Minggu, 05 Juli 2009

inilah calon presiden pilihan saya (posting iseng - ih seneng)

Dear sahabat blogger,

Masa edar posting lama hampir habis. Saya sedang menyiapkan sebuah posting baru tetapi masih belum "layak tayang" tagal masih ada yang harus diperiksa kembali. Tetapi keinginan untuk membuat posting baru amatlah kuat....sooo....so what giiicyyyuuu loohhh ...... hhmmhhhhhh .... Naaaaahhhh, ada jalan, begini:

Masa kampanye pilpres sudah selesai. Ke-tiga pasangan Capres/Cawapres sudah unjuk gigi, unjuk kebolehan, termasuk unjuk janji dan unjuk bohong (walaaahh....supaya konsisten dengan posting lama saya saya ganti saja menjadi...), .... unjuk kompetensi lupa-lupa ingat...lupa kelakuan diri sendiri tetapi ingat betul kesalahan orang lain....wwwrrrrrrrr.......capeeeek deh....maka, jujur saja: saya bosan. Betapa tidak, Mega-Pro (sebenarnya saya menyukai pasangan ini tapi...) agak membosankan. SBY-Berboedi paling suka ja'im tapi mamma miaaaa,... justru paling gemar "mengolok-olok orang lain. SBY pernah mengaku dikeroyok padahal entah apa namanya jumlah koalisi pro SBY yang amat banyak itu ketimbang lawan-lawannya. Lebih tidak nyaman lagi bagi saya adalah ketika dalam debat terakhir SBY terlihat "cuci tangan " dihadapa isu iklan "pilpres 1 putaran". Kasiha Denny JA karena tidak "diakui" oleh SBY. "Dia bukan bagian dari tim kampanye saya", begitu kata SBY. JK-Win, sebenarnya paling atraktif, Lucu dan menggemaskan. Tapi ya itu loh....lupa-lupa ingatnya amat kuat...ingat kesalahan SBY lupa bahwa dia juga bagian dari pemerintahan SBY.......Kesimpulannya? Saya masih harus menunggu hari-hari terakhir menjelang d-day, 08 Juli 2009....itupun jika pemilu jadi dilaksanakan 8 Juli karena...konon...Mega-Pro dan JK-Win masih mempersoalkan DPT (daftar pemilih terkacau) yang tetap amburadul. Kata berita di www.tempo interaktif.com "Dikhawatirkan 30 Juta Orang Tak Bisa Memilih" ..... bujuuuu buneeenggg....mamma tana yaaaeeeeeee.....

Jikalau berita itu benar, mohon maaf, dengan keyakinan bahwa pemilu adalah wadah ekspresi kedulatan rakyat dan ketika partisipasi rakyat dicedarai maka, bagis saya, pilpres 2009 adalah sebuah "perselingkuhan". Perbuatan serong yang merampas kedaulatan rakyat. Kata pemerintah...waaah, itu urusan KPU. Kata KPU...walaaaahhh....DPT berasal dari Mendagri. Siapa salah siapa benar? Hanya Tuhan yang tahu. Tetapi saya masih berbaik sangka. Sebelum berita itu terbukti benar maka masih ada 1-2 hari ke-depan bagi saya untuk memutuskan ikut tidaknya dalam proses pilpres 2009. But, time is running out. Bagaimana jika masalah itu kembali tidak berujung pangkal atau pangkalnya dianggap tiada lalu ujungnya dipaksa juga untuk ditegakan...sebelum diduga macam-macam, maksud saya adalah: ...akar masalah DPT diabaikan lalu tanggal 8 Juli 2009 pemilu berjalan bagai business as usual. Benakah? Ya, mbuh. Lagi-lagi hanya Tuhan yang tahu. Jikalau benar skenario buruk itu yang terjadi maka mohon dimaafkan karena saya terpaksa memilih capres-capres lain. Dan inilah mereka:

1. Bob Dylan
2. Iwan Fals
3. Mick Jagger dan the Rolling Stones-nya

haaaaaaaaaa??????? apa-apaan ini???? ... ya begitulah keinginan saya... ini blog saya dan saya berdaulat di blog ini kan???? .... ha ha ha ha.....Maksud saya, dari pada pusing-pusing mikirin pilpres yang kurang bermutu ini lebih baik saya mendengar lagu-lagu ciamik dari 3 tokoh musik yang paling mendekati warna suasana hati saya. Apa saya ini? Sudah barang tentu untuk menguraikan siapa saya ada filsafatnya (dan akan saya postingkan nanti) tetapi mungkin di balik semua "kedogolan" saya, maka saya sebenarnya adalah "orang dengan semangat anti kemapanan yang amat kuat". Betulkah itu adalah saya seluruhnya? TIDAK JUGA karena sesungguhnya saya adalah manusia paradoks dan oleh karena itu....uuuupsssss stop sampai di sini saja dahulu karena saya tidak ingin banyak bacot tentang perkara ini...lain kali saja.....

Sekarang, back to the laptop, mengapa 3 manusia di atas saya pilih sebagai caprem ...eh ini bukan salah ketik...CAPREM (calon presiden musik...wkwkwkwkwk....).

Pertama, semua ketiganya punya semangat anti kemapanan yang amat kuat. Bagi mereka, hidup bukanlah hal statis dan establish. Hidup harus terus bergerak dan berubah. Jagger dan The Rolling Stones adalah pelopor generasi bunga yang menghantam kemapanan yang dibawa oleh the Beatles. Jika the Betales tampil rapih maka Jagger dkk. urakan. Mereka menjadi pioner generasi hipies dalam dunia musik. Jangan salah, idea yang dibawa oleh flower generation bukan hanya melanda kaum pemusik tetapi juga merasuki hampir semua budaya mapan di dunia. Lalu bagaimana Bob Dylan? Robert Zimmerman, nama asli Bob Dylan, sejatinya adalah pengikuti The Rolling Stones tetapi spesialisasinya lain. Bagi Bob Dylan, bermusik adalah alat yang digunakan sebagai media penyampai aspirasi politik dari young flower generation yang menentang ketidakberesan politik negara. Bob Dylan berani, amat berani, mengkritik negaranya sendiri USA dalam urusan Perang Vietnam yang memang tak jelas moralitasnya itu. Musik protes semacam ini menjaid trend besar di akhir 1960-an dan mereka berhasil. Nixon memutuskan berhenti berperang di Vietnam. Lalu, bagaimana Iwan Fals? Tak diragukan lagi. Kota Bandiung yang amat Stones Mania di tahun 1970-an rasanya ikut membentuk ide-idenya bemusik. Lalu, bukan cuma itu, menuut pengakuannya sendiri di tahun 1980-an, Bob Dylan menjadi inspirasinya. Keberanian Iwan tidak main-main, ketika semua pemusik, dan bahkan kebanyakan masyarakat tidur tiarap di hadapan pemerintah ORBA yang anti demokrasi itu, Iwan Fals berteriak keras.....BONGKAR....dan dia dimusuhi pemerintah ORBA serta kaki tangannya. Lalu, saya ingat betul dalam salah satu wawancara di TV bersama seorang tokoh pergerakan mahasiswa di tahun 1998 yang mengkui bahwa lagu-lagu Iwan Fals menjadi salah satu sumber semangat bagi perjuangan mereka. Dan, mereka berhasil. Ya, mereka adalah generasi penikmat Iwan Falz yang tegar melawan ketidakadilan. Iwan Fals bukan bertipe penyanyi oportunis bayaran yang dengan mudah mendendangkan lagus setipe jingle indomie-SBY. Mental Iwan bukan mental lunak sepert itu.

Kedua, selain beridealisme anti kemapanan (...sama seperti saya ehemmm...), adalah persistensi mereka dalam bermusik. Caprem pilihan saya adalah orang yang terus berkarya bertahun-tahun tak ada hentinya. Elvis berjaya antara 1957 - 1977 setelah itu frustrasi dan mati. Jacko berjaya antara 1968 - 1990-an. Sepuluh tahun terakhir sudah tidak ada lagi karyanya yang gemilang. Hidupnya digerogoti skandal skandal. Lalu, frustrasi dan mati. Freddy Mercury dimana? Bercinta overdosis membuat dia meregang nyawa tagal AIDS. Nah, tiga caprem saya itu, memang tidak bebas dari perkara kontroversial, tetapi lihatlah: Jagger dkk, berkarya sejak 1962 - hari ini. The Rolling Stones masih terus merekam dan menguasai panggung konser sebagai group dengan bayaran termahal. Penonton konsernya di Brazil yang berjumlah 2.5 juta orang di tahun 2007 adalah sebuah rekor dunia yang belum terpecahkan. Album terakhir Bob Dylan dengan mudah menempati anak tangga # 1 di chart lagu dan album, baik di Amerika maupun di Inggris padahal dia sudah berkarya sejak tahun 1964. Iwan Fals masih amat disegani di Indonesia dan masih terus memproduksi lagu-lagu hits yang baru kendati dengan tema yang lebih soft. Berkali-kali diajak terlibat dalam politik praktis tetapi Iwan menolak. Komitmentnya hanya untuk bermusik. Iwan pantas dihormati atas sikapnya itu.

Ketiga, jika diperhatikan amat sangat, suara ketiga caprem saya tersebut sesungguhnya tidaklah merdu-merdu amat. Bahkan menurut saya, Bob Dylan tidak sedang bernyanyi melainkan menggerutu. Iwan Fals lebih sering kedengaran sedang berteriak dan bukannya bernyanyi. Suara Mick Jagger yang melayang ringan itu sebenarnya terdengar seperti sekedar aliran udara yang didesak keluar dari tenggorok lalu melintasi lidah panjangnya dan akhirnya tersebar kemana-mana melalui bibir super ndower-nya itu. Nggak merdu.

Lalu, mengapa 3 variabel itu, yaitu anti kemapanan, persistensi bermusik dan suara yang biasa-biasa menjadi tolok ukur? Ada jawaban yang amat filosofis tetapi mohon maaf, saya simpan saja dahulu. Mudahnya begini: tak pernah mau diam adalah wujud manusia yang harus selalu berbuat. Bekerja dan membuat perubahan. Persistensi adalah hal yang bertalian dengan konsistensi dan komitmen. Akhirnya, suara yang biasa-biasa menggambarkan bahwa sesungguhnya kita adalah manusia biasa. Manusia fana yang mudah keliru. Manusia rata-rata tetapi adalah Rahmat-NYA maka kita diberkati Tuhan dengan talenta. Sukuri lah talenta dari Tuhan (bandingkan dengan MJ yang "menolak berkulit hitam" - Quincy Jones). Bekerja secara konsisten guna mewujudkannyatakan rasa sukur kita. Sisanya adalah "C'est La Vie". God Will Bless Us

Mari bantu saya menikmati musik-musik anti kemapanan dan persisten dari 3 caprem pilhan saya.


Please
listen and have enjoy, my friends


Tabe Tuan Tabe Puan

111 komentar:

mikerk mengatakan...

"Blowin' in the Wind" (Bob Dylan)

How many roads must a man walk down
Before you call him a man?
How many seas must a white dove sail
Before she sleeps in the sand?
Yes, 'n' how many times must the cannonballs fly
Before they're forever banned?
The answer, my friend, is blowin' in the wind,
The answer is blowin' in the wind.

Yes, 'n' How many years can a mountain exist
Before it's washed to the sea?
Yes, 'n' how many years can some people exist
Before they're allowed to be free?
Yes, 'n' how many times can a man turn his head,
and Pretend that he just doesn't see?
The answer, my friend, is blowin' in the wind,
The answer is blowin' in the wind.

Yes, 'n' how many times must a man look up
Before he can see the sky?
Yes, 'n' how many ears must one man have
Before he can hear people cry?
Yes, 'n' how many deaths will it take till he knows
That too many people have died?
The answer, my friend, is blowin' in the wind,
The answer is blowin' in the wind.

mikerk mengatakan...

Iwan Fals - Bangunlah Putra Putri Pertiwi

Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
Tegap tubuhmu tak kan tergoyahkan
Kuat jarimu kala mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkerammu

Angin genit mengelus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh karisma

Pulau pulau yang berbencar
Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku
Singkirkan kutu kutu di sayapmu
Berkibarlah benderaku
Singkirkan benalu di tiangmu
Hei jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia
Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri ibu pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji

Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut
Dan coba kau dengarkan pancasila itu
Bukanlah rumus kode buntut
Yang hanya berisi harapan
Yang hanya berisi khayalan

mikerk mengatakan...

(I Can't Get No) Satisfaction
(written by Jagger/Richards)

I can't get no satisfaction
I can't get no satisfaction
'Cause I try, and I try, and I try, and I try
I can't get no, I can't get no


When I'm drivin' in my car
And that man comes on the radio
And he's tellin' me more and more
About some useless information
Supposed to fire my imagination
I can't get no, oh no no no
Hey hey hey, that's what I say


I can't get no satisfaction
I can't get no satisfaction
'Cause I try, and I try, and I try, and I try
I can't get no, I can't get no


When I'm watchin' my TV
And that man comes on to tell me
How white my shirts can be
Well he can't be a man 'cause he doesn't smoke
The same cigarrettes as me
I can't get no, oh no no no
Hey hey hey, that's what I say


I can't get no satisfaction,
I can't get no girly action.
'Cause I try, and I try, and I try, and I try
I can't get no, I can't get no


When I'm ridin' round the world
And I'm doin' this and I'm signing that
And I'm tryin' to make some girl
Who tells me baby better come back later next week
'Cause you see I'm on losing streak
I can't get no, oh no no no
Hey hey hey, that's what I say


I can't get no, I can't get no
I can't get no satisfaction
No satisfaction, no satisfaction, no satisfaction

Anonim mengatakan...

Wah, ni bkn posting iseng...ini posting serius yg dibikin jadi bahan iseng..khas BM...ha ha ha.....ya udah...gw juga malez ikut pemilu coz udah kena sihir...wkwkwkwkw....

kalo gw, caprem ku:
1. Justin Timberlake,
2. Eminem
2. Rihanna (biar ada perempuannya ..wkwkw...) OK ga?

(Ryan)

Anonim mengatakan...

Oh iya BM, sebagai seorang Doktor, masih percaya sihir ga? tuh..doktor SBY masih percaya.....wkwkwkwkw...

Anonim mengatakan...

sori (Ryan)

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike,

Sama dengan rekan Ryan, saya juga berpendapat bahwa posting kali ini serius sekali. Hanya disampaikan secara "maen-maen gila", kata orang di Kupang. Khas Pak Mike.

Dan lebih jauh saya lihat Pak Mike sedang menegaskan filosofi "rumput" yang diposting tahun lalu. Rumput adalah talenta yang harus disukuri dan dikembangkan. Siapa tahu bisa jadi pohon, jika Tuhan berkenan. Ah, saya yakin hal ini adalah bahan renungan dari Pak Mike di hari minggu ini. Sudah lama pak Mike tidak posting pas hari minggu. Shalom. GBU (Yes, BTN)

Anonim mengatakan...

@ Pak MIke,

setelah saya renungkan lebih mendalam lagi dan dengan referensi beberapa ayat saya berksimpulan bahwa filsafat bahagia dari Aristotes daat menjadi alat bantu yang baik guna memahami maksud Alkitab tentang hidup di dekat Allah. Terima kasih sekali lagi atas pencerhannnya. Dosen kok dilawan ya pak Mike???? ha ha ha ha ha....(Yes, BTN)

tuaksatu mengatakan...

Ia dech, GW juga bingung ma pilpres nih. Kesan ga netralnya kuat banget. Ada fomat C1 yang nguntungin calon no. 2, ada spanduk KPU dengan contoh contreng no. 2 dan ada masalah DPT yang beres-beres. Apaaaaaaaannnnn?????

Yang terakhir SBY mengeluh kena sihor...wkwkwkwk....Megawati ngomongnya blepotan, JK ngomong kayak ga punya salah di pemerintahan lalu....

Trus ada Ruhut yang rasialis, ada Deni JA yang ilmuwan berubah jadi pedagang, ada malarangeng bersaudara yang sok pinter...waddduuuhhh....gw timbang-timabgn golput ajah ...capek dechhh...

tuaksatu mengatakan...

Gw setuju ma pilihan BM ma capremnya....ketiga tokoh ini kendati biasa-biasa saja tetapi hitsnya udah bejibun ga kehitung dan ...ini kelebihannya....bisa didaur ulang oleh grup blakangan...

Tapi boleh nambah ga? Beatles, Yes, Genesis, Koes Plus....piye boszzz?????

anna mengatakan...

Yachhhh...BM gimana sih???? kok ragu ke Mega-Pro???? GW tetap mega-pro. Kalo bukan yang perempun ngedukugn dia lantas siapa??? iya ngga???? mudah-mudahan BM kembali yakin ya....hidup Mega-Pro Rakyat

anna mengatakan...

GW setuju caprem-nya BM tapi usul ya, Jagger ngga ikutan....dalam sensitif gender, Jagger hobi kawin tuh....

Nah GW usul:

1. Iwan Fals;
2. Bob Dylan;
3. Ella Fitzgerald (gender sensitif dikit napa seeeeehhhh??).

OK nggak tuh....

anna mengatakan...

Tapi GW setuju ma Ryan, posting ini kliatan aja iseng tapi esensinya dalem banget. Khas BM yang bikin gw kepincut abies....

@ Tuak 1,

Blog lu keren tapi coba deh diilangin gambar jorok tuh...ngeres banget se looo....

mikerk mengatakan...

@ Dear Friend,

Saya membuat beberapa penyuntingan. Semoga tulisan lebih mudah dibaca. Thanx yang sudah berkunjung dan berkomentar. Mas Ryan, Om Yes, mister "polos" tuak satu (he he he kena disentil mabka Anna ya...ha ha ha ha), dan Mbak Anna yang cantik. GBU

mikerk mengatakan...

Saya setuju-setuju aja sama usulan caprem. Lain kepala lain pikiran toh??? bahkan saya nunggu ada ngga yang mengusulkan Rhoma Irama atau Mbah Surip "tak gendong" itu ...haaaaaa haaaaaaaa.....(niru ketawanya mbha Surip). Tabe

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Kesal sama proses pilpres ya???? itulah politik bung. POLITIK. banyak intrik dan banyak liciknya. Itu sebabnya sejak dahulu saya berharap BM tidak masuk dunia kocar-kacir itu. Ilmu anda yang tinggi di bidang kehutanan, DAS dan fire managenent itu amat diperlukan oleh masayarakat NTT. Berkaryalah terus, komitmet, kosisten dan berperilaku biasa-biasa saja. OK boss???? (Orang Kupang)

mikerk mengatakan...

ha ha ha sahabat "Orang Kupang" terima kasih banyak atas apresiasinya. Saya kesal pada pross pilpres? jawab saya secara jujur ..YA. Tetapi itu tidak berarti saya membenci politik. DAlam filsafat manusia diajarkan bahwa pada dasarnya yang mebuat saya berbebda dari monyet misalnya adalah, antara lain, karena saya berpolitik.

Tetapi menerjunkan diri total ike politik praktis, anda betul. Saya tidak tertarik. Dunia saya adalah dunia ilmu dan saya masih bodoh di situ. Masih banyak yang harus saya pelajari dan di dedikasikan kepada sesama.

Sekali lagi, terima kasih banyak. GBU

Anonim mengatakan...

@ Bigmike,

Wah senang bisa ditanggapi langsung oleh anda. Saya juga pengang baek-baek kata-kata BM malam ini. Saya bangga punya blogger yang hebat dari kampung halaman saya, Kupang manise. Keep on posting kawan. GBU. Syalom (Orang Kupang)

Anonim mengatakan...

Sumpah, ini bukan posting iseng. Ada banyak mutiara tersebar dalam tulisan ini. Saya ingin memngut 1, yaitu komitment dalam bekerja.

Banyak orang ketika melamar pekerjaan berperilaku bak pengemis besar. Setelah bekerja, hari pertamapun dia sudah menghilang. Ada yang berkoar-koar besar menjadi anggota legislaitf tetapi koitmennya kendor sehingga dia lebih mirip calo proyek. Ada lagi yang pidato besar sebagai capres atau gubernur atau bupati. Sesudah terpilih kerjanya hanya menipu rakyat.

Posting BM mengingatkan kita bahwa BEKERJA TANPA KOMITMEN ADALAH MUNAFIK, BOHONG, PUTAR BALEK, PECUNDANG DAN SETERUSNYA.

Thanx BM atas postingnya yang bermutu tinggi ini. Bukan iseng. (Julius)

Anonim mengatakan...

Usul tambahan saya untuk caprem, adalah BOB MARLEY. OK tuh (Julius)

Fakhry mengatakan...

Yes, posting baru. Bacaan baru lagi neeehhhh....

Gw c7 banget ma capremnya my bos BM tapi setelah quick count harap kita-kita ikasi tau ya siapa pemenangnya. Kalo gw sih milih Jagger. He is the best. (Proxy73)

Fakhry mengatakan...

Suntuk ma pilpres? ya ngga usahlah, settingannaya udah SBY mo apa lagi?

Nih GW sharing gimana tim SBY ngatur semuanya. Bahan gw ambil dari postingan sohib di www.dwikisetiyawan.wordpress.com (browsing ndiri deh)

Nih gw bagi ceriteranya:

"Rahasia di Balik Polling SMS TV One dan Metro TV"

4 Juli 2009 oleh Dwiki Setiyawan http://dwikisetiyawan.wordpress.com/

Di milis Kahmi Pro Network, rekan saya Fami Fachrudin yang mantan caleg DPR-RI dari Partai Gerindra, menulis catatan ringan mengenai kegiatan polling short message servive (sms) saat berlangsung acara Debat Capres dan Cawapres beberapa waktu lalu.
Dari penuturannya, barulah saya tahu, “Oh begini tho ‘pertempuran’ yang terjadi dibalik kegiatan polling sms untuk saling dongkrak-mendongkrak perolehan hasil akhir yang selama ini tidak diketahui publik.”

Fakhry mengatakan...

Rekan Fami Fachrudin ini pendapatnya saya kutip lengkap untuk tulisan ini, karena dia punya kapasitas untuk bicara soal polling sms dimaksud. Saat ini ia Presiden Direktur PT ASMINDO. Sebuah perusahaan berkantor di Jakarta yang bergerak di bidang content provider, telekomunikasi dan teknologi informasi. Pembaca yang ingin tahu banyak soal sosok satu ini, silakan klik situsnya di http://www.masfami.com.

Di milis tersebut, Fami yang asli Bumiayu Jawa Tengah itu menuturkan bahwa ia menggunakan SMSCaster untuk ‘membom’ empat digit nomor tujuan pengiriman sms. Program SMSCaster ini, katanya pula bisa dicari di internet lewat Mesin Pencari Google.

Berikut catatan Fami Fachrudin mengenai sepak terjang dibalik kegiatan Polling SMS Debat Capres dan Cawapres selengkapnya:

Fakhry mengatakan...

Karena debat capres-cawapres sudah usai, mungkin perlu sedikit diungkap secara singkat bagaimana kegiatan polling di TV One dan Metro TV.

Saya sedih dan geli, ketika para pakar dan juru bicara Tim Kampanye Nasional dengan “serius” membahas hasil polling tersebut, termasuk our newly crowned as professor yang pada debat cawapres ke-1 jadi komentator di Metro TV. Padahal, bersama Ami Geis, Dian, dan Tatat di OhLaLa (belakangan datang Medrial, Hamid, dan IJP) saya kirim ribuan sms dari laptop saya untuk menyodok suara dukungan sms utk Prabowo hingga 32%. Saya geli saat pengamat kita membahas hasil polling tersebut dengan segala argumennya.

Fakhry mengatakan...

Saat debat capres pertama usai, paginya Mega-Prabowo Media Center membahas soal perolehan suara Mega pada polling sms kedua TV tersebut yang sangat rendah. Mereka mengeluh karena kesulitan mengirimkan sms dukungan ke 3030 (TV One) maupun 6876 (Metro TV).

Sebagai orang yang menggeluti bisnis content provider, saya mengerti betul bagaimana teknis yang ada di belakang mesin 3030 dan 6876 bekerja. Lalu saya sampaikan kepada kawan-kawan (di Tim Sukses Mega-Prabowo), sediakan saya pulsa senilai 10 juta rupiah, saya akan bekerja menaikkan angkanya.

Singkat kata, seusai debat cawapres 1, suara Prabowo di Metro TV mencapai 32, Boediono 45, dan Wiranto 20. Itu berkat 2 buah modem dan pulsa senilai Rp 10 juta.
Mungkin merasa kecolongan (Boediono di bawah 50%), pada debat capres ke-2, atau seri debat ke-3 dari serial debat itu, pengiriman memakai modem dipersulit. Puji Tuhan, ada orang Metro TV yang teledor kirim sms ke nomor yang dipakai untuk “menggempur” berbunyi:
“Tolong jangan jadi spammers –Metro TV“.

Fakhry mengatakan...

I got you! Rupanya aliran sms yang masuk ke mesin 6876 ‘diplototin’ sama mereka sehingga nomor yang berkali-kali masuk bisa ketahuan. Sms itu adalah bukti bahwa aliran sms yang masuk “dikontrol” oleh mereka. Pikiran kotor saya berpendapat, mereka mau mengontrol agar suara SBY-Boediono tetap di atas 50%.

Ini jelas tidak fair. Pertama, sms yang saya kirim isinya sesuai dengan petunjuk. Kedua, jumlah sms yg saya kirim tidak melanggar aturan karena presenter bilang: kirim sebanyak-banyaknya !
Malam itu hasilnya mengecewakan. Paginya Media Center mengadakan jumpa pers untuk sedikit menyentil praktek tersebut.

Fakhry mengatakan...

Pada seri ke-4 atau debat cawapres ke-2, saya sediakan 5 modem dan pulsa senilai 3p 20 juta. Hasilnya, suara Prabowo di TV One merangsek hingga 36% (Boediono 48). Hanya di Metro TV yang saya dapati masih “dipermainkan”. Sejak pukul 18.00 hingga 21.00 wib, seluruh sms berisi “Cawapres 1″ yg dikirim ke 6876 mental dan dapat jawaban “layanan tidak tersedia”. Anehnya, jam 21.00 Metro TV tetap mengumumkan hasil pollingnya.

Seri debat terakhir saya pulang kampung jadi tidak ikutan polling. Hasilnya Mega mendapat 14% di TV One dan 9% di Metro TV.

Tahukah Saudara bagamana SBY-Boediono menangani polling ini? Mereka membayar sebuah perusahaan content provider (namanya saya rahasiakan) dan menyiapkan seluruhnya 50 modem.

Fakhry mengatakan...

So, sodara-sodara sebangsa dan se tanah air....melihat gelagat ini + kinjer KPU soal DPT (JK-Win dan Mega_pro ada pertemuan ni hari ngebahas DPT dan antisipasinya) + lain-lain gelagat....MASIHKAH KITA PERCAYA PILPRES ADALAH LUBER DAN JURDIL?

Mungkin pendunugn SBY akan bilang, yakin...anda semua udah kena sihir tuh....GW mutusin...GOLPUT....cari berita cari makan...udah...wkwkwkwkwkw...

BTW, BM, yuo are s special. Bos baiknya berkarya di Jakarta aja dech. Amatan si Bosz ga meleset. Tapi ingat ya....pilih Jagger...wkwkwkwkwk....

(Proxy73)

Anonim mengatakan...

Lama-lama pilpres terasa menakutkan. SBY tampak diam saja ketika Mega dan JK ribut soal DPT. Siapa untng siapa buntung? menarik ditunggu. Sembari nunggu, gw ikutan BM milih caprem. Pilhn gw is MJ, Madonna dan Mariah Carey (Nana)

Anonim mengatakan...

oh iya, Bang BM, ngepost lagu iwan fals gunakan rekaman lama ajah soale yg ni nyanyian liriknya kurang (Nana)

Anonim mengatakan...

ga suka sama 3 capres cawapres ya gampang...ayo menangkan GOLPUT!!!!!! gitu aja kok reeepppoootttt....(no name)

Anonim mengatakan...

blog bagus. posting keren. Lebih keren jika mau ikutan golput

Anonim mengatakan...

Ah no name katrooookkkkk....mau bernegara ga mau ikut pemilu...udang bener otak elooo....

@ BM,

Jangan manas-manasin dooooong.....!!!!!

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

Presiden ku:

1. SBY

2. SBY

3. SBY

Mau apa kalian????

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

PROXY73, FAHMI 1 GENG ALL KATROX GENDENG MO APE ELO???? MINGGAT DARI INDONESIA ELO PADE TINGGAL AJAH DI KUTUB UTARA

==ANAK NKRI==

amir_breeze mengatakan...

Sebetulnya ada apa dengan DPT dari sisi legal, ya?

Di blog Cantik Selamanya, ada artikel bagus soal hal ini. Tiap Senin, memang Cantik Selamanya punya artikel legal.

Judul artikelnya, "Ada Apa dengan DPT (Menjadi Manusia Utuh)"

Bagus deh, orisinal, informatif, dan punya narasumber dari kalangan hukum.

Anonim mengatakan...

ha ha ha ha ha ANAK NKRI sekarang kedengarannya kayak ANAK SBY....LOI.....oleeee...oleeee....dodol
(Proxy73)

Anonim mengatakan...

@ ANAK NKRI,

Memutuskan untuk memilih 1 pasangan capres tidak berarti boleh menghina orang lain. Kelakuan persis katak begini kok tidak hilang-hilang. Dulu tempurungmu dinamakan NKRI ternyata sebenarnya tempurung SBY.

Anda mereduksi diri anda sendiri. Sayang sekali ya (Eman, CN, TDM)

Anonim mengatakan...

@ All,

Akhirnya pencerahan itu datang juga. DPT memang masalah krusial tetapi selalu dianggap sepele oleh KPU dan Pemerintah. Andi Malarangeng dari tim SBY mengomentari masalah ini dengan ringan. Bernuntung MK masih punya hati nurani dan bisalah akyat banya menggunakan hak pilih melalui penggunaan KTP. setlah itu barulah SBY bereaksi seolah-olah perhatian.

Apapun juga, saya berterima kaish karena sekarag saya bisa memilih kednta nanti mengunakan KTP. Hak saya kembali pulih. Thanx (Eman)

Anonim mengatakan...

@ BM,

Saya usul dalam daftar caprem adalah Elthon John, Stevie Wonder dan George Benson. Mereka masih terus berkarya. Tetapi jika pilih pemenang, saya lebih suka Jagger. Dia paling top (Eman)

mikerk mengatakan...

Selamat pagi semua,

Saya kembali membuat beberapa penyuntingan karena kesalahan ketik itu mengganggu saya. Mohon maaf. GBU

mikerk mengatakan...

Thanx bagi sahabat yang sudah berkunjung dan berkomentar.

1. Thanx MK karena di rumah saya ada yg tidak mendapat surat panggilan karena namanya hilang dari DPT tetapi dengan modal KTP, besok YBS bisa ikut memilih;

2. Saya masih terus menimbang-nimbang pengunaan hak pilih saya;

3. Sahabat Anak NKRI, silakan memilih ssuai keinginan anda tetapi di blog in harap menjaga ketertiban. Saya tidak memprovokasi siapapun. Biasa saja bung...

4. Mister Proxy73 dan Eman, jangan terpancing "provokasi"....nanti disihir jadi katak....wkwkwkwkw....

Tabe

Fakhry mengatakan...

wokelah bosz, kita jaga ketertiban...woooiii ANAK NKRI, jagalah ketertiban kalo ga ..gw suruh si meong jilatin pale lu...wkwkwkwk....


All, GW bagi berita tentang e-mail bocor dari katanya "andi malarangeng". Entah benar atau tidak tetapi inilah salah satu ciri khas emokrasi Indonesia yng amat rapai di bawah meja belakang kayar...kaki tendang kaki ....wkwkwkwk...

Fakhry mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Fakhry mengatakan...

wkwkwkwkwkw....ga jadi ah.....baca ndiri ke

http://serbasejarah.wordpress.com/2009/07/06/heboh-email-a-mallarangeng-yg-bocor/

otreeeee?????

Anonim mengatakan...

OK, karena perintah pemilik blog maka saya ikut jaga ketertiba...

Tapi coba perhatikan artikel berikut ini:

"Ke Mana Dukungan "Swing Voter"?

Oleh: Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Utama Lembaga Survei Indonesia (LSI), Alumnus Terbaik Australian National University (ANU)

Swing voter adalah pemilih yang punya sikap dan perilaku yang tak terlalu partisan atas capres-cawapres yang berlaga dalam pilpres, atau tak terikat dengan partai politik yang mendukung kandidat tertentu. Akibatnya, pilihan mereka mudah berubah dan sangat bergantung pada banyak faktor, sebelum akhirnya menentukan pilihan capres-cawapres.

Cairnya swing voter menuntut capres-cawapres dan tim sukses bekerja keras meyakinkan mereka. Yang membuat swing voter memilih adalah keunggulan kandidat tertentu atas calon lainnya.

Menjelang pemilu legislatif April lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan potensi 34% swing voter. Namun survei LSI terakhir, 30 Juni-2 Juli 2009, swing voter menyusut.

Swing voter terbagi menjadi dua. Pertama, pemilih yang belum menentukan pilihannya (undecided voter) dengan proporsi 9,7%. Kedua, pemilih yang sudah menentukan pilihannya, tetapi masih ragu-ragu dan masih mungkin mengubah pilihannya dengan proporsi 8,9%. Memang ada 6,8% lagi yang ketika ditanya kemantapan memilihnya menjawab tidak tahu, sehingga tidak bisa dianalisis. Kalau yang terakhir ini diekslusikan, maka potensi swing voter mencapai 18,6% atau sekitar 33 juta pemilih.

Anonim mengatakan...

Preferensi Memilih

Pertanyaannya, ke mana mereka melabuhkan suaranya pada 8 Juli nanti? Dari 9,7% undecided voter, kemudian ditanya pasangan mana yang menurut ibu/bapak paling pantas menjadi presiden-wakil presiden bila pemilihan diadakan sekarang? Sebagian besar (6,7%) masih belum bisa menentukan pilihannya. Tapi 3% sisanya mendistribusikan suara secara proporsional pada ketiga capres-cawapres.

Akhirnya, gabungan pilihan antara mereka yang sudah menentukan pilihan dan mereka yang awalnya menjawab "rahasia" atau "tidak tahu", kemudian ditanya soal calon yang pantas dipilih, ditemukan elektabilitas SBY-Boediono 63,1% (turun 4% dari survei sebelumnya), Megawati-Prabowo 19,6% (naik 4%), dan JK-Wiranto 10,6% (naik 2%).

Namun, di antara mereka yang sudah memutuskan, tidak seluruhnya mantap dengan pilihannya. Sebanyak 84,3% pemilih sangat/cukup mantap dengan pilihannya dan tak akan mengubah keputusan, 8,9% ragu-ragu, dan masih mungkin mengubah pilihan di hari H pilpres.

Dari 19,6% pemilih Mega-Pro, 17% di antaranya sudah mantap memilih pasangan nomor urut 1 di pilpres nanti. Hanya 2,1% yang masih ragu-ragu. Sisanya, 0,5% tidak tahu. Dari 63,1% pemilih SBY-Boediono, 57,3% menyatakan sudah mantap memilih pasangan ini, 5% masih ragu-ragu, dan hanya 0,9% yang tidak tahu. Dari 10,6% pemilih JK-Wiranto, 9,3% sudah mantap, 1,1% masih bimbang, dan sisanya tidak tahu.

Memang benar, pemilih SBY-Boediono yang masih bimbang relatif lebih besar ketimbang pasangan lain, tapi proporsinya seimbang dengan besaran pemilih yang sudah mantap memilih pasangan nomor urut 2 itu. Intinya, ketiga pasang capres-cawapres memiliki swing voter yang bisa digarap oleh tim sukses lain agar pindah ke lain hati.

Anonim mengatakan...

Faktor "Incumbent"

Dari empat kali survei nasional yang dilakukan LSI pasca-Pemilu Legislatif 2009, SBY-Boediono mengalami tren menurun secara inkremental (dari 70% ke 63%), Mega-Prabowo relatif stabil di angka 20% (awal Mei 21%), dan JK-Wiranto 11% (naik 8% dari 3% di awal Mei). Tren kenaikan JK-Wiranto secara linear diikuti dengan tren penurunan SBY-Boediono.

Dengan kata lain, terjadi migrasi swing voter dari SBY-Boediono ke JK-Wiranto dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Sebaliknya, pemilih Mega-Prabowo cenderung stagnan yang sekaligus membuktikan secara empirik bahwa pendukung Mega adalah massa loyal. Buktinya, meski hanya 13% responden yang menganggap penampilan debat Mega dan Prabowo di televisi lebih unggul, baik dari segi substansi maupun penyampaian, tapi elektabilitasnya mencapai 20%.

Masalahnya, migrasi pemilih SBY-Boediono ke JK-Win belum sampai mengubah peta elektoral. Diperlukan usaha-usaha ekstrakeras dan canggih dari JK-Wiranto dan Mega-Prabowo untuk menarik pendukung SBY-Boediono. Dalam sisa waktu hingga 8 Juli 2009, pemilih SBY-Boediono yang ragu, masih bisa "dicuri", termasuk di antaranya proporsi undecided voter sebesar 6,7% hingga 9,7% juga relatif besar untuk diambil.

Mengapa setelah gegap gempita kampanye dan kelincahan JK-Wiranto dan manuver Mega-Prabowo menarik simpati massa, tidak terjadi perubahan secara drastis? Paling tidak ada tiga penyebab. Pertama, kurang berpengaruhnya kampanye, termasuk debat yang ditayangkan televisi, karena pemilih mempersepsi tidak ada yang terlalu unggul secara mencolok. Kedua, meskipun media memberitakan blunder yang dibuat tim sukses SBY, seperti pernyataan Ruhut tentang keturunan Arab dan Andi Mallarangeng soal Bugis, sejauh ini belum berakibat fatal.

Ketiga, pada umumnya pemilih sudah menentukan pilihan secara kuat sebelum kampanye. Penilaian pada performa capres-cawapres dalam kampanye dipengaruhi oleh pilihan yang sudah terbentuk atas capres-cawapres.

Terkait hal itu, elektabilitas SBY sangat dibantu oleh faktor incumbent yang sejauh ini dinilai positif oleh pemilih. Nilai positif incumbent di-share secara eksklusif oleh SBY, meski faktanya JK sebagai wapres memiliki kontribusi besar atas keberhasilan pemerintahan. Tetapi, masyarakat memberi kredit lebih besar kepada SBY dan lupa bahwa JK juga punya peran krusial. Selain itu, majunya JK sebagai capres juga relatif terlambat, sehingga masyarakat masih mempersepsi JK sebagai cawapres. Tentu opini masyarakat bersifat dinamis. Jika terjadi "gempa tektonik politik" hingga hari pemungutan suara, bisa saja terjadi perubahan tren elektoral. Kita tunggu saja. *

Anonim mengatakan...

Itu adalah referensi saya mengapa saya memilih SBY....saya gunakan otak dan referensi bung bukan cuma emosi....ha ha ha ha

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@ BM,

GW minta maaf karena mengaggap BM memprovokasi. Bukan itu maksud gw. suerrrrr.....

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

anak nkri, hasil kerja berbagai Lembaga "PESANAN" kok di jadiin referensi????
ha ha ha itu namanya cuman emosi doankkkkk.....

=due hawu=

Anonim mengatakan...

@ Anak NKRI,

waaaahhhh....ternyata dikau anggota tim sukses...wduuuuhhhh.....(Larry)

Anonim mengatakan...

...Bekerja secara konsisten guna mewujudkannyatakan rasa sukur kita. Sisanya adalah "C'est La Vie". God Will Bless Us....

Rangkaian kata yang indah yg menunjukan bahwa kita hanya bekerja, hasilnya terserah TUHAN. Benar sekali (Larry)

erick mengatakan...

@ BM,

Artikel yang asyik punya. Tapi gw mo ngasi perspektif laen. Boleh ya???

Bob Dylan: pilpres???? angin lalu ajah!!!!

Iwan Fals: Pilpres? Bangun sono...nyontreng...lha kok tidur lageee????

Jagger: Pilpres???? ga mau ah...ga puas ma calonnya....


wkwkwkwkwkwkwk.....ancooorrrrr....

erick mengatakan...

GW masih belon memutuskan tapi gw saranin untuk sobat sebangsa se tanah air ...pilihlah calon yang paling takut ma TUHAN...yang mana? ya timbang sendiri doooonnnkkkkk!!!!!

erick mengatakan...

Coba pelajari berita ini:

"JK Zikir Bukan Menolak Bala Sihir
"Tidak ada sihir, yang jelas sihir itu hanya untuk orang yang pakai sihir,"

VIVAnews - Calon Presiden Jusuf Kalla malam ini, Selasa 7 Juli 2009 menggelar zikir bersama di kediamannya di Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Saat diminta komentarnya, JK mengatakan, kegiatan zikir bersama ini untuk mendoakan bangsa Indonesia agar pemilihan umum presiden berjalan lancar dan damai.

"Zikir ini untuk mendoakan agar negeri ini aman, tenang dan damai," kata JK saat diwawancarai tvone.

Saat ditanya apakah zikir ini untuk menolak bala 'sihir', JK pun tertawa lebar dan mengatakan, sihir itu hanya untuk orang yang pakai sihir. "Tidak ada, yang jelas sihir itu hanya untuk orang yang pakai sihir," ujar JK

JK yakin pemilu besok diserahkan kepada masyarakat yang memilih apakah akan berjalan satu putaran atau dua putaran. "Kami serahkan kepada rayat, boleh satu putaran, boleh dua putaran," katanya.

JK pun tetap pada pendiriannya bila nantinya gagal dalam pemilihan, dia akan kembali kekampung halamannya. "Kalau ada yang lebih baik menjadi pemenang, saya akan pulang kampung, kalau dua putaran saya akan berusaha lagi, yah liat saja besok lah,"

Apa yang bisa kita pelajari dari kasus di atas?

erick mengatakan...

@ ANAK NKRI,

GW kasian liat eluu...gw tau siapa elu...asal tau ajah..anak nkri pernah "menguasai" blog ini ketika kalah berdebat di sini...kasihaaaannn....

Udah dech...siapa aja yang terpilih besok udah rencana Tuhan. Otreee????

erick mengatakan...

Nah yang ini mohon disimak sebaik-baiknya. Please.

"Vox Populi" Belum Tentu "Vox Dei"

THE GLOBAL NEXUS

Christianto Wibisono

Benyamin Intan PhD sebagai penceramah tunggal pada seminar "Politik, Moral, dan Kepemimpinan Nasional" Sabtu (4/7) oleh Reform Center for Religion and Society menyatakan bahwa Vox Populi belum tentu Vox Dei. Tuhan bisa menetapkan, memimpin secara negatif, mengizinkan, dan juga membiarkan rakyat memilih sesuai dengan free will.

Ketika mayoritas Republik Weimar terpukau oleh seorang orator ulung maka Tuhan membiarkan munculnya Adolf Hitler. Bahkan, gereja Katolik pun bungkam terhadap holocaust Nazi. Constantin Agung mengakuisisi agama Kristen dari "agama perjuangan" yang selama tiga abad menderita penganiayaan oleh Imperium Romawi, menjadi agama establishment. Sejak saat itu malah gereja dan umat menjadi complacent, puas diri, dan identik dengan kemapanan yang kurang peduli dengan penderitaan masyarakat.

Kooptasi agama oleh negara atau akuisisi negara oleh teokrasi merupakan fenomena universal yang bisa muncul di mana saja dan kapan saja, termasuk masih bisa muncul di Indonesia dan membuyarkan kesatuan Indonesia yang majemuk.

Dalam Pilpres 8 Juli, yang hari Minggu kemarin masih diobstruksi secara desperate oleh dua pasangan, sehingga nyaris menimbulkan krisis yang rawan gara-gara masalah teknis daftar pemilih tetap (DPT), maka Indonesia memang memerlukan mawas diri dan kembali kepada moral hakiki jiwa kesatria untuk tidak menghalalkan segala cara.

Pergolakan politik segala zaman memakai tribalisme sebagai basis dalam menciptakan unit kekuasaan yang kemudian berhadapan dengan tribal lain. Dalam perebutan hegemoni internal berlaku hukum rimba, siapa paling kuat dia yang menang, dengan segala teknik tujuan menghalalkan cara yang bersifat universal. Machiavelli di Barat, Kaultya dan Ken Arok di India dan Nusantara, Wu Tze-tian di Tiongkok Ini permaisuri dengan ambisi kekuasaan seperti Cleopatra dan Sheba di Mesir dan Israel.

Perebutan kekuasaan dengan pedang dan peluru kemudian diganti dengan pemilu dan pena (contreng). Tapi, Machiavelisme, Ken Arokisme, Kaultyaisme, tetap berjalan terus dalam perang propaganda, perang persepsi, dan perang internet.

Semua mengetahui isi perut masing-masing, karena tidak ada politisi negara berkembang yang tidak mencampuradukkan kekuasaan dan jabatan untuk memperkaya diri atau untuk memobilisasi dana dalam perebutan kekuasaan. Kasus proses pemilihan gubernur dan deputi gubernur Bank Indonesia yang sedang dilacak, karena pengakuan Agus Condro, bukan satu-satunya.

Indonesia sudah dibebaskan dari rezim otoriter Orde Baru dan sekarang sedang mempraktikkan demokrasi yang pernah dilakukan selama 15 tahun pertama. Sekarang, malah sebagian elite karena tergusur dalam proses pemilihan demokratis ada yang ingin kembali ke zaman Orde Baru. Bahaya kemunduran demokrasi kembali ke otoriterisme merupakan gejala yang bukan monopoli Indonesia. Karena itulah adagium Vox Populi Vox Dei, bisa di interpretasikan secara kreatif seperti kata Benyamin Intan. Kalau rakyat malah setuju pemimpin menguasai secara otoriter dan menghapuskan masa jabatan seperti di Venezuela, ya itu artinya rakyat banyak lebih senang diktator ketimbang demokrat. Hal yang sama terjadi di Honduras, ketika Presiden Manuel Zelaya, yang sudah habis masa jabatannya mau mengubah konstitusi supaya bisa maju lagi ke termin ketiga. Tapi, karena yang menggulingkan adalah rezim militer maka Zelaya, yang sempat mengungsi ke luar, balik lagi ke Honduras, karena Obama mendukung Hugo Chavez dan seluruh AS juga mengecam kudeta militer yang menyingkirkan Zelaya.

erick mengatakan...

Konflik Terbuka

Di tengah hiruk-pikuk pilpres, berita ditahannya empat mahasiswa Indonesia yang disiksa oleh polisi Mesir, tidak bisa dirahasiakan dan ditutupi. Pemerintah dan polisi Mesir sedang merazia jaringan pendukung dan pengagum Hamas yang berasal dari pelbagai negara termasuk Prancis dan Indonesia.

Di Iran, terjadi konflik terbuka antara pendukung Ahmedinejad melawan Mousavi yang sekarang dituduh menjadi antek AS. Penguasa Tertinggi Ayatullah Ali Khameini yang menggantikan almarhum Khomeini yang menggulingkan Shah Iran 1979, mendukung Ahmedinejad. Tapi, Ayatullah Beheshti dan Ayatulah Sistani (tokoh ini bermukim di Irak) mendukung Mousavi. Karena sudah tidak ada Kedubes AS dan Obama adalah tokoh populer, maka rezim ayatullah mengalihkan serangan ke Kedubes Inggris dan menangkapi staf lokal atas tuduhan kegiatan politik anti-Ahmedinejad.

Di Myanmar, Sekjen PBB Ban Ki Moon gagal bertemu dengan Aung San Suu Kyii, karena rezim militer sama sekali tidak mencerminkan falsafah dan ajaran Buddha. Maka suara rakyat yang dibajak, dibeli, dimanipulasi oleh elite yang tidak murni, tidak bermoral, munafik dan Machiavelis belum tentu mencerminkan kehendak Tuhan yang positif. Seperti analisis Benyamin Intan, suara rakyat belum tentu suara Tuhan. Bisa juga jadi suara setan yang mengangkat Hilter menjadi pemimpin Nazi Jerman secara "demokratik". Bisa juga menjadi suara massa yang berteriak "Salibkan Jesus" dan "Bebaskan Barabas".

Kalau Sofyan Wanandi memilih Jusuf Kalla dan Kwik Kian Gie mengkritik Boediono, maka jangan di-gebyah-uyah bahwa seluruh warga keturunan Tionghoa pro-JK atau anti-SBY. Almarhum PK Oyong waktu masih bernama Auwyong Peng Koen menulis dalam Star Weekly bahwa DR Ong Eng Die (Menteri Keuangan kabinet Ali) bukan mewakili orang Tionghoa, tapi karena ia politisi PNI yang cakap dalam akuntansi. Tapi, PK Oyong merasa perlu menulis bahwa dia bisa berbeda pendapat dengan Ong Eng Die.

Ketika Baperki dibubarkan, karena dimasukkan dalam satu kuali panas bersama PKI, maka tokoh Tionghoa kanan Ong Tjong Hay alias Sindhunata dianggap representasi Tionghoa dari aliran pembauran. Ternyata teori pembauran gagal total, karena sudah membaur juga, masih dihantam tragedi Mei. Soeharto memasukkan keturunan Tionghoa dalam karantina bisnis. Tapi, politisi asal Tiong-hoa tetap bisa bergerilya mencapai puncak walaupun bukan menjabat menteri, seperti Harry Tjan Silalahi dan Jusuf Wanandi.

erick mengatakan...

Yang Ideal

Sebelum lengser, Soeharto sudah sempat tidak suka dengan CSIS, menurut uraian Harry Tjan dalam bukunya. Jadi, memang politik identitas dengan kaum, golongan, suku, agama, ras, dan etnik harus dihentikan. Setiap orang mempunyai hak dan tanggung jawab individual. Bisa memengaruhi, bisa menjadi pemimpin, tapi kesalahan, kekurangan, dan keberhasilan merupakan tanggung jawab pribadi agar tidak menyamaratakan.

Yang paling ideal, tentu berpolitik tanpa harus saling bunuh menjadi teroris dan kriminal. Berpolitik dengan santun, merebut kekuasaan melalui persaingan pemilihan umum dan jangan melalui kudeta intrik model G-30-S, Malari, peristiwa ITB, penculikan, intrik, demo anarki, pelanggaran HAM berat tragedi Mei 1998, dan derivative-nya kematian mahasiswa yang tidak dituntaskan, serta pembunuhan ala Munir. Politik yang menjadi teror dan kriminal sadis harus dihentikan, kalau negara dan bangsa Indonesia tidak akan menjadi failed state.

Demokrasi dan pemilu lima tahunan, serta pembatasan masa jabatan presiden sudah berlaku. Semua pihak harus menahan diri dan bersabar lima tahunan, karena paling lama toh hanya bercokol 10 tahun.

Mengapa mesti memakai cara-cara Orde Lama dan Orde Baru? Sekarang, kasak-kusuk pilpres sudah demikian desperate, sehingga anak muda membuat anekdot di blog. Pilpres 8 Juli adalah pilihan antara neolib, neofasis, dan neorasis.

Indonesia diberi peluang menjadi anggota G-20 dan bisa menentukan arah reformasi ekonomi dunia. Tapi, elite yang ignorant, negligent atau just idiot tidak melihat peluang itu sebagai kesempatan emas yang hanya berlaku einmalig, yang tidak akan terulang lagi.

Kampanye antineolib dengan cara neofasis dan neorasis demikian dahsyatnya hingga istilah neolib mirip dengan istilah zaman PKI, setan kota yang harus diganyang. Sejarah panjang Republik Indonesia tidak lepas dari sejarah manusia. Orang Indonesia tidak beda dengan orang Lebanon atau Iran atau juga rakyat AS. Ada yang bermental Hezbollah, atau Bush, atau Obama, atau Saad Harari. Kalau Indonesia tidak mau jadi seperti AS yang bisa menampilkan Obama, tapi malah kerja elitenya hanya mau menjiplak Iran atau Beirut atau Kairo, yang menyiksa mahasiswa Indonesia, ya Tuhan akan membiarkan. Ketika WTC ditabarak dan orang AS tanya, Tuhan di mana engkau, Tuhan menjawab: Saya tidak ke mana mana, kalian yang mengusir saya dari ruang publik. Di mana Tuhan pada 8 Juli? Elite yang mencampuradukkan agama untuk merebut kekuasaan, bisa saja dibiarkan seperti dulu Hitler juga dibiarkan memimpin Jerman yang akan dihancurkan oleh Sekutu. Vox Populi belum tentu Vox Dei, tapi Vox Satan.

Penulis adalah pengamat masalah nasional dan internasional

erick mengatakan...

Tips GW,

Bacalah artikel dari Chrsitianto Wibisono dengan menggunakan esensi posting BM. Tuhan bisa tak perduli apapun suaramu jika BUKAN KEBAHAGIAAN YANG KAMU CARI MELAINKAN NAFSU HEDONIS. Semoga mendapat pencerahan dari 2 penulis ini.

Anonim mengatakan...

@ Erick,

Situ lebih cocok hidup bareng Chavez di Venezuela. Ngga usha bergaya alim ulama di sini dech....basiiii....

@ Larry,

Komentar ga bermutu...kalo gw tim sukses knapa emang???? ga boleh????

@ due hawu,

Udah tamat SMA belon???? jangan-jangan masih ikut paket C nih...wkwkwkw...Sekolah dulu yang bener baru komen....OK?????

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

@ ANAK NKRI,

Kamu menyedihkan (13)

Anonim mengatakan...

@ BM,

Saya rasa lag Blowing in the wind adalah isnpirasi bagi Ebiet waktu bikin lagu "coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang"....apa bisa diulas? (13)

ruben mengatakan...

Syalom. Selamat Pagi Pace Bigmike,

Kitorang sudah siap pergi contreng tetapi keadaan sungguh kacau. Banyak orang tra dapat surat panggilan. Celaka 13 juga karena banyak orang trada KTP. Kacau skali. Siapa yang tanggung jawab???? Makanya kita du Papus sering merasa dianak tirikan dan kita sering marah dan cari perhatian. Kasus pemain Persipura yang mogok tidak mau ikut paltnas di Jakarta karena mau cari perhatian. Karenanya, siapaun juga, kalo jadi presiden RI harap Papua lebih diperhatikan.

Sa punya 1 ceritra tentang orang Papua yang suka cari perhatian.

ruben mengatakan...

"Pace Yaklep Pu Cara Cepat Cari Istri"

Suatu kali Yaklep ada pergi deng de pu maitua lihat pameran. Pas so mo pulang Yaklep tra lihat de pu maitua. So putar-putar cari tapi tra dapat.

Pas lagi cari, pak Satpam ada liat de lagi babingung, trus Satpam tanya “ cari apa pak ???“.

Yaklep: ” sa lagi cari maitua yang tadi kitong ada sama, tapi so hilang, Pak.”

Satpam: ” dia pu tanda-tanda ??, biar sa bantu cari ?”

Yaklep : ” Terimakasih, klu ko bisa bantu tong carikan perem muda yang cantik untuk ngobrol deng sa.”

Satpam : ” Lho ko, tra cari maitu kah?”

Yaklep : ” Yo, kalu sa bicara deng perem catik, pasti sa pumaitu datang. Biasanya sa pu maitua muncul klu sa dilihat deng perem catik”.

Satpam : “???!?”


ha ha ha ha ha....ko ketawa sudah BM

ruben mengatakan...

Trakhir,

Kalo pilih presiden, ko pili yang TAKUT AKAN TUHAN. Ok ya!!!!!

sastavyana blog's mengatakan...

@ Dear All,

hmmmmm iya, artikel yang bukan iseng. Hakikat manusia adalah bekerja tekun dan berharap pada Tuhan. Inilah pesan posting ini. Para capres/capwapres juga silakan bekerja keras tetapi hasilnya terserah TUHAN YME. Kayak apapun juga hasilnya ya ga usah ribut.

sastavyana blog's mengatakan...

Kalo gw boleh usul, satu caprem itu adalah W. Houston. Terus berkarya sampai sekarang dengan standard baru yang berusaha dikejar Carrey dlsb.

sastavyana blog's mengatakan...

Tentang MJ,

Wah, dunia kehilangan atas kepergiannya yang terlalu cepat. Dunia masih menunggu karya-karya besarnya tetapi YME sudah menentukan lain.

Menarik untuk mengutip pendapat Obama tentang siapa penyanyi terbesar di AS.

"Obama Samakan Jacko dengan Elvis dan Sinatra"

Kepergian Michael Jackson ternyata terus meninggalkan kesan bagi Barack Obama. Buktinya, Presiden Amerika Serikat (AS) itu masih antusias memberi komentar bagi Raja Pop itu saat tengah melakukan kunjungan kerja di Moskow, Rusia.

Dia kembali melontarkan kesan-kesannya atas MJ - demikian panggilan populer Jackson - saat diwawancara sejumlah stasiun televisi di Moskow, Selasa 7 Juli 2009. Pada hari yang sama, di Los Angeles, jenazah MJ disemayamkan di stadiun Staples Center dan mendapat penghormatan terakhir dari para selebritas dan publik.

Kepada stasiun televisi CBS, misalnya, Obama terkesan dengan besarnya perhatian publik atas kematian MJ. Menurut dia, berita kematian MJ sama menghebohkannya dengan kabar wafatnya Raja Rock n' Roll Elvis Presley, penyanyi legendaris Frank Sinatra, serta pentolan the Beatles, John Lennon.

"Kita juga pernah menyaksikannya saat Elvis wafat. Dalam cara yang berbeda, kita juga menyaksikan kehebohan serupa saat Frank Sinatra tutup usia. Begitu pula saat John Lennon tewas," kata Obama.

"Ada sejumlah figur dalam kebudayaan kita [AS] yang bisa menangkap imajinasi publik kita dan, pada saat kematiannya, mereka bertambah lebih besar," lanjut Obama. Dia pun terkesan dengan gencarnya pemberitaan media atas kematian MJ yang tidak ada habis-habisnya.

Sebelum ke Moskow, Obama tercatat sudah dua kali menyampaikan komentar atas kematian MJ. Pertama, melalui juru bicara Gedung Putih, dan kedua melalui wawancara dengan suatu stasiun televisi. (AP)

Ternyata caprem versi Obama adalah: Elvis, SInatra, MJ dan Lennon. Setuju nggak???

Anonim mengatakan...

@ Dear All,

Apa ada obat malas contreng???? (Julius)

ghentenxyuTAM mengatakan...

Semua orang gampang berbicara tentang komitmen. Semua capres/cawapres juga berbicata tentang komitment. Tetapi apa itu komitmen?

Thu, 06 Sep 2007 19:17:51 -0700

Baru-baru ini saya baru belajar mengenai arti dari sebuah komitmen.Sebelumnya
saya banyak kali berkata pada diri saya sendiri, "Saya akan komitmen untuk ini dan itu".

Tapi ternyata setelah sekian lama, setelah 20 thn lbh saya hidup, baru mengerti apa arti komitmen itu. Minimal, dalam hal yang kecil.

ghentenxyuTAM mengatakan...

Bersama beberapa teman geologist dari beberapa kampus negri,dan cukup akrab dengan saya, kami suka sharing mengenai kondisi kampus masing2, organisasi, masalah2 teknis, atau bahkan hal2 yang bersifat pribadi.

Saya terpukau dengan komitmen dan kepedulian mereka sama adik2 kelas mereka. Sementara saya sendiri tidak pernah terpikir sejauh itu. Karena itu saya
putuskan sejak saat itu untuk berkomitmen terhadap almamater UGM bareng teman2 satu almamater.

Namun sering kali saya tidak dapat menjelaskan pada diri saya sendiri mengenai apa arti komitmen yang saya buat, dan lebih lagi, mangapa saya
melakukan ini dan itu untuk menjaga komitmen saya tetap teguh, terlebih ketika
jadwal ujian beruntun, ketika tugas2 kuliah banyak melimpah, dan terlebih ketika beberapa dari teman2 saya satu team kerja yang tidak konsisten dengan
perkataan dan komitmennya.Lalu saya berpikir, apa arti komitmen yang saya
buat?

Nothing...useless...Untuk saat itu saya tidak dapat menjelaskan apa2, yang saya lakukan hanyalah menjalankan program kerja tanpa visi yang jelas.

ghentenxyuTAM mengatakan...

Dalam satu kesempatan saya terlibat pada suatu kondisi yang sangat tidak menyenangkan, sangat2 tidak menyenangkna, dan akhirnya saya mulai terpikir
untuk pull out. Terserah mereka mau apa, jalankan saja sendiri, Terserah!

Tapi sebelum sempat untuk mengungkapkan hal itu, saya teringat pada suatu peristiwa. Waktu itu seorang dosen dalam kelasnya memberi tahu saya sesuatu mengenai komitmen, kira2 kata2-nya begini :

Menurut anda apa bedanya komitmen sama interest?

Interest itu : kalau lagi
menyenangkan yah dikerjakan tapi kalau lagi tidak menyenangkan yah goodbye. Tapi Komitmen : baik itu menyengankan atau sangat2 tidak menyengkan, tetap harus dikerjakan.

Setelah mendengar perkataan itu saya masih belum tanggap benar.Tapi di suatu kesempatan, dosen tersebut membuat satu acara untuk kami semua. 6 bulan
lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan acara itu.Perjuangan panjang
dan banyak sekali rintangan, karena itu merupakan acara pertama sejak lama. Konon sejak tahun 1982 tidak pernah diadakan.

Sampai pada waktu 1 bulan - H tanggal acara sudah ditetapkan, dan segala sesuatu sudah beres......hampir beres.

ghentenxyuTAM mengatakan...

Seminggu menjelang hari H, dosen Pasca tersebut mengabarkan bahwa beliau tidak bisa pergi karena masalah keluarga yang sangat penting. Para committee sudah putus semangat dan ingin segera membatalkan acara tersebut.

Namun lewat diskusi bersama, kami berdiskusi dengan dosen tersebut dan ada satu keputusan yang diambil bahwa acara tersebut diundur 1 minggu.

Akhirnya acaranya jalan.Selama 5 hari termasuk waktu perjalanan 2
hari. Nampaknya memang semuanya berjalan seperti yang diharapkan, dan baik2 saja. Tapi setelah mendengar cerita dari dosen tersebut, ternyata untuk bisa
tetap mengadakan acara tersebut pengobanannya cukup berat. Setelah selesai mengurus urusan keluarga selama 3 hari, langsung lanjut gabung ke acara. Setelah itu lanjut lagi memberikan kuliah trus seminar ke Surabaya, trus ke luar negeri.


Kemudian saya bertanya sama beliau, memang mengapa harus sedemikian dipaksakan? Soalnya secara pribadi saya melihat, apa sih artinya anak2 pasca untuk
beliau? tidak ada hal yang menguntungkan untuk beliau.

Jawabannya,"ITULAH KOITMEN!"

ghentenxyuTAM mengatakan...

Oleh karena itu, terlepas dari apapun juga, posting BM ini snagat berarti karena telah memantu saya menjelaskan tentang makna komitmen. Para jagoan BM terus berkomitment untuk berkarya dalam dunianya.
etapi memaksakan dir untuk meni
Hal yang seperti ini yang amat jarang terjadi di Indonesia. Ada artis yang sudah jelas kompetensinya tidak cukup tetapi memaksakan diri menjadi anggota legislatif. Akhirnya berita tentang mereka melulu hanya skandal.

Komitmen ternyata penting. Penting sekali

Anonim mengatakan...

@ Pace Ruben,

Bagaimana ko di Papua pencontrengan berjalan seenaknya. DI RCTI kita liat ada orang yang mencontreng 4 lembar kartu sekaligus. Tidak ada pengawas dan hanya ada 1 polisi. Ada apa? (13)

Anonim mengatakan...

Trus, di TV one, hasil quick count sudah muncul? salahi aturan tidak????? aduuuuhhhh kacau ...makanya tidak salah saya memilih untuk main game on line saja....lebih asyik he he he he (13)

Anonim mengatakan...

@ ANAK NKRI,

GW rasa SBY emang bakal menang tetapi kualitas pemilu 2009 kalah jauh dari pemilu 2004. DPT tetap bermasalah. Jadi, selamat menikmati kemangan yg ga bermutu

Anonim mengatakan...

Sori (Suryana)

Anonim mengatakan...

Maaf yaaaaaa,,,, SBY dah menang!!!! Sampa jumpa 5 tahun lagi....wkwkwkwk....

==ANAK NKRI==

Anonim mengatakan...

Ia la, selamat untuk SBY dan selamat juga untuk tim sukses seperti anak nkri (Eman)

embun777 mengatakan...

Saya setubuh..eee..setujuu.. dengan pendapat BM tentang ke tiga penyanyi diatas , mereka menyanyi bukan dengan bibir atau mulut dower ato suara yg gak merdu... , tetappppiii... dia menyanyi dengan HATI...!

btw ..klo soal Capres
walaupun yg saiia pilih kalh gpp..
yariiin..
saiia lego lilo..
saiia manut ajaaah...
yariiiin..

SALAM dan Hormat.
GBU.

Anonim mengatakan...

SBY dah menang, itu fakta. So sahaat yang masih ragu-ragu, saya termasuk yang meragukannya, terima saja bahwa dia adalah presiden Ri 2009-2014. Beres toh? (Nana)

Anonim mengatakan...

OK kita akui SBY menang tetapi berani tidak tidak diakui juga bahwa kualitas pemilu 2009 lebik ketimbang 2004 (13)

Anonim mengatakan...

Udah ga usah diperdebatkan...rakyat dah memilih untuk ...melanjutkan...(PM)

Anonim mengatakan...

Ih.... daftar BM ga sensitif gender...gw tambahin....WHouston dan Mariah C...siip (PM)

alice mengatakan...

Ah, saya sepenuhnya setuju jika dikatakan bahwa posting ini bukanlah pekerjaan iseng walapun penulisnya bilang begitu. Biasalah...kelakuan BM...


Dan saya tertarik ada satu ata, yaitu komitmen karena cocok dengan apa yan saya pelajari selama ini. Bekerja tanpa komitmen adalah omong kosong. Nihil. Mengapa demikian?

alice mengatakan...

Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi. Hal ini mencakup cara-cara mengembangkan tujuan atau memenuhi kebutuhan organisasi yang intinya mendahulukan misi organisasi dari pada kepentingan pribadi.

Menurut Meyer dan Allen (1991), Komitmen dapat juga berarti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan individu berupaya serta berkarya dan memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di organisasi tersebut. Menurut Quest (1995) komitmen merupakan nilai sentral dalam mewujudkan soliditas organisasi.

alice mengatakan...

Apa indikator adanya komitmen?

1. Melakukan upaya penyesuaian, dengan cara agar cocok di organisasinya dan melakukan hal-hal yang diharapkan, serta menghormati norma-norma organisasi, menuruti peraturan dan ketentuan yang berlaku.

2. Meneladani kesetiaan, dengan cara membantu orang lain, menghormati dan menerima hal-hal yang dianggap penting oleh atasan, bangga menjadi bagian dari organisasi, serta peduli akan citra organisasi.

3. Mendukung secara aktif, dengan cara bertindak mendukung misi dan tujuan organisasi, serta membuat pilihan dan prioritas untuk memenuhi kebutuhan/misi organisasi dan menyesuaikan diri dengan misi organisasi.

4. Melakukan pengorbanan pribadi, dengan cara menempatkan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi, pengorbanan dalam hal pilihan pribadi, serta mendukung keputusan yang menguntungkan organisasi walaupun keputusan tersebut tidak disenangi.

alice mengatakan...

Darimana sumber kekuatan (driving force) bagi terlaksananya komitmen?

Meyer dan Allen mengelompokkannya menjaid 3 bagian, yaitu:

1. “Affective commitment”, Berkaitan dengan keinginan secara emosional terikat dengan organisasi, identifikasi serta keterlibatan berdasarkan atas nilai-nilai yang sama.

2. “Continuance Commitment”, Komitmen didasari oleh kesadaran akan biaya-biaya yang akan ditanggung jika tidak bergabung dengan organisasi. Disini juga didasari oleh tidak adanya alternatif lain.

3. “Normative Commitment”, Komitmen berdasarkan perasaan wajib sebagai anggota/karyawan untuk tetap tinggal karena perasaan hutang budi. Disini terjadi juga internalisasi norma-norma.

alice mengatakan...

Lantas, apa pilar komitmen itu?

Martin dan Nicholss (1991) 3 pilar komitmen yang perlu dibangun adalah :

1. Rasa memiliki (a sense of belonging)
2. Rasa bergairah terhadap pekerjaannya
3. Kepemilikan terhadap organisasi (ownership)

alice mengatakan...

Begitulah, komitmen adalah perkara yang rumit dan tidak sederhana. Tetapi beruntung lah BM berhasil mengingatkan hal itu dengan kata-kata yang sederhana. Beruntunglah kita memiliki sahabat seperti BM. Keep on posting.

alice mengatakan...

Terakahir,

Boleh titip caprem? 1 ajah: Stevi Wonder

Anonim mengatakan...

Tidak konsisten, tidak komitmen dan menolak "takdir" adalah "warna" politik di Indonesia. Baca ndiri berita di detik nih. Bikin muak ya???

Fahmi: Jadi Oposisi Bisa Linglung, Pilihan Golkar Hanya Merapat ke SBY

ebagai partai yang dimanjakan dengan kekuasaan, Golkar tidak berbakat menjadi oposisi. Golkar tidak punya pilihan lain kecuali merapat ke SBY dan meminta jatah kekuasaan.

"Sangat kecil kemungkinan jadi oposisi, Golkar kan nggak berbakat. Kemungkinan tetap merapat ke yang berkuasa, nggak ada opsi lain," kata Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto, Fahmi Idris, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/7/2009).

Pilihan itu terpaksa diambil Golkar karena selama 32 tahun lebih partai berlambang pohon beringin itu hidup dalam kekuasaan. Apalagi tokoh-tokoh utama Golkar seperti Akbar Tandjung, Surya Paloh, Aburizal Bakrie (Ical), dan Agung Laksono tidak pernah punya pengalaman jadi oposisi.

"Golkar lama sekali hidup dalam lingkungan kekuasaan, selama 30 tahun lebih. Kalau jadi oposisi bisa linglung," kata Menteri Perindustrian ini.

Anonim mengatakan...

eeeiittttt.....(Binxars)

Anonim mengatakan...

Politisi Golkar sering memalukan. Jaman ORBA berusaha menjilat Soeharto. Jaman reformasi pura=pura reformator. Fahmi juga begitu sama saja. JK yang ketuanya dikhianati pula sebagaimana halnya JK dahulu mengkhianati teman-temannya sendiri.

Yakinlah, past ada yg rebutan jadi ketua Golkar menggusur JK lalu merapat ke SBY minta jatah menteri. Trus mengacau lagi dari dalam kabinet. Sudah watak (Julius)

Anonim mengatakan...

"3 Menteri Golkar Menjauh dari JK Sejak Kampanye Pilpres"

Bagaimana sikap para menteri Kabinet Indonesia Bersatu dari Partai Golkar setelah capres mereka kalah telak dari SBY? Bisa dipastikan mereka akan mendekat rapat-rapat ke SBY.

"Kalau itu jangan tanya. Paskah Suzetta, Aburizal Bakrie, Andi Mattalatta sekarang sudah menjauh dari Pak JK. Mereka tidak pernah lagi bersentuhan dengan Pak JK sejak kampanye," kata Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto, Fahmi Idris, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/9/2009).

Menurut Fahmi, para menteri itu sudah pasti akan lebih merapat ke SBY. Pada dasarnya mereka sudah tidak lagi kuning (Golkar), melainkan sudah berubah menjadi biru (Partai Demokrat). "Mereka sudah biru tua. Kalau bapak saya bilang, sudah donker blue," kata Fahmi.

Fahmi sendiri mengaku akan tetap menjalankan peran, fungsi, dan tanggung jawabnya selaku Menteri Perindustrian hingga masa jabatannya usai. "Saya akan selesaikan tugas sesuai peran, fungsi, dan tanggung jawab saya. Selama ini saya tidak pernah meninggalkan tugas barang sehari pun. Dari pagi sampai sore saya ke kantor," aku Fahmi. (Julius)

herjuno mengatakan...

@ Bung Julius,

Iklim politik boleh berubah tetapi budaya politik Indonesia sama sekali tidak berubah. Apa itu? Rulling class.

Jaman kerajaan dahulu, pemberontakan Ken Arok misalnya, kendati mengamanatkan rakyat tetapi faktanya untu kepausan diri sendiri. Sedikit berubah ketika Soekarno di awal kemerdekaan karena referensi dia yang amat kuat tetapi referensi itu adalah kekuasaan yang harus dilanggengkan dengan cara revolusi. Soekarno lalu terkubur di dalamnya.

Soeharto menggerakan mahasiswa untuk menggulingkan Soekarno. Tapi angkatan 45 tergiur kekuasaan. Batubara CS terlibat sangat mendalam dengan paradigma ORBA. Rama Pratama dkk. di tahun 1998 sama saja. Alhasil, kekuasaan adalah ideologi budaya politik di Indonesia dan bukan politik untuk social service.

Kasus yang Bung Julius kemukakan adalah contoh bagus untuk itu. Golkar yang jelas-jelas menjauhi SBY sekarang merapat lagi. Mengapa? Orientasi kekuasaan. Belum banyak berubah kita sebagai bangsa.

herjuno mengatakan...

@ Bigmike,

Politisi kita adalah politisi yang konsisten. Sama dengan Jagger dkk. Jangan salah. Masalahnya konsisten dalam hal apa? Saya kira ini: konsisten berpelukan dengan kekuasaan. Makanya lagu kesukaan mereka adalah ..."lupa lupa ingat"...wkwkwkwk...

poempuisi mengatakan...

Mengapa musisi besar ada? karena mereka memiliki komitmen unuk musik itu sendiri. Berbeda dengan merwka yng berkomitmen hanya pada ketenaran dan harta. Posting ini masih naymbungdari posting sebelumnya dan saya sebut sebagai pernytaan tentang komitmen. Komitmen adalah kesetiaan. Barang langka di dunia moderen.

Satu puisi untuk semua sahabat

poempuisi mengatakan...

"cinta dan kesetiaan"

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia
Dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari,
bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga…

Wanita berkata ingin menjadi rembulan
dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari.
Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu,
tetapi pria ingin tetap jadi matahari….

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix…
yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari,
dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari….

Wanita tersenyum pahit dan kecewa.
Wanita sudah berubah tiga kali…
namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari,
tanpa mau ikut berubah bersama wanita.
Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali
tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari….

Pria merenung sendiri dan menatap matahari
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari
agar bunga dapat terus hidup
Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga
agar ia tumbuh, berkembang.. .
dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.
Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh
dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.
Ini disebut KASIH….. yaitu memberi tanpa pamrih

Saat wanita jadi bulan,
pria tetap menjadi matahari….
agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari,
tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan,
siapakah yang ingat kepada matahari?

Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan
walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan…
dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya
sebagai pemberi cahaya
agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut….
Ini disebut dengan PENGORBANAN
menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi phoenix yang dapat terbang tinggi,
jauh ke langit bahkan di atas matahari…
Pria tetap selalu jadi matahari
agar phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau
dan matahari tidak akan mencegahnya

Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh,
namun matahari akan selalu menyimpan
cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix
Matahari selalu ada untuk phoenix kapan pun ia mau kembali
walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari

Tidak akan ada makhluk lain selain phoenix
yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya….
Ini disebut dengan KESETIAAN
walaupun ditinggal pergi dan dikhianati,
namun tetap menanti dan mau memaafkan

Untuk para wanita…..
Siapakah Matahari yang ada di dalam kehidupanmu?
Bila engkau sudah menemukan dan melihat Matahari dalam kehidupanmu. ..
Pergi, lihat dan jangan pernah meninggalkannya.

Pritha mengatakan...

Di tengah nuansa Bandung, gw very feel so blue this saturday night...why????....there is no commitment? Thanx poempuisi for your pretty poem...so saaaaaddd......//Pritha//

Pritha mengatakan...

"hilang"

Bintang malam kemanakah ia gerangan?
Tak sedikitpun ia meninggalkan jejak
juga bayang… siang atau malam
Adakah rindu ini harus kugenggam,
Hingga esok hari kujelang…

Ku menyayanginya dari lubuk hati
Tetap merindunya meski t’lah pergi
Ku hanya ingin melihat, namun itu pun tak mungkin lagi
Tidakkah rasa ini harusnya mati

//Pritha//....hicks....hicks....

erick mengatakan...

OK, kita terima SBY menang tapi ...jika kita semua pecinta kebenaran maka cobalah bersikap terhadap data berikut ini:

12 Keberhasilan sby Yang diKlaim ... ternyata Bohong !
SUMBER :
http://nusantaranews.wordpress.com/2...n-antitesanya/


Klaim 1 : Harga BBM diturunkan hingga 3 kali (2008-2009), pertama kali sepanjang sejarah.
Antitesa :
1#Dalam sejarah harga BBM, untuk pertama kali sepanjang sejarah Indonesia, pemerintah menjual BBM dengan termahal yakni Rp 6000 per liter.
2#Pada Desember 2008, untuk pertama kalinya sepanjangg sejarah Indonesia, harga premium yang ditetapkan pemerintah lebih tinggi daripada harga premium di Amerika Serikat. Pada minggu I dan II, harga BBM Indonesia adalah Rp 5500 padahal di AS dibawah Rp 5335 per liter. Dan pada minggu III dan IV, harga BBM Indonesia Rp 5000 padahal di AS dibawah Rp 4892 per liter.

Klaim 2 : Perekonomian terus tumbuh di atas 6% pertahun, tertinggi setelah orde baru.
Antitesa :
1#Pertumbuhan diatas 6% hanya terjadi pada tahun 2007 dan 2008, sedangkan pada tahun 2005 (5.6%), 2006 (5.5%), dan 2008 dibawah 5%. Jadi, pernyataan perekonomian terus tumbuh diatas 6% merupakan suatu pernyataan yang tidak benar.
2# Dalam kampanye pilpres 2004 agar rakyat memilihnya, SBY memiliki janji angin surga yang dituangkan dalam RPJM bahwa pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005-2009 adalah 5.5%, 6.1%, 6.7%, 7.2% dan 7.6%. Merujuk pada janji yang tersebut, maka fakta pertumbuhan yang rata-rata dibawah 6% selama 5 tahun merupakan kegagalan melaksankan janji angin surga.

Klaim 3 : Cadangan devisa pada tahun 2008 US$ 51 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.
Antitesa : Dengan landasan yang sama, maka jumlah utang negara tertinggi sepanjang sejarah yakni 1667 Triliun pada awal tahun 2009 atau 1700 triliun per 31 Maret 2009. Inilah pembengkakan utang terbesar sepanjang sejarah.

erick mengatakan...

Klaim 4 : Pemerintah Baik/Bersih atau Good/Clean Governance
Antitesa : Hal ini bertolakbelakang dimana terdapat anggota-anggota kabinet yang memiliki conflict interest terutama kepentingan partai. Para menteri, dan pejabat teras SBY-JK digaji oleh uang rakyat. Tapi, Andi Mallaranggeng, Rizal Mallarangeng, JK, Surya Dharma Ali, MS Kaban, Hatta Radjasa, Fahmi Idris, Bambang S, Jero Wajik dan sejumlah menteri memiliki hati mendua antara urusan negara dengan urusan partai/tim sukses. Bahkan iklan puluhan miliar berdurasi panjang tentang Lanjutkan Sejarah Koperasi oleh Surya Dharma Ali (PPP) dan iklan sekolah gratis oleh Bambang S (PAN) sarat dengan kepentingan politik pemenangan SBY-Boediono. Begitu juga fasilitas negara seperti situs www.presidenri.go.id digunakan untuk kampanye politik. Tampak sekali lingkaran dalam SBY selalu “lempar batu sembunyi tangan“. Tidak hanya itu saja, ketika SBY menyatakan slogan pemerintah yang baik dan bersih, namun fakta tersembunyi adalah merekrut pejabat BUMN dalam Tim Kampanye Nasionalnya, sebut saja Ketua Dewan Pengawas Peruri Achdari, Komisaris (Kom.) Utama PPA Raden Pardede, Kom. Independen Indosat Soeprapto, Kom. Hutama Karya Max Tamaela, Kom. Wijaya Karya Dadi Prajipto, Kom. Kimia Farma Effendi Rangkuti, Kom. KAI Yahya Ombara, Kom. Pertamina Umar Said, Ketua Dewan Pengawa Bulog Sulatin Umar hingga Kom. Utama Pertamina Jend Pol (purn) Sutanto dalam GPS. Sebenarnya ini adalah paradoks antara klaim pemerintah bersih, tapi disisi lain sarat dengan pelanggaran UU dan penyelewangan fasilitas negara. Bersih hanya menjadi “fakta angin surga” selama penyelewangan fasilitas negara dan pelanggaran UU menjadi suatu yang lumrah bagi penguasa selama tidak diketahui publik umum.

Klaim 5 :Rasio hutang negara terhadap PDB terus turun dari 56% pada tahun 2004 menjadi 34% pada tahun 2008
Antitesa :
#1 Secara relatif jumlah utang negara turun, tapi secara absolut utang negara naik 33% dari Rp 1275 T pada 2004 menjadi Rp 1700 triliun pada Maret 2009.
#2 Sampai hingga saat ini, pemerintah masih setia membayar utang najis serta pengelolaan penarikan utang luar negeri yang bermasalah seperti dilaporkan BPK dan KPK.
# Jika bermain rasio semata, maka rasio utang terhadap PDB saat ini masih jauh lebih tinggi dibanding tahun 1996 sebesar 24% atau turun 5% dari tahun 1995 (29% ). Sedangkan penurunan rasio utang terbesar dilakukan periode pemerintah 1999-2004 yakni Gus Dur + Megawati dari rasio utang/PDB 103% pada tahun 1999 menjadi 56% pada tahun 2004.

Klaim 6 :Utang IMF lunas
Antitesa : Utang IMF 9 miliar USD bersifat nonlikuid. Keputusan menghentikan kontrak dengan IMF telah dilakukan pada 2004. Ketika utang IMF lunas, utang luar negeri kepada ADB meningkat dan disisi lain utang dalam negeri naik 50% selama 4 tahun dan tertinggi sepanjang sejarah.

Klaim 7 :CGI dibubarkan.
Antitesa : IGGI/CGI merupakan grup lembaga keuangan dan negara asing yang menjadi kreditor utang Indonesia. Negara-negara anggota CGI adalah ADB, IMF, UNDP, Bank Dunia, Australia, Belgia, Inggris Raya, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Selandia Baru, Swiss dan Amerika Serikat. Jadi, meksipun CGI dibubarkan, negara-negara kreditor seperti Amerika, Australia, Inggris, Jepang dan lembaga keuangan ADB atau Bank Dunia masih menjadi negara kreditor Indonesia. Pencitraan pembubaran CGI hanyalah kedok pencitraan atas sebuah lembaga institusi, padahal anggotanya CGI masih eksis, tumbuh dan bahkan berkembang.

erick mengatakan...

Klaim 8 :Anggaran pendidikan naik menjadi 20% dari APBN, pertama kali sepanjang sejarah.
Antitesa : Peningkatan anggaran pendidikan hingga 20% merupakan amanah yang harus dilaksanakan secepat mungkin setelah UU 20 tahun 2003 disahkan pada Juli 2003. Namun, meski SBY telah memimpin selama 4 tahun, namun tidak ada niatnya untuk menganggarkan pendidikan sebesar 20%. Tiap tahun sejak 2005, gugatan demi gugatan dilakukan PGRI atas kebijakan pemerintah SBY yang melanggar amanat konstitusi UU 20/2003. Akhirnya pada pertengahan 2008, perjuangan dan semangat pantang menyerah para guru dalam wadah PGRI berbuah hasil, dimana mereka berhasil mengugat UU APBN via MK. Suara para guru menang atas kebijakan SBY bersama DPR yang tidak merealisasikan anggaran 20% untuk pendidikan. Atas jerih payah dan gugatan para guru, tiba-tiba SBY dan Demokrat mengklaim 20% adalah keberhasilannya. Suatu hal yang sangat bertolak belakang, dengan fakta yang sesungguhnya. Justru keberhasilan anggaran pendidiakn 20% merupakan keberhasilan perjuangan guru melawan ketidakpatuhan pemerintah atas amanah UU Sisdiknas.

Klaim 9 :Pelayanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin. Anggaran kesehatan naik 3 kali lipat dari sebelumnya, tertinggi sejak orde baru.
Antitesa : Biaya rata-rata kesehatan terus meningkat. Meningkatnya biaya kesehatan dan minimnya ketersediaan layanan kesehatan gratis di berbagai rumah sakit telah menjadi isu yang hangat pada tahun 2007-2008. Bahkan, mahalnya biaya kesehatan menyebabkan masyarakat lebih percaya pada dukun cilik Ponari. Jika dikatakan anggaran kesehatan naik 3 kali, maka kita tanyakan kembali apakah layanan kesehatan meningkat tiga kali? Ternyata tidak. RS Cipto Jakarta tetap menolak pasien untuk rawat inap di RS dan meminta pasien tinggal di luar RS. Hal ini lebih terkait dengan inflasi. Sebagai contoh. Pada tahun 1997, UMR rata-rata sekitar Rp 220 000. Tapi tahun 2009 sudah naik hampir 3.5 kali yakni Rp 800.000 per bulan. Dengan pikiran sempit, maka kita akan merasa bahwa kenaikan UMR sebesar 3x lipat ini merupakan prestasi tertinggi. Tapi, ingat pada beban masyarakat. Dengan gaji UMR yang diperoleh oleh seorang pekerja (kepala keluarga atau KK), maka pada tahun 1997, KK tersebut dapat membeli sekitar 300 kg beras (harga beras Rp 700 per kg). Namun pada 2009, ia hanya mampu membeli sekitar Rp 160 kg beras (harga beras Rp 5000 per kg) meskipun UMR naik 3.5 kali. Artinya apa? Kenaikkan pendapatan (3.5 kali) jauh dibawah kenaikan inflasi barang (beras naik 7 kali).

Klaim 10 :Korupsi diberantas tanpa pandang bulu. Lebih dari 500 pejabat publik diproses secara hukum, tertinggi sejak merdeka.
Antitesa :
#1 Sampai saat ini, kasus aliran korupsi dana non-budgeter DKP 2004 terhenti. Berdasarkan pengakuan terpidana Rokhmin Dahuri dan pelaku Amien Rais bahwa pasangan capres-cawapres 2004 memang menerima aliran dana non-budgeter DKP. Dan salah satu penerima dana tersebut adalah SBY-JK sebesar Rp 225 juta. Namun kasus ini dihentikan setelah SBY berjabat tangan dengan Amien Rais di Bandara Halim tahun 2007. Ini jelas merupakan cacat dalam pemberantasan korupsi. Dan memang lumrah bahwa penguasa kita masih kebal akan hukum. Yang ironis adalah Rokmin Dahuri menjadi tumbal para penikmat dana korupsi. Inikah pemberantasan korupsi tanpa bulu? Belum lagi kita berbicara mengenai penanganan kasus royalti batubara, BLBI, suspensi saham BUMI dan luapan lumpu Lapindo.
#2 Perlu diketahui bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi lebih diperankan oleh lembaga KPK. KPK dapat eksis melalui UU 31 tahun 1999 di Pemerintahan BJ Habibie yang kemudian direvisi kembali dalam UU 30 Tahun 2002 tentang Tipikor dibawah Pemerintah Megawati. Dan perlu dicatat, KPK adalah lembaga independen yang dibentuk untuk memberantas korupsi dan melapor hasil kerjanya pada DPR dan Presiden.

erick mengatakan...

Klaim 11 :Pengangguran terus menurun. 9,9% pada tahun 2004 menjadi 8,5% pada tahun 2008.
Antitesa: Melalui klaim ini, justru sebenarnya menunjukkan pemerintahan SBY gagal dalam merealisasi janji angin surga pada kampanye 2004 yang tertuang dalam RPJM. Dalam RPJM, SBY berjanji akan mengurangi angka pengangguran dari 9.9% pada tahun 2004 menjadi 5.1% pada tahun 2009. Tapi, faktanya, meskipun anggaran naik 3 kali, jumlah penduduk yang menganggur tidak kunjung berkurang sesuai dengan janjinya pada rakyat seperti kita. Dan data tahun 2008 mencatat angka pengangguran adalah 8.4% jauh dibawah target janji kepada kita.

Klaim 12 :Kemiskinan terus turun 16,7% pada tahun 2004 menjadi 15,4% pada tahun 2008.
Antitesa: Jika tim iklan SBY-Demokrat mau jujur, fakta angka kemiskinan justru menunjukan kegagalan janji SBY dalam pilpres 2004 yang dituangkan dalam RPJM 2005. Janji angka kemiskinan dalam RPJM di tahun 2009 adalah 8.2%, tapi hingga tahun 2008, angka kemiskinan masih diatas 15.4% tidak jauh bergeser dengan tahun 2004. Meskipun adanya program andalan seperti PNPM atau KUR, jumlah penduduk miskin tidak mengalami pengurangan signifikan. Bayangkan meskipun anggaran naik 300%, angka kemiskinan pada 2004 berjumlah 36.1 juta jiwa hanya turun 35 juta jiwa pada Maret 2008 dan meningkat kembali menjadi 40 juta jiwa pada Desember 2008 (data survei UI).



Silakan dicerna baik-baik.

erick mengatakan...

Sumber :

http://www.nusantaranews.wordpress.com/

Anonim mengatakan...

@ Rick, kalo golput ga usah rewel... haha a ha ha....

@ BM, posting baru duuunnnkkkk....

Dear all,

nih brita baru...silakan dicek....

"Isu Liar Komposisi Kabinet Baru SBY" (www.detik.com)

Inilah hasil kumpulan informasi yang diperoleh detikcom dari berbagai sumber soal plot kabinet SBY.

Menkopolkam: Djoko Suyanto, Menkokesra : Agung Laksono, Menko Perekonomian: Purnomo Yusgiantoro, Menteri Dalam Negeri: Sudi Silalahi, Menteri Luar Negeri: Marthi Natalegawa atau Dinno Patti Jalal, Menteri Pertahanan: Juwono Sudharsono atau Sutanto, Menteri Agama: Muhaimin Iskandar, Menteri Pendidikan: Muhammad Noeh atau Irwan Prayitno.

Menteri Pertanian: Jafar M Hafsah atau Anton Apriantono, Menteri ESDM: Hatta Rajasa, Menteri Komunikasi dan Informasi: Tiffatul Sembiring atau Andi Mallarangeng, Menteri Koperasi: Suryadharma Ali, Menteri Pemuda dan Olahraga: Anas Urbaningrum, Menteri Sosial: Lukman Hakim Saefudin, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Lukman Edy.

cocok??????

Anonim mengatakan...

suooorrrriiiiii ....(Proxy73)