Kamis, 10 Juni 2010

tri bajik eka cita: the last

Dear Sahabat Blogger,

Sampailah saya pada bagian akhir posting tentang "tri bajik eka cita" yang merupakan falsafah hidup Ayahanda saya almarhum (Robert "SGT" Riwu Kaho) dalam bekerja. Bahkan lebih dari itu, jika diteliti lebih saksama, akan terlihat bahwa sebenarnya falsafah "tri bajik eka cita" adalah falsafah hidup Robert. Cara pandang dia tentang bagaimana hidup itu harus dijalani. Kamudian barulah prinsip ini diekstrapolasikan oleh Ayahanda ke dalam dunia pengabdiannya, yaitu dunia pendidikan.

Menyadari bahwa "tri bajik eka cita" adalah prinsip hidup Ayahanda almarhum membuat saya menjadi tidak mudah begitu saja menulisnya. Dia menjadi sulit bukan karena substansinya tetapi karena konsekuensinya. Maksud saya begini, jika di antara pengagum almarhum Bung Karno terjadi silang sengkrut pengertian antara "anak biologis" dan "anak ideologis" maka bagi saya pertanyaannya adalah, apakah cukup bagi saya mengatakan kepada dunia bahwa .. "hei saya ini adalah anak Robert Riwu Kaho" .. dan apakah juga cukup saya mengatakan bahwa ... "hei saya tahu apa prinsip hidup Robert". ...cukupkah itu? TIDAK. Mengapa demikian? Saya masih harus bisa membuktikan bahwa "menjadi anak Robert" berarti harus memenuhi 2 prasyarat, yaitu principe d'etre-nya dan apa la condition humaine-nya? Opo maning? Leahy menyatakan bahwa principe d'etre manusia selalu dua sisi, yaitu siapa dirimu dan untuk apa dirimu. Sisi pertama menunjukkan identitas diri yang khas dan unik. Sisi lainnya menunjukkan keberartian seseorang bagi sesamanya dalam arti yang amat luas. Inilah yang disebut sebagai la condition humaine-nya. Ayahanda adalah pribadi yang unik. Dia pendidik, pengurus Gereja puluhan tahun, penghusada tradisional, bagian dari klan Mone Ama dari Namata, Sabu dan lain-lain. Cuma 1 dia. Tak ada yang lain. Di lain pihak, jejak hidupnya menjadi panutan banyak orang karena budi pekertinya yang masuk di dalam norma umum manusia yang baik. Dia amat berbudaya.

Saya selalu bertanya, sudahkah saya menemukan jalan untuk dikenal sebagai anak Robert dalam identitas yang berbeda tetapi memiliki budi pekerti yang setara? Saya harus unik dan khas. Bukan fotocopy semata dari Robert. Akan tetapi sekaligus dengan itu saya dituntut paling kurang menapaki jalan hidupnya yang amat berguna bagi sesama. Hidup yang tidak memusatkan perhatian pada kepentingan diri sendiri. Secara kasat mata, academic achievement menunjukkan bahwa saya berhasil "keluar" dari bayang-bayang identitas Ayahanda. Kami memang sama-sama berprofesi Guru tetapi saya Guru di bidang Ilmu Kehutanan. Beliau pernah menjadi Kakanwil tetapi saya Ketua Umum ForDAS NTT. Robert unik sayapun unik. Masalahnya adalah, apakah saya sudah memiliki budi pekerti yang setara dia? Jawaban saya, belum.

Jika begitu maka apa untungnya menulis tentang "tri bajik eka cita", yang adalah falsafah hidup Ayahanda, jika tidak mampu melakukannya? Pandai berteori tetapi tak satupun tamak dalam perilaku hidup setiap hari. Bukankah itu sama artinya dengan fenomena ironis di negara kita tercinta? Mengaku wakil rakyat-nya tetapi nasib rakyat hanya urusan sekunder. Rajin beribadah tetapi amat gemar menista orang lain. Mengaku menghafal Pancasila tetapi perilaku amat primodial. Lalu saya berketetapan hati bahwa dari pada tidak lebih baik jika saya menuntaskan saja tulisan tentang "tri bajik eka cita". Bukan untuk apa-apa melainkan justru yang oleh karenanya, principe d'etre, saya harus terus belajar, dengan pertolongan Tuhan, supaya saya tidak memalukan sebagai anak Robert Riwu Kaho. Lalu apa itu "tri bajik eka cita"?.

Secara etimologi, Robert memberi makna bahwa tri berarti tiga, bajik berarti perbuatan baik yang mendatangkan keselamatan, eka artinya satu atau tunggal dan cita adalah cita-cita, yaitu tujuan yang luhur, mulia dan sempurna yang harus dikejar. Lalu, tri bajik eka cita adalah tiga perbuatan baik yang mendatangkan keberuntungan dan keselamatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai satu tujuan yang sempurna. Dari pengertian ini saja kita bisa belajar bahwa setiap hidup harus memiliki tujuan yang baik. Pernah menonton film Rambo II? Di akhir ceritera John Rambo menjawab pertanyaan Trautman, mantan bossnya tentang "bagimana kau hidup", dengan mengatakan begini "i'm living day by day". Hidup ala John Rambo tidak sesuai dengan prinsip Robert. Hidup harus memiliki tujuan dan tujuan itu harus yang bersifat mulia. Lalu, apa eka cita itu? Adalah: BERKAT. Robert memberikan defenisi bagi tujuan hidupnya, yaitu menjadi berkat bagi sesama. Dengan cara itulah dia akan layak mengaku sebagai ciptaan sang Pengada yang Maha Baik. Bagimana Robert dapat mencapai cita-citanya itu? Adalah dengan melakukan 3 perkara, yang disebut sebagai tri bajik, yaitu BERDOA, BEKERJA DAN BERBUAH. Jelas dan clear bukan? Jangan buru-buru. Mari kita perhatikan uraian Robert lebih terperinci.

  1. Berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan Maha Kuasa yag berlandaskan Iman. Di dalam doa, anda harus melakukan 3 hal terpenting, yaitu mengaku berdosa dan memohon pengampunan, mengucap syukur atas semua yang sudah diterima dan memohon anugerah kekuatan, kesehatan, hikmat dan apa saja yang baik sebagai modal bekerja. Jadi, si sombong yang merasa selalu benar, pendendam, dan tukang komplain atas apa yang ada padanya adalah orang yang tidak berdoa. Berdoa dilakukan setiap saat. Dengan berdoa, menurut pengalaman Robert, orang akan mampu menghargai orang lain sebagai sesama ciptaan, tidak melakukan diskriminasi, gemar menolong mereka yang lemah terutama anak didik, peka terhadap penderitaan orang lain dan mampu melayani.
  2. Bekerja adalah adalah esensi hidup itu sendiri. Karena itu bagi Robert kaum pemalas dan tukang berharap gampang dalam hidup bukanlah seorang pekerja. Bekerja juga merupakan panggilan hidup sebagai manifestasi iman. Oleh karena itu hal yang dikerjakan haruslah yang bersifat baik. Mencuri dan menipu bukanlah bekerja karena dalam Iman tidak pernah boleh ada bekerja yang sifatnya jahat. Bekerja yang baik, bagi Robert adalah, bekerja secara tekun, setia, tak mudah menyerah dan produktif dari waktu ke waktu.
  3. Berbuah adalah adalah kepastian bahwa semua yang didoakan dan dikerjakan harus benar-benar halal. Tak boleh anda mengorbankan orang lain dalam bekerja. Tak boleh anda mendoakan celaka bagi orang lain. Harta yang kamu miliki benar-benar harus merupakan keringatmu sendiri dan tidak merampas hak-hak orang lain.
Akhirnya, resultante dari tiga kebajikan itu adalah akan datangnya tujuan luhur dari hidup, yaitu berkat. Bagaimana ciri hidup yang penuh berkat itu? Robert merincinya ke dalam 10 indikator, yaitu iman baik, punya harga diri, selalu ingin maju, etos kerja yang tinggi dan berdisiplin, bekerja berorientasi pada prestasi, jujur, secara individu harus pandai, terampil dan kreatif, memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi dan tegas, mampu berkomunikasi dengan orang lain tetapi berdikari dan rendah hati.

Begitulah gambaran ringkas tentang "tri bajik eka cita" itu. Melihat deskripsinya, saya menjadi miris sendiri. Dapatkah saya mencapai derajat budi pekerti seperti itu? Saya tak begitu yakin tetapi .... hei sabar dahulu .... dengan mata kepala sendiri saya menjadi saksi bahwa Ayahanda almarhum mampu melaksanakan semua yang telah didefenisikannya itu. Ayahanda tidak sedang berhipotesis melainkan menuliskan pengalaman empirik hidupnya sebagai suatu hipotesis bagi banyak orang. Dalam mempraktekkan teorinya, dia amat berhasil. Prestasinya sebagai pendidik menjadi saksi. Maka, kalau dia bisa mengapa saya tidak? Bukankah saya memiliki DNA yang sama dengan dia? Kalaupun tidak sama-sama amat, paling kurang saya bisa belajar untuk mulai melakukannya. Hari ini lebih baik dari kemarin. Besok lebih baik dari hari ini. Makin lama makin baik. Saya cukupkan tulisan ini sampai di sini. Lalu, apakah anda terilhami oleh cara hidup Robert Riwu Kaho?.

Untuk semua Guru yang baik di mana saja anda berada, saya kirimkan lagu Oemar Bakri dari Iwan Falz. Bapak dan Ibu, dedikasi anda di catat di Surga.


Tabe Tuan Tabe Puan

111 komentar:

mikerk mengatakan...

Dear All,

Tulisan ini belum diedit. Nanti akan saya lakukan sebenatar. Masih aat sibuk. Mohon maaf

mikerk mengatakan...

Saya tidak bermaksud untuk "mengkultuskan" Ayahanda saya. Dia manusia biasa saja tetapi hal-hal baik yang dimilikinya baik juga di-sharing kepada siapa saja supaya bisa menjadi informasi dan atau cermin bagi tiap-tiap yang merasa mendapat manfaat. GBU

Fakhry mengatakan...

@ Bigmike,

Baca dulu ah,

BTW, thanx dah lama ga posting seeehhh....

Fakhry mengatakan...

@ Bigmike,

Dua jempoal atas posting ini. Isinya bagus dan ga penasaran lagi. Komen panjangnya ntar aja, skarang mo cabut dulu nih...(Proy73)

mikerk mengatakan...

Dear All.

Saya baru saja membuat sedikit editing terutama memasukkan gambar. Editing substansi lain nanti saja ya. Semoga bisa dibaca dengan lebih baik. GBU

mikerk mengatakan...

@ Mister Proxy 73,

Thanx atas kunjungan dan komentarnya. Saya tunggu komen lengkapnya ya...selamat bekerja. GBU

Anonim mengatakan...

benar2 bangga skaligus trenyuh sedih mengenang bapa robert, buat BM trus mlangkah bung, SGT pasti bangga meski ada bnyk tantangan yg dihadapi meskipun itu dr orang2 terdekat.
tak bosan harus 2 sampai 3 kali membaca posting ini...

DTN=

mikerk mengatakan...

@ Dear All,

Saya baru saja selesai melakukan editing substansi posting. Cashingnya agak berbeda dari tulisan asli tetapi esensinya tetap. Semoga dapat dibaca dengan mudah. GBU

mikerk mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
mikerk mengatakan...

@ Dear DTN,

Be your self. Jangan menjadi copyan dari siapaun juga tetapi copylah budi pekerti yang baik. Itulah manusia, unik dalam pncaiapan tetapi bersatu dalam kebaikan. Jadilah kepal biro Un. PGRI yang baik tetapi jangan lupa untuk berusaha menjadi orang baik. JBU

Anonim mengatakan...

@ Pak MIke,

Luar biasa, luar biasa, luar biasa. Makin kagum saua saya terhadap sosok almarhum Pak Robert. KIta bisa belajar banyak hal dari sosok yang satu ini. Sayangnya tidak begitu banyak sosok seperti ini di NTT maka pendidikan di NTT makin rusak saja. Rasanya saya perlu baca kembali posting ini dan belajar baik-baik (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,

Saya teringat ayat Alkitab tentang bekerja

Yoh. 5:17, “BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga”.

Saya kira cocok sekali dengan falsafah Pak Robert (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

2 jempol untuk gagasan Pak Robert. Sayang sekali tidk diteruskan. Bahkan sekarang pengelola pendidikan di NTT rusak-rusakan (13)

Anonim mengatakan...

Secara realitas setiap orang harus bekerja karena untuk mencukupi kebutuhan dalam kehidupan. Pemenang undian atau penerima harta warisan mungkin bekerja lebih sedikit tetapi harus tetap bekerja. Jika tidak ada yang bekerja maka kehidupan tidak akan berjalan. Meski kita hidup di dunia modern tapi kita tetap membutuhkan orang lain untuk memperbaiki jaringan telepon, menjual kebutuhan sehari-hari dan sebagainya. Jadi meski benar-benar ada yang berhasil menang undian, tetap ada orang lain yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.

Anonim mengatakan...

Bapa Robert memang sudah pergi menghadap Tetemanis! tapi dia tetap tinggal dalam Ide-Idenya dan ajarannya-ajarannya! seingat saya, apa yang Bapa Robert pikirkan dan dia kerjakan baik itu tentang pekerjaan di kantor (bid pendidikan), pelayanan di gereja maupun urusan pengobatan tradisional selalu dicatatnya dalam diarynya! mungkin perlu suatu saat ada yang merangkumnya dalam 1 tulisan! siapa tahu bisa bermanfaat!

(Budhi Sutho)

Anonim mengatakan...

Waduh luar biasa sekali ni Pak Robert. Hiudpnya punya tujuan pasti dan ujuan itu adalah menjadi berkat banyak orang. Ternyata orang ini satu kata dengan perbuatan. Saya bangga dan sedih. Bangga karena dia orang NTT. Sedih karena tidak banyak yang mau mengikuti teladannya terutam pkerja di bidang pendidikan. Ngawur semua

Anonim mengatakan...

maaf eee (Bahren)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike and All,

Herbert Applebaum, seorang antropolog, menawarkan definisi bekerja: "Bekerja adalah suatu aktivitas produktif yang mengakibatkan perubahan fisik dan sosial pada lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia."

Bagaimana kita menanggapinya? (Larry)

Anonim mengatakan...

terlepas dari tanggapan atas pertanyaan saya di atas, saya mengucapkan terima kasih pada BM atas postingnya ini. Kita bisa belajar sesuatu dari posting ini. Thanx (Larry)

Anonim mengatakan...

Mantap. Baca dulu aaahhh... (Ryan)

mikerk mengatakan...

Dear All,

Thanx bagi yang sudah berkunjung dan berkomentar. GBU

mikerk mengatakan...

Setelah beberapa posting dilakukan tanpa lagu maka kali ini saya memasukan lagu "oemar bakrie"-nya Iwan Falz. Saya ingin mengenang semua guru saya, sudah barang tentu termasuk SGT dan Bunda Tien Riwu Kaho (guru berhitung saya sewaktu di SD). Viva Guru. GBU

Anonim mengatakan...

@ Bang proxy!

bang tim man aje jagoan ente?

Kalo ane big four nya : Brazil, Belanda, Spnyol, Argentinos! setuju gak??

(Budhi Sutho)

Anonim mengatakan...

@Budhi,

Hanya Brasil yg mantap. Yang lain tipe keseblasan angin-anginan. Moga2 di putaran final ini mereka lagi ga mati angin.

(VRK)

Fakhry mengatakan...

@ Bigmike,

Menermati "tri bajik eka cita", gw bacanya berkali-kali, akhirnya gw temukan cara memberi komentar yang sebaik-baiknya.

Pertama. gagasan 3B1C (gw singat gitu aja ya, adalah gagasan normatif tapi jika benar bahwa perjalanan karya Ayahanda BM alamrhum terbukti dijiwai oleh gagasan ini maka sah 3B1C menjadi falsafah hidup almarhum.

Kedua, gw menyatakan bahwa gagasan 3B1C adalah gagasan normatif biasa karena, seperti juga kata Wittgenstein dalam postulat 1.1 (BM pasti tahu benar manusia ini), bahwa "dunia adalah kenyataan total. Artinya, tidak ada apapun yang bukan persoalan dan oleh karena itu tidak ada hal yang baru. BM sendiri sering menggunakan istilah "there is nothing under the sun".

Fakhry mengatakan...

Kendati begitu, menurut Gw, gagasan ini melebihi dari sekedar gagasan normatf biasa, justru karen dibangun berdasaran pengalaman empirik penggagas, Robert Riwu Kaho. Mengapa demikian? Inilah point berikutnya

Ketiga, dalam dunia filsafat terdapat perbedaan atau coba dibeda-bedakan antara filsafat kebijaksanaan yang diawal plato-aritoteles sampai Kant dengan filsafat kewajiban (Wittgenstein dkk.). Nah, 3B1C adalah tepat berada di tengah kedua diskursus itu. Inilah keutamaan 3B1C.

Fakhry mengatakan...

Oleh karena itu, dalam hemat saya...di kesempatan lai mungkin baik juga BM menulis tentang diskursu antara filsafat kebijaksanaan, kewajiban dan post-mo supaya para pembaca awal dapat melihat terang dari 3B1C.

SAlut untuk Robert Riwu Kaho, tapi akan lebih salut lag jika BM mampu metransformasikan pikiran-pikiran RRK ke dalam kekinian permasalahan. Ga anyak orang denegan bakat menulis yang rumit-rumit menjadi lebih sederhana Bung.

Fakhry mengatakan...

@ Budhi,

Mula-mula gw jagoin Inggris tapi ngeliat cara maen lawan USA, apalagi bodohnya si keeper, wwwwoooouuuhhh...gw balik jagoin Argentina VS Brazil di final dan yang menang ...Messi.....wkwkwkwkwkwkw....oleeee oleeeeee Messi.......

Anonim mengatakan...

@ VRK

Bosen ahh brazil lagi! brazil lagi!

@ Proxy

jangan ngarepin amerika dua-duanya di final, gak acik!

Anonim mengatakan...

sory diaatas aku

(Budhi)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Akhirnya kita tahu bahwa RESEP SUKSES Robert almarhum adalah "takut akan TUHAN"....bagi saya tri bajik eka cita adalah prinsip bekerja dengan ketaatan kepada Tuhan....saya terispirasi, mudaha-mudahan kawan lain juga (Sherly)

Anonim mengatakan...

Pak Mike, beta terharu atas posting ini dan mungkin kata-kata hymne Guru amat cocok untuk posting ini.....(Sony)

Anonim mengatakan...

sekali Brazil tetap Brazil....Brazil 4 ever (Sony)

Anonim mengatakan...

@Budhi

Kl ga salah, Brasil adalah satu dari the big four nya @Budhi, kan?

Beta cuma bilang hanya Brasil yg dikenal konsisten dg prestasi. 3 yg lainnya suka angin-anginan.

(VRK)

johanes mengatakan...

@ Rekan sekerja Penatua Bigmike,

Syalom,

Posting ini adalah renungan. Ayahanda almarhum sebenar-benarnya sedang bersaksi tentang imannya. Sedang mempraktekkan imannlamatnya dalam pekerjaan sehari-hari. Ora et labora. Berdoa dan bekerja. Orare est laborare. Berdoa adalah bekerja itu sendiri. Saya suka artikel ini dan akan saya berikan komentar.

johanes mengatakan...

Menurut penelitian Max Weber (1864 – 1920) yang dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul “Die protestantische Ethik und der 'Geist' des Kapitalismus” (Etika Protestan dan Roh Kapitalisme) menyatakan bahwa Protestanisme yang diusung oleh Martin Luther dan Johanes Calvin sesungguhnya telah berhasil mengubah wajah Eropa dengan etika Kristen. Kehidupan gereja menurut penelitian Max Weber sebelum peristiwa Reformasi abad XVI sebenarnya telah mengembangkan sikap “asketisme yang terarah ke luar-dunia” (other-worldly asceticism), yaitu kehidupan yang mengarah “ke sorga”. Sehingga orang-orang yang bekerja secara sekuler dianggap belum memiliki tingkat “rohani” yang mulia. Tentu saja para anggota biara sejak dahulu bekerja dengan rajin, tetapi doa dan hal-hal yang berbau rohani dianggap lebih tinggi dan mulia dari pada pekerjaan “sekuler”.

johanes mengatakan...

Dengan sikap asketisme tersebut gereja hanya berhasil membangun sikap positif terhadap makna kerja dan materi yang sangat terbatas di lingkungan biara saja, tetapi tidak berhasil menanamkan pengaruh kepada masyarakat luas. Menurut Max Weber, keadaan berubah drastis setelah Reformasi tahun 1517. Sebab setelah peristiwa Reformasi abad XVI Protestanisme kemudian memperkenalkan pola asketisme yang lain, yaitu “asketisme yang terarah ke dalam dunia” (inner worldly-asceticism). Sikap dasarnya tetap sama, yaitu asketisme dalam pengertian: tekun, disiplin diri, menolak godaan kenikmatan. Tetapi orientasi asketisme berubah, yaitu: dari “asketisme yang terarah ke luar-dunia” (other-worldly asceticism) menjadi “asketisme yang terarah ke dalam dunia” (inner worldly-asceticism).

johanes mengatakan...

Dengan sikap asketisme tersebut gereja hanya berhasil membangun sikap positif terhadap makna kerja dan materi yang sangat terbatas di lingkungan biara saja, tetapi tidak berhasil menanamkan pengaruh kepada masyarakat luas. Menurut Max Weber, keadaan berubah drastis setelah Reformasi tahun 1517. Sebab setelah peristiwa Reformasi abad XVI Protestanisme kemudian memperkenalkan pola asketisme yang lain, yaitu “asketisme yang terarah ke dalam dunia” (inner worldly-asceticism). Sikap dasarnya tetap sama, yaitu asketisme dalam pengertian: tekun, disiplin diri, menolak godaan kenikmatan. Tetapi orientasi asketisme berubah, yaitu: dari “asketisme yang terarah ke luar-dunia” (other-worldly asceticism) menjadi “asketisme yang terarah ke dalam dunia” (inner worldly-asceticism).

johanes mengatakan...

Sikap bertarak dari Protestanisme tidak lagi diarahkan kepada kehidupan “sorga” di atas; tetapi terarah kepada kehidupan masa kini di dunia. Sehingga orang disebut beriman kepada Allah apabila kehidupannya di masa kini senantiasa ditandai oleh tanggungjawab yang optimal terhadap seluruh pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Etos kerja inilah yang menurut Max Weber kemudian mampu mengubah wajah dan peradaban Eropa, bahkan kemudian mengubah seluruh dunia. Makna kerja bukan lagi dianggap sebagai hal yang duniawi, tetapi dihayati sebagai hal yang kudus. Karena nilai pekerjaan adalah kudus, maka setiap orang beriman harus melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh dan benar secara moral. Kerja menjadi manifestasi dari ibadah. Hasilnya adalah penanganan pekerjaan yang makin profesional dan didasari oleh moralitas yang tinggi.

johanes mengatakan...

Sekarang di era modern telah terjadi suatu transformasi yang cukup signifikan di mana berbagai organisasi perusahaan atau pebisnis menunjukkan minat yang sangat besar terhadap dimensi spiritualitas. Para pimpinan seperti direktur, manager dan general-manager atau Chief Executive Officer (Pejabat Eksekutif Tertinggi) secara serius belajar nilai-nilai spiritualitas agar dapat diintegrasikan dengan managemen. Mereka yang beragama Kristen makin menekuni Alkitab dan buku-buku rohani agar wawasan iman atau spiritualitas mereka makin diperdalam. Selain itu mereka secara serius ingin menginternalisasikan nilai-nilai iman Kristen untuk diterapkan dalam kehidupan bisnis dan sikap kerja. Dalam konteks ini spiritualitas iman dihayati sebagai bagian yang esensial dan fundamental dalam melaksanakan kerja. Dengan demikian makin terlihat bahwa wilayah spiritualitas pada masa kini tidak hanya terbatas dalam kehidupan “rohani” dalam suatu ritual ibadah, tetapi juga secara konkret dan luas dinyatakan dalam kehidupan dunia kerja.

johanes mengatakan...

Nah, di dalam konteks di ataslah saya ingin meletakkan gagasan Ayahanda Bigmike tentang "Tri Bajik Eka Cita".

Dalam masa milenium baru ini pengertian spiritualitas bisa saja dilepaskan dari teologi atau dogma tertentu yang terlepas dari kerahiman Allah tetapi dalam "Tri Bajik Eka Cita" Pak Robert jelas meletakkan seluruh "perjuangannya" dalam korelasi dengan Kasih Allah.

Syalom, tetaplah bekerja demi kemuliaan Tuhan

Anonim mengatakan...

@ Pak Johanes,

Hebat komennya. Tapi saya n bertanya ingin bertanya mengapa di daerah dominan Krsiten seperti di NTT kok analisis Weber tidak menjadi kenyataan? Pendidikannnya paling buruk. Penduduknya paling miskin. Korpsinya nomor wahid. Mengapa? Saya tunggu ulasan Pak Johanes (13)

Anonim mengatakan...

Oh iya pertanyaan saya itu juga tolong diulas Pak Mike. Dalam bahasa yang populer ya Pak (13)

Anonim mengatakan...

@ 13,

Kenapa daerah mayoritas Kristen terkebelakang? Coba pertimbangkan fakta lain bahwa d aerah mayisten Protoritas Krestan seperti gara-negara Skandinavia dan Amerika Serikat selalu jadu kampiun berbagai hal-hal baik (Sulis)

Anonim mengatakan...

Bagaimana Indonesia? Nih coba lihat kutian berita dari Yahoo.com

"Indonesia birokrasi terburuk no. 2 di Asia"

Indonesia berada pada nomor urut kedua setelah India sebagai negara dengan birokrasi paling tidak efisien di Asia, dalam sebuah survey. Prosedur untuk perizinan dan persetujuan pemerintah begitu bertele-tele dan rumit hingga menyusahkan warga negara dan menghambat investasi asing.

Menurut survey Konsultan Risiko Ekonomi dan Politik (PERC) terhadap eksekutif bisnis ekspatriat ini, ranking Indonesia disebabkan oleh kegagalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam reformasi, yang dipengaruhi mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Sulis)

Anonim mengatakan...

“Meski Presiden SBY mengantongi mandat dari rakyat, ia tidak mempunyai cukup kekuatan untuk mereformasi birokrasi Indonesia,” ujar Konsultan dari Hong Kong ini. Banyak birokrasi di beberapa negara Asia yang menjadi ‘pusaran kekuatan’, membuatnya bisa melawan kekuatan reformasi oleh politikus dan pemerintah (Sulis)

Anonim mengatakan...

Sekitar 1,373 eksekutif ekspatriat menengah dan senior berpartisipasi dalam survey yang menilai 12 negara dan teritori kritikal di Asia ini. Mereka menggunakan skala 1 hingga 10, dengan 10 menjadi nilai terburuk.

India mendapat nilai 9,41, diikuti Indonesia (8,59) dan Filipina (8,37). Sedangkan peringkat pertama untuk negara dengan birokrasi terbaik ditempati oleh Singapura (2,59) dan Hong Kong dengan nilai 3,49. (Sulis)

Anonim mengatakan...

Apa kesimpulannya? Saya setuju dengan Mas Johanes bahwa belakangan ini ada keterpisahan antara inti ajaran agama-agama dengan spiritualitas. Rajin salat tapi mencurui. Rajin ke gereja tapi korupsi. Yo podho wae (Sulis)

Anonim mengatakan...

Oh ya, Piala dunia kali ini adalah ang paling buruk dalam sejarah penyelenggaraan. Buruk dalam perwasitan. Burun dalam kualitas teknis. Buruk dalam mentaitas pemain. Seeua akibat industrialisasi sport lalu etkanya adalah menang lebih pentng dari cara menang. Karena itu saya ga punya jagoan Semuanya podho wae (Sulis)

Anonim mengatakan...

Oh ya Bigmike,

Thanx posting ini memberi isnpirasi bahwa hidup memang ga boleh asal-asalan. Harus punya tujuan mencapai tan dan cara untuk mencapai tujuan tersebut (Sulis)

poempuisi mengatakan...

"Hanya Puisi Kecil Di Sela-sela Kerja"

kaca-kaca jendela yang memaki hujan. sebuah revolusi yang dimulai dari secangkir kopi.
tapi
ingatanku hanya mengepul kepada ibu. hanya puisi kecil di sela-sela kerja kukirimkan untuknya sejak pagi.

ia perempuan setengah baya yang mencuci kebaya coklat
tua.
ia
yang telah mengajarkan cinta tanah
kelahiran.
mengajarkan bagaimana cara bangun pagi
lalu memanen rindu di atas rerumputan.

kaca-kaca jendela yang memaki hujan. ibuku yang menjadi puisi di sela-sela kerja,
maafkan anakmu.
sebuah revolusi pagi ini berangkat menuju halaman rumah
calon menantumu
yang kesekian.
mungkin
sebuah revolusi dalam hati. kataku diam-diam.

poempuisi mengatakan...

"A Little Poem For Women"

If you kiss her, you are not a gentleman
If you don’t, you are not a man

If you praise her, she thinks you are lying
If you don’t, you are good for nothing

If you agree to all her likes, she is abusing
If you don’t, you are not understanding

If you make romance, you are an ‘experienced man’
If you don’t you are half a man

If you visit her too often, she thinks it is boring
If you don’t, she accuses you of double crossing

If you are well dressed, she says you are a playboy
If you don’t, you are a dull boy

If you are jealous, she says it’s bad
If you don’t , she thinks you do not love her

If you attempt a romance, she says you didn’t respect her
If you don’t, she thinks you do not like her

If you are a minute late, she complains it’s hard to wait
If she is late, she says that’s a girl’s way

If you visit another, she accuses you of being a heel
If she is visited by another, ‘oh it’s natural, we are girls’

If you kiss her once in a while, she professes you are cold
If you kiss her too many, she yells that you are taking advantage

If you fail to help her in crossing the street, you lack ethics
If you do, she thinks it’s just one of the man’s tactics

If you stare at other, she accuses you of flirting
If she is stared by others, she says that they are just admiring

If you talk, she wants you to listen
If you listen, she wants you to talk

Oh God! you created those creature called “WOMAN’
So simple, yet so complex
So weak, yet so powerful
So confusing, yet so desirable

poempuisi mengatakan...

@ Dear Bigmike,

I love your posting so much. No doubt about it

Anonim mengatakan...

Spanyol ga jelas. Inggris kacau. Brazil pake tangan. Panzer kemudaan. PSSI, lagi muklin wasit ...wkwkwkwkwkw....(Erick)

Anonim mengatakan...

"Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil, sebab engkau debu dan akan kembali menjadi debu" (Kejadian 3:19)

Begitu kata Alkitab maka manusia adalah pekerjaannya. Manusia adalah bekerja (Erick)

Anonim mengatakan...

Dalam buku-buku lama bekerja seringkali dikaitkan dengan manusia kalangan bawah, sementara bersantai dianggap privilese kalangan atas atau raja-raja. Sebab itu banyak orang tanpa sadar menghayati bahwa semakin tinggi posisi, jabatan dan kedudukan seseorang, di masyarakat maka semakin sedikit pula kerja dan tanggungjawabnya. Karena itu cita-cita posisi tinggi jabatan di masyarakat terkait erat dengan cita-cita ingin hidup senang dan bebas dari pekerjaan.

Anonim mengatakan...

Gambaran di atas jelas sangat menyesatkan. Kerja adalah hakikat semua manusia tanpa kecuali. Manusia dipanggil untuk bekerja dan berkarya, berpikir keras dan menguras keringat, mengusahakan dan mencipta. Sebab itu kerja keras yang dilakukan secara bebas dan sukarela bukanlah suatu hukuman. Kerja keras tidak merendahkan namun malah meninggikan martabat manusia. Dalam kerja dan karyanya itulah manusia mendapatkan sebagian kebahagiaan dan makna hidupnya di dunia ini.

Anonim mengatakan...

Sebaliknya menganggur, bermalas-malas dan berleha-leha, bukanlah hakikat manusia dan hanya akan merendahkan kualitas hidupnya.
Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu listrik, mengatakan suatu penemuan hebat terjadi sebenarnya karena 1% inspirasi dan 99% respirasi (keringat). Artinya: keberhasilan dalam hidup ini sebenarnya adalah buah kerja keras dan bukan sekadar keberuntungan atau nasib.

Anonim mengatakan...

sejak kecil kita juga diajarkan bahwa kerajinan, ketekunan dan keuletan lebih menentukan keberhasilan dibandingkan kepintaran atau intelektualitas. Para petani, olahragawan, dan prajurit bangga dengan keringat yang dicucurkannya.

Nah, ayat Alkitab yang dikutip di atas memberi petunjuk bahwa bekerja adalah "perintah" atau "pangilan" Tuhan. Saya pikir, ituah inti dari pikiran Ayahanda BM almarhum dalam tri bajik eka cita-nya (Erick)

Anonim mengatakan...

@ BM,

thanx postingnya. Mantap dan memberi inspirasi.

@ Proxy,

awas kalo diketawain ha ha ha ha (Erick)

Anonim mengatakan...

Very good posting (ewes)

Anonim mengatakan...

Mike, i still can't forget u

Anonim mengatakan...

Lakukanlah dengan Kebaikan Hati
Apa pun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati.
Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran.
Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati.
Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri.

Di balik semua pencapaian, terselip pengorbanan orang lain.
Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapa pun rela berkorban untuk keberhasilan anda.

Seorang bijak berujar: "Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu."

Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda.
Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan.
Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda.
Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini.
Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih.
Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.

George mengatakan...

@ Dear Bigmike,

Adalah 10 cara berdoa yang dapat kita lakukan mungkin seperti juga yang Ayahanda almarhum lakukan. Mari kita lihat 1 per satu

George mengatakan...

1. Berdoalah dengan tekun.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7)


Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (Lukas 18:1-7)


Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama,... (Kisah Para Rasul 1:14)

George mengatakan...

2. Berdoalah secara tersembunyi.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (Matius 6:6)

George mengatakan...

3. Berdoalah dengan tidak bertele-tele.

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. (Matius 6:7)

George mengatakan...

4. Berdoalah dalam nama Yesus.

”... dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." (Yohanes 14:13-14)

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yohanes 15:7)

George mengatakan...

5. Berdoalah dengan iman dan keyakinan bahwa doamu sedang dikabulkan.

Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. (Markus 11:24)

George mengatakan...

6. Berdoalah menurut pola ”Doa Bapa Kami”.

Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] (Matius 6:9-13)

George mengatakan...

7. Berdoalah dengan hati mengampuni.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44)

Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (Lukas 6:27)

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6:14-15)

Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu..”
(Matius 5:23-25)

George mengatakan...

8. Berdoalah dengan rendah hati dan dengan pertobatan.

”...dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;”
(Matius 6:12)

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
(Lukas 18:13)

Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
(Lukas 22:40)

George mengatakan...

9. Berdoalah untuk kuasa dari Roh Kudus.

”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Lukas 11:13)

”Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas 24:49)


”Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)

George mengatakan...

10. Berdoalah untuk pekerjaan Tuhan.

”Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (Matius 9:38)

Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Lukas 10:2)

George mengatakan...

@ Broer Mike,

Itu saja dahulu semoga bermanfaat tapi saya kagum sama Ayahanda anda. Syalom

Anonim mengatakan...

Ayahanda BM dan BM mempunyai DNA yang sama, kata BM kalo ayahanda bisa kenapa saya tidak? dari kesimpulan tentang tri bajik eka cita tersebut hampir semua yang disebutkan ayahanda sudah BM penuhi yaitu iman yang baik (udah jadi majelis ngurus urusan gereja..salah satu hal baik dlm iman), punya harga diri (pastilah..kalo cowok gak punya harga diri, buang aja ke laut), selalu ingin maju, etos kerja yang tinggi (terlihat dari kesibukan BM yg seabrek sampe lupa kalo kite2 lagi nunggu posting barunya)dan berdisiplin (disiplin?..kalo dlm hal lain mungkin tapi dlm hal posting, belum deh) bekerja berorientasi pada prestasi, jujur (jujur? kalo jujur nilainya 100, BM masih 80..please bro:), tapi bukan BM aja hampir kira semua gak jujur dlm hidup,gak jujur ama suami/istri/anak), secara individu harus pandai, terampil dan kreatif, memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi dan tegas, mampu berkomunikasi dengan orang lain tetapi berdikari dan rendah hati(semua itu sangat terlihat pada BM, orangnya pandai, kreatif tapi rendah hati...perlu dipertahankan sikap seperti itu).
Maaf BM kalo aq salah menilai soalnya aq pake teropong jarak jauh, hehehe.. (Adek)

Anonim mengatakan...

@ George,

Mantap skali. Saya suka komentar anda. Ternyata hal berdoa tidak gampang ya???? (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@ Adek,

Dari mana bisa diukur kejujuran BM - 80%? Ada-ada saja. Tiap orang pasti ada kelebihan tetapi kekuarang juga pasti ada. Setahu saya Pak Mike ya seperti itu. Kurang-kurangnya bana tetapi kelebihannya juga banyak (Yes)

Anonim mengatakan...

@ Ama Ludji,

Selan beta pung bapa kandung beta kagum saja Pak Robert. Dia berhasil karena 1 kata kunci yaitu TULUS. Coba ama tiru jalan itu. Pasti ama juga akan kadi berkat bagi orang lain. Posting yang bagus sekali. 2 jempol. Su balek dari Jogja ko? Cepat sembuh ee kawan (A9ust)

Anonim mengatakan...

@ Adek,

Anda kenal ama Ludji? Beta kawan sejak SMA. Ama Ludji memang kadang-kadang amat menjengkelkan. Kadang-kadang kalo bicara sulit dipegang karena dia suka menutupi "kepemalasannya" ha ha ha ha ha....tetapi kalo anda beri nilai 80, saya kasi dia 80,5 ha ha ha ha ha. Tapi karena ama Ludji sedang sakit, beta kasi naek jadi 82.5 ...ha ha ha ha (A9ust)

Fakhry mengatakan...

@ Erick,

Sejak kapan situ jadi Pendeta heh? kok ga lapor-lapor...wkwkwkwk ke GW ...wkwkwwkwkwkwk....

Fakhry mengatakan...

@ Adek.

Kalo gw sih...nilai kejujuran BM untuk janji posting = 50 ....wkwkwkwk....BM mirip kesebelasan Jerman kesayangannya die.....ntar bagus ntar brengsek....wkwkwkwkw....

Fakhry mengatakan...

GW udah ketemu yang namanya Pak Johanes..orangnya asik ....dan GW seneng belonda menang...asik...Brazilya Dunga kalo ga bertobat bakal dilibas Belonda....oleeee...oleeee...Belonda.....wkwkwkwk...

Anonim mengatakan...

Nice Blog. Keep on posting

Anonim mengatakan...

Pak Yes,
Sorry kalo gw bt kecewa Pak Yes ttg penilaian kejujuran BM, gw tau Pak Yes begitu bangga sama teman Pak Yes yang satu ini, tapi aq juga sama bangganya kayak Pak Yes, cuma tanya ke BM apa nilai yang aq ngasih pas atau malah kurang??..hahaha..maaf Pak Yes aq cuma bercanda. Seperti kata Pak Yes Tiap orang pasti ada kelebihan dan kekurangnya jadi memang tdk pantas aq menilai BM spt itu.Thanx Bro. Salam Damai (Adek)

Anonim mengatakan...

Pak Agus
Kenal Pak Mike? sangat sangat kenal tapi cuma lewat postingnya..hahaha. Coba tanya Pak Mike, apa kenal Adek? Pasti jawabannya sama, ia kan Pak Mike?:)
Pak Agus, kalo orang sakit skornya dikasih naik, enak dong mahasiswa Pak Agus, yang sakit nilainya bagus semua..hahaha, have a nice day Pak.

@Sobat Fakhry
Gw setuju banget ame loe..nilai 50 pas tuh bt kelambatan posting BM. (Adek)

johanes mengatakan...

@ Dear rekan sekerja mikerk,

Syalom, Senang membaca-baca kembali 3 seri posting tentang "tri bajik eka cita". Saya memperoleh berkat dari intisari tulisan ini. Saya makin kagum pada ayahanda anda almarhum. Seandainya beliau masih ada, rasanaya saya ingin beremu beliau/ Tapi tidak apa, dalam do'a kita bisa bertemu. DAlam posting BM, kita bisa memahami jalan pikirannya. Ada yang ingin saya komentari lagi pada topik tentang berkat. Ijinan saya....

johanes mengatakan...

Didalam agama Timur Kuno yang primitif, berkat dan juga kutukan merupakan objek kepercayaan dalam struktur kerohanian mereka. Berkat dipahami sebagai sesuatu yang baik dan berguna bagi hidupnya, sedangkan kutukan merupakan pembalasan dari perbuatan jahat.

Mengenai berkat, agama primitif percaya bahwa seseorang yang memiliki kekuasaan dan kesaktian dapat memberi dan mendatangkan berkat. Caranya ialah dengan melalui persentuhan (kontak), khususnya melalui perkataan.

Seorang ayahpun diyakini dapat memberi berkat kepada anak-anaknya. Selain dari pada itu, benda-benda yang dipergunakan orang yang berkuasa dan sakit tersebut juga dipandang sebagai yang dapat mendatangkan berkat.

johanes mengatakan...

Jadi dapatlah disebut bahwa penganut agama primitif memandang berkat itu sebagai sesuatu yang dapat diperoleh secara magis dan supranatural baik melalui persentuhan khususnya melalui perkataan dari orang-orang yang dianggap berkuasa dan sakti. Bagian tubuh dan alat-alat yang dipergunakanpun dipandang berkuasa mendatangkan berkat. Sekarang bagaimana pandangan dan kesaksian Alkitab ? Dimana inti pengajaran Alkitab berbicara tentang berkat untuk dapat menjadi pegangan kita selaku umat yang percaya kepada Allah sumber segala sesuatu ? Bagaimanakah kita memahami berkat itu ?

johanes mengatakan...

Dalam bahasa Ibrani disebut ‘barakah’ atau ‘barakatuh’ (Kej.12:2-3; 13:6; 27:1; 48:15; 49:25; Kel. 20:11; Ul.23:5; 27:9; 30:16; Rut.4:11, dll). Kata ‘barakah’ tidak hanya berarti berkat, tetapi juga menunjukkan kepada “keadaan yang diberkati” atau “memiliki berkat”. Jadi kata ‘barakah’ mencakup kepada situasi yang baik, sejahtera, berkuasa dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut ‘blessing’ atau dapat juga berarti ‘being blessed’ atau ‘being filled with blessing’.

johanes mengatakan...

Sementara dalam bahasa Junani disebut ‘oilogeo’ yang berarti “perkataan yang baik”, misalnya kata-kata yang mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan, memuji dan memuliakan Tuhan (yakni sering dilukiskan dengan kata ‘oilogesen’, ‘oilogesoi’, ‘oilogemenoi’ atau ‘katoilogei’ ; Mat.14:19; 26:26; Mark. 10:16; 14:22; Luk.6:28, dll). Paulus sendiri memakai kata ‘oilogias’ untuk berkat kepada Abraham (Gal.3:14) dan kata ‘oilogia’ untuk berkat dari Kristus. Berkat berarti juga ‘memberi salam’ (1 Sam 13:10; Kej.33:11) yang menunjuk kepada sikap “hormat” kepada seseorang.

johanes mengatakan...

Menurut kesaksian Alkitab bahwa pemilik dan sumber segala berkat terletak pada Tuhan Allah. Apabila Ishak memberkati Jakub (Kej. 27 : 1 – 3), dan Jakub kepada Josep (Kej. 48 : 15 ; 49 : 25) semua itu berlangsung dalam bentuk doa kepada Allah. Jadi Allah itu dipercayai sebagai pribadi yang hidup, penuh kuasa dan bekerja.

Berkat Allah itulah yang mengatur dan menghidupkan bukan hanya pada diri manusia akan tetapi juga termasuk tumbuh-tumbuhan, ternak serta seluruh isi alam maupun yang di udara. Tegasnya, berkat berarti segala sesuatu yang berasal dari Allah yang sifatnya menghidupkan, memperbaiki, memperpanjang dan berdaya guna lama kepada manusia.

johanes mengatakan...

Jadi BERKAT adalah pemberian Allah. Di sinilah saya harus mengangkat topi untuk Ayahanda Bigmike almarhum yang menyantakan secara tegas bahwa HIDUPNYA HARUS MENJADI BERKAT bagi sesama. Itu artinya, beliau ingin menjadi alat bagi Allah untuk berbuat sesuatu bagi manusia yang sifatnya menghidupkan, memperbaiki, memperpanjang guna dan meningkatkan daya guna sesuatu sumberdaya kepada sesama manusia. LUAR BIASA tujuan hidup orang satu itu. Salut.

johanes mengatakan...

@ Bung Proxy73,

Memang tanpa sngaja kita berkenalan karena dari arah utan kayu, tempat saya dekat banget. Senang berkenalan dengan orang muda yang pandai an rendah hati seperti anda. Selamat berkarya Bung.

anna mengatakan...

@ Deal All,

Tetap aja mengasyikan membaca posting BM dan menggoda kita untuk mengomentarinya lagi dan lagi...

OK, apakah hidup harus memiliki tujuan? Jawab pastinya adalah ya. Bukankah Arisotels mengataka bahwa tujuan hidup adalah mendapatkan kebahagiaan. Tetapi apa itu tujuan hidup itu sendiri? mengapa harus demikian?

anna mengatakan...

Tujuan hidup adalah keyakinan, moral, atau standar yang akan mengendalikan hidup kita, sebab ia (tujuan hidup) memandu pola pikir dan perilaku kita. Contoh seorang ayah ingin meluangkan waktu bersama anak lelakinya. Ia merencanakan nonton pertandingan sepak bola. Tetapi ia kecewa karena mobilnya terjebak macet parah.

Sesaat kemudian ia segera melupakan rasa kecewa dan kembali ceria, sebab ia ingat tujuannya adalah meluangkan waktu bersama anak tersayang. Nonton bola hanya sarana untuk mencapai tujuan dan bisa diganti dengan cara lain.

Lalu ia mampir ke sebuah kafe di pinggir jalan dan ia merasa senang karena benar-benar mencapai tujuannya yaitu menghabiskan waktu berdua dengan anaknya sepanjang hari.

anna mengatakan...

Contoh lain misalnya dulu menikah tujuannya untuk mencari kebahagiaan berdua. Tetapi setelah dalam proses beberapa tahun, justru masing-masing mencari kesenangan sendiri-sendiri. Proses yang berat atau bahkan sangat mudah terkadang membuat kita lupa pada tujuan semula, sehingga menimbulkan kehancuran, kecewa, kesedihan, dan hal negatif lainnya.

Itulah mengapa tujuan hidup begitu penting, sebab tujuan hidup menjadikan sikap, perkataan, dan perbuatan kita tetap fokus dan kosisten. Tak jarang segala macam kejadian yang kita alami mempengaruhi emosi dan pengambilan keputusan, sehingga kondisi dan tujuan ikut berubah. Dengan kembali memikirkan tujuan hidup maka kita dapat menemukan makna dan kepuasan dari segala sesuatu yang kita lakukan.

anna mengatakan...

Tujuan hidup haruslah baik. Leo Nikolaevich Tolstoy (1828-1910), seorang pemikir dan novelis Rusia, mengatakan, “Satu-satunya arti kehidupan adalah mengabdi pada kemanusiaan.” Maka pastikan tujuan hidup Anda berkaitan erat dengan kebaikan dunia sekitar & semua orang, memberi kebahagiaan dan ketenangan; tidak menimbulkan kekesalan, kecurigaan, amarah, kesengsaraan apalagi peperangan, serta hal-hal negatif lainnya.

anna mengatakan...

Jikalau tujuan hidup memang penting maka bagaimana cara menentukan tujuan hidup?

1. mengenali diri sendiri; apa kekurangan dan kelebihan, apa yang Anda sukai dan inginkan. Keinginan hati yang terdalam seringkali menjadi motivasi yang kuat untuk melakukan langkah-langkah pencapaian. Orang-orang yang terkenal di dunia karena prestasi mereka umumnya memiliki tujuan hidup yang berkaitan erat dengan apa yang ada dalam diri mereka, terutama keahlian dan apa yang mereka sukai.

anna mengatakan...

2. Tentukan bentuk akhir pencapaian hidup anda. Langkah ini hampir sama dengan memikirkan bagaimana tipe pekerjaan yang Anda inginkan, tipe rumah yang Anda sukai, dan lain sebagainya. Terlebih dahulu deskripsikan kehidupan ideal itu, yang membuat Anda benar-benar merasa senang, sehingga dengan senang hati pula Anda menciptakan kemajuan-kemajuan serta menikmati sensasi tantangannya.

anna mengatakan...

3. Gunakan akal sehat jangan perasaan semata tetapi sekaligus dengan itu gunakanlah hati nurani. Sebab kehidupan yang terbaik adalah selaras dengan pikiran dan hati. Banyak orang lebih bahagia dan sukses, karena mereka hidup dalam keseimbangan; dalam arti menjalankan moral-spiritual, mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin, memiliki bisnis, karir dan keuangan yang baik, keharmonisan keluarga, kebugaran fisik, kehidupan sosial menyenangkan, dan lain sebagainya.

anna mengatakan...

“Life is a promise; fulfill it". –

Kehidupan ini adalah sebuah janji; Penuhi janji itu.”

- Mother Teresa -

Indah bukan?

tuaksatu mengatakan...

@ Anna,

Ya memang hidup harus memiliki tujuan. Ayahanda BM membuktikan itu. Lagunya IWan Fals juga menunjukan hal itu. Ga akan ada kesetian pada profesi guru jika hal itu ga jadi tujuan hidup, yaitu pengabdian. KIta emang bisa belajar dari pendahulu kita. Emang Great Idea

tuaksatu mengatakan...

@ Adek,

haaaahhh...nilai kejujuran BM = 80 ????? udah lumayan tuh....posting ini udah mo 1 bulan...parahkan? nah menurut Gw soal janji posting nilai BM = 25 ...wkwkwkwkwk...

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,

Kalo sudah sembuh cepat posting baru ya. Kita tunggu (Sonny)

Anonim mengatakan...

@Tuaksatu

Pasti lebih tau BM deh..gw hanya pingin ketawa aja..hehehe
BM, cepat sembuh yah bro. We love u bro (Adek)

Anonim mengatakan...

@ Pak Yohanes

Wow Ulasan toelogis anda manntaaaps!

sekarang saya justru sering menunggu komen-komen pak Yohanes lho!!!

Tx pak! JBU!!

mikerk mengatakan...

@ Dear Sahabat,

Wah senang akhirnya bisa membuka blog juga setelah cukup lama tidak mengunjungi blog sendiri. Aneh karena sahabat-sahabat malah lebih sering mengunjungi dan berkomentar. Baklah, saya menerima semua kritikan terhadap saya dengan lapang dada. Saya sedang mempersiapkan 1 materi tulisan baru. Mudah-mudahan besok suah bisa saya postingkan.

mikerk mengatakan...

Untuk semua yang sudah berkunjung dan berkomentar saya ucapkan limpah terima kasih. Pak Johanes, ulsana anda sangat bagus. Adek, hhhmmm...skor dari anda lumayan. Pak Agus, Sonny, tuak1,Mbak Anna, Pak Yes, mister Proxy73, George "anak nkri", Erick, Poempuisi, ewes (who are you?), anonim, Larry, bahren, mas Sulis, brother2 saya d jakarta dan kupang and many more....thanx for comments. GBU

mikerk mengatakan...

@ Pak Johanes,

Bolehah saya minta 1 artikel untuk saya muat di posting berikutnya? Syalom

jabon mengatakan...

saya akan kembali lagi lain kali ... sungguh mengasyikan membaca postingan anda .... terimakasih