
Dear Sahabat Blogger,Hari ini tepat setahun yang lalu, saya mulai menulis untuk pertama kali di blog ini: http://bigmike-savannaland.blogspot.com. Ya, waktu itu adalah hari ke-delapan di bulan Maret tahun 2008. Saya ingat, tulisan pertama saya adalah tentang savanna. Mengapa savanna? Jujur saja, saat itu hanya itu yang ada dalam pikiran saya. Lha, mengapa hanya itu? Sebab, pada saat itu niat saya hanyalah ingin segera memiliki sebuah web-blog. Substansi hanya nomor kesekian. Mudahnya begini: yang penting bisa nampang dahulu di blog. Isinya, ya terserah sajalah. Lebih mudah lagi: pada awalnya adalah narsis. Narsisme. Semangat untuk mematut-matut diri sendiri ha ha ha ha ha....
Pada hari yang sama, saya buatkan 3 tulisan sekaligus. Semuanya tentang savanna............woooowwwww........bangganya. Lalu, saya mulai berpikir....eheeeeehhh.....pasti akan segera ada tanggapan, komentar dan lain sebagainya. Maklumlah: narsis he he he. Ternyata saya kecele, karena sampai tulisan ke sekian cuma ada 0 (nol) komentar.......walaaaaahhhhhh.......saya sedih.....saya kecewa.......Lalu saya berupaya mengirimkan e-mail ke beberapa sahabat guna memberitahukan keberadaan blog saya....oooouuuuugghhhhh.... Puji Tuhan........mereka menanggapinya tetapi .....weleeeeeeehhhh.....tidak persis seperti yang saya harapkan. Komentar mereka hanya disampaikan lewat e-mail. Tidak di blog. Namun demikian fakta itu tidaklah berarti bahwa upaya mengontak teman-teman sia-sia belaka karena semenjak itu di setiap posting ada 1-2 komentar. Lumayaaaaaannnnn....begitu saya membatin meski selanjutnya cuma sebegitulah komentar-komentar yang masuk. Tidak ada penambahan komentar yang signifikan.
Lalu, di titik itulah terjadi perubahan dalam pikiran saya. Blog bukanlah tempat jual tampang dan mencari perhatian orang. Saya berhenti narsis dan mulai serius berpikir bahwa blog adalah "karunia" Tuhan bagi saya sebagai tempat saya dapat menumpahkan pikiran, perasaan dan bahkan "uneg-uneg " saya. Pokoknya, semua hal yang oleh karenanya (raison d'etre) saya bisa mendapatkan ketenangan batin. Maklum tidak semua pikiran saya dapat bebas saya curahkan dalam pekerjaan saya sehari-hari. Saya terikat oleh "penjara-penjara" pekerjaan, deal, MOU, dan standard-standard etis tertentu yang merupakan fakta. Leahy mengatakan bahwa pikiran yang tidak dapat dikeluarkan akan mendatangkan kesusahan batin. Dalam perspektif itulah saya mulai melanjutkan posting-posting saya dan......Tuhan segera menunjukkan kegunaan blog ini. Satu bulan setengah setelah saya memulai blogging, ayahanda saya "SGT" berpulang ke Rumah Tuhan. Kepergiannya yang mendadak memukul pikiran dan perasaan saya ke titik nadir. Dan banyak sekali perasaan saya dapat saya tumpahkan lebih bebas di blog. Sepuluh bulan berikutnya, Ibunda saya menyusul SGT. Sebelas bulan kemudian orang tua akademik saya Prof. Sulthoni pun lelayu.....waaaooooo.....Blog ini ternyata menyediakan "ruang " bagi saya untuk "berteriak" dan "berkeluh kesah" guna mengurangi beban pikiran. Maha Besar Tuhan karena Rancangan-NYA tak ada yang sia-sia......Selalu ada yang indah di balik kesukaran kendati keindahan itu baru akan terasa tepat pada waktu yang....... Tuhan tetapkan sendiri.
Dan aneh, di tengah masa-masa sulit karena perkabungan yang terjadi, satu per satu sahabat blogger berdatangan ke blog saya. Satu, ......... dua, ..... tiga, ....... dan ....... puluhan .... bahkan ratusan ..... wooowwww ......... semua terasa seperti penghiburan yang menghampiri saya dengan nilai yang tak bisa diukur. Tetapi tantangan belum berakhir: semenjak itu ada semacam tuntutan agar saya dapat memposting secara teratur......postiiiiinnngggggg baaarrrruuuuu dunuuunnnkkkk!!!!!......begitu pekik para sahabat ....... Di tengah kesibukan saya, tuntutan seperti itu terasa sebagai suatu "tekanan". Saya mulai kelimpungan berbagi waktu antara pekerjaan sehari-hari dan blogging. Di tengah kebingungan datanglah bala bantuan. Tiga orang adik saya, Wilmana, Nyong Kupang dan Uly DTN + penerus DNA saya, Norman, bersedia memberikan tulisan sebagai bahan posting. Saya terbantu.
Tetapi bala bantuan itu tak berlangsung lama. Karena 1-2 alasan, Wilmana, Nyong Kupang dan DTN, berhenti mensuplai tulisan. Tinggal Norman yang sekali-sekali membantu. Keadaan menjadi agak sulit bagi saya. Sempat terbersit pikiran untuk menutup blog. Tapi pilihan itu saya kesampingkan karena ada semacam rasa tanggungjawab untuk tidak "mengkhianati "kepercayaan" sahabat blogger yang setia. Blogging dan posting berjalan terus dan untuk itu jadwal kerja saya yang berubah. Setelah mengerjakan tugas dan biasanya itu sudah larut malam, barulah saya melanjutkannya dengan blogging dan posting. Isteri saya terusik karena merasa saya mulai terlalu serius dengan aktivitas yang satu ini. Keseeriusan blogging yang menyita waktu saya bagi dia dan anak-anak. Tak jarang kami bersilat kata dan gayung bersambut dalam perbedaan pendapat yang tajam. Keadaan kembali menjadi sulit tetapi......lagi-lagi.....kemauan yang kuat untuk terus mempertahankan eksistensi blog ini menyebabkan lelah, kantuk dan cibiran isteri terkasih dapat "dipindahkan" ke alasan nomor ke sekian. Bukan berarti bahwa saya mengabaikan begitu saja beberapa kendala itu. Tidak. Sayapun berupaya mengubah beberapa kebiasaan. Dengan begitu posting dan blogging bisa terus berjalan meski....jujur saja....masih tetap tertatih-tatih.....Dan, inilah blog bigmike-savannaland ..... di hari ini ..... 1 tahun semenjak dimulai ...... Sahabat bisa menilai sendiri bagaimana blog ini .....
Lantas, di balik semua kisah satu tahun ini apa yang saya dapatkan? Yang pasti saya tidak bertambah kaya harta karena blogging meski di toko buku banya dijual aneka buku yang menawarkan jutaan keuntungan dari kegiatan blogging. Akan tetapi lihatlah....sekarang saya kaya sahabat. Kaya akan nilai-nilai kebaikan. Kaya ilmu karena banyak komentar yang datang adalah ilmu yang saya dapatkan secara cuma-cuma. Dan yang paling membahagiakan adalah ini: saya bisa terus berbagi nil
ai-nilai etis universal yang saya pegang. Apa itu? Tak lain dan tak bukan adalah persahabatan, kebaikan dan kasih sayang. Apakan dengan begitu saya adalah orang yang paling bersahabat, paling baik dan paling penuh kasih sayang? Tidak juga. Tetapi saya berani mengatakan bahwa saya adalah orang yang mau terus belajar agar mampu berbagi nilai persahabatan, kebaikan dan kasih sayang. Inilah tujuan saya dalam memiliki blog dan merawatnya. Perhatikanlah evolusi yang terjadi, mula-mula blog ada hanya untuk tujuan kesenangan, lalu sebagai cara untuk mengasihi diri sendiri dan pada akhirnya, dia ada agar supaya saya bisa berbagi kasih kepada sesama.
Tentang perkara berbagi kebaikan saya memiliki satu role model yang Universal, yaitu Lilin. Seperti yang kita ketahui bersama, lilin adalah benda kecil biasa yang nilainya tak seberapa. Tetapi ketika kegelapan datang, apa lagi di saat PLN rajin mengembangkan diri sebagai lembaga hemat energi, apakah ada yang lebih dicari selain barang sebangsa lilin? Ya, lilin si kecil itu ternyata mau berbagi terang bagi kita dan menjadi tumpuan harapan kita akan cahaya. Perhatikanlah bahwa bukan cahaya terang benderang nan menyilaukan yang ditawarkan si lilin melainkan hanyalah sinar yang temaram. Akan tetapi, nyatanya, di balik sinar redup itu ada harapan. Dan yang lebih istimewa dari si lilin adalah ini: lilin berbagi terang sembari tubuhnya sendiri perlahan-lahan meleleh dan han
cur. Lilin ternyata rela mengorbankan dirinya sendiri demi kebaikan. Apakah keuntungan bagi si Lilin? Tak ada. Tetapi itulah teladan yang nyaris sempurna tentang KASIH. Ada banyak defenisi kasih tetapi kebanyakan kasih adalah kasih yang membutuhan imbalan. Hanya ada 1 kasih yang sempurna, yaitu kasih AGAPE, yaitu kasih yang murni datang dari subyek, lurus tertuju kepada obyek, setia hanya kepada obyek dan tidak mengharapkan apa-apa dari si obyek kecuali agar supaya obyek berbahagia.
Kita tahu, kasih AGAPE adalah kasih yang ILAHIAT. Kasih yang hanya dimilki oleh SANG MAHA ILAHI tetapi, ini luar biasanya, DIA mau kita juga bisa memilikinya. Dan lilin adalah teladan untuk itu. Tuan dan Puan sekalian yang terkasih, blog ini datang dari saya dan lurus tertuju untuk sahabat semua. Mengapa? Karena saya cuma ingin meniru sang lilin. Tidak gemilang tetapi mampu memberi sesuatu. Anda tak perlu membalas apa-apa. Sayapun tak menuntut apa-apa dari sahabat sekalian kecuali "janganlah menebar kebencian". Semoga dengan begitu, SANG MAHA ILAHI berbelas kasihan kepada saya. Amin.
Di ulang tah
un I blog ini, saya ingin mempersembahkan sebuah lagu, yaitu "Candle Song" yang dilantunkan oleh Jon Anderson, si vokalis Super Group Vangelis dan YES. Mari menimba kearifan yang ada dalam syair lagu ini.
Lalu, di titik itulah terjadi perubahan dalam pikiran saya. Blog bukanlah tempat jual tampang dan mencari perhatian orang. Saya berhenti narsis dan mulai serius berpikir bahwa blog adalah "karunia" Tuhan bagi saya sebagai tempat saya dapat menumpahkan pikiran, perasaan dan bahkan "uneg-uneg " saya. Pokoknya, semua hal yang oleh karenanya (raison d'etre) saya bisa mendapatkan ketenangan batin. Maklum tidak semua pikiran saya dapat bebas saya curahkan dalam pekerjaan saya sehari-hari. Saya terikat oleh "penjara-penjara" pekerjaan, deal, MOU, dan standard-standard etis tertentu yang merupakan fakta. Leahy mengatakan bahwa pikiran yang tidak dapat dikeluarkan akan mendatangkan kesusahan batin. Dalam perspektif itulah saya mulai melanjutkan posting-posting saya dan......Tuhan segera menunjukkan kegunaan blog ini. Satu bulan setengah setelah saya memulai blogging, ayahanda saya "SGT" berpulang ke Rumah Tuhan. Kepergiannya yang mendadak memukul pikiran dan perasaan saya ke titik nadir. Dan banyak sekali perasaan saya dapat saya tumpahkan lebih bebas di blog. Sepuluh bulan berikutnya, Ibunda saya menyusul SGT. Sebelas bulan kemudian orang tua akademik saya Prof. Sulthoni pun lelayu.....waaaooooo.....Blog ini ternyata menyediakan "ruang " bagi saya untuk "berteriak" dan "berkeluh kesah" guna mengurangi beban pikiran. Maha Besar Tuhan karena Rancangan-NYA tak ada yang sia-sia......Selalu ada yang indah di balik kesukaran kendati keindahan itu baru akan terasa tepat pada waktu yang....... Tuhan tetapkan sendiri.
Dan aneh, di tengah masa-masa sulit karena perkabungan yang terjadi, satu per satu sahabat blogger berdatangan ke blog saya. Satu, ......... dua, ..... tiga, ....... dan ....... puluhan .... bahkan ratusan ..... wooowwww ......... semua terasa seperti penghiburan yang menghampiri saya dengan nilai yang tak bisa diukur. Tetapi tantangan belum berakhir: semenjak itu ada semacam tuntutan agar saya dapat memposting secara teratur......postiiiiinnngggggg baaarrrruuuuu dunuuunnnkkkk!!!!!......begitu pekik para sahabat ....... Di tengah kesibukan saya, tuntutan seperti itu terasa sebagai suatu "tekanan". Saya mulai kelimpungan berbagi waktu antara pekerjaan sehari-hari dan blogging. Di tengah kebingungan datanglah bala bantuan. Tiga orang adik saya, Wilmana, Nyong Kupang dan Uly DTN + penerus DNA saya, Norman, bersedia memberikan tulisan sebagai bahan posting. Saya terbantu.
Tetapi bala bantuan itu tak berlangsung lama. Karena 1-2 alasan, Wilmana, Nyong Kupang dan DTN, berhenti mensuplai tulisan. Tinggal Norman yang sekali-sekali membantu. Keadaan menjadi agak sulit bagi saya. Sempat terbersit pikiran untuk menutup blog. Tapi pilihan itu saya kesampingkan karena ada semacam rasa tanggungjawab untuk tidak "mengkhianati "kepercayaan" sahabat blogger yang setia. Blogging dan posting berjalan terus dan untuk itu jadwal kerja saya yang berubah. Setelah mengerjakan tugas dan biasanya itu sudah larut malam, barulah saya melanjutkannya dengan blogging dan posting. Isteri saya terusik karena merasa saya mulai terlalu serius dengan aktivitas yang satu ini. Keseeriusan blogging yang menyita waktu saya bagi dia dan anak-anak. Tak jarang kami bersilat kata dan gayung bersambut dalam perbedaan pendapat yang tajam. Keadaan kembali menjadi sulit tetapi......lagi-lagi.....kemauan yang kuat untuk terus mempertahankan eksistensi blog ini menyebabkan lelah, kantuk dan cibiran isteri terkasih dapat "dipindahkan" ke alasan nomor ke sekian. Bukan berarti bahwa saya mengabaikan begitu saja beberapa kendala itu. Tidak. Sayapun berupaya mengubah beberapa kebiasaan. Dengan begitu posting dan blogging bisa terus berjalan meski....jujur saja....masih tetap tertatih-tatih.....Dan, inilah blog bigmike-savannaland ..... di hari ini ..... 1 tahun semenjak dimulai ...... Sahabat bisa menilai sendiri bagaimana blog ini .....
Lantas, di balik semua kisah satu tahun ini apa yang saya dapatkan? Yang pasti saya tidak bertambah kaya harta karena blogging meski di toko buku banya dijual aneka buku yang menawarkan jutaan keuntungan dari kegiatan blogging. Akan tetapi lihatlah....sekarang saya kaya sahabat. Kaya akan nilai-nilai kebaikan. Kaya ilmu karena banyak komentar yang datang adalah ilmu yang saya dapatkan secara cuma-cuma. Dan yang paling membahagiakan adalah ini: saya bisa terus berbagi nil
ai-nilai etis universal yang saya pegang. Apa itu? Tak lain dan tak bukan adalah persahabatan, kebaikan dan kasih sayang. Apakan dengan begitu saya adalah orang yang paling bersahabat, paling baik dan paling penuh kasih sayang? Tidak juga. Tetapi saya berani mengatakan bahwa saya adalah orang yang mau terus belajar agar mampu berbagi nilai persahabatan, kebaikan dan kasih sayang. Inilah tujuan saya dalam memiliki blog dan merawatnya. Perhatikanlah evolusi yang terjadi, mula-mula blog ada hanya untuk tujuan kesenangan, lalu sebagai cara untuk mengasihi diri sendiri dan pada akhirnya, dia ada agar supaya saya bisa berbagi kasih kepada sesama.Tentang perkara berbagi kebaikan saya memiliki satu role model yang Universal, yaitu Lilin. Seperti yang kita ketahui bersama, lilin adalah benda kecil biasa yang nilainya tak seberapa. Tetapi ketika kegelapan datang, apa lagi di saat PLN rajin mengembangkan diri sebagai lembaga hemat energi, apakah ada yang lebih dicari selain barang sebangsa lilin? Ya, lilin si kecil itu ternyata mau berbagi terang bagi kita dan menjadi tumpuan harapan kita akan cahaya. Perhatikanlah bahwa bukan cahaya terang benderang nan menyilaukan yang ditawarkan si lilin melainkan hanyalah sinar yang temaram. Akan tetapi, nyatanya, di balik sinar redup itu ada harapan. Dan yang lebih istimewa dari si lilin adalah ini: lilin berbagi terang sembari tubuhnya sendiri perlahan-lahan meleleh dan han
cur. Lilin ternyata rela mengorbankan dirinya sendiri demi kebaikan. Apakah keuntungan bagi si Lilin? Tak ada. Tetapi itulah teladan yang nyaris sempurna tentang KASIH. Ada banyak defenisi kasih tetapi kebanyakan kasih adalah kasih yang membutuhan imbalan. Hanya ada 1 kasih yang sempurna, yaitu kasih AGAPE, yaitu kasih yang murni datang dari subyek, lurus tertuju kepada obyek, setia hanya kepada obyek dan tidak mengharapkan apa-apa dari si obyek kecuali agar supaya obyek berbahagia.Kita tahu, kasih AGAPE adalah kasih yang ILAHIAT. Kasih yang hanya dimilki oleh SANG MAHA ILAHI tetapi, ini luar biasanya, DIA mau kita juga bisa memilikinya. Dan lilin adalah teladan untuk itu. Tuan dan Puan sekalian yang terkasih, blog ini datang dari saya dan lurus tertuju untuk sahabat semua. Mengapa? Karena saya cuma ingin meniru sang lilin. Tidak gemilang tetapi mampu memberi sesuatu. Anda tak perlu membalas apa-apa. Sayapun tak menuntut apa-apa dari sahabat sekalian kecuali "janganlah menebar kebencian". Semoga dengan begitu, SANG MAHA ILAHI berbelas kasihan kepada saya. Amin.
Di ulang tah
un I blog ini, saya ingin mempersembahkan sebuah lagu, yaitu "Candle Song" yang dilantunkan oleh Jon Anderson, si vokalis Super Group Vangelis dan YES. Mari menimba kearifan yang ada dalam syair lagu ini.Tabe Tuan Tabe Puan



