapi tetap saya apresiasi.

Saya setuju bahwa dengan merubah cara pikir dan merubah perilaku kita bisa jadi pemenang di tahun 2011. Tetapi menurut saya hal ini terlalu normatif. Bagaimana praktisnya?

Kita memulai dengan terguncang karena bencana bertubi-tubi, Gayus yang sangat kurang ajar, Mafia hukum yang parah. Nah, siapa yang harus berubah? Kita mau berubah tapi sistem tdak berubah bagaimana? (13)

Anonim mengatakan...

@ Sobat Pendeta,

1. Poting anda harus diakui bagus. Ikut memberikan pencerahan; Proficiat.

2. Berpikir dan bersikap memang suatu cara untuk menemukan kebahagiaan. Sejak Palto, Aristoteeles, memang diakui hal tersebut tetapi ada 1 hal lagi yang perlu kita bericatatan bahwa berubah sikap atau berubah perilaku belum sepenuhnya membuat kita bahagia. Harus ada 1 hal lagi, yaitu:

3. KASIH ALLAH. Tidak ada satupun yang bisa terjadi jika Allah tidak mengijinkan. Maksud saya, perubahan apapun, jika tidak sesuai rencana Tuhan maka akan sia-sia. Kata Alkitab : "rancanganmu bukan rancanganKU".

4. Apakah sobat sependapat?
(Julius)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Lagu Masnait memang mantap. Stuju dengan Domi. Thanx (Julius)

Anonim mengatakan...

Mr. 13,makasih ya…untuk comentnya,thanks juga untuk kritikannya… artikelnya kepanjangan…maklum sa pak,….pemula…..
Mengenai apa yang saya coba sampaikan diatas adalah berupa dasar-dasarnya ( foundation truth ) nya saja. Saya juga berusaha sisipkan fakta teologisnya…. Normatif ? Menurut saya ada langkah praktisnya… ubah pikiran yang keliru dan ubah perilaku yang salah…
kalau ada sesuatu berjalan tidak sesuai dengan yang sebenarnya, maka tentu harus ada yg diubah, diperbaiki, diganti. Sekarang tergantung dasar apa yang kita pakai untuk menilai apa yang benar dan apa yang salah, tetapi secara universal kita semua tau apa itu salah dan benar. Nurani kita selalu berusaha mengingatkannya kepada kita.

Anonim mengatakan...

Karena apa yang kita percaya dalam otak kita, nentukan karaktrer kita. Lalu apa yg dipercaya seseorang sangat berpengaruh pada keadaannya. Dan keadaan pengaruhi perbuatan. Jika hidup kita diisi dengan kebenaran yang benar dan sehat, maka akan timbulkan dan tumbuhkan sifat-sifat dan karakter Ilahi di hidup kita. Jika kita ikuti hal yang salah, itu akan merusak karakter baik kita, dan akan berikan pengaruh yang merusak terhadap tingkah laku dan gaya hidup kita. Karena itu pemikiran dan perilaku yg benar, saya anggap sebagai foundasinya.

Anonim mengatakan...

Lalu siapa yang harus berubah… kita atau system ? maka mau tak mau karena system adalah cara,metode yg teratur yg dipakai untuk melakukan sesuatu, ( hanya sebagai sebuah alat ). Yang ada karena dibuat. Karena itu jika ada yang salah dengan “alat hasil buatannya” yang pertama kita salahkan ya pembuatnya. Mc atau orang-orangnya yang harus diubah dulu. Kalau sudah baik mc-nya maka mereka pasti akan buat system yang baik dan dijalankan dgn benar sehingga akan hasilkan dampak yang benar pula bagi masyarakat.

Anonim mengatakan...

Seandainya Gayus dan para Mafia Hukum, punya dasar hidup yang benar…….

Anonim mengatakan...

Pak Julius,
Saya setuju. Kasih Allah-seperti pemilik blog ini bilang adalah inisiatif Allah. BagianNya Allah yang dikerjakanNya bagi kita sebagai “obyek” kasihNya. Nah, bagian kita adalah meresponinya dengan tindakan aktif yaitu berubah / pembaharuan budi , mind dan attitude kita sebagai bukti bahwa kita menghormati dan menghargai Kasih Allah yang telah diberikan bagi kita.

Anonim mengatakan...

Lalu tentang rencana Allah, saya melihatnya dari rencana semula Allah mengenai penciptaan manusia, “diciptakan sempurna-serupa dan segambar dengan Allah-untuk memancarkan kasih,kemuliaan dan kekudusanNya. Mc hidup dalam persekutuan pribadi dgn Allah yang meliputi ketaatan moral.

Anonim mengatakan...

Ketika Adam dan Hawa berdosa maka keserupaan moral dengan Allah itu tercemar. Lalu dalam proses penebusan orang percaya harus diperbaharui kepada keserupaan moral itu lagi ( Ef.4:22-24; Kol. 3:10 ). Perubahan inilah yang saya maksudkan.

Anonim mengatakan...

Mengenai penggalan ayat “rancanganmu bukanlah rancanganKu”…..Kalau kita pelajari Yesaya 55 dimana kutipan ayat tsb. ada, maka kita akan melihat bahwa Pasal ini berisi tentang sebuah seruan,anjuran atau ajakan yang disampaikan Tuhan melalui Nabi Yesaya kepada Bangsa Israel yang telah meninggalkan Allah dan kebenaranNya, dan kini mereka diundang oleh Allah untuk kembali kepadaNya untuk dikembalikan pada persekutuan dan berkatNya.

Anonim mengatakan...

Didalam ayat sebelumnya yaitu ayat 7 berkata……Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya dan orang jahat meninggalkan rancangannya….baiklah ia kembali kepada Tuhan maka DIA akan mengasihinya…dan kepada Allah kita sebab DIA memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan (ayat 8)

Anonim mengatakan...

Jadi kutipan ayat 8 ini sebenarnya merupakan bagian integral dan penjelasan dari ayat sebelumnya yang memberi keterangan kepada kita mengenai adanya suatu perbandingan yang dibuat untuk menunjukan dengan jelas perbedaan antara cara/perbuatan/tindakan Allah dengan cara/tindakan/perbuatan orang-orang jahat dan orang-orang fasik.
Jika penggalan ayat ini dipakai dan dihubungkan dengan “perubahan atau pembaharuan” pikiran dan perilaku maka bolehkah saya bertanya : apakah perubahan pikiran dan perbuatan karena menanggapi apa yang Tuhan serukan, anjurkan, perintahkan- yang Tuhan sendiri ingin kita lakukan…. tidak sesuai dengan rencana Tuhan ? atau ….. apakah perlu ijin Tuhan untuk kita laksanakan kehendakNya ? ….. Bukankah DIA sendiri menghendakinya ?

Salam ( sussy )

Fakhry mengatakan...

@ Bigmike,

Wuookeeeelah, meski ini posting renungan Kritiani tapi gw tetap bisa menikmati substansinya. Nah liat aja tuh para tokoh lintas agama udah menyerukan pemerintha jangan bohong. Bohong hanya bisa dihentikan jika kita mo merubah cara pikir dan cara bersikap. iya ga?

Fakhry mengatakan...

@ Sahabat Pendeta,

Good job. Salut....

Anonim mengatakan...

@ Sahabat Pendeta,

Thanx tanggapannya. Mencerhakan dan membantu menjelaskan beberapa hal. Saya mau usul kepada BM supaya artikel renungan seperti ini diposting secara rutin (Julius)

Anonim mengatakan...

@ Fakhry73 a.k.a. Proxy73,

Saya terkesan dengan komen anda. Anda adalah orang Indonesia yang paham betul nilai-nilai Pancasila. Hebat dan salut (Julius)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Agak telat nih....met taon baru ya...(Cecil)

Anonim mengatakan...

@ Penulis artikel,

Apa kriteria dan indikator sikap yang perlu diubah dan yang ga perlu diubah????? (cecil)

Anonim mengatakan...

@ Pendeta,

Posting yang bagus (Sherly)

Anonim mengatakan...

@ mr. Fakhry...terimakasih....

Anonim mengatakan...

@ cecil : kriteria? Lihat dari dampaknya saja. sikap yg berdampak buruk ya diubah, sikap yg memberi dampak kebaikan dipertahankan,bahkan harus selalu dilakukan berulang-ulang. Indikator ? hati nurani yang bersih biasanya selalu mampu membedakannya.salam.

Anonim mengatakan...

@ Ibu sherly
Terimakasih...........

Anonim mengatakan...

@ Pendeta Sussy,

Harus diakui bahwa tulisan ini bagus sekali. Saya suka. Cuma saya ada 1 pertanyaan, yaitu Metanoia. Konsep metanoia dikenal baik untuk keperluan Teologi maupun psikologi. Dalam keperluan Teologi, artinya adalah perubahan sikap tapi dalam psikologi adalah proses penyembuhan. Jikalau keduakonsep itu digabungkan maka akan kita peroleh makna ayang dahsyat bukan? bagaimana komentar Sahabat? (A9ust)

Anonim mengatakan...

@ Ama Ludji,

Ini kawan Pendeta lebih bertanggungjawab dibandingkan dengan Ama. Kalo orang tanya dia kasi komen balik. Na kalo Ama, klar posting trus kasi tinggal pi pardiduk...ha ha ha ha ha....Syalom (A9ust)

poempuisi mengatakan...

@ Bigmike,

Waaahhh....aku ngiri nih..kapan-kapan saya mo bikin puisi trus ngirim ke BM trus diposting. Boleh ga?

poempuisi mengatakan...

@ Sahabat Pendeta,

Gw mo nanya nih...perlu perobatan ga sebelum berubah ..ato....berubah dulu baru bertobat...duluan mana geto loh?

BTW, very good posting. Laen kali posting lagi ya....

poempuisi mengatakan...

Repentance

by robert william

"If you repent," the Parson said,"
Your sins will be forgiven.
Aye, even on your dying bed
You're not too late for heaven."

That's just my cup of tea, I thought,
Though for my sins I sorrow;
Since salvation is easy bought
I will repent . . . to-morrow.

To-morrow and to-morrow went,
But though my youth was flying,
I was reluctant to repent,
having no fear of dying.

'Tis plain, I mused, the more I sin,
(To Satan's jubilation)
When I repent the more I'll win
Celestial approbation.

So still I sin, and though I fail
To get snow-whitely shriven,
My timing's good: I home to hail
The last bus up to heaven.

Anonim mengatakan...

@ Pak A9ust,
Terimakasih sudah menganggap tulisan ini bagus…( pinjam istilah pemilik blog : apakah ini berarti pak memakai gaya pak Tino Sidin ? ….ha..ha… atau bagaimana kalo pak beri analisa klinis dokter untuk tulisan ini ? ) BTW, saya suka pak angkat ide kolaborasi antara perubahan sikap dlm theology dalam hubungan dgn proses penyembuhan dlm psikologi. Walau saya awam dalam psikologi tapi saya tahu betapa berdampaknya proses metanoia ini …di every area in our life including dlm psikis kita. Dan kalau katong tau dan mau mempraktekkannya maka katong akan lihat bahwa betapa dasyatnya dampak perubahan pikiran dan perilaku ini, akan bawa pengaruh yang sangat baik bagi hidup seseorang.

Anonim mengatakan...

Keadaan psikologis katong yang kadang turun naik karena berbagai masalah dinegeri ini yg mau tak mau kena dengan kitapung hidup juga, yg bisa pengaruhi pikiran,keputusan dan tingkah laku, atau masalah-masalah hidup yang datang dan tak bisa kita atasi dengan benar, dapat bawa sakit penyakit dalam fisik maupun psikis. Yang pada kenyataannya obat-obatan dan tindakan medispun tidak sepenuhnya dapat buat beres. Bisa kita bayangkan kalau kita tidak memiliki pemikiran dan sikap yang benar dalam hadapi semuanya ini.

Anonim mengatakan...

Dalam psikologi, seperti pak A9ust bilang bahwa mereka memakai istilah metanoia ini dalam sebuah proses penyembuhan secara psikologis, maka saya pikir luar biasa kalo kita bisa benar-benar mau alami perubahan berpikir dan bertindak sesuai kebenaran Firman Tuhan. Setidaknya kita sudah melakukan tindakan preventif dan mengurangi biaya ke dokter atau ke psikolog/psikiater…ha..ha… sebab kalau metanoia digunakan psikolog dlm proses penyembuhan, artinya kita sudah sakit dulu, kan ? tapi kalo sebelumnya sudah mau lakukan metanoia dlm arti tindakan bertobat dan berubah dalam attitude dan attitude of mind kita ( dlm pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, yang benar dan sempurna ) maka secara nyata kita sudah lakukan tindakan pencegahan dulu.
Bisa begitu ko, Pak ?

Anonim mengatakan...

@ Poempuisi,
Puisinya slalu keren2…like it, dan saya tunggu lho postingannya ….
Poempuisi yang baik, kalo ditanya harus bertobat dulu atau berubah dulu maka boleh ya .... Kalo saya jawab pertanyaannya dengan sedikit penjelasan dibawah ini :

Anonim mengatakan...

Bila kata metanoia tsb. diartikan dlm bahasa Indonesia dapat disebut dengan pertobatan yg dlm bhs.Inggris disebut dengan conversion artinya perubahan; tobat. Yang berarti pertobatan yang mengungkapkan perubahan radikal dalam diri mc dengan menujukkan buah-buah tobat.

Anonim mengatakan...

Sedangkan jika yang poempuisi maksudkan adalah pertobatan yg disebut repent belum sepenuhnya termasuk metanoia sebab diandaikan baru seperti sebuah perubahan (meta ) terhadap apa yang ada dalam hati (melei ) dlm bahasa aslinya-bahasa Yunani disebut Metamelomai. menyesal didalam hati-tapi tindakan tidak. Pertobatan jenis ini beda dgn pertobatan yang diartikan dari metanoia.

Anonim mengatakan...

Repent berarti hanya menyesal atau sekedar penyesalan karena kita menderita akibat karena suatu kesalahan atau kekurangan yg telah dibuat. Namun perubahan seperti ini sebenarnya kurang mumpuni. Karena hanya sekedar sebuah rasa menyesal saja yang tidak mampu menghasilkan apa-apa. Seperti kisah Yudas yang telah menjual Yesus-akhirnya memilih bunuh diri hanya karena menyesal dan malu atas perbuatannya yang salah tsb. ( atau misalnya seperti para koruptor yang hanya malu dan menyesal karena telah melakukan korup, tapi tidak secara radikal bertobat dan berubah sehingga setelah itu mereka mungkin dapat melakukannya lagi bila ada kesempatan)

Anonim mengatakan...

Jadi, metanoia atau perubahan yang dimaksudkan tersebut adalah pertobatan itu sendiri . Yaitu pertobatan secara radikal ditunjukkan dengan tindakan berbalik dan berubah dari pikiran, cara atau perbuatan yang salah.
Salam, Sussy.

Anonim mengatakan...

KBBI: rubah = binatang jenis anjing, bermoncong panjang, makanannya daging, ikan, dsb; Canis vulpes.

Salam,
VRK

mikerk mengatakan...

ha ha ha ha....rubah yang VRK maksudkan adalah kata benda "noun" bukan rubah kata sifat "adjective"...Ibu Pendeta, jgn dengar VK, coz bt pung adik memang agak "nakal" ...ha ha ha ha ha....

mikerk mengatakan...

Vic,

Uli pung maitua sakit banyak, hepatitis B + hepatitis E sekaligus...lalu, dokter takut seluruh sis rumah tertular. DOrang pi dokter ko mau test darah...tolong doakan dorang eee....

mikerk mengatakan...

@ Dear All,

Thanx sudah berkunjung dan berkomentar. Saya harap sahabat semua bisa mengikuti jejak Pendeta Sussy yang sudah membuat artikel yang bagus dan sangat membantu saya. Dalam waktu dekat saya menunggu puisi dari sahabat Poempuisi....

Bunga cendana di atas kayu
untuk semua anda saya bilang: tengkyu
GBU

mikerk mengatakan...

@ Pendeta Sussy,

Dua jempol untuk Ibu Pendeta. Penjelasannya bagus-bagus (...bukan pujian gaya Pak Tino Sidin ooo...). Bahkan seperti kata tuan A9ust, beta kalah dalam hal tanggungjawab mendiskusikan pertanyaan. DIlihat ari jumlah komen yang sudah di atas 20-an artinya artikel ini berhasil menarik perhatian orang ......wwaaahh...it's really a verry good achievement...Isn't it?

Adapun soal panjang pendek artikel sudah barang tentu tergantung gaya menulis masing-masing orang. Biar panjang tapi kalo jelas sudah barang tentu ada lebe bae ketimbang pendek dan tidak jelas.

Pokoknya, terima kasih banyak-banyak dan selamat atas posting ini. Saya tunggu sumbangan artikel selanjutnya eee....Tuhan Memberkati Ibu dan keluarga.

Anonim mengatakan...

Son apa2 pak...nanti tunggu kalo om VRK yang posting....

Anonim mengatakan...

Thanks juga pak mike sudah boleh saya nulis diblog, masih jauh dari sempurna dan mungkin banyak teman yang kurang suka dgn cara saya menulis, untuk itu saya mohon maaf. Baru bisanya sampai begini. Terimakasih buat teman-teman yg sudah berbaik hati memberi apreciate utk postingan ini. Dari teman-teman semua saya belajar arti "menerima". GBU all. (Salam, Sussy)

anna mengatakan...

@ Sahabat Pendeta,

Senang membaca posting dan komentar-komentar anda. Positif banget. Perempuan ga kalah koq. Ayo kalahin dech pemilik blog yang rada malez nih...

anna mengatakan...

@ Bigmike,

Boleh gak gw nulis tentang konservasi trus diposting di sini?

Anonim mengatakan...

Wah senangnya dpt suport dari sesama kaum perempuan..ngalahin BM?ha..ha.. ngak mungkin Anna, Dia suhu-nya..org pandai tuh memang rada malas..ha..ha..but tulisannya keren2 abis. ilmu,seni,inform n komunikasi dicombine jadi tulisan2 bagus dan berkwalitas.BTW saya setuju...wanita tak harus "kalah" dgn pria karena itu saya senang Anna mau berbagi ttg konservasi hutan disini. (Sussy)

poempuisi mengatakan...

@ Ibu Pendeta,

Thanx atas penjelasannya, also apresiasnya ya. Keep on posting we will wait

Anonim mengatakan...

@ Sussy,

Waaaaahhhh di blog temanku si BM ada penulis tamu rupanya. Bagus lah. Tulisan anda juga asik. Saya menyukainya.

Saya punya 1 pertanyaan untuk anda...saya kutip bagia statement anda ya..."Karena itu kehidupan harus kita bangun diatas dasar yang benar. Jika tidak maka bangunan kita bakal runtuh. Dua hal yang bisa saya titip lewat media ini : ubah pemikiran kita dan ubahlah tingkah laku kita"....So, bagaimana menjelaskan bahwa dasar yang benar dalam hidup bertumpu hanya pada 2 variabel itu saja?....(John)

Anonim mengatakan...

@ BM,

Si Venidora karmana bisa ujian kalo pembimbing II nya selalu merobah-robah konsep? Jangan-jangan dia terlalu gampang merubah pikiran ni??? ha ha ha ha...

Ayo, mister BM sebagai pembimbing utama bertindaklah...ok!!!!(John)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Saya emberikan apresiasi yang tingi atas kemauan BM mengundang penulis tamu. Hal ini memperlihatkan bahwa blog ini adalah milik kita semua. Viva BM (Eman)

Anonim mengatakan...

@ Ibu Pendeta Sussy,

Saya kasi 2 jempl untuk tulisan anda. SOal gaya, itu soal nanti sajalah. Saya cuma mengusulkan bahwa supaya punya kemampuan melakukan perubahan cara pikir dan perilaku maka tiap orang harus punya keberanian untuk berubah. Sometimes orang mau berubah tapi dia takut akan meninggalkan staus quonya. Berani adalah keharusan tapi sering menjadi masalah. Akhirnya, yang membedakan pemenang dan pecundang adalah keberanian. Setuju kah? (Eman)

Anonim mengatakan...

@ Pak Jhon
Terimakasih Pak untuk komentnya. Pertanyaan sulit pak….namun saya usahakan jawab.
Pemikiran lebih berharga daripada uang.Pemikiran kita adalah bagian yg sangat penting dari gambar Allah dan merupakan alat tempat kita bertumbuh dlm pengetahuan kita akan Allah ( Kolose 3:10 )Lalu kalau bisa saya katakan bahwa berpikir dan berperilaku adalah salah satu tanda dasar manusia hidup. Bila tidak demikian maka pada hakekatnya ia sudah “mati”. Untuk sebuah kehidupan yang berkwalitas dan tidak sia-sia kita perlu pemikiran yang benar dan perilaku yang benar. Mengapa harus ? Sebab kita diciptakan untuk tujuan itu oleh Allah-pada mulanya-sesuai gambarNya. Tetapi karena kejatuhan mc karena dosa, gambar/image benar didalam pemikiran dan perbuatan itu hancur dan rusak, tetapi itu tidak berarti hilang. Ia hanya kehilangan bentuk semula atau bentuk aslinya. Karena karya penyelamatan,manusia diselamatkan, diperbaharui, diubahkan, dibentuk kembali, diproses kembali untuk menjadi serupa dengan gambaran anakNya. Dalam urusan itulah kita diharuskan untuk…berubahlah oleh pembaharuan akal budi/pikiran supaya kita dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik,yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Anonim mengatakan...

Karena itu dpt dikatakan bahwa kekuatan manusia terletak didalam pikiran yang termanifestasi didalam perbuatannya. Pikiran yang diubahkan dari membaca dan mendengar Firman Tuhan lalu melakukannya didalam praktek hidup setiap hari adalah dasar kekuatan kita. Tanpa membangunnya dari sini, kehidupan kita mudah goyah. Rumah harus dibangun diatas batu karang bukan diatas pasir,bila angin badai datang pasir akan bergoyang dan robohlah rumah itu. Tetapi yang dibangun diatas batukarang akan tetap kokoh.

Pak Jhon yang baik, katongpung
Kehidupan mungkin dapat dibangun diatas dasar-dasar yang lain tetapi tanpa mau melakukan dua hal dasar itu (mengubah pikiran & perilaku yg salah ) kita belumlah benar-benar hidup.
Itu yg bisa saya jawab pak..GBU.

Anonim mengatakan...

@ Pak Eman,

Saya setuju tuh kalo beda pemenang dan pecundang ada pada keberanian. Mantap (13)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Posting barunya jangan lupa ee...ini su mau februari ha ha ha ha..kasi ingat sa boss (13)

Anonim mengatakan...

@ pak Eman
Terimakasih untuk komentnya. Tidak bisa tidak untuk tidak setuju pak. Memang keberanian sangat diperlukan untuk sebuah perubahan. Seringkali kita takut untuk berubah karena lebih suka kondisi nyaman karena tidak perlu menanggung resiko apa-apa. Kita takut dan tidak berani untuk menerima resiko akibat sebuah perubahan.Terima kasih Pak karena sudah mengingatkan kami untuk berani mengambil resiko untuk sebuah perubahan.GBU