Jumat, 24 Desember 2010

nyeri punggung dan natal

Dear Sahabat Blogger,

Artikel ini saya tulis di malam natal. Saya di rumah saja. Nyeri di punggung saya sakitnya tidak tertahankan dan ini yang menyebabkan saya memutuskan tidak ikut bersama anak-anak ke Gereja. Saya berpikir, ketimbang kesakitan selama kebaktian lalu kebaktian tidak menjadi berkat tetapi sesuatu yang menyiksa dan menimbulkan gerutuan, lebih baik diam di rumah saja. Mengapa demikian? Biasanya di malam istimewa seperti ini, ada saja liturgi yang dibikin-bikin - yang niat awalnya sih memuji YESUS tetapi nyatanya seringkali berbelok menjadi cara mematut-matut diri sendiri. Narsis. Capek deh - lalu waktunya molor berpanjang-panjang dan membosankan.

Sidang pembaca yang budiman, paragraf di atas memang saya akui terasa agak sinis dan terkesan mencari-cari justifikasi alasan pembenaran tidak ke Gereja, bersekutu bersama seluruh jemaat di malam Natal. Entahlah. Sayapun tak tahu dari mana "sinisme" ini mucul. Dia datang begitu saja. Sama misteriusnya dengan sebab-musabab datangnya nyeri dahsyat di punggung yang menyebabkan saya kesakitan. Entah dari mana rasa nyeri itu datang. Gejala menua? Gejala penyakit tertentu? Bisa saja begitu. Bisa pula tidak. Apapun saya memang sakit, di rumah saja dan tidak ke Gereja. Titik.

Begitu sajakah? Oh, tentu tidak. Saya ingin memulainya dari frasa ini "entah dari mana nyeri itu datang". Ya, benar. Tanpa saya minta nyeri itu datang dan saya serasa lumpuh. Menunduk salah. Berdiri salah. Berbaring tak benar. Semua terasa sakit. Kalau tak tahu dari mana datangnya neri itu lalu bagaimana bisa menghalaunya? Saya menjadi tidak punya pilihan lain kecuali memang harus menerima dan lalu berusaha "menjinakkan" sakit nyeri itu. Nyeri itu terasa amat sepihak. Zonder permisi dia datang menyelonong dan hadir dan menjadi bahagian integral dalam keberadaan saya saat ini.

Demikianlah sebenarnya Natal itu. Begitulah sebenarnya kehadiran Bayi Natal itu. Yesus Kristus. Natal itu datang tanpa diminta manusia. Dia terjadi begitu saja. Karena itu, anda suka atau tidak, DIA hadir. Imanuel. Teolog Eka Darmaputera almarhum menyatakan bahwa "Natal sepenuhnya adalah tindakan sepihak Allah untuk menolong manusia dari kematian yang total." Mengapa manusia perlu ditolong? Kedosaan manusia telah menjebaknya habis-habisan dalam lubang tanpa dasar. Hanya ada kelam. Cuma ada gelap. Mengapa manusia tak mampu menolong dirinya sendiri? Manusia itu terbatas. Dan, karena keterbatasannya itulah dia memerlukan penolong. Manusia bagaikan penumpang kapal Titanic yang karam dan tak mampu lagi menolong dirinya sendiri. Mengapa harus Allah yang menolong? Mengapa bukan yang lain? Jawabnya: mau siapa lagi? Berharap si A yang teman dekat, dia sudah dalam keadaan yang sama sekaratnya. Berseru kepada si B yang rekanan bisnis, eh dia pun sedang megap-megap sekarat. Ketika semua manusia dalam keadaan beyond help alias gak ketulungan ketika itulah kita menjadi tahu bahwa cuma ada 1 pihak, yaitu si DIA yang maha bebas, yang mampu menolong. Mengapa harus DIA yag maha bebas? ya sudah tentu dong. Jika si DIA tidak bebas pastilah si DIA juga sedang terancam tenggelam bukan? Mana mungkin menolong. Maka, hhuuuupppp....secara sepihak DIA melemparkan pelampung. Lantas, DIA berenang menuju kita. Dirangkulnya kita. Diangkatnya kita ke alam kapal besarNYA. Di situ DIA mengobati kita, memulihkan dan bahkan menjamu kita dengan makan yang sehat. Supaya apa saudaraku? Supaya kita bebas dari ancaman maut. Ancaman tenggelam di dasar samudera dosa. Begitulah saudaraku, jelas sudah bahwa NATAL adalah tindakan sepihak ALLAH untuk menolong kita.

Beberapa hari lalu, saya diminta untuk menjadi MC dalam acara syukuran seorang senior saya yang dikukuhkan sebagai Professor di kampus saya, Undana, Kupang. Dalam acara ibadat syukuran adalah sang Pendeta menyebutkan bahwa "menjadi Professor adalah panggilan". Saya setuju dengan si Pendeta. Lalu kalimat itu saya gunakan sebagai bahan omongan MC. Saya bilang begini, "tahulah saya bahwa mengapa ada begitu banyak dosen tetapi amat sedikit yang berhasil menjadi Professor". Saya menyambung bahwa "jawaban atas pertanyaan itu adalah keterpanggilan atau keterpilihan". Menjadi Professor adalah panggilan. Adalah tawaran. Demikianlah pula, Allah memanggil. Allah menawawkan kesempatan. Allah memilih. "Bukan kamu yang memilih AKU tetapi AKULAH yang memilih kamu" (Yoh. 15:16). Jelas sekali bahwa tindakan memanggil atau memilih adalah tindakan sepihak ALLAH. DIA berdaulat untuk melakukan itu. Apakah DIA sewenang-wenang dan pilih kasih dalam memanggil? TIDAK.

Dalam lanjutan ulasan saya sebagai MC, saya mengatakan begini "semua dosen, termasuk saya, dipanggil. Semua dosen di -call oleh ALLAH agar menjadi Professor tetapi sayang sekali sebagian besar memilih untuk membiarkan panggilan itu menjadi hanya sebuah miscall. Tidak jarang malah kita me-reject panggilan Allah itu". "Mengapa orang tidak menjawab panggilan ALLAH? Karena mereka tahu konsekuensi menjawab adalah bertindak dan bekerja". "Banyak yang malas bertindak dan bekerja". Saya ingat betul, atas ucapan saya itu, para hadirin bertepuk riuh rendah. Saya bangga karena menurut hemat saya benarlah apa yang saya ucapkan tetapi sekaligus dengan itu saya menjadi malu karena saya termasuk yang membiarkan panggilan Allah hanya lewat begitu saja. Panggilan ALLAH sudah saya biarkan cuma sekedar sebuah miscall.

Dear Sahabat, kisah saya sebagai MC membantu memperjelas makna sebenarnya dari peristiwa Natal, yaitu bahwa NATAL adalah ketika ALLAH bertindak secara sepihak untuk menolong manusia. Mengapa begitu? "Karena begitu besar KASIH ALLAH akan isi dunia ini (Yoh 3:16)". Ya karena KASIH. Apakah karena sepihak maka ALLAH lalu dapat kita menafsirkannya sebagai Allah telah bertindak sewenang-wenang? So pasti nyanda begitu jo. Perhatikan kelanjutan Yoh 3:16 "supaya barang siapa yang percaya". Nah, lihatlah. Penyelamatan atau panggilan atau keterpilihan itu hanya akan terjadi jika yang dipanggil untuk diselamatkan mau bertindak aktif dengan menyatakan percaya. Dalam Matius 9:6, yaitu ketika YESUS menyembuhkan orang yang sakit lumpuh, YESUS berkata begini "bangunlah, angkat tikarmu dan pulanglah ke rumah". Lalu itulah yang dikerjakan si lumpuh, yaitu bangun, merapikan tikar dan diangkat lalu berjalanlah pulang dia ke rumah. Sembuhlah dia. Anda lihat, apakah YESUS memaksa? TIDAK. Dengan menggunakan nalar saya coba membayangankan apa yang terjadi dengan si lumpuh seandainya, setelah menerima ucapan YESUS, dia tetap saja tidur malas-malasan, tak mau mengangkat tikar dan lebih memilih tinggal di tempat. Tak mau pulang. Apakah dia akan sembuh. Saya rasa koq ya tidak. Jadi, ALLAH sebenarnya memberikan pilihan "jika mau percaya selamat, jika tidak ya reffffoot bung". "Jika mau bangun dan merapikan tikar ya jalanlah, jika mau tidur terus malas-malasan ya sontoloyo amat dikau". Ah, ternyata Allah memberikan kita kebebasan untuk berkehendak. Singkat kata, DIA memanggil dan kita bebas memilih untuk menjawab ya atau tidak. Bekerja atau tidur terus. Dengan bekerja anda selamat. Dengan berdiam diri anda menuju lembah kelam. Is that clear my friends?.

Dengan demikian, jelas konstruksi masalah NATAL ini. NATAL adalah kado atau hadiah dari ALLAH yang diberikan tanpa anda memintanya. Kado itu adalah pelampung penyelamat yang bernama YESUS KRISTUS. Kado itu ditawarkan kepada siapa saja. Saya, anda, dia, kita dan mereka. Semuanya saja. Masalahnya, ada yang percaya dan ada yang tidak. Ada yang mau menerima dan yang lainnya emoh. Ada yang setelah menerima lalu mau bangun dan bertindak. Ada yang menerima kado lalu diam saja tak berbuat apa-apa. Lha, jikalau begitu refoooottttt dong Bung dan Zoes. Bagaimana jika anda mengeraskan hati lalu tidak mau bertindak apa-apa yang berakibat maut? Jikalau Allah itu Pencipta yang Maha Tahu maka mengapa Allah harus membentuk hati yang keras dan kepala yang membatu dan karena itu menolak atau menyia-nyiakan kado pelampung keselamatan? Apakah ALLAH tak mampu berbuat apa-apa bagi si keras hati berkepala batu? Lha kalo begitu caranya maka benar dong anekdot di kalangan kaum atheis bahwa "ALLAH begitu berkuasanya sehingga diciptakannya batu yang amat berat sehingga ALLAH sendiri tak bisa mengangkat batu itu" .... wuuueeeeeee.....Ya, gawat dong...Ribet juga ya NATAL itu? Ah, nggak gitu-gitu amat sih Bung en Zoes, emangnya Allah itu cuma sekedar buruh pembuat jalan raya yang kerja ngangket batu.....ga gitu kaleeeee......

Kebenarannya adalah: ALLAH itu baik. Dia tidak menciptakan hati yang membatu. Kitalah yang membatukan hati. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa "pada akhirnya yang tinggal adalah Iman, Harap dan Kasih dan yang terbesar di antaranya adalah KASIH". Ehm, dahsyatnya ALLAH ya di situ itu. Sudah repot-repot memanggil...eeehhh... yang dipanggil diam saja menuju binasa.....tapi heeeiii lihatlah...ALLAH melompat menceburkan diri ke dalam air laut yang mengamuk lalu memeluk kita, merengkuh kita dan menyelamatkan kita. Dibawa-NYA kita ke kapal induk-NYA yang besar, diberinya kita obat dan makanan sampai kita sehat. KASIHNYA amat menyelamatkan. Dan lalu, ehm...jangan marah ya...."wahai si kepala batu, sini Gue jewer lu dikit deh biar nyaho", ...... "laen kali jangan kepala batu lah yauw. OK?"

Eh omong, omong bagaimana dengan sakit nyeri saya. Apakah lalu saya tetap tidak pergi ke Gereja. Jawabnya adalah ia. Saya masih sakit dan tetap tidak bisa ke gereja...lagian....hhhmmm.. malas ah ke Gereja, pendetanya suka aneh-aneh sih ...wkwkwkwkwk..(ketahuan juga bawa saya memang tergolong si keras kepala ya...). Dear All, NATAL adalah Kado atau Hadiah atau Gift yang diberikan ALLAh bagi kita tanpa kita memintanya. Nyeri punggungpun mungkin merupakan "kado" dari Tuhan. Peringatan dari ALLAH secara sepihak, dan karena itu saya tak tahu kenapa harus sakit. Dengan begitu saya wajib berwaspada. Sebuah warning dari YESUS, hei jangan lupus (lupa usia). Kali ini panggilan YESUS tidak saya biarkan lagi hanya tinggal sebuah miscall. Sekarang saya mau ke apotik mencari obat. Tabe!!!!!

The Greatest Gift Of All (kenny rogers & dolly parton)


SELAMAT NATAL TUAN SELAMAT NATAL PUAN

80 komentar:

mikerk mengatakan...

DEAR ALL,

HAPPY X'MAS. GBU

mikerk mengatakan...

Greates gift of ALL
by Kenny Rogers and Dolly Parton

Dawn slowly breaking
Our friends have all gone home
You and I are waiting
For Santa Claus to come.

There´s a present by the tree
Stockings on the wall
And knowing you´re in love with me
Is the greatest gift of all.

The fire is slowly fading
Chill is in the air
All the gifts are waiting
For children everywhere.

Through the window I can see
Snow begin to fall
Knowing you`re in love with me
Is the greatest gift of all.

Just before I go to sleep
I hear a church bell ring
Merry Christmas everyone
Is the song it sings.

So I say a silent prayer
For creatures great and small
Peace on Earth, good will to men
Is the greatest gift of all.

Peace on...

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,

Capek habis jalan selamat. Bka internet cari Bigmike. Wah, dapat renungan Natal yang bagus sekali. Saya suka sekali. Natal emmang sebuah kado gratis karena ALLAH itu KASIH. Amin Pak Mike (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

EH lupa....SELAMAT NATAL UNTUK PAK MIKE. KASIH SAYANG KRISTUS KIRANYA BESETA PAK MIKE DALAM HIDUP DAN KARYA.

Anonim mengatakan...

Sudah lama Bigmike tidak bikin renungan. Sekali bikin jantung kita berdetak keras karena benar sekali. Terima kasih ya. SELAMAT NATAL (Sherly)

Anonim mengatakan...

Renungan yang bagus sekali. Lagu yang klop. SELAMAT NATAL BUNG MIKE (13)

Fakhry mengatakan...

Yach, mister Preacher beraksi lagi. Mengguhah dan harap dilaksanakan oleh umat Kristiani supaya bangsa kita seha kembali. SELAMAT NATAL YA BOSS

Fakhry mengatakan...

SELAMAT NATAL UNTUK SEMUA YANG MERAYAKANNYA (Proxy73)

Anonim mengatakan...

Merry Christmas for BM. GBU (Julius)

Anonim mengatakan...

Oh ya, coba ke Pak Nimrot Tualaka di Sikumana untuk urut sakita punggungnya Pak Mike. Semua orang tahu alamatnya dekat POM Bensin Oepura. Bagus tu . Tuhan memberkati (Julius)

Anonim mengatakan...

Untuk Pak Dosen saya yang baik....SELAMAT NATAL....SEMGA KAISH TUHAN YESUS BESERTA BAPAK SEKELUARGA (Sonny)

Anonim mengatakan...

renungan yang menyentuh....thanx Pak

Anonim mengatakan...

BIG MIKE: SELAMAT NATAL (Yuyun)

poempuisi mengatakan...

Selamat Natal,

Desember telah tiba
Nuansa hijau, merah dan emas ada di mana-mana
Kidung nan indah pun menyeruak di keramaian
Orang-orang mulai menyibukkan diri dengan ibadah dan pesta
Kue-kue yang lezat dan rencana liburan

Tak lupa kado terindah untuk yang terkasih

Di hari Natal yang bahagia
Di antara gempita menggegap
Ijinkanku menyapamu wahai sahabat
Kau yang kesepian tanpa teman dan keluarga
Kau yang terbaring sakit dan terkulai lemah
Kau yang tersisih di suatu pojok yang gelap
Kau yang bertanya sendiri seperti apakah Natal kali ini

Natal ini masih milikmu

Dalam keriuhan pun dalam kesendirian
Natal datang menghampiri semua orang
Untuk satu alasan: Allah sungguh mengasihi dunia ini

Putra Natal datang untukku juga untukmu
Kamu tidak dilupakan-Nya Natal kali ini
Allah mengasihimu adalah berita indahnya

Selamat Natal, sahabatku..

poempuisi mengatakan...

Kado Natal Istimewa


Waktu umurku tiga tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi mainan yang bagus

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka

Waktu umurku empat tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi pakaian yang indah

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka

Waktu umurku lima tahun

Aku menemukan sekotak hadiah berisi perlengkapan sekolah

Diletakkan papa dan mama di bawah pohon Natal

Tetapi kado Natal istimewa bukan itu, kata mereka

Dimanakah kado istimewa itu dapat kutemukan?

Kata papa dan mama bukan mereka yang memberikannya

Kado itu lebih berharga dari semua yang pernah kuterima

Kado itu alasan semua orang merayakan Natal

Allah penuh kasih yang memberikannya

Seorang Juruselamat yang datang untuk menyelamatkanku

Sebuah kado istimewa yang tidak bisa kutemukan

Sampai IA menemukanku

poempuisi mengatakan...

SELAMAT NATAL BIGMIKE. DAMAI KRISTUS MENYERTAI ANDA SEKELUARGA

Anonim mengatakan...

Batu adalah benda sedangkan Tuhan bukan benda. Kalao kita memahami Tuhan hanya sebatas bisa mengangkat batu atau tidak, kita menyamakan Tuhan dgn makhluk. Padahal Tuhan samasekali berbeda sama sekali dengan benda. (Ryan)

Anonim mengatakan...

selamat NATAL untuk Bigmike. Mohon maaf lahir dan batin (Ryan)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Selamat Natal. Damai Natal hendaknya menjadi bagian integral damal hidupmu dan keluargamu (John, Oemasi)

Anonim mengatakan...

Ya, ketika BM mengatakan bahwa tiap dosen di calling tetapi banyak yang membiarkannya hanya menjadi sebuah miscall, kami teman-teman Fapet tertawa tapi baru kami sadar bahwa itu adalah sebah sindirian. Nah, skarang saya tantang BM, kapan jadi Prof. sedangan kami mungkin akan terhambat karena sudag berumur begini belum ambil S3. Bagaimana? (John)

Anonim mengatakan...

@ Dear Bigmike,

Selamat Natal Bro', TUHAN YESUS MEMBERKATI kamu dan keluarga.

Anonim mengatakan...

Saya sangat setuju dengan pandangan BM bahwa Natal adalah Kado dari Allah yang sifatnya sepihak. Ya karena manusia sudah keterlaluan dan tak bbas lagi. Manusia terpenjara dlam rantai dosanya. Akibatnya, dia kehilangan keinginan atau kehendak bebas, yaitu syarat utama dalam pengambilan keputusan bebas. Heggel berbicara tentang kehendak bebas ini.

Sngguh sebua posting yang enak dibaca dan kita perlu. Salam (Eman, TDM)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

SELAMAT NATAL. TUHAN YESUS MEMBERKATI. HORAS .... sudah lama ga ke sini nih...sori, sibuk (Binxars)

Anonim mengatakan...

@ Lae Eman,

Apa itu kehendak bebas? Kehendak bebas adalah sebuah konsep dalam filsafat tradisional yang digunakan untuk menunjukkan keyakinan bahwa perilaku manusia tidak mutlak ditentukan oleh penyebab eksternal, namun merupakan hasil pilihan yang dibuat melalui sebuah aksi kehendak oleh pelaku. Pilihan seperti ini tidak ditentukan oleh penyebab eksternal, namun ditentukan oleh motif dan intensi agen. Motif dan intensi ini juga tidak mutlak ditentukan oleh penyebab eksternal

Anonim mengatakan...

Konsep tradisional kehendak bebas memasuki arus utama filsafat barat dalam pertanyaan metafisis tentang tanggung jawab manusia terhadap perilaku moral. Banyak debat modern tentang kehendak bebas sering berlangsung dalam term tanggung jawab atas perilaku moral dan kriminal. Dalam tradisi Kristen, yang membatasi topik di sekitar kehendak bebas, keyakinannya digantungkan pada keyakinan metafisis dalam realitas non fisik. Kehendak dilihat sebagai fakultas jiwa atau pikiran, yang dianggap berdiri diluar dunia fisik dan hukum-hukumnya. Oleh sebab itu, bagi banyak orang, keyakinan akan materialisme diambil untuk menolak kehendak bebas.

Anonim mengatakan...

Pandangan modern tentang determinisme dan kehendak bebas tidak melihat dua konsep sebagai mutualisme eksklusif. Pandangan ini mulai terlihat bentuknya dengan argumen seperti yang ditawarkan oleh Thomas Hobbes (Leviathan, xxi). Tuhan adalah penyebab utama segala tindakan, kata Hobbes, namun sejauh seseorang tidak secara fisik dipaksa mengambil sebuah tindakan, tindakan tersebut bebas. Hobbes menegaskan argumennya dalam term kebebasan vs keharusan, ketimbang kehendak bebas vs kehendak yang ditentukan secara eksternal. Pendapat yang setuju dengan serangkaian penyebab akan menyebut seseorang yang jatuh dari tebing karena angin, sebagai orang yang telah tertuju pada kejadian yang merupakan akibat lumrah dari serangkaian penyebab. Seseorang yang melompat dari tebing juga memiliki serangkaian penyebab yang membuatnya melompat. Namun jika orang tersebut tidak sedang dikejar dan melompat tanpa penyebab material yang mendesakkan lompatan, maka tindakan tersebut adalah salah satu kebebasan.

Anonim mengatakan...

Karena perkembangan, kerusakan dan gangguan otak memiliki berbagai tingkatan, tentu saja pemahaman dan kontrol atas pikiran dan tindakan juga memiliki berbagai tingkatan. Pada ekstrim yang satu, seseorang mungkin tidak memiliki atau memiliki sedikit kontrol atas pikiran atau tindakannya. Orang seperti ini, menjadi contoh kasus paradigmatik orang yang kurang memiliki kehendak bebas . Pada ekstrim yang lain, seseorang nampaknya memiliki kemampuan kontrol atas pikiran dan perbuatannya seperti manusia super. Orang yang memiliki kedisiplinan mandiri seperti ini merupakan orang bebas dalam pengertian metafisis. Klaim bahwa seseorang sungguh-sungguh bebas tidak terikat oleh hukum sebab akibat adalah absurd dan tidak perlu. Dia absurd karena dia mensyaratkan tindakan bebas untuk menjadi tindakan tanpa sebab. Untuk itu, orang yang sungguh-sungguh bebas adalah orang yang tidak memiliki pola atas apa yang hendak dia pikirkan atau perbuat. Orang seperti ini sama tidak bebasnya dengan seseorang yang bisa membayangkannya.

Anonim mengatakan...

Jadi, apa itu kehendak bebas? saya hanya ingi mengataan bahwa lawan katanya adalah deterministik. Sisanya silakan Bung Eman tafsirkan sendiri.

BTW, saya suka artikel BM ini. Bagus....(Binxars)

Anonim mengatakan...

Dua hari yang lalu saya menerima sebuah undangan acara rohani bertema reflextion 2010 yg hampir lewat and cellebration 2011 yang akan datang. Undangannya dirancang mirip undangan konser jazz….ada special dinner dengan para pendetanya, dilengkapi band pengiring dan mc dan juga door prize yang diadakan disebuah Resto ternama. Lalu saya berpikir pergi tidak ya ? Pikiran saya berkembang ke ….apakah saya perlu berefleksi tentang tahun 2010 dgn diiringi band dan mc disebuah resto? Lalu sementara pikir-pikir mau ikut atau tidak saya membaca postingan ini. Saya terkesan dengan penggalang kalimat ini ….kebanyakan kita dihari Natal ini sering membuat acara-acara atau liturgy (juga) yang aneh-aneh dengan tujuan memuji Tuhan, tapi kalau dicermati lebih baik nyatanya kita sering mencari/membuat/membangun panggung untuk mematut/mempertontonkan atau show of diri sendiri.
Benar apa yang dikemukakan sang penulis blog ini-itu fenomena yg terjadi akhir-akhir ini.
Sahabat, saya tidak berani menyimpulkan bahwa semua yang melakukan acara ini itu, liturgi yang berbeda atau macam-macam kegiatan yg bersifat rohani dihari baik ini, tidak benar dalam hal motifnya,namun ada baiknya kita-khususnya pemimpin dan pelayan umat, berpikir lebih banyak, menilik lebih dalam, dan cermati lebih sungguh-sungguh sebelum membuat suatu kegiatan atau acara dengan mempertimbangkan dampak atau akibat yang dihasilkan dari tindakan,program, acara atau kegiatan kita tsb.

Anonim mengatakan...

Mengacu dari penggalan kalimat penulis blog diatas, kalau boleh saya sumbang saran sedikit lebih khusus mengenai kegiatan kerohanian dari institusi Gereja, khusus dalam hal pendidikan Jemaat-satu hal yang juga penting diperhatikan sebelum kita melakukan suatu kegiatan,acara,liturgi tertentu yg bersifat “Memuji TUHAN”
Kita tahu sahabat bahwa salah satu tugas Gereja ( Sebagai Organisasi maupun Organisme ) yg tak boleh dilupakan adalah tugas mendidik dan mengajar jemaat yang dilayani. Tugas ini merupakan amanat agung dari Yesus dalam Injil Matius 28: 19-20. Berdasarkan ayat ini jelas kita pahami bahwa gereja punya tugas sentral sebagai pendidik. Kata “ajarlah” memberikan konsepsi kepada kita bahwa dalam menggenapkan amanat agung ini kita harus melakukan proses pendidikan dan pembelajaran kepada umat yang dilayani. Dari pengertian diatas kita seharusnya bertanya, apakah kegiatan, acara, program dalam bentuk apapun yang kita buat mempunyai nilai mendidik ? memberikan pengajaran yang menuntun dan mengarahkan umat kepada kebenaran ? atau kegiatan kita hanya besifat ceremonial belaka, meminjam istilah sang penulis blog …..mencari atau membuat,membangun,menata panggung untuk mematut diri sendiri ?

Anonim mengatakan...

Sahabatku, Jemaat atau umat Tuhan tidak dapat berdiri sendiri tanpa ada yang memimpin dan mengarahkan mereka. Karena itu kita perlu pelayan-pelayan yang kita sebut pendeta atau gembala sidang, atau diaken, penatua, majelis, pekerja dan ada juga yang memakai istilah lain dengan tugas dan tujuan utama yaitu melayani jemaat atau umat Tuhan. Jadi kalau kita bicara tentang tanggungjawab gereja melaksanakan amanat agung ( ajarlah…) maka tak beranjak jauh dari kesiapan atau kemampuan atau kecakapan atau kompetensi para pendidiknya. Yang saya maksudkan dengan para pendidik dalam jemaat tentu adalah mereka yang terlibat langsung dalam pemberdayaan jemaat dalam sebuah gereja lokal…seperti Pendeta atau Gembala Sidang, Diaken, Penatua,Majelis,Pekerja …..dsb.

Anonim mengatakan...

Menurut hemat saya supaya suatu kegiatan, program, acara atau bentuk pelayanan apapun boleh menghasilkan manfaat baik untuk umat Tuhan dan Gereja, maka paling tidak kita harus punya pelayan dan pendidik dalam gereja yang punya kompetensi, minimal dalam 4 hal, yaitu :
Kompentensi Spiritual,
Karena focus dan kegiatan pelayanan digereja tidak hanya berkaitan dengan masalah-masalah jasmaniah melainkan juga batiniah ( rohani ) maka factor kemampuan/kompetensi spiritual atau rohani memegang peranan penting dalam diri seorang pelayan. Sumber kemampuan spiritual dalam diri seorang pelayan bersumber dari hubungan atau kedekatannya dengan Tuhan. Oleh karena itu jika kita ingin mengembangkan kompetensi spiritual, maka yang harus dilakukan oleh seorang pelayan/pendidik adalah membina keintiman dengan Tuhan, melalui pendalaman tugas dan panggilan dalam melayani. Juga sisi lain yang harus diperhatikan adalah ketekunan dalam pengajaran Firman Tuhan. Setiap pelayan/pendidik harus memahami pula bahwa Alkitab merupakan sumber pengetahuan spiritual kita, karena itu ketika mereka bertumbuh, berakar dan berbuah dalam Firman Tuhan maka semakin besar peluang akan terciptanya kompetensi spiritual dengan kadar yang lebih tinggi.

Anonim mengatakan...

Kompetensi Paedagogik,
Ini menunjuk pada sejumlah skill dan potensi yang dapat diaplikasikan dalam mengajarkan Firman Tuhan. Menyangkut pada cara dan srategi seorang pendidik melaksanakan tugas-tugas kependidikan. Ada beberapa aspek yang tergolong dalam kompetensi paedagogik yaitu :
Pertama, kemampuan mengajar / teaching skills, yaitu bagaimana seorang pendeta atau pelayan melaksanakan pengajaran kepada jemaatnya. Dalam konteks mengajar ini yang harus diwujudkan adalah terjadinya suatu perubahan dalam diri jemaat yang diajar,perubahan yang menyangkut pengetahuan, sikap maupun tingkah laku. Bila tidak terjadi perubahan bagi jemaat yang diajar dalam sebuah gereja bisa dipastikan bahwa ada kesalahan dalam proses belajar dan mengajar tsb.

Yang kedua, kemampuan menggembalakan ( shepherding ). Mendidik jangan hanya dipahami dalam konteks mengajar,melatih dan membina saja melainkan juga menggembalakan. Pendeta atau siapapun yang memegang peranan sebagai pendidik di jemaat, pada hakekatnya adalah seorang gembala bagi yang digembalakan, sebab itu ia harus rela berkorban,memiliki perhatian, berbagi dan tak meninggalkan domba-dombanya dalam keadaan yang terlantar. Yang lebih utama, dalam konteks pengembalaan, seorang pendidik jemaat wajib menyediakan dan mencukupi kebutuhan umatnya, termasuk secara intelektual, emosi,mental dan rohani.

Yang ketiga, kemampuan memberi teladan ( modeling ). Kemampuan Paedagogik seorang pendidik dalam gereja tidak akan pernah berdampak dengan baik jika tidak dibarengi dengan fungsi dan peran sebagai teladan. Peran ini penting sebab jemaat atau umat memerlukan figure yang mampu diteladani dalam hidup ini. Keberhasilan suatu kepemimpinan dalam gereja sangatlah ditentukan oleh keteladanan para pendidiknya. Karena itu sebuah perenungan bagi para pemimpin dan pendidik digereja…apakah kita telah menjadi teladan bagi jemaat ?

Anonim mengatakan...

Selanjutnya Kompetensi Psikologis.
Berguna untuk memahami unsure psikis dalam proses pendidikan, pengembalaan dalam pelayanan. Walau bukan hal yang utama dalam pendidikan jemaat namun punya pengaruh yang signifikan. Misalnya jemaat kagum dengan kehebatan seorang pendeta dalam berkhotbah ketika ia dimimbar gereja, namun setelah turun dari sana karakter yang dikembangkannya kurang bersahabat dan tidak memiliki perhatian dengan jemaat, hal ini tidak akan membawa dampak yang besar. Juga menyangkut bagaimana kita membangun hubungan (human relations) kepada jemaat, sikap accepting/penerimaan, dan mengembangkan/developing. Salah satu cara adalah memandang jemaat atau umat Tuhan sebagai pribadi ciptaan Allah dengan potensi yang unik dan berbeda yang harus diberdayakan bukan malah memperdayakan jemaat/umat.

Anonim mengatakan...

Yang terakhir, kompetensi sosiologis.
Maksudnya kita sebagai pemimpin harus punya kemampuan bersosialisasi dengan jemaat yang dilayani, baik dalam konteks jemaat secara umum maupun pribadi-pribadi, semisal :
Para pendeta/pendidik tidak mempertahankan status strukturalnya sebagai pendeta, gembala, diaken,ketika bersosialisasi dengan jemaat,

Para pendidik/pelayan membuang system birokrasi dalam melayani jemaat,

Mereka tidak perlu bersikap diskriminatif kepada jemaat,melainkan mengayomi semua, dari latar belakang yang berbeda-beda,

Mereka terbuka bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi jemaat, dengan itikat baik memberikan solusi dan pemecahannya.
Demikian sahabat koment dari saya,semoga dapat menjadi bahan refleksi kita dalam pelayanan ditahun-tahun yang akan datang…jika Tuhan masih beri kita kesempatan untuk melayani….!
Tak lupa juga saya ucapkan selamat Natal buat sahabat yang merayakan, & selamat memasuki tahun baru bagi kita semua…..Salam.

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Komen di atas dari BM atau orang lain nh....bagus skali dan perlu diberikan catatan....(Julius)

Anonim mengatakan...

.....Dua hari yang lalu saya menerima sebuah undangan acara rohani bertema reflextion 2010 yg hampir lewat and cellebration 2011 yang akan datang. Undangannya dirancang mirip undangan konser jazz….ada special dinner dengan para pendetanya, dilengkapi band pengiring dan mc dan juga door prize yang diadakan disebuah Resto ternama. Lalu saya berpikir pergi tidak ya ? Pikiran saya berkembang ke ….apakah saya perlu berefleksi tentang tahun 2010 dgn diiringi band dan mc disebuah resto? Lalu sementara pikir-pikir mau ikut atau tidak saya membaca postingan ini. Saya terkesan dengan penggalang kalimat ini ….kebanyakan kita dihari Natal ini sering membuat acara-acara atau liturgy (juga) yang aneh-aneh dengan tujuan memuji Tuhan, tapi kalau dicermati lebih baik nyatanya kita sering mencari/membuat/membangun panggung untuk mematut/mempertontonkan atau show of diri sendiri....

Saya mengutip ulang komen di atas? dan inlah komentar saya...(Julius)

Anonim mengatakan...

Gejala di atas adalah gejala "komersialisasi agama". Semua mengalami itu. Terlebih di masa budaya popular begitu kuat. Televisi rajin menawarkan aneka produk yang berkaitan dengan acara agama. Lama-lama para alim-ulama, termasuk pendeta-pendeta, masuk alam jebakan komersialisasi.

Kacaunya di situ, beragama tidak pas lagi. Beragama sering menjadi sangat sekuler. Di Gereja saya waktu acara natal, saya kehilangan nuansa Natal. Lebih terasa sebagai ajang acara indonesia mencari bakat. Apakah perlu semacam revolusi dalam etika beragama? saya tunggu komentar bali.

Apapun komen di atas memang bagus. Saya suka (Julius)

Anonim mengatakan...

@ Bung Julius dan pemberi koment,

Apa salahnya dengan melakukan refleksi sambil menerima hiburan? Kan sambil menyelam minum air (13)

Anonim mengatakan...

he he he he....saya cuma berguran karena saya juga sangat tidak setuju dengan komersialisasi agama. Agama ya agama. Jualan ya jualan. Jangan campur baur begitu ...eh pemberi komen tu bagus skali. Knapa BM tidak bikin jadi posting saja? (13)

Anonim mengatakan...

Eh, ternyata jadi pelayan itu susah sekali ya? Ada maca-macam kompetensinya. Tapi agaimana dengan kursus 3-4 bulan trus jadi pendeta muda. Saya suka bingung sama orang-orang begituan. Omong tidak karuan dan bisanya hanya sombong iman. Bagaimana kawan lain, setuju ko tidak? (13)

Anonim mengatakan...

@ Wooiii Domi,

DI gereja saya, yang bermasalah bukan cuma pendeta-pendeta yang kurang kompetensinya itu tetapi juga para penatua dan diaken yang malas mengembangkan diri. Kalo bikin renungan hanya andalkan buku macam sntapan harian. Di baca kembali bikin kita mengantuk. Kalo rapat gereja sukanya mara-marah. Makanya saya juga setuju dengan komen di atas bahwa perlu diperiksa kembali kompetensi para pejabat gereja itu supaya jangan bikin malu (Julius)

Anonim mengatakan...

@ Mister Lius,

Malu mengaku bahwa ente itu majelis gereja ya? Itu yang pemalas tu kawan laen ko ente sendiri? ha ha ha ha....ente tu, pasti majelis yang baek tapi karmana kalo sifat emosinya dikurangi sdikiiittttt saja....ha ha ha ha ha...selamat siapkan diri untk taon baru ee bro' (13)

Anonim mengatakan...

@ Pemberi komentar,

tolong di jelaskan maksud kalimat ...Para pendidik/pelayan membuang system birokrasi dalam melayani jemaat,...

apakah maksudnya tidka perlu ada sistim adminsitrasi gereja dan umat? (13)

Anonim mengatakan...

@BM.
Selamat Natal dan juga selamat tahun baru, karena sedikit hari lagi 2010 akan berakhir...refleksi natal yang indah...thanx bro udah posting dan membagi berkat buat kita semua, walau dalam kondisi yang gak sehat.GBU (Adek)

Anonim mengatakan...

Mr. Julius bertanya ….( karena persoalan diatas )…apakah perlu semacam revolusi dalam etika beragama ?
Pak Julius…saya kutip peristiwa yang dicatat Alkitab berikut ini : Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir orang yang berjual beli dihalaman Bait Allah, Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka Rumahku akan disebut Rumah Doa bagi segala bangsa tetapi kamu telah menjadikankan nya sarang penyamun…..
Tindakan Yesus mengusir orang yang berjual beli diBait Allah menunjukkan komitmenNya terhadap kesucian dan ibadah yang sejati dari mereka-mereka yang menyatakan sedang menyembah Allah. Ia menjelaskan bahwa Rumah Allah ( gereja dan kita sebagai tubuh Kristus) dimaksudkan menjadi rumah doa, tempat dimana umat Allah dapat berhubungan dan berjumpa dengan Dia dalam pengabdian, doa dan persekutuan rohani. Bait Allah tidak boleh dinajiskan dengan menjadikannya tempat untuk meningkatkan status social, keuntungan keuangan atau hiburan. Kapan saja rumah Allah dipakai orang yang berpikiran duniawi, maka rumah Allah kembali menjadi sarang penyamun.
Jadi, perlukah semacam revolusi dlm etika beragama?......saya pikir kita bisa menjawabnya sendiri…..

Anonim mengatakan...

Pak Julius ….kalau saya boleh memilih saya lebih menginginkan sebuah transformasi dalam etika beragama sebab transformasi mencakup :
¤ Perubahan pola atau tata berpikir. Di
dalamnya terkandung apa yang disebut metanoia yang berarti berbalik atau berganti arah. Yang tadinya berorientasi atau tertuju pada komersialisasi kemudian berubah atau berpindah atau berbalik kepada kebenaran yang sesungguhnya.
¤ Proses yang berlangsung berkesinambungan, bukan sekedar sebuah momentum, melainkan sebuah proses perubahan yang bertahap, berlangsung secara terus menerus.
¤ Perubahan yang terjadi yang merupakan buah dari kerja keras, melalui pemberitaan Injil dan pengajaran Kebenaran Tuhan.

Anonim mengatakan...

Dalam sejarah dapat dijumpai bahwa setiap perubahan hampir selalu melalui mekanisme proses, bukan sesuatu yang instant atau mendadak.

Kita perlu transformasi dalam etika dan perilaku hidup keagamaan kita, jika tidak, kemungkinan kita dapat menciptakan dan juga berpotensi dan berpeluang…..menjadi sarang penyamun….
Begitu yang bisa saya jawab…bapak…GBU

Anonim mengatakan...

@Mr. 13
Kita tidaklah menentang sistem birokrasi dan syarat-syarat administratif didalam gereja Sebab sistem administrasi yang baik akan membuat managemen gereja lebih baik, namun yang saya maksudkan adalah janganlah karena hal-hal ini berpotensi menjadi penghalang orang-orang untuk datang kepada Yesus. Beberapa gereja menetapkan aturan birokrasi yang terlalu ketat sehingga terkadang tanpa disadari akhirnya menyebabkan ketidakefektifan pelayanan kepada Jemaat. Seharusnya pelayanan lebih dititik beratkan kepada kebenaran,keadilan dan belas kasihan bukan kepada suatu aturan yang kaku.

Anonim mengatakan...

Didalam Matius 23 Yesus mengecam secara keras kepada ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi… katanya ….”celakalah kamu …karena yang terpenting didalam hukum taurat kamu abaikan yaitu : keadilan, dan belas kasihan dan kesetiaan….”
“ yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan…”
Demikian Mr.13 …..semoga bisa diterima….

Anonim mengatakan...

@ Pemberi komen (ini namanya siapa? jangan-jangan BM sendiri/)...

Saya setuju dengan anda bahwa kadang-kadang dalam Gereja yang terjadi aturan administrasi menjadi nomer 1, trus pelayanannya agak berantakan. Saya sepakat (Julius)

sayyid mengatakan...

@ Bigmike,

Saya suka sekali posting ini karena mnegingatkan kita bahwa KESELAMATAN yang ditawarkan ALLAH melalui Kado istimewa Natal, yaitu YESUS KRISTUS, adalah untuk semua. Untuk dunia. Masalahnya adalah, mengapa tawaran keselamatan selalu dipandang exclusive? Semua Agama menawarkan keselamatan lalu semua yakin akan kebenarannya sendiri. Akhirnya, demi kebenaran exclusive itu antara aama tega saling membantai satu sama lain. Di mana peluang inklusifisme, bahkan dalam posting ini?

sayyid mengatakan...

@ Anonim pemberi komen,

1. Boleh tau namanya gak?
2. Reflekxi + entertainment? ini fenomena menari saat ini. Hampir semua agama menegalaminya. Coba bayangkan ketika kami berpuasa, ratusan bahkan ribuan iklan tentang makan dna minum berbuka puasa tertayang di layar televisi. Bagaimana dengan anjuran menghormati yang berpuasa? DI Bali, saya menyaksikan endiri, bagaimana ritual agama dibikin hanya sebagai event tourism? Beberapa waktu lalu, rocker kondang Mick Jagger yang nyata-nyata Kristiani minta acara kawinan pake ritual Hindu. Gilanya, dilayani? Ini dunia Hibrida yang bikin kacau.

Nah, saya ingin mendapat pandangan inklusif anda tentang hal ini.

BTW, koemn anda bagus. Wassalam

sayyid mengatakan...

@ Anonim pemberi komen,

1. Boleh tau namanya gak?
2. Reflekxi Iman + entertainment? ini fenomena menarik saat ini. Hampir semua agama menegalaminya. Coba bayangkan ketika kami berpuasa, ratusan bahkan ribuan iklan tentang makan dan minum berbuka puasa tertayang di layar televisi. Bagaimana dengan anjuran menghormati yang berpuasa? DI Bali, saya menyaksikan sendiri, bagaimana ritual agama dibikin hanya sebagai event tourism? Beberapa waktu lalu, rocker kondang Mick Jagger yang nyata-nyata Kristiani minta acara kawinan pake ritual Hindu. Gilanya, dilayani? Ini dunia Hibrida yang tak jelas. Kacau.

Nah, saya ingin mendapat pandangan inklusif anda tentang hal ini.

BTW, komen anda bagus. Wassalam

mikerk mengatakan...

@ Dear All, Thanx karena sudah berkunjung ke blog dan memberi komentar.

Ada komentar yang agak panjang menanggapi posting saya tapi itu bukan saya. Beliau agak enggan menampilkan jati dirinya. Kita hormati itu. Tapi saya akan memberikan sedikit catatan:

1 Beliau adalah seorang yang sangat terpelajar dan berprofesi sebagai pelayan Tuhan;

2. Beliau berjanji akan membatu saya memberikan sebuah posting yang segar. Kita tunggu realisasi janji dari beliau.

itu saja dulu....GBU

mikerk mengatakan...

Selamat tahun 2010, saya agak keteteran memenuhi janji membuat posting-posting baru. Kemampuan saya cuma sekitar 1 posting per bulan. Beberapa ksibuk menjadi kendala utama.

Saya berharap di tahun yang baru keadan bisa lebih baik. Tapi saya mungkin akan meminta bantuan sahabat, jika punya artikel bagus, jangan ragu mengirimkan kepada saya untuk saya posting. Blog ini milik kita semua kan?

Akhirnya, selamat tinggla tahun 2010. Selamat datang tahun 2011. GBU

mikerk mengatakan...

@ For Ibu Pendeta,

Thanx untuk komennya yang bagus. Saya tunggu artikel untuk posting di blog.

"SELAMAT TAHUN BARU. TUHAN YESUS MEMBERKATI IBU DAN KELUARGA".

mikerk mengatakan...

For ALL my Friends,

Ketika kita berjalan melewati wahun yang lama, 2010, dan memasuki tahun yang baru, 2011, pastilah selalu ada langkah pertama. Untuk itu renungkanlah kata-kata dari Marthin Luther King JR. Berikut ini:

"Take the first step in faith. You don't have to see the whole staircase. Just take the first step."

- Martin Luther King Jr.

Tuhan Memberkati KIta semua!!!!!

Anonim mengatakan...

Selamat Tahun baru Untuk semuanya! semoga di 2011 semua bisa lebih baik dari 2010! Tuhan memberkati kita semua!!.
(Budhi Sutho)

Fakhry mengatakan...

@ All,

SELAMAT TAHUN BARU 2011

Fakhry mengatakan...

Agama VS Bisnis? Jaman skarang keduanya sering menjadi sahabat kental...wkwkwkwk....

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,


Selamat Natal dan Tahun Baru. Tuhan Yesus Memberkati (Dion)

Anonim mengatakan...

For all...selMt tON Bru yahh...
sudah lama sekali tidak singgah dan mampir sejenak di blog ini, sekedar menghilangkan dahaga, wasalam.

DTN

Anonim mengatakan...

happy new year for all (Ryan)

Anonim mengatakan...

@ Ama Ludji, Dolly dan anak-anak,

Selamat Natal dan Tahun baru. Ingat-ingat umur su tambah tua. Sakit punggung tu tanda. Sebelum Natal Ama kan sudah mengeluh asam urat. Nah itu sudah tandanya. OK? (A9ust)

Anonim mengatakan...

Nah, kalo soal Ama Ludji tingka ke jengkel dengan pendeta beta kira ada hubungannya dengan kelakuan pendeta di GMIT Paulus yang suka studi banding ke luar daerah dan tinggalkan Jemaat. Kitong dengan di Paulus ada 4 Pendeta tapi semuanya empat orang itu berangkat studi banding Betul begitu ko Ama? ha ha ha ha...sabar sa boss....(A9ust)

Anonim mengatakan...

@ Penulis komen (namanya siapa?),

Kompetensi pejabat Gereja itu penting tapi menurut saya hal terpenting adalah spiritualitas. Dalam rapat-rapat gereja sering sekali kita tidka menemukan "buah-buah Roh" karena intrik-intrik, gosip begitu kuat. SAya kadang-kadang pikir apakah pejabat gereja sekarang takut kan Tuhan atau tidak ya?

Anonim mengatakan...

eh sorry, (A9ust)

Anonim mengatakan...

ARTIKEL YANG BAGUS, SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU (PaceNoge)

Anonim mengatakan...

SOal keselamatan memang kita tidak bisa duduk diam pasif. Kita hars aktif. Tapi Iman Kristen percaya bahwa DIA yang hidup dalam hati kita itulah yang akan mengaktifkan kita. Maka Undanglah DIA dan persilakan DIA masuk dalam hati kita. Nah, kita harus aktif juga toh (PaceNoge)

Anonim mengatakan...

@Pace Noge : taon baru, mohon cerita2 lucu yg baru juga dolo... tra ada carita lucu tra lengkap pace...

due hawu=

George mengatakan...

Menarik untuk dikomentari persoalan komersialisasi momen keagamaan...

Komersialiasi itu adalah hal yang sangat wajar dalam kehidupan manusia. Komersialisasi Natal, komersialisasi Paskah, komersialisasi Idul Fitri, komerkomersialiasi pemilihan presiden Amerika sampai komersialisasi berita poligami bawah umur syeh Puji. Selama itu bisa mendatangkan keuntungan, pasti apa pun akan dikomersialisasikan, tidak peduli apakah itu masalah politik, ekonomi, budaya, sosial, keluarga, atau pun perayaan keagamaan. Itu adalah hal yang wajar dalam kehidupan manusia dan tidak perlu dipersoalkan. Komersialisasi tidak akan membuat perayaan gerejawi menjadi tidak syah atau bahkan harus dibatalkan. Itu kembali kepada manusianya itu sendiri, apakah mau larut dalam eforia itu atau membiarkannya berlalu dengan sendirinya.

George mengatakan...

Ada pun mengenai komersialisasi di tempat ibadah, secara khusus Tuhan Yesus memberikan perhatian yang khusus seperti tertulis di Matius 21:12-13 (Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."). Peristiwa di dalam Matius 21:12-13 terjadi dalam minggu-minggu menjelang Paskah - dan rupanya pada masa itu para pedagang dan penukar uang itu selalu ada di pelataran Bait Allah karena dikelola oleh para imam sendiri. Mereka berdagang untuk mengeruk keuntungan pribadi dan juga memberikan bagi hasil keuntungan untuk para imam.

George mengatakan...

Tuhan Yesus tidak pernah mempermasalahkan orang berjualan di pasar atau di manapun karena itu adalah tempat yang benar untuk berdagang dan memperoleh keuntungan pribadi. Tetapi gereja, rumah ibadah adalah RUMAH DOA. Tuhan Yesus MELARANG adanya perdagangan di lingkungan gereja untuk keuntungan pribadi, apalagi dikelola oleh para pengerja gereja/gembala untuk penghasilan mereka.

George mengatakan...

BTW, untuk saudaraku Bigmike,

SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU. KIRANYA TUHAN MEMBERKATI HIDUP DAN KARYAMU. SEMOGA LEBIH RAJIN MEMPOSTING DI TAHUN 2011. PRODUKTIVITAS SAUDARAKU AMAT MENURUN PADA TAHUN 2010. JBU BRO'

==ANAK NKRI=

George mengatakan...

VIVA INDONESIA LONG LIVE NUSANTARA JAYALAH NKRI

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@ Anak NKRI,

Ente punya komen mantap. Saya kira ente cuma bisa marah kalo disindir soal Indonesia yang kacau. Selamat Natal dan Tahun baru ya bos (13)

Anonim mengatakan...

Mike, posting barulah (John)

Anonim mengatakan...

oh ya Mike, kita tunggu materi yang di Besipae ya...(John)

Anonim mengatakan...

@ Ama Ludji,

Posting baru suda...(A9ust)