Kamis, 19 Juni 2008

Untuk yang sedang bertengkar di INDONESIAL dan MONE WANGO: Nih baca kiriman dari DRHRK

Mengapa Ayam Menyeberang Jalan????

Jawaban menurut:

Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.

Plato:
Untuk mencari kebaikan yang lebih baik.

FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Captain James T. Kirk
Karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi.

Martin Luther King, Jr.
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Machiavelli
Poin pentingnya adalah ayam menyeberang jalan! Siapa yang peduli kenapa! Akhir dari penyeberangan akan menentukan motivasi ayam itu.

Freud
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Mugabe
Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan sekarang dia menyeberanginya dengan dorongan ayam-ayam veteran perang. Kami bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam, sehingga dia bisa menyeberanginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh pemerintahan Inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak
akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya!

Isaac Newton
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Miyabi
Ooohh... Aahhh... Mmmhhh... Ohh yeeahh...

Programmer J2EE
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable, Jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Flasher
Karena pada keyframe tersebut terdapat actionscript yang bertuliskan perintah 'GoTo And Run' ...

LB Moerdani
Selidiki! Apakah ada unsursubversif?

Sutiyoso
Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya disukabumikan saja.

Habibie
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Darwis Triadi
Karena di seberang jalan, angle dan lightingnya lebih bagus.

Nia Dinata
Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?

Desi Ratnasari
No comment!

Dhani Ahmad
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...

Julia Perez
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada disana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaaaaaaaahhh dia kesanalahh.. . Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan) .

Butet Kartaredjasa
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Roy Suryo
Kalo diliat dari metadatanya, itu ayam asli.

Mega Karti
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko
Berdasarkan petunjuk presiden.

(tambahan dari saya):

Douglas McArthur:
seharusnya sebelum menyebrang si ayam bilang, "I Shall Return"

Hitler: Hei ayam, selamat datang di Mein Kampf

Bung Karno:
Si ayam adalah penyambung kaki kaum marhaen. Merdeka !!!

Jusuf Kalla: kita jual saja ayamnya

SBY : negara tidak boleh kalah sama ayam

Sudomo: di jaman saya dulu, ayam yg menyebrang jalan akan saya tangkap

Foke Bowo DKI: untuk menyeberangkan ayam, tanya pada ahlinya

Iban Medah NTT: Jangan pilih ayam yang meyeberang karena dia kurang TULUS

FREN NTT: sehati sesuara membangun kandang ayam baru

Wilmana : ini ayam kok brani-braninya menyebrang? apa Misi dan Visi-nya

NK : Maaannntaaffffff, "salam ayam nyebrang jalan"

Anak NKRI : ayam lu semua......

YES BTN : satu lagi ayam, sebagai tambahan bahan renungan

Jodi: mao tua do lefe ayam

MD : oh, kemungkinan ini ayam dari Rote

Dolly Ballo: ini ayam, nanti beta injak di batang leher

Pritha: ayyyyyaaaaaammmmm, posting lagi dooongggg

Bayu Adrian: Ah, si ayam nyebrang, pasti mau nyari bungkusan lontong

Juwan : supaya anda tahu, saya lama berteman saya si ayam. Dia nyebrang karena agak naif

Jiwamusik: hei ayam, kesini yok, kita joget...seeeerrrr....ssserrrrrr.....

Bigmike: (pegang gitar dan menyanyi)...oh ibuuuu dan ayaaaam selaaaaaamat pagiiiiii ...hi hi hi hi hi

and the best answer is.......... .....(eng ing eng)

Gus Dur :
"Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!
Bukannya kerja tapi malah baca ginian..."

Kesimpulan: karena ini ayamnya Dina Rade maka...... yuukkk kita tangkep en goreng ajahhh...kalo brani sebab tuuhhh...ada penjaganya di Halim PK hi hi hi hi........lagian ayamnya agak PeliT........ayam sorriiiiiiii.......ha ha ha ha ha

Rabu, 18 Juni 2008

WOOOOIIIIIII…….bagi yang mau mbuka' perusahaan, bacalah tulisan Wilmana. TOP ABISSSSS….(Lho, si tOp kok udah abis?)

Dear sahabat bloggers,

Maafkan saya, karena sejak semalam sampai sore ini, pukul 17.25 WITA, jaringan internet di seluruh Kupang pada off. Sinyalnya menghilang. Sudah saya usahakan mencarinya ke warnet-warnet, ke mall dan minimarket, ke pasar Inpres, ke warung papalele, ...bahkan sapai ke rumah tahanan gara di Kupang ...wadduuuhhhhhh........ si sinyal memang menghilang. Akibatnya, ada posting yang seharusnya sudah dipsoting sejak kemarin menjadi tertunda. Untunglah sore ini, si sinyo sinyal mendadak kembali dan....saya kembali menyapa semua sahabat bloggers sambil membawa sebuah posting baru. Posting baru nan bagus ini mencoba menulis pengetahuan tentang VISI dan MISI...meskipun oleh si penulis, versinya dibalik menjadi...MISI dan VISI. Mula-mula bisa dipahami untuk scope kecil, yaitu perusahaan, tetapi dasarnya bisa kita pakai untuk "menerawang" kehidupan itu sendiri.

....Ah, saya sebenarnya agak bingung juga dengan maksud penulis membolak-balik VM menjadi MV, tetapi .....apa boleh buat.......tagal perkara saya harus setia pada adagium para ilmuwan bahwa setiap ilmuwan pada dasarnya harus terus dan teruuuuuuusssss....berjalan .....mencari batas-batas baru...
to searching a new frontier....maka saya postingkan saja apa adanya. Tanpa basa-basi. Selamat saling belajar. Saya? Psssssssttttt.....jangan riiibbbuutttt,,,,,saya mau membujuk si mbah (lihat chatting box) supaya jangan marah-marah....sebab menurut si sinyal, dia terpaksa menghilang sejak semalam karena si mbah marah-besar lantaran INDONESIAL.....hi hi hi hi....
Oh, iya si penulis artikel adalah : WILMANA

MENGAPA PERUSAHAAN GAGAL
(meneketeheeeee....hi hi hi hi......aduH....sorrI mbah)

Sidang Pembaca yang terhormat, sesuai permintaan BigMike, saya kembali sumbangkan satu tulisan lagi. Tulisan ini menyoroti masalah strategic planning dari perspektif korporasi, meski saya yakin Sidang Pembaca tentu dapat menggunakan ini untuk memotret praktek organisasi pada umunya, termasuk gereja BigMike yang namanya GMIT, itu. Mari kita mulai!

“Apakah tujuan perusahaan?”. Apa pentingnya rumusan misi dan visi dalam tata kelola perusahaan? Pada dasarnya saya ingin menyampaikan bahwa tata kelola perusahaan adalah aktifitas organ perseroan dalam menggerakkan semua sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan biasanya dicantumkan dalam Anggaran Dasar. Lalu, untuk maksud operasionalisasi, tujuan dirumuskan dalam bentuk misi dan visi perusahaan. Misi dan visi yang baik, tidak hanya menyiratkan potensi keuntungan bagi Pemilik, tetapi lebih luas dari itu, memberi manfaat bagi para Pemangku Kepentingan (stakeholders) lainnya.

Mungkin tulisan ini bakal berlanjut beberapa seri, tetapi saat ini saya ingin mengajak sidang Pembaca sekalian untuk merenungkan pertanyaan menarik, “lebih dulu mana, visi atau misi?”. Hal ini disebabkan karena di lapangan kita menemukan rumusan tujuan perusahaan dengan pola urutan, “visi” lalu diuraikan menjadi “misi”. Namun, tidak sedikit organisasi yang menerapkan pola yang terbalik. Tentu, kita dapat mengajukan banyak referensi manajemen strategis untuk mengulas, tetapi menurut saya hal itu tidak penting lagi. Mengapa? Karena jika sekedar melakukan studi literature, semua kita juga bisa bahkan telah melakukannya, bukan? Karena itu saya mengajak Sidang Pembaca mengikuti argumentasi saya berikut ini dan jika ada yang tidak setuju, tentu berhak untuk berdiskusi bersama di sini.

Kata “Visi” berasal dari istilah bahasa Latin, ‘visio’ yang di-Inggriskan menjadi, ‘vision’. Noah Webster of American English Dictionary menjelaskan kata ini sebagai berikut: ‘The act of seeing external objects; actual sight’. Searching saya di fasilitas thesaurus MS Word 2007 menemukan padanan kata antara lain: prediction dan eyesight. Karena itu, saya memahami kata ini sebagai gambaran tentang cita-cita yang bersifat predictable, terukur, dan masih dalam batas yang realistis untuk diwujudnyatakan.

Kata ‘misi’ juga berasal dari bahasa latin, ‘missio’, lalu di-Inggris-kan menjadi ‘mission’. Kamus Noah Webster menjelaskannya sebagai berikut: Persons sent; any number of persons appointed by authority to perform any service. Searching di fasilitas thesaurus MS word 2007 menemukan padanan katanya antara lain: assignment, calling, goal, aim, objective. Istilah ini sangat dikenal dalam kekristenan karena sangat terkait dengan tugas panggilan dan pengutusan gereja. Orang islam sering menyebut aktifitas syiar agama Kristen dengan istilah missionaries. Dari sini saya memahami kata ‘misi’ ini sebagai suatu tugas penting bagi individu atau organisasi untuk melakukan sesuatu. Tugas penting ini dipandang sebagai panggilan suci yang menjadi tujuan atau sasaran akhir yang selalu ingin diwujudkan oleh individu atau organisasi tersebut selama masa tugas masih berlangsung.

Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa “misi” bersifat lebih luas cakupannya dibandingkan ‘visi’. Misi adalah gambaran kualitatif tentang tugas yang diemban yang di dalamnya terkandung tujuan kehadiran seseorang atau organisasi di suatu tempat. Visi adalah gambaran mengenai perkiraan, atau perhitungan, atau prediksi bagaimana suatu tugas dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Misi bersifat cita-cita jangka panjang, bahkan seumur hidup, sementara ‘visi’ lebih bersifat cita-cita jangka pendek dan mengandung sasaran antara (milestone) bagi pencapaian misi sebagai tujuan akhir. Terkait dengan rumusan tujuan perusahaan, ‘misi’ adalah rumusan tentang apa tugas utama yang menggambarkan untuk apa suatu perusahaan harus hadir dan berkarya ditengah-tengah lingkungannya. Sementara ‘visi, adalah rumusan tentang indikator-indikator yang menjadi ukuran keberhasilan dalam pemenuhan ‘misi’. Visi adalah sisi kuantitatif dari ‘misi’. Karena itu, ‘visi’ dapat mengalami penyesuaian sesuai perkembangan sumber daya yang dimiliki perusahaan maupun tuntutan lingkungan eksternal, ‘misi’ lebih bersifat abadi. Penglihatan bisa berubah-ubah tergantung sudut pandang dan daya pandang, tapi tugas pokok atau tujuan akhir akan tetap terus selama hayat dikandung badan.

Wah rasanya cukup dulu yaa… Rasanya sudah cukup untuk dapat dimengerti, kan? He he he…

Bagaimana Menciptakan Jaminan Yang Wajar Bahwa Tujuan Perusahaan Dapat Dicapai?

Sukses merumuskan misi dan visi perusahaan yang baik bukanlah akhir dari tata kelola perusahaan. Misi dan visi yang baik hanyalah the end of the beginning. Karena setelah itu, tantangan berat adalah bagaimana mengejawantahkan Misi dan Visi ke dalam aktifitas operasi usaha sehari-hari.

Tantangan Manajemen Strategis

Manajemen strategis adalah sistem yang digunakan untuk menerjemahkan Visi menjadi strategi perusahaan sesuai fungsi-fungsi organisasional yang ada. Visi diterjemahkan menjadi strategi korporat yang terdiri atas strategi jangka panjang 5 tahunan (Rencana Jangka Panjang) dan strategi jangka panjang dijabarkan menjadi strategi jangka pendek 1 tahunan (Rencana Kerja & Anggaran). Strategi jangka panjang maupun jangka pendek, berisikan strategi setiap fungsi organisasi yang ada seperti strategi pemasaran, strategi operasi, strategi keuangan, strategi SDM, dll. Baik strategi jangka panjang maupun strategi jangka pendek harus mencantumkan sasaran dan target yang terukur (kuantitatif) sebagai indikator keberhasilan. Ukuran-ukuran dalam strategi jangka pendek (1 tahun) haruslah diatur sedemikian rupa agar jika diakumulasikan dapat menjadi ukuran kuantitatif bagi indikator keberhasilan sasaran dan target jangka panjang (5 tahunan).

Ini yang dinamakan keselarasan antara Misi-Visi-Strategi-Program. Tapi inipun masih 40% jaminan kesuksesan terlaksananya Misi perusahaan, karena 60%-nya adalah implementasi alias tindakan nyata sehari-hari di lapangan.

Berdasarkan pengalaman ketika memeriksa sistem manajemen para klien, saya tahu bahwa tantangan terbesar kebanyakan perusahaan adalah keselarasan antara Visi/Misi dan strategi mulai dari strategi jangka panjang hingga jangka pendek. Mulai dari strategi korporat hingga strategi Unit Kerja/Unit Usaha. Bahasa sederhananya, hampir semua klien saya memiliki strategi dan program kerja yang tidak nyambung dengan Misi/Visi-nya. Struktur organisasi yang seharusnya dikembangkan sesuai tuntutan implementasi strategi malah dipraktekkan secara terbalik. Strategi dikuya-kuya agar cocok dengan struktur organisasi yang ada. Semua hal ini membawa kita pada fakta bahwa pada akhirnya, Misi/Visi dirumuskan sekedar untuk gagah-gagahan. Bukan untuk memberi arah bagi penyusunan strategi dan program kerja, karena yang memberi arah strategi akan seperti apa, justru struktur organisasi yang telah dimapankan. Jika dalam struktur ada Divisi Doa, maka strategi disusun agar setiap tahun ada program Doa, padahal main business-nya sama sekali tidak ada hubungannya dengan urusan keagamaan.

Entah perlu waktu berapa lama untuk menyadari bahwa jalannya operasi perusahaan ternyata tidak menuju pada tujuan akhirnya sebagaimana rumusan Misi/Visi. Perusahaan telah berkembang menjadi organisasi yang tidak berjalan pada “rel-nya”, tidak menjalankan “panggilan sucinya”. Rasanya sesuatu memang diperlukan untuk menjamin bahwa tujuan perusahaan dapat dicapai.

Sebelum saya mengakhiri tulisan kali ini, mungkin Sidang Pembaca bertanya-tanya, apa yang menjadi penyebab kekacauan seperti di atas? Jawabannya sederhana saja. Karena perusahaan mengabaikan pentingnya corporate strategic planning. Dalam tugas pemeriksaan (assesment), saya selalu menemukan bahwa perusahaan, dalam menyusun strategi dan program kerja, tidak menerapkan prinsip berimbang antara top-down approach dan bottom-up. Akibatnya, strategi dan program kerja disusun secara terpisah-pisah oleh masing-masing Unit Kerja/Unit Usaha, lalu Divisi Keuangan/Akuntansi meng-input anggarannya, mengkompilasi semuanya menjadi satu, dan jadilah Rencana Jangka Panjang dan Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan yang siap untuk disetujui Direksi dan Dewan Komisaris serta disahkan oleh RUPS.

Seharusnya sebelum proses penyusunan dimulai, Direksi menyampaikan arahan pemahaman Misi/Visi, bagaimana secara sistematis di-deploy menjadi strategi dan program kerja, serta apa ukuran-ukuran pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan. Sebagai usaha bisnis, semua program kerja pasti berujung profit. Dalam corporate strategic Planning, Direksi harus mengarahkan bagaimana profit ditetapkan (perspektif keuangan). Lalu supaya profit, maka bagaimana dompet pasar digaruk (perspektif pasar). Agar dompet dapat digaruk tanpa merugikan semua pihak, maka perlu ada struktur dan proses internal yang mendukung (perspektif proses internal). Terakhir, untuk menjalankan struktur dan proses tersebut, bagaimana mengadakan dan mengembangkan sumberdaya dan fasilitas yang mumpuni. Sayangnya, hampir tidak ada Direksi yang melakukan hal ini. Dewan Komisaris-pun sebagai penanggung jawab aspek pengawasan, lebih sering hanya rubber stamp karena kebanyakan adalah Pelaku rangkap jabatan.

Memang benar kata pepatah, “ikan busuk selalu dimulai dari Kepala”.

Minggu, 15 Juni 2008

FREN, GAUL, TULUS: Mone Wango, Mone Pote atau Mone apakah Kalian? (Hasil Pilkada NTT)

Bagi anda yang tidak pernah berkunjung ke NTT, tahukah anda yang namanya pulau Sabu? Saya tidak yakin dengan pengetahuan anda tentang pulau ini. Sepanjang pengalaman saya berhubungan dengan teman-teman di luar Nusa Tenggara Timur, mereka nyaris tidak pernah tahu di mana Pulau yang satu ini. Jangankan Pulau Sabu, yaitu pulau kecil nan mungil di ujung selatan Indonesia, ketika saya memperkenalkan diri berasal dari Kupang, reaksi pertama orang-orang itu adalah ….hei Kupang itu di sebelah mananya Timor Leste? …..ah, Kacau sekali Wawasan Nusantara kawan-kawan saya itu. Singkat kata NTT adalah Nyaris Tak Terdengar. Mudah-mudahan anda tidak tergolong ke sana (padahal saya tidak yakin juga hi hi hi…).

Tapi sudahlah, biarkan saja dahulu perkara itu. Ada hal penting yang mau saya katakan, yaitu dari pulau Sabu dihasilkan suatu bentuk bunyi-bunyian yang kalau diucapkan oleh mulut kita maka kita akan menyebutkannya sebagai bahasa. Ya, anda benar. Bahasa Sabu (bukan Bahasa Roh). Dalam bahasa Sabu terdapat kosa kata yang sangat bagus untuk mencirikan watak manusia, yaitu Mone Pote, Mone Wango dan ….masih banyak mone-mone yang lainnya, termasuk jika anda berjiwa manusia utama berbudi pekerti luhur maka anda akan disebut sebagai Mone Ama. Dengan kata lain, Mone Ama adalah pemimpin. Lantas, apa itu Mone Pote dan Mone Wango? Sebelum kita berceritera tentang hal itu saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengapa saya ingin berceritera tentang mone-mone ini. Begini:

Dalam masa kampanye Pilgub NTT yang berlangsung di Pulau Sabu, salah seorang kandidat Gubernur mengatakan begini:

…….wahai masyarakat Pulau Sabu, jangan pilih Mone Pote dan Mone Wango sebagai Gubernur kalian….bla bla bla.…....

Nah, kembali ke laptop: apa itu Mone Pote dan apapula Mone Wango? Mone Pote adalah manusia yang kerjanya bohong, bohong dan berbohong. Setiap hari. Pada masa Orde Baru dahulu, pernah ada padanan kata yang pas untuk Mone Pote, yaitu HARMOKO alias hari-hari omong kosong (untung bukan hari-hari omong kotor). Lalu, Mone Wango adalah manusia yang bersifat setengah orang setengah lucifer bin setan bin iblis bin…atang. Ya, Mone Wango adalah orang jahat. Pertanyaannya lalu, kalau si pembicara meminta jangan memilih Mone Wango dan Mone Pote maka sebenarnya siapakah yang dimaksudkan? Opsi beliau, saya dan anda sekalian (dalam konteks pilgub NTT) adalah FREN (Frans Leburaya dan Esthon Foenay) ataukah GAUL (Gaspar Ehok dan Julius Bobo) ataukah TULUS (Agustinus Medah dan Paulus Moa). Karena hanya 3 paket ini yang racing dalam pilgub NTT 2008 maka tanpa sadar si pembicara sedang mengingatkan bahwa, menurut logika dasar, beliau dapat saja digolongkan sebagai Mone Wango dan atau Mone Pote juga.

Dan hari penentuan-pun tiba (the judgement day has become). Mari kita kutip berita di cetak.Kompas. com minggu 15 Juni 2008.

PILKADA NTT

Fren Unggul Sementara

Minggu, 15 Juni 2008 | 01:07 WIB
Kupang, Kompas - Pasangan Frans Lebu Raya-Esthon Foenay atau Fren yang diusung PDI-P untuk sementara unggul 38,30 persen. Adapun pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa atau Tulus dari Partai Golkar memperoleh 33,04 persen dan Gaspar Parang Ehok-Julius Bobo atau Gaul dari Koalisi Abdi Flobamora mendapat 28,66 persen suara.

Manajer Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Arman Salam kepada pers di Kupang, Sabtu (14/6), menyatakan, hasil itu diperoleh berdasarkan sampel dari 440 pemilih, yang tersebar di 7.506 TPS di 20 kabupaten/kota. Tingkat partisipasi 80,34 persen, data sampel yang masuk 94,86 persen, dan tingkat kesalahan 1 persen.

Fren menang di Kota dan Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan, Belu, Ende, Ngada, dan Nagekeo. Sementara Tulus menang di Rote Ndao dan Sikka. Adapun Gaul unggul di Manggarai dan Sumba Timur.

Riki Rahmadia, moderator Jaringan Isu Politik, menambahkan, pemilih berdasarkan agama masih tinggi, yakni 44,49 persen penganut Protestan mendukung Tulus, sementara 53 persen penganut agama Katolik mendukung Fren, dan Gaul mendapat dukungan 32,29 persen.

”Suku juga masih sangat dominan dalam pemilihan. Suku Timor 69,80 persen memilih Fren, 1,9 persen memilih Gaul, dan sisanya memilih Tulus. Masyarakat Lamaholot, yakni Flores Timur, Lembata, dan Alor, 78 persen mendukung Fren, sisanya Tulus dan Gaul,” katanya.

PDI-P dinilai masih solid. Sebanyak 84 persen kader PDI-P mendukung Fren. Adapun Partai Golkar 66,70 persen mendukung Tulus.

Anggota KPU NTT, Hans Ch Louk, mengatakan, KPU belum mendapat data resmi dari lapangan. Data baru didapat 7-14 hari mendatang.

”Soal hasil survei LSI dan JIP silakan saja. Namun, hasil itu tidak memengaruhi hasil dari lapangan yang ditujukan ke KPU,” kata Louk.

Kabid Humas Polda NTT Komisaris Marthen Radja mengatakan, tidak ada gangguan keamanan selama pilkada berlangsung. Kondisi ini diharapkan terus berlangsung sampai penghitungan suara dan penetapan hasil pilkada. (KOR/SEM)

Sebelumnya adalah berita dari mediaindonesia.com Sabtu 14 Juni 2008 18:29 WIB

Quick Count Tempatkan Fren Unggul Sementara pada Pilkada NTT

Penulis : Palce Amalo

KUPANG–MI: Perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (Fren) unggul sementara menurut versi perhitungan cepat (quick count), Sabtu (14/6). Sampel qiuck count tersebut diambil dari 350 tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) NTT. Jumlah TPS yang tersebar di 20 kabupaten/kota di provinsi itu seluruhnya sebanyak 7.506.

Menurut Setiadharma dari lingkaran Survey Indonesia (LSI), pasangan Fren yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumpulkan 38,30% suara. Pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa yang diusung Partai Golkar mengumpulkan 33,04% suara, dan posisi terakhir diperoleh pasangan Gaspar Parang Ehok-Julius Bobo yang mengumpulkan 28,66% suara. Sedangkan data sampel yang diumumkan tersebut adalah 94,86%. “Sampling error lebih kurang 1%,” katanya dalam jumpa pers di Kupang, sekitar pukul 18.00 Wita.

Namun, sebelum pengumuman hasil qiuck count, puluhan pendukung pasangan calon gubernur Frans Lebu Raya-Esthon Foenay berpawai mengelilingi Kota Kupang. Sedangkan, Frans dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio swasta di Kupang mengatakan telah memenangi pemilihan gubernur.

Sementara itu, pasangan Ibrahim-Paulus berdasarkan laporan yang diterima LSI, menang di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang, dan Rote Ndao. Sedangkan pasangan Frans-Esthon menang di Kabupaten Flores Timur, dan suara terbanyak di Kabupaten Manggarai dimenangkan oleh pasangan Gaspar-Julius.

Pilgub Nusa Tenggara Timur diikuti oleh 2.646.144 pemilih dengan pemilih terbanyak terdapat di Kabupaten Belu 203.451 orang, Timor Tengah Selatan sebanyak 247.304 orang,dan Kabupaten Kupang 112.143 orang. (PO/OL-01)

Nah, tampaknya berdasarkan hasil kajian LSI, yang mendasarkan diri atas keakuratan metode-metode statistika, ada pasangan tertentu yang berpeluang lebih besar untuk memenangkan racing dalam PILKADA NTT. Ahaaaa, kalau begitu siapakah itu Mone Pote? Siapakah yang Mone Wango dan siapa pula yang Mone……tak tahulah awak ni. Tunggu saja hasil perhitungan resmi oleh KPUD NTT (asal jangan diganggu oleh demonstrasi kelompok-kelompok pecundang alias looser).

Akhirnya, apa pelajaran yang bisa kita petik dari ceritera tentang mone-mone tadi? Adalah ini: pertama, jagalah mulutmu sebab mulutmu adalah wango-mu; dan kedua, janganlah gampang menuding orang lain sebab, kata orang tua-tua dahulu kala, ketika 1 jarimu menunjuk ke depan, lihatlah ke mana arah 3 jarimu yang lain. Tragis bukan?

Tabe Tuan Tabe Puan

Sabtu, 14 Juni 2008

Sesudah D3RHRK dan IPDN sekarang Wilmana ingin Merenungkan Sesuatu

Sahabat Blogger,

Rupa-rupanya blog ini mulai lebih berwarna. Tidak didominasi 1 warna saja. Monoton. Sekarang saya memberi kesempatan kepada sidang pembaca untuk mengetahui apakah saudara Wilmana (nah, anda betul menebak kali ini) mampu ber-evolusi (ha ha ha tema ini sensitif ya ha ha ha) dari seorang komentator menjadi penulis. Mampukah saudara Wilmana memberi warna lain pada blog ini? Di tangan saudara-saudaralah penilaian itu berada. Saya? Ah, saya mau melanjutkan perenungan saya...atau..... aakkkhhhh...karena ini weekend maka saya mau bemalam mingguan dengan ex pacar saya yang sekarang sudah hampir menjadi nenek-nenek .....hi hi hi hi hi .....(tuh gambarnya ada di bawah gambar cowboy mikerk)
Selamat membaca ya,....... saya asssssooooyyyy ggeebbboooyyyy dulu neeeehhhh.......

PIKUL SALIB Sebagai Suatu Strategic-Based Behavior

Sidang Pembaca yang terhormat,

Hari ini adalah Sabtu, yang berarti hari persiapan bagi kaum kristen dalam rangka menyongsong hari Minggu, sebagai hari beribadah bagi mereka. Faktanya, ada banyak hal yag dilakukan oleh orang kristen di hari Sabtu. Kebanyakan dari mereka terjebak dalam propaganda kaum kapitalis untuk menikmati hari Sabtu sebagai hari libur, pergi ke pusat-pusat hiburan bahkan sampai jauh malam dan mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membeli berbagai bentuk hiburan yang ditawarkan. Jadi, jika disurvey maka saya hampir yakin bahwa hanya sedikit orang Kristen yang mempersiapkan diri secara serius menyongsong hari minggu yang secara dogmatis mereka imani sebagai "harinya Tuhan".

Meski harus saya kaui bahwa saya ini lebih sering bertindak layaknya kaum hedonist di hari Sabtu, tetapi kali ini saya pingin meluangkan waktu untuk berbagi dengan Sidang Pembaca mengenai sesuatu yang mungkin bermanfaat untuk bekal di hari minggu besok. Paling tidak, apa yang saya tulis ini bisa menjadi batu peringatan bagi saya pribadi dan syukur alhamdulillah jika berguna juga bagi Sidang Pembaca sekalian. Mari kita mulai.

Apa itu Salib?
Hampir tidak ada orang kristen yang tidak mengenal istilah "pikul salib" ini. Bahkan anak-anak TK yang rajin ke sekolah minggu, pasti kenal dengan istilah populer ini. Jadi mungkin hanya anak-anak yang malas ke sekolah minggu sajalah yang tidak mengenal istilah ini.

Berbicara mengenai "pikul salib", ada dua kata yang masing-masing memiliki arti tersendiri bagi orang kristen. Tetapi fokus utama biasanya ada pada kata "salib". Jika kita membaca kitab suci Perjanjian Baru (PB), terutama Injil-Injil sinoptik, kita akan menemukan cukup banyak kata ini di sana. Kata "salib" ini begitu terkenalnya di dunia sehingga International Standard Bible Encyclopedia (ISBE) menyebutkan demikian, No word in human language has become more universally known than this word, ..., dst. Saya pikir, ISBE pasti benar karena kata ini memiliki kaitan erat dengan peristiwa kematian Yesus Kristus 2000-an tahun yang lalu di Yerusalem.

Kata ini tidak dikenal dalam bahasa Ibrani dan karena itu tidak ditemukan dalam kitab suci Perjanjian Lama (PL). Salib adalah terjemahan dari kata latin, "crux". Dalam bahasa Yunani disebut, "stauros", atau seringkali kita temukan dalam PB disebut juga "skolops" sebagai kata lain dari stauros. Dalam beberapa catatan yang saya temukan, SALIB memiliki paling tidak empat bentuk yaitu "crux immissa" adalah bentuk salib seperti yang digunakan untuk menyalibkan Yesus. Ada "crux commissa" atau salib Anthony yaitu salib berbentuk huruf T. Lalu "crux simplex" yaitu salib yang hanya terdiri atas satu tiang. Terakhir adalah "crux decussata" atau salib Andrew yaitu salib berbentuk huruf X.

Mengenai pengertian kata "salib" sendiri, saya temukan penjelasan singkat tapi jelas dalam Bible Dictionary oleh Andrew Robert Fausset sebagai berikut, The instrument of a slave's death, associated with the ideas of pain, guilt, and ignominy. Jadi, semacam alat untuk menghukum mati para budak yang divonis bersalah. Tapi dalam Smith's Bible Dictionary by Dr. William Smith, saya menemukan penjelasan tambahan bahwa salib juga belakangan digunakan oleh Penguasa Romawi untuk menghukum mati para Penjahat atau Pembunuh. Secara umum kita tahu sekarang bahwa salib adalah sesuatu yang berhubungan dengan perilaku melanggar hukum atau istilah lasimnya yaitu, DOSA.

Salib Dalam Pandangan Kristen
M.G. Easton M.A., D.D. dalam Illustrated Bible Dictionary, melaporkan bahwa setelah Kaisar Konstantin menjadi penganut agama Kristen, salib lalu secara resmi digunakan sebagai simbol kekristenan. Penjelasan yang agak rinci saya temukan dalam ISBE. Di sana disebutkan bahwa pada dasarnya makna salib ini dapat dipetakan ke dalam dua pandangan besar yaitu: (a) makna esktra Alkitab dan (b) makna yang bersumber dari Alkitab.

Makna Ekstra Alkitab
Penggunaan salib dapat ditemukan simbol simbol-simbol dari beberapa peradaban kuno. Bagi orang-orang mesir kuno, salib adalah simbol kesucian dan keabadian yang ditemukan dalam kuil Serapis. Juga di kalangan orang Yunani dikenal salib dalam bentuk huruf T.

Spaniards menemukan bahwa salib juga dikenal oleh orang Meksiko dan Peru, sebagai simbol empat elemen (udara, air, tanah, dan api), atau simbol empat musim, atau simbol empat arah mata angin.

Makna Alkitabiah
Penderitaan dalam peristiwa penyaliban telah membuat secara alamiah salib dimaknai sebagai lambang kesusahan, kesakitan, kesedihan, kekecewaan, kegelisahan dan berbagai bentuk beban hidup lainnya yang menimpa setiap orang. Karena itu, Yesus lalu menggunakan makna ini dalam pengajaran kepada para murid-Nya (mhn baca sendiri: Matius 10:38 dan 16:24). Dalam literatur Paulinis, salib digunakan sebagai alat pengajaran doktrin pencerahan/atonement (baca: I Kor 1:18; Gal 6:14; Flp 3:18; dan Kol 1:20). Bagi Paulus, salib menggambarkan hubungan persekutuan antara Yahudi dan no-Yahudi (bc: Ef 2:16), orang percaya dengan Kristus, dan juga simbolisasi orang-orang yang taat/kudus (bc: Gal 5:24).

ISBE menyimpulkan bahwa salib adalah pusat dan koridor ajaran dan tradisi para Rasul, serta pedoman hidup para Jemaat mula-mula. Paulus mengajarkan bahwa salib Kristus mengubah sakit-penyakit menjadi berkat (bc: Gal 3:13-14).

Sidang Pembaca yang terhormat, eksplorasi Alkitab yang diuraikan di atas menunjukkan bahwa salib bagi orang kristen adalah lambang kesulitan hidup yang melanda setiap mereka. Salib adalah tatanan nilai kristiani yang diteladankan Kristus sepanjang hidupnya yang berakhir pada via dolorossa dan berpuncak pada Golgota. Kerelaan dan keikhlasan menanggung beban hidup demi kasih-Nya kepada manusia. Asal orang lain bisa merasakan kedamaian, ketentraman hati, dan keselamatan, Dia rela untuk menderita bahkan menderita sampai mati di di golgota.

Strategic-based Behavior
Ungkapan ini seringkali digunakan oleh mereka-mereka yang berkecimpung di dunia manajemen dan tata kelola (governance). Lho, lalu apa hubungannya dengan urusan pikul salib? Kok ujug-ujug (buat yg gak ngerti, ini bahasa sunda artinya, "tiba-tiba") ngomong manajemen di sini? Apa hubungannya dengan iman kristen yang dogmatis?

Sidang Pembaca yang saya hormati, pikul salib itu adalah sebuah perilaku kristiani. Saya melihat ada hubungan antara pikul salib ini dengan strategic-based behavior. Tapi, sebelum lebih jauh mengenai hubungan itu, saya pingin jelaskan dulu apa itu strategic-based behavior yang saya ketahui.

Strategi-based behavior ini adalah ungkapan yang digunakan orang-orang manajemen untuk menggambarkan hubungan antara tindakan dilapangan dengan perencanaan yang dibuat. Orang-orang manajemen percaya bahwa pencapaian tujuan hanya dapat berhasil baik jika tujuannya dapat dijabarkan menjadi strategi. Strategi yang baik adalah yang dapat dipraktekkan dalam aksi-aksi nyata di lapangan karena memiliki indikator-indikator yang jelas sebagai ukuran keberhasilan. Dengan demikian, tindakan-tindakan yang mengarah pada pencapaian tujuan adalah tindakan yang selaras dengan strategi yang ditetapkan.

Sidang Pembaca sekalian, dengan demikian bahasa ringkasnya, strategic-based behavior adalah suatu bentuk sikap dan tindakan seseorang atau sekelompok orang yang selaras dengan misi atau peran yang sementara diemban oleh mereka. Strategic-based behavior pada dasarnya adalah bertindak selaras dengan tujuan atau misi yang diemban. Tentu, strategi yang adalah penjabaran misi sekaligus sebagai kerangka untuk bertindak harus selaras pula, toh...

Strategic-based Behavior dan Pikul Salib

Lalu apa hubungannya dengan pikul salib?

Yesus bersabda, "dan orang yang tidak mau memikul salibnya dan mengikuti Aku tidak patut menjadi pengikut-Ku" (Mat 10:38). DR John Gill dalam John Gill's Exposition of the Entire Bible, menjelaskan bahwa dengan menggunakan makna salib, Yesus menginginkan bahwa setiap orang kristen harus melaksanakan misinya, yaitu bersaksi tentang Injil Kerajaan Allah, dengan cara siap menderita demi kesetiaan meneladani Kristus yang sudah terlebih dahulu melakukan misi itu.

Apa itu teladan Kristus? Yaa setia dan konsisten pada misi-Nya. Apa misi yang diemban Kristus? Rasanya kita tidak lupa bahwa Kristus datang untuk menciptakan perdamaian manusia dengan Allah dengan nyawa adalah harga tebusan. Dengan demikian, kita tahu bahwa penderitaan Kristus pada via dolorossa bukanlah sebuah kekonyolan yang fatalistis. Karena misi-Nya ke dunia ini memang untuk mati seperti itu.

Jadi, hikmah dari pikul salib yang Yesus tunjukan saat itu adalah bukanlah pada aksi pembiaran diri untuk dianiaya dan dipukuli tanpa melakukan pembalasan, tetapi justru pada ketataan dan konsistensi pada misi-Nya. Pembiaran diri untuk dianiaya, kita tahu hanya terjadi pada saat itu. Sebelum dan sesudahnya, Yesus tidak pernah mengijinkan hal yang sama terjadi lagi. Kenapa? Karena situasi berbeda dan misi yang diemban juga berbeda pula. Jika sebelum peristiwa penyaliban, Yesus tidak pernah membiarkan kaum Farisi bertindak kejam terhadap diri-Nya, maka sesudah itupun reaksi Yesus atas tindakan kejam Paulus misalnya, tidak dalam bentuk pembiaran. Jadi, ada fenomena situational acion di sini, yaitu bertindak dengan pendekatan yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dan strategi saat itu.

Sidang Pembaca yang saya hormati. Kita tahu sekarang bahwa makna pikul salib yang diteladankan oleh Yesus adalah bahwa setiap orang kristen harus siap bertindak selaras dengan misi dan strategi yang sedang diembannya. Misi Yesus adalah mati karena menanggung siksaan akibat dosa-dosa manusia. Karena itu peristiwa penyaliban terhadap-Nya adalah strategi guna pencapaian misi tersebut. Karena itu pula, keliru sekali jika kita memaknai "pikul salib" dalam arti pembiaran terhadap kesewenangan. Penderitaan yang harus dialami adalah konsekwensi dari misi dan strategi, tetapi itu bukanlah misi dan strategi itu sendiri.

Jika begitu, maka mulai hari ini seharusnya anda lebih ikhlas dan cerdas untuk memikul salib dan mengikuti Yesus. Ingatlah pada misi anda pada saat itu, buatlah strategi sebagai kerangka tindakan, dan bertindaklah selaras dengan itu. Siap-siaplah menanggung segala konsekwensinya, karena itulah makna sesungguhnya dari "pikul salib".

Selamat Pikul Salib!

Kamis, 12 Juni 2008

Habis D3RHRK terbitlah IPDN....(haaaaahhhh???, gawat!!!!!)

Sahabat Blogger yang baik.....

Setelah diberi doa yang indah oleh Dina maka mari kita mulai bekerja. Apa kerja kita? ya merenung kembali. .......tapi heeiiiii bigmike mengapa kita di suruh merenungi IPDN, Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang kontroversial itu siihhhh.........kagak ade nyang lain apeeee?????? ....Psssssstttttt......tenaaaanngggg.....teeennnaaaaannnggggg.....bukan itu tapi IPDN yang ini adalah Ini Posting Dari Nk ...ha ha ha....anda tahu dia kan? Yaapp, anda betul: dialah sobat kita yang tajam komentarnya itu. Kali ini NK ingin menulis lagi. Dan karena saya sangat ingin bisa menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk rehat sejenak dan merenung maka saya mempersilakan NK menggunakan halaman blog ini guna menyampaikan isi kepalanya. Nah, selamat menikmati isi tulisan NK. Sementara itu biarkan saya merenung merem melek di Cafe Permenungan.......uuuaaaaaaaappphhhh.....aahhhhhhhhhhhhhh............................merenung dulu yaaaaaaa.....(anda silakan berdiskusi dan jangan mengganggu saya yaaaaaa......)

Saya agak sedikit 'penat' dengan tulisan dan komentar yang bertema kebangsaan. Karena diminta menulis lagi oleh BM, maka saya ingin menulis sesuatu yang 'lain.' Lagi-lagi bukan karena saya banyak tahu tetapi sedekar ingin berbagi dengan sidang pembaca blog disini. Semoga pula 'kenekatan' saya menulis disini menggugah hati Wilmana yang masih teputar untuk menyumbangan 'buah-buah' pikirannya. Juga 'dtn' alias 'jrk' yang konon bakincang hendak menulis tetapi on the 11th hour menarik diri dengan alasan yang kurang jelas. Sayup-sayup saya dengar dia takut ama Wilmana. Batul ko dtn?

Beberapa waktu yang lalu, Bigmike ("BM"), dalam postingnya yang bertema 'Kasih' menulis, "Charles Darwin, ilmuwan yang teorinya amat sangat kontroversial sampai hari ini, mengemukakan dalam buku The Origin of Species bahwa..." Mengapa seorang BM katakan teori Darwin bukan saja amat tetapi juga sangat kontraversial? Apanya yang kontraversial? Kalau ujaran kata ini disampaikan oleh seorang awam, Wilmana, maka saya dapat memahaminya. Tetapi ini seorang BM yang notabene seorang ilmuan eksata bergelar 'Dr,' 'jenius,' serta 'tokoh' gereja dikampungnya. Bukankah BM, dalam keunikan posisinya itu, seharusnya memberi 'pencerahan' bagi kita yang 'awam' ini? Ketimbang menunggu BM yang sering 'goyang ngebor' tanpa fokus yang jelas akibat 'autisme'nya itu, maka saya 'bertekad' mencari cikal-bakal kontraversial ini.

Mulanya saya mencoba memahami kontraversial teori Darwin dari perspektif seorang 'awam.' Karena saya tidak bisa berjumpa muka dengan Wilmana, saya sengaja bertemu seorang kawan di sini, mahasiswa S2 asal Indonesia. Saya bertanya, 'Bagaimana menurut anda tentang teori Darwin?' Dengan berapi-api kawan saya itu menjawab, 'Teori Darwin tidak Alkitabiah! Manusia bukan keturunan monyet tetapi serupa dengan gambar Allah!' Mama miaaaa. Dari kawan saya ini, saya berkesimpulan, bagi kebanyakan orang, kontraversial teori Darwin tidak lepas dari urusan monyet-monyetan. Manusia, katanya, keturunan monyet. Entah akibat teori Darwin, kami dikampung suka mengejek orang dengan ujaran, 'kode (baca: monyet) bakar lu!' Tetapi, benarkan Darwin ber-teori seperti itu? Kalau benar manusia asalnya dari monyet, mengapa masih ada monyet di hutan dan di kebun-kebun binatang? Bukankah seharusnya monyet-monyet itu sudah berevolusi menjadi manusia? Mungkinkah sebagian mereka gagal berevolusi menjadi manusia? Saya makin 'bergairah' mencari jawabnya.

Siapa itu Charles Darwin, ah, saya yakin sidang pembaca blog sudah tahu. Dan tentang bukunya yang super duper terkenal itu, rasa-rasanya anda sudah, paling tidak, mendengarnya. Tetapi, tahukah anda inti-sari teori sang Darwin ini? Baiklah saya kutip yang sudah ditulis BM sendiri, "...berdasarkan hasil pengamatan empiris maka harus dikatakan bahwa ciri kehidupan yang terpenting adalah persaingan. Untuk bisa survive atau bertahan hidup, semua makhluk mesti berjuang. Dan siapa yang berhasil survive? Kata Darwin, yang survive adalah makhluk yang paling pas. Paling cocok. Paling paling fit dengan kondisi lingkungannya. Survival of the fittest. Lalu dimana urusan per-monyet-tan itu dalam buku Darwin ini? Saya membolak-balik-kan setiap halamannya tetapi tidak menjumpainya disana. Tapi, bukankah teori Darwin kait-terkait dengan evolusi? Betul! Darwin katakan bahwa dari proses persaingan itu, mahluk yang kuat, dalam kurum waktu yang lama (bilyunan tahun?), akan melahirkan variasi baru, bahkan mahluk baru. Inilah Darwinian evolution itu. Eh tau gak sih, teori evolusi biologi sebenarnya sudah ada jauh sebelum Darwin? Yaitu oleh ilmuan klasik Yunani, salah satunya Lucretius. Lalu mengapa evolusi Darwin yang beking geger? Lagi-lagi, ini ada urusannya dengan monyet-monyetan itu.

Perlu dicatat disini, Darwin, sebelum menerbitkan The Origin of Species, sadar kalau teorinya itu bisa menimbulkan kontraversi, bahkan ancaman 'kutukan' gereja. Secara diam-diam, Darwin terus menyempurnakan dan mengumpulkan fakta pendukung teorinya. Saat publikasi, dalam bukunya itu, Darwin memberi komentar yang bertujuan 'mendamaikan' konflik antara ilmu pengetahuan dan agama (baca: gereja). Sikap Darwin ini sejalan dengan kepercayaan ilmuan besar Isaac Newton, seorang Kristen taat, yang meyakini kebesaran daripada a rational God yang menciptakan a rational universe.

Kalau Darwin tidak dengan sengaja ingin menciptakan konflik antara ilmu pengetahuan dan agama, lalu siapa? Ini biang keroknya. Sekitar 100 tahun yang lalu, 2 penulis besar John William Drapper dan Andrew D. White gencar menyerang gereja dan Kekristenan dan membuat klaim absurd tentang konflik abadi antara ilmu pengetahuan dan agama yang tidak akan dapat didamaikan. Diantara mitos yang ditulis adalah 'Darwin against the Christians.' Menurut mitos ini, ketika Darwin menerbitkan The Originin of Species, terciptalah 2 kubu. Kubu Ilmuan vs Kubu Gereja. Ilmu vs Iman. Nonsense! Faktanya, ilmuan besar saat itupun berbeda pendapat, pro ada yang kontra terhadap teori Darwin. Richard Owen (British Naturalist), Louis Agassiz (Harvard Zoologist) dan Lord Kelvin (Physicist) walau memuji karya Darwin, meragukan keabsahan teori Darwin. Sejarahwan Gertrude menulis, walau umat Kristiani menilai teori evolusi tidak konsisten dengan ajaran gereja, mayoritas menerima teori Darwin. Bahkan Dublin Review, sebuah jurnal milik Gereja Katolik saat itu memberi review yang sangat positif dengan sedikit kritikan.

Lalu dari mana asal-usul manusia asalnya dari monyet itu? Sabar, saya sedang menuju ke TKP! Begini. Selain mitos diatas, si kutu-kupret Drapper & White menulis tentang debat panas antara Thomas Henry Huxley, pendukung teori Darwin, dan seorang Uskup Katolik bernama Wilberforce. Dalam debatnya itu, konon, Wilberforce bertanya kepada Huxley, "Is it on your grandfather's or your grandmother's side that you claim descent from a monkey?" Atas pertanyaan si Uskup, dengan kalemnya Huxley menjawab, 'saya lebih memilih menjadi keturunan seekor monyet ketimbang menjadi seorang 'orang suci' yang anti terhadap ilmu pengetahuan.' Goooooooooooooooooooolll... kesebelasan anti gereja menyobek gawang Gereja. Gereja anti ilmu pengetahuan, begitukah? Ooooh tentu saja tidak. Namanya juga mitos. Lho kok? Tidak ada catatan sejarah tentang debat itu. Ini hanya akal-akalan 2 kutu-kupret itu, Drapper dan White. Joseph Hooker, seorang sahabat Darwin membantah Huxley berkata seperti itu.

Konyolnya, konflik abadi yang diciptakan Drapper & White pada abad 19 ini ternyata kian hidup hingga kini. Ia 'memakan' banyak korban, tidak tanggung-tanggung, umat Kristiani. Proganda tua oleh kaum ateis, saat ini, dikompori oleh manusia-manusia semacam Christopher Hitchens (God Is Not Great), Richard Dawkins (The God Delusion) dkk. Simak saja beberapa statement ini:

I am against religion because it teaches us to be satisfied with not understanding the world. Richard Dawkins

If humankind evolved by Darwinian natural selection, genetic chance and environmental necessity, not God, made the species. E.O. Wilson (A Harvard biologist on his book 'On Human Nature')

No intervening spirit watches lovingly over the affairs of nature...whatever we think of God, his existence is not manifest in the products of nature. Stephen Jay Gould (A Biologist on his essay 'Darwin's Legacy')

The diversity of life on earth is the result of evolution: an unsupervised, impersonal, unpredictable and natural process of temporal descent with genetic modification that is affected by natural selection, historical contengencies, and changing environments. American National Association of Biology Teachers

Saya dulu juga 'korban' lho, tapi syukurlah sekarang saya sudah 'insap.' Bagaimana dengan anda? Terserah! Saya memilih nonton Euro 2008 ketimbang memusingkan mitos kontraversi Darwin. Nampaknya saja kontraversial, tetapi sebenarnya TIDAK!

Eniwe... anda tahu mitos lain yang sangat terkenal itu? Galileo disiksa dan dihukum mati oleh gereja! Baiklah, begini ceritanya, eeeeiiitttttttttttttt... biar anda penasaran, tunggu saja sambungan dari tulisan ini.

D3RHRK (Doa Dari Dina Rade Hutajulu-Riwu Kaho)

Dina Rade adalah anak bungsu dari pasangan Robert Riwu Kaho (almarhum) dan Agustin Sabartinah Soedarjat. Ya, pembaca betul karena Dina adalah adik kandung saya. Dia anak ke-12 dari 12 orang bersaudara. Jadi, orang ini hanya punya kakak. Tidak punya adik. Kacciiiiaaaannnn...Akibatnya, Dina agak manja dan juga, agak pelit (wah, gawat). Perhitungan, katanya.

Tetapi hari ini dia tidak sedang "kumat". Dina mengirimkan satu buah doa. Mula-mula hanya untuk saya. Lalu, setelah saya pikir, doa ini ada baiknya disebarkan kepada mereka yang meyakininya. Doa ini sederhana, siapakah yang bisa tampil glamorous di depan Tuhan, tetapi inilah permintaan hari ini. Ya, hari ini. Oh, ya seorang sahabat menulis dalam komentarnya begini: "mulailah hari ini dengan sebuah do'a". Wah, mungkin Roh Kudus yang membisikan kepada saya untuk memulai bekerja dengan terlebih dahulu berdoa. Lantas, Roh Kudus membisikan kepada Dina: kirimkan kakakmu sebuah do'a. Terima kasih Sahabat. Terima Kasih Dina.

DOA SATU MENIT


Tuhan Yesus,

Terima kasih Tuhan untuk cinta kasihMu bagiku.

Engkau sudah menjaga dan memelihara diriku dan

keluargaku ini hari lepas hari, kami hidup aman

dalam lindunganMu dan berkatMu berlimpah dalam

hidup kami.


Akupun bersyukur Engkau masih memberikanku pekerjaan

dan aku masih menerima gaji yang dapat kugunakan

untuk memenuhi kebutuhan diriku dan keluargaku,

dan untuk menolong sesamaku.


Di tengah situasi ekonomi yang semakin sulit ini,

aku sangat menyadari dan prihatin dengan kehidupan

di negara ini, akan semakin banyak orang miskin,

akan semakin banyak mereka yang hidupnya terlantar,

dan bahkan mungkin terancam pemutusan hubungan kerja

karena perusahaannya pailit.


Oh... Tuhan...

kepadaMulah aku memohon agar Engkau menolong

bangsa ini, Engkau memberikan kekuatan kepada kami semua

untuk mampu bertahan dalam situasi sulit ini,

dan semakin bergantung kepadaMu Tuhan.


Tolonglah sesamaku yang hidupnya susah,

yang untuk makan hari ini saja sulit,

bukakanlah jalan bagi mereka.

Gerakkanlah hatiku dan seluruh umatMu juga Tuhan,

untuk bukan hanya sekedar prihatin dengan keadaan ini,

tapi juga mengulurkan tangan membantu mereka

yang susah.

Engkau sudah memberkati kami, dan kamipun mau

menjadi berkat bagi orang lain juga.


Terima kasih Tuhan Yesus.

Di dalam namaMu, aku panjatkan doa ini


Amin

Selasa, 10 Juni 2008

Berdukacita kok ya Berbahagia? Aneh…..

Sobat Blogger Yang tercinta, saya ingin menghentikan sejenak perbincangan dalam topik Perubahan. Gerangan apakah ini? Semua berawal dari 1 buah SMS yang saya terima hari senin tanggal 9 Juni 2008 sore yang bunyinya begini:

Berita Duka: telah kembali ke Rumah Bapa di Surga mama Mariana Nahak ibunda dari Ibu Tori Ata di RS Bayangkara Kupang jam 11.21 WITA. (Yunus Takandewa)

Lalu, pada tanggal 10 Juni 2008 saya menerima lagi 1 buah kiriman SMS yang berbunyi:

Duka cita kami terdalam. Telah dipanggil sang Khalik Agung, Ibunda kami tercinta: Mariana Nahak Ata, senin 9 Juni 2008. Jenazah diantar ke Atambua siang ini. Salam duka. Tory Ata. (Ya, anda benar karena seperti yang sudah tertera di dalam isi SMS itu nama si pengirim yaitu Tory Ata).

Berita kematian adalah biasa seperti juga begitu biasanya kematian itu sendiri. Ada pendapat bahwa mereka yang mau hidup harus siap untuk mati. Ya betul, konsekuensi dari hidup adalah mati. Jadi untuk apa berupaya keras menghindari kematian karena toh dia akan datang juga. Dalam disiplin ilmu-ilmu ekologi kematian tidak lebih dari bagian dari aliran energi dan siklus materi di dalam ekosistem alam. Sekali lagi, kematian adalah perkara biasa. Saya punya pengalaman sewaktu bepergian ke Aceh. Ketika itu saya bertemu dengan seseorang yang dengan tenang dan biasa-biasa saja menceriterakan bahwa dalam peristiwa tsunami Aceh, dia kehilangan ayah, ibu, isteri dan 2 orang anaknya sekaligus. Cukup 1 kali tsunami, habislah seluruh keluarganya. Dapatkah anda membayangkan betapa mengerikannya kematian kala itu. Ada ratusan ribu orang mati dan hilang taktentu rimbanya hingga hari ini. Tetapi….hei….lihatlah wajah orang itu…….dia berceritera perihal kematian seluruh anggota keluarganya sambil menghembus-hembuskan asap rokok dengan pandangan mata yang biasa-biasa saja. Nyaris tanpa beban. Saya tidak bermaksud meremehkan kematian tetapi saya mencupli peristiwa itu hanya untuk mengatakan bahwa kematian sesungguhnya adalah barang biasa. Kalau anda bahagia dan senang menerima hidup maka jangan terlalu berduka ketika menerima kematian. Kalau anda menerima kelahiran seorang bayi bayangkanlah bahwa yang anda timang adalah mayat pada satu waktu kelak. Jadi, kematian? Biasa-biasa sajalah. Kelar perkara. Begitukah? Nanti dulu.

Soal lain adalah apakah hebatnya seorang Tory Ata. Apa luar biasanya seorang Mariana Nahak Ata. Siapakah mereka? Saya yakin, sebagian besar pembaca tidak mengenal nama-nama ini. Lalu, apa pentingnya bagi saya sehingga memposting sesuatu tentang mereka sambil meninggalkan topik lama (perubahan). Apakah karena saya pernah 4 tahun lamanya tinggal di Atambua? Tidak. Lalu apa? Tory Ata adalah seorang perempuan pegiat LSM di Kupang NTT. Saya mengenalnya ketika sama-sama terlibat sebagai tim penilai proposal-proposal pada LSM Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (Samanta) di mana saya berkedudukan sebagai Anggota Dewan Pakar. Kami saling menghormati profesionalisme di antara kami. Itu tentang Tory. Bagaimana tentang ibu Mariana Nahak Ata? Saya sama sekali tidak mengenalnya. Jadi? Nah ini yang saya mau katakan: kematian adalah fenomena alam biasa tetapi bagi makhluk berakal dan berperasaan sekaligus seperti manusia, kematian bisa mendatangkan kesan tersendiri. Memang betul, kematian adalah persitiwa biasa. Itulah sebabnya kita bisa menonton peristiwa kematian ribuan bahkan ratusan ribu orang yang tergambar di layar televisi sambil menyeruput kopi panas pagi-pagi sambil berseloroh bersama isteri atau suami dan anak-anak. Cobalah merasakannya ketika si maut datang menghampir lingkungan terdekatmu. Apa komentarmu. Saya sudah mengalaminya. Ketika kematian datang menghampir "serambi rumah", saya betul-betul terhantam terjajar di tebing kesedihan. Dan...sulit berpulih dari kesedihan. Mengenaskan. Seorang rekan blogger bahkan “sampai hati” mengatakan bahwa saya ternyata berhati Rinto meski berwajah Rambo. Pas. Memang begitu. Itu sudah. Sahabat itu benar belaka. Singkat kata, kematian ternyata bukan sekedar peristiwa biasa. Tetapi apakah dengan begitu dia menjadi luar biasa? Nanti dulu.

Kembali ke teks ceritera saya. Bagi saya, secara manusiawi, kematian Almarhum Ibu Mariana Nahak, ibunda Tory Ata, menjadi agak unik dan dramatis karena begini: pada tanggal 21 April 2008 saya menerima sebuah kiriman SMS dari saudara Yunus Takandewa, sahabat LSM saya yang lain, yang mengabarkan meninggalnya ayahanda Tory Ata. Jadi, ditambah dengan berpulangnya ibundanya, Tory Ata menjadi yatim piatu sekaligus hanya dalam selang waktu 40-an hari. Dramatis? Ya, tapi dalam konteks hubunganya denga kesan saya hal itu belumlah berpuncak. Segera setelah menerima pesan SMS dari Yunus, saya mengirim SMS ikut berduka cita kepada Tory. Lalu, 2 hari setelah kematian ayahanda Tory, ............................................... ggggglllluuueeeeeggggerrrrrrrr..............................gantian sayalah yang kehilangan ayahanda saya dan menerima kiriman SMS tanda berduka cita dari Tory. Nah, sekarang berganti lagi, ibunya Tory berpulang. Tadi siang saya sudah mengirimkan pesan singkat tanda ikut berduka cita. Lalu, apakah......?????? (wah, membayangkannya pun saya tidak berani). Inilah drama itu. Shakespeare: dunia ini panggung sandiwara ceriteranya mudah berubah. Dramatis. Tetapi apakah dengan demikian kematian lalu menjadi istimewa? Maaf, tidak. Lantas? Adalah ini:

Nietszche, anda sudah mendengarnya ketika membaca posting KASIH, mendasarkan teorinya tentang Tuhan yang mati, juga pada khotbah di Bukit. Apa katanya?

Khotbah di bukit adalah bukti paling nyata tentang mentalitas budak dan gaya hidup pecundang (loser) yang dibawa oleh ke-Kristenan dan telah meracuni peradaban manusia. Padahal dunia tidak membutuhkan budak melainkan Uebermensch (superman) yang mampu melakukan perkara mata ganti mata dan gigi ganti gigi (an eye for an eye).

Jelas sudah bahwa Nietszche menganggap bahwa ajaran Yesus adalah ajaran yang fatalistis. Lemah. Tak berguna bagi peradaban. Miskin kok berbahagia. Menderita kok berbahagia....... Gilaaaaa bueeneerrrr....Seorang sahabat blogger, beberapa kali tampak setuju dengan Nietszche ketika mengutip, entah melucu entah sinis, sebuah lagu Gereja yang berasal dari kumpulan lagu Gereja Kidung Jemaat.....saya mau ikut Yesus saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya....meskipun saya susah menderita dalam dunia........Mental sontoloyo katanya. Betul begitukah? Tidak.

Kesalahan Nietszche dan rekan-rekan sepikirannya terletak pada cara meletakkan preposisi mereka. Disangkanya Kristiani mengajarkan cara berpikir fatalistis. Untuk mendapat kebahagiaan maka anda harus menderita. Biar hidup miskin, lapar dan tertindas tidak apa-apa yang penting bisa hidup dekat-dekat YESUS. Supaya bisa dekat dengan YESUS maka anda harus hidup sengsara seumur-umur. Supaya layak disebut mengasihi seperti YESUS maka biarkan pipimu ditampar bolak-balik tak karuan sampai bonyok. Tidak begitu bosz.......nyanda bagitu de pe cara bapikir. Yesus. Lalu, Paulus. Dan kemudian Calvin memberikan penjelasan yang teramat lain. Menurut mereka, hidup Kristiani dalam perspektif Khotbah di bukit adalah hidup yang positif dan optimis. Anda, saya dan kita semua berada di dunia yang penuh dengan serigala, onak dan duri. Untuk dapat mengalahkan dunia, anda harus berjuang. Anda harus bertarung. Anda harus bekerja. Bekerja adalah panggilan. A calling kata orang Inggris. Beruuf menurut lidah orang Jerman. Tetapi karena anda berada di dunia yang jahat dan penuh kedagingan maka tidak jarang perjuangan yang keras pun bisa berujung pada tantangan-tantangan. Kepahitan-kepahitan. Kesakitan-kesakitan. Penderitaan-penderitaan. Lelah dan putus asa. Dan lalu, ......kesedihan-kesedihan........ Terkadang bukan sekedar kesedihan tetapi lautan kepedihan yang pekat. Amat pekat.

Naluri manusia ketika berada di dalam lubang sumur penderitaan yang dalam tanpa cahaya nan hitam pekat adalah takut, menyerah dan lalu.....ngacir ngibrit tunggang-langgang. Lalu, tujuan hidup melenceng ke sana-kemari. Panggilan gagal ditunaikan. Hidupmu hancur berantakan tidak ketulungan. Nah, ketika tak ada satupun pertolongan dunia dapat diharapkan, karena justru dunialah yang merupakan biang kerok penderitaan dan kesedihan, YESUS memberikan alternatif lain. Bangunlah dan teruslah bergerak. Aku akan menggendong kamu. AYO KAMU BISA karena AKU akan menolongmu. Ada kekuatan yang berasal dari-Ku dan akan Ku berikan kepadamu wahai anak-anak-Ku.

Di sinilah kebenaran Khotbah di Bukit harus diletakkan. Di sini pula-lah keindahan Kidung jemaat ”Saya Mau Ikut Yesus” akan dapat dirasakan. Merdu. Amat merdu. Di telinga dan juga di batin. YESUS tidak mengajak anak-anak-Nya untuk konyol menderita seumur-umur melainkan jangan pernah takut akan penderitaan. YESUS tidak ingin melihat anak-anak-Nya kalah dan bertekuk lutut terhadap ketidakadilan dan kesedihan melainkan bangkitlah dan lawanlah dunia untuk menegakkan keadilan, menghapus penderitaan dan kesedihan. Di sinilah istimewa setiap kematian, semua penderitaan dan segala kesedihan di dalam YESUS. Mengapa? Karena ketika ketidakadilan, luka, penderitaan dan kesedihan itu menghampirimu sedangkan pada saat yang sama dunia meninggalkanmu: please don’t so worry sir and sor (tuan dan nyonya ha ha): JESUS will hold you on. You can count on HIS shoulder to cry on and to carry away all your burden as well. DAN INGATLAH INI: semua pertolongan yang datang dari YESUS bersifat ILAHI, KUDUS dan KEKAL. So, buanglah pesimisme. Optimislah terus untuk bekerja dan berjuang. Tinjulah dunia ini dengan daya Ilahi yang berasal dari YESUS.

Maka, bagi mereka yang terbenam dalam kubangan kesedihan karena kematian orang-orang terkasih atau alasan apapun, mereka yang merasa pedih karena dikhianati teman, sahabat dan dunia, mereka yang penat dalam perjuangan hidup: jangan menyerah. Jangan mau dikalahkan dunia ini saudaraku. Berbahagialah saudara, teruslah berjuang dan bertarung melawan dosa dunia biarpun menderita dan sedih karena penghiburan, pertolongan dan penyertaan yang Ilahi akan ada bersamamu selamanya. Mulai sekarang sampai Maranatha……….paten………mantap……….canggiiiihhhh boossszzzzz……Wuuuiiihhhhhh…..

NB. Tulisan ini didedikasikan bagi mereka yang menderita dan berbeban berat seperti Tory Ata dan keluarga, anda semua, dan…batin saya yang masih saja terluka……

Jumat, 06 Juni 2008

http://www.Per.uB-@h.an. COM//: mAukah anda BERUBAH?

Salam Hangat,

Sahabat blogger yang baik. Hampir satu minggu tidak berjumpa. Apa kabar. Baikkah anda? Sehatkah? Mudah-mudahan demikian. Sayapun dalam keadaan baik dan sehat meskipun agak lelah karena jadwal pekerjaan yang teramat padat yang harus saya lakoni dalam tempo 5 hari belakangan. Membuka dan membaca isi blog ini, setelah saya tinggalkan beberapa hari, ternyata ada hal-hal yang mengembirakan hati. Posting saudara NK ternyata mampu menghangatkan blog ini. Heiii NK, thanx a lot. Saya tunggu tulisan berikutnya. Ketidak-hadiran saya, di satu pihak merupakan sedikit "gangguan" bagi beberapa sahabat. Saya mohon dimaafkan. Akan tetapi, di lain pihak, keluhan demikian saya sukuri juga sebagai pertanda bahwa blog ini mulai bisa "mengikat" hati para sahabat sekalian. Inilah modal yang bermanfaat bagi terbangunnya persahabatan dan persaudaran yang akan sangat berguna dalam dunia yang kian menjadi dunia "kebendaan". Apapun juga, absen selama 1 minggu adalah masalah. Bagi sebagian orang, 1 minggu adalah lama. Sebagian lainnya menganggap tidak lama. Biasa-biasa saja. Relatif? Entahlah.

Akan tetapi, apapun juga, kendati begitu: dalam dunia yang kian "relatif" dewasa ini, ada 1 hal yang tidak dapat dikatakan sebagai relatif. Hal itu adalah perubahan. Benar sekali kata-kata bijak yang pernah kita dengar, yaitu: "satu-satunya yang tidak berubah dalam dunia ini adalah perubahan itu sendiri". Ya, betapa tidak. Dalam satu minggu ini umur hidup kita bertambah, atau bisa jadi malah berkurang, 1 minggu lamanya. Satu minggu lalu, Hillary Clinton meyakinkan diri untuk terus berjuang sampai detik terakhir dalam urusan pertarungannya dengan Barrack Obama. Nyatanya 1 minggu kemudian Hillary "menyerah". Satu minggu lalu Habib Rizik bebas merdeka bareng konco-konconya di FPI. Eh. sapa nyana, 1 minggu kemudian si Habib sudah berada dalam tahanan polisi. Katakanlah sahabat, apa yang tidak berubah dalam 1 minggu ini? Hmmmmhhh....SBY masih presiden dan JK masih Wapres.....iya betul .....tetapi umurnya bertambah (atau malah berkurang) satu minggu. Benar bukan? Nama pemilik blog Bigmike-savannaland adalah masih yang itu-itu juga? Michael. Dan tidak berubah menjadi Mi...goreng bukan? .....kkhhiiiiyaaaaa bettttuuulll suuueekkkalllliiii Bosszzzzz....tetapi nama itu sekarang sudah tertera di dalam log book komunitas Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat dan komunitas Masyarakat Pengurangan Resiko Bencana Indonesia karena keterlibatannya dalam kegiatan-kegiatan tersebut di Bogor dan Jakarta. Sekali lagi: adakah yang tidak berubah???

Untuk menjawab hal ini maka mungkin kita memerlukan 1 perenungan lagi. Lalu, seperti biasa, menerangkan sambil mempertengkarkan ide-ide kita tentang perubahan. Ada kemungkinan, ketika kita berbicara tentang perubahan maka di situ tersedia jawaban tentang kemana masa depan ide-ide besar seperti ideologi kiri, kanan, sekularisme, komunisme, marxisme dan lain sebagainya, termasuk Pancasila. Ahaaaa, sekarang tersedia lagi satu topik yang dapat kita diskusikan bersama, yaitu perubahan. Anda tertarik?

Di luar urusan anda tertarik atau tidak terhadap tema perubahan maka ada yang mau saya katakan berikut ini: 40 hari sudah saya hidup sebagai orang yang tidak mempunyai ayah lagi. Ini satu perubahan. Dan, perubahan itu sungguh-sungguh sudah terjadi. Lalu, saya seperti terjebak dalam satu situasi yang tidak berubah, yaitu keinginan untuk terus menerus hidup dalam kesedihan. Berapa lama saya tidak mau berubah? Entahlah. Tetapi tahukah anda bahwa diam-diam saya mulai kuatir juga mengingat nasib sang perkasa Dinosaurus di Zaman Jurassic. Ketika perubahan lingkungan terjadi sementara si bung Dino hidup tanpa mau merubah apapun dalam dirinya maka punahlah sang perkasa. Tersapu monster yang lebih dahsyat darinya. Ya, monster yang bernama PERUBAHAN.

Maka, anda yang sekarang sedang bersedih dan terus berkubang dalam kesedihan, anda-anda yang saling marah, saling mendengki, saling membenci. saling mencaci, saling mengkafirkan, saling menuding, saling baku hantam: .....tidakkah anda ingin berubah? Pilihan sepenuhnya ada di tangan anda tetapi ingatlah....ingatlah.....inga-inga tiiiing.......ketika anda tidak ingin berubah maka perubahan akan menggilas anda. Habis sampai tak bersisa. .........Wuuuuiiihhhhh.......

Jabat ErAt