Tampilkan postingan dengan label Wisata reflektif tentang hidup dan kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata reflektif tentang hidup dan kehidupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2008

http://www.Per.uB-@h.an. COM//: mAukah anda BERUBAH?

Salam Hangat,

Sahabat blogger yang baik. Hampir satu minggu tidak berjumpa. Apa kabar. Baikkah anda? Sehatkah? Mudah-mudahan demikian. Sayapun dalam keadaan baik dan sehat meskipun agak lelah karena jadwal pekerjaan yang teramat padat yang harus saya lakoni dalam tempo 5 hari belakangan. Membuka dan membaca isi blog ini, setelah saya tinggalkan beberapa hari, ternyata ada hal-hal yang mengembirakan hati. Posting saudara NK ternyata mampu menghangatkan blog ini. Heiii NK, thanx a lot. Saya tunggu tulisan berikutnya. Ketidak-hadiran saya, di satu pihak merupakan sedikit "gangguan" bagi beberapa sahabat. Saya mohon dimaafkan. Akan tetapi, di lain pihak, keluhan demikian saya sukuri juga sebagai pertanda bahwa blog ini mulai bisa "mengikat" hati para sahabat sekalian. Inilah modal yang bermanfaat bagi terbangunnya persahabatan dan persaudaran yang akan sangat berguna dalam dunia yang kian menjadi dunia "kebendaan". Apapun juga, absen selama 1 minggu adalah masalah. Bagi sebagian orang, 1 minggu adalah lama. Sebagian lainnya menganggap tidak lama. Biasa-biasa saja. Relatif? Entahlah.

Akan tetapi, apapun juga, kendati begitu: dalam dunia yang kian "relatif" dewasa ini, ada 1 hal yang tidak dapat dikatakan sebagai relatif. Hal itu adalah perubahan. Benar sekali kata-kata bijak yang pernah kita dengar, yaitu: "satu-satunya yang tidak berubah dalam dunia ini adalah perubahan itu sendiri". Ya, betapa tidak. Dalam satu minggu ini umur hidup kita bertambah, atau bisa jadi malah berkurang, 1 minggu lamanya. Satu minggu lalu, Hillary Clinton meyakinkan diri untuk terus berjuang sampai detik terakhir dalam urusan pertarungannya dengan Barrack Obama. Nyatanya 1 minggu kemudian Hillary "menyerah". Satu minggu lalu Habib Rizik bebas merdeka bareng konco-konconya di FPI. Eh. sapa nyana, 1 minggu kemudian si Habib sudah berada dalam tahanan polisi. Katakanlah sahabat, apa yang tidak berubah dalam 1 minggu ini? Hmmmmhhh....SBY masih presiden dan JK masih Wapres.....iya betul .....tetapi umurnya bertambah (atau malah berkurang) satu minggu. Benar bukan? Nama pemilik blog Bigmike-savannaland adalah masih yang itu-itu juga? Michael. Dan tidak berubah menjadi Mi...goreng bukan? .....kkhhiiiiyaaaaa bettttuuulll suuueekkkalllliiii Bosszzzzz....tetapi nama itu sekarang sudah tertera di dalam log book komunitas Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat dan komunitas Masyarakat Pengurangan Resiko Bencana Indonesia karena keterlibatannya dalam kegiatan-kegiatan tersebut di Bogor dan Jakarta. Sekali lagi: adakah yang tidak berubah???

Untuk menjawab hal ini maka mungkin kita memerlukan 1 perenungan lagi. Lalu, seperti biasa, menerangkan sambil mempertengkarkan ide-ide kita tentang perubahan. Ada kemungkinan, ketika kita berbicara tentang perubahan maka di situ tersedia jawaban tentang kemana masa depan ide-ide besar seperti ideologi kiri, kanan, sekularisme, komunisme, marxisme dan lain sebagainya, termasuk Pancasila. Ahaaaa, sekarang tersedia lagi satu topik yang dapat kita diskusikan bersama, yaitu perubahan. Anda tertarik?

Di luar urusan anda tertarik atau tidak terhadap tema perubahan maka ada yang mau saya katakan berikut ini: 40 hari sudah saya hidup sebagai orang yang tidak mempunyai ayah lagi. Ini satu perubahan. Dan, perubahan itu sungguh-sungguh sudah terjadi. Lalu, saya seperti terjebak dalam satu situasi yang tidak berubah, yaitu keinginan untuk terus menerus hidup dalam kesedihan. Berapa lama saya tidak mau berubah? Entahlah. Tetapi tahukah anda bahwa diam-diam saya mulai kuatir juga mengingat nasib sang perkasa Dinosaurus di Zaman Jurassic. Ketika perubahan lingkungan terjadi sementara si bung Dino hidup tanpa mau merubah apapun dalam dirinya maka punahlah sang perkasa. Tersapu monster yang lebih dahsyat darinya. Ya, monster yang bernama PERUBAHAN.

Maka, anda yang sekarang sedang bersedih dan terus berkubang dalam kesedihan, anda-anda yang saling marah, saling mendengki, saling membenci. saling mencaci, saling mengkafirkan, saling menuding, saling baku hantam: .....tidakkah anda ingin berubah? Pilihan sepenuhnya ada di tangan anda tetapi ingatlah....ingatlah.....inga-inga tiiiing.......ketika anda tidak ingin berubah maka perubahan akan menggilas anda. Habis sampai tak bersisa. .........Wuuuuiiihhhhh.......

Jabat ErAt

Rabu, 07 Mei 2008

Ada Yang Ingin Saya Bahas Tetapi Nikmati Dahulu Pendahuluannya...Asyik Ngga' Tuh....

Sahabat Blogger....

Saya ingin membahas sesuatu tentang apa yang saya alami, apa yang saya rasakan, apa yang saya banggakan, apa yang saya pedihkan, apa yang saya tulis dan apa yang saya renungkan...
Akan tetapi sesuatu itu memerlukan perenungan yang mendalam dari kita semua karena, jujur saja, saya sendiri mungkin cuma ingin menuliskan apa yang saya rasa. Bukan apa yang saya tahu.

Nah, lalu setelah anda membaca ujar-ujaran berikut ini (bukan karya saya. Saya cuma mengutip dari -nk- dan seorang sahabat lainnya), mohon ditanyakan dalam hati anda...apa yang anda rasa....(jangan terburu-buru berusaha mengemukakan: ...apa yang anda tahu....)
Selamat menikmati wisata reflektif ini...Semoga Tuhan membisikan sesuatu bagi anda...dan juga saya:

The paradox of our time in history is that we have taller buildings but shorter tempers, wider freeways, but narrower viewpoints. We spend more, but
have less, we buy more, but enjoy less. We have bigger houses and smaller families, more conveniences, but less time. We have more degrees but less sense, more knowledge, but less judgment, more experts, yet more problems, more medicine, but less wellness.

We drink too much, smoke too much, spend too recklessly, laugh too little, drive too fast, get too angry, stay up too late, get up too tired, read too little, watch TV too much, and pray too seldom.

We have multiplied our possessions, but reduced our values. We talk too much, love too seldom, and hate too often. We've learned how to make a
living, but not a life. We've added years to life not life to years. We've been all the way to the moon and back, but have trouble crossing the street to meet a new neighbour. We conquered outer space but not inner space. We've done larger things, but not better things. We've cleaned up the air, but
polluted the soul. We've conquered the atom, but not our prejudice. We write more, but learn less. We plan more, but accomplish less. We've learned to rush, but not to wait. We build more computers to hold more information, to produce more copies than ever, but we communicate less and less.

Dewasa ini kita memiliki rumah lebih besar dan keluarga yang lebih kecil; lebih banyak
kenyamanan, tetapi kurang waktu;

Kita memiliki lebih banyak gelar, tetapi lebih sedikit nalar; lebih banyak pengetahuan,
tetapi kurang memahami yang namanya tahu;

Kita memiliki lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah; lebih banyak obat-obatan,
tetapi kurang sehat.

Kita terlalu ceroboh berbelanja, terlalu sedikit ketawa, berkendaraan teralu cepat,
terlalu mudah marah, kurang tidur, bangun dalam keadaan terlalu lelah, sedikit membaca, nonton TV terlalu banyak, jarang berdoa.

Kita telah melipatgandakan harta kita, tetapi mengurangi nilai-nilai kita. Kita ngomong
terlalu banyak, mencintai terlalu sedikit dan terlalu sering berbohong.

Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah, tetapi bukannya kehidupan; kita telah
menambahkan tahun demi tahun ke dalam kehidupan kita, bukannya nilai kehidupan yang ditambahkan ke dalam setiap tahunnya.

Kita memiliki gedung-gedung bertingkat yang lebih tinggi, tetapi emosi amarah yang lebih pendek (spontan); jalan bebas hambatan yang lebih lebar, tetapi sudut pandang yang lebih sempit.

Kita menghabiskan lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit; kita membeli lebih
banyak, tetapi lebih sedikit menikmatinya.

Kita telah melakukan perjalanan pulang pergi ke bulan, tetapi bermasalah untuk
menyeberangi jalan guna menemui tetangga baru kita.

Kita telah menjelajahi ruang angkasa, tetapi bukannya ruang di dalam diri (hati nurani)
kita sendiri. Kita telah memilah atom, tetapi bukannya kebijakan kita.

Kita menulis lebih banyak, tetapi lebih sedikit belajar; lebih banyak berencana, tetapi
lebih sedikit merealisasikannya.

Kita telah belajar untuk cepat, bukannya belajar untuk menunggu; kita memiliki
pendapatan yang lebih tinggi, tetapi moral yang lebih rendah.

Kita membuat lebih banyak komputer untuk menyimpan lebih banyak informasi lagi,
memproduksi lebih banyak salinan, tetapi kurang berkomunikasi. Kuantitas kita berjibum, tetapi kualitas kita sedikit.

Kini masanya makanan cepat saji dan pelahan dalam mencerna; orang-orang yang tinggi dan berkarakter pendek; keuntungan yang meningkat dan persahabatan yang dangkal.

Lebih banyak kesenangan dan kurang canda ria; lebih banyak ragam makanan, tetapi kurang bergizi; pendapatan dari 2 sumber, tetapi lebih banyak perceraian; rumah yang lebih indah, tetapi rumah tangga yang berantakan.

Oleh karenanya, sejak hari ini, janganlah menyimpan segala sesuatunya untuk hal-hal yang istimewa, karena setiap harinya yang anda jalani adalah hal-hal yang istimewa.

Carilah pengetahuan, membacalah lebih banyak lagi, duduklah di teras anda dan nikmati
pemandangan yang ada tanpa memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anda.

Luangkan waktu lebih banyak untuk keluarga anda dan teman-teman anda, makanlah apa yang menjadi kesukaan anda, kunjungilah tempat-tempat yang anda sukai.

Kehidupan adalah sebuah rangkaian kenikmatan, bukan hanya tentang bertahan untuk hidup.

Pakailah gelas kristal anda (kalau punya). Jangan menyimpan parfum terbaik anda,
gunakanlah setiap saat anda ingin untuk memakainya.

Hilangkan frasa atau istilah “dalam beberapa hari ini” dan “kelak”. Sesegeralah di saat
ini disini kita menulis surat yang kita ingin lakukan “dalam beberapa hari in.

Marilah kita mengatakan kepada keluarga dan teman-teman kita betapa kita mencintai
mereka. Jangan menunda apapun yang bisa menambah kenikmatan dan tawa ke dalam kehidupan anda.

Setiap hari, setiap jam, setiap menit adalah istimewa. Dan anda tidak tahu kapan itu
akan merupakan saat terakhir anda.

Jika anda terlalu sibuk untuk meluangkan waktu anda untuk membaca dan merenungkan ini, cobalah untuk berpikir “dalam beberapa hari ini”, maka anda tidak akan pernah merenungkannya.

(.....terima kasih kepada --NK-- atas ide yang diberikan melalui komentar anda serta seorang kawan blogger lainnya yang tidak ingin disebutkan nama-nya.....)