Sabtu, 03 April 2010

JESUS, cinta yang tak bertepi

Dear Sahabat Blogger,

Seorang sahabat saya yang rajin membaca tulisan saya di blog ini mengatakan kepada saya...'

Mike, tulisanmu indah dan harus saya akui sulit untuk dibantah tetapi mohon maaf, jika yang kau tulis adalah tentang Yesus, maaf sekali lagi maaf, saya telah kehilangan iman kepada DIA. Cobalah dipahami bahwa saya hanya bisa mempercayai sesuatu yang dapat saya pahami dengan akal saya. Dan, soal kematian dan kebangkitan-Nya, saya tak bisa lagi percaya bahwa hal itu sungguh-sungguh terjadi. Yesus mungkin orang baik. Yesus mungkin guru agung tetapi jikalau yang kamu maksudkan adalah bahwa dia itu Ilahi, saya tidak sepakat.

Saya terdiam cukup lama. Lalu saya memutuskan untuk tidak mendebat dia apa-apa. kecuali 1-2 kalimat percakapan sederhana. Sesudahnya, saya berkata bahwa .."itu adalah hak mu, kawan tetapi ijinkan saya untuk tetap percaya dan menulis untuk bersaksi tentang Dia. Kita tetap berkawan bukan? Nah, ikuti saja tulisan -tulisan saya, mudah-mudahan ada yang bisa saya katakan sesuatu di sana". Lalu, di dalam hati saya berdoa...."Ya Yesus, Tuhanku yang hidup, biarlah kasih-Mu yang tak bertepi itu menghampiri sahabat saya kendati dia tak percaya pada-Mu, sebagaimana Engkau setiap hari sudi menghampiri saya kendati saya tiap hari berbuat kejahatan di depan-Mu"....

Begitulah sahabat, saya melalui dan merayakan Jumat Agung, Perjamuan Malam Kudus dan Paskah Tahun ini dengan perasaan yang bercampur aduk. Lelah karena terlalu sibuk, urusan di rumah yang seperti tidak ada habis-habisnya menempa kesabaran, kecemasan akan kondisi kesehatan, kerinduan akan saudara-saudara yang jauh dan ahhhh....apa lagi yang tersisa untuk Tuhan yang saya kasihi selain keluhan dan rintihan? Apakah DIA sudi mendengar? Apakah DIA mendengar? Apakah DIA ada, seperti komplain sahabat saya tadi??????

Ya, seberapapun besarnya derajat penolakan orang terhadap-NYA, Yesus adalah tokoh yang teramat besar. Milyaran orang memuja DIA. Tak kurang pula milyaran orang yang menolak DIA. Banyak yang mengaku bahwa DIA adalah Tuhan Yang Ilahi. Tak kurang pula mereka yang percaya bahwa Yesus cuma manusia biasa. Tak ada tokoh yang diteliti dari berbagai sudut pandang sebanyak Yesus. Ada jutaan penyelidikan ilmiah dengan kaidah-kaidah metode ilmiah yang amat mengandalkan rasionalitas empirik. Tak kurang pula mereka yang mencoba memahami Yesus hanya semata-mata secara supranatural. Hasilnya adalah orang-orang seperti DR. Eka Darmaputera yang percaya sampai mati bahwa Yesus sungguh adalah Tuhan dan Juru Selamat. Tetapi adapula orang-orang seperti Nietszche yang mengatakan..."Tuhan sudah mati".... Ada pula Imanuel Kant yang mengatakan bahwa .... "tetang Tuhan kita tak bisa berteori karena DIA berada di luar pengalaman empirik". Adapula Ravi Zacahrias yang dengan cerdas membuktikan bahwa ada keteraturan yang luar bisa dalam dunia dan kehiduan yang bisa membuktikan bahwa Tuhan itu sungguh ada dan Yesus adalah realitas. Ada orang sejenis Dan Brown yang kaya raya karena bukunya The "Davinci Code" yang amat menghina Yesus, laku keras. Adapula Francis Coppola yang memvisualisasikan, di dalam filimnya, Yesus berhubungan seks dengan Maria Magdalena. Ada pula orang sejenis Mel Gibson yang secara detil mengungkapkan Iman dan Kepercayaannya kepada Yesus melalui film "The Passion of Christ". Atas nama-NYA, sekali waktu, orang bersedia saling membunuh. Atas Nama-NYA, Gereja-NYA dipecah-pecah menjadi ratusan, mungkin ribuan aliran dan denominasi, sambil sang pemecah belah yakin bahwa aliran dan denominasi bikinannya itu adalah yang paling benar. Lalu, siapa sesungguhnya Yesus ini?

Saya cuma ingin mengatakan ini: tentang DIA, saya punya pendapat dan berteori. Bukan karena saya lebih hebat dari Imanuel Kant tetapi KARENA DIA YANG MEMAMPUKAN SAYA UNTUK BERPIKIR TENTANG DIA. Mengapa saya harus dimampukan DIA? Karena saya sesungguhnya tidak mampu berpikir tentang DIA. Mengapa saya tidak mampu berpikir tentang DIA? Karena saya terbatas. Mengapa saya terbatas? Karena saya fana dan berdosa. Lho, mengapa pada akhirnya DIA mau memampukan orang berdosa seperti saya? Ya, untuk itulah dahulu DIA datang. Yesus memang datang untuk menolong yang lemah dan berdosa. Dan kita layak dipeluk-NYA. Kita layak menyapa Allah, sang Maha Pengada. Apakah betul Allah adalah maha pengada? Jawaban kawan saya yang telah kehilangan rasa percayanya kepada Tuhan, jelas terang benderang, yaitu Allah tidak ada. Jikalau Allah tidak ada maka memang kepercayaan kepada Yesus adalah absurd. Benarkah demikian?

Dalam Alkitab dikatakan bahwa Allah menciptakan dunia dalam 6 hari tetapi Teman saya membantah itu karena menurut teori ilmu, jagad raya, termasuk bumi kita tercipta di antara 13-14 milyar tahun lalu pasca ledakan besar (teori big bang). Siapa yang menciptakan ledakan besar itu? Jawaban "hipotesis ilmiah"-nya adalah singularitas. Siapa yang menciptaan singularitas? Hal ini harus dijawab karena sifat mekanistis dari ilmu pengetahuan menuntut bahwa tidak boleh ada sesuatu yang terjadi karena kenihilan mutlak. Teman saya terdiam sejenak tetapi cepat sekali dijawab bahwa hal itu adalah misteri. Rupa-rupanya jagad raya, termasuk bumi kita diciptakan oleh sesuatu yang misterius. ...... ahaaaaa.... saya mengatakan kepada kawan saya tadi bahwa ...."nah kalau begitu saya lebih beruntung dari kamu karena saya punya sapaan kepada Sang Pengada yang misterius, yaitu Allah". Saya merasa lebih beruntung karena saya punya kepastian sedangkan kawan saya hanya bisa hidup dalam misteri terus menerus. Jikalau saya percaya bahwa Sang Pengada, yang tak berawal dan tak berakhir itu, sedemikian berkuasanya maka mengapa DIA tidak bisa menyatakan diri-NYA sebagai YESUS SANG ANAK DOMBA YANG MATI DI SALIB TETAPI BANGKIT SEBAGAI RAJA DAN MENINGGALKAN KUBUR YANG KOSONG? Mengapa DIA mau menciptakan jagad raya, termasuk dunia, kehidupan dan segala pernak-perniknya? Mengapa untuk dunia yang diciptakan-NYA itu DIA harus mati di salib? Jawabnya sangat sederhana, yaitu bahwa DIA ingin menunjukkan bahwa kita tak boleh kehilangan harapan akan kasih sayang. Di dunia yang kejam dan brutal ini dan di tengah arus kasih sayang yang partikular tetap ada KASIH SEJATI YANG AM DAN TIDAK BERTEPI. Itulah KASIH ALLAH. Itulah KASIH YESUS.

SELAMAT PASKAH PUAN. SELAMAT PASKAH TUAN

101 komentar:

mikerk mengatakan...

Dear Sahabat Kristiani,

SELAMAT PASKAH. TUHAN YESUS MEMBERKATI

mikerk mengatakan...

Dear All,

Saya membuat beberapa editing agar tulisan ini lebih mudah diikuti. Syalom

Anonim mengatakan...

@BM

Ah lama juga saya tidak membaca blog ini. Eh begitu sekali nongol lagi langsung disuguhi tulisan fantatis khas BM.

bung BM, saya sudah membaca tulisan-tulisan baik yang pro atau kontra mengenai Yesus dan perbuatan-Nya selama di dunia. Entah mengapa saya membaca buku-buku tersebut hanya untuk memuaskan keingintahuan saya saja, tapi tetap saja setiap saya terdiam dan merenung mengenai tulisan-tulisan tersebut (terutama yang kontra Yesus), dalam kesunyian, keheningan tersebut begitu mendengar setiap helaan nafas teringat ajaran guru sekolah minggu saya dahulu bahwa dalam setiap tarikan nafas kita memanggil Yahwe..Yahwe yang tak lain dan tak bukan Tuhan Allah itu sendiri.

So.... saya berpikir secara sederhana saja, terserah orang mau bilang apa, berteori ataupun mencoba membuktikan, tapi bagi saya Yesus adalah Juruselamat. Titik.

Selamat Paskah bagi yang merayakan. Tuhan memberkati

(Pembela blog ini)

Anonim mengatakan...

"...Yesus mungkin orang baik. Yesus mungkin guru agung tetapi jikalau yang kamu maksudkan adalah bahwa dia itu Ilahi, saya tidak sepakat..."

Amat janggal kawan BM ini. Maunya pakai akal tapi Kata2nya sendiri diatas tidak masuk akal. Pilihan kita hanya 2, Dia Tuhan atau Dia gila! Misalkan begini. BM manusia baik. Okelah. Tapi kalau dia klaim dirinya tuhan, maka kita pasti bilang dia gila. Mungkinkah org gila kita sebut manusia baik/guru agung? Absurd!

Yang lebih tidak masuk akal adalah orang tipe ini. Percaya Allah ada. Dia Sang Pencipta alam semesta. Tapi tidak bisa cerna/mengakui Alah bisa inkarnasi menjadi manusia, mati dan bangkit. Logikanya: Hanya jika kita menolak keberadaan Sang pencipta maka kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus menjadi tidak mungkin.

Selamat Paskah!

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,


SELAMAT PASKAH DAN TUHAN YESUS TIDAK TERBANTAHKAN. JIKALAU SAYA PERCAYA MAKA ADALAH HAK ORANG UNTK MENGUGAT TETAPI HAK SAYA JUGA UNTUK PERCAYA. (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@ Bung Mike,

Selamat Paskah. Kendati saya beragama berbeda tetapi saya percaya Tuhan yang kita sembah itu ESA adanya. DIA ada. Dan kita bisa rukun jika kita pegang Pancasila. Jayalah INDONESIA (Bahren, Kpng)

Anonim mengatakan...

@ Pembela Blog,

Logika anda hebat sekali. Saya salut. Nalarnya menjadi: jika kita percaya adanya ALLAH dan DIA mahakuasa maka perihal tentang YESUS adalah urusan kedaulatan Allah maha kuasa. Thanks ya atas inspirasinya (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

SELAMAT PASKAH 2010,

Saya pusing jika membaca kajian-kajian tentang ada tidaknya Tuhan dan realitas Tuhan Yesus. Saya mau mengatakan bahwa Alkitab mengingatkan kita bahwa:

...."Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?" (Yohanes 3 : 12).

Anonim mengatakan...

Maka, melalui blog Bigmike saya ingin menitipkan hal berikut ini agar menjadi perhatian semua sahabat Kristiani:

Kekristenan itu adalah sebuah nilai kehidupan yang sangat berharga dan istimewa yang terpancar melalui kehidupan dan kepribadian Yesus yang sangat sederhana. Dua hal yang sangat kental sehubungan dengan pergaulan-Nya Allah, yaitu KETAATAN kepada perintah dan PERCAYA dengan segenap hati kepada SANG BAPA. Jangan ragu dengan Iman kita kepada Tuhan Yesus. Amin.

(Larry)

Anonim mengatakan...

Oh ya BM, pasanglah 1 buah lagu yang indah. Posting tanpa lagu rasanya kurang asik. Kurang full he he he he (Larry)

Fakhry mengatakan...

Wuuookeeelah Bos, telat-telat posting ga pa2. Yang penting postingnya berisi....ini posing yang amat berisi.....singkat, padat tetapi dalam.....wwwwuuuuuoookkeeelah skali lagi.....

SELAMAT PASKAH YA BOSZ.....MOHON MAAF LAHIR BATIN

Fakhry mengatakan...

GW penggemar berat Imanuael Kant, luar bisa cara berpikirnya. Jika diringkas-ringkas begitu saja ya seperti yang dikatakan BM tetapi sebenarnya ga sesimpel itu. Saya ikut urun rembug ya bosz.....

Para filosof sebelum Kant mencoba menjelaskan segala prinsip mendasar dibalik sebuah realitas. Mereka ingin memetahkan realitas orisinil, mutlak dan paling fundamental dibalik semua penampakkan. Segala realitas mendasar dan fundamental dari segala yang ada mulai disibakkan oleh akal budi manusia. Adalah merupakan usaha para filosof ini yang menampik semua deskripsi mitos tentang realitas. Pada titik paling radikal, para filosof ini menjelaskan prinsip pertama yang mengawali dan mendasari segala realitas. Kita bias mengambil contoh misalnya yang secara historis dimulai dari Melitos, Asia Kecil pada abad ke-6 SM, Thales mendeskripsikan air sebagai prinsip pertama Anaximandros mengedepankan to aperion (yang tidak terbatas) dan Anaximenes memproklamirkan udara sebagai prinsip utama. Kemudian Parminides, yang ada adalah ada, di luar ada tidak ada, plato, yang ada itu universal, formal, ideal, dan yang paling penting adalah Aristoteles yang merefleksikan realitas ada secara mendasar dan menyeluruh. Lalau Leibniz menggagas tentng monade sebagi prinsip pertama

Fakhry mengatakan...

Para filosof yang disebutkan di atas memprioritaskan cara kerja nalar atau akal budi; manusia yang berpikir untuk menjawab dan menguak segala hal mendasar, esensial dari segala penampakan realitas. Para pemikir metafisis seperti Plato dan Aristoteles menelurkan asumsi dasar bahwa dunia atau realitas adalah yang dapat dipahami (intelligible) yang mana setiap aliran metafisika mengklaim bahwa akal budi memiliki kapasitas memadai untuk memahami dunia. Seolah-olah akal budi memiliki kualitas “ampuh” untuk menyibak semua realitas mendasar dari segala yang ada.

Fakhry mengatakan...

Immanuel Kant berpikir lain. Pada Kant metafisika dipahami sebagai suatu ilmu tentang batas-batas rasionalitas manusia.

Metafisika tidak lagi hendak menyibak dan mengupas prinsip mendasar segala yang ada tetapi metafisika hendak pertama-tama menyelidiki manusia (human faculties) sebagai subjek pengetahuan. Disiplin metafisika selama ini yang mengandaikan adanya korespondensi pikiran dan realitas hingga menafikkan keterbatasan realitas manusia pada akhirnya direvolusi total oleh Kant. Dalam diri manusia, menurut Kant, ada fakultas yang berperan dalam menghasilkan pengetahuan yaitu sensibilitas yang berperan dalam menerima berbagai kesan inderawai yang tertata dalam ruang dan waktu dan understanding yang memiliki kategori-kategori yang mengatur dan menyatukan kesan-kesan inderawi menjadi pengetahuan.

Fakhry mengatakan...

Nah, tahu bahwa rasionalitas manusia itu terbatas maka Kant mengatakan bahwa konsep Tuhan tidak bisa dipikirkan oleh manusia. Tuhan berada di luar rasionalitas manusia. Pendirina Kant seperti ini memang multitafsir tetapi bagi saya point terpenting Kant adalah pengakuan bahwa manusia terbatas. Karena itu jangan memutlakkan pikiran manusia. Manusia adalah nisbi. Dan saya suka Kant. Saya juga suka BM....oleeee...oleeeee....Kantian.....wkwkwkwk (Proxy73)

Fakhry mengatakan...

@ yang saya pikir bahwa anda adalah pembela blog BM,


Logika anda bagus dan ckup memadai. Trus kia liat ajah....kalo2 BM mengaku Tuhan, g pertama yang akan nabokin die....wkwkwkwkwkwkwkwk.....salut deh....

poempuisi mengatakan...

@ Bigmike,

selamat hari Paskah ya...semoga bahagia dan kembali rajin posting....Gw hadiahin 1 puisi. Semoga berkenan

poempuisi mengatakan...

Puisi Tentang Tuhan

Kata mereka Tuhan itu pemarah,
Penghukum mereka yang laknat.

Kataku Tuhan itu lembut,
Melindungi aku dengan langit seperti selimut.

Kata mereka Tuhan itu penghukum,
Menjebloskan ke neraka mereka yang murtad.

Kataku Tuhan itu humoris,
Menaruh kelucuan pada anak kecil dan binatang

Tuhan bukan pencatat dosa,
Ia itu seniman.
Ia melukis pantai, gunung dan awan.
Ia membentuk manusia, wajah demi wajah
roh demi roh.
Ia meletakkan matahari di cakrawala
Dan memainkan kuasnya menaburkan warna-warni emas

Tuhan bukan hakim yang mengintai di tikungan
Menyergapmu kala kau berdosa.
Ia itu kekasih.
Yang mengampuni, yang membelai,
Yang disakiti namun kembali.
Yang dikhianati namun memaafkan.

Sabda Tuhan bukan vonis,
Melainkan nyanyian yang merdu
Yang ia tanam di kicau burung,
Yang ia tabur di cekikik anak kecil,
Yang ia lantunkan di hembusan angin

Mata Tuhan bukan pedang yang menembus jiwamu
Mata-Nya adalah mentari,
yang menumbuhkan benih harapan di jiwamu,
yang mencairkan kebekuan di benakmu,

Tangan Tuhan bukanlah pembatas,
Namun adalah rahim
Yang melingkupi engkau kala siang kala malam
Yang seperti ketuban mengandungmu
Agar jiwamu lahir kembali dengan sempurna.

Terkadang aku memanggil Tuhan itu Bapak,
Kadang Bunda,
Dan Ia memperlakukanku seperti anak
Ia menyambutku seperti pengantin

Dan ketika sangkakala akhir jaman bertiup,
Kita bukan akan terbang ke awan tinggi
Atau ke bawah bumi menuju sang api
Namun melebur ke dalam inti hati kita
Dan bertemu Tuhan
Yang sudah lama bersemayam di sana.

Anonim mengatakan...

@ all

Selamat Paskah Buat yang percaya!!!

bagi saya paskah punya banyak arti dan kenangan!

waqktu kecil saya saya pernah berbuat kesahalan fatal, dan saya begitu ketakutan akan di hajar habis2an oleh ayah saya (SGT), nah waktu paskah tiba saya teringat bahwa paskah adalah hari penebusan dan memberanikan diri untuk berdoa agar kesalahan saya diampuni, setelah saya menghadap SGT dan "mengaku dosa", Ajaib SGT yang biasanya pemberang ternyata cuma bilang :"Ho sudah!! Jangan diulang lagi" duhh Plong rasanya!!

(Budhi)

poempuisi mengatakan...

@ Abang Budhi,

Ni abannya Bigmike beneran? Seingat gw, Ayahanda BM kan SGT? Kalo gitu ya met Paskah ya Bro'

poempuisi mengatakan...

@ Abang Budhi,

Ni abangnya Bigmike beneran? Seingat gw, Ayahanda BM kan SGT juga? Kalo gitu ya 'met Paskah ya Bro'

Anonim mengatakan...

Paskah adalah kemenangan Yesus atas maut dan ini bs mjd bukti bhw Dia adalah Sang empunya kehidupan dan berkuasa memberikannya kepada barang siapa yg percaya kpd-Nya.

Sbg org yg percaya bhw "tiada yg mustahil bg Allah", mk tentu sy jg bisa terima ketika Dia mau menjelma mjd manusia Yesus. Krn kl sy engga percaya ini, mk msh ada yg mustahil bg Allah.

Bgmn dg sodara?

Nah sambil renung2, terima dulu ucapan:

SELAMAT PASKAH 2010!

(Rocky RK)

Anonim mengatakan...

Yes BTN,

Trims buat apresiasinya tp saya bukan pembela blog. Saya juga tidak berminat menjadi pembela blog ini karena saya lihat pemilik blog ini adalah tipe manusia cerdas yg tentunya bisa membela dirinya sendiri.

Tp statemen anda ini menarik: "...JIKALAU SAYA PERCAYA MAKA ADALAH HAK ORANG UNTK MENGUGAT TETAPI HAK SAYA JUGA UNTUK PERCAYA."

Kalau saya yg katakan kalimat diatas, maka saya akan merubahnya menjadi spt ini: "...jikalau saya percaya maka adalah hak org untuk menggugat, dan saya akan menjawab gugatan tsb."

Kalau anda cermati argumen Imanuel Kant yg murni sekuler, maka iman kekristenan adalah iman yg memiliki pijakan nalar amat kuat. Oleh karena itu, setiap gugatan harus dijawab bukan sekedar memakai dogma "pokoknya begini...pokoknya alkitab bilang begitu...dstnya..."

Sayangnya banyak umat kristiani yg tidak melatih dirinya menjawab setiap gugatan.

salam!

Anonim mengatakan...

Fakhry,

Trims buat apresiasi anda.

Hmm... kalau anda mengakui validitas logika saya, maka saya jadi bertanya-tanya ini: Menurut logika anda Yesus itu Tuhan atau org gila? Semoga anda berkenan menjawabnya! Kalu anda memilih tidak menjawab, tidak apa-apa. Trims.

Anonim mengatakan...

@atas

saya setuju dan amat sangat setuju dengan apa yang anda katakan "Sayangnya banyak umat kristiani yg tidak melatih dirinya menjawab setiap gugatan". Saya berkata seperti itu karena sering bahkan amat sering berdiskusi dengan kawan-kawan gereja saya yang pada akhirnya seperti yang anda katakan "pokoknya begini...pokoknya alkitab bilang begitu...dstnya...".

Menurut saya akar permasalahannya adalah kita masih sering terkukung dalam tempurung katak. Masih terkurung pada kekerdilan iman. Pdahal kita diberi akal pikiran untuk berpikir, bernalar, dsb. Oleh karena itu, sebenarnya baik pula kita melihat pandangan beberapa filsuf yang cenderung kontra Yesus. Baik karena kita diajak untuk berpikir terbalik, baik karena kita diajak untuk mampu keluar dari "tempurung katak" dan malah sebaliknya semakin kita menganggumi Allah dan berbagai karya-Nya.

Satu hal yang selalu takjub dari Yesus adalah ia 100% Allah dan 100% manusia. rasa Takjub itu yang memampukan saya untuk berkata esus adalah Juruselamat. Titik. ".

(pembela blog ini)

Anonim mengatakan...

@atas

Pengalaman saya mayoritas umat Kristiani seakan anti akal padahal Hukum Yang Terutama dan Utama adalah untuk kita menyembah Dia juga dgn akal budi kita.

Banyak org katakan manusia itu nisbi lalu mengambil sikap untuk meninggalkan akal. Ini salah besar! Dlm kenisbian kita, Allah berkenan meninggalkan jejak-jejak keberadaanNya melalui ilmu pengetahuan, moral etika, sejarah dan filsafat. Kalau Allah sama sekali tidak meninggalkan jejakNya dalam dunia yg relatif ini, apa jadinya?

Saya tidak tahu apakah BM benar-benar ada. Dari sini saya tidak bisa melihatnya, merabanya, menciumnya dstnya. Apakah lalu saya harus bersikap percaya saja BM itu ada? Absurd! Tapi faktanya dia punya blog, namanya Ludji Michael Riwu Kaho, dan kalau saya google namanya ternyata banyak sekali jejaknya di dunia internet ini. Atas dasar itu saya mau percaya. Dan kepercayaan saya itu akan afdol kalau BM berkenan memperkenalkan dirinya secara lgsg.

Begitu juga dgn Allah. Dia berkenan meninggalkan jejak-jejak keberadaanNya bagi kita yg serba terbatas. Karena itu masuk akal bagi kita untuk beriman. Cukup? Tidak! Iman saya menjadi amat afdol karena Dia sendiri datang melawat kita melalui Yesus.

Jadi, bagaimana seharusnya beriman?

Baru-baru ini saya di diagnosa punya penyakit...(maaf saya tidak perlu sebutkan disini). Kata dokter keluarga, saya perlu bertemu dgn dokter spesialis. Dari obrolan saya dan bbrp teman baik, saya disarankan bertemu dgn dokter A. Saya tdk lgsg pergi bertemu. Saya terlebih dahulu berusaha mencari banyak info ttg dokter tsb. Ternyata dia memang top. Usaha saya itu pada akhirnya membuat saya mau pergi bertemu dan berobat dgn dokter tsb.

Buat saya itulah hakekat beriman. Bagaimana dgn anda???

Salam!

Anonim mengatakan...

@ atasnya atas,

Wuaaahaaaaaha ha ha ha ha...adan semua membuktikan bahwa menjadi teistik tidak berarti harus melupakan akal sehat. Argumen anda bagus. Saya suka. Akan tetapi harap jangan dimaknai bahwa akal adalah segalanya. Sebab bagi mereka akal adalah Tuhan mereka. Jadi para ateis yang tanpa sadar sedang memutlakan pikiran mereka. Itu berbahaya (Eman)

Anonim mengatakan...

Harus diakui bahwa kebanyakan Umat beragama termasuk umta Kristiani kadang-kadang justru menjadi batu sandungan ketika mereka menolak akal dan buru-buru mencari dalil Kitab Suci sambil berkata...hei lu kafir...lu ateeis...lu komunis...cara-cara begini malah menyuburkan kaum atesi. Mereka tinggal bilang nhhh....begitulah agama...mematikan akal sehat. Saya pikir inilah tantangan dalam hidup beriman (Eman)

Anonim mengatakan...

Untuk semua kaum ateis,

“Hari Kiamat. apakah hari Kiamat itu?. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?. Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (Al Qori’ah 1-5)

Takutlah kamu....gentarlah kamu (Bahren)

Anonim mengatakan...

@ Aba Bahren,

percayalah kepada saya bahwa sikap beginian hanya menambah api bagi kalangan ateism. mereka akan mengatakan..dasar ga pake otak...apa mau begitu (Eman)

Anonim mengatakan...

@ Semua kaum teis,

Lihat kutipan posting breikut ini:

"Atas nama-NYA, sekali waktu, orang bersedia saling membunuh"...

Jawab pertanyaan saya: JIKA TUHAN KALIAN BENAR MAHAKUASA MENGAPA DIA MEMBIARKAN ORANG SALING BERBUNUHAN?

(One, ateis)

Anonim mengatakan...

@One

Saya tidak akan langsung menjawab pertanyaan anda, tapi saya justru bertanya kepada anda.

Ketika kerusuhan tahun 98 (anda masih ingat??) banyak sekali saudara-saudara kita yang "owe-owe" alias beretnis cina disakiti, para wanita etnis cina diperkosa, toko-toko dibakar, padahal mereka mahluk bertuhan. Pertanyaan saya hampir mirip dengan anda, Dimana Tuhan pada saat si ana diperkosa, si anu tokonya dibakar, si ani rumahnya dibakar?? DIMANA TUHAN PADA SAAT ITU?? Ketika mereka (mungkin) berkata atau bahkan berteriak meratap nasib mereka??

Saya yakin dan percaya Tuhan ada. Ia tidak akan meninggalkan kita, saya dan bahkan anda. Tuhan sedang memegang si ani, Tuhan ada sedang merangkul si anu, Tuhan ada sedang menggendong si ani.

Pertanyaan anda "JIKA TUHAN KALIAN BENAR MAHAKUASA MENGAPA DIA MEMBIARKAN ORANG SALING BERBUNUHAN?

Tuhan memang mahakuasa, saya yakini dan percaya itu. Tapi Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Tidak dapat kita "memaksa" Tuhan bekerja seturut dan sekehendak kita manusia. Mengapa Tuhan membiarkan orang saling berbunuhan?? JAWAB SAYA : Kata siapa Tuhan membiarkan orang saling berbunuhan??? Tuhan ada dan Tuhan telah berbisik kepada kita. Caranya?? melalui kata batin kita. Tapi, emosi, kedengkian, amarah telah menutup itu semua. Tapi tak apalah apabila anda tidak mengerti atau bahkan memahami apa yang saya katakan. Mari kita berdiskusi saja. Bagaimana saudara?

(pembela blog ini)

Anonim mengatakan...

@ ateis,

kamu akan dilaknat Allah SWT (Bahren)

Anonim mengatakan...

@ Bung Eman,

Janhgan biarkan kafir-kafir itu merajalela. Tumpas sampai ke akar

Anonim mengatakan...

Maaf (Bahren)

Anonim mengatakan...

Aha! Ini adalah debat tua tentang "Persoalan si Jahat." Argumennya kira-kira begini : Karena kejahatan ada dimana-mana, maka ini membuktikan Tuhan tidak ada. Karena kalau Dia ada, maka Dia tidak akan membiarkan kejahatan merajalela karena Dia Maha Baik."

Banyak org bereaksi mirip Bahren. "Kamu kafir! Kamu harus ditumpas! Allahu Akbar! Blah...blah..." (Sebagian org katakan ini sambil mata melotot mulut berbusa-busa kadang bawa pentungan).

Ada juga yg mirip pembela blog yg bloviate.

Tapi bagi saya begini. Saya akui kejahatan ada dimana-mana. Saya bersimpati amat sangat dgn org-org yg menjadi korban kejahatan. Tp kesimpulan dari argumen diatas--kejahatan ada maka Tuhan tidak ada--tidak tepat karena sebenarnya keberadaan si jahat dapat pula membuktikan keberadaan Si Maha Baik nama lain dari Allah.

Kalau BM memberi nilai 8 ke salah satu mahasiswanya dan 5 bagi yg lain, ini mensyaratkan ada nilai 10 sebagai standar ukuran. Untuk kita dpt menyebut sesuatu yg jahat adalah jahat mensyaratkan adanya standar kebaikan. Ini pertanyaan kunci yg harus dijawab kaum ateis: Kalau Tuhan tdk ada, dari mana datangnya standar kebaikan ('goodness') untuk kita katakan sesuatu yg jahat adalah jahat?

Bagaimana seharusnya memahami persoalan kejahatan? Jangan melulu bertanya kenapa ada kejahatan, tp UNTUK APA kejahatan ada?

Salam!

Anonim mengatakan...

@anonim di atas

hmmm.... Saya melihat apa yang dikatakan @one yang kemudian saya komentari secara "bloviate" dan si @aba bahren bagai melihat gelas yang berisi setengah air. Apakah itu setengah terisi ataukah setengah kosong. Tergantung cara kita memandang. Hal yang sama pula mengenai Tuhan ada = kejahatan ada ini. masing-masing melihat dari sisinya masing-masing. Mana yang absolut? Ah... tergantung cara kita melihatnya saja.

Tapi, terimakasih atas pandangan anda. Membantu kita melihat dari sisi yang lain

(pembela blog ini)

Anonim mengatakan...

@atas,

Trims atas apresiasinya.

Salam!

Anonim mengatakan...

@One ateis

Saya jg ada pertanyaan:

Kenapa kamu tidak suka org saling bunuh? Apa mungkin dr sudut pandangmu, saling bunuh itu satu bentuk kejahatan?

Soalnya dr sudut pandang aku, saling bunuh itu baik jg utk mengurangi jumlah manusia yg makin byk bikin sesak.

Kalo aku jadi Allah, bknnya sengaja mau sembunyi kekuatan kuasaku, tp biarin aja tuh manusia bebal slg bunuh. Uda dilarang, msh pengin bunuh-bunuhan juga, biarin sajalah... Di samping mengurangi jumlah manusia, jg ngurangin jumlah manusia2 bebal yg ga mau taat pd laranganku.

Anonim mengatakan...

Jika kita memiliki pandangan yang sinkretis mengenai Allah, tidak sebagaimana adanya Dia, maka kita tidak mengenal Allah, melainkan allah.

Anonim mengatakan...

@ All,

Sebenarnya yang disebut ateis mutlak itu tidak ada karena mereka menolak Tuhan konvensional dan meletakkan kepercayaan pada pikiran mereka sendiri. Nah apa kita perlu berdenat dengan Tuhan yang terbatas itu? Wong menemukan obat yang bear-benar dapat mengatasi penyakit TBC, malaria, bengek dll aja belum bisa....waaaahhhh....absurd ... (Sulistyono)

Anonim mengatakan...

tetapi tantangan bagi kaum teistik adalah habaimana neyatukan perkataan dan perbuatan. Komplain kaum ateis atas hal itu kadang-kadang sulit terbantahkan. BM menulis dengan amat baik tentang itu.....atas namaNYA orang rela saling berbunuhan....(Sulsityono)

Anonim mengatakan...

TUHAN ITU SUNGGUH ADA.....JANGAN KAMU RAGU TENTANG ITU..DIA ADA DAN MENYELENGARAKAN HIDUPMU TIAP HARI...(John, Oemasi)

Anonim mengatakan...

@ Tuan mike,

engkau tidak ada, rapat jurusan jadi hambar. Hadirlah di kampus tuan (John)

Anonim mengatakan...

Tuhan hanya melihat kita dan tersenyum atas apa yang kita perdebatkan...itu keyakinan saya....(Larry)

Fakhry mengatakan...

@ atasnya atas atas...wkwkwkwk....

Yesus adalah Nabi Isa AS di dalam Islam. Gw mnghormati itu (Proxy73)

Fakhry mengatakan...

Nih Gw punya ceritera, disimak yeeee....

"seorang Ateis dan seekor Beruang"

Seorang Atheist sedang berjalan di tengah hutan.
"Wah! sungguh indah pohon-pohon, sungai dan binatang-binatang disini!"
katanya sambil menikmati pemandangan disekelilingnya.

Saat sedang berjalan dipinggiran sungai, tiba-tiba ia mendengar suara dari balik semak.
Seekor beruang besar setinggi 2 meter muncul menyerangnya.
Dia berusaha lari, tapi malah tersandung dan tersungkur ke tanah.
Pada waktu ia berusaha untuk bangun,
ia melihat beruang itu sudah tepat diatasnya dengan cakarnya
yang sudah siap merobek-robek.

Fakhry mengatakan...

Si Atheist kontan menjerit,"O Tuhaaannn...!!!" dan mendadak waktu berhenti.
Beruang itu menjadi diam, aliran sungai terhenti dan seisi hutan menjadi sepi.
Seberkas sinar muncul menerpa wajah dan suara dari langit terdengar, katanya,
"Selama ini kau menentangKu,
menghasut semua orang bahwa Aku ini tidak ada, serta menyangkal semua ciptaanKu.
Berani-beraninya kau menyebut namaKu untuk minta tolong!Haruskah Aku menolongmu?"

"Mungkin terlalu munafik dan tidak adil bagiMu jika aku mendadak meminta
untuk menganggapku orang kristen dan langsung menolongku",
jawab si Atheist, "tapi sudikah Kau menjadikan beruang ini Kristen?"
Suara itupun menjawab, "Baiklah".

Fakhry mengatakan...

Sinar surgawi itupun lenyap dan seketika itu juga semua kembali seperti semula. Beruang itu masih berdiri di depan si Atheist namun tidak jadi menyerangnya, malah melipat kedua cakarnya,
menundukkan kepalanya sambil berkata,

"Ya Tuhan, berkatilah makanan yang sudah tersedia di depanku ini...
agar menjadi kekuatan bagiku untuk memuliakan namaMu... Amin.."

Fakhry mengatakan...

Nah yang satu ini juga asyik coyyy...

"Metode orang atheis untuk membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada adalah dengan doa minta roti"

Suatu hari, seorang guru di sebuah negara komunis menerapkan metode tersebut kepada murid-muridnya.

"Anak-anak, Tuhan itu tidak ada. Mau tahu buktinya? Coba, Nikolai maju ke depan dan berdoa kepada Tuhan minta roti!"

Anak yang pintar ini maju lalu berdoa minta roti pada Tuhan. Ternyata tidak muncul roti sepotong pun.

"Nah, Nikolai, mana rotimu?" tanya sang guru.

Jawab Nikolai, "Tuhan memang tidak mau memberi roti, percuma saja, karena Dia tahu saya sudah sarapan pagi sampai kenyang sekali!"

alice mengatakan...

@ Bigmike,

Selamat Paskah. Tuhan Memberkati. Lama ga mengomentari sesuatu di blog BM wah jadi rindu juga nih. BTW, it's another ery good posting dech

alice mengatakan...

Ketika kuliah dulu, amat banyak temen-temen saya yang ateis. Eksistemsi Tuhan memang ditola oleh mereka. Teringat seorang teman yang berasal dari NJ, Keisha Loogan, yang selalu memiliki bantahan atas setiap argumen tentang eksistensi Tuhan. Misalnya:

Argumen: Ide tentang Tuhan terdapat
dalam eksistensinya sendiri.

Bantahan Keisha: Mengatakan sesuatu itu ada tidak memberi pengaruh terhadap sesuatu. Misal ide kita tentang Puteri Duyung
tidak dapat kita simpulkan Puteri Duyung itu ada.

Secara jujur harus saya akui bahwa saya kerap dibuat tercengang dengan argumen-argumennya ateistik itu. Sempat juga terprovokasi untuk percaya pada mereka.

alice mengatakan...

Akan tetapi akhirnya saya memutuskan tidak mau terprovokasi lagi ketika di dalam diskusi ada yang bertanya begini:

"OK, kamu terus menolak eksistensi Tuhan, kalau begitu tolong kamu buktikan bahwa Tuhan itu tidak ada"...

Seingta saya, sampai kelar kuliah tidak ada jawaban yang meyakinkan dari Keisah dkk. selain terus saja membantah.

alice mengatakan...

Lantas, saya teringat ayat di dalam Alkitab seperti ini:

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam pangkuanmu.

Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu”

(Luk 6:36-38)

PUJI TUHAN

Anonim mengatakan...

@ Mbal Alice,

Wah, ayat yang termat bagus. Mengena bentul. Akan saya baca dan renungkan. Thanx ya (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Salam kenal. Saya sudah lama mengikuti blog ini. Sederhana tetapi tajam sekaligus kerap berisi kalimta-kalimat indah. Kadang-dadang sangat puitis. Gombalnya juga ada he he he he...

Saya menyukai artikel ini. Sepintas hanya ungkapan pengalaman pribadi tetapi di dalamnya ada "sesuatu" yang teramat indah, yaitu Iman Kepada Tuhan Yesus. Saya salut dna hormat. Tuhan Yesus Memberkati. (Ishak Pramoerdono)

Anonim mengatakan...

Ada hal yang mungkin dilupakan atau sengaja dilupakan oleh kelompok ateisme. Amat gecar mereka menyerang kelompok teisme yang kerap saling membantai atas nama Tuhan. Akan tetapi mereka menyembunyikan fakta besar bahwa Lenin dan Stalin serta rezim lanjutannya di mana saja membunuh begitu banyak manusia.

Mengalihkan kepercayaan dari Tuhan kepada pikiran manusia ternyata amat tidak menolong. Harus diakui bahwa perilaku picik kaum beragama sering memicu kontroversial tetapi perhatikan bahwa dari kalangan kaum beragamalah kesadaran untuk kebaikan itu datang. Dari mana asal kesadaran itu? Dari benak manusia semata? Nonsens (Ishak Pramoerdono)

Anonim mengatakan...

Asal muasal kepercayaan kepada keterandalan pikiran manusia adalah Jean Meslier yang mendasarkan tulisan dan refleksinya observasi kehidupan sehari-hari.

Hal ini terungkap melalui tulisannya "Memoir of the Thoughts and Feelings of Jean Meslier, Clear and Evident Demonstrations of the Vanity and Falsity of All the Religions of the World" pada tahun 1729.

Jelas bahwa pengalaman empirik dan pikiran atasnya adalah "tuhan" bagi kaum ateis. Pertanyaan terbesar adalah apakah pikiran dan pengalaman bersifat mutlak? Jika jawabannya adalah ia maka para ateist benar. Tetapi lihatlah, dengan menggunakan agama manusia menjaid kejam dan juga ketika mereka menggunakan pikirnanya sendiri, manusia tetap kejam, maka tak bisa tidak mengandalkan pikiran dan pengalaman empirik manusia adalah absurd. Harus ada sesuatu di luar manusia yang trasendens yang dapat mengendalikan manusia dan dunia. Tanier, seorang ateist, mengatakan hal itu sebagai "misteri" tetapi Bigmike dan semua teist menyapanya sebagai Tuhan. Ternyata andaian ateistik runtuh justru oleh andaian mereka sendiri. (Ishak Pramoerdono)

widyanto mengatakan...

Dear All yang Percaya,

Bacalah artikel yang saya kutip dari www.misi.sabda.org

layak disimak

"Apa itu Ateisme?"

Ateisme merupakan pandangan bahwa tidak ada Allah. Ateisme bukanlah perkembangan baru. Mazmur 14:1 yang ditulis oleh Daud sekitar tahun 1000 SM menyebut tentang ateisme –- "Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah." Statistik baru-baru ini menunjukkan meningkatnya angka orang-orang yang menjadi ateis, di mana angka orang-orang yang menyatakan diri sebagai penganut ateisme mencapai 10% dari orang-orang di dunia. Jadi, mengapa makin banyak orang yang menjadi penganut ateis? Apakah ateisme benar-benar adalah posisi yang logis sebagaimana yang diklaim oleh para penganutnya?

widyanto mengatakan...

Mengapa ateisme ada? Mengapa Allah tidak mengungkapkan diri kepada orang untuk membuktikan bahwa Dia ada? Kalau Allah menyatakan diri, pastilah semua orang akan percaya kepada-Nya! Masalahnya adalah Tuhan bukan hanya mau meyakinkan manusia bahwa Dia ada, Ia berkehendak agar orang menjadi percaya dan datang kepada-Nya dengan iman (2 Petrus 3:9) dan menerima karunia keselamatan (Yohanes 3:16). Ya, Allah bisa saja memperlihatkan diri dan dengan tuntas membuktikan keberadaan-Nya. Masalahnya adalah Allah telah berkali-kali membuktikan keberadaan-Nya dalam Perjanjian Lama (Kejadian 6-9; Keluaran 14:21-22; 1 Raja-Raja 18:19-31). Apakah orang percaya bahwa Allah itu ada? Ya! Apakah mereka berpaling dari jalan yang jahat dan menaati Allah? Tidak! Jika seseorang tidak bersedia menerima keberadaan Allah dengan iman, jelas mereka tidak siap untuk dengan iman menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka (Efesus 2:8-9). Itulah yang dikehendaki Allah –- supaya orang-orang menjadi orang Kristen dan bukan menjadi ateis.

widyanto mengatakan...

Alkitab memberitahukan kita bahwa keberadaan Allah harus diterima dengan iman. Ibrani 11:6 mengatakan, "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." Alkitab mengingatkan kita bahwa kita adalah orang-orang yang berbahagia saat kita percaya kepada Allah dalam iman, "Kata Yesus kepadanya: Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yohanes 20:29).

widyanto mengatakan...

Fakta bahwa keberadaan Allah harus diterima dengan iman tidak berarti kepercayaan kepada Allah tidak logis. Ada banyak argumen yang bagus untuk keberadaan Allah. Silakan kunjungi halaman "Apakah Allah ada?" Alkitab mengajarkan bahwa keberadaan Allah dapat dilihat dengan jelas dalam jagat raya (Mazmur 19:2-5), dalam alam (Roma 1:18-22), dan dalam hati kita sendiri (Pengkhotbah 3:11). Sesudah mengatakan semua itu, sekali lagi keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan, harus diterima dengan iman.

widyanto mengatakan...

Pada saat yang sama, dibutuhkan juga banyak iman untuk bisa percaya pada ateisme. Membuat pernyataan mutlak "Allah tidak ada!" adalah mengklaim mengetahui secara mutlak segala sesuatu yang perlu diketahui tentang segala sesuatu –- dan menyatakan bahwa sudah pernah mengunjungi semua tempat -– dan menyaksikan semua hal tersebut. Pada dasarnya, itulah yang mereka klaim ketika mereka mengatakan bahwa Allah tidak ada. Kaum ateis tidak dapat membuktikan misalnya, bahwa Allah tidak berdiam di tengah-tengah matahari, atau di bawah awan Yupiter, atau di nebula yang jauh. Hal ini tidak dapat dibuktikan sehingga tidak ada bukti bahwa Allah tidak ada. Untuk menjadi orang ateis, diperlukan iman sebanyak menjadi orang teis.

widyanto mengatakan...

Jadi, kita kembali ke garis awal. Ateisme tidak dapat dibuktikan dan keberadaan Allah harus diterima dengan iman. Saya percaya dengan yakin bahwa Allah ada. Saya bersedia mengakui bahwa kepercayaan saya pada keberadaan Allah adalah berdasarkan iman. Pada saat yang sama, dengan tegas saya menolak ide bahwa kepercayaan pada Allah adalah tidak logis. Saya percaya bahwa keberadaan Allah dapat dengan jelas dilihat, dirasakan, dan dibuktikan secara filosofis, lagi ilmiah di mana perlu. Sekali lagi, untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi halaman "Apakah Allah ada?"

widyanto mengatakan...

"Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari" (Mazmur 19:2-5).

widyanto mengatakan...

Apa kesimpulannya? Tidak diragukan bahwa TUHAN ada. Banyak hal dapat digunakan sebagai bukti. Sebaliknya bagi para penolak yang mengandalkan pikirannya, tidak tersedia satupun bukti yang kuat dan sah, kecuali pikiran mereka sendiri, yang dapat membuktikan bahwa TUHAN tidak ada.

widyanto mengatakan...

@ Bigmike,

Terima kasih atas posting yang amat menyentuh ini. Saya pikir ini merupakan "kesaksian Iman" ketimbang "olahan pikiran". SELAMAT PASKAH TUHAN YESUS MEMBERKATI

Anonim mengatakan...

Buat kalian semua yg katanya org percaya,

Kalian amat gigih bahkan terkesan ngotot katakan Allah ada. Dia memang ada, so what??? Apa kalian menjadi lebih baik dari kami??? Apa negeri kalian lebih maju dari yg lain??

Dikalangan kalian sendiri gemar timpuk2an. Yang 1 bilang dia (yesus) Allah. Yang 1 lagi mati2an bilang dia manusia biasa. Lalu perang. Di Ambon bunuh2an.

Ada baiknya kalian tunjukan saja bahwa keberadaan Allah itu membuat kalian lebih baik dari kami. Bukankah itu pesan tulisan BM???

-agnostik-

Anonim mengatakan...

hidup dalam ketidakjelasan dan ketidakpastian adalah gambaran nyata manusia2 ateis yahhh serba misteri lah. ehh ngomong2 apa kelompok ateis itu manusia yah?? wong ngga jelas gitu...

Amrisal72

Anonim mengatakan...

@ Agnostik,

Buktikan pula bahwa situasi tanpa Tuhan lebih baik dari pada bersama Tuhan? Bisa? Kalao bisa nanti logika anda akan saya pake untuk menjawab tantangan anda (Eman)

Anonim mengatakan...

Masalah terbesar kaum atheis atau agnostik adalah semua hal harus bisa nyata-nyata dialami dan diukur. Lihat saja cara bertanya mister agnostik. Bagaimana kita mengukur kebahagiaan? Pakai apa? Jika anda datang ke Kupang dan bertanya kepada orang-orang di kampung yang sampai masa reformasi sekarang inipun masih belum menikmati listrik apakah hidup mereka lebih baruruk dari kaum atheis di Inggris? Mereka akan menjawab: kami bahagia di tempat kami.

Saya pernah tinggal di out of region selama belajar dahulu. Saya menyaksikan sendiri bahwa banyak hal kami di NTT amat sangay ketinggalan tetapi bagaimana mister agnostik menjawab fakta bahwa akhirnya saya lebih suka tinggal di Kupang yang kering kerontang ini? Paling-paling jawabannya adalah, ..."Eman bodoh"....ha ha ha ha ha ...

Anonim mengatakan...

Salut untuk Bung Eman (Yes, BTN)

sayyid mengatakan...

@ Dear BM,

Kita mulai dari titik ini:

”Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.". (Q.S. Al-Ikhlas 1-4).

sayyid mengatakan...

Adalah Ludwig Feurbach (1804-1872 M)yang menyatakan bahwa teologi harus menjadi antropologi. Tak perlu ajaran tentang Tuhan tetapi lebih adalah ajaran tentang manusia karena bagi dia Tuhan adalah “Homo homini Deus est”, (manusia adalah Tuhan untuk semua).

Lebih lanjutnya dia mengemukakan teori proyeksi dan alienasi. Dalam teori ini dia berpendapat bahwa “manusia tidak diciptakan Tuhan, melainkan Tuhan diciptakan manusia”.

sayyid mengatakan...

Dalam perspektifnya manusia menciptakan Tuhan ketika mereka terhimpit pada suasana resah, sehingga mereka (manusia) membutuhkan tempat bersandar. Proses inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan “kemanakah manusia meletakkan mimpinya?”, sehingga manusia meletakkan mimpinya dalm bentuk Tuhan. Teori yang diungkapkan Feurbach ini telah memberi pengaruh pada para teolog maupun sosiolog berikutnya, seperti; Karl Marx, F. Nietzsche, S. Freud, Sartre, K. Barth, Martin Buber, dan lainnya.

sayyid mengatakan...

Dinamika ateisme merupakan titik balik dari dimulainya zaman modern dimana mainstream pemikiran paradigmatik manusia modern yang menjadi tegaknya sejarah peradaban modern adalah pembebasan manusia dari kuasa-kuasa yang tidak kelihatan. Manusia hanya boleh bertindak atas pengalaman empirik dan hasil refleksinya atas pengalaman empirik tersebut.

Penyandaran diri atas kenyataan yang mengantarkan manusia menyingkirkan Tuhan dari percaturan kehidupan. Terakhir, sehingga dengan serta merta Tuhan dimatikan sebagaimana yang dinaytalan oleh Nitsczhe

sayyid mengatakan...

Sebab itu, Islam sebagai agama berpaham monoteisme muthlak-permanen, memandang ateisme sebagai suatu corak pemikiran yang abstrak dalam setiap konsepnya. Karena paham ini tidak mempunyai tujuan hidup jangka panjang yang lebih menitik beratkan pada pemenuhuan kebutuhan rohani manusia. Sehingga kemungkinan terjadinya dikotomi antara nalar manusia yang serba terbatas dengan alam, menjadikan paham ini hanya bisa berkembang dalam kehidupan sosial duniawi yang tak terlepas dari ruang dan waktu yang sifatnya akan habis ditelan kehidupan.

Maka bisa dipastikan bahwa materi dijadikan Tuhan baru bagi kelompok ini, materi dianggap tuhan yang mereka rasa dapat memenuhi cita-cita manusia dalam rangka kebutuhan sosial ekonominya. Lihat saja tantangan sahabat yang menamakan diri @ agnostik yang menantang untuk membandingkan suasana materialisme

sayyid mengatakan...

Berbeda halnya dengan agama, sebab agama mensentralkan cita-citanya pada sesuatu yang Kekal Abadi, tidak terikat dengan ruang dan waktu, serta mempunyai ajaran mengenai dosa dan pahala. Sehingga manusia berlomba-lomba untuk mencapai mimpinya (kebahagiaan abadi: surga). Walau jika mimpi itu hanya sebuah dongeng, setidaknya agama beberapa langkah lebih maju daripada ateisme, karena memandang sisi-sisi yang akan saya uraikan berikut ini:

sayyid mengatakan...

1. konsep pahala dan dosa, yang mengantarkan pola hidup manusia lebih bermoral.

2. konsep surga dan neraka, yang memberi inspirasi pada manusia untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, sehingga tidak akan terjadi kecenderungan-kecenderungan yang pasif dalam proses bersosialisasi (harmonisasi social).

3. konsep teosentrisme pada sesuatu yang Ghaib, sehingga mengalirkan keikhlasan yang bertujuan melatih jiwa manusia agar dapat lebih mengoptimalkan potensi kodratinya.

sayyid mengatakan...

4. konsep eksaktologis, yang memberi pemahaman pada manusia bahwa kehidupan dunia tidak lain hanyalah sebagai sarana untuk menabung yang akan diambil di akhirat kelak, sehingga ketika manusia mengalami kegagalan dalam merealisasikan citi-cita duniawinya, dia tidak terlalu merasakan keputus asa-an. Berbeda halnya dengan manusia yang beranggapan; kehidupan akhirat itu tidak ada, karena tidak mempercayai adanya pengadilan setelah mati, maka ketika dia mengalami kegagalan dalam meraih cita-citanya, dia menganggap hidupnya sudah habis (putus asa), hingga tidak sedikit manusia yang telah berani membunuh dirinya sendiri.

sayyid mengatakan...

@ Bigmike and all,

Semoga bermanfaat!!!

Wassalam

Anonim mengatakan...

@ Sayyid,

Kendati kita agak berbeda dalam hal keyakinan tetapi ulasan anda cukup bagus (Larry)

sayyid mengatakan...

@ Bung Larry,

Kebetu;an pagi ini saya surfing sampe ke blog BM dan negeliat komen anda. Tak apa-apa kita berbeda keyakinan tetapi kita toh bersatu dalam sau Indonesia. Kita juga bersatu menolak ateisme yang menjadkan akal mereka sebagai tuhan.

sayyid mengatakan...

@ Dear All,

Saya ingin menambahkan beberapa hal lagi tetnatng ateisme dilihat dari perspektif Islam,

Munculnya pandangan ateisme, tentu saja mendapat sorotan tajam dari para ulama Islam. Cendikiawan Muslim Al-Ghazali dan sufi ternama Jalaluddin ar-Rumi adalah dua orang yang sangat mengecam ateisme. Secara umum, Ghazali dan Rumi menolak ateisme karena pengenalan Tuhan yang dilakukan para pemikir Barat hanya mengandalkan akal dalam arti sempit.

Sedangkan Ghazali dan Rumi meyakini keesaan Tuhan, dengan cara penalaran akal secara luas, yakni kesinambungan akal pikiran dan akal hati [kalbu]. Dengan penalaran seperti inilah manusia yakin akan eksistensi keesaan Tuhan.

sayyid mengatakan...

Perdebatan orang-orang ateis dan Muslim seringkali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dasar logika dan penalaran akal, orang-orang ateis terkadang mempengaruhi umat yang berkeyakinan pada agama. Perang pemikiran dengan akal [ghazwul fikr] pun tak dapat terelakan.

Bagi kaum Muslim, adu pendapat dengan orang-orang ateis tentang Tuhan, sebenarnya tantangan tersendiri. Namun, alangkah baiknya kita menyiapkan akal kita dengan membaca beberapa referensi Islam, termasuk tentu saja al-Qur’an dan hadist berikut tafsir-tafsirnya. Perihal hubungan akal, Tuhan, dan agama, cendikiawan Muslim Indonesia, M. Quraish Shihab membahasnya dalam buku LOGIKA AGAMA: Kedudukan Wahyu dan Batas-batas Akal dalam Islami. Buku ini berisi percakapan Quraish dengan gurunya ketika dia menimba ilmu di Universitas al-Azhar, Mesir. Dalam Bab 3: Islam & Akal, ada anologi menarik yang dijelaskan dalam buku tersebut perihal kategoriasi penalaran seseorang dalam menghadapi suatu masalah, yakni rasional, irasional, dan suprarasional.

sayyid mengatakan...

Dari tiga kategori tersebut, ternyata akal manusia sangat terbatas jika berkaitan dengan penelurusan ekistensi dan keesaan Tuhan. Hal ini yang berlaku adalah penelurusan secara suprarasional, yakni hakikat yang benar tetapi tidak dicerna oleh akal.

Analoginya, nalar seseorang yang hidup jauh di pedesaan dan tidak pernah mengenal teve, tidak akan dapat memahami bahwa sesuatu yang terjadi pada suatu tempat yang jauh dapat dilihat pada saat kejadiannya oleh siapa pun yang memiliki teve. Bagi mereka, mustahil menurut akalnya. Tetapi, buat kita dewasa ini tidak demikian, dan karena itu apa yang dinamakan mustahil ada dua macam, yakni menurut akal [1+1+1=3], dan mustahil menurut kebiasaan sehari-hari sebagaimana pandangan penduduk desa tadi [M. Quraish Shihab, LOGIKA AGAMA: Kedudukan Wahyu dan Batas-batas Akal dalam Islami hlmn 90-91].

sayyid mengatakan...

Berpegang dari anologi tersebut, sebenarnya kita sudah mengetahui bahwa orang-orang ateisme hanya berpikir mustahil menurut akal [1+1+1=3], tidak berpikir mustahil menurut kebiasaan sehari-hari.

Oleh karena itu, kita sebagai Muslim bisa menganologikan penalaran tentang Tuhan dari bekal anologi tersebut agar tidak terjebak pada pengaruh ateisme. Sebenarnya secara ekstrim, paham ateisme bisa dengan mudah dipatahkan, yakni menawarkan para pengikutnya untuk merasakan kematian, dengan mengajukan pertanyaan dari kita: “Apakah Anda ingin bukti adanya Tuhan dan agama? Kalau sangat penasaran, dengan cara apa Anda ingin meninggal?” Begitulah pertanyaan yang cocok jika Anda menghadapi orang ateis. Sebab kematian adalah jalan untuk menemukan jawaban bagi mereka. Allah menciptakan akal manusia bukan untuk kematian, tapi untuk merenungi keesaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan kenikmatan dari-Nya yang diwujudkan dengan keluasaan alam semesta berikut isinya.

sayyid mengatakan...

Akhirnya, untuk sahabat Muslimin dan Muslimah renungkanlah Ayat Suci berikut ini:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS Âli 'Imrân 3:90)

sayyid mengatakan...

@ Bigmike,

Thanx udah ngasi kesempatan gw ngeposting komen berdasarkan keyakinan Gw. Thanx for persahabatan.
Wassalam

Anonim mengatakan...

@ Sayyid,

Mantaplah sudah. Salam kenal dari Kupang (Eman)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Posting yang bagus dan saya kira komen-komen yang juga amat bagus. Dan sudah ada kemajuan, tidak ada lagi balas berbalas komen yang berisikan marah-marah. Saya catat sebagai kemajuan. Makin dewasa main sehat. Selamat ya BM (Julius)

Anonim mengatakan...

Bagi saya pribadi, naral adalah karunia tetapi faktanya kita terbatas. Maka yang bisa saya lakukan adalah percaya bahwa di luar nalar saya adalah sang pengada. Dan ultimate Pengada adalah TUHAN (Julius)

Anonim mengatakan...

@ Sayyid,

Ulasan yang masuk akal dan baik (Bahren, Kupang)

Anonim mengatakan...

@Julius

Saya setuju dengan anda. kita harus jujur mengakui bahwa kita terbatas. Itu point utama. Ketika kita mencoba merasionalkan Tuhan Allah hanya akan timbul tiga kemungkinan. 1. Kita menerima Dia, atau 2. Kita menolak Dia, atau 3. kita bahkan tidak bersikap apa-apa. Menolak tidak, terima tidak. Yang penting saya masih hidup, masih bernafas, urusan anda yah silahkan saja mau percaya atau tidak silahkan. Sing penting ora ganggu..

Tapi saya mau bilang begini. Nalar itu penting, tapi yang lebih penting lagi iman. bernalar tanpa iman sama saja nol besar.

(pembela blog ini)

Anonim mengatakan...

Menjadi menarik dan penting posting kali ini karena bertepatan dengan hari besar Paskah Pak Mike mengulas tentang Yesus Anak Domba Allah yang mati disalib untuk menebus dosa-dosa kita, karena ketidaksanggupan kita manusia nisbi ini,siapapun kita, untuk melepaskan diri kita sendiri, walau dengan upaya apapun, dari kuasa dosa dan akibatnya, sehingga dengan kasih sejatiNya, Yesus rela mati, dikuburkan, dan bangkit sebagai Raja, meninggalkan kubur yang kosong supaya kita yang nisbi ini dapat diselamatkan, dan beroleh hidup yang kekal, sehingga kita tak lagi menjadi nisbi dan binasa, sebab kita telah ditebus, diangkat, dan diselamatkan dari kenisbian-lewat kematian dan kebangkitanNya.100% setuju.
Lalu mengenai beberapa tanggapan dari beberapa sahabat sangat menarik karena akhirnya menuju kepada ulasan “lama” mengenai atheisme, yang sebelumnya juga ada suatu pernyataan penting yang sebenarnya perlu dicermati lebih dalam oleh kita ,yaitu mengenai Keilahian Yesus. Sangat menarik bagi saya karena ada pernyataan tentang ke-Ilahian Yesus, dan ada pula pernyataan mengenai atheis
Kalau boleh saya juga ingin ikut memberikan sedikit coment saya.
Pak Mike & sahabat, kita tentunya punya banyak referensi mengenai atheis dan mungkin punya pandangan yang berbeda-beda mengenai atheism ini berdasarkan sudut pandang kita sendiri-sendiri dari pengalaman, pengetahuan , pemikiran atau wawasan kita masing-masing. Tentunya kita semua tahu apa itu atheis, lalu siapa yang digolongkan sebagai atheis, atau bagaimana mereka menjadi atheis. Tapi saya berpikir, mungkin hanya sedikit saja diantara kita yang tahu atau mau untuk bertanya …… mengapa mereka menjadi atheis ?

Anonim mengatakan...

Sahabat, kita semua tahu bahwa Atheisme adalah suatu padangan mengenai ketiadaan Allah atau keyakinan bahwa Allah sama sekali tidak ada. Dan bercabang menjadi agnostisisme yaitu cara pandang yang mengatakan bahwa kita tidak dapat mengetahui keberadaan Allah.
Menurut saya, bagi kita yang mengakui keberadaan Allah dan karena itu kita percaya kepadaNya (sehingga tidak disebut atheis ) harus benar-benar mengetahui dengan benar dan mengenal dengan jelas siapa itu Allah kita dan bagaimana sifat-sifatNya. Kekristenan mengajarkan bahwa Allah itu Kasih dan karena itu Ia rela memberikan PutraNya untuk mati sebagai ganti dosa-dosa kita, supaya barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Orang Kristen didalam kepercayaannya kepada Allah harus benar-benar mengetahui dan mengenal Allah. Berteologi atau belajar tentang Allah haruslah menjadi suatu upaya sadar dan terus menerus harus dilakukan oleh kita dengan berpijak pada Alkitab. Mengapa harus ada pijakannya dan mengapa Alkitab. Tak ada tempat untuk berpijak, berarti kita bakal tergelincir-jatuh. Mengapa Alkitab ? Karena Alkitab adalah Firman Allah yang hidup dan diwahyukan kepada manusia. Alkitab adalah dasar kehidupan umat Kristen. Baik itu sebagai :
dasar kepercayaan ( dogmatika ), atau sebagai
penuntun sikap dan tingkah laku ( etika ), maupun
pedoman dalam praktek hidup kita sehari-hari ( praktika ),

Anonim mengatakan...

Tapi sayangnya, didalam kenyataannya, Alkitab tidak selalu dijadikan otoritas tunggal sebab sebagian kalangan telah menggeser otoritas Alkitab kepada hal-hal lain. Namun melalui perjuangan panjang, gerakan reformasi mengembalikan kepada poros semula “ Sola Scriptura” ( hanya Alkitab ), Kemudian paham Liberalisme menyerat kekristenan kepada pandangan yang menekankan kepada rasio atau pikiran, dimana setiap isi alkitab yang bertentangan dengan akal budi manusia seperti Kebangkitan Yesus, Mujizat harus ditolak Karena bertentangan dengan akal budi manusia ( yang ternyata dan terbukti hanya terbatas ) Lalu untuk menghadang Liberalisme, aliran fundamentalis mengajak untuk kembali kepada otoritas Alkitab tetapi dengan penafsiran dan pendekatan harafiah yang membawa kepada kekeliruan.
Namun walau persoalan-persoalan diatas walaupun merupakan tantangan nyata bagi umat kristiani, namun tidak membuat Alkitab itu sendiri (The words of God ) kehilangan kuasanya.
Dari persoalan-persoalan diatas haruslah membuat kita yang menyebut dirinya Kristen, sekali lagi harus berupaya untuk berteologi atau( belajar tentang Allah) secara komprehensif, yang tidak keluar dari jalur, yang bila dibiarkan bisa menuju kepada kesesatan.

Anonim mengatakan...

Saya tak ingin coment tentang atheis secara panjang lebar disini karena pada dasarnya setiap kita sudah tahu akan hal itu, lagipula bagi saya orang atheis tidak benar – benar dapat hidup konsisten dengan nilai-nilai ke-atheismenya, karena ternyata mereka tidak memiliki dasar untuk melakukannya. Lagipula pendirian atheis tidak rasional dan tak dapat dihayati.
Berbanding terbalik dengan masalah ke-Ilahian Yesus. Percaya atau tidak percaya keIlahianNya terbukti. Dia bangkit dari kematian. Yesus adalah Pribadi Pelaku karya penyelamatan Sang Ilahi atas manusia berdosa seperti sahabat dan saya karena alasan Kasih. Belum ada seorang pribadipun yang dapat dan rela mati buat manusia berdosa seperti kita. Karya penyelamatanNya melalui KematiaaNya tercatat dalam nubuatan para Nabi dimasa sebelumnya, dan tergenapi kemudian didalam Dia. Ia melakukan mujizat-mujizat yang besar dan ajaib yang tak seorangpun didunia ini mampu lakukan dengan sempurna dan menghidupkan seperti yang dia lakukan. Ia, setelah hari yang ketika bangkit dari antara orang mati dan naik kesurga, dan akan datang kembali sebagai Hakim yang adil bagi orang yang hidup dan yang mati. Bisakah hanya seorang pemimpin agama dapat melakukannya ? Mungkinkah seorang yang bukan Ilahi, dapat membuat pengaruh besar bagi kehidupan sebagian besar manusia dimuka bumi terbukti dari apa yang dicatat sejarah, dimana pengikutnya rela mati bahkan dengan cara sebaliknya dari yang Yesus sendiri lakukan yaitu disalib dengan kepala berada dibawah, bahkan rela dipenggal, digergaji, dirajam dengan batu sampai mati ? demi DiriNya,demi InjilNya-demi pengajaranNya ? pernyataan saya pribadi, “Jika tidak demikian lalu mengapa kekristenan atau pengikut Kristus mendapat perlawanan yang begitu berat dari dunia ? bahkan dinegeri yang menganut Monotheisme ? “

Anonim mengatakan...

Sahabat, kekristenan berdiri diatas kepercayaan bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Allah adalah Kasih sehingga manusia dipandang sebagai obyek kasih yang harus dan layak dikasihi, diangkat dan diselamatkan. Bukan untuk dihancurkan, dibunuh, dibakar atau dilenyapkan.
Kekristenan adalah cara hidup.
Cara hidup dalam kasih.

Anonim mengatakan...

@ Anonim yang di atas,

200% SAYA TERHARU MEMBACA TULISAN ANDA. BIARKAN DUNIA MENGATAKAN SAYA TOLOL TETAPI SAYA PERCAYA ALLAH ITU ADA. DIA DAN HANYA DIA YANG MAMPU MENGENDALIKAN SEMUA SIFAT CHAOTIC ALAM RAYA INI. Tuhan Yesus memberkati anda kendati anda anonim (Larry)

Anonim mengatakan...

Dear All,

Catat baik-baik hal ini:

"Take the first step in faith. You don't
have to see the whole staircase.
Just take the first step."
- Martin Luther King Jr.

(Anak Tuhan yang berasal dari NTT)