Minggu, 20 September 2009

senang, sedih, heran, sangsi dan keterbatasan

Dear Sahabat Blogger,

Hari ini adalah hari Minggu. Harinya Dominggo. Saya senang. Semakin senang karena bisa menyaksikan betapa sahabat-sahabat Muslim saya, yang amat banyak itu, merayakan hari kemenangannya pasca Puasa. Kemenangan menghadapi godaan dunia lalu kembali menjadi fitri. Semakin lengkap perasaan senang saya karena dalam keadaan Fitri, sahabat-sahata saya yang ber-Lebaran itu sudi menerima permintaan maaf saya atas semua kesalahan yang saya bikin selama ini kepada mereka. Kesalahan adalah hutang dan ketika hutang itu dihapuskan ...wwwwoooowwww....bahagia bukan? Aniway, saya senang hari ini.

Tetapi pada saat bersamaan saya harus menghadapi perasaan masgul. Sedih. Semalam, tepat pukul 20.00 WITA, mama besar (kosa kata Melayu Kupang untuk memanggil isteri dari om atau paman atau pakde) saya, yaitu mama Lin Riwu Kaho-Udju Edo telah menutup mata untuk selamanya. Dalam keadaan sekarang inilah saat terakhir saya bisa bertemu dengan beliau. Mulai besok, hanya angin dan kenangan. Selama 4 tahun tinggal di Atambua, Belu, NTT, saya tinggal bersama mama besar. Jauh dari bapa robert dan mama Agustine. Lalu, sedikit banyaknya, hidup saya ikut dibentuk oleh mama besar. Mengenang itu, saya sedih. Aneh? Mungkin tidak bagi kebanyakan anda tetapi aneh bagi saya. Mengapa demikian? Di laptop saya tersedia 2 sistem operasi, yaitu Windows Vista dan Windows XP. Ketika saya ingin membuka Vista misalnya maka XP tidak dapat dibuka. Begitu pula sebaliknya. Kedua sistem tak mau jalan bersama. Lalu, jika mampu membuka keduanya secara bersamaan pastilah perkara aneh. Dengan demikian, sudah barang tentu saya merasa aneh karena dalam 1 diri 1 pribadi tercetus 2 perasaan sekaligus hari ini. Senang dan sedih.

Keanehan itu menimbulkan keheranan. Ketika masih amat kecil, saya heran mengapa bintang kerlap kerlip di angkasa malam hari tidak pada siang hari. Plato mengatakan bahwa "mata kita memberikan pengamatan, dan kita takjub" Lalu, dari rasa takjub itu timbulah niat ingin menyelidiki. Mengapa bintang berkerlip malam hari? Ketika memulai penyelidikan, saya merasa ragu: "apakah yang saya lihat itu betul-betul bintang atau jangan-jangan kue semprong milik saya yang disimpan di lemari telah diambil seseorang lalu digantung di langit hitam pekat dan diberi nyala lilin?". Descrates mengatakan bahwa "bergerak dari perasaan heran manusia mulai meragukan pengamatan panca inderanya". Karena manusia cemas dalam ketidakpastian maka keraguannya perlu dibuktikan. Hasil penyelidikan dan pembuktian yang saya lakukan menunjukkan bahwa ternyata kue semprong yang ada di lemari masih utuh. "Heeeiiii.....masih anteru (kosa kata Melayu Kupang yang berpadanan dengan kata utuh) kue ku...tidak ada yang hilang". Maka, sudah pasti yang kerlap-kerlip di langit itu bukan kue semprong saya. Itu mungkin bintang. Dan itu harus saya buktikan tapi....wwwaaaalllllaaaahhhhh....tangan saya tidak sampai menjangkau langit. Bintang itu tak bisa kupegang. Ternyata saya terbatas. Kemampuan saya terbatas. Tagal keterbatasan itulah, maka saya terus tetap takjub menatap indahnya bintang yang gemerlapan di langit tinggi.

Bagitulah sahabat-sahabat budiman, mengapa sampai sekarang ini saya terus saja merasa takjub. Saya masih saja heran dan sangsi mengapa senang, mengapa sedih dan mengapa keduanya bisa terjadi bergantian dan bahkan...wow. terjadi bersamaan. Keseriusan berpikir kadang-kadang malah menuntun kepada kebingungan yang teramat sangat. Ada yang tidak dapat terpikirkan. There is something out of my mind while everything are done. Lalu, saya bilang kepada diri saya sendiri..."heeiiii mike, dari pada pusing-pusing mikirin jawaban atas segala sesuatu bagaimana jikalau kamu bersukur dahulu. Mungkin sesudah itu. jawaban" akan diberikan kepadamu". Maka, "selamat datang senang. Selamat datang sedih. Silakan bercampur aduk menjadi satu. Saya memikirkan kalian berdua tetapi terlebih dari pada hanya berpikir, saya mau bersukur".

Selamat hari Lebaran 1340 Hijriah. Minal Aidin wal Faidzin. Mohon dimaafkan lahir batin. Selamat jalan mama besar. Selamat berbahagia menuju negeri abadi. Sang Pencipta akan tersenyum menyambut engkau. Oh ya, titip salam untuk bapa besar, bapa robert dan mama agustine. Katakan pada mereka bahwa saya rindu. Kami rindu.

Bagi sahabat yang ingin menikmati segitiga: heran, ragu dan keterbatasan maka silakan menikmati sebuah lagu bagus dari Phill Collin berikut ini:


Tabe Puan Tabe Tuan

116 komentar:

mikerk mengatakan...

"Strangers Like Me"

by phill collins

Whatever you do, I'll do it too
Show me everything and tell me how
It all means something
And yet nothing to me

I can see there's so much to learn
It's all so close and yet so far
I see myself as people see me
Oh, I just know there's something
bigger out there

I wanna know, can you show me
I wanna know about these
strangers like me
Tell me more, please show me
Something's familliar about these stransgers like me

Every gesture, every moe that she makes
Makes me feel like never before
Why do I have
This growing need to be beside her

Ooo, these emotions I never knew
Of some other world far beyond this place
Beyond the trees, aboe the clouds
I see before me a new horizon

I wanna know, can you show me
I wanna know about these strangers like me
Tell me more, please show me
Something's familiar about these strangers like me

Come with me now to see my world
Where there's beauty beyond your dreams
Can you feel the things I feel
Right now, with you
Take my hand
There's a world I need to know

I wanna know, can you show me
I wanna know about these strangers like me
Tell me more, please show me
Something's familiar about these strangers like me

... I wanna know

mikerk mengatakan...

SELAMAT HARI RAYA

SELAMAT HARI MINGGU
SELAMAT BERDUKA
SELAMAT BERBAHAGIA

UNTUK SEMUA SAHABAT BLOGGER. GBU

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Siang-siang panas di kota kupang tercinta trus baca posting enak dari BM bikin hati jadi teduh. Senang sedih memang kadang-kadang sulit dimengerti. Saya memilih seperti BM, menikmatinya saja. Thanx for posting (Sherly, Oebufu)

Anonim mengatakan...

Eh Bigmike, lagu PC memang enak tetapi apa hubungannya dengan tema posting?

Oh ya, jarak antara posting kok semakin panjang? jenuh? (Sherly)

Anonim mengatakan...

@BM
Lama juga menunggu posting barunya..Kangen? Tentu, sibuk ya.. dapat dimengerilah, tapi jangan kelamaan.Aq turut berduka atas berpulangnya Ibu Lin yg bagi BM beliau merupakan orang tua yg juga punya andil besar dalam kehidupan BM. Memang gak enak kalo ditinggal sama orang2 yang kita cintai, tapi semua sudah diatur Yang Kuasa, itu yang terbaik buat mereka yang sudah mendahului kita. Sekarang tinggal kita yang masih hidup, bagaimana membuat hidup ini bermakna bagi orang2 di sekitar kita.
Buat teman2 yang beragama Islam, saya ucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. (YR)

Anonim mengatakan...

Senang, sedih, heran dan keterbatasan (judul posting BM)….... karena kita manusia terbatas maka kita tidak akan mampu mendekati Sempurna. Dengan keterbatasan, kita dapat menyikapi hidup ini dengan lebih bijak …. itulah bagian dari sisi kehidupan kita. Jadi, tetaplah berjuang menikmati hidup! Kata kunci BM “BERSYUKUR”. Turut berduka bersama BM dan keluarga. Selamat Idul Fitri buat saudara2 yang beragama Muslim (Adek)

erick mengatakan...

wuaaaahhhh si boss, ama ngilang trus postingnya bikin kening berkerut ... filsafat lagi yaaaa ha ha ha ha.

Tapi yg gw tangkep is hidup ga usah mentang-mentang dech karena sebenarnya kita selalu terbatas. Kalo terbatas maka jangan ngecilin orang laen. Bersahabatlah kebanding saling menghancurkan. Ya gitu-gitu dech.

BTW gw bac lagi dulu ach

erick mengatakan...

bwt sahabat muslimin, met hari raya bosz. Mohon maaf lahir dan bati. Special nih untuk mister mabuk proxy73 dan anginangkasa yang angin-anginan...wkwkwkwkwk.....pecae maaaaannn....

erick mengatakan...

@ Bigmike,

Lagu dari Phil Collins emang keren banget. Rovel di drumnya ngulik banget en kartun Tarzan is my favourites one. Thanx

erick mengatakan...

Oh ya BM, ikut berduka cita ya ...

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Kangen ma tulisan BM. Terima kasih atas ucapan selamatnya. Jakarta sepi dan enak di jalan. Apa bisa tersu begini ya???...wkwkwkwk....(Ryan)

Anonim mengatakan...

oh ia, strangers like me asik banget.
Thanx juga gabgi rekan YR, Adek, dan Erick (Ryan)

Anonim mengatakan...

@Eric
Kalo masalah lagu .. BM jagonya d'..teman kita ini punya selera musik yg sangat bagus..terlihat dari setiap posting dan pemilihan lagu2nya...BM, We love u..keep on posting broer. (Adek)

Anonim mengatakan...

O ya BM, aku suka lagu ama syairnya..(Adek)

Anonim mengatakan...

Come with me now to see my world
Where there's beauty beyond your dreams
Can you feel the things I feel
Right now, with you
Take my hand
There's a world I need to know

johanes mengatakan...

@ Rekan Penatua Bigmike,

Setelah saya membaca berkali-kali, ternyata isi posting ini tidaklah ringan. Bigmike sedang menulis tentang filsafat yang sangat mendasar, yaitu asal-muasal epistemologi filsafat. Kita tidak merasakan hal ini sebagai berat karena jitunya cara BM menyajikan tema yang amat berat ini. Untuk apa yang disajikannya, saya angkat topi dan salut kepada BM. Thanx karena tulisan ini memaksa saya untuk membuka berbagai referensi. Memaksa kita memeras otak sambil tersenyum-senyum.

johanes mengatakan...

@ Dear all,

Sebagai sesama rekan sekerja di Ladang Tuhan, saya ingin menunjukkan betapa dalam dan indahnya nya isi posting BM.

Saya kutipkan Mazmur 8: 2-5

(8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

8:2 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

8:3 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

8:4 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

johanes mengatakan...

Perhatikan ayat-ayat tadi, maka anda akan menemukan keindahannya, di dalam ayat-ayat itu termuat yaitu adanya "pengakuan" bahwa betapa terbatasnya manusia

......apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?....

Silakan menikmati kebenaran dan sekalgus keindahan ayat tadi lalu bandingkan dengan point 3 dalam posting bigmike, yaitu keterbatasan manusia. Rekan Erick telah membuat pernyataan yang amat bagsu tentang hal ini.

...hidup ga usah mentang-mentang dech karena sebenarnya kita selalu terbatas. Kalo terbatas maka jangan ngecilin orang laen. Bersahabatlah kebanding saling menghancurkan.....

Begitulah

johanes mengatakan...

Untuk sahabat Muslimin, Selamat hari raya. Mohon maaf lahir dan batin.

Makna kata-kata dalam lagu "strangers like me" luar biasa bagusnya. Rekan Adek memang benar, selera musik BM amat bagus. Makanya saya sangat mengemari blog ini.

johanes mengatakan...

Untuk Bigmike,

Turut berduka cita. Tuhan memberi dan DIA mengambil sekalgus dia mengiriman Roh Penghibur. Syalom

mikerk mengatakan...

@ Sahabat YR,

Kangen sama tulisan ku? Mending kangen sama orangnya sekaligus...iya to enak to uasiiik to...ha ha ha ha ha...apa kabar? baik2 kan? I love u full my friend...

mikerk mengatakan...

@ Adek,

Wah menyenangkan juga ya jika sekali-sekali ada yang memuji selera musik saya...ha ha ha ha ha....music membuat hidup kita penuh warna....jadi sebenarnya tiap orang pasti memiliki selera musik yang baik karena setiap orang pada dasarnya menyukai hidup yang berwarna...i love u full too...

mikerk mengatakan...

@ Erick,

Apakah tulisan ini filsafat dan berat? Saya sendiri memberi label : maunya (filsafat) ...so bukan filsafat kan? ha ha ha ha...nikmati saja ya bung Erick...tjanx sudah berkunjung dan berkomentar

mikerk mengatakan...

@ Rekan Penatua Johannes,

Kita cuma bertemu di dunia maya tetapi saya merasa "dekat" dengan anda. Beberapa komentar anda malah memberi tambahan ilmu kepada saya. Jadi benarlah titah untuk rajin bersekutu. Saya mendapatkan kemanfaatan dari kekuatan persekutuan.

Catatan anda saya beri catatan balik khusus pada Mazmur 8 ayat 4

...apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?...

Benar begitu bukan? Syalom Bung

mikerk mengatakan...

For All,

Memang benar saya berduka cita dan sedikit "tertekan". Tensi saya agak buruk dalam 2 hari ini tetapi saya bisa apa jika Tuhan tidak menolong?

...apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?...

BTW, thanx for your kind attention, my friends

johanes mengatakan...

ah menyenangkan bisa ditanggapi langsung oleh rekan BM. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan memberkati

Anonim mengatakan...

@BM
Andai kamu cewek pasti aq bakal kangen banget ama orgnya, sayangnya kita sama...hahahahaha entar dikira h... wekcwkckckckwwww.....aq baik,wah BM jaga kondisinya broer, gak bagus tuh kalo tensi naik. Kalo BM sakit bukan keluarga aja yg sedih, kami2 pade ikut sedih broer coz we love u friend. (YR)

Anonim mengatakan...

@BM
Emang warna musik BM merah, biru,hitam apa putih...hheeheheheeh...peace man..cepat sembuh ya. (Adek)

Fakhry mengatakan...

MINA AIDIN WAL FAIDZING MOHON DIMAAFKAN LAHIR DAN BATIN. Terutama untuk mister BM. GW kadang ga sabaran nunggu posting a new sementara BM nya lelet...wkwkwkwk...Juga untuk sahabat-sahabat yang "sakit hati" karena diledekin gw di blog. Gw juga udah maapin kesalahn elo pade. Khususnya sohob gw mister Erick
dayak" mabok ...wkwkwkwkwk....sori Rick gw ga sempet ke eiger bareng group tapi gw dah maapin utang elo ke gw....wkwkwkwkwkw...cool man....i love u full....

Fakhry mengatakan...

Tulisan ini filsafat banget bukan (maunya) filsafat. Ini entry point ke filsafat...wkwkwk...jgn tertipu ma gaya ringannya BM...ni mirip jab-jab floyd mayweather...ringan tapi menjebak...wkwkwkwk....ya udah gw trusin liburnya yach....

Fakhry mengatakan...

For All, sahabat Muslim,

...."Allaahu akbar Allaahu akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd"...

Bersihkan dosa kembali ke fitraah. Jaga terus hatimu Allah Maha mengetahui

Anonim mengatakan...

Wah agak lama menunggu posting baru dari BM. Sibuk???? Tapi dahagai kita terpuaskan. Lagi-lagi sebuah poting yang sepintas ringan-ringan saja tetapi ketika coba dipahami kita menjadi pusing 7 keliling. Saya kira inti posting justru ada pada pengalaman BM dan bintang di langit. Apapun juga, posting ini berisi dan mencerahkan (Eman, CN, TDM)

Anonim mengatakan...

Untuk sahabat yang beragama ISlam saya ucapkan SELAMAT IDUL FITRI. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN (Eman)

widyanto mengatakan...

@ Dear All,

Saya setuju dengan beberapa sahabat yang telah memberikan komentar terlebih dahulu bahwa posting kali ini sepintas saja ringan-ringan tetapi isinya amat mendalam. Sebagai contoh, sahabat Ryan menanyakan hubungan antara substansi posting dengan lagunya bagusnya dari phill collin "strangers".

Sebenarnya perasaan terasing itu timbul karena adanya rasa takjub dan heran.Dan hal-hal ini asasinya adalah filsafat. Menurut Aristoteles filsafat dimulai dengan suatu thauma (rasa kagum) yang timbul dari suatu aporia yakni suatu kesulitan yang dialami karena adanya percakapan-percakapan yang saling kontradiksi. Istilah aporia dalam bahasa Yunani juga berarti problema, pernyataan atau “tanpa jalur keluar”.

widyanto mengatakan...

Jadi filsafat itu mulai ketika manusia mengagumi dunia dan berusaha menerangkan gejala dunia itu.

Dan dari rasa heran dan keanehan ini akan sendirinya timbul pertanyaan-pertanyaan yang bersifat filsafat mengenai “mengapa” dan eksistensi mengenai makna, arti dan maksud.pertanyaan-pertanyaan yang oleh filsuf itu dicoba untuk memecahkannya.

Jadi, salut untuk sahabat BM yang sekali lagi menunjukkan kemampuannya untuk menulis sesuatu yang berat menjadi ringan dan mudah diikuti.

widyanto mengatakan...

UntuK semua sahabat Muslim saya ucapkan SELAMAT HARI IDUL FITRI. MINAL AIDIN WAL FAIDZIN.

Oh ya, BM, pilhan lagu "strangers like me" sungguh cerdas. Thanx

sayyid mengatakan...

@ Bigmike,

Meluncur di dunia maya, saya bertemu blog ini. Wah seharian kemarin saya asik membacanya. Blog yang tampak main-main ini ternyata blog yang serius. Pemilik blog dan sekalgus penulisnya tampak berusaha mendedikasikan isi pikirannya bagi kebaikan.

Jikalau benar begitu maka, terimalah uluran tangan persahabatan dari saya. Kita bersahabat dan anda bisa menemui saya lewat reply atau ke http://www.mywritingblogs.com (asia blogging network). Dan saya akan mulai memberikan catatan pada posting ini.

sayyid mengatakan...

Posting ini amat bagus. Dan saya setuju terhadap beberapa komentar sebelumnya bahwa substansi posting ini adalah butir filsafat.

Akan tapi komentar saya akan terfokus pada fenomena keterasingan seperti yang dimaksud oleh bigmike lewat pemilihan lagu "strangers like me" (pilihan lagu yang cerdas).

"Sebuah Keterasingan Hidup"

“kalau saja hening itu berucap ramai, mungkin saja aku tidak akan pernah hadir, dalam mimpi- mimpimu dan mendendangkan syair, agar kamu tertidur.”

sayyid mengatakan...

Ketika kita berbicara—mengingat-ingat tentang sesuatu yang asing—yang rasanya tidak pernah terjadi di kehidupan kita namun terjadi di kehidupan orang lain, mungkin kita selalu membayangkan ‘kok ada orang yang melakukan atau bersifat seperti itu. Kehidupannya yang selalu dipenuhi misteri’. Misalnya, dapat dicontohkan, ada orang yang kebiasaannya selalu berdiam diri di tempat sepi; kuburan misalnya, atau dalam kehidupan sehari-hari ada orang yang melakukan segala sesuatu kebutuhannya dengan tangannya sendiri. Hanya kadang-kadang saja berkomunikasi dengan orang lain dan itupun hanya bersifat seputar pertanyaan, perintah atau jawaban yang super singkat.

sayyid mengatakan...

Pernah suatu ketika, saya berjalan menyusuri sebuah komplek pekuburan. Entah mengapa, rasanya kepala ini harus selalu menengok ke kiri dan ke kanan dan tanpa sengaja melihat bentuk-bentuk kuburan—rumah orang-orang setelah mati yang ada disitu—mungkin, (nanti) kita juga akan memilikinya. Macam-macam kondisi dari kuburan-kuburan itu; ada yang nisannya sudah tidak terbaca—bahkan nisannya hilang—dindingnya yang sudah berlumut—atau sudah menjadi semak belukar karena tidak ada yang merawat lagi, tapi tetap saja ada yang tetap berpenampilan bersih—necis, dindingnya yang berbatu pualam bahkan dibuatkan atap supaya tidak kena panas atau hujan dan tentu saja selalu ada penghuni baru—tanah yang mungkin baru beberapa hari itu dibalunkan—saya tidak tahu pasti, yang jelas bunga-bunga orang mati yang tertabur begitu saja diatasnya masih tercium wangi—menyengat menyentil hidung hingga menghantarkan sesuatu rasa yang ganjil mengalir ke ubun-ubun dan menyebabkan tubuh sedikit bergidik. Memang, suasana kuburan selalu saja menciptakan keheningan yang tidak biasa. Oh ya, walaupun hari itu masih siang, namun karena lokasi pekuburan itu ditumbuhi oleh rumpun-rumpun bambu, menjadikan suasana itu begitu mistis, sehingga cahaya matahari enggan masuk memberi cahayanya kepada para penghuni apalagi yang terbaring di komplek ini.

sayyid mengatakan...

Suasana itu ditingkahi pula oleh cericit burung-burung yang tidak kelihatan wujudnya—mungkin mereka berlompatan di setiap dahan pohon tinggi yang juga banyak tumbuh di areal komplek “perumahan” ini. Bagi saya, cericit-cericit mereka, seperti dendang selamat datang, dan jingkat-jingkat mereka dari satu pohon ke pohon lainnya seperti tarian penyambutan—dan mungkin saja mereka membentangkan sayapnya seperti hendak merangkul saya, dan mengucapkan ‘selamat datang di komplek perumahan kami’. Persis seperti seorang gubernur yang kedatangan seorang presiden—Apapun dilakukan, agar tamunya senang.

Selentingan kabar mengatakan komplek perumahan orang mati ini sangat angker. Penampakan-penampakan sering terjadi. Kebanyakan mereka yang menampakkan dirinya itu, matinya tidak normal—ada yang dibunuh, ada yang mati gara-gara utangnya menumpuk bahkan ada juga yang mati karena hartanya yang sangat banyak. Dan, seperti biasanya, cerita-cerita mistis seperti munculnya pocong, sundal bolong, genderuwo dan apalah lagi namanya begitu dipercayai masyarakat pada umumnya. Sehingga saya sendiri merasa heran, mengapa bangsa ini terlalu percaya dengan hal-hal yang tidak rasional seperti itu. Mungkin, yang ada ketika sebuah mayat telah masuk liang kubur, cacing-cacing dan semua penghuni koloni tanah siap berpesta menyantap hidangan lezat—daging busuk yang telah ditunggu-tunggu—‘siapkan sendok dan garpu’ mungkin begitulah perintah sang ratu semut—salah satu penghuni tanah dan tak kalah sigapnya dengan belatung yang sudah menyiapkan pisau-pisau tajamnya untuk menyayat kecil potongan-potongan daging busuk dan disantap beramai-ramai. itulah masyarakat Indonesia, yang dari Sabang hingga Merauke tidak pernah lepas dari kepercayaan klenik dan menomorduakan kuasa Tuhan—Allah SWT. Pantas saja, banyak bencana yang terjadi menimpa diri bangsa Indonesia—Nusantara.

sayyid mengatakan...

Suasana kuburan, seperti menciptakan dunia hiruk pikuknya sendiri—menciptakan ‘pasarnya’ sendiri—dalam diam tentu saja. Tidak ada suara kecuali suara burung, suara jangkrik, kadang-kadang suara pacul yang sahut-sahutan bertemu dengan tanah dan batu-batu kerikil kadang sebongkah yang agak besar, atau decak canda para penggali kuburan, sekedar mencurahkan keluh kesahnya bagaimana deritanya menjadi arsitek rumah mati—kuburan. Mereka hidup dari pengharapannya kepada orang yang baru mati, atau sesekali isak tangis yang mengalun dari orang-orang yang ditinggalkan pergi oleh orang mati atau juga gunjingan yang datang dari para pelayat yang asing dan jijik melihat kematian si fulan yang penuh dengan ulat dan belatung di sekujur tubuhnya.

sayyid mengatakan...

Ini dunia asing! Dunia yang senantiasa menanggapi suasana apapun dengan diam—dengan hening—dengan mengasingkan diri. Bahkan mayat-mayat itu sekalipun yang hanya bisa sabar mendengar gunjing dan cibiran yang mengalir dari tetangga-tetangganya yang mungkin dulu menghormatinya. Namun, di dalam keterasingan—dalam keheningan itulah kita bisa bercengkrama leluasa dengan Tuhan, atau hanya sekedar merenungi nasib yang tidak kunjung berpihak.

Begitulah keterasingan. ‘Mengapa kita harus benci diasingkan?’ Atau, ‘mengapa kita yang harus menjadi pelaku dalam upaya mengasingkan orang lain?’ Atau juga ‘mengapa kita harus selalu bertanya tentang hal-hal yang membuat orang mengasingkan atau diasingkan?’ Toh, pada kehidupan setelah mati—di alam kubur, atau di padang Mahsyar kita pun akan berjalan sendiri-sendiri bukan? Setiap pertanyaan Tuhan pun akan dijawab per-individu, bukan komunal. Jadi, mengapa harus takut dengan keterasingan?

sayyid mengatakan...

Mengasingkan atau terasingkan dari hidup adalah salah satu pilihan yang mau tidak mau harus kita pilih salah satu—atau kedua-duanya. Ingat, di dunia ini, tidak ada yang tidak mungkin bukan? Karena, keterasingan hidup adalah pilihan, maka kita pun patut untuk menghormati orang-orang yang memilih jalan tersebut. Ini mungkin merupakan bagian dari salah satu cita-cita demokrasi yang menempatkan perbedaan bukanlah suatu permasalahan yang harus dianggap penting. Justru ketika kita diseragamkan—mungkin dengan nilai-nilai tertentu, hal inilah yang kerap menimbulkan suatu masalah. Maka, kita pun menjadi seperti robot, yang mudah dikendalikan akibat penyeragaman tadi. Dan akhirnya kita harus mengakui bahwa keterasingan merupakan sebuah hak asasi yang dimiliki manusia, sejajar dengan hak-hak manusia lainnya.

sayyid mengatakan...

Demikian komentar saya. Komentar ini sebenarnya adalah artikel dalam web saya tapi tidak ada salahnya sayan mengutipnya bagi anda sekalian.

Saya juga membagi-bagi komentar saya ke dalam beberapa bagian supaya tidak berpanjang-panjang dalam 1 komentar dan melelahkan. Saya juga mengikuti "langgam" dalam blog ini.

OK. see you next time.

sayyid mengatakan...

Oh ya sahabat Bigmike, saya mengajak anda untuk bergabung dalam network. Pikiran-pikiran anda amat layak dipbaca oleh lebih banyak orang. Anda pasti tahu caranya. OK?

mikerk mengatakan...

@ Dear All,

Selamat pagi semua. Menyenangkan bertemu hari baru dan betul-betul liburan setelah urusan hati sedih berlalu semalam. Mama besar saya sudah dimakamkan dan semalam acara pengucapan syukurnya. Thanx God for brand a new day for us.

Terima kasih bagi sahabat yang sudah berkunjung ke blog dan memberikan komentar. Ada sahabat yang baru pertama kali, ah terima kasih sudah menemukan blog ini. GBU

mikerk mengatakan...

@ YR,

Ha ha ha ha I know who you are and I still love u full coz Jesus loves all of us Full. Is that right sist? ha ha ha ha ha....

mikerk mengatakan...

@ Adek,

Saya pikir-pikir, anda mungkin berbabakat menjadi penyair. Katamu lembut dan membujuk hati. Ada banyak nama Adek dalam keluarga saya. Your are my fam too in Jesus Christ. OK boss??!!!

mikerk mengatakan...

@ Bung Eman,

Thanx bro for commen. Wah saya baru tahu, kemarin lusa saya lihat foto dan berita di koran Timex Kupang.....waaaa ha ha ha...sekarang sudah jadi Pak RT di TDM dan RTnya dapat juara KCG.....hebaaaaattttt ha ha ha ha congratulation....GBU

mikerk mengatakan...

@ Pak, Bung, Mas Sayyid,

Thanx sudah bergabung. Tahnx pula sudah berkomen dan ...panjaaaaaang ha ha ha ha ha....tetapi sejujurnya saya menikmati kendati ada 1 pertanyaan saya...bagaimana dengan ...diasingkan....sejahar politik bangsa kita ditandai dengan sejumlah kasus "diasing" yang memedihkan...

Bung Karno mengasingkan Syahrir dan mati....Soharto gantian mengasingkan BK lalu mati...gantian Soharto "diasingkan" rakyat dan mati...

Ribuan orang diasingkan ke pulau buru, diasingkan dengan label ET...50 tokoh politik dari kelmpok "petisi 50" diasingkan Soeharto....Pokoknya ada banyak keterasingan yang menurut hemat saya...bukan keterasingan yang dipilih secara sukarela tetapi diasingkan secara paksa...Semoga anda setuju dengan saya...

BTW, web anda sudah saya kunjungi dan waaaaooowww bagus amat. Kita sohiban yan bung???1111

mikerk mengatakan...

Lagu "Strangers Like Me" memang asik dan jika diperhatikan benar-benar beberapa penggalan syairnya membawa kesan mendalam. Apalagi pencipta dan penynyinya adalah salah satu favorit saya. PC is one of the best singer

mikerk mengatakan...

@ Mas Wied,

Sugeng Enjing mas. Thanx for komentar bagusnya. GBU

mikerk mengatakan...

@ Proxy73,

Wueeeee SELAMAT HARI RAYA BOSZ. Terus bertugas atau sempet liburan???? GBU Bro'

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Ha ha ha ha keberhasilan itu adalah usaha warga. Kita cuma mendorongnya saja. Bukankah "ancaman" pak Mike tentang Kupang yang berlahan Kritis 90% lebih dalam makalah KGC menjadi "provokatornya?" ha ha ha ha ha...
(Eman)

Anonim mengatakan...

@ Bung Sayyid,

Membca tulisan anda saya takjub karena anda begitu berusaha untuk menarik satu kesimpulan bahwa keterasingan adalah pilihan. Hak. Saya 100% setuju dengan anda tetapi saya juga harus mencatat baik-baik komen dari Bigmike, pemilik blog BM bahwa ada keterasingan yang terpaksa.

Saya mengutip dari http://www.hukumonline.com/

"Terjadi Kejahatan Kemanusiaan dalam Kasus Pulau Buru
Hasil Penelitian Komnas HAM"

Hasil penelitian tim penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
mengenai pelanggaran HAM berat yang dilakukan mantan Presiden
Soeharto menyimpulkan bahwa telah terjadi kejahatan terhadap
kemanusiaan dalam kasus Pulau Buru.

Anonim mengatakan...

Hasil penelitian tersebut telah diserahkan pada Komnas HAM dan akan
dibahas di sidang Pleno Komnas HAM pada Oktober 2003. Sidang pleno
tersebut akan menentukan apakah hasil penelitian itu akan dilanjutkan
menjadi KPP HAM (Komisi Penyelidikan Pelanggaran Hak Asasi Manusia) Soeharto atau tidak.

Informasi rampungnya hasil penelitian itu diperoleh hukumonline dari Asvi Warman Adam, salah seorang anggota tim peneliti. Menurut Asvi, tim penyelidikan pelanggaran HAM Soeharto membagi penelitiannya dalam beberapa periode dekade. Yaitu 1965-1975, 1975-1985, 19985-1995 dan 1995-1998. Pemerintahan Soeharto berlangsung dari 1965 sampai 1998.

Dari setiap periode diambil aspek
yang paling menonjol.

Anonim mengatakan...

Untuk tahun 1965-1975, ada dua hal yang menonjol, yaitu pembantaian
tahun 1965 dan Pulau Buru. Untuk kasus pembantaian tahun 1965,
permasalahannya sangat luas, begitupula tempat kejadian yang sangat
luas serta pelakunya yang beranekaragam. Sedang kasus Pulau Buru
dinilai lebih spesifik. Karena itu, tim memutuskan untuk memfokuskan
pada kasus Pulau Buru.

"Kasus itu tempatnya (locus delicti) jelas di Pulau Buru, korbannya
jelas, periodenya juga jelas, tahun 1969 sampai 1979 dan itu
merupakan kebijakan negara," ujar Asvi. Asvi menyatakan, penahanan
tapol di Pulau Buru merupakan kebijakan yang resmi. "Garis komandonya
juga jelas, dari pelaksana di Pulau Buru, Kejaksan Agung, Kopkamtib
dan Presiden Soeharto," tegasnya.

Penelitian dilakukan berdasarkan bahan primer, yaitu wawancara
langsung dengan mereka yang pernah ditahan di Pulau Buru, dan bahan
sekunder, yaitu memoar-memoar mengenai Pulau Buru yang telah
diterbitkan.

Anonim mengatakan...

Penjara penuh

Menurut Asvi, paling tidak sepuluh ribu orang-bahkan ada yang
menyatakan 12.500 orang-, ditahan di suatu pulau terpencil tanpa
melalui proses persidangan dan diwajibkan melakukan kerja paksa dari
1969 sampai 1979.

Pembuangan ke Pulau Buru dilakukan karena penjara-penjara di tanah
air sudah penuh tahanan. Jaksa Agung Soegih Arto pernah mengumumkan bahwa hingga pertengahan Juli 1967 saja, tidak kurang dari 250 ribu orang yang ditangkap. Banyak di antara mereka, bahkan termasuk anak- anak, dibuang ke Pulau Buru.

Anonim mengatakan...

Para tahanan politik yang dikategorikan golongan B, yang telah di
tahan di beberapa tempat di pulau Jawa, "diamankan" ke Pulau Buru.
Tidak jelas kriteria apa yang digunakan untuk menentukan mereka yang dikirim ke Buru, karena kenyatannya diantara yang dikirim kesana, terdapat anak-anak dan orang-orang tua. "Kriteria untuk menentukan apakah mereka termasuk golongan, A, B, atau C antara lain bahkan dengan psikotes," tutur Asvi.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, tim menyimpulkan bahwa dalam kasus Pulau Buru telah terjadi pelanggaran kejahatan terhadap kemanusiaan seperti yang diatur dalam UU No 26 Tahun 2000 mengenai Pengadilan HAM. "Hasil pnelitian itu telah diserahkan pada Komnas HAM dan menunggu sidang pleno Komnas HAM untuk memutuskan apakah akan dilanjutkan menjadi semacam KPP HAM Soeharto atau tidak," ujar
sejarawan LIPI itu.

Anonim mengatakan...

Apa kesimpulannya? Menurut hemat saya, keterasingan yang terjadi secara terpaksa akibat perbuatan orang lain adalah kejahatan kriminal. Pelakunya adalah penjahat. Yang terjadi adalah penghilangan hak asasi manusia.

Dengan demikian, masalah keterasingan yang dimaksud oleh BM pastilah berkaitan dengan malasah keheranan yang tidak kunjung mendapatkan jawaban. Itulah gunannya memahami filsafat agar kita tidak menjadi "terasing" di dalam dunia ini.

Apapun juga, selamat datang ke komunitas BM. Selamat berdiskusi dan harap tahan emosi karena terkadang tanggapan sahabat teras "pedas" di telingan yang tipis ha ha ha ha (Eman)

Anonim mengatakan...

@ Bung Eman,

Saya setuju dengan anda. Keterasingan paksa adalah kejahatan (13)

Anonim mengatakan...

Untuk semua sahabat yang beragam Islam saya ucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. (13)

wildan mengatakan...

SELAMAT HARI IDUL FITRI. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

wildan mengatakan...

Plato mengatakan bahwa filsafat dimulai dari ketakjuban. Sikap heran atau takjub itu lahir dalam bentuk bertanya. Pertanyaan itu memerlukan jawaban. Bila pemikir menemukan jawaban, jawaban itu dipertanyakan lagi, karena ia selalu sangsi pada kebenaran yang ditemukannya. Patric (Mulder:1966:44-5) mengatakan, manakala keheranan mereka menjadi serius dan penyelidikan menjadi sistematis, mereka tanpa sadar telah menjadi filosof.

wildan mengatakan...

Sartre (Beerling:1966:8) mengatakan bahwa kesadaran pada manusia ialah bertanya yang sebenar-benarnya. Pada bertanya itulah manusia berada dalam kesadaran yang sebenar-benarnya. Akan tetapi, hendaklah perlu segera dicatat bahwa pertanyaan yang dapat menimbulkan filsafat bukanlah pertanyaan yang semberangan. Pertanyaan yang dangkal seperti ”apa rasa gula” dapat dijawab oleh lidah, pertanyaan ”pada tahun keberapa biasanya cengkih itu berbuah” tidak akan menimbulkan filsafat. riset dapat menjawab pertanyaan ini.

Pertanyaan yang mendalam yang Ultimate yang bobotnya berat itulah yang akan menimbulkan filsafat bila jawabannya diberikan secara serius. Cobalah jawab pertanyaan Thales ”What is the Nature of World Stuff” apa sebenarnya yang mendasari bahan semesta ini?, indera tidak dapat menjawabnya, sains juga terdiam. Filsuf dapat menjawabnya. Thales menjawab Air. Namun begitu, jawaban ”air” itu sebenarnya belumlah memuaskan , tetapi Thales mendasari jawabannya dengan dasar yang lumayan. Katanya ”Water is The Basic Principle of the Universe”. Prinsip dasar alam semesta adalah air.

wildan mengatakan...

Jadi pertanyaan itulah yang sekiranya dapat memunculkan filsafat. Pada zaman modern ini penyebab timbulnya pertanyaan adalah kesangsian. Apa sangsi itu? Sangsi itu setingkat dibawah percaya dan setingkat diatas percaya. Bila manusia menghadapi suatu pernyataan, ia mungkin percaya dan mungkin tidak percaya, akan tetapi, ia mungkin juga percaya tidak dan tidak percaya juga tidak, tidak ada masalah. Selama ada tanda Tanya dalam pikiran, jalan pikiran itu membentur-bentur. Bagi gilsuf pertanyaan itu menggelisahkan, menggangu. Pertanyaan yang membentur dalam pikiran itu dalam bahasa Yunani disebut dengan “Problema” yang menunjukan sesuatu yang ditaruh didepan, merintangi perjalanan kita, harus disingkirkan agar tidak merintangi perjalanan kaki. (Beerling:1966:10). Sangsi9 sduah pasti menimbulkan pertanyaan. Pertanyaan menyebabkan pikiran bekerja. Pikiran bekerja menimbulkan filsafat.

wildan mengatakan...

So, dengan demikian saya setuju bahwa posting BM adalah hal serius. Hanya, cara pengemasannya itu yang membuat kita tidak merasakannya. Selamat untuk BM yang mengajak orang berpikir secara serius tetapi tidak harus dengan jidat berkerut.

@ Proxy73 'n Erick,

Fay, dikau ingkar janji...akan tetep ditunggu kehadiran sampai akhir masa...traktiranmu....wkwkwkwkwkw...Erick keqi banget tuh.....wkwkwkwkwk

ruben mengatakan...

Haloo, selamat pagi Pace mikerk, Syalom.


Sa heran, kenapa ko Papua kaya raya
Sa bingung, knapa ko biar kaya tapi orang Papua ketinggalan terus
Sa sangsi, apa orang Papua bisa sejahtera secepatnya
Saya tau bahwa ilmu untuk bangun Papua itu terbatas tapi kalo mo pake Ilmu dari Tuhan,

Jangan heran
jangan sangsi

Papua bisa JAYA

Amin ka tida Pace????

ruben mengatakan...

Sa takjub tulisan Pace mikerk tapi saya minta pasce jangan heran kalo pace akan ketawa setelah baca ceritra dari Papua ini.

Pada suatu hari di Jayapura ada seorang "pace" bernama korinus datang ke rumah sakit untuk memeriksakan dirinya..

Pace : Selamat siang dokter?!!!

Dok : Selamat Siang pa Korinus!! bapa sakit apa

Pace : Tarada dokter, sa ini mungkin sakit marria (malaria maksudnya)

Dok : Dari mana Pace ko tau sakit malaria??

Pace : batul dokter sa ini sakit malaria..badan panas dingin

Dok : klo gitu nanti sa suntik ko jwa..

Pace : (dengan suara gemetar) ah dokter ko gila ka?

Dok : Ah..tarada ko kan sakit jadi sa harus suntik ko..(dengan nada setengah memaksa)

Pace : pa dokter saya ini takut suntik...

Dok : lalu ko mau sembuh to?? kalo tidak mau suntik ko mau bagemana?

Pace : dokter ko suntik suda dalam gelas nanti baru saya minum

Dok :!!)##?????? (dokter cari obat penenang trus minum sendiri karena pusing dengan jawaban pace korinus)

Pace mikerk, ko ketawa suda

Syalom!!!!!

mikerk mengatakan...

@ Bung Eman,

Thanx atas komennya. Ya, saya memang terganggu dengan pengasingan paksa. GBU

@ 13,

Thanx GBU

mikerk mengatakan...

@ Mas Wildan,

Posting ini filsafati tetapi saya sengaja tidak ingin "masuk terlalu dalam". Biarkan "wisata menonton komodo" ini dilakukan dari "luar pagar" saja. Di dalam terlalu berbahaya. Thanx, GBU

mikerk mengatakan...

@ Pace Ruben,

HA HA HA HA HA HA HA....SA PU PERUT SUDA SAKIT TRADA OBATNYA....HA HA HA HA....SAYA BARU TAU KALO DI PAPUA ORANG SUNTIK LEWAT AIR MINUM ...HA HA HA HA HA HA....SYALOM PACE. JBU

Anonim mengatakan...

ha ha ha ha ha ha...pace ruben memang rusak binasa....ha ha ha ha (Sonny)

Anonim mengatakan...

Biar lambat asal selamat : SELAMAT HARI LEBARAN untuk pembaca blog yang beragama Islam. Mohon maaf lahir dan batin (Sonny)

poempuisi mengatakan...

Kuucapkan Selamat hari raya kendati ucapan ini terlambat. Lebih diucapkan daripada tidak sama sekali.

poempuisi mengatakan...

@ Bigmike,

Posting ini sangat mencerahkan. Ternyata hidup itu tidak sederhana yang terlihat. Oleh karena itu, mengandalkan diri sendiri rasanya amat sulit. Kita membutuhkan orang lain untuk berkawan dengan kita. Betul begitu?

Saya pesembahkan 1 puisi yang memberi petunjuk bahwa kesendirian adalah keterasingan.

poempuisi mengatakan...

"Strangers forever"

Can you sense me rushing through your mind?
I am the echo of your dreams
I am the teardrop from your eyes
Washed away in the summer rain

Just close your eyes and say my name
I will be your ride to the top of the world
To the depths of the deepest sea

Can you see me standing in your past?
I am all the wasted sunsets you couldn't have
I am the wishing star on your favorite sky
Showing you the true path

Just close your eyes and say my name
Just close your eyes and feel my love
Over, and over, and over, and over again

Can you feel me burning in your flesh?
I am your silent whisper beneath the sin
I am your blazing angel with too many flames
Burned into your eyes so deep

Just close your eyes and say my name
Just close your eyes and feel my love
Over, and over, and over, and over again

Can you hear me chanting in your soul?
I am the song you have sung before
I am the sweetest poem
Written deep within your heart

Just close your eyes and say my name
I will be your ride to the top of the world
To the depths of the deepest sea

And when you are awakened from your dreams
I will fade into your shadow
Like I was never here
I am gone again
And we will remain
Strangers forever

poempuisi mengatakan...

@ Special for Bang Pace Ruben.

Lama kelamaan komen-komenmu amat ditunggu-tunggu. Begitu kamu berkoemntar rasanya blog ini bergoyang karena orang-orang yang tertawa. Untuk itu saya khusus mempesembahkan 1 puisi "rusak" untuk Bang Pace Ruben....dibaca yaa bang...

poempuisi mengatakan...

Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami

Istriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan aku
Ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau
Lantas aku ingat satu hal
Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap aku sinari
Jadi..
Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku
Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati
dan Tuhan pun tak marah...

Balasan Puisi sang istri ...

Suamiku,
Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya
Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah TUHAN
ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga
Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu
AKAN TETAPIIIIIIII..
Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!!
Karena kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi
Bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang
Pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguak mata
Coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin ? PLIS DEH...!!!

angin-angkasa mengatakan...

@ Woooii Bigmike,

Heranlah, takjublah dan pe. rkecil sangsi bahwa di bulan ada air. Jika benar maka amanlah BM memakan kue semprong di bulan. Kalau kesedak dapatlah minum iair....wkwkwkwkwkwkw...

angin-angkasa mengatakan...

"Ditemukan Air di Bulan:

iga misi terpisah yang sama-sama meneliti Bulan menemukan bukti meyakinkan bahwa ada air di sana. Air itu terdapat di kutub-kutub Bulan dan mungkin terbentuk oleh angin Matahari.

Tiga laporan yang akan dipublikasikan di journal Science hari Jumat menyebutkan air itu bergerak secara aktif, kadang terbentuk lalu menghilang lagi seiring dngan percampuran dengan debu di permukaan Bulan.

Salah satu laporan diambil dari misi Chandrayaan-1 -misi pertama India ke Bulan. Data yang diteliti Carle Pieters dari Brown University di Rhode Island menunjukkan bukti spectrographic keberadaan air. Air itu semakin banyak ditemukan di daerah yang makin dekat pada kutub Bulan.

angin-angkasa mengatakan...

"Saat kami menyebutkan 'ada air di Bulan', kami tidakmerujuk pada danau, lautan atau genangan. Air di Bulan yang kami maksud adalah molekul air dan hydroxyl (hidrogen dan oksigen) yang berinteraksi dengan molekul batuan dan debu di lapisan paling atas permukaan Bulan," ujar Pieters.

Sementara Jessica Sunshine dari University of Maryland menggunakan pemetaan infra merah dari wahana antariksa Deep Impact untuk membuktikan adanya air di Bulan. Peneliti lain, Roger Clark dari U.S. Geological Survey memanfaatkan spektrometer - yang menguraikan gelombang cahaya untuk menganalisa unsur dan senyawa benda - dari wahana Cassini dalam menemukan air tersebut.

Laporan mengenai keberadaan air di Bulan ini muncul tepat saat ketertarikan para peneliti terhadap air di Bulan memuncak. Badan Antariksa AS sudah sejak lama mencari air di Bulan untuk mendukung pangkalan yang akan didirikan di sana.

Bulan depan wahana Lunar Crater Observation and Sensing Satellite atau LCROSS milik NASA akan mencari air dengan menabrakkan wahana ke permukaan Bulan.

angin-angkasa mengatakan...

SELAMAT HARI RAYA....MOHON MAAF LAHIR BATIN....

tuaksatu mengatakan...

ohuuuiiieeee. .da di kamar kos lagee...napa ga ada libur setaon kek, itu yg gw heranin....wkwkwkwkw...

tuaksatu mengatakan...

....I can see there's so much to learn
It's all so close and yet so far
I see myself as people see me
Oh, I just know there's something
bigger out there....

Bagian syair PC ini paling dahsyat...something bigger out there....itu yg bikin kita merasa terbatas....

alice mengatakan...

@ Bigmike,

Posting yang sederhana tetapi amat bagus. Saya juga setuju bahwa pemilihan lagu tema posting amat cerdas. Sesuai banget dengan tema posting. Two thumbs up dech...

alice mengatakan...

BERSYUKURLAH kita karena memiliki keterbatasan. Andaikata mata kita mampu melihat bakteri, mungkin kita telah berulang-kali pingsan sejak bangun tidur ketika menemukan jutaan bakteri di permukaan kulit kita. Oleh karena sepasang mata kita adalah dua lensa mikroskop, kita tak akan berani tiduran di atas karpet yang mengandung jutaan binatang renik yang terus-terusan bergerak.

Keterbatasan menjadi keberuntungan buat kita. Kalau telinga kita sanggup mendengar suara seluruh kegiatan organ tubuh: degup jantung, aliran udara yang memasuki paru-paru melalui lubang hidung dan lorong-lorong pipa dalam tubuh, geriut usus meremas bahan makanan yang telah dikunyah oleh gigi.... Alangkah ributnya dunia ini!

alice mengatakan...

Seandainya kita tak pernah mengantuk, apa yang terjadi? Barangkali kita akan membaca berpuluh buku, menyanyi tak putus-putus, mencoba semua menu untuk dimasak, makan dan minum, olah raga berjam-jam, yang ujung-ujungnya jenuh dan merindukan tidur namun tak kunjung datang. Betapa lelahnya fisik, pikiran, dan batin kita diperdaya oleh mata yang terus terjaga nyalang.

alice mengatakan...

Kekuatan perasaan juga terbatas. Ditandai dengan air mata yang membasahi pipi ketika rasa haru, sedih, dan kecewa, menyerbu. Kekuatan kesabaran juga terbatas, menurut manusia. Tentu, karena kita bukan golongan para Nabi. Keterbatasan itu, sayangnya, kerap ditunjukkan dengan peristiwa-peristiwa mengerikan. Mungkin kita tak dapat melupakan kejadian seorang ibu yang bunuh diri seusai menghabisi keempat anaknya dengan serbuk potas. Karena apa? Menurut kesimpulan yang diperoleh dari pelbagai jejaknya, penyebab semua itu adalah keterbatasan dalam menghadapi masalah. Pertanyaannya, benarkah masalah yang terbebankan kepadanya tak sanggup lagi ditanggungkan?

alice mengatakan...

Dalam sebuah seminar kepemimpinan yang pernah saya ikuti, saya sempat menyaksikan video tentang olimpiade orang-orang cacat. Segala yang serasa mustahil tampak nyata di sana. Pelompat tinggi dengan satu kaki, perenang tanpa tangan, dan pelari marathon yang menggunakan kedua tangannya karena kedua kakinya invalid. Saya juga teringat pianis Hee Ah Lee dari Korea, Hellen Keller, Stevie Wonder, Ray Charles dan lain sebagainya. Mereka luar biasa dalam keterbatasannya.

Mari kita mensyukuri keterbatasan yang kita miliki. Karena dengan keterbatasan itu, mudah-mudahan kita akan menyadari setiap kelebihan yang terkandung di dalamnya.

Anonim mengatakan...

@ Mbak Eliz,

Anda betul skali. Bukankah dalam keterbatasan justru ada tangan Ilahi yang menguatkan kita? Komentar anda luar biasa (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku (Paulus): "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. SEBAB JIKA AKU LEMAH, MAKA AKU KUAT." (2 Kor:12: 9-10)

(Yes)

Anonim mengatakan...

@c Pak Mike,

Meski posting ini agak lama baru keluar tetapi begitu keluar langsung mencerahkan pikiran. Terima kasih (Yes)

alice mengatakan...

Terima Kasih Bang Yes. GBU

Anonim mengatakan...

Oh ya sama-sama Mbak ELiz. GBU too.

Untuk kawan-kawan Muslim, SELAMAT HARI RAYA

Esther mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Esther mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

@ Pak A9ust,

Itu namanya "gula sabu makaditi". Gula sabu tu mengalir ke mana-mana dan begitu sesuatu menempel, susah sudah untuk terlepas ha ha ha ha...tapi saya punya A'a memang gampang bikin orang kagum.

Saya semakin kagum ketika kami berbincang tentang Bupati Sabu. A'a saya bilang....tolong kasi ijin beta untuk setia dengan panggilan hati menjadi seorang Guru.....Saya jadi kagum dan hormat. Saya juga teringat Bapa Robert Almarhum yang setia sebagai guru. Luar biasa (Savunesse)

Anonim mengatakan...

Saya heraaaannnn...menurut berita di Kupang Pos...hanya dalam tempo 3 bulan anggaran hampir 100 milyar di Kabupaten Sabu lenyap sedangkan orang Sabu masih begitu-begitu saja. Pejabat dari Kabupaten Induk tidak mau pindah. SAya heran. Saya sangsi....kasihan orang Sabu (Savunesse)

Anonim mengatakan...

@Savunesse
ama, itu yang bekin susa orang sabu, orang darimana??? kastau bta dolo supaya beta mau hoja itu manusia tar bertanggung jawab dong

due hawu+

mikerk mengatakan...

MAAF, KALI INI SAYA TIDAK NYAMAN DENGAN PERCAKAPAN YANG ERAKHIR. PAK AGUS MENANGGAPI ESTHER YANG BAGI SAYA TIDAK JELAS SAMA SEKALI ORANGNYA. LALU IBU DOLLY B MENANGGAPINYA DENGAN CARA DIA SENDIR. SAYA TIDAK NYAMAN DAN SAYA HAPUS SEMUA KOMENTAR ITU.

MAAF

mikerk mengatakan...

SAYA SUDAHI PERCAKAPAN DI SINI DAN SAYA ISTIRAHAT POSTING UNTUK SEMENTARA WAKTU. MAAF

wilmana mengatakan...

Awee... beta baru nongol lagi setelah lama jalan-jalan ke dunia fesbuk, eh ketemu penutup komentar dari KK BM yg nadanya kurang enak.

Kayaknya lagi kemosi neh. Tapi, beta kira mari kita maklumi saja. Paleng tida beta pribadi sadar bhw bgmn pun lembut dan baiknya BM, beta tida boleh bicara dan bertindak seenaknya dan lupa BM juga bisa tersinggung.

Akhirul kalam, mari kita berdoa dan berharap masa jeda ini cepat berlalu dan BM kembali menyuguhkan bg kita pemikiran2 beliau yg menggelitik dan mengundang selera berdebat.

Anonim mengatakan...

Harap semua pihak mampu menahan diri dari komentar yang tidak perlu agar supaya kita sama-sama tidak kehilangan gagasan-gasan menggelitik yang selalu dibawa oleh BM dalam setiap posting (PaceNoge)

Anonim mengatakan...

@ Pace Bigmike,

Saya bisa memahami suasana hatimu tapi harap diingat jangan gara-gara 1-2 manusia bermulut durjana lantas BM mengorbankan kami yang mayoritas. Harap dipertimbangkan (PaceNoge, Jayapura)

Fakhry mengatakan...

Jujur< jikalau BM stop posting...saya kehilangan 1 sahabat. So, posting kembali, BM. We love u full (Proxy73)

Anonim mengatakan...

Ya, menulislah kembali BM (Eman)

poempuisi mengatakan...

@ Bigmke,

Kembalilah memposting sesuatu, kami merindukan gagasan-gagasanmu, sahabat.

tuaksatu mengatakan...

@ Bigmike,


???????????????????????????

faradhiani mengatakan...

Posting lagi duuuunnnnkkkkkk!!!!!!!

ruben mengatakan...

@ heiiiii Pace mikerk,

Sa pikir pace mikerk trada potongan kase tenggal sahabat-sahabat di blog ini to????? Na, soal pace masih dongkol itu sa mengerti tapi coba pace mikerk sima baik-baik 1 ceritra dari papua....

"Pace Yaklep dan rumah terbakar"

Api sedang berkobar melalap pace Yaklep pu rumah. Dia datang, saat tiba di lokasi, Pace Yaklep ko lihat rumah sudah hampir musnah dilahap api.

Saat berdiri terpana dengan muka tra laku, tahu-tahu ada bagian atap yang jatuh dekat pace Yakelp pu kaki. Pace ko ambil potongan kayu yang masih menyala itu, dan dia pake nyalakan rokok.

Sambil bikin muka tra laku dan tra berdosa pace Yaklep bilang ke petugas pemadam kebakaran…

"....biar suda rumah hangus, tetapi setidaknya saya masih dapat bagian rumah yang berguna untuk menyalakan sa pu rokok ….."

Nah, pace Yaklep masih bersukur bahwa biar rumah hangus tapi masih bisa nyalakan rokok. Mungkin ada sahabat yang mulut kurang beres tapi masih ada sahabat lain seperti saya, iya kan pace?

Nah, pace mikerk, ko pikir trus ketawa suda....

Anonim mengatakan...

@BM
Posting lagi broer...kami semua menunggu tulisannya...pakailah talenta yang Tuhan berikan spt misi blog ini. We love u fuuuuullllll (Adek)

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

hicks hicks .......

//Pritha//

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Posting lagi dong (PM)

Anonim mengatakan...

kita semua, mohon pahami dan berempati apa yg sedang dihadapi dan dirasakan dalam hati BM tapi yang pasti kami smua merindukan tulisan dan pikiran2 segar nan jenaka dari BM.
kiranya kita semua bersabar ....
teriring salam dan doa

DTN=