Kamis, 24 Desember 2009

natal, hanacaraka dan masmenyanmur

Dear Sahabat Kristiani,

Malam ini adalah malam tanggal 24 Desember 2009. Malam ini sungguh spesial bagi anda dan saya. Ya, bagi umat Kristiani, malam seperti ini memang tidak ada duanya. Ada banyak hari raya Gerejawi tetapi malam tanggal 24 Desember tetaplah sesuatu yang berbeda. Bahkan nuansa hari raya natal yang tanggal 25 itupun seakan kalah perbawa ketimbang tanggal 24. Di mana letak ke-khas-an tanggal 24 Desember itu? Saya pikir adalah ini, jika pada tanggal 25 yang mengemuka adalah suasana pesta maka pada tanggal 24 adalah kontemplasi dan perenungan. Di benak umat Kristiani melintas pikiran bahwa "seandai malam ini, YESUS tidak lahir maka besok tidak ada pesta". Maka malam kelahiran menjadi sang prima. Selanjutnya adalah urusan kedua, ketiga dan seterusnya. Ya, yang pertama sungguh berkesan kendati mungkin bukan yang terbaik dan terbesar. Bukankah kita mengenal ungkapan bahwa cinta pertama serasa di surga, cinta berikutnya cuma di emperannya doang. Atau yang ini "kesan pertama menentukan, selanjutnya terserah anda". Nah, sahabat seiman, saya kira itu dan tentang perenungan itupula saya ingin mengajukan jalan pikiran saya berikut ini.

Natal atau Nativity of JESUS adalah titik awal. Konon, YESUS lahir di sebuah kandang ternak tagal ruang yang lebih layak tak lagi tersedia. Fakta ini ironis karena bagi umat Kristiani, YESUS adalah raja sejak di dala kandungan ibunya. DIA adalah Imanuel. Allah yang berada bersama-sama manusia. Lha sudah tentu aneh, raja kok ya lahir dikandang? Tetapi itulah yang terjadi di malam natal. Suka atau tidak.

Hanacaraka adalah salah satu filsafat orang Jawa yang luar biasa indahnya. Konon Ajisaka, si pencipta huruf Jawa, memiliki 2 orang prajurit utusan yang setia dan gagah berani, yaitu Dora dan Sembada. Keduanya rela mati demi tegaknya prinsip hidup. Tak ada kompromi selain komitmen terhadap tugas. Setia sampai mati. Untuk mengenang Dora dan Sembada yang mati justru karena setia kepada perintahnya maka Ajisaka menciptakan huruf Jawa "hanacara". Selengkapnya begini:

hana caraka = ada utusan yang setia
da ta sawala = yang menolak sawala atau berunding
pada jayanya = kedua-duanya sama jayanya
maga batanga = telah gugur demi kebenaran

Perhatikan sekali lagi arti kata-kata itu dan saya kira kata kuncinya adalah kesetiaan menjalankan tugas kendati nyawa menjadi taruhannya. Setia dan oleh karena itu nyawa menjadi taruhan? Pada titik ini, ketika membaca kisah hanacaraka, saya teringat akan pribadi sang Bayi Natal di kelak 30-an tahun kemudian setelah nativity. Demi sebuah tugas, YESUS tak gentar ketika palang kayu menantinya untuk mati "di sana". Di kayu Salib. Lalu, sebagai orang setengah Jawa, saya ingin mengenang YESUS secara paralel dengan filsafat leluhur saya itu. Untuk itu, dengan diinspirasi oleh adik Imanuel Riwu Kaho, saya ingin mengembangkan makna hanacara ka ke arah pribadi dan pekerjaan YESUS (cara yang mirip pernah dilakukan oleh pastor Johannes Pujasumarta, Pr yang menulis tentang tafsir Kristiani hanacaraka). Hasil aransemen saya lalu menjadi begini,

hana caraka = Sang Hyang HANA (sang Maha ADA) mengirim UTUSAN

data sawala = yang terpanggil atau yang dipanggil atau yang disebut UTUSAN tersebut adalah seorang duta yang TAAT (yang tidak mengelak = sewala) pada perintah sang Hyang HANA. Utusan itu adalah YESUS

Pada Jayanya = namum demikian baik yang mengutus maupun yang diutus adalah SEHAKEKAT atau SANG MAHA ADA DAN YESUS KRISTUS ADALAH SATU

Maga bathanga = sang UTUSAN berkarya dan setia SAMPAI MATI DI ATAS BATANG/PALANG/SALIB;

Dalam kerangka pikir hanacaraka, saya menemukan pribadi YESUS yang ternyata adalah utusan ALLAH YANG SETIA. Tidak sekedar utusan melainkan DIA dan ALLAH sehakekat adanya. Kata Alkitab:

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yoh 1:14)"

Judul posting natal kali ini adalah natal, hanacaraka dan masmenyanmur. Natal dan hanacara sudah dibahas. Di mana masmenyanmurur-nya? Begini: kata itu adalah penggabungan begitu yang saya lakukan saja demi efiiensi ruang dari 3 buah kata, yaitu emas, kemenyan dan mur. Tiga barang ini adalah persembahan yang diberikan diberikan oleh 3 para majus dari Persia yang mencari YESUS yang diramalkan sebagai sang Raja (ramalan yang kemudian sangat tepat). Coba anda membayangkan, bagaimana perasaan anda jika diberi hadiah emas? pasti senang karena emas adalah logam mulia berharga mahal. Teapi bagamana dengan kemenyan? Pelu lu bau menyan, mau???? he he he...Terlebih lagi dengan mur, yaitu bahan pembalse mayat...wuuiiihhh sereeeeemmm boookkkk. Tetapi ternyata persembahan 3 majusi itu bukan sembarangan karena sesungguhnya memberikan petunjuk tentang jati diri dan nasib sang bayi YESUS.

Emas adalah jenis logam mulia yang sejak dahulu kala bernilai tinggi. Emas adalah lambang kejayaan dan kekuasaan. Ya, YESUS memang benar seorang raja - raja di raja - dan mahakaya. Kemenyan dibuat dengan memotong sebatang pohon Arbor thurisfrom yang ada di Persia, Arab, dan India. Kemenyan ini seperti getah yang dikumpulkan dan kemudian dikeringkan selama tiga bulan sehingga menjadi seperti damar yang keras atau permen karet. Kemenyan digunakan sebagai wangi-wangian, tetapi kebanyakan ditimbun sebagai bau-bauan yang harum selama penyembahan. Dalam Keluaran, Harun akan membakar kemenyan di altar sebagai persembahan yang harum bagi Tuhan. Oh ternyata kemenyan adalah sarana yang diperlukan dalam menciptakan suasana yang memungkinkan terjadinya manunggaling kawula dan gusti. Ya, YESUS adalah penghubung manusia dan Allah. Terakhir adalah mur. Murjuga merupakan getah dari pohon yang dikeraskan dan kemudian digunakan. Namun, tidak sama dengan kemenyan yang wangi, mur rasanya pahit. Mur sering kali digunakan untuk membalsam orang mati. Syeet dachhhh. Mur adalah lambang kematian yang akan dialami YESUS supaya hubungan antara ALLAH dan manusia dapat bersifat abadi. YESUS memang akhirnya mati, tetapi bangkit kembali, dan mendamaikan ALLAH dengan manuisia. Yang oleh karenanya kita layak datang ke hadirat Tuhan.

Jadi, bagaimana merangkum ketiga frasa yang ada di dalam judul posting ini? Natal adalah kelahiran YESUS yang raja sekaligus yang mskin dan papa. DIA adalah utusan tetapi sehakekat dengan SANG PENGUTUS. Pekerjaan YESUS adalah mendamaikan manusia degan ALLAH dengan jalan mati memikul dosa manusia. Hanya dengan itu manusia, anda dan saya, mempunyai harapan baru dalam hidup. Dalam dunia yang terus berubah, setiap perubahan tanpa kepastian akan membawa anda dan saya menuju keputusasaan dan kematian. Teralienasi dari dunia dan lebih cilaka, teralienasi dari ALLAH. YESUS adalah jawaban untuk masalah gawat itu. Dan dia sudah tunai melaksanakan sema kewajibannya. Bagaimana dengan anda dan saya wahai sahabat Kristiani? Menjawab ia, adalah gampang tetapi melaksanakannya adalah hal berikutnya. Jon Anderson menyanyikan itu dengan baik bagi kita. Dengarlah sahabat,

Ngomong sih enak, lakukan? walah, atuuuutttt.....tetapi jangan takut sahabat, karena sesungguhnya JESUS selalu akan menolong. Jon Anderson juga menyanyikan dengan amat baik bagi kita. Simaklah sahabatku,


Ya, YESUS bagai lilin yang akan memberi cahaya bagi kita kendati DIA sendiri menderita. Cahaya itu adalah kekuatan kita. Jika kita tak ragu lagi menjalankan tugas itu maka marilah bersama-sama Jon Anderson serta Kenny Rogers & Dolly Parton menyanyikan lagu dahsyat berikut ini,

39 komentar:

mikerk mengatakan...

"Easier Said Than Done"
Jon Anderson

See it clear, sounds of emotion
Spreading all over the world, bringing peace for a moment
Say it's all possible, but it's easier said than done

Hold it there, try to imagine
Scenes of heaven in motion, singing songs of devotion
Say it's all possible but it's easier said than done

Twice as clear, bringers of wisdom
Simply trying to touch and to bring you the truth
Say it's all possible but it's easier said than done
Yeah, yeah

Think of a season, so easy to reach
Thoughts of a blue world where innocense leads you to
A miraculous high, when someone you remember
Helps by telling you why (helps by telling you why)

The pilot is worship, dig deep within
Not so easily seen, or amazingly witnessed
To bring you the truth, it's already said and done
Yeah, yeah

Hold it there, you can imagine
All of heaven in motion, special songs of devotion
Say it's all possible but it's easier said than done
Yeah, yeah

Think of a season, so easy to reach
Thoughts of a blue world where innocense leads you to
A miraculous high, when someone you remember
Helps by telling you why (helps by telling you why)

The pilot is worship, dig deep within
Not so specially seen, or amazingly witnessed
To bring you the truth, it's already said and done
Already said and done
Already said and done
It's already said and done

See it clear, sounds of emotion
Spreading all over the world, bringing peace for a moment
Say it's all possible, it's easier said than done
It's easier said than done
It's easier said than done

mikerk mengatakan...

"Candle Song"
Jon Anderson

Anyone can light a candle
But not the way that you do

Anyone can light a candle
Just like a flower in the rain
You are unique, the same
Each step you take, each dream you realize
Will open your heart, your life

Anyone can light a candle
But not the way that you do
For if we look too close
Pure magic we would see
Pure magic we will be

It's all around each one, it's all around within
The perfect union close inside your dreams
To watch in wonderment as each day begins
They tell me you can hear this song

Anyone can light a candle
But not the way that you do
For if we look too close
Pure magic we would see
Pure magic we will be

mikerk mengatakan...

OH HOLLY NIGHT


O Holy Night! The stars are brightly shining,
It is the night of the dear Saviour's birth.
Long lay the world in sin and error pining.
Till He appeared and the Spirit felt its worth.
A thrill of hope the weary world rejoices,
For yonder breaks a new and glorious morn.
Fall on your knees! Oh, hear the angel voices!
O night divine, the night when Christ was born;
O night, O Holy Night , O night divine!
O night, O Holy Night , O night divine!

Led by the light of faith serenely beaming,
With glowing hearts by His cradle we stand.
O'er the world a star is sweetly gleaming,
Now come the wisemen from out of the Orient land.
The King of kings lay thus lowly manger;
In all our trials born to be our friends.
He knows our need, our weakness is no stranger,
Behold your King! Before him lowly bend!
Behold your King! Before him lowly bend!

Truly He taught us to love one another,
His law is love and His gospel is peace.
Chains he shall break, for the slave is our brother.
And in his name all oppression shall cease.
Sweet hymns of joy in grateful chorus raise we,
With all our hearts we praise His holy name.
Christ is the Lord! Then ever, ever praise we,
His power and glory ever more proclaim!
His power and glory ever more proclaim!

mikerk mengatakan...

"The Greatest Gift of All"

Kenny Rogers & Dolly Parton

Dawn slowly breaking
Our friends have all gone home
You and I are waiting
For Santa Claus to come.

There's a present by the tree
Stockings on the wall
And knowing you're in love with me
Is the greatest gift of all.

The fire is slowly fading
Chill is in the air
All the gifts are waiting
For children everywhere.

Through the window I can see
Snow begin to fall
Knowing you`re in love with me
Is the greatest gift of all.

Just before I go to sleep
I hear a church bell ring
Merry Christmas everyone
Is the song it sings.

So I say a silent prayer
For creatures great and small
Peace on Earth, good will to men
Is the greatest gift of all.

Peace on...

mikerk mengatakan...

SELAMAT HARI NATAL. SEMOGA KASIH YESUS SELALU MENYERTAI SEMUA SAHABAT YANG MERAYAKANNYA. GBU

(from mikerk and family, kupang)

Fakhry mengatakan...

SEKAMAT NATAL SEMOGA DAMAI DAN BERBAHAGIA UNTUK BROTHER MIKERK DAN KELUARGA ((Proxy73)

Fakhry mengatakan...

Signor BM,

Jon Anderson dan Kenny Rogers kayakna peenyanyi kesayanagn dech....mana janji top 10's nya????....(Proxy73)

Fakhry mengatakan...

DIperlukan "keberanian" untuk masuk ke dalam filsafat hanacaraka. Lantas persoalan tidak sekedar berani masuk ke dalam konsep karena siapa yang melarang kita untuk masuk ke dalam konsep hanacaraka? Sebagai suatu produk budaya, hanacarakan memang harus terbuka termasuk untuk diskursus yang lain. BM ikut di dalam arus menciptakan diskursu baru itu. Saya pikir di sinilah dinamika budaya itu. Oleeee...oleeeee...dinamika budaya ...wkwkwkwkw... (Proxy73)

Fakhry mengatakan...

Sepanjang sejarah kesusasteraan Jawa yang panjang itu, orang Jawa telah mengenal berbagai tulisan asli. Ada suatu legenda yang menceritakan kisah Pangeran Ajisaka yang digambarkan sebagai seorang pahlawan dari Mekah yang berkelana melalui berbagai negara untuk membawa peradaban kepada umat manusia. Sesampainya di pulau Jawa, yang pada waktu itu merupakan tempat tinggal para raksasa dengan rajanya yang bernama Dewata Cengkar.

Dalam perjalanan menjelajahi Nusa Jawa, Pangeran Ajisaka menemukan dua tubuh raksasa yang telah mati. Di tangan kedua raksasa tergenggam masing-masing sehelai daun. Di atas kedua daun tersebut terdapat masing-masing tulisan purwa (kuno) dan tulisan Thai. Oleh Pangeran Ajisaka kedua tulisan tersebut disatukan, dan dengan demikian ia menciptakan abjad Jawa yang terdiri atas 20 huruf yang jika dirangkai membentuk suatu kalimat yang berbunyi: ha na ca ra ka da ta sa wa la pa dha ja ya nya ma ga ba tha nga.

Oh, hanya itu yang dapat saya sumbangkan dalam komen kali ini (Proxy73)

mikerk mengatakan...

Dear Bung Proxy73,

Pertama, terima kasih banyak atas ucapan Natalnya. Ya, perbedaan d antara kita tidak boleh menghapuskan persaudaraan di antara kita. Saudara yang baik adalah saudara yang ikut bergembira ketika saudaranya bergembira. Dan, menurut hemat saya, anda tergolong saudara yang baik kendati kadang-kdang mirip orang mabuk ha ha ha ha ha... OK???

mikerk mengatakan...

Adapun komentara bung Proxy73 tentang konsep hanacara adalah filasafat yang terbuka, saya 100% sependapat.

Budaya yang mati akan tersapu peradaban. Untunglah, orang jawa memiliki filoofi hidup bagai air yang terus mengalir dan "ajur ajer". Selalu menemukn jalan untuk menempati ruang. Klenturan budaya Jawa ini memang mengagumkan.

Fakhry mengatakan...

ha ha ha ha....pas ketemu si bos blog...eh met NATAL yan bosz..ane sih setuju ajah ma pendapat si bosz yang tak kalah mabuk menyan kebanding ane...wkwkwkwkwkwkw....(Proxy73)

mikerk mengatakan...

he he he he...pale lu bau menyan....thanx bro"....

Fakhry mengatakan...

ha ha ha ha ha ha....bau mur aja dech.....ato.... pale mirip mur baut ajah.....wkekekekekekekekkkk...... (Proxy73)

Anonim mengatakan...

Selamat Natal Untuk Sodara-Sodaraku umat kristiani! Semoga Damai Natal melimpahi Kita Semua!!!

(Budhi)

anna mengatakan...

SELAMAT NATAL UNTUK BM DAN KELUARGA. Salam dari Bogor

ihin mengatakan...

SELAMAT HARI RAYA NATAL UNTUK BM DAN SEMUA SAHABAT KRISTIANI DI BLOG (Mang Ihin)

Anonim mengatakan...

SELAMAT NATAL UNTUK PAK MIKE DAN KELUARGA SERTA SEMUA SAHABAT KRISTIANI. SEMOGA KASIH TUHAN YESUS SELALU MENYERTAI KITA (Larry)

Anonim mengatakan...

Ketika kita tahu bahwa kita manusia yang berdosa dan tak mampu melepaskan dan menolong diri sendiri dari hakekat dosa dan pengaruhnya dalam hidup kita, saat itulah kita perlu Tuhan. Lalu mengetahui bahwa kelahiranNya menjadi bukti KASIH terhebat dari Allah yang rela mengorbankan Anak TunggalNya untuk membebaskan dan menyelamatkan kita dari kuasa dosa dan maut, semoga dengan fakta ini membuat kita merayakan Natal dengan suatu "penghargaan" yang lebih lagi. Dan semoga Allah sumber Damai itu memberikan kepada kita Damai Sejahtera dan Sukacita di hari Natal ini.
SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU untuk Pak Mike Sek. Tuhan yang penuh kasih, menyertai dan memberkati selalu. (Sussy Kelly and Fam.)

wildan mengatakan...

@ Mas Mike,

SELAMAT NATAL SEMOGA BAHAGIA DAN MENDAPAT BANYAK KEBERKATAN. MOHON DIMAAFKAN KESAAHAN SAYA DAN SAHBAT LAINNYA, LAHIR DAN BATIN.

wildan mengatakan...

Sebagai Orang Jawa, saya merasa tersanjung ketika BM mau membedah sedikit tentang hanacaraka. Memang harus diakui bahwa di balik hanacara sebagai pedoman huruf Jawa, tersimpan makna yang amat kaya dan sebenarnya bebas untuk ditafsirkan. Salah satunya adalah cara penafsiran yang diberikan oleh B<. Lagipula, tak terlalu berlebihan karena BM sendiri memiliki tanggungjawab juga sebagai orang 1/2 Jawa. Ada gen Jawa dalam diri anda dan karena itu wajib juga memelihara warisan leluhur yang adiluhung itu.

Saya bisa memberikan penafsiran yang lain yang berbeda dari BM tetapi saya tidak akan melakukan itu. Ada yag ingin saya teruskan dari filsafat hidup oang Jawa yang juga bisa dikaitkan dengan filsafat hanacaraka.

wildan mengatakan...

Jikalau Aristoteles bertanya tentang apa tujuan manusia hidup maka orang Jawa juga bertanya dari mana kita berasal dan akan ke mana kita pergi. Apakah kita adalah utusan? siapa yang mengutus kita? untuk apa tugas pengutusan kita?

Filosif yang pas untuk itu adalah filsafat "sangkan paraning dumadi".marilah kita simak tembang dhandanggula warisan para leluhur yang sampai detik ini masih terus dikumandangkan.

wildan mengatakan...

Kawruhana sejatining urip/
(ketahuilah sejatinya hidup)
urip ana jroning alam donya/
(hidup di dalam alam dunia)
bebasane mampir ngombe/
(ibarat perumpamaan mampir minum)
umpama manuk mabur/
(ibarat burung terbang)
lunga saka kurungan neki/
(pergi dari kurungannya)
pundi pencokan benjang/
(dimana hinggapnya besok)
awja kongsi kaleru/
(jangan sampai keliru)
umpama lunga sesanja/
(umpama orang pergi bertandang)
njan-sinanjan ora wurung bakal mulih/
(saling bertandang, yang pasti bakal pulang)
mulih mula mulanya
(pulang ke asal mulanya)

wildan mengatakan...

Kemanakah kita bakal 'pulang'?
Kemanakah setelah kita 'mampir ngombe' di dunia ini?
Dimana tempat hinggap kita andai melesat terbang dari 'kurungan' (badan jasmani) dunia ini?
Kemanakah aku hendak pulang setelah aku pergi bertandang ke dunia ini?
Itu adalah suatu pertanyaan besar yang sering hinggap di benak orang-orang yang mencari ilmu sejati.

Yang jelas, beberapa pertanyaan itu menunjukkan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang
langgeng. Hidup di dunia ini hanya sementara saja. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita menyimak tembang dari Syech Siti Jenar yang digubah oleh Raden Panji Natara dan digubah lagi oleh Bratakesawa yang bunyinya seperti ini:

"Kowe padha kuwalik panemumu, angira donya iki ngalame wong urip, akerat kuwi ngalame wong mati; mulane kowe pada kanthil-kumanthil marang kahanan ing donya, sarta suthik aninggal donya."

("Terbalik pendapatmu, mengira dunia ini alamnya orang hidup, akherat itu alamnya orang mati. Makanya kamu sangat lekat dengan kehidupan dunia, dan tidak mau meninggalkan alam dunia")

wildan mengatakan...

Pertanyaan yang muncul dari tembang Syech Siti Jenar adalah:
Kalau dunia ini bukan alamnya orang hidup, lalu alamnya siapa?

Syech Siti Jenar menambahkan penjelasannya:
"Sanyatane, donya iki ngalame wong mati, iya ing kene iki anane swarga lan naraka, tegese, bungah lan susah. Sawise kita ninggal donya iki, kita bali urip langgeng, ora ana bedane antarane ratu karo kere, wali karo bajingan." (Kenyataannya, dunia ini alamnya orang mati, iya di dunia ini adanya surga dan neraka, artinya senang dan susah. Setelah kita meninggalkan alam dunia ini, kita kembali hidup langgeng, tidak ada bedanya antara yang berpangkat ratu dan orang miskin, wali ataupun bajingan")

Dari pendapat Syech Siti Jenar itu kita bisa belajar, bahwa hidup di dunia ini yang serba berubah seperti roda (kadang berada di bawah, kadang berada di atas), besok mendapat kesenangan, lusa memperoleh kesusahan, dan itu bukanlah merupakan hidup yang sejati ataupun langgeng.

wildan mengatakan...

Wejangan beberapa leluhur mengatakan:

"Urip sing sejati yaiku urip sing tan keno pati". (hidup yang sejati itu adalah hidup yang tidak bisa terkena kematian). Ya, kita semua bakal hidup sejati. Tetapi permasalahan yang muncul adalah, siapkah kita menghadapi hidup yang sejati jika kita senantiasa berpegang teguh pada kehidupan di dunia yang serba fana?

Ajaran para leluhur juga menjelaskan:
"Tangeh lamun siro bisa ngerti sampurnaning pati,
yen siro ora ngerti sampurnaning urip."

(mustahil kamu bisa mengerti kematian yang sempurna,
jika kamu tidak mengerti hidup yang sempurna).

wildan mengatakan...

ternyata, hidup ini adalah suatu perjalanan sementara. Dari satu tempat dan kembali lagi ke tempat asalnya (maka tidak usah heran jika orang Jawa sangat menyukai mudik). Nah, apa yang dilakukan selama perjalanan itu adalah bekerja karena itulah bekal ketika kembali ke asal. Lantas siapa yang mengutus kita melakukan perjalaan di dunia ini? Tak lain dan tak bukan adalah sang Maha Ada (Sang Hyang Hana).

Itu saja....

Anonim mengatakan...

Selamat Natal untuk Bigmike. Kiranya kasih Karunhia dari Tuhan Yesus sang Raja Natal itu menyertai Bigmike dan keluarga. Teruslah berbagi kado ikiran-pikiran bernas lewat blog ini. Itulah kado untuk kami semua (Sherly, CN, Oebufu)

Anonim mengatakan...

eh iya, lagu dari kenny rogers dan dolly parton asik banget (Sherly)

Anonim mengatakan...

Kalau tidak mengaku ateis ya sudah tetapi bagaimana kalu saya bilang penganut sinkretisme. Masalahnya, pemilik blog dan para pahlawan kesiangan di blog ini, semuanya terllu mengandalkan pikiran sendiri sih. Akibatnya Tuhan ditemukan di mana-mana dan tidak jelas.....kacau semua (Daud)

Anonim mengatakan...

Maaf kalau saya mengganggu suasana natal orang-orang sinkretis dan ateis. Kalian cuma suka hura-huranya tidak isinya...sayang sekali ...bertobatlah karena kerajaan Surga sudah dekat....(Daud)

Anonim mengatakan...

@ Pak Mike a.k.a Bigmike,

SELAMAT HARI RAYA NATAL. SEMOGA DAMAI YANG DIBAWA TUHAN YESUS MENYERTAI BM SEKELUARGA (Eman, CN, TDM)

Anonim mengatakan...

@ Daud,

Lama-lama saya kasihan melihat moralitas anda. Anda mungkin belum mengerti perintah Tuhan untuk "hidup berdamai dengan semua orang". Di kepala antuda cuma ada rasa permusuhan untuk orang yang berbeda pikiran dengan anda. Kalau begitu maka anda melawan perintah Tuhan sendiri untuk beramai dengan semua oran. Kalau begitu maka siapa penjahat sesungguhnya? (Eman)

Anonim mengatakan...

Saya setuju bahwa filsafat hanacaraka memang indah dan saya pernah baca di salah satu buku bahwa hanacaraka itu artinya adanya kehidupan semata-mata karena kehendak dari yang Maha Kuasa. Kalau begitu maka manusia hanya boleh berusaha atas kehendak an ijin yang maha kuasa.

Saya pikir suatu filsaat yang sama sekali tidak bertentangan dengan agama manapun juga yang mengakui kemaha kuasaan Allah. Nah yang tidak suka hanyalah kaum ateis. Jangan-jangan Daud aslinya adalah seorang ateis. Jangan-jangan. musang berbulu domba (Eman)

Anonim mengatakan...

WAKAKAKAKAK DAUD DAUD, kalo bang eman bilang jangan2 musang berbulu domba, maka saya sebenarnya mau katakan anda cenderung bertindak "licik seperti ular" ha ha ha bukan "cerdik seperti ular"...karena hemat saya anda paham dengan apa yg sodara BM tulis dan anda paham bahwa sodara bukanlah atheis sperti anda tuduhkan. tapi dgn kelicikan anda, anda hanya mau membuat sebuah "gangguan" yang ingin memancing suasana menjadi lebih ramai, kacau dan memancing emosional. hMMM ini yg sodara harapkan ????

Amrisal

George mengatakan...

SELAMAT TAHUN BARU 2010 DAN JUGA SELAMAT NATAL 2009 YANG LEWAT. TUHAN MEMBERKATI HIDUP BIGMIKE DAN KELUARGA. INDONESIA TETAP JAYA

=ANAK NKRI=

George mengatakan...

mo Sabu = Jawa = Kalimanta, sebodo amat yang penting NKRI tetap jaya

Fakhry mengatakan...

Wuuueeeeeelllhaaaaa....lapor komandan...gw telat ngasi ucapan selamat taon baru untuk komandan...siiiaaaaaapppppp terima hukuman...wkwkwkwkw...met taon baru boszzz....terus sehat dan keep on posting....lha, a new nya mannnaaaa????? (Proxy73)

Fakhry mengatakan...

@ Daud,

u sick, man (Proxy73)