Senin, 15 Februari 2010

Samuel Moerdiono: kepastian masa lalu kebahagiaan masa depan

Dear sahabat blogger,

Maafkan saya karena lama absen dari blog. Banyak kesibukan yang menyebabkan badan terasa amat penat. Kepenatan menyebabkan pikiran agak buntu. Ingin menulis tetapi pikiran dan gagasan tak berjalan sempurna. Daripada dipaksakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik diendapkan saja dahulu. Siapa tahu karena kelamaan tidak mem-posting lalu timbul inspirasi-inspirasi baru. Lamo indak basuo lantas timbul kerinduan. Lalu dalam kerinduan yang membuncah timbulah gagasan yang akan mengalir deras menabrak semua hambatan dan kebuntuan. Dan, begitulah, jadilah tulisan ini. Tetapi benarkah sebuah kerinduan dapat membangkitkan kreativitas? Saya menjawab ya. Mau bukti? Silakan saja ditanya satu-satu kepada para penggemar jejaring sosial yang amat gemar mencari-cari dimana kawan-kawan lama mereka. Sekali bertemu, serasa dunia berguncang. Kenangan lama diputar kembali dan ... wow .. kata berlari, ucapan bertaburan dan lalu semuanya kembali normal. Kreativitas kembali lancar. Dan memang adalah kerinduan kepada para sahabat blogger yang sudah saya tinggalkan 1 bulan lamanya, yang mendorong kembalinya saya ke dalam blog. Tidak hanya itu, sayapun punya satu ceritera yang mungkin menarik untuk dibagikan kepada semua sahabat blogger guna membuktikan bahwa betapa kerinduan dapat menjadi sumber inspirasi. Apa itu? Ikuti saja tulisan ini baik-baik.

Dahulu kala, seumuran masa SMA saya memiliki beberapa sahabat baik. Seingat saya ada beberapa nama, di antaranya adalah Andre Pitanuki, Tom Fono, Edi Sugiarto, Frans Sapa, Adrianus Wenipada, dan...wah masih banyak lagi. Teman-teman ini agak khusus karena sudah teramat lama sejak masing-masing kita berpisah, lalu tak pernah lagi berjumpa. Beberapa nama sahabat lama semenjak SMP-SMA seperti Oris Ballo, Agus Nalle, Matheos Lalus, Edwin Lazarus, Papi Telupere dan yang semacam mereka tidaklah menimbulkan kerinduan karena nyaris tiap hari bertemu. Bahkan bertemu dengan manusia seperti Mister Agus Nalle cenderung membosankan. Betemu dengan Oris Ballo malah menakutkan karena sekarang dia menjadi atasan yang berkewenangan memberi penilaian kinerja saya sebagai Dosen PNS. Bertemu DR. Papi Telupere juga tergolong membosankan karena kami malah tinggal bertetangga. Lagi pula tingkah lakunya suka bikin susah ha ha ha ha (sori mister Papi he he he). Nah, semua sahabat lama yang menghilang itu ternyata menimbulkan kerinduan. Diam-diam ada kerinduan akan suasana bersama-sama seperti dahulu ketika sama-sama masih “polos” dan “naif”. Kami mengira dunia amat luas nyatanya cuma seputaran rumah, sekolah dan angkot. Dunia serasa luas kendati nyatanya cuma seputaran mencabut singkong yang tumbuh di halaman orang lain atau, bahkan, “mencuri” ayam milik guru sendiri...ha ha ha ha....Banyak ketengilan yang terjadi. Memalukan memang tetapi indah.

Salah satu di antara banyak nama itu adalah Samuel Moerdiono. Dia sahabat baik saya. Bukan sekedar sahabat, kami pernah terlibat dalam beberapa pekerjaan bersama-sama. Kami mengamen berdua ke mana-mana. Mula-mula kami kompak tapi saya berulah. Saya menjadi tak begitu fokus dengan pekerjaan bersama itu lalu saya pergi begitu saja. Tetapi tak lama kemudian, kami bertemu kembali dan proyek dilanjutkan lagi bersama-sama. Kali ini, di tengah jalan, saya merasa gantian Samuel yang tak fokus. Dia tak fokus lagi kepada komitmen kita berdua. Bahkan, sekali waktu, saya merasa, Samuel menghina saya. Di depan saya Samuel “tega” berkata begini: “lagumu sudah tak enak lagi” ... “aransemenmu sudah tak menarik lagi”..."kamu kampungan". Merespons "penghinaan" dari Samuel, sayapun bersikap: "Baiklah, jikalau kamu mulai menghina maka kamu bukan lagi teman”....”kamu adalah musuh”....Lalu, ...zzzzppppp....kami berpisah.... tak mau lagi saya berkomitmen apapun dengan dia .... korelasi kami terhenti total .... bukan cuma setahun dua tetapi puluhan tahun lamanya. Saya menutup buku untuk kisah persahabatan kami. Saya balik ke Kupang. Dia entah kemana. Sesudah itu, tak ada lagi rekam jejak dia yang saya dengar. Saya sungguh tak perduli. Diapun mungkin begitu. Cuma sekali waktu sempat terdengar kabar bahwa Samuel terus menetap di di luar NTT tetapi karir seninya tak ada apa-apanya lagi ... ”rasain lu” ... ”Su rasaaaa” ... “Bodo’” .... “ke laut sajalah” .... demikian saya membatin. Saya lalu melupakan salah satu cita-cita saya dan fokus hanya untuk dunia pendidikan. Dan jadilah saya dosen. Sampai hari ini. Sekali dua masih menyanyi. Hanya untuk bikin senang hati.

Lalu, tak disangka dan tak dinyana, datanglah Desember 2009. Waktu itu ada kegiatan pertemuan Nasional di Jakarta. Saya hadir karena diundang sebagai peserta dan juga pembicara. Ketika mendaftar, di dalam formulir pendaftaran peserta, kami diminta untuk menulis nama, alamat, pekerjaan dan nomor HP. Saya taat urusan itu. Lalu, masuk ke kamar beristirahat di hotel jangkung dan hebat mewah. Menikmati fasilitas kamar yang luxury (maklum orang kampung masuk kota he he he he...). Ketika sedang diam di kamar Hotel sambil mempersiapkan bahan presentasi, tiba-tiba HP saya berbunyi. Heiii...ada SMS di HP. Bunyinya begini .... “salam hangat untuk orang Kupang” .... Ada apa ini? Siapa ini? Nomor ini tak saya kenal ... Saya membalas : “mohon maaf, ini dengan siapa?” .... Tak lama kemudian SMS saya berbalas calling ...”turunlah ke lobby, kita ketemu. Kita teman lama, lu pasti tahu siapa beta” ... lalu ... click.... HP ditutup ... Saya bingung, rasanya dari Kupang cuma saya yang diundang. Mengapa ada yang tahu saya di sini? Atau barangkali ada orang lain atau kebetulan ada orang Kupang yang melihat saya di lobby lalu menelepon...saya tengok jam tangan saya...he he he...sudah mendekati jam makan malam...siapa tahu “si mister gelap” adalah teman yang mau mengajak makan malam...wuuiiihhh ... kesempatan ... mumpung panitia belum menanggung makan malam. Naluri oportunis merangkak diam-diam.

Dengan tanpa beban sayapun turun ke lobby hotel melalui lift. Ketika pintu kift ke arah lobby terbuka, saya berpikir untuk mengetahui terlebih dahulu..siapa gerangan “mistery caller” tadi...hmh..sayapun membuka HP dan melakukan pemanggilan. Lalu, mata saya awas ke kiri dan ke kanan. Barang siapa yang mengangkat HP, maka kemungkinan besar itulah si mister mistery caller...huuuppp...satu dua tiga....dan saya ulang 3 kali upaya miscall dan ... nah itu dia...ada seorang pria berambut panjang, berbaju merah dan menyandang ransel hitam besar yang 3 kali mengangkat HP lalu menurunkannya lagi ... diam-diam saya mendekatinya...dan ketika berjarak sekitar 5 meteran.....wuuuuzzzzzz.....saya bisa memastikan bahwa si mistery caller itu adalah sabahat sekaligus musuh saya selama puluhan tahun lamanya....anda sudah bisa menebak siapa dia ... ya, dialah Samuel Moerdiono ... tapi drama belum berakhir... dalam jarak sekitar 1 meter darinya saya pun mengangkat HP lalu melakukan calling....”Hallo Kawan, saya sudah di lobby, anda di mana? ...dia menjawab: heeeiii...posisi di mana??? Saya menjawab perlahan: .... balikkan badanmu kawan, saya tepat berada di belakang mu...dan blammmm....saya melihat dia terpana sejenak, sayapun demikian, dan, akhirnya ... kami berdua berpelukan.....kami berdua sama terharu....ternyata, sahabat sejati adalah sahabat yang selalu saling merindu .... sekali sahabat tetaplah sahabat ... kebencian di antara kami ternyata adalah kerinduan yang dipendam. ..

Saya: Sam, dari mana kamu tahu bahwa saya ada di sini?

Samuel : dari buku regisitrasi peserta....hei ada nama L. Michael Riwu Kaho....itu cara teman lama saya kalau menuliskan identitas...lalu saya periksa....ho ho ho ... berasal dari Kupang ...tak mungkin salah...pasti si mike, sahabat yang saya benci tetapi diam-diam saya rindukan....saya memastikan ke petugas bahwa memang LMRK adalah peserta dari Kupang...

Saya : ha ha ha ha ... masih cerdik seperti dahulu ya....

Samuel : ha ha ha ia lah .... lalu saya mencatat no HP mu...begitulah kawan...hei...kamu tidur di kamar mana?....saya akan minta ke panitia untuk pindah ke kamar itu ... (begitulah, sampai acara berakhir saya dan Samuek sekamar)......Mike...masih marah kah kamu? .... maafkan kesalahan saya dahulu....saya menyesal telah menghina kamu ...

Saya : Sam, kita sudah tua dan tak pantas menambah musuh....saya memaafkan kamu dan saya harap kamupun memaafkan saya ..... kita sahabatan lagi ya....

Lalu kami berdua sekamar dan di kamar kami nyaris tak tidur...ngobrol ke sana ke mari dan di antaranya adalah ini....

Saya : Sam, saya tak bermimpi lagi jadi penyanyi. Cukup jadi dosen saja. Pahalanya banyak.....

Samuel : Mike, sayapun tak bermusik lagi...saya menjadi .... (petinggi di LSM yang berurusan dengan orang-orang luar negeri)...tetapi saya bangga juga bahwa kamu looking smart kendati cahig mu masih mirip dukun ... seperti dahulu... hei kamu Ph.D holder kan? Saya tidak ...

Saya : iya, tetapi apalah saya ini .... cuma punya ilmu .... tidak kaya seperti kamu ...

.... dan memang saya melihat Samuel hidupnya makmur.. Tajir.banget die. Harumnya adalah harum berkelas sedangkan semprotan anti BB saya adalah barang dengan kelas yang jika saya semprotkannya, isteri sayapun akan protes keras...hei, bikin batuk saja ha ha ha ha .... Kendati begitu ternyata kami berdua adalah orang-orang gagal untuk satu cita-cita tetapi berhasil untuk mimpi yang lain. Aha, semangat karena bertemu sahabat lama menyebabkan kami berdua sangat produktif. Dalam kelompok diskusi, kami berdua meluncurkan banyak ide-ide gila dan anehnya diterima. Lalu, dia bersepakat untuk men-support pekerjaan saya dengan peluang-peluang pendanaan yang bisa dia usahakan...(Ah, sahabat baikku Sam, saya tak memerlukan kucuran danamu ... mengetahui bahwa kita bisa berteman kembali cukuplah sudah).

Sahabat blogger terkasih, demikianlah dramaturgi kisah pertemuan kembali antara saya dan mister Samuel. Aneh, lucu dan mengharukan tetapi juga produktif. Pertanyaannya adalah mengapa saya, anda dan juga banyak manusia lain selalu merindukan suasana-suasana lama ketika hidup harus terus berlari ke masa depan. Mengapa absen 1 bulan dari blog menimbulkan kerinduan? Lihatpula apa yang dibicarakan di antara sahabat-sahabat lama di facebook misalnya. Tengok pula acara musik memori 60-an, 79-an dan 90-an. Jawabannya ternyata sangat filosofis. Begini.

Manusia terdiri atas materi dan roh. Materi bersifat terbatas. Jika anda berada di Kupang, tak mungkin anda berada di Jakarta pada saat yang bersamaan. Tetapi dengan roh yang ada, anda yang sedang rapat kerja di Jakarta, bisa menghampiri isteri atau suami anda di rumah masing-masing pada saat yang sama. Tangan anda baru saja menandatangani tanda terima uang lelah rapat tetapi pikiran anda melayang....”aha, isteri saya akan tertawa senang melihat tumpukan uang ini”. Dengan demikian terjadilah paradoks manusia dalam urusan “adanya”. Manusia materi adalah “tingkat ada yang lebih rendah” ketimbang manusia roh yang merupakan "tingkat ada yang lebih tinggi". Secara metafisis kita akan menyebutkannya sebagai “unfolding of being”. Dalam filsafat Tuhan kita bisa menggunaan urusan “unfolding of being” ini guna menemukan jalan menuju Tuhan. Tetapi saya belum akan ke sana kali ini. Saya masih mau berbicara tentang manusia.

Dalam urusan manusia, prinsip “unfolding of being” akan membawa kita kepada kesadaran bahwa manusia adalah manusia hidup dalam situasi serba terbatas (faktisitas) tetapi di dalam keterbatasannya itu, terbuka banyak kemungkinan (atau kebebasan). Coba kita telusuri kisah orang yang menerima uang rapat tadi. Selain yang sudah saya tulis, ada kemungkinan lain bahwa seterimanya uang di tangannya dia malah berpikir tentang nikmatnya makan nasi goreng atau ... jangan-jangan ...ehmmm....membeli mobil maksud saya (jangan ngeres ya...ha ha ha ha...). Singkat kata, bersebelahan dengan keterbatasan adalah tersedianya banyak kebebasan. yang ditawarkan oleh aneka kemungkinan. Kemungkinan yang banyak itu menyebabkan manusia bisa terlepas dari keterbatasannya tetapi sayang, itu cuma sejenak. Ketika semua kemungkinan ingin diwujudkan sekaligus, manusia akan menemukan diri bahwa dia adalah terbatas. Apakah cukup uang Rp. 500.000,- untuk membeli mobil mewah kecuali sekrupnya doang???? Kata Snijders (1994) alasan itulah yang menyebabkan manusia disebut sebagai makhluk “tak sampai”. Selalu mau kemana-mana tetapi tak sampai-sampai. Selalu banyak maunya tetapi hanya sedikit yang bisa diraih. Dengan wawasannya, manusia ingin meraih sebanyak mungkin cita-cita ke masa depan....kata Bung Karno: “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit” ... tetapi makhluk tak sampai ini kerap putus asa karena tidak semua cita-cita bisa diraihnya. Lalu, afeksi manusia memerintahkan begini ...”ketimbang putus asa melihat masa depan yang tak semuanya indah maka lebih baik kamu melihat apa-apa yang sudah kamu miliki, maka kamu akan lebih tenteram”. Bagaimana cara untuk mengusir duka masa depan? Caranya adalah berbahagialah dengan apa yang kamu miliki di masa lampau. Itulah titik atau modal awalmu. Lalu, kita bisa memulai perjalanan lagi dari titik awal itu untuk menggapai masa depan?. Oh, manusia ternyata mencari kepastian dan itu hanya dimiliki oleh apa yang ada di masa lalu. Ya, masa lalu menjanjikan kepastian. Morning has broken like the first morning. “Marilah kita memulai hari baru seperti ketika kita memulainya pertama kali dahulu”. Begitulah, ke masa lalu itulah, manusia akan menengok ketika dia bimbang menatap masa depan. Anda tahu kini mengapa kita suka menengok masa lalu?

Ya, saya mengenang Samuel Moerdiono karena dia mengingatkan saya bahwa menghadapi masa depan yang serba tak pasti saya masih memiliki kepastian di masa lalu. Di situ saya menemukan ispirasi-inspirasi baik untuk tak ragu terus berjalan menuju masa depan. Mungkin ke depan tubuh saya akan makin renta tetapi bukankah ketika masih muda badan saya tegap, langsing , sehat dan gagah? Ah, jikalau begitu mari coba saya hidup lebih sehat supaya bisa tetap energik kendati usia bertambah. Sayapun harus mengenang masa ketika saya sangat aktif memposting artikel-artikel baru dan akhirnya saya bersemangat untuk memposting lagi artikel baru hari ini. Alasan yang sangat rasional untuk mengenang masa lalu bukan?. Maka, jangan malu mengenang masa lalu. Semua bisa kita pakai sebagai modal untuk perjalanan memasuki masa depan. Nah bagi anda yang tertarik untuk mengenang masa lalu demi energi positif ke masa depan maka ijinkan saya menemani perjalanan wisata anda ke masa lalu dengan sebuah lagu cantik dari Julio Iglesias dan Willie Nelson berikut ini.


Tabe Tuan Tabe Puan

103 komentar:

mikerk mengatakan...

"To All The Girls I've Loved Before"

by Julio Iglesias and Willie Nelson

To all the girls I've loved before
Who travelled in and out my door
I'm glad they came along
I dedicate this song
To all the girls I've loved before


To all the girls I once caressed
And may I say I've held the best
For helping me to grow
I owe a lot I know
To all the girls I've loved before


The winds of change are always blowing
And every time I try to stay
The winds of change continue blowing
And they just carry me away


To all the girls who shared my life
Who now are someone else's wives
I'm glad they came along
I dedicate this song
To all the girls I've loved before


To all the girls who cared for me
Who filled my nights with ecstasy
They live within my heart
I'll always be a part
Of all the girls I've loved before

The winds of change are always blowing
And every time I try to stay
The winds of change continue blowing
And they just carry me away

To all the girls we've loved before
Who travelled in and out our doors
We're glad they came along
We dedicate this song
To all the girls we've loved before

To all the girls we've loved before
Who travelled in and out our doors
We're glad they came along
We dedicate this song
To all the girls we've loved before

mikerk mengatakan...

@ Samuel Moerdiono,

Terima kasih atas permintaan maaf mu yang memberikan peluan bagi saya untuk mampu memaafkan kesalaan orang lain...Tuhan mau kita begitu ....Kamu sahabat terbaik saya ... di manapun anda berada kini...saya amat menghormatimu....god luck sahabat...God Bless You ....

mikerk mengatakan...

Dear sahabat Blogger,

Maafkan saya karena lama absen...saya agak jenuh ...tapi sekarang tidak lagi...GBU all....

Anonim mengatakan...

Hicks .... hicks ....mengharukan...ya kisah BM en temennya ...gw inget temen lama gw...ya peruangan BM mengatasi kejenuhannya.....gw mo baca uang deh...(Ryan)

Anonim mengatakan...

tapi ehhhhh...lagunya menggoda lho bosss.....wkwkwkwkw....

Anonim mengatakan...

eh sori (Ryan)...eh tengkyu BM..akhirnya tulisan bermutu bisa kita baca lagi...suntuk banget 1 bulan baca yang yg ga2 tentang century dlsb...politik murahan..

Fakhry mengatakan...

@ BM,

Hmmmm...posting yang mengharukan, menggoda dan agak misterius. Kenapa ya yang disebut cuma teman-teman laki doang...emang ga ada temen ceweqnya nih.....wkwkwkwkwkw.....(Proxy73)

Fakhry mengatakan...

but.....coba dilihat nih kutipan syair lagunya .....

To all the girls I once caressed
And may I say I've held the best
For helping me to grow
I owe a lot I know
To all the girls I've loved before


wkwkwkwkw....naluri...naluri Bung ....wkwkwkwk...BTW, posting yang layak disimak karena memuat salah stau esensi filsafat manusia. You're still one of the best blogger....

Fakhry mengatakan...

For Errick, elo temen yang suka bikin susah...malez gw inget-inget lo...wkwkwkwkwk..pis bro....wkwkwkwk

mikerk mengatakan...

@ Ryan, thanx boss....

@ Proxy73,

tau aja lu....ha ha ha ha ha ....tx en GBU

mikerk mengatakan...

Dear all,

saya membuat beberapa editing. Semoga leboih mudah dibaca. Selamat pagi dan selamat bekerja. GBU

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Terima kasih sudah bikin posting baru. Isi postingnya mengejutkan karena hal yang sederhana disampaikan dengan cara yang sangat smart. Ciri inilah yang kami rindukan 1 bulan ini. OK, setelah segar kembali, jangan lagi macet posting ya (Julius)

Anonim mengatakan...

Lagunya enak tetapi menimbulkan pertanyaan....ha ha ha ha...ini sudah ciri BM yang memang mengasyikan...saya jadi rindu sama kawan-kawan lama seprti pak syam, anak kupang, anak nkri, nyong kupang, kadelook, wilmana, patrice dan lain sebagainya yang sering bertengkar di blog ini...di mana kalian???(Julius)

Anonim mengatakan...

oh ya, apakah DR Papi Telupere = DR Franky Telupere?

alice mengatakan...

@ Bigmike,

Kangen banget ma posting=posting mu....thanx ya...gw suka banget posting ini tapi mesti mikir dulu sebelum sebelum komen....

alice mengatakan...

ehm...siapa aja yah yang tergolong "All The Girls BM Loved Before"??? Penasaran juga nih....he he he he

Anonim mengatakan...

Mantan pacar Pak Mike ya sapa lagi kalo bukan ibu Dolly...iya kan???? ha ha ha ha...Lagunya enak pak...mantap...(Sony, Fapet)

Anonim mengatakan...

Tetapi kalo saya, sahabat adalah yang tidak biokin sakit hati...kalo sudah sakit hati tidak usah lagi berteman...cukup menjadi kenalan saja...iya kan? Saya punya pengalaman, kita berteman akbrab tetapi dia sewenang-wenang..ya breanti saja...waktu kita main lagi kembali perasaan saya sudah tidak sama lagi dengan dulu....dalam kasus pak Mike untung Pak Mike cukup berjiwa besar.....kalau saya ..ya tidaklah....(Sony)

Anonim mengatakan...

i love this posting...

Anonim mengatakan...

i love the author too...great....

Anonim mengatakan...

Akhirnya muncul juga posting barunya...kami semua merindukan tulisan2 BM, kayaknya kali ini BM terlalu lama absen di blog, gak enak banget broer. Belum berkomentar, masih pingin baca lagi. (Adek)

Anonim mengatakan...

Wah....posting yg bikin kits ingst kswan-kawan lama nih (Larry)

Anonim mengatakan...

The winds of change are always blowing
And every time I try to stay
The winds of change continue blowing
And they just carry me away

gemes pada bait di atas ...he he he he (Larry)

Anonim mengatakan...

uuuu la la la la...you're great lover too BM...ha ha ha ha (Yuyun)

Anonim mengatakan...

@ M and all,

ada pendapat yang saya kutip begini:

saya tak pernah ingin kembali ke masa lalu seburuk apapun itu,
saya tak pernah berharap ada mesin waktu yang mengantar saya untuk kembali ke masa lalu dan mem’beres’kan masalah di masa lalu itu

saya tak pernah berniat untuk mengubah suatu kesalahan yang pernah saya buat di masa lalu

Anonim mengatakan...

Orang tipe di atas adalah orang yang tidak mau berintrospeksi. Bagi mereka dimensi waktu hanyalah masa sekarang dan masa depan. Padahal kan tidak begitu.

Oleh karena itu, saya suka sekali dengan posting BM karena memberi perspektif yang lebih mendalam...untuk apa kita perlu menegok sejarah karena ternyata sejrah memberikan energi positif untuk melangkah ke depan. Wah bagus sekali

Anonim mengatakan...

Lagunya enak dan nakal ((Eman, CN, TDM)

Fakhry mengatakan...

@ Eman,

betooollll...hidup ga 1 dimensi waktu...(Proxy73)

Fakhry mengatakan...

Time Long Past by Percy Bysshe Shelley

Like the ghost of a dear friend dead
Is Time long past.
A tone which is now forever fled,
A hope which is now forever past,
A love so sweet it could not last,
Was Time long past.

There were sweet dreams in the night
Of Time long past:
And, was it sadness or delight,
Each day a shadow onward cast
Which made us wish it yet might last--
That Time long past.

There is regret, almost remorse,
For Time long past.
'Tis like a child's belov├Ęd corse
A father watches, till at last
Beauty is like remembrance, cast
From Time long past.

Fakhry mengatakan...

aslinya ni lagu punya engelbert humperdinck or Julio + Wille?

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

wah lama menghilang, kembalinya asyik...mungkn ada gunanya juga beristirahat"...posting ini ngajak gw inget temen-temen lawas nih....

Gw input lirik laen ya...

Kenangan Terindah
Artist: Samsons

Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang tlah hilang darimu
Yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun
Aku mampu tuk mengenangmu

Darimu...
Kutemukan hidupku
Bagiku...
Kau lah cinta sejati

Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang tlah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah

Anonim mengatakan...

ah sori (PM, Mega Kuningan)

anna mengatakan...

woooiii PM cantik....pa kabar neng????? jangan lebay deh ya pls...wkwkwkwkwk....

anna mengatakan...

@ Dear All,

Sebenarnya kegunaan melihat ke masa silma adalah pliar penting dalam perkembangan dunia filsafat. Sehingga tidak bisa diremehkan begitu saja seperti dalam kasus yang dikutip oleh sahabatEman.

Filsuf umunya menjadi khawatir dengan gambar atas masa depan karena banyak di antara mereka merasa putus harapan untuk memperoleh pengetahuan yang abadi. Filsafat memulainya sebagai usaha untuk membebaskan diri kepada suatu dunia yang tidak akan pernah berubah. Nah asumsi dunai yang tidak berubah itulah yang ditmukan di dalam kjadina masa lalu.

So, posting yang bagus, ringan, jenaka, dan nakal kendati substansinya berat....love this posting ...

Anonim mengatakan...

@bm,

lagunya bagus dan ehmm... mencurigation...kasian ibu Dolly..!!

someone

Anonim mengatakan...

ha ha ha ha...ibu dolly itulah si manta yang sudah jadi isteri ha ha ha ha....yang di atas adalah tukang kompor ...wkwkwkwkwkwk.....(Sonny)

Anonim mengatakan...

@ Bung Eman,

Bung Karno pernah bilang .... JAS MERAH ...jangan sekali-kali melupakan sejarah...nah itu cocok dengan posting Pak Mike sebaliknya tidak cocok dengan sikap kawannya Bung Eman yang tidak mau menegok sejarah...(Sonny)

Anonim mengatakan...

@bm,

please call me..

someone

mikerk mengatakan...

@ Dear Sahabat Blogger,

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar di blog ini...surprise juga...saya kira absen sebulan menyabkan terluakan...ahaaaa...ternyata tidak...itulah bukti bahwa menjadikan masa lalu sebagai modal masa depan adagunanya juga.....GBU...

mikerk mengatakan...

Dan...ha ha ha ha...para sahabat jangan "ngeres" dong...pilhan lagu dari Julio Iglesias dan Willie Nelson semata-mata karena :

1. lagunya memang asik;
2. Masa lalu para "bandit" seperti Saya, Sam, Papi, dan...aha masih banyak lagi pastilah dekat dengan urusan "all the girls we loved before"....tapi itu adalah masa lalu...pelajarannya adalah ...jangan banyak-banyak pacar nanti pusing memilihnya...ha ha ha ha.....
3. Someone yang mengkaaitkan dengan Ibu Dolly...siapa bilang kaishan ke Ibu Dolly...bukankah dialah sanga pemenang hati???....Sama jua kasusnya...dulu itu Ibu Dolly juga banyak penggemarnya dan...aha..sayalah pemenangnya ...yang lain wueleh..pada ke laut kan???? ha ha ha ha.. ....waaaaahhh...logikanya tinggal dibalik saja...bereeeessss....otreeee...????

GBU all

mikerk mengatakan...

akhirnya, untuk someone.....ok mau di call???? ini nih...i just call to say i love u....i just call...to say how much i care ...oououououo....(Stevie Wonder)...ha ha ha ha ha...

Anonim mengatakan...

@bm,

Kasian ya ibu Dolly..katanya, dia tidak secantik aku. katanya, aku lebih pengertian..katanya, aku cinta sejati papa..
kalau gitu, buang saja ke laut..!!

someone

Anonim mengatakan...

ohooo ohoooo rupanya ada makhluk gaib berjulukan "someone"... apakah ada yang bisa menerawang makhluk yang satu ini??? hati-hati ini termasuk makhluk tak beritikad baik... ha ha ha ha BM dan yang laen2 perlu waspada atoooo dicuekin aja, biar seperti ina kunu ha ha ha

(Amrisal72)

Anonim mengatakan...

@ Someone,

Pakailah otakmu barang sedikit, masalah gfilsagfat yang indah kamu reduksi jadi soal remeh beginian..ah sayang sekali yaaaaa....(!13)

Anonim mengatakan...

@ BM,

Hapus saja komen ya tidak berguna (13)

Anonim mengatakan...

@(13) setujuuu.... ngga berguna tuh manusia yang yang rada pengecut. nama aja someone...emang dikau pantas ke laut aja....

amrisal72

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Saya pikir ini adalah salah satu tulisan yang terbaik. Sederhana dan menjebak. Diarahkan agar orang-orang bertengkar terhadap isu ke-banditan-bm (emang bm = bandit???? he he he) padahal ada dasar penting bagi filsafat keTuhanan. Saya menunggu lanjutan unfolding of being, terutama krena sudah terlalu lama BM menunda membahas ttg evolusi (Sulis)

Anonim mengatakan...

@ Someone,

Lagu "TATGILB" itu memang mencurigakan tapi jangan tertipu ke situ...bm ingin mengatakan bahwa dunia kita bukan cuma dunia pengalaman hari ini tetapi dengan jiwa dan roh kita bisa ke mana saja. Itu merupakan salah satu jalan menuju Tuhan. CUma jeleknya BM suka menunda pembahasan dan bikin penasaran....

Anonim mengatakan...

Yth,teman2 setia blog bm..

Trima ksh atas pendapat/masukan terhadap setiap tulisan bm..
tentang someone yg mengkaitkannya dengan saya, no comment sajalah..
tapi biasanya, jika ada api maka ada asap....
Toh hidup hanya sekali..manfaatkan saja..!!
kepada someone, suka bm?? ambil saja!! saya kasih gratis.. free.. pordeo..
mudah2an anda puas.

dolly ballo

Anonim mengatakan...

@ BM,

GQ tunggu janji tulisan tentang evolusi (PM)

Anonim mengatakan...

Menguak Tipe Pria yang Tak Pernah Selingkuh

By Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti - Selasa, 2 Maret
• Kirim
• Kirim via YM
• Cetak
Menguak Tipe Pria yang Tak Pernah Selingkuh
VIVAnews - Berdasarkan sebuah penelitian, pria yang tergolong cerdas cenderung tidak akan mengkhianati pasangan mereka. Ini merupakan hasil sebuah analisis baru yang menunjukkan tren sosial.

Peneliti di sebuah universitas di Inggris menemukan, pria dengan IQ lebih tinggi akan lebih setia pada pasangannya dan selalu menjunjung tinggi nilai monogami dibandingkan pria lain yang IQ-nya tergolong rendah.
Namun, dari hasil penelitian ini, hubungan antara moralitas seksual konvensional dan intelektualitas tidak tercermin pada wanita. Para peneliti tidak menemukan bukti bahwa wanita yang IQ-nya lebih tinggi memiliki sikap sama seperti pria cerdas dengan IQ tinggi.
Pola-pola kesetiaan justru hanya ditemukan dalam diri pria yang diteliti oleh Dr. Satoshi Kanazawa dari London School of Economics pada jurnal yang dipublikasikan di 'Psikologi Sosial Quarterly' edisi Maret.
Sebagai bagian dari studi, Dr. Kanazawa menganalisis dua survei utama AS yang dipastikan sikap sosial dan IQ dari ribuan remaja dan orang dewasa.

Anonim mengatakan...

Dia menyimpulkan: "Sebagai analisis empiris menunjukkan, pria yang lebih cerdas cenderung lebih monogami dan selalu menjunjung nilai eksklusivitas seksual dibandingkan dengan pria kurang cerdas alias ber-IQ rendah."
Dr. Kanazawa juga mengklaim, korelasi antara kecerdasan dan monogami pada pria memiliki asal-usul dalam perkembangan evolusioner. Menurutnya, eksklusivitas seksual adalah sebuah "evolusi novel" kualitas yang bermanfaat bagi orang-orang di zaman purba, yang diprogram untuk mengetahui tingkat kesetiaan seseorang.
Dunia modern tidak lagi menganugerahkan keuntungan evolusioner untuk orang-orang yang memiliki beberapa mitra seksual, tetapi hanya orang-orang cerdas yang mampu melepaskan beban psikologis spesies mereka dan mengadopsi cara-cara baru berperilaku.
Berdasrkan studi ini "evolusi novel" merupakan kualitas yang lebih umum di kalangan orang-orang dari kecerdasan yang lebih tinggi.

Fakhry mengatakan...

Wuaaaahhhh ha ha ha ha .... BM....kemana dikau pergi menghilang ketika konco-konco meributkan dikau termasuk ibu dolly...wkwkwkwkwkwkw...it hukumannya orang yang suka ngilan...wkwkwkwk...udah dech...posting baru ..pasti beres...otreeeee????? (Proxy73)

Fakhry mengatakan...

@ Ibu DOlly,

ga usah pusing-pusing....manusia gendheng kayak BM hanya laku ma ibu dolly doang....wkwkwkwkwkwkkw.....(Proxy73)

Fakhry mengatakan...

yang baal menarik ditunggu adalah jika BM mau menganalisis kontras antara "unfolding of being" dan "unfolding of matters" dalam konteks evolusi, misalnya...ayo bm...kita tunggu....

Anonim mengatakan...

he he he he he...BM memang berbakat "menipu" perasaan orang...bahkan isternay sendiri disesatkan...dikirany posting ini adalah posting asamara taunya filsafat...ah jangan begitu ahhhh...,ha ha ha ha (Ryan)

Anonim mengatakan...

@ BM,

udah maret nih....posting baru duuunnnkkkssss...(Ryan)

Anonim mengatakan...

@ Ibu Dolly,

"harga bm adalah gratis?"....aaaahhh....koq tega???? (13)

Anonim mengatakan...

@ Bung Proxy73,

Ayo kita dorong BM berbicara melanjutkan "unfolding of being"..akan sambat menarik (13)

Anonim mengatakan...

@ Mister mike,

Pusing ko? Akibatnya belum posting baru (John)

Anonim mengatakan...

he he he he BM, malang bener nasib mu....

Anonim mengatakan...

Mana posting barunya??????? (PM)

tuaksatu mengatakan...

@ Dear Bigmike,


Pertaman adalah permohonan maaf karena amat lama absen dari blog. Biasaaaaa...perintah bapak dosen bejibun dan ga kira-kira...wkwkwkwkwkwkwk.....nih gw stor muka lagi yeeee....

tuaksatu mengatakan...

Menurut ajaran Newton ruang dan waktu adalah objektif, mutlak dan bersifat universal. Ruang mempunyai tiga matra, yaitu atas-bawah, depan belakang, kiri kanan. Sedangkan waktu hanya bermatra depan belakang. Di dalam ruang kita dapat pergi ke setiap arah; di dalam waktu kita hanya dapat pergi ke depan. Untuk dapat menjelaskan bahwa ruang dan waktu bersifat mutlak, maka Newton mengemukakan hukum gerakan yang hakiki dari fisika kuno sebagai berikut :”Suatu benda terus berada dalam keadaan diam atau bergerak, kecuali apabila mendapat pengaruh dari suatu keadaan yang terdapat di luar dirinya. Jika sesuatu benda dalam keadaan bergerak, maka ia akan tetap bergerak, kecuali jika ada sesuatu – sesuatu kekuatan – yang mengubah gerakan tersebut. Gerakan merupakan akibat suatu kekuatan yang mempengaruhi massa”. Jadi di sini gerakan bersifat mutlak yang terjadi di dalam ruang dan waktu; dengan demikian ruang dan waktu juga bersifat mutlak.

tuaksatu mengatakan...

Menurut ajaran Einstein, ruang dan waktu bersifat relatif. Waktu bersifat relatif karena hasil pengukuran terhadap hubungan-hubungan yang menyangkut waktu tergantung pada pengertian keserampakan (simultaneity); karena apabila sesuatu terjadi, misalnya ledakan, maka kuatnya bunyi ledakan akan berbeda di berbagai tempat.

tuaksatu mengatakan...

Jadi, pada akhirnya waktu memang lebih berguna didekati dengan cara-cara filsafati jangan dengan menggunakan pengalaman empirik. Buang waktu...lho ko malah gw terjebak waktu juga ya,,,,,wkwkwkwkwkwk..bingung gw....

tuaksatu mengatakan...

@ BM,

you are great with your posting...keep on posting and i will stay around your postings, mister

Anonim mengatakan...

@ Mister Tuak1,


Ha ha ha ha akhire blog elo kena forbidden kan? ha ha ha ha...rasaiiiinn... but update dong jangan ngambek....wkwkwkwkwk....

Konsep elo tentang waktu yang menyruh ga usah pake pengaln empirik bener-bener abusrd...abusrd....ga usah ke kampus?...ga usah ke kantor?.... mao kayak gitu???? ah kaco deh loe....

Anonim mengatakan...

sori, (Yuyun)

Anonim mengatakan...

bm, posting a new dunnkkssss....(Yuyun)

tuaksatu mengatakan...

@ Yun,

Mau ga lo mengatur waktu dan ga dikuasai waktu????? kalo elo mau, ya jangan mau dienjara waktu...jadilah penguasa atas waktu...ah, katrok en konvensional banget sohib gw nih...makanya merantau jangan jadi anak mami doang...wkwkwkwkwkwkw....

tuaksatu mengatakan...

Yun, reuniannya jadi ga?

Anonim mengatakan...

Hei Mister Porno denger yaaaa....

1. reuni jadi but tanggal pastinya nunggu aja dulu...duitnya boss....nah elo dah nyumbang belon? juangan perut doang elo pikirin..

2. Falsafah waktu yang elo buat tetep ajah absurd...ga jelas dan ga masuk akal...lama-lama elo dikira orng gila di pasar rumput...mao????....wkwkwkwk..

3. mending gw anak mami nah elooo?? anak kebo porno....wkwkwkwkwk...

tuaksatu mengatakan...

@ Yun,

Pernah ga lo liat otaknya laler ijo? ga pernah kan? sama ma gw, ga pernah liat otaknya elo....wwkwkwkwkwkw....maju dikit dong majuin pikiran en wawasan....

Anonim mengatakan...

wa ha ha ha...dua orang bta kenop bertengkat trus BM nonton tidak posting baru (13)

Anonim mengatakan...

Iya nih, BM posting baru dong.....(PM)

Anonim mengatakan...

@ Pace mikerk,

Saya mau ceritra saja supaya pace terhibur dan posting baru, OK?

Pace Ruben Beli Kelambu Anti Malaria

Semua orang tau kalo di papua itu sarang malaria. Dokter dan perawat Puskesmas sudah kasih penyuluhan untuk mengurangi penyebaran malaria antara lain dengan memakai kelambu.

Tentu pace ruben satu ini dia tau dan dia tidak bodok mau mati konyol karena malaria. Pace ruben lalu pergi ke kota mau beli kelambu. Sayang dia lupa kata 'kelambu'

Sampe di toko, pace nruben bertanya kepada pace Jawa: "Eh, bapa sa mo beli barang yang sa ikat sana,... ikat sini,... trus sa di dalam nyamuk diluar..! Ko mengerti ka tida..."

Anonim mengatakan...

eh maaf (PaceNoge)

mikerk mengatakan...

@ Dear All,

Terima kaish bagi yang sudah sudi berkunjung dan berkoemntar di blog ini. Tuhan Memberkati anda sekalian.

mikerk mengatakan...

Saya sedang mempersiapkan sebuah bahan tulisan dan tinggal tunggu kesibukan saya agak mereda untuk merapikannya sebelum diposting. Harap sahabat budiman bersabar. Ingin rasanya bebas seperti beberapa waktu lalu mengurus blog tetapi sayang sekali untuk sementara hal itu belum bisa terrealisasikan. Maafkan dan saya yakin dalam semangat persahabatan, maaf itu akan ada. GBU all

Anonim mengatakan...

Saya ingin mengucapkan selamat bagi sahabat saya mikerk karena publikasihasil penelitiannya di Wairinding, Sumba Timur yang menemukan indikasi awal proses penggurunan di NTT telah diterbitkan oleh beberapa media. Kompas online, JP grup, kabarindo web, erabaru net, berita2.com dan masih beberapa lagi. Komitmen seperti sahabat mikerk membuat saya sebagai sahabat dosen di Fapet Undana bangga.

Mula-mula mike hanya dosen ilmu tanaman makanan terak trus kami juga heran cara dia mengembangkan diri menjadi ahki beberapa bidang ilmu sekaligus, Terakhir, sentuhan filsafatnya menyejukan hati, Ayo mike, tersulan menulis dn mengembangkjan diri, Go global kawan (John)

Anonim mengatakan...

oh ya, mike sudah lama tidak menulis tentang lingkungan hidup di blog ini Lakukan lagi boss (John)

Anonim mengatakan...

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2008 bersamaan dengan studi amdal di sumba timur. Mike tiba-tiba memisahkan dari kelompok dan mengerjakan sesuatu. Lantas, dia bilang bahwa : Sumba terancam penggurunan. Dalam perjalanan pulang kembali ke waingapu mike mengalami keracunan gas buangan mobil dan terpaksa kami bawa ke rumah sakit. Mukanya pucat pasi tetapi dia masih saja mengobrol tentang Sumba yang terancam penggurunan. Saya mencatat itu karena kami satu tim amdal waktu itu (A9ust)

Anonim mengatakan...

"Sumba.Timur.Potensial.Jadi.Padang.Gurun"

Kamis, 4 Maret 2010 | 12:41 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Kabupaten Sumba Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur berpotensi menjadi gurun akibat proses penghilangan vegetasi dan penurunan kelembaban tanah di wilayah timur Pulau Sumba itu. Demikian dikemukakan seorang peneliti ilmu kehutanan dari Universitas Nusa Cendana, Kupang, Dr L Michael Riwu Kaho, di Kupang, Kamis.

”Kami mengambil sampel penelitian pada Bukit Wairinding di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur. Daerah ini terletak pada ketinggian 100-200 meter di atas permukaan laut dengan formasi vegetasi asli adalah padang rumput savana,” katanya.

Anonim mengatakan...

Riwu Kabo, yang merupakan dosen Fakultas Peternakan Undana Kupang, menguraikan, iklim di kawasan tersebut merupakan gambaran umum tipe iklim kering dan semikering atau berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt-Fergusson disebut iklim tipe E.

Proses penggurunan itu terjadi, katanya menjelaskan, karena hilangnya vegetasi dan penurunan kelembaban tanah. ”Kondisi ini sedang terjadi di Sumba Timur sehingga kemungkinan terjadinya proses penggurunan di wilayah timur Pulau Sumba itu bisa saja terjadi. Ini semua terjadi akibat aktivitas manusia yang juga dipengaruhi oleh variasi iklim,” katanya menjelaskan.

Menurut Riwu Kaho, bukti-bukti perubahan iklim global dan dampak lokal dimaksud tidak bisa terbantahkan lagi karena sudah melanda juga wilayah Sumba Timur. Ia menguraikan, jika dibandingkan dengan kondisi 50-100 tahun lalu, luas hutan di Sumba Timur saat ini tinggal 6 persen-7 persen saja.

Anonim mengatakan...

”Ini sebuah kemunduran formasi vegetasi yang luar biasa. Dari aspek ini pun, gejala umum proses penggurunan patut diduga telah terjadi di Wairinding, Sumba Timur. Akan tetapi, bukti ini harus ditelusuri lebih jauh lagi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pihaknya pada 10 titik di sekitar perbukitan Wairinding sebagai sampling menunjukkan bahwa total areal basah yang tercakup oleh vegetasi tidak lebih dari 20 persen. Sebagian besar vegetasi adalah rumput jenis annual yang hanya tumbuh semusim, seperti rumput jenis fymbristilis sp dan eragrostis sp, katanya.

Anonim mengatakan...

Riwu Kabo menambahkan, semua titik pengamatan menunjukkan, batuan induk telah berada pada bagian teratas profil tanah, sedang di lembah-lembah sekitar bukit Wairinding kedalaman lapisan tanah hasil erosi dan sedimentasi hanya mencapai 1 meter sampai 2 meter.

Profil tanah normal yang ada di wilayah tersebut menunjukkan bahwa serasah atau sisa-sisa tanah dan bahan organik tanah hasil dekomposisi serasah, horizon mineral berbahan organik tinggi sehingga berwarna agak gelap. ”Berbagai variabel yang ada menunjukkan bahwa proses penggurunan telah tampak di Wairinding, Sumba Timur,” ujarnya.

Anonim mengatakan...

Ia menambahkan, proses penggurunan yang dramatis pernah terjadi di The Great Plain, Amerika Serikat, 1930-an. Proses penggurunan yang dramatis sebagai akibat dari adanya usaha peternakan yang berlebihan (overgrazing) yang terjadi bersamaan dengan pola mozaik iklim mikro dan kebakaran lahan yang masif merupakan penyebab utama perubahan sebagian The Great Plain menjadi gurun.

Ia mengemukakan, pola penggunaan lahan seperti yang terjadi di The Great Plain tampak jelas terjadi juga di Wairinding. ”Sulit untuk dihindarkan jika dikatakan bahwa proses penggurunan telah menampakkan wajahnya di Wairinding, Sumba Timur,” demikian Michael Riwu Kaho.

Anonim mengatakan...

Jadi, kesalahan penanganan di masa lalu akan berdampak buruk kepada kondisi lingkungan hidup di masa depan. Ketika anda memastikan bahwa perilaku anda buruk di masa lalu maka bukan kebahagiaan melainkan kesusahan yang akan ana hadapi di masa depan. Itulah pesan mike dengan kisah penggurunan di Sumba Timur (A9ust)

poempuisi mengatakan...

AKU TAK ‘KAN BERHENTI MENCINTAIMU

(Untuk Dinda ku)

Apa yang mesti kukatakan padamu saat Rindu menikam langit?
Ketika deru metropolitan tak lagi menyisakan arti

Dan temaram lampu jalan hanya menyinari kehampaan

Adalah kau, dindaku
yang melebur satu dalam sukmaku
mengalirkan kemuliaan cinta
pada sungai kasih yang engkau bentangkan

Di hatiku, yang mendambamu, dari detik ke detik
Jika saja gerimis malam ini tak segera usai
Aku akan tetap mengurainya satu demi satu
menjadi noktah-noktah kecil berwarna cemerlang

Lalu melukisnya dikanvas langit
menjadi gambaran wajahmu
Dengan ukiran bulan sebagai senyummu

Apa yang mesti kunyatakan padamu saat sunyi menyesak dada?

ketika kutangkap dan kudekap bayangmu di relung kamar
pada senja merah yang menggetarkan
Adalah kau dindaku,

Bunga mimpiku dari malam ke malam
yang memberi seribu makna dari kelembutan matamu
Sungguh, aku hanya punya cinta sederhana untukmu
yang telah kurajut dengan benang-benang kesetiaan

Dan kujalin indah hingga kau kujelang
Pada waktunya kelak
Kita songsong cakrawala membuka tirai pagi
Dengan terik sinarnya yang menyejukkan hati

Lalu biarkan aku membawamu terbang
Menyusuri pelangi dan melintasi mega
Sambil kubisikkan lirih ditelingamu:

“Aku tak akan berhenti mencintaimu”

Jakarta,Maret 2010

poempuisi mengatakan...

"All My Past Lifi"

by John WIlmott

All my past life is mine no more,
The flying hours are gone,
Like transitory dreams given o'er,
Whose images are kept in store
By memory alone.

What ever is to come is not,
How can it then be mine?
The present moment's all my lot,
And that as fast as it is got,
Phyllis, is wholly thine.

Then talk not of inconstancy,
False hearts, and broken vows,
Ii, by miracle, can be,
This live-long minute true to thee,
'Tis all that heaven allows.

Fakhry mengatakan...

@ Poempuisi,


Gombal deh loe.....wkwkwkkwkw...oleee..oleeee gombaaaallll......wkwkwkkwwk....(Proxy73)

Fakhry mengatakan...

@ BM,

posting barunya maaaannnnnnaaaaaa.....?????

Anonim mengatakan...

waduh, kita baru tahu kisah tentang Pak Mike dan data proses penggurunan di Wairinding, Sumba Timur. Wah mengejutkan juga ya. Tapi begitulah Pak Mike, selalu mengejutkan. Beberapa hari lalu, teman-teman yunior yang program matakuliah padang penggembalaan tropika dibikin terkejut karena langsung diajak belajar ke lapangan menerobos rumput yang lebih tinggi dari badan orang, duri putri malu, phon gamal dlsb. Semua mengeluh sengsara tetapi nikmat karena kuliah tidak membosankan. Seelah mahaiswa 1/2 mati berkeringat, Pak Mike sendiri enteng-enteng saja mandi berganti pakaian dan pergi begitu saja ke pertemuan dengan orang dari bapenas katanya. Aneh betul dosen saya ini ha ha ha ha ... terus maju Pak Mike (Sony)

johanes mengatakan...

Shalom, selamat siang untuk rekan sepelayanan Penatua mikerk,

Posting ini amat menarik terutama karena puna konsekuens langsung kepada eksistensi Tuhan. Sebelum ada waktu, apakah ada Tuhan? Demikian pertanyaan orang-orang ateis. Saya tidak mau masuk ke wilayah percakapan itu. Saya memfokuskan diri pada pemahaman Kristiani tentang waktu. Semoga bermanfaat. Sekaligus saya berterima kasih kepada rekan BM yang memposting artikel yang amat menggoda ini.

Dari sahabat Penatua di Rawamangun (Johanes)

johanes mengatakan...

Apa itu waktu? Masalah waktu adalah masa urgen yang dirasakan oleh semua manusia. Semua manusia yang hidup di dunia pasti memiliki waktu. Tetapi yang menjadi permasalahannya adalah apa yang mereka mengerti mengenai waktu dan bagaimana mereka mempergunakan waktu tersebut.

Dunia postmodern mengajarkan pragmatisme, di mana segala sesuatu dilakukan dengan semangat semaunya sendiri. Hasilnya, manusia postmodern kurang mengerti definisi waktu dengan tepat dan menggunakannya dengan bertanggung jawab. Tidak heran, banyak orang menghambur-hamburkan waktunya untuk melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat bahkan tidak bernilai. Ketidakmengertian mereka akan waktu dan bagaimana memanfaatkan waktu dilatarbelakangi oleh ketidakmengertian mereka akan konsep nilai.

Jika mereka mengerti konsep nilai, mereka akan mengerti salah satu pewujudnyataan nilai itu di dalam waktu. Mari kita mencoba mengerti apa yang dunia ajarkan tentang waktu, lalu kita akan meninjaunya dari perspektif Alkitab dan aplikasinya di dalam menembus waktu.

johanes mengatakan...

Pandangan sekuler tentang waktu:

1. Waktu adalah siklus

Dunia Timur mengajarkan bahwa waktu adalah melingkar (circular). Manusia yang hidup suatu saat pasti mati, setelah mati, ia akan mengalami reinkarnasi di dalam dunia lagi sesuai dengan jasanya ketika ia dulu masih hidup. Konsep ini mengakibatkan orang tidak memikirkan lagi apa artinya pertobatan, kebenaran, dan iman.

2. Waktu Adalah Uang

Konsep dunia Barat mengajarkan bahwa waktu adalah uang (time is money). Konsep ini mengajarkan bahwa waktu itu sama berharganya dengan uang. Konsep ini dilatarbelakangi oleh jiwa materialisme dari dunia Barat yang mengukur segala sesuatu dari asas manfaat (utilitarianisme). Seseorang melakukan segala sesuatu setelah ia mengukur bahwa yang ia lakukan itu “bermanfaat” (dalam arti: menguntungkan). Jika tidak bermanfaat, ia tidak akan mengerjakannya.

3. Waktu adalah Kesempatan

Konsep ketiga mengenai waktu yaitu waktu adalah kesempatan. Konsep ini lebih agung sedikit dari dua konsep pertama, karena konsep ini mengajarkan kepada kita bahwa di dalam setiap waktu selalu ada kesempatan. Di dalam kesempatan itu, kita harus mengejar dan mendapatkan sesuatu yang bernilai, dan memberikan/melakukan sesuatu yang bernilai kepada orang lain. Tidak heran, ada pepatah mengatakan, “Jangan buang-buang kesempatan.” Konsep ini baik, tetapi tetap memiliki dua kelemahan, yaitu:

a. tidak memiliki definisi yang tepat tentang konsep nilai di dalam kesempatan dan
b. tidak memiliki konsep yang tepat bagaimana kesempatan itu dikaitkan dengan kedaulatan Allah.

johanes mengatakan...

Pandangan Alkitab tentang waktu:

1. Waktu adalah Pemberian atau anugerah Allah karena itu bersifat kekal.

Konsep pertama dari Alkitab mengenai waktu yaitu waktu itu sendiri adalah pemberian/anugerah Allah. Di sini berarti ketika Allah menciptakan dunia ini, Ia tentu juga menciptakan waktu di dalamnya. Hal ini terbukti dengan diciptakannya siang dan malam pada waktu penciptaan.

2. Allah berdaulat atas waktu. Ia yang menciptakan waktu juga adalah Allah yang memelihara dan berdaulat atas waktu. Di sana, ada kaitan yang erat antara waktu di dunia ini yang bersifat sementara dengan kekekalan Allah.

3. Waktu Bersifat Linier
Konsep Alkitab menegaskan bahwa waktu itu bersifat linier. Berbeda dari konsep dunia Timur mengenai waktu, maka Alkitab mengajar bahwa waktu itu bersifat linier (garis lurus), dari titik Alfa (huruf pertama dalam bahasa Yunani) sampai Omega (huruf terakhir dalam bahasa Yunani). Ini berarti waktu tidak pernah terulang, karena waktu berjalan lurus. Karena tidak pernah terulang, maka sebagai anak Tuhan, kita harus memanfaatkan waktu ini sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai Pencipta waktu. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan tidak menunda pekerjaan yang harus kita kerjakan. Ketika Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa, membaca Alkitab, memberitakan Injil, bersekutu, dll, jangan pernah menunda hal-hal tersebut. Selain itu, di dalam pekerjaan sehari-hari kita, biasakan untuk tidak menunda pekerjaan. Jika kita bisa mengerjakannya sekarang, kerjakanlah sekarang, jangan dikerjakan besok, karena mungkin sekali besok kita tidak bisa mengerjakannya. Begitu juga dengan panggilan Tuhan. Ketika panggilan Tuhan jelas bagi kita di waktu tertentu untuk bekerja di tempat tertentu atau melayani-Nya secara penuh waktu, pada saat itu juga langsung kerjakan, jangan menunda-nunda waktu Tuhan.

johanes mengatakan...

Lantas, bagaimana cara Kristiani dalam mempergunakan waktu?

Perhatikan ayat Alkitab berikut ini:


Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
(Mzm. 90:12)

dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
(Ef. 5:16)

Apa artinya ini?

johanes mengatakan...

Di dalam Mazmur 90:12, Musa mengajar kita untuk menghitung hari-hari kita sedemikian, sampai kita memperoleh hati yang bijaksana. Luar biasa, di sini, Musa mengaitkan waktu dengan kebijaksanaan. Ketika seseorang mempergunakan waktunya dengan bertanggung jawab, di saat itu juga, orang itu memiliki kebijaksanaan dalam hatinya.

Lebih tajam lagi, Paulus mengatakan di dalam Efesus 5:16 bahwa kita harus mempergunakan (King James Version: redeeming artinya menebus) waktu kita karena hari-hari ini adalah hari yang jahat. Dengan kata lain, kita bukan hanya menghitung hari kita, tetapi kita juga menebus hari/waktu kita. Menebus di sini berarti mengembalikan waktu yang Tuhan ciptakan kepada Tuhan sendiri untuk kemuliaan Tuhan. Mengapa kita harus menebus waktu? Karena hari-hari ini adalah hari yang jahat. Hari yang jahat dan masa yang sukar ditandai dengan orang yang makin mencintai diri dan uang (2Tim. 3:1-2).

Jika kita sudah mengetahui dan membaca tanda-tanda zaman, hendaklah kita waspada dan berusaha untuk menebus waktu kita. Bagaimana cara kita menebus waktu? Caranya hanya satu yaitu mengembalikan waktu kita kepada Pencipta waktu yaitu Tuhan.

johanes mengatakan...

Jelas sudah bahwa waktu adalah karunia dan anugerah Allah kepada kita. Oleh karena itu, dimensi waktu kemarin, hari ini dan besok sama berharganya di mata Tuhan. Rekan Penatua mikerk tepat sekali mengungkapkan bahwa kemarin adalah kpastian, besok adalah kebahagiaan. Semua memang berharga. Mana ada ciptaan Tuhan yang tidak berharga. Syalom. Happy weekend and Happy Sunday untuk besok.

Anonim mengatakan...

Terima kasih Pak Johanes, renungan dan tanggapan yang amat bagus. Saya kutip juga Pak JBU (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

nice blog..


cinlok