<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675</id><updated>2012-02-02T14:29:46.508+08:00</updated><category term='in memoriam'/><category term='Manajemen'/><category term='renungan awal tahun dan doa untuk ibunda'/><category term='belum ada tag'/><category term='Selamat Hari Kartini'/><category term='Aboutme'/><category term='All about my family'/><category term='iseng'/><category term='Artikel Lingkungan Hidup'/><category term='Artikel'/><category term='Kisah perjalanan ke Aceh. Part 2'/><category term='renungan'/><category term='lingkungan hidup'/><category term='norman'/><category term='PASKAH'/><category term='suka-suka'/><category term='Artikel Politik'/><category term='puisi ngawur'/><category term='(maunya) filsafat manusia'/><category term='politik'/><category term='Hormat Untuk Para Pendidik'/><category term='Politik Kebangsaan'/><category term='Hidup Berkebangsaan'/><category term='very personal'/><category term='hari raya'/><category term='natal'/><category term='Politik Kebangsaan (Catatan I)'/><category term='All about me and all my brothers and sisters'/><category term='artikel budaya'/><category term='All about me and my blog'/><category term='Artikel pertanian'/><category term='musik'/><category term='Beberapa penjelasan tentang tema dan anthem blog'/><category term='renungan hidup'/><category term='cinta kasih'/><category term='santailah sedikit'/><category term='All About Our Beloved Dad'/><category term='komentar para sahabat'/><category term='kiriman dari kana'/><category term='Thema dan anthem Blog'/><category term='personal'/><category term='Ngga&apos; usah terlalu serius...'/><category term='all about my father and fatherland'/><category term='holiday'/><category term='Wisata reflektif tentang hidup dan kehidupan'/><category term='All about me'/><category term='All About My Beloved Dad'/><category term='Renungan Kristiani'/><category term='Artikel Hari Raya'/><category term='Pelajaran tentang pentingnya perencanaan DAS'/><category term='All about me and my son'/><category term='Artikel suka-suka'/><category term='Doa Kristiani'/><category term='my mama and papa'/><category term='Artikel (maunya) tentang filsafat Tuhan'/><category term='renungan kebangsaan'/><category term='greeting season'/><category term='Bercerita tentang perjalanan ke Aceh. The begining'/><category term='all about my mama'/><category term='Nggak usah terlalu serius'/><category term='Hidup Rukun Dalam Keluarga'/><category term='kemanusiaan'/><category term='Renungan Minggu'/><category term='Renungan Kristiani (Natal)'/><category term='about blog'/><category term='Kisah perjalanan ke Aceh. Part 3'/><category term='manusia dan sport'/><category term='artikel tentang kemanusiaan'/><category term='All about me and my Beloved Dad'/><title type='text'>Mike: M@ri berBinc@ng Tent@ng Apa Saj@</title><subtitle type='html'>The Old Tree Still Standing. Alone.
Tegar untuk melihat, mencatat, berpendapat, dan bersaksi tentang Dunia, &amp;amp; Penciptanya, yang Hidup</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>174</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-3889249747831096461</id><published>2012-01-13T08:51:00.010+08:00</published><updated>2012-01-26T10:18:24.542+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>bagaikan sandal kiri sandal kanan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JNlfeVIHeYM/Tw-oFbTgfxI/AAAAAAAAB08/-xO7FcAE4GE/s1600/sendal.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 163px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-JNlfeVIHeYM/Tw-oFbTgfxI/AAAAAAAAB08/-xO7FcAE4GE/s200/sendal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696956864829357842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lama tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeposting&lt;/span&gt; ternyata menimbulkan kerinduan untuk menulis. Apakah selama 2 bulan tidak menulis bahan posting baru sama artinya dengan saya tidak menulis sama sekali? Oh ya tidak begitu. Ada saja pekerjaan yang harus dilaporkan dalam bentuk tulisan panjang bahkan berhalaman-halaman. Semua saya kerjakan dalam "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;scientific realm&lt;/span&gt;". Sangat ilmiah: data, analisis, tafisr, bahas, simpulan, saran dan lalu, implikasi. Begitulah, berulang-ulang. Tagal tulis-menulis seperti ini bukan saja kapasitas akademisi dan keilmuan saya tetap tetapi dengan itu saya juga bisa melanglang buana ke sana kemari. Kemari kesana (bahkan sampai terkatung-katung beberapa hari di bandara Juanda, Surabaya). Tagal perkara ini pula saya bisa punya sedikit rejeki akhir tahun yang cukup untuk mengasapi dapur rumah. Cukupkah? Puaskah? Sejujurnya: tidak. Ada sisi lain dalam hati dan pikiran yang rindu untuk menulis sesuatu yang tak perlu ilmiah-ilmiah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;banget&lt;/span&gt;. Sesuatu yang ringan-ringan saja. Sesuatu yang bermula dari khlayalan dan lamunan semata lalu...whhuzzzz ...sreeeettt esret esret criiiing....jadilah sebuah tulisan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahan berbagi&lt;/span&gt; lewat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;posting&lt;/span&gt; di blogger.com ini. So, kedua naluri tersebut, yaitu untuk menulis ilmiah dan tidak ilmiah, tumbuh bersama dan bersisian. Tak ada yang lebih penting. Semua equal. Sejajar. Keduanya datang dari subyek yang sama. Orang yang sama (ya, saya inilah). Keduanya diperlukan. Dan, begitulah: jadilah tulisan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di pagi hari ini, saya membuka hari dengan menulis 1 buah naskah untuk tujuan legislasi tatakelola tanaman cendana (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Santalum album&lt;/span&gt;) di NTT. Sebuah naskah akademik. Saya menuliskan antara lain begini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"....di masa lalu cendana dikelola sangat eksklusif, baik sejak masa abad I Masehi, masa penjajajahan, masa orde baru, bahkan sampai masa orde reformasi. Rakyat kehilangan hak atas cendana, bahkan yang tumbuh di lahan miliknya sendiri.  Hasilnya adalah menghilangnya cendana dari lahan-lahan milik negara. Cendana diklaim hampir musnah. Dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;red list&lt;/span&gt; IUCN, sejak tahun 2006, cendana dikelompokkan sebagai jenis yang terancam punah. Cendana tidak lagi vital. Lalu apa solusinya? Berdasarkan hasil studi tahun 2010 dan 2011, cendana memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat supaya dia kembali vital. Mengapa semua pihak itu perlu terlibat? Jawabannya adalah karena kita memang memerlukan semuanya...."&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi pagi ini juga, saya menyempatkan diri untuk menulis sesuatu di wall FB-nya Dolly Ballo, isteri saya, sehubungan dengan HUT perkawinan kami yang ke 26. Tepat hari ini. Tulisan itu sangat tidak ilmiah dan bunyinya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Isteriku sayang, pernikahan kita ibarat sandal atau sepatu. Engkau bagian kiri (atau kanan), aku bagian kanan (atau kiri)-nya. Sebagai bagian kanan, engkau cenderung bergerak ke kanan. Sebagai bagian kiri, aku cenderung ke kiri. Kita ternyata tidak sama. Ketidaksamaan yang tidak mungkin di satukan bahkan oleh apapun dan siapapun juga. Bahkan oleh Penciptanya, kita berdua memang sudah dibikin secara terpisah. Engkau adalah sandal (atau sepatu) kiri (atau kanan) sedangkan aku adalah sandal (atau sepatu) yang kanan (atau kiri). Kita nyata-nyata berbeda. Mungkin itu sebabnya dalam namaku yang Riwu Kaho kita sering Ribut Kacau. Engkau adalah Ballo yang bisa dibaca sebagai Balau. Jika digabungkan maka nama kita berdua adalah Ribut Kacau Balau. Aneh dan memang kacau.....tetapi, hmmmm...nanti dulu...bukankah setiap pabrik akan memproduksikan sandal (atau sepatu)  memang harus berbeda antara kiri dan kanan? Pabrik yang bikin hanya kiri atau kanan saja pastilah pabrik yang didirikan hanya untuk ditutup kembali karena  merugi. Siapa mau beli hanya bagian kiri atau kanan saja? Bukankah setiap pemakai sandal (atau sepatu) selalu memakai sekaligus sepasang sandal kan? Yang kiri di kaki kiri dan yang kanan di kaki yang kanan. Mana ada pemakai sandal (atau sepatu) yang memakai salah satu saja karena pasti akan dianggap gila. Bukankah setiap pemakai sandal (atau sepatu) akan memakai sandal kiri dan sandal bersama-sama kan? Mana bisa orang pakai sandal hanya untuk kaki yang satu saja? Dia akan dianggap bodoh. Lalu, bukankah setiap pemakai sandal (atau sepatu) akan menggunakannya menuju satu tujuan tertentu? Ke kantor, ke pasar, dan kemana saja, bahkan bisa saja tanpa arah tertentu. Sandal dipakai bisa untuk melindungi kaki dan bisa pula sebagai aksesori penarik perhatian. Maka....lihatlah di Kaki Pemilik-Nya, kita berdua yang berbeda dipakai sepasang. Engkau di kaki-Nya yang satu, aku di kaki-NYA yang lain. Di Kaki  Sang Pemilik, secara kompak, kita berdua selalu digerakan secara bersama-sama ...srok srok tok tok...menuju Tujuan-NYA...srok sroookkk tok toookkkk. Kita memang berbeda tetapi sudah ditakdirkan untuk dipasangkan secara bersama-sama. Hari ini, kita diingatkan bahwa sudah 26 tahun kita dipasangkan dan dipakai-NYA untuk mewujudkan Tujuan-NYA....bersukurlah wahai sandal (atau sepatu)  kanan (atau kiri)....terima kasih karena 26 tahun sudah kita bergerak berpasangan sama-sama.....Terima Kasih kepada-NYA karena kita dipasangkan.....teruslah melangkah ke depan kendati ribut kacau balau...srok sroookkk tok tookkk.....&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sahabatku sekalian yang budiman dan budiwati. Saya sudah menulis 2 perkara yang berbeda dengan pendekatan yang berbeda. Tetapi, seperti umpama tentang sandal dalam kutipan saya yang kedua di atas, saya memerlukan keduanya. Jikalau begitu maka saya ingin berbagi lebih lanjut. Ringkas saja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilih untuk mengucapkan selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 bagi semua yang merayakanya menurut keyakinan dan kesukaan masing-masing. Saya memilih untuk berucap telat karena saya memang ingin berbeda. Lho kok harus berbeda? ya tidak apa karena keinginan untuk berperilaku normal rerata dan ingin eksis eksentrik sama-sama ada dalam diri saya. Saya memerlukan keduanya. Tidak mungkin saya berangkat bertugas sebagai Majelis di Gereja memaka celana pendek. Gila itu namanya. Tetapi tahun lalu saya mempersentasikan sesuatu di antara deretan para petinggi Kementerian Kehutanan dan pakar-pakar pengelolaan DAS di Indonesia (yang tampil wangi, berdasi dan ber-jas) cukup dengan memakai jeans, jacket + topi kupluk. Saya disiuti dan ditertawakan oleh para hadirin dengan memanggil saya dukun atau preman. Saya cengar cengir saja dan tertawa saya semakin lebar ketika di akhir sesi adalah kesimpulan saya yang dipakai sebagai kesimpulan utama forum tersebut.  Saya ternyata suka kedua-duanya. Yang rapih dan sekaligus agak urakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali tahun baru 2012, saya demam sakit panas tinggi. Lalu terdengar kabar seorang kerabat, Pak John Manulangga (salah seorang saksi pernikahan saya) berpulang pada tanggal 31 Desember 2011. Pada tanggal 1 Januari 2012 juga berpulang sahabat saya sekantor, Dr. Vincentius Tarus dan Dr. Jeremias Bunganaen (yang ini juga pernah menjadi dosen saya semasa S1 tahun 1981 yang mengajar matakuliah Fisika). Sebelumnya pada tanggal Pada tanggal 11 Desember 2011, rekan dosen saya Ibu Merry Kondi, MP berpulang. Kemudian, pada tanggal 11  Januari kemarin, pagi-pagi benar, saya mendapat sms dari Om  saya (Stef Ratoe Oedjoe) yang mengabarkan bahwa seorang Tante saya, tante Mada Ratoe Oedjoe, berpulang. Tak lama kemudian datang pula sms dari sahabat saya di fakultas peternakan memberitakan bahwa sudah berpulang rekan dosen Ella Herewila Likadja, M.Sc. Waduh, semuanya berita buruk serta mendukakan dan menggetarkan hati. Tetapi pagi ini saya dibangunkan isteri saya untuk mengingatkan bahwa..."heiiii, ini hari HUT perkawinan kita". Perkara menggembirakan bukan? Lalu, apa yang bisa saya hindari dari barang perkara yang silih berganti seperti itu? Tidak ada dan tidak bisa menghindar. Saya harus menerima fakta bahwa kematian adalah resiko kalau mau hidup. Jika kematian adalah berita duka maka hidup adalah berita bahagia. Saya memang harus hidup bersisian dengan baik dan buruk. Sebuah lagu Kidung Jemaat berkata "..suka duka dipakai-NYA untuk kebaikanku....".....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat saya menulis begini di e-mail saya "...jangan anda memaksakan sesuatu yang tidak nyata sebagai kebenenaran, anda mengkhianati nilai-nilai kebenaran ilmiah...". Oh rupanya dia keberatan dengan posting saya sebelumnya. Bagi teman ini, agama tidak rasional. Tuhan tidak ada. Saya teringat 2 tokoh besar dalam ilmu fisika, yaitu Albert Einstein dan Stephen Hawking. Einstein menemukan teori relativitas yang salah satu implikasinya adalah pernyataan bahwa ruang dan waktu itu relatif. Paul Davies, seorang fisikawan Australia, yang mendasarkan diri pada teori Eisntein menyatakan bahwa waktu tidak pernah bergerak melainkan obyek seperti kita. Waktu hanyalah persepsi dan imajinasi manusia. Maka Tuhan yang berbuat baik dan kekal selama-lamanya, dan itu pastilah Tuhan yang temporal, sulit diterima.  Mula-mula, Hawking menulis dalam bukunya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a brief history of time&lt;/span&gt;" bahwa masih ada ruang bagi kemungkinan adanya sang pencipta. Belakangan, dalam buku mutakhirnya, yaitu "grand design", dia menegaskan bahwa tidak diperlukan tuhan sebagai pencipta karena semesta terbentuk karena peluang. Semesta hanyalah soal kerumitan probability fisika yang dapat dibuktikan melalui penelitian-penelitian di laboratorium dan pengamatan ruang angkasa dengan teleskop yang makin lama makin canggih. Einstein sendiri menjadi penganut agama kosmis yang menolak agama tradisi dan histori tetapi meyakini adanya "tuhan yang tidak pernah bermain dadu". Hawking murni atheis dan Davies kerjanya berusaha membuktikan bahwa Tuhan tidak ada (atau ada) dengan pendekatan fisika baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah terbesar dari pendekatan induktif matematika dan fisika dalam berusaha "membuktikan" ada dan tidak ada Tuhan adalah fakta empirik. Ilmu pengetahun berkembang dengan 2 jalan sekaligus, yaitu deduktif dan induktif. Hal-hal besar diturunkan menjadi kesimpulan kecil dan dalam arah yang berbeda perkara-perkara kecil dipakai untuk menggeneralisasi perkara-perkara. Dengan perkataan lain, ilmu pengetahuan berkembang karena ada teori yang diverifikasi oleh pengamatan dan hasil pengamatan yang dikembangkan menjadi teori. Dalam pendekatan deduktif (jenis pengetahuan empiris - sesuatu benar karena teramat berulang-ulang), Tuhan akan dikatakan tidak terbukti ada karena tidak pernah terverifikasi melalui pengamatan. Tidak ada orang yang pernah melihat Tuhan. Seorang atheis pernah menyatakan bahwa "pizza yang lezat ini dapat saya ketemukan pembuatnya tetapi semesta yang diciptakan tuhan sulit diterima karena saya tidak pernah menemukan tuhan". Perhatikanlah bahwa dengan demikian hasil pengamatan adalah hasil "perabaan" panca indra dan panca indra adalah hal ichwal yang nyata-nyata ada. Bisa dilihat atau diraba atau diukur. Sementara itu dalam pendekatan induktif (pola berpikir a priori) adalah ilmu berkembang karena sekedar berpikir, membuat model atau rumus atau formula dan mengajukan hipotesis.   Matematika adalah contoh terbaik pendekatan induktif yang tidak memerlukan bukti apa-apa. Nah, dalam kerumitan perhitungan matematika dan fisika, tidak ada sama sekali faktor Tuhan. Semua hal ada karena memang itulah yang bisa dipikirkan dan dirumuskan. Singkat kata, "karena Tuhan tidak dapat di rumuskan maka Dia tidak ada". Begitulah "nasib" Tuhan di tangan ilmu pengetahuan. Sudah tak bisa dirumuskan, tak bisa pula diverifikasi melalui pengamatan. DIA tidak ada. Betulkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum atheis jangan senang dahulu karena saya ingin mengutip ucapan Stephen Hawking (SH) menyikapi kondisi sakitnya bertahun-tahun  .... "Saya sangat beruntung, kondisi saya berlanjut lebih lambat dari kasus  yang biasa terjadi. Tapi (situasi) ini juga menunjukkan bahwa orang  tidak boleh cepat hilang harapan.".... Jikalau kata beruntung merujuk kepada probability (dan hal ini sesuai teori beliau) maka bagaimana dengan kata "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harapan&lt;/span&gt;"?. Terbuat dari zat apa lalu terverifikasi dengan jalan apa sesuatu yang disebut "harapan"?. Dalam pernyataan beliau ketika berulang tahun ke 70, SH mengatakan bahwa "saya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;senang&lt;/span&gt; karena keluar sebagai pemenang dalam situasi saya". Hal yang sama ingin saya tanyakan: "senang" itu bahan yang terbuat dari apa? berapa berat, massa, kadar, CC, tinggi dll dll...???? Jikalau dikatakan bahwa umur alam semesta sekitar 14 milyar tahun yang ditandai dengan peritiwa "the big bang", maka apakah SH dan fisikawan hadir pada saat kelahiran semesta supaya benar-benar kesimpulan bahwa ada atau tidak adanya Tuhan datang dari pengamatan panca indra yang sah dan terpercaya. Jika dikatakan bahwa pola-pola bekerjanya alam semesta dapat diterangkan melalui "teori segala sesuatu"  maka apakah di dalam kerumitan rumus-rumus matematika dan fisika yang digunakan sama sekali tidak terdapat asumsi? Harap tahu saja bahwa sejatinya matematika itu adalah hasil imajinasi manusia untuk merumuskan fakta-fakta. Bahkan senadaninyapun tidak ada fakta sepanjang bisa dirumuskan maka imajinasi adalah benar. Pertanyaananya adalah apakah imajinasi dan asumsi itu bebas dari bias? Bagaimana dengan formulasi bahwa setiap data rasio harus memiliki tingkat kepercayaan tertentu dan pada setiap tingkat kepercayaan selalu diamanatkan adanya batas-batas toleransi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika banyak pengamatan kosmologi di dasarkan atas hasil penelitian kecil yang dapat dibandingan (seperti mencobakan  obat untuk manusia  kepada tikus terlebih dahulu) maka hampir pasti validitas dan reabilitasnya tergantung pada keyakinan. Mengapa demikian? Ya karena sesungguhnya dalam perspektif  statistika inferensia (ilmu yang menyandarkan diri pada probabilitas)  tidak ada data yang bebas bias. Selalu saja ada 1 - 5% yang kebenaran datanya tidak dapat ditentukan. Artinya, selalu ada kemungkinan 5 - 1% data itu salah kendati di lain pihak 95-99%nya diyakini pasti benar. Contoh, berdasarkan perhitungan Einstein dapatlah diciptakan mesin waktu yang dapat dipakai manusia  untuk berselancar dalam ruang dan waktu. Sepanjgan anda dapat menemukan mesin yang mampu bergerak secepat kecepatan cahaya maka anda bisa pesiar ke masa lampau atau ke masa depan. Pembuat film di Hollywood pernah membius dunia dengan film yang berjudul "back to the future". Ternyata sampai hari ini mesin waktu itu belum dapat diciptakan. Kata pemuja ilmu pengetahuan yang atheis, aaaahhhh... itu soal waktu saja. Tentang ini, Stephen Hawking pernah menyatakan bahwa "jika perjalanan mengarungi waktu  dapat dilakukan maka mengapa kita tidak pernah bertemu dengan  orang-orang yang berasal dari 1 milyar tahun yang akan datang". SH berasumsi bahwa  di masa depan mesin yang bergerak dalam kecepatan cahaya  sudah dapat dibuat. Kita pun menjadi tahu, kisah-kisah tantang adanya perjalanan waktu hanya signifikan di layar film. Tidak di dunia nyata. Demikian pula dengan ceritera tentang bertemunya orang-orang dengan makhluk alien atau UFO. Kebanyakan adalah dongeng yang dijual di layar bikinan aktor hollywood. Ajaibnya, banyak orang masih saja percaya bahwa semua hanya soal waktu. Jika belum ditemukan hari ini ya pasti besoknya besok besok besok besok. Yakin. Hakkul Yakkin. Ternyata ilmu pengetahuan mengandalkan diri juga pada kaya "keyakinan" yang tidak lain dan tidak bukan adalah kata standard kaum teistik dalam memahami adanya Tuhan. Agar sampai pada keyakinan maka yang diperlukan adalah imajinasi. Dalam ilmu pengetahuan imajinasi itu doformulasikan dalam angka-angka. Angka adalah simbol. Dalam religiusitas, imajinasi itu dirumuskan ke dalam ideal-ideal lalu ideal-ideal tersebut disimbolkan dalam kata-kata atau gambar-gambar. Harap diingat bahwa angka, kata dan gambar adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;datum&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;data&lt;/span&gt;, yang artinya adalah informasi. Angka adalah data kuantitatif. Informasi adalah data kualitatif. Dalam hidup anda tidak mungkin hanya memilih 1 saja informasi. Menyenangkan jika anda tahu bahwa anda memiliki anak sebanyak 5 orang tetapi sangat membahagiakan ketika ke 5 orang itu adalah anak yang taat dan dengar-dengaran terhadap perintah anda.  Lima orang menunjuk kepada aspek kuantitatif sedangkan taat adalah perkara kualitatif. Tak layak anda mempertantangkan hal tersebut karena setiap hari anda pasti berurusan dengan hal-hal kualitatif dan kuantitatif sekaligus. Mengutamakan yang satu sambil meremehkan yang lain berarti anda tidak utuh sebagai manusia. Anda hanya setengah manusia. Setengahnya? Jawab sendiri. Lalu, katakanlah kepadaku wahai sahabat terkasih, di antara ilmu pengetahuan dan religiusitas, siapa yang mengkhianati siapa? Siapa menghujat siapa? Siapa menertawakan siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sekarang kita menjadi tahu bahwa dalam diri saya, anda, dan semua manusia hidup akan selalu ada secara bersisian hal-hal yang bersifat imanen (akal budi - filsafat kritis) dan trasendens (metafisika - filsafat spekulasi). Yang berpikir dan bernalar jangan menghina yang trasendens. Sebaliknya yang beriman dan berkeyakinan jangan merendahkan akal budi atau perkara-perkara imanen. Semuanya ada dalam diri kita kendati kedua hal itu berbeda bagai bumi dan langit. Seperti juga sandal yang kiri dan kanan yang dibikin bersamaan supaya dipakai secara serasi maka gunakanlah naluri imanen dan trasendens ada secara serasi. Itu manusiawi namanya karena manusia adalah makhluk paradoks yang tak sampai-sampai. Dia selalu ingin memahami sesuatu dengan semua potensi yang ada dalam dirinya, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Manusia suka berkhayal tetapi juga suka mengukur dan atau menimbang. Manusia bisa memahami dengan melihat dan meraba tetapi bisa juga tanpa melihat. Manusia bisa tertawa ketika melihat dan mendengar Sule beraksi di acara OVJ. Tetapi saya bisa tertawa hanya dengan membayangkan wajah "rada blo'on"nya pelawak Kadir. Saya menggunakan daya lihat dan daya dengar tetapi saya juga menggunakan daya berkhayal untuk mencapai tujuan tertawa senang. Persis seperti tamsil sepasang sandal, kiri dan kanan yang dipakai berpasangan oleh pemiliknya ke mana-mana. Sebuah Kitab Tua di dalamnya dapat dibaca begini "...kasihilah Tuhanmu dengan segenap hati dan segenap akal budi...".  Itu keyakinan saya. Bagaimana anda? Ya terserah kamulah Boeng dan Zoes......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif][if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif][if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="line-height:115%; font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-fareast-font-family: Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-Times New Roman&amp;quot;;mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SAfont-family:&amp;quot;;font-size:11.0pt;"  &gt;&lt;/span&gt;                         &lt;div id="watch-video-extra"&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;ul id="watch-related" class="video-list"&gt;&lt;li class="video-list-item "&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=LzwUNV2xIq0&amp;amp;feature=related" class="video-list-item-link "&gt;&lt;span class="ux-thumb-wrap contains-addto "&gt;&lt;span class="video-thumb ux-thumb ux-thumb-110 "&gt;&lt;span class="clip"&gt;&lt;span class="clip-inner"&gt;&lt;img key="thumb-group-0" src="http://i1.ytimg.com/vi/LzwUNV2xIq0/default.jpg" alt="Thumbnail " thumb="//i1.ytimg.com/vi/LzwUNV2xIq0/default.jpg" /&gt;&lt;span class="vertical-align"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="video-time"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" dir="ltr" class="title" title="Van Halen - Video Hits V1 - Humans Being (1999)"&gt;Van Halen - Humans Being &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabe Puan &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-3889249747831096461?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='bagaikan sandal kiri sandal kanan'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/3889249747831096461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=3889249747831096461&amp;isPopup=true' title='103 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3889249747831096461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3889249747831096461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2012/01/sendal-kiri-sendal-kanan.html' title='bagaikan sandal kiri sandal kanan'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JNlfeVIHeYM/Tw-oFbTgfxI/AAAAAAAAB08/-xO7FcAE4GE/s72-c/sendal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>103</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-7099804554518253138</id><published>2011-10-28T10:57:00.007+08:00</published><updated>2011-11-08T11:12:04.008+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Kristiani'/><title type='text'>entropi yang meningkat, ALLAH yang kekal</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;Dear&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Kristiani&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkegiatan bersama komunitas masyarakat dan  organisasi masyarakat non-pemerintah  perduli bencana selama 2 hari terakhir (25-26 Oktober 2011) di Hotel Kristal, Kupang memberikan pengalaman tersendiri. Bukan karena sebelumnya tidak pernah berbicara dalam topik pengurangan resiko bencana seperti itu....bukan.....sudah sering gitu-gitu......tetapi ada  hal yang menggelitik terkait  2 pernyataan dalam acara tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;.... "bencana selalu ada, kita harus waspada, seperti kami di Noebesa tahun ini kurang sekali panen karena terlalu kering. Dahulu waktu bencana banjir bah di jaman Perjanjian Lama, untung ada Nabi Noh yang bikin kapal besar. Itu bukti bahwa pengurangan resiko bencana sudah ada dari dulu" .... (mantan kepala desa Noebesa, TTS yang desanya terancam longsor) ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... "ada berita orang di Noebesa mati karena kelaparan, tapi waktu pak Gubernur dan kami berkunjung ke sana ternyata biar masyarakat mengalami kekeringan tetapi mereka masih bisa kasi kita makan ubi yang mereka simpan" ... (pejabat badan penanggulangan bencana daerah, NTT) ...&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di mana  menariknya? Pertama-tama, tampaknya terjadi 2 tolok ukur atau variabel indikator bencana. Masyarakat desa menanggap bahwa dengan kegagalan panen mereka terancam lapar sementara bapak pejabat berpikir bahwa selama masih ada yang dimakan maka belum terjadi kelaparan. Supaya lebih jernih maka saya ingin memberikan 2 pertanyaan kepada masing-masing tokoh tersebut. Kepada bapak mantan kades Noebesa saya akan bertanya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengapa harus merasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;terancam jika nyatanya masih ada ubi untuk dimakan?". &lt;/span&gt; Kepada bapak pejabat daerah saya akan bertanya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apakah bapak bisa memastikan ubi yang dimakan oleh bapak gubernur dan rombongan bukan ubi terakhir yang mereka punya&lt;/span&gt;?". Saya sendiri, dalam acara itu, lalu memberikan jawaban sebaik-baiknya menurut perspektif ilmiah tentang resiko bencana, kerentanan, kapasitas, adaptasi, mitigasi dan cara menilai suatu ekosistem. Tapi  posting saya kali ini bukan tentang jawaban-jawaban  saya seperti yang dimaksud tadi. Saya ingin berbicara hal yang lain. Sama sekali tidak ada hubungan dengan percakapan 2 orang di atas? Ada. Sedikit. Sadiiikiiiii sa. Sapo'ong, kata anak Kupang. Bagaimana ini? ya beginilah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak mantan kades sudah berbicara tentang keadaan dahulu dan sekarang yang tetap saja sama. "Ada ancaman tetapi ada tindakan berjaga-jaga". Bapak pejabat daerah juga berbicar&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-fiqQ4CiIaRo/TqpJ8LRnNYI/AAAAAAAAB0w/RDBq9b3spZQ/s1600/P6090549.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 141px; height: 106px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-fiqQ4CiIaRo/TqpJ8LRnNYI/AAAAAAAAB0w/RDBq9b3spZQ/s200/P6090549.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668424379166832002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a tetang sesuatu yang menunjuk suatu situasi "ada ancaman tetapi jangan kuatir karena dari dulu sudah biasa begitu". Kedua orang itu telah bericara tentang sesuatu yang sifatnya tetap. Sambil menunggu sesi berikutnya, saya melamunkan satu hal, yaitu hukum kekekalan energi dan entropi sistem. Hukum I dan II thermodinamika. Hukum bak Abang dan adik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kekekalan energi, hukum yang mengaturnya dikenal sebagai hukum I thermodinamika. Bunyi hukum tersebut adalah sebagai berikut: "Perubahan energi internal dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan perbedaan antara panas dipasok ke sistem dan jumlah kerja yang dilakukan oleh sistem pada sekitarnya". Ruwet? mungkin tidak tetapi biasanya hukum ini akan dibaca juga sebagai energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan hanya dapat ditransformasikan. Energi dari radiasi matahari diubah menjadi energi biokimia di dalam tubuh tumbuhan yang berfotositesis. Makhluk hidup yang memamakan tumbuhan akan mentransformasikan senergi di tumbuhan menjadi dalam tubuhnya maisng-masing. Energi yang terbuang karena panas misalnya akan ditransformasikan menjadi energi lingkungan. Inilah kekekalan energi. Hukum ini, pada awalnya sangat ditentang oleh  gereja di masa pencerahan sebab jika benar demikian maka tidak akan ada kiamat. Dan hal ini bertentangn dengan ajaran gereja. Belakangan, kelompok ateis menggunakan juga hukum ini untuk menolak  adanya penciptaan karena energi bersifat kekal maka tidak diperlukan pencipta.  Semesta raya dan energinya sudah ada dan akan selalu ada.  Waduuuuhhh.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah kemudian hukum II thermodinamika yang mengatakan bahwa "Panas tidak dapat secara spontan mengalir dari lokasi yang lebih dingin ke lokasi lebih panas". Maksudnya apa nih? Jika anda punya 1 buah benda yang panas dan 1 buah benda yang dingin, misalkan anda punya 1 gelas berisi air panas dan 1 gelas lainnya berisi air dingin. Jika anda campurkan air di gelas-gelas itu maka anda tak lagi memiliki air panas dan air dingin. Air yang panas kehilangan sebagian panasnya karena ditransformasikan ke dalam air yang dingin. Lalu, air yang dingin mendapatkan kenaikan suhu akibat transformasi itu. Mereka bertemu pada satu titik suhu rata-rata yang tidak panas tetapi juga tidak dingin. Hangat (kalau pesan minuman di warung selalu saya bilang ....."teh hangat 1"... wkwkwk). Mengapa demikian? Efek perataan. Apakah suhu hangat air tadi sudah merupakan suhu panas + suhu dingin dibagi 2? Tidak begitu. Ada panas yang hilang karena menguap selama proses pencampuran. Inilah yang, dimaksudkan dengan, kurang lebih,  entropi. Bagaimana membayangkan yang dimaksudkan dengan entropi? Jika kedua gelas tadi anda letakkan berjauhan maka kemungkinan hanya sedikit panas yang berpindah dari gelas berair panas ke gelas berair dingin karenan sebagian besar akan diuapkan menuju lingkungan. Akibatnya, hanya sedikit panas yang tersedia di gelas-gelas itu. Maka, dikatakan bahwa sistem panas di gelas-gelas tadi dalam keadaan kacau (entropi) karena tidak lagi panas. Semakin anda menjauhkan gelas-gelas itu (mengisolirnya) maka makin sedikit panas yang tersedia. Dapat dikatakan juga entropi dikedua gelas tadi meningkat menuju maksimal. Implikasi hukum II thermodinamika cukup menyenangkan bagi kaum teistik karena memberikan pintu kemungkinan adanya kiamat (kalo Ki Amat sih banyak di Bogor dan sekitarnya.....ha ha ha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hubungan di antara hukum I dan II thermodinamika? Menurut info yang saya peroleh,  hubungan keduanya baik-baik saja (kemarin keduanya terlihat sedang ngobrol minum kopi bareng dech...wkwkwk...). Jika diperhatikan baik-baik, tetapi salah dalam  mengintepretasikannya,  kita mungkin akan mengatakan bahwa keduanya saling bertolak belakang. Hukum I mengatakan bahwa energi itu kekal lha mengapa kok adiknya, si hukum II, berani-beraninya memberikan petunjuk bahwa energi bisa hilang....nakal banget kamu itu ya.... Betul begitu? Sebenarnya tidak.  Posisinya tetap, yaitu energi itu kekal adanya (hukum I) tetapi preferensinya adalah aliran energi itu menuju 1 arah dan tidak bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kembola-kembali&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;irreversible&lt;/span&gt;). Sepeda motor anda ketika dijalankan harus diisi energi (bensin) kan? Di dalam mesin motor anda, bensin tadi diubah  (dikonversi) menjadi tenaga (kenceng dah jalannya motor anda itu)  dan juga .... asap. Nah, dititik ini hukum II thermodinamika berperan, yaitu bahwa tenaga motor dan asap tidak bisa diubah kembali menjadi bensin (saya tantang Deddy Corbuzier untuk mengubahnya secara hitam putih  kalo dia bisa....wheeeeaaaa ha ha ha...).  Makin kenceng dan makin berasap maka bensin makin cepat habis. Entropi meningkat. Jika tidak ada penambahan energi maka mesin motor anda akan mati. Rencana menjemput pacar kocar-kacir sudah tuh. Entropi maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah tentang entropi ini adalah maksud posting ini? Tidak persis begitu. Yang ingin saya katakan adalah berikut ini. Perhatikan baik-baik ya sobat.....kesan bahwa hukum I dan II thermodinamika saling bertentangan sebenarnya karena disebabkan kesalahan dalam memberikan intepretasi. Hukum I thermodinamika sering disebut sebagai energi itu kekal, tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Padalah yang dimaksudkan sebenarnya adalah sekali energi itu diciptakan maka, menurut pengamatan, energi aktual itu konstan. Mengapa dikatakan demikian? karena ilmu pengetahuan selalu harus bertumpu pada pengamatan sedangkan pengamatan belum sama sekali membuktikan kata "tidak dapat" dan atau sebaliknya, "dapat". Dengan demikian sejatinya tidak ada kekekalan dalam pengertian akan selalu ada selama-lamanya (itu sebabnya ilmuwan memprediksikan bahwa mungkin sekitar 8 - 10 milyar tahun lagi matahari akan kehabisan energinya dan pada saat itu tamatlah galaksi bima sakti kita). Kalau begitu konstruksi permasalahannya maka hukum II thermodinamika, si adik, terhubung dengan hukum I, si abang. Energi potensial yang konstan itu akan dikonversi menjadi aneka rupa energi kinetik tetapi di dalam proses konversinya selalu akan terbentuk energi yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Karena itu pemakaian energi akan menyebabkan kekurangan energi dalam bentuk yang bisa dipakai  dan anda akan mengalami "kekacauan sistem" kecuali anda menciptakan energi baru. Anda, saya dan kita semua  selalu membutuhkan penciptaan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika konstruksi tadi dapat diterima maka pertanyaannya adalah siapakah pencipta energi? Teistik maupun ateistik bisa berdebat tetapi 1 hal yang disepakati adalah selalu diperlukan energi yang konstan. Dan selama ini diakui bahwa tidak ada 1 pun mesin yang bisa bekerja secara konstan dan efisien KECUALI adanya sesuatu yang MISTERI yang berfungsi sebagai PENGADA (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the first uncaused cause&lt;/span&gt; - Bertrand Russel). Dalam perspektif kaum teistik, kita akan menyapa Sang Maha Pengada itu sebagai TUHAN yang tidak memerlukan pengada lainnya. Saya membaca kesaksian di dalam Alkitab bahwa:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Even before the mountains came into existence, 1  or you brought the world into being, you were the eternal God (Psalm 90:2 - Nett Bible)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah (Mazmur 90:2 - Alkitab, TB, LAI, 1974)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadèrèngipun redi-redi katitahaken, inggih sadèrèngipun Paduka ngawontenaken bumi lan alam jembar, wiwit kelanggengan dumugi kelanggengan, Paduka jumeneng Allah (Mazmur 90:2, Injil Bahasa Jawa, 1994)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Happy &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Sunday&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;God &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;bless&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt; you&lt;/span&gt; all&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ZqRg-rZnwVA" dir="ltr" title="Eternal God"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;Eternal God&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-7099804554518253138?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='entropi yang meningkat, ALLAH yang kekal'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/7099804554518253138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=7099804554518253138&amp;isPopup=true' title='106 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/7099804554518253138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/7099804554518253138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/10/entropi-yang-meningkat-allah-yang-kekal.html' title='entropi yang meningkat, ALLAH yang kekal'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fiqQ4CiIaRo/TqpJ8LRnNYI/AAAAAAAAB0w/RDBq9b3spZQ/s72-c/P6090549.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>106</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-5973029948116816663</id><published>2011-10-02T18:03:00.009+08:00</published><updated>2011-10-03T14:46:52.469+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan kebangsaan'/><title type='text'>tentang pancasila (1 x lagi)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-UwekW6tslv8/TohI5iQQhwI/AAAAAAAAB0Y/g-RVx4rwR5I/s1600/pancasila-rumah-kita.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-UwekW6tslv8/TohI5iQQhwI/AAAAAAAAB0Y/g-RVx4rwR5I/s200/pancasila-rumah-kita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658853085075769090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini kutipan berita dari HU Timor Express, Kupang (merupakan anak perusahaan Jawa Pos Grup) yang terbit pada hari Minggu tanggal 02 Oktober 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sehari jelang penutupan Sidang Sinode GMIT XXXII suasana sidang cukup memanas begitu memasuki agenda pemilihan Kertua Majelis Sinode (MS) GMIT. Lewat proses pemilihan yang cukup demokratis akhirnya Pendeta Robert Stevanus Litelnoni yang akrab disapa Bobby Litelnoni unggul atas dua calon Ketua Sinode GMIT lainnya, Pendeta Merry Kolimon dan Pendeta Mesakh Dethan. Pendeta Bobby meraup 155 suara, Pendeta Merry 97 suara dan Pendeta Mesakh Dethan 22 suara. Jumlah pemilih yang menyalurkan hak pilihnya sebanyak 274 pemilih, terdiri atas 261 dari jemaat-jemaat dan sisanya dari Majelis Sinode GMIT dan BPPPS. Selain ketua, untuk posisi wakil ketua, adalah pendeta Welmintje Kameli-Maleng, Sekretaris Pendeta Benyamin Naralulu, Wakil sekretaris Ince Ay-Touselak dan Bendahara Wem Nunuhitu. Sementara anggota-anggota adalah Bidang Pendidikan Ayub Titu Eki, Bidang Hukum Inche Sayuna, Bidang Ekonomi Sofia Malelak-de Haan, dan Bidang Politik Paul Liyanto.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Apa yang istimewa dari berita itu sehingga dijadikan sebagai pembuka posting? Sebenarnya tidak istimewa amat kecuali bahwa berita itu berkaitan dengan Sidang Sinode GMIT ke 32 yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Banyak agenda, ini dan itu, salah satunya tentang Rencana Induk Pengembangan (RIP) GMIT periode 2011 - 2020 dan Haluan Kebijakan Umum Pelayanan (HKUP) GMIT 2011 - 2015. Kedua dokumen ini adalah dokumen perencanaan, yaitu yang berjangka panjang (RIP) dan berjangka menengan (HKUP). Saya  sebagai warga GMIT yang baik, terlibat sangat aktif pada perkara RIP dan HKUP tersebut. Saya adalah koordinator tim penulis draft kedua dokumen itu  - harap maklum, koordinator artinya "jongos" paling besar.  Jika untuk menulis naskah seperti itu pada urusan "sekuler" saya dibayar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ber-jut-jut&lt;/span&gt; maka tidak untuk RIP dan HKUP GMIT.  Itulah perpuluhan saya untuk  GMIT. Semua demi Tuhan dan Jemaat-NYA. Oh, ya tentang dokumen perencanaan ini tidak banyak perdebatan. Pleno untuk pembahasannya cuma memerlukan waktu sekitar 30 menit. Saya mencatat reaksi seorang peserta sidang ..."dokumen yang berat dan bikin kepala sakit, karena itu tidak usah lama-lama dibahas, terima saja"....whussszzzz....itukah istimewanya berita dalam TIMEX di atas? TIDAK. Bukan itu melainkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian saya ada pada komposisi para petinggi GMIT yang terpilih. Ketua MS GMIT adalah seorang warga GMIT keturunan Tiongkok. Demikian juga untuk nama Inche Sayuna dan Paul Liyanto. GMIT adalah gereja yang tidak punya persoalan dalam urusan pembauran. Semua yang ada adalah milik Sang Kepala Gereja, Tuhan Yesus Kristus. Tak perduli  dari mana engkau berasal. Selanjutnya dalam susunan di atas terdapat 3 orang dari suku Rote (Messakh Dethan , Ince Ay-Touselak dan Sofian de Haan), 1 orang bersuku Timor (Ayub Titu Eki), 1 orang bersuku Sabu (Benyamin Naralulu), 1 orang bersuku Alor (Welimince Kameli - Maleng) dan 1 orang campuran Sabu + Rote (Wem Nunuhitu). Komposisi di atas mewakili kelompok etnolingusitik yang berbeda yang merupakan mayoritas anggota GMIT. Mantap dan asik. Indonesia banget. Indonesia? Ya iya memang begitu. Agama, dalam hal GMIT adalah Kristen Protestan, terbukti mampu menyatukan keberagaman menjadi 1. Bhineka Tunggal Ika. Jayalah Indonesia. Jayalah Pancasila. Benar begitu? Jangan terburu-buru. Perhatikan yang berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kupang, pada November 1998 pernah pecah kerusuhan yang bernuansa agama dan etnik sealigus. Agak aneh ketika itu karena kendati mereka yang menjadi sasaran amarah massa memang adalah kelompok beragama yang berbeda dari mayoritas penduduk Kupang tetapi yang tergolong kaum pendatang yang berbeda etnik. Hampir tidak serangan massa kepada mereka yang beragama berbeda tetapi dari kelompok etnik yang sama. Kesannya  ketika itu adalah anti Bugis dan Jawa. Di Makassar nyaris saban bulan kita membaca dan melihat siaran televisi bahwa mahasiswanya gemar berpukul-pukulan hanya karena beda fakultas padahal dalam suku yang kemungkinan besr sama dan agama yang juga kemungkinan besar sama. Di Papua, saban tahun kita mendengar dan melihat orang dari suku yang berbeda pada agama yang sama saling berperang sedemikian rupa sehingga baru akan berhenti jika jumlah yang mati berimbang antar 2 kubu. Selesai berperang,  batu dibakar untuk perdamaian. Dua atau tiga tahun kemuduan ehh.....berperang kembali. Bakar batu lagi. Kasihan si batu, dibakar-bakar. Di Jakarta, orang yang tinggal bersebelahan kampung pada kelompok yang mungkin berlatar belakang etnik yang sama  atau  berbeda tetapi pada agama yang kemungkinan besar bisa tawuran secara berkala bertahun-tahun lamanya. Di Jakarta orang pada kelompok etnik betawi yang sama dan agama yang hampir pasti sama bisa saling tawuran hanya gara-gara berebutan "lahan garapan". Di Ambon, kerusuhan antar  orang-orang dari kelompok agama yang berbeda kumat kembali dan nyaris membesar.  Di Cikeusik, perbedaan keyakinan menyebabkan orang bisa membunuh sesamanya pada kelompok etnik yang sama. Di Bogor, walikotanya sama sekali tidak takut akan pelanggaran hukum dan HAM karena dia berbeda keyakinan dengan orang-orang yang bergereja di GKI Yasmin. Di Solo, sebuah gereja kesusupan orang yang lalu meledakan bom bunuh diri dimana orang ini jelas-jelas mengusung faham radikal dari agama yang berbeda dari jemaat yang beribadah di GBIS, Solo. ... silakan perpanjang daftar yang saya buat....kita akan tercengang dan tidak bisa mengerti bahwa di negeri yang berpancasila ini semua tindakan fasis seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, maaf saja, Bung Karno dan para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;founding fathers &lt;/span&gt;republik ini masih tidak bisa tenteram di negeri atas angin karena Pancasila dan aforisme Bhineka Tunggal Ika-nya itu di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kuyo-kuyo &lt;/span&gt;nyaris setiap seolah-olah negara tidak ada. Bahkan ketika sekelompok orang yang menamakan gerakan tertentu rajin melakukan pawai massal sambil menerikan slogan "ganti pancasila dengan prinsip negara khalafah", negara cuma bisa diam. Ketika sekelompok orang rajin melakukan sweeping dan kekersan atas nama syariah tertentu, negara juga diam  tak banyak ambil tindakan. Presiden SBY mengancam membubarkan tetapi Kapolri dan Mendagri malah bertetangan dengan presidennya. Pancasila  kelihatannya  kurang sakti lagi belakangan ini. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menawarkan 3 faktor penyebab yang saling bertaut sebagai hipotesis: 1) materialisme dan materialistik telah menggurita di negara pancasila ini sehingga tak ada cukup ruang bernafas  bagi perkara-perkara spiritualitas seperti pancasila. Kehormatan, keterkenalan, kekayaan dan kekuasaan yag bersifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;money oriented&lt;/span&gt; telah menggerus  semangat pancasila dari pikiran warga bangsa; 2) Demokrasi transaksional telah memberikan ruang yang besar bagi perilaku materialistik. Di mulut dan slogan para elit berteriak tentang idealisme karena nilai agama, nilai budaya dan demokrasi itu sendiri tetapi perilakunya adalah  hedonis sejati. Mana ada partai yang bebas korupsi dewasa ini?; 3) Politik aliran simpang siur yang akhirnya menyimpang terlalu jauh dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt; jiwa politik pancasila yang diusung negara. Adalah wajar jika dalam dunia perpolitikan terdapat 3 aliran besar, yaitu politik garis kiri, politik garis tengah dan politik garis kanan. Tetapi dalam praktek sebenarnya semua aliran politik akan bergerak mendekat ke arah tengah sesuai dengan ideologi negara. Tetapi tidak di Indonesia, mereka yang mengaku kiri tiba-tiba berada di tengah sembari mencuri. Lihat saja tokoh-tokoh yang di awal reformasi mengaku kiri nyatanya sekarang bergabung ke pusat kekuasaan dan akhirnya mencuri. Lihat pula mereka yang katanya di kanan tetapi tiba-tiba bergabung bersama yang di tengah. Mencuri juga akhirnya. Lantas, bagaimana dengan mereka yang di tengah? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sami mawon&lt;/span&gt; mencurinya. Lalu semua mereka itu, guna mencari muka ke konstituennya,  pura-puralah  menutup mata ketika tuntutan aneh-aneh dari konstituennya merebak di ruang publik. Inilah politik aliran simpang siur tidak keruan dan melemahkan negara. Elitnya lebih sibuk memikirkan koalisi strategis dan melupakan Pancasila. Saya melihat di televisi dengan amat sedih ketika baik masyarakat umum maupun para pejabat serta selebritas sampai berlepotan mulut ketika diminta untuk  menghafalkan rumusan pancasila.  Amburadul. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pathing kranthil&lt;/span&gt;. Tidak keruan. Kacau. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rotsooi segh. Overdomez&lt;/span&gt;....ha ha ha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba kembali terkenang almahum Franky Sahilatua yang berpulang beberapa bulan yang lewat. Dia menuliskan sebuah lagu dengan judul "Pancasila Rumah Kita". Beberapa waktu yang lalu saya sudah menyertakan lagu ini dalam posting saya.  Sekarang, tanpa ragu sedikitpun, saya mempostingnya kembali. Denagn begitu saya mengingatkan diri saya sendiri  dan lalu juga kepada sahabat semua bahwa Pancasila masih amat perlu bagi kita di Indonesia. Pancasila adalah nilai dasar bagi Indonesia. Tanpa pancasila maka kita bukan lagi Indonesia. Percayalah Bung en Zoes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang nikmatilah lagu "Pancasila Rumah Kita" karya Franky Sahilatua tetapi dinyanyikan oleh kelompok banyak orang dari Jakarta dan Jogjakarta (terima kasih banyak untuk malasbanget.com yag membuat video ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-8cC8X87N5mI"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=8cC8X87N5mI" dir="ltr" title="Pancasila Rumah Kita - Versi Kolosal #17an"&gt;&lt;b&gt;Pancasila Rumah Kita&lt;/b&gt; - Versi Kolosal #17an&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-5973029948116816663?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='tentang pancasila (1 x lagi)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/5973029948116816663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=5973029948116816663&amp;isPopup=true' title='101 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/5973029948116816663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/5973029948116816663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/10/1-kali-lagi-tentang-pancasila.html' title='tentang pancasila (1 x lagi)'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UwekW6tslv8/TohI5iQQhwI/AAAAAAAAB0Y/g-RVx4rwR5I/s72-c/pancasila-rumah-kita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>101</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-8717523217640867860</id><published>2011-09-21T14:55:00.009+08:00</published><updated>2011-09-22T00:09:24.685+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi ngawur'/><title type='text'>maunya puisi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-2B9dUkEhYEg/TnmLwzrBi1I/AAAAAAAAB0Q/AEsQfx9mNrk/s1600/lanjutkan.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 92px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2B9dUkEhYEg/TnmLwzrBi1I/AAAAAAAAB0Q/AEsQfx9mNrk/s200/lanjutkan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654704477761014610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;aku, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;kau&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;mereka&lt;/span&gt; bilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau bilang lanjutkan&lt;br /&gt;aku bilang: sebaiknya tidak&lt;br /&gt;tapi mereka yang banyak itu setuju dengan anda&lt;br /&gt;: lanjutkan&lt;br /&gt;Ya terserah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau bilang tak perlu marah sama Malaysia&lt;br /&gt;Aku bilang: sombonglah dikit&lt;br /&gt;Tapi tampaknya mereka yang banyak itu setuju dengan saya:&lt;br /&gt;: marahlah sedikiiit saja pun bolehlah....(betul betul betuuuuulllll.....)&lt;br /&gt;Yaaaaaaa…..begitulah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau bilang orang miskin berkurang&lt;br /&gt;Aku bilang: betul begitukah bos?&lt;br /&gt;Tampaknya mereka yang banyak itu setuju dengan yang saya lihat&lt;br /&gt;: …hoooiiiiiii….banyak yang rebutan angpao lebaran sampe keinjek-injek tuh….&lt;br /&gt;Yaaaaaaa…..mau bagaimana lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau bilang akan memimpin perang melawan korupsi&lt;br /&gt;Aku bilang: setuju banget 2011%, bukan cuma 100%&lt;br /&gt;Tampaknya mereka yang banyak itu melihat:&lt;br /&gt;…lho si anu si inu si fulan si koplo ... koq nyuri terus….koq diberi remisi terus&lt;br /&gt;Yaaaaaaaa……aku bingung bos…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau bilang mau reshuffle…..&lt;br /&gt;............?????&lt;br /&gt;Ya terserahlah bagimana baiknya&lt;br /&gt;Karena mereka yang tadinya banyak itu hanya bersisa 39% ….&lt;br /&gt;Lanjutkan ………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-W5v7TpOTQaE"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=W5v7TpOTQaE" dir="ltr" title="Rio Febrian - SUDAH KU BILANG (lyrics on screen)"&gt;Rio Febrian - &lt;b&gt;SUDAH KU BILANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tabe Puan &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-8717523217640867860?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='maunya puisi'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/8717523217640867860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=8717523217640867860&amp;isPopup=true' title='38 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8717523217640867860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8717523217640867860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/09/aku-kau-mereka.html' title='maunya puisi'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2B9dUkEhYEg/TnmLwzrBi1I/AAAAAAAAB0Q/AEsQfx9mNrk/s72-c/lanjutkan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>38</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-2102867380028658155</id><published>2011-08-27T10:51:00.015+08:00</published><updated>2011-09-03T18:44:57.382+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iseng'/><title type='text'>mudik! udik?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7EP5QAbBJys/TlhuQ2Yq66I/AAAAAAAABz4/XD6tNN7BjGA/s1600/1518-mudik.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7EP5QAbBJys/TlhuQ2Yq66I/AAAAAAAABz4/XD6tNN7BjGA/s200/1518-mudik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645383368664869794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;Dear &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat &lt;/span&gt;Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam, selamat pagi, siang, sore atau malam. Tergantung kapan waktunya anda membaca posting ini.  Kali ini saya ingin mengobrol ringan tentang satu fenomena berskala nasional di Indonesia, yaitu mudik. Kata mudik sering tidak berdiri sendiri melainkan selalu didekatkan dengan Lebaran -  hari raya besar kaum dan sahabat Muslim pasca Puasa - menjadi mudik lebaran. Konon kata tradisi ini hanya ada di Indonesia. Lalu karena pengaruhnya tidak hanya dirasakan terbatas internal sahabat Muslim melainkan juga seluruh bangsa maka tradisi mudik dianggap juga sebagai budaya bangsa Indonesia. Khas Indonesia. Tapi tahukah anda, apa arti kata mudik itu sendiri? Nah, untuk anda saya kutipkan beberapa   persangkaan umum tentang arti kata mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia (www.id.wikipedia.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang udik itu dulunya adalah sebutan orang betawi untuk pendatang2 yg kebanyakan berasal dari Jawa (sebelah timur jakarta). Biasanya kaum pendatang yg kebanyakan dari Jawa itu selalu pulang ke kampung halamannya saat hari raya, bila ada keperluan penting, atau karena pekerjaannya di jakarta sdh selesai. Dan para pendatang itu menyebut dengan istilah pulang kampung. Jadi itulah yg mungkin menyebabkan ada istilah orang kampung disebut sebagai orang udik. Yaitu karena mereka pergi ke kampung halamannya yg ada di timur (udik). Sampai sekarang istilah Mudik (menuju ke udik) sering dipakai untuk orang2 yg pulang ke kampung halamannya. Dan istilah mudik sekarang tidak terbatas hanya untuk orang yg berasal dari Jawa saja, tapi juga orang2 yg berasal dari daerah lain (Prast, 2008, www.id.answer.yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik artinya hulu kalau di sungai, yaitu daerah disekitar mata air tempat darimana sungai itu berawal. jadi kalau orang mudik bisa diartikan kembali ke tempat darimana dia berasal. Karena banyak orang kota yang asalnya dari desa, maka kalau kembali ke desa disebut mudik (Chiprut, 2008, www.id.answer.yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udik=kampung=desa (Stovena, 2008, www.id.answer.yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang orang kampung itu Udik2.. mau bukti? udik itukan salah satu artinya NORA. tul ga?... Nah, coba lihat dan perhatikan...kalo ada orang dari kampung datang kekota besar (Jakarta,misalnya)...pasti noranya amat sangat. Bahkan ada juga orang kota yang udik, nah liat aja...(contoh ye..) ABG2 yang dari kota, kalo bawa HP..pasti digantungin dileher. apa itu ga nora (udik)? terkesan pamer...."nih, gw punya HP cuy..." (mending kalo HPnya bagus,nah kalo sudah Jadul banget...?) Udikkkkk.... (Rulland Y, 2008, www.id.answer.yahoo.com) &lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah sahabat blogger. Ada yang memahami mudik secara serius, ada yang terkesan di-smart-smart-kan, ada yang terkesan asal-asalan (mungkin agak menghina tuh....he he he). Ramai, seramai aktivitas mudik itu sendiri yang riuh rendah, lintang pukang, tak keruan dan heboh itu. Karena itu, supaya agak lebih "sunyi" maka saya mencoba mencari arti kata mudik di dalam KUBI (kamus umum bahasa Indonesia). Mudik adalah kegiatan meng-udik atau kembali menuju udik. Lalu, apa arti kata udik? Ternyata kata udik bersinonim dengan kata culun, desa, dusun, kampung, kampungan, lugu, pedalaman, dan pelosok. Antonim-nya adalah "kota". Dengan demikian kata "udik" memang agak negatif terutama bagi generasi "haree geneeeee". Lha busyeeeetttt ...... bener dong si Rulland dalam kutipan yang agak negatif tentang "mudik" seperti dikutipkan di atas. Benarkah? Mari kita lihat lagi hasil penelusuran lebih lanjut. Kata "udik" ternyata memiliki 3 arti, yaitu: sebagai bentuk kata benda maka udik bisa berarti hulu sungai. Jadi, mudik artinya kembali ke hulu sungai.  Sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;noun&lt;/span&gt;, "udik" juga berarti kampung. Dengan demikian mudik artinya kembali ke kampung. Tetapi sebagai kata sifat, adjectiva, "udik" berarti kurang tahu sopan santun, kaku dan canggung tingkah lakunya, serta bodoh. Nah lu, mudik bisa berarti kembali menjadi tidak sopan atau kembali menjadi bodoh....whaaaa ha ha ha...opo tumon?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sahabat, ternyata kata udik dan mudik, yang dalam  dalam praktek kontemporer dewasa ini dimaknai sebagai budaya bangsa yang menunjukkan semangat guyub tinuyub itu, ternyata bisa bermakna sebaliknya.  Dalam pengertian yang positif, mudik adalah budaya baik bangsa, yaitu ketika menjelang hari-hari baik orang-orang pulang kampung atau menuju "hulu" (asal muasal) mereka. Tali temali kasih sayang keluarga-keluarga yang terputus karena waktu dan jarak bisa bertautan kembali. Lama berpisah, tak terlihat muka lalu eeeallaaaa, nongol lagi dieee....ssiiipppp.....Silahturahmi terbangun kembali. Semua kembali menjadi satu (kecuali&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=44qPl8css9o&amp;amp;feature=related" class="video-list-item-link "&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);" dir="ltr" class="title" title="bang toyib"&gt;ang toyib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="stat"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;by&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;yang sudah 3 lebaran gak mau pulang-pulang...wkwkwk..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ...heeiiii, perhatikanlah bahwa budaya mudik bisa juga bermakna sebaliknya, yaitu mudik hanya menunjukkan bahwa sebagai bangsa kita sangat gemar kembali dan kembali lagi pada ketidaksopanan dan kebodohan. Kita amat gemar berlarat-larat dengan kedegilan kita. Capek-capek belajar sampai menjadi insinyur, master dan doktor toh suka kembali menjadi bodoh dan tidak sopan. Capek-capek meniti karier mulai dari sekedar aktivis atau pedagang kecil lalu menjadi petinggi negeri alias pejabat eaaaalllaaaa koq ya ujung-ujungnya kembali menjadi maling nan bodoh dan tak sopan. Itulah kita. Begitulah wajah kita. Anda marah dengan hal ini? Boleh dan silakan saja tetapi lihatlah apa yang dilakukan oleh mister Gayus dan belakangan mister Nazarudin + kompatriotnya. Memalukan. Lihatlah berbalas "surat cinta" di antara penyamun dan presiden-nya. Sungguh tak sopan mereka tuh. Lihat pula bagaimana wacana penghapusan badan anggaran DPR tagal dugaan korupsinya.  Sembarangan. Lihatlah si Profesor yang banyak menulis buku lhaaaa, tau-tau hasil jiplakan doang. Bikin mual perut saja. Udik banget. Lalu, lihatlah betapa tidak tahu malunya pejabat di Kementrian Nakertrans RI yang kok ya tega-teganya di hari baek, bulan baek begini, bulan puasa, masiiiiiihhhh juga nekad korupsi menerima suap dan tertangkap tangan oleh KPK...Sontoloyo.....dasar udik. Masih mau lagi? Nih gue kasikan deh. Coba liat tayangan investigasi di beberapa stasiun televisi yang menunjukkan betapa teganya kita..uuupppp kali ini bukan oleh para penggede tapi hhmmmm betapa hampir semua panganan jajajan yang kita makan, hampir pasti bercampur boraks, pewarna kimia buatan dan aneka racun lainnya hanya agar supaya awet dan atau enak dilihat. Jangan anda kaget jika sekali waktu anda makan di warung kaki lima di jakarta yang anda makan adalah daging bekas yang di daur ulang. Kita benar-benar menjadi bangsa  pemakan bangkai...woooowwww jorok, tega, sadis  dan ueeediiiiikkkkk banget .....sekali udik tetap udik...wkwkwkwkwk.....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bBduBzXmjqs/Tlhul5nKoBI/AAAAAAAAB0I/2fDIhgGNksk/s1600/mudik7qa.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 108px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bBduBzXmjqs/Tlhul5nKoBI/AAAAAAAAB0I/2fDIhgGNksk/s200/mudik7qa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645383730308227090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah, kita ambil baiknya saja karena ini memang sekarang adalah hari baik bulan baik. Mudik adalah kebaikan. Karena itu, bagi semua sahabat yang mudik menuju kampung, tempat asal-usul mereka, saya ucapkan SELAMAT MUDIK.  Jangan sampe tidak sopan dan bodoh di jalanan yaaaa ...... Semoga selamat, sehat dan sejahtera merayakan hari raya Lebaran di tempat tujuan, yaitu di Udik. Eh, omong-omong sebagai praktisi pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), ternyata sungguh memalukan bahwa baru hari ini saya tahu bahwa kata "udik" adalah sinonim kata "hulu". Kalau benar begitu maka  daerah tangkapan air di hulu DAS adalah  udik. So, pengelolaan DAS adalah urusan  hilir dan udik duuunnkkk. Saya juga baru sadar apa sebabnya kosa kata Indonesia untuk menunjukan akivitas pergerakan lalu-lalang, yang terkadang bersifat tidak keruan, adalah hilir mudik. Pantas saja kalau pas saya sedang pusing memikirkan DAS yang rusak tak keruan, isteri saya suka berteriak....."woooiiii, jangan cuma hilir-mudik dong, mengganggu saja lu" ...... adddooohhhhhh, ternyata udik bener saya nih.....ghuuooblooogggg tenan......whaa ha ha ha ..... dasar udik ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=jrW-s5ixI9A&amp;amp;feature=related" class="video-list-item-link "&gt;&lt;span dir="ltr" class="title" title="MUDIK"&gt;MUDIK&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="stat"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;by&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;p-project&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=jrW-s5ixI9A&amp;amp;feature=related" class="video-list-item-link "&gt;&lt;span class="stat view-count"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-2102867380028658155?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='mudik! udik?'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/2102867380028658155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=2102867380028658155&amp;isPopup=true' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/2102867380028658155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/2102867380028658155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/08/mudik-apa-itu.html' title='mudik! udik?'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7EP5QAbBJys/TlhuQ2Yq66I/AAAAAAAABz4/XD6tNN7BjGA/s72-c/1518-mudik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-3584810631406733452</id><published>2011-08-07T13:26:00.016+08:00</published><updated>2011-08-09T18:23:57.875+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan kebangsaan'/><title type='text'>1 gubug 1 tikar 1 periuk: INDONESIA MERDEKA (perjalanan imajiner bersama Bung Karno)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6Ct-r01J7HE/Tj45RVWheaI/AAAAAAAABx4/nwMuh964z4I/s1600/merdeka-indonesia1.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6Ct-r01J7HE/Tj45RVWheaI/AAAAAAAABx4/nwMuh964z4I/s200/merdeka-indonesia1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638006753466612130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saudaraku &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;sebangsa &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;setanah air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siang itu Kota Kupang panas sekali dan juga berangin. Angin bulan Agustus. Tanggal 17 Agustus 2011 tinggal beberapa hari lagi ke depan. Di simpang jalan para penjual bendera merah putih kecil mulai berliweran....&lt;span&gt;"bendera ko om&lt;/span&gt;?"... "bendera ko tante?"..."beli 1 dapat dua bos". "Indonesia merdeka ni"......luar biasa, nasionalisme dan naluri saudagar bercampur baur jadi satu...luar biasa....dan saya beli satu bendera kecil itu, ....5000 rupiah .... dan   huuuppp...saya tempelkan di kaca mobil.  Hanya dengan modal kecil, saya merayakan HUT Indonesia ke-66. Hanya lima ribu untuk sebuah bendera plastik Keciiiiillll.....cukupkah?????  Saya kaget ketika mendengar sebuah suara menyapa saya (Heeii siapa ini? Bung Karno kah?). Ya, Bung Karno (BK) ada dan duduk di bagian kiri jok depan mobil. Sambil tersenyum beliau berkata...."bung mike, cukuplah itu".....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sambil menemani perjalanan saya ke kampus, BK berceritera tentang untuk apa Indonesia Merdeka. Beliau mengutip sebuah pidatonya di depan sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Juni 1945  (ahaaa... ketika saya bilang..."eh bung, itukan pidato anda yang  kami kenang sebagai pidato kelahiran Pancasila?"....kata BK, " bung mike benar") berbunyi begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. Manusia pun demikian, saudara-saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata Ah, saya belum berani kawin, tunggu dulu gaji f500. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul, sudah mempunyai meja kursi, yang selengkap-lengkapnya, sudah mempunyai sendok garpu perak satu set, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet, barulah saya berani kawin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang lain yang berkata: saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu, kursi empat, yaitu “meja makan”, lantas satu sitje, lantas satu tempat tidur. Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan satu tikar, dengan satu periuk: dia kawin.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Begitulah saudara ku sebangsa dan setanah air, Indonesia - yaitu saudara, saya, mereka, kita semua - mencapai kemerdekaannya. Kata BK, untuk merdeka yang diperlukan adalah tekad untuk merdeka. Lalu apa itu merdeka? BK memberikan jawaban telak, yaitu "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;political independence&lt;/span&gt;". Ya, kita hanya perlu untuk bertekad lalu mewujudnyatakan bebas untuk mengurusi diri sendiri di rumah kita, Indonesia, dengan pilar adanya bumi, adanya rakyat, adanya pemerintahan dan adanya pengakuan bahwa kita memang sudah merdeka. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's all about declaration of independence&lt;/span&gt;. Dan itulah yang dilakukan oleh BK dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia pada hari 17 bulan Agustus tahun 1945 Masehi. Hanya dengan modal tekad, mesin ketika tua untuk mengetik naskah proklamasi, dan bendera rajutan tangan seadanya kitapun merdeka. Dimulailah suatu proyek mega raksasa bersama seluruh nation yang ada di bekas daerah jajahan Belanda yang dinamakan Indonesia. Adalah kumpulan bangsa-bangsa  Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Irian, Bali, Timor dengan modal apa adanya berani mengataan merdeka. Lalu dalam merdeka itulah, seperti kata BK, "kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi".  BK juga memberikan perumpamaan lain yang sejalan dengan perkawinan tentang kemerdekaan. Menurut BK, kemerdekaan adalah jembatan ya sebuah jembatan emas menuju Indonesia yang jaya (ketika mobil melaju meilntasi jembatan Liliba, Kupang, BK menjawil lengan saya..."bung mike, seperti jembatan inilah kemerdekaan itu, tetapi lebih lagi karena terbuat dari emas)". Kosntruksi berpikirnya adalah jika perkawinan terjadi di antara 2 orang yang berbeda maka sesungguhnya perkawinan adalah juga seperti jembatan antara 2 orang. Itulah merdeka menurut BK.  Lalu, di sinilah persoalan kita bermula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek bersama membentuk Indonesia, yang dianalogikan oleh BK sebagai suatu lembaga perkawinan atau jembatan, bukanlah proses pasti akan berhasil. Bukanlah barang yang kekal. Indonesia ada karena ada parapihak yang bersepakat. untuk ini dan itu dengan modal masing yang digabungkan. Indonesia ada karena semua nation sepakat menggabungkan modal mereka. sebagai saham. Semuanya saja memiliki modal. Tidak ada yang zonder punya apa-apa. Ada yang bermodal besar ada pula yang kecil.  Si Panjul  punya 1 gubug adalah pemilik proyek. Tetapi si Sartinem juga adalah juga pemilik proyek kendati cuma membawa 1 tikar dan 1 periuk (BK kembali mensiuti saya..."sssstttttt bung mike, dalam pidato saya nama mereka itu adalah Samiun dan Sarinem lho......", saya jawab...:lho Bung, katanya  suka lihat kemerdekaan, nah boleh  dong saya merdeka menggunakan nama?...BK tertawa dan bilang...."sontoloyo, dasar koppig"...). Melalui merdeka mereka sekarang dapat berkarya. Bersama-sama memperbaiki gubug, mengisi periuk mereka dengan makanan lalu tidur berpelukan penuh kasih di atas tikar yang 1 itu. Mereka bebas menjalankan rumah tangga mereka. Siapa tahu karena kerajinan dan  kekompakan mereka lalu 1 gubug itu diubah menjadi gedung megah, tikar berganti tempat tidur mental mentul, dan alat memasak mereka berubah menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kitchen set&lt;/span&gt; yang lengkap dan megah. Bisa saja begitu jika perkawinan itu berhasil, yaitu ketika semua bekerjasama dan bermitra secara inklusif nan adil. Tidak saling mengklaim sebagai yang terpenting. Setara. Sebaliknya, perkawinan ini akan gagal manakala Panjul tidak mengijinkan Sartinem berteduh di dalam gubug, cukup di emperan saja. Sartinem membalas dengan tidak mengijinkan Panjul tidur di tikar dan makan dari hasil tanakan nasi dari periuk. Cukup sebulan dua, rumah tangga Panjul dan Sartinem pasti bubar. Jembatan dirusak karena ada yang merasa sebagai penguasa besar di situ, yang lain tidak boleh lewat. Apa point penting kebehasilan proyek Indonesia?Kesetaraan sebagai pemilik proyek. Tak boleh ada pihak yang merasa lebih istimewa dari yang lainnya lalu memonopoli kemerdekaan. Jangan karena merasa besar di NKRI lalu anda boleh  merampas kemerdekaan pihak yang lebih kecil. Jangan ada penjajahan anak negeri oleh anak negeri yang lainnya. Jangan memperlakukan anak negeri yang satu berbeda dari anak negeri yang lainnya. Jangan ada monopoli kebenaran. Bandingkanlah dengan kondisi Indonesia kontemporer. Sebagian masyarakat merasa memiliki hak eksklusf untuk men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sweeping&lt;/span&gt; warga lain yang berbeda cara pandangnya. Ketika si A mencuri 2 buah kakao di kebun tetangga, cepat sekali dia di proses dan masuk bui sekian bulan lamanya. Sementara ketika si B  yang membobol bank atau  mencuri uang proyek untuk membiayai hasrat politik  dibiarkan bebas menebar sms melalu HP mewah dari negeri antah berantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkat kata, ketika Indonesia berubah menjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal maka jangan heran jika jembatan emas kemerdekaan itu tidak lebih dari jembatan kayu dari bahan kapuk randu yang rapuh. Ketika satu pihak merasa lebih berkuasa dari yang lainnya, lebih superior di dalam republik ini  atau merasa memiliki hak paling istimewa di Indonesia maka percayalah selalu ada pihak yang akan berpikir bahwa ... "ok, baiklah kalau begitu maumu maka marilah kita berpisah baik-baik. Tidak baik-baik juga apa boleh buat". Timor Timur, yang berdasarkan fakta sejarahnya memang bukan bagian eks Belanda, memilih untuk bercerai. Aceh memilih jalan perkawinan dengan 2 kesetiaan. Irian, dan belakangan disebut Papua, merasa jika bercerai mereka akan lebih bahagia. Ben Anderson pada tahun 1999 memberikan catatan bahwa Orde Baru pernah memangsa pihak-pihak yang bersepakat  dalam proyek indonesia menurut ukuran yang dibuatnya sendiri. Orde baru menganak emaskan pihak-pihak tertentu dan membuat yang lainnya cuma sekedar tas plastik kresek. Hasilnya adalah kekacauan. Sesuatu yang terus saja terjadi dalam versi yang berbeda di masa reformasi sekarang ini dan kareanya kekacauan terus saja terjadi. Lagunya sama, aransemen berbeda. Mengapa demikian? Jelas dan tegas: Indonesia belum mampu menempatkan para pemegang saham proyek besar bersama ini dalam kedudukan yang setara. Demkorasi terpimpin hanya menghasilkan pertengkaran 3 pilar, yaitu BK, TNI dan PKI dengan meninggalkan korban jiwa yang amat besar akibat perseteruan itu (saya mendengar BK batuk-batuk...uhuuk uhuuukkk). Demokrasi Pancasila ala Soeharto hanya menghasilkan berkuasanya sistem Jawa sentrisme dengan pilar militer, Golkar dan saudagar yang rajin bertandang ke Istana. Demokrasi di masa reformasi hanya menghasilkan tukang pesolek yang egois di cetrum politik nasional dan raja-raja kecil narsis di daerah. Pancasila terjepit dan keselip entah kemana. Ada yang hanya bisa menghafalkannya tapi tak mampu melaksanakannya. Ada yang sudah tidak menghafal tidak pula menampakan semangat pancasila. Ada pula yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersliweran&lt;/span&gt; di jalan raya membaya spanduk yang yang berisikan niat mereka untuk menggantikan pancasila dengan ideologi lain tetapi tidak diapa-apakan oleh pihak yang berwajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parameter BK tentang keberhasilan kemerdekaan sangat jelas, yaitu Indonesia yang gagah, kuat, sehat, dan kekal abadi. Tiliklah diri dan dan lingkungan di sekitar kiri dan kanan anda lalu jawablah secara jujur sudahkah impian BK tentang Indonesia yang merdeka itu tercapai? Bendera merah putih kecil yang menempel di kaca depan mobil yang saya kendarai berbisik: .."bung mike, Indonesia memang merdeka tetapi sebagian besar rakyat kelimpungan hidupnya dan tidak gagah. Rumah Indonesia tidak begitu kuat karena tikus-tikus koruptor memakan tiang induknya. Bangsa Indoensia tidak terlalu sehat karena biaya kesehatan amat mahal. Jika  rakyat berkeluh kesah maka ...gampaaaaang....di-Pritha-kan saja. Beres. Alam  Indonesia amat permai tetapi tidak lagi lestari karena hutannya digunduli oleh maling-maling kayu' Lahannya berlubang dan rusak digali penambang zonder tau malu. Ketika saya melirik ke samping kiri untuk meminta pendapat BK, saya  melihat beliau sedang tertunduk sambil menitikkan air mata. Katanya lirih dan nyaris tidak terdengar ..."bung mike, bukan Indonesia yang macam begini yang saya perjuangkan kemerdekaannya".....&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-0T8qHTk0sXs"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=0T8qHTk0sXs" dir="ltr" title="Broery Marantika &amp;quot;WAKTU POTONG PADI&amp;quot;"&gt;"Indonesia Pusaka"&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Broery)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;MERDEKA TUAN &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;MERDEKA PUAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-3584810631406733452?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='1 gubug 1 tikar 1 periuk: INDONESIA MERDEKA (perjalanan imajiner bersama Bung Karno)'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/3584810631406733452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=3584810631406733452&amp;isPopup=true' title='113 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3584810631406733452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3584810631406733452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/08/1-gubug-1-tikar-1-periuk-merdeka.html' title='1 gubug 1 tikar 1 periuk: INDONESIA MERDEKA (perjalanan imajiner bersama Bung Karno)'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-6Ct-r01J7HE/Tj45RVWheaI/AAAAAAAABx4/nwMuh964z4I/s72-c/merdeka-indonesia1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>113</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-8395926311283062930</id><published>2011-07-23T11:19:00.013+08:00</published><updated>2011-07-26T10:04:00.858+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All about me'/><title type='text'>24 jadi 48, TUHAN tinggal-lah serta.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-MWJFGJ7OtcQ/TizWQ_3MRAI/AAAAAAAABxw/O-6r1gznaqE/s1600/AbideInMe09.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MWJFGJ7OtcQ/TizWQ_3MRAI/AAAAAAAABxw/O-6r1gznaqE/s200/AbideInMe09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633112821442823170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogge&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini, 23 Juli 2011. Hari Sabtu. Besok hari adalah tanggal 24 Juli 2011 waktu Indonesia, entah waktu apa di tempatnya mister Nazarudin ex bendahara partai demokrat berada. Yang pasti besok itu adalah hari Minggu, tanggal 24 Juli 2011. Agak spesial bagi beberapa orang karena itulah hari ulang tahunnya. Selamat berbahagialah sodara dan sodari yang berhari ulang tahun. Tuhan memberkati anda sekalian. Dan, saya juga. Saya? oh iya dong  (dan juga iya lah.) Saya juga besok berulang tahun. Sudah 48 tahun umur yang saya punya. Ya, tanggal 24 Juli 2011 saya berusia 48 tahun maka 24 jadi 48.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terpekur sejenak dan merenung. Oh ya tuhan, saya sudah tua. Sudah banyak yang saya punya. Punya ayah dan bunda yang hebat dan bisa dijadikan teladan. Punya 1 isteri yang cantik tapi tukang ribut (tak apalah karena saya mencintai dia). Punya 5 anak, yaitu 4 laki 1 perempuan, yang ganteng dan cantik tapi suka bikin miskin. Punya 2 cucu laki-laki yang asik tapi peeennniiing (mirip poltak raja minyak ...ahaaaa...).  Punya  abang dan adik yang hebat-hebat tapi interaksi di antara kami sering dalam situasi ribut tapi rukun benci tapi rindu (biasalah itu, karena semasa kecil malah kita sering saling pukul-pukulan ..wkwkwkwk....). Cukupkah daftar ini? BELUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah Sudah bergelar Doktor dalam bidang ilmu Kehutanan. Doktor adalah gelar akademik tertinggi sedangkan profesor adalah gelar jabatan akademik tertinggi (nah yang  menyangkut profesor inilah yang sekarang belum menjadi prioritas dalam  irama hidup saya. Saya akan sampai "di sana" juga, jika Tuhan berkenan, tetapi itu nanti saja). Saya sekarang ketua Forum DAS NTT, yaitu forum multipihak tentang pengelolaan DAS. Jangan main-main, ForDAS NTT sering dijadikan model di tingkat nasional untuk urusan perencanaan dan legislasi pengelolaan DAS. Saya diberi mandat menjadi pengurus pusat masyarakat konservasi tanah di Indonesia (MKTI) dimana untuk tingkat propinsi NTT saya adalah orang nomor 1-nya. Saya juga telah diberi mandat untuk mengembangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;working group&lt;/span&gt; REDD+ di NTT yang akan berperan besar dalam upaya-upaya global menurunkan emisi gas rumah kaca. Saya juga menjadi bagian dari kolaborasi masyarakat sipil untuk pulau-pulau kecil Sunda Kecil dan Maluku (SUKMA). Saya juga anggota dewan pakar Samanta (yayasan masyarakat nusa tenggara). Saya terlibat juga sebagai anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Propinsi NTT. Saya pernah dan sedang menjadi konsultan beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;international agencies&lt;/span&gt; terutama untuk urusan yang bertalian dengan kehutanan dan lingkungan hidup. Di tingkat Undana, saya sedang menjabat sebagai kepala Puslitbang Arboretum, Lembaga Penelitian Undana. Saya sekarang sedang ditugaskan mempersiapkan pembentukan program studi kehutanan di Undana. Tugas yang baru saja rampung setelah bertahun-tahun karena saya bekerja nyaris sendirian dalam waktu yang lama. Saya punya banyak mahasiswa tingkat sarjana dan pascasarjana. Saya punya banyak penelitian akademik. Saya adalah wakil ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus. Saya adalah Ketua II pengurus yayasan Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Oh, ya sebuah buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;text book &lt;/span&gt;yang menggambarkan keahlian saya, yang lintas ilmu peternakan, pertanian dan kehutanan, yaitu tentang ekologi savana, sedang dalam tahap akhir editing menuju naik cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tangan saya, sudah barang tentu bersama beberapa orang lain, telah dihasilkan 1 Perda NTT tentang pengelolaan DAS terpadu (Perda No. 5/2008). Ini perda pertama di Indonesia pada isu pengeolaan DAS, yang bahkan belum ada PP-nya. Perda ini sudah ditiru oleh beberapa daerah propinsi dan kabupaen lain di Indonesia. Saya sudah menyelesaikan naskah akademik dan draft revisi perda cendana di TTS. Saya juga sedang menulis drfat naskah akademik Perda cendana tingkat propinsi dan perda insentif jasa lingkungan di propinsi. Saya aktif menjadi nara sumber dalam menghasilkan perda imbal jasa lingkungan di kabupaten TTS. Saya merupakan penulis utama dokumen HKUP GMIT 2007-2011 dan sekarang sedang menyiapkan dokumen RIP/HKUP GMIT yang baru. Saya punya pembaca setia di 2 buah blog yang saya kelola, yaitu blog untuk aneka rupa urusan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 0);"&gt;(http://www.&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;bigmike&lt;/span&gt;-&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;savannaland&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.blogspot.com)&lt;/span&gt; dan blog yang satu lagi yang saya khususkan untuk membantu saya dalam proses belajar  mengajar di Undana &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(http://www.makati24.blogspot.com)&lt;/span&gt;. Ahaaaa, capek juga menuliskan daftar seperti ini satu per satu. Apakah narsis? sombong? Mungkin bagi sebagian orang ya iya memang begitu tetapi bagi saya tidak. Mengapa demikian? Begini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga harus mengaku bahwa di balik segala macam angka positif yang sudah saya ungkapkan tadi, sebagai pribadi saya punya lebih banyak lagi angka negatif berwarna merah. Saya adalah pribadi yang cenderung cepat naik darah, sedikit pendendam, mutungan dan kadang-kadang suka menyimpan kesalahan orang lain. Saya juga agak sedikit arogan terutama jika berkaitan dengan keahlian yang ditekuni. Saya cenderung keras kepala terutama jika  berkaitan dengan prinsip hidup dan kerja. Saya bukan seorang penjaga kesehatan diri yang baik. Saya juga cenderung suka menunda kerja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;till the last minute&lt;/span&gt;. Saya juga bukan seorang suami yang 100% bisa diandalkan. Ada saja bolong-bolong perilaku yang membuat isteri saya kadang-kadang tensinya naik beberapa strip. Saya tergolong ayah atau bapak yang kadang-kadang suka menimbulkan rasa tawar dalam hati mereka. Saya tahu kerap kali anak-anak menjadi tawar hati saban saya bertindak tidak patut. Saya juga tergolong sahabat yang kurang bisa berbagi waktu dengan mereka. Saya tergolong adik dan abang yang suka bertindak semau-maunya kepada abang dan adik-adik saya. Beberapa sahabat mengaku bahwa saya sebenarnya tergolong sahabat yag menyebalkan karena keisengan  dan amat gemar berbala-bala. Saya juga dosen yang kadang-kadang terlalu keras kepada mahasiswa dan menuntut terlalu banyak dari mereka. Saya cenderung tidak bisa rapih dalam berpakaian dan menjengkelkan banyak pihak tagal urusan yang satu ini. Tertunda-tundanya kelahiran prodi Kehutanan di Undana antara lain karena sikap keras kepala saya yang cenderung tidak suka diperintah-perintah. Waduh, malu juga jika daftar ini diperpanjang. Sungguh mantri, daftar negatif ini aslinya amat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kalau bukan tagal naris, lalu tentang apa semua yang saya tulis ini? Dear sahabat, inilah pengakuan saya tentang apa yang terjadi selama 48 tahun usia hidup saya sampai hari ini. Amat panjang daftar KARUNIA TUHAN bagi saya yang ditandai dengan berbagai keberhasilan. Akan tetapi lebih panjang lagi, sebenarnya, kegagalan yang saya alami. Demikian pula tak kurang panjangnya daftar kelakuan buruk saya. Semua kegagalan dan kelakuan buruk itu memberi satu pertanda bahwa betapa kurang bersyukurnya saya atas berbagai berkat dari Tuhan.  Itulah saya, suka bermegah atas kedigdayaan diri tetapi kerap lupa bahwa semua itu adalah pemberian Tuhan. Ya, saya KURANG BERSYUKUR ATAS KARUNIA TUHAN.  Melalui posting ini, saya ingin mengungkapkan bahwa saya ingin bersyukur atas semua karunia Tuhan dan sekaligus jatuh tersungkur di depan-NYA memohon agar diampuni Tuhan atas perkara kurang baik yang saya lakukan selama ini. Bagimana selanjutnya? Adalah ini: jikalau Tuhan berkenan, maka masih banyak hal baik lain yang ingin saya kerjakan di masa depan sebagai wujud rasa syukur saya. Juga, jika Tuhan berkenan, saya akan memperbaiki  atau mengkoreksi tindak-tanduk dalam adab hidup saya yang kurang terpuji.  Hal ini sekaligus sebagai bentuk  permohonan maaf saya kepada semua orang yang sudah saya sakiti hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darimana datang keberanian saya yang hidup serba berdosa ini untuk datang ke depan Tuhan dan semua saudara, sahabat, handai tolan dan kerabat lalu mengoceh ini dan itu? Ya, saya mengaku banyak kekurangan dalam hidup saya sampai hari ini. Tagal itu, sebenarnya tidaklah layak saya untuk bermegah diri apalagi menyapa DIA yang maha tinggi itu.  Sebenarnya malu juga untuk bicara ini dan itu di depan saudara-saudara, sahabat dan kerabat. Tetapi dalam keyakinan saya, TUHAN yang MAHA KASIH itu pasti MAU MENDENGAR keluh kesah  baik mereka  yang  hidupnya bersih maupun yang berlumuran dosa seperti saya. Jikalau Tuhan bersedia mengampunkan saya maka bukan tidak mungkin para saudara, sahabat dan kerabat memaafkan saya. Bukan begitu saudara ku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun, tanggal 24 saya berulang tahun ke 48. Ada yang suka dan mungkin ada yang tidak suka akan hal ini. Begitu juga mungkin ada yang suka dan ada  yang tidak suka akan posting kali ini. Terlalu narisis dan, mungkin, kurang tahu diri. Tak apa. Biar saja begitu. Hal yang terpenting yang ingin saya ungkapkan adalah saya bersyukur atas bertambahnya usia hidup saya,  1 tahun lagi. Saya bersaksi bahwa hal ini adalah berkat dari TUHAN. Doa saya di HUT ke 48 ini singkat saja.....Dear Tuhan, jikalau Engkau mau, maka tinggal-lah beserta ku. Amin.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=_cC4EvrvK7c" dir="ltr" title="Elton John - Abide With Me"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;Abide With Me,&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Elton John&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-8395926311283062930?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='24 jadi 48, TUHAN tinggal-lah serta.....'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/8395926311283062930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=8395926311283062930&amp;isPopup=true' title='40 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8395926311283062930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8395926311283062930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/07/24-jadi-48-tuhan-tinggallah-serta.html' title='24 jadi 48, TUHAN tinggal-lah serta.....'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MWJFGJ7OtcQ/TizWQ_3MRAI/AAAAAAAABxw/O-6r1gznaqE/s72-c/AbideInMe09.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-2175954214362904130</id><published>2011-07-02T10:25:00.014+08:00</published><updated>2011-07-02T13:43:34.257+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='(maunya) filsafat manusia'/><title type='text'>hidup yang berkabut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-X6QDdNw-rUM/Tg6dfnG4cFI/AAAAAAAABxI/RRw4of9Caqw/s1600/tree-in-fog.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 196px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-X6QDdNw-rUM/Tg6dfnG4cFI/AAAAAAAABxI/RRw4of9Caqw/s200/tree-in-fog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624606151031681106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang bulan Juli. Sudah setengah jalan hidup kita di tahun 2011. Januari sampai Juni adalah fakta yang sudah terjadi. Lantas, Juli dan sampai nanti Desember adalah prediksi, harapan dan kira-kira yang bisa saja benar bisa saja salah. Semua adalah probability yang pasti. Pasti karena hidup memang harus selalu terus maju ke depan. Probability karena tak ada satupun yang pasti. Kepastian adalah 1 per sekian. Sisanya adalah ketidakpastian. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Uncertainty&lt;/span&gt;. Hampa. Fana. Sebuah Kitab tua memberi prespektif bahwa hidup mungkin seperti uap. Ada sebentar lalu lenyap. Hidup adalah kepastian adanya uap tetapi sekaligus probability karena bisa ada lalu tiada. Peluang ada 0.5 lalu 0.5 lainnya adalah tiada. ... hhhooouuugggfffffff.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Maka tidak kamoe ketahoei entah apa akan djadi pada esoek itoe. Boetapakah hidoepmoe? Adalah ija-itoe laksana oewap, jang kalihatan sabentar sadja, kemoedian lennjaplah ija. (Yak. 4:14, Klinkert - 1863).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah tag status di jejaring sosial FB hari ini, yang diinput oleh Logo Riwu Kaho, adik saya yang sepupu, bunyinya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;BERITA DUKA : Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Adriana Bolla (Tanta Ana) , istri dari Paulus Para He (Om Para) pada Jumat, 01 Juli 2011 di Ponu (Wilayah Kab. TTU) akibat kecelakaan lalulintas. Jenasah saat ini sudah dibawa ke Atambua dan disemayamkan dirumah duka di Kampung Tini, Atambua. Kami keluarga besar Do Namata menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga penghiburan dari Tuhan Yesus akan selalu mewarnai hidup kita semua terutama bagi Om Para, Yuni, Chris, Rio dan Ina&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Saya perkenalkan pelakon-pelakon dalam ceritera awal Juli 2011 ini seperti di atas. Logo Riwu Kaho adalah anak dari Bapak Yakob Riwu Kaho (bapa Ako) almarhum yang adalah kakak sulung dari Ayahanda saya, Robert "SGT" Riwu Kaho. Di antara kurun waktu 1968 - 1971, saya tinggal di Atambua, di rumah bapa Ako, dan pada saat yang sama tinggal pula di rumah itu Om Para He (Paulus Para He). Kerabat dekat keluarga Riwu Kaho  yang berasal dari Namata, Sabu. Beberapa tahun kemudian, ketika saya sudah kembali tinggal bersama orang tua di Kupang, gantian Om Para He yang, karena urusan sekolah, pindah ke Kupang dan tinggal di rumah kami sampai menamatkan pendidikan SLTA-nya. Adalah bapa Robert Almarhum yang mengurusnya sampai mendapatkan pekerjaan dan lalu menguruskan pula pernikahan Om Para dengan Isterinya yang bernama Adriana He-Bolla. Dari pernikahan tersebut lahirlah 4 orang putra dan putri, yaitu Yuni, Chris, Rio dan Ina. Tante Ana itulah yang diberitakan meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan bahwa pasangan Suami-Isteri tersebut berboncengan pulang dari acara keluarga di Ponu, suatu tempat yang berjarak sekitar 40 km arah timur Kota Atambua. Di tengah perjalanan kecelakaan terjadi. Sebuah dumptruck berukuran raksasa menabrak motor yang dikendarai mereka berdua lalu Om Para terlempar ke arah kiri, yaitu ke arah bahu jalan, sedangkan Tante Ana terlempar kearah kanan, yaitu ke arah punggung jalan. Karena dumptruck masih terus bergerak lurus ke depan maka tubuh Tante Ana-lah yang dijumpai oleh ban-ban besar itu. Lalu....RIP. Mari kita lihat drama tragis ini. Bayangkanlah suasansa sepanjang pagi sampai kedua kekasih itu bepergian ke arah tujuan lalu beracara di sana. Semua berjalan normal tanpa ada yang  tahu bahwa hanya itulah saat-saat terakhir mereka bersama berpasangan hidup di dunia. Dalam hitungan beberapa jam, menit, dan detik ke depan mereka akan segera berpisah. Perpisahan yang ultimat final. Apa rasanya?  Mengapa? Tak ada jawaban ultimat kecuali sejarah peluang. Seandainya tidak pergi. Seandainya pergi menumpang angkutan umum. Seandainya tidak buru-buru pulang. Seandainya tidak jatuh ke arah kanan. Sekali lagi, semua hanya tinggal probability. Lalu, apa itu hidup? Probability-kah? Kepastian-kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak pintu untuk menemukan jawaban, dan sekaligus mungkin tidak ada pintu yang di dalamnya berisi jawaban. Mengapa demikian? Kata seorang guru saya semasa SD di Atambua, Belu - kalau tak salah nama beliau adalah Wilhelmus Wila Hida - bahwa kata manusia terdiri dari 2 suku kata, yaitu manu dan sia. Manu dalam bahasa Sabu adalah ayam lalu dengan demikian manusia adalah ayam yang sia-sia. Mendengar deskripsi itu saya tertegun dan kata-kata bapak guru saya itu terus melekat sampai sekarang ini. Manusia adalah ayam yang sia-sia. Sudah barang tentu deskripsi semacam itu tidaklah seluruhnya benar tetapi secara kategorial lihatlah kesamaannya dengan apa yng dikatakan oleh Nietszche bahwa hidup adalah nihilisme. Kita bisa berdebat bertahun-tahun tentang ini tetapi lihatlah kepastiannya. Ternyata adalah ketidakpastian. Lalu harus bagaimana, karena bukankah manusia selalu memastikan sesuatu supaya tidak gelisah? Tapi jikalau ini pertanyaannya maka pertanyaan lainnya adalah bukankah setelah menemukan jawaban atas pertanyaan, lalu manusia gemar mengajukan pertanyaan baru? Bukankah dengan demikian ketidakpastian selalu merupakan resultante pekerjaan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, jalani saja hidup karena itulah hidup. C'est la vie.. Anda yang merasa memiliki pedoman hidup yang kuat dan karena itu tidak lagi perlu terlalu ragu-ragu ya jalankan saja. Anda yang mengatakan bahwa kepastian itu nihil maka hiduplah dengan cara anda. Cuma saja, menurut hemat saya, sebenarnya apakah kepastian ataukah ketidakpastian pada logikanya adalah kepastian, Begitu bukan? Jika kita mengikuti logika Kitab Tua, tahulah kita bahwa uap adalah eksis sebagai materi hasil pengubahan bentuk air yang dipanaskan. Selama ada air dan ada pula proses pemanasan maka uap akan selalu eksis. Ilmu fisika, kimia dan klimatologi mengkonfirmasi itu. Persoalannya adalah kadang uap air kasat mata terlihat, kadang tidak.  Atau di sini kelihatan tetapi di sana tidak. Di sini uap tampak berlimpah membentuk kabut tetapi di sana hanya ada udara bening. Rumusannya lalu, uap itu pasti ada sepanjang syarat-syarat adanya ada. Tetapi soal kelihatan tidaknya adalah probabilitas tergantung syarat-syarat agar uap terlihat. Kemarin anda begitu terkenal dan populer. Besok luas anda tak lagi dikenal karena semua syarat-syarat untuk terkenal telah menunggalkan anda. Hari ini anda muda dan perkasa. Besok lusa tua, ringkih lalu menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka begitulah hidup itu.  Akan selalu ada kecuali tak ada lagi sang Pengada yang mengadakan dan peluang kearah itu hampir pasti  = 0 kendati Nietszche mengaku sudah membunuh sang Pengada. Atheis mengatakan sang Pengada itu sebagai misteri sedangkan Theistik menyapa Sang Pengada sebagai Tuhan. Soal bahwa apakah hidup anda itu tampak dan diperhatikan oranag lain  ya itulah  urusan pergumulan kita tiap-tiap hari. Anda rajin bekerja, tekun dan produktif maka mudahlah anda terlihat bahkan kenagan tentang anda akan hidup terus dalam kenangan orang-orang jauh&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-pQeMtiZsTMc/Tg6eDFkebLI/AAAAAAAABxQ/Z-_9E7nfvAY/s1600/icefog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-pQeMtiZsTMc/Tg6eDFkebLI/AAAAAAAABxQ/Z-_9E7nfvAY/s200/icefog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624606760504290482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; setelah anda tak lagi kelihatan. Sebaliknya, jika anda adalah tumpukan kemalasan, pasif dan tak berdaya upaya ya jangan salahkan orang lain jika anda tidak dianggap ada kendati anda nyata-nyata ada. Uap yang bernama si ini dan si itu, termasuk Tante Anna He-Bolla kemarin lusa tampak tetapi hari ini tak nampak. Tetapi dia pasti masih ada. Percayalah. Jenderal Douglas McArthur mengatakan bahwa "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;t&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;he old soldier never die, &lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;they just fade away&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;". Anda, saya, dan kita semua pada dasarnya ya begitu itulah: antara ada dan tiada laksana kabut. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;C'est &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;la&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Vie&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-1etDXcrVx0s"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=1etDXcrVx0s" dir="ltr" title="koes plus - manusia"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;manusia - koes plus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-2175954214362904130?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='hidup yang berkabut'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/2175954214362904130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=2175954214362904130&amp;isPopup=true' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/2175954214362904130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/2175954214362904130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/07/hidup-yang-berkabut.html' title='hidup yang berkabut'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-X6QDdNw-rUM/Tg6dfnG4cFI/AAAAAAAABxI/RRw4of9Caqw/s72-c/tree-in-fog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-2688191957979108606</id><published>2011-06-01T14:35:00.017+08:00</published><updated>2011-06-09T14:34:13.716+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Kebangsaan'/><title type='text'>sila yang ada 5 itu, jati diri manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Z9gv6IyyqLk/TeXtXPQ_kfI/AAAAAAAABwk/d6q44fe4ySc/s1600/garuda_pancasila.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 151px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Z9gv6IyyqLk/TeXtXPQ_kfI/AAAAAAAABwk/d6q44fe4ySc/s200/garuda_pancasila.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613153494077772274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi kita warga Negara Republik Indonesia, setiap tanggal 1 Juni sebenarnya adalah hari yang khusus. Hari istimewa. Karena doeloe kala pada 1 Juni 1945 pada rapat BPUPKI, Bung Karno berpidato tentang dasar negara yang akan lahir, Indonesia. Dengan susunan yang tidak sama persis dengan rumusan yang ada sekarang, beliau mengusulkan hasil penggaliannya, yaitu PANCASILA. Selengkapnya, Pancasila itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ketuhanan yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;K&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ZJpE21p7Wic/Tex8ECDOoxI/AAAAAAAABxA/AfnVH48-2Ns/s1600/pancasila1-gbr.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 85px; height: 105px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZJpE21p7Wic/Tex8ECDOoxI/AAAAAAAABxA/AfnVH48-2Ns/s200/pancasila1-gbr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614999244135899922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;emanusiaan yang adil dan beradab;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persatuan Indonesia:&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Pancasila. Cuma itu. Sesederhana itu rumusannya tetapi ternyata tidak sesederhana itu konsekuensinya. Ribuan nyawa telah meregang tagal urusan anti dan mempertahankan Pancasila. Ada DI/TII Kartosuwiryo, ada PKI tahun 1948 di Madiun, Ada PRRI/Permesta, dan ada pula G30S yang bukan saja membuat pertumpahan darah yang misterius di tahun 1965 dan beberapa waktu sesudahnya tetapi juga menamatkan sama sekali karir politik sang Penggali Pancasila. Terhentikah? tidak juga. Di masa reformasi ini, muncul aneka rupa gerakan yang terang-terangan menyatakan anti-pancasila. Ada gerakan yang menyerukan dasar negara khalafah seperti yang di usung oleh hizbut tahrir Indonesia, ada pula gerakan yang ikut didomplengi oleh Noordin M. Top yang orang Malaysia itu. Terakhir ini muncul pula new NII yang tak jelas juntrungannya sampai saat ini. Tantangan bagi Pancasila bukan cuma secara ideologis tetapi juga oleh penyelewengan dalam menyelenggarakan negara oleh pengurus-pengurusnya. Di mulut mengaku Pancasilasis tetapi korupsi besar-besaran seperti kasus Bank Century, Gayus Tambunan dan yang mutakhir masalah pemberian uang oleh Nazarudin dari Partai Demokrat kepada sekjen MK dilakukan. Di mulut mengaku Pancasilais tetapi di depan sidang DPR dan ditontong jutaan rakyat tega memaki ...bang (sensor) ... Ketika anda mencuri uang milik rakyat maka sudah pasti anda mengingkari sila ke dua, ke tiga, ke empat dan ke lima .... dan jangan lupa, kejahatan seperti itu sama saja dengan anda mengingkari pengkauan Iman anda sendiri karena Tuhan tidak pernah mengajarkan untuk mencuri. So, sila pertama pun dilanggar oleh koruptor dan para bandit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun juga, Pasca 1998, Pancasila seperti kehilangan gigi. Tidak diajarkan di kurikulum sekolahpun semua seperti diam saja. Bermnculan UU dan peraturan daerah yang bertenang dengan Pancasilapun tak ada yang perduli. Pancasila hanya digaungkan di sekitar tanggal 1 Juni. Setelah itu habislah dalam sunyi. Sunyi tetapi tidak sepi karena di balik kesunyian Pancasila, orang gaduh mencuri, merusak acara pentas seni budaya yang tidak sesuai dengan hukum agama tertentu, menusuk pendeta yang konon gedung gerejanya tidak berizin, merazia tempat hiburan malam tanpa perduli hukum positif, membunuhi polisi dengan bom dan senjata hasil rampasan, mencuri, korupsi, memaksakan kehendak di PSSI hanya karean telah medapat bayaran, mencoblos dalam pemilu hanya karena sekantung kreses sembako....masih banyak lagi daftar kegaduhan itu..... Ya, di balik kesunyian Pancasila, hingar bingarlah kejahatan di republik tercinta ini. Bagi kaum penjahat dan egoisi ini, rumusan,  Pancasila mungkin diganti seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keuangan yang maha esa;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemanusiaan yang tak perlu adil dan, bila perlu,  biadab; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persatuan suku saya, ras saya, pulau saya, partai saya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh ketidak hormatan dan kekurang ajaran dalam adu jumlah pendukung, demonstrasi dan pengerahan massa bayaran serta kemampuan melakukan tawuran;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keadilan sosial bagi seluruh keluarga saya, pendukung saya dan tim sukses  saya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Jika benar begitu maka, sepatutnya mereka itu kita tangisi beramai-ramai. Mengapa? Karena mereka, para bandit itu, telah kehilangan begitu banyak nilai-nilai kemanusiaan yang ada di dalam Pancasila. Mereka sesungguhnya telah kehilangan sebagain sisi kemanusiaanya. Franz Magnis Suseso dalam wawancaranya di televisi, menjelang pidato 2 mantan Presiden RI dan SBY sebagai Presidan RI hari ini dalam rangka peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 mengatakan bahwa di dalam Pancasila terselip begitu banyak dimensi kemanusiaan. Saya bergerak cepat dan lalu menemukan fakta bahwa paling kurang tiap Sila mengandung 1 dimensi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sila pertama terkandung dimensi manusia sebagai makhluk religius. Manusia selalu gelisah dan bertanya bahwa siapa aku yang berhubungan dengan sesama. Dari mana aku dan mereka berasal. Lalu manusia tunduk dan menyadari bahwa di luar aku dan mereka adalah sebuah misteri yang mengadakan sebagai pengada. Orang beragama mengatakan yang misteri itu adalah TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sila kedua, dimensinya adalah bahwa manusia makhluk dinamis. Manusia aktif berhubungan dengan segala sesuatu yang eksistensial yang berbeda dengan benda lain di alam. Jika benda lain bereaksi karena hubungan sebab akibat dan karena ada keperluan maka manusia tidak memerlukan itu. Dinamika manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Dia berhubungan bukan hanya karena dia perlu tetapi kehendak bebasnya yang mendorongnya. Salah satu kehendak bebas itu adalah membangun relasi dengan sesama secara etis, yaitu sehakekat, satu derajat dan satu martabat, dimana saja manusia itu berada, siapapun dia. Manusia selalu rindu untuk mengasihi sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sila ketiga terkandung dimensi filsafati yaitu manusia adalah makhuk multidimensional. Manusia adalah makhluk yang eksis dengan aneka dimensi kehidupan. Manusia adalah makhluk badani tetapi juga rohani. Dia menginginkan bukti nyata tetapi juga suka berkhayal. Semua dimensi yang anekarupa itu bersatu di dalam diri satu manusia. Maka secara sadar manusia itu adalah makhluk yang rindu akan persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sila keempat terkandung dimensi filsafat, yaitu manusia adalah makhluk yang bertanya. Manusia heran akan sekelilingnya lalu dia bertanya. Setiap bertanya dan mendapatkan jawaban maka selalu akan ada pertanyaan baru. Manusia bingung maka untuk itu dia memerlukan refleksi. Dalam refleksinya manusia berdiskusi baik dengan dirinya sendiri maupun juga dengan sesamanya. Dalam diskursus itu manusia bersepakat tentang jawaban-jawaban. Jadi, manusia sejak awal adalah makhluk yang berdiskusi, bermusyawarah dan bersepakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sila kelima terdapat dimensi filsafat lainnya, yaitu manusia adalah makhluk sosial yang berbudaya. Manusia dan sesama mula-mula bersepakat lalu membentuk kebudayaan. Budaya adalah proses humanisasi kesepakatan-kesepakatan yang intinya adalah apa yang kamu punya miliklah, apa yang aku punya kumiliki. Ketika aku kekurangan maka kemana lagi aku berlari jikalau bukan kepada engkaulah. Ketika engkau menderita, jangan kemana-mana tapi datanglah padaku. Hidup adalah saling memberi dan menerima. Adil bagi semua. Itulah dasar dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;socius&lt;/span&gt; atau berteman. Teman dalam satu budaya boleh saja membikin negara. Jikalau dalam negara diperlukan pengurus-pengurus maka saya pilih kamu sebagai pengurus yang wajib menjamin ke-socius-an kita harus terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear sahabat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seharusnya Pancasila. Itulah sebabnya mengapa Pancasila amat sangat relevan bagi kita yang ditakdirkan untuk bersepakat hidup bersama-sama dalam keragaman di negeri indah bak Zamrud khatulistiwa ini. Negeri Nusa antara ini. Pertanyaannya adalah mengapa sekarang Pancasila terpuruk begini rupa? Ada banyak cara menjawab tapi saya memilih yang satu ini. Begini: yaitu Pancasila adalah visi kita bersama di Indonesia. Kita manusia yang memiliki visi ini adalah makhluk memiliki jiwa. Dalam konteks berbangsa, Pancasila mengenyangkan jiwa kita. Itulah jasa Bung Karno dan angkatannya. Tetapi angkatan ini lupa bahwa jiwa ada di dalam badan  sedangkan badan memerlukan makanan. Memang kita adalah bangsa besar yang disegani sampai kemana-mana. Malaysia dan Singapura sampai merasa perlu meminta perlindungan Inggris karena begitu takutnya mereka pada Indonesia. Tapi sayang, apa daya, perut kita kosong. Kita lapar. Datanglah angkatan Soeharto yang rajin memberi makan bagi badan kita dan patutlah kita berterima kasih tetapi sayang urusan jiwa diabaikan. Kita hanya boleh tahu bahwa kita kenyang sedangkan jiwa kita hanya boleh seukuran yang ditentukan negara. Jiwa kita dikosongkan. Pragmatisme menjebak pada situasi perut kenyang tetapi tak lagi punya mimpi selain bagaimana menjadi kaya secepat-cepatnya.  Pancasila yang adalah jiwa kita itu direduksi hanya menjadi rumus hafalan. Rusaklah jiwa kita. Di tahun 1997-1998 kita akhirnya tahu bahwa kita bukan cuma kehilangan jiwa tetapi perut kitapun kembali kosong. Di masa reformasi, demokrasi yang amat baik itu dijalankan tetapi ternyata hanya pada tataran prosedural. Esensinya hilang, yaitu kesejahteraan dan kesetaraan. Kita sering bergaduh sendiri. Jiwa seolah-olah terisi badan seolah-olah kenyang. Nyatanya tidak. Dalam keadaan demikian, segolongan orang yang menumpang pada prosedur demokrasi berusaha menyeragamkan Indonesia. Maka, pingsanlah Pancasila. Pancasila ditikam dari belakang. Pancasila dikhianati. Kitalah sekarang korbannya juga akhirnya. Sudah perut tidak kenyang-kenyang amat, jiwa kita compang camping tidak keruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kembalilah kepada jiwa bangsa yang benar karena di lima sila itu semua dimensi kita sebagai manusia disatukan. Anda boleh putih, saya biru kehijauan, dan mereka merah jingga tapi kita satu adanya. Jangan karena putih adalah atribut kebenaranmu maka kamu merasa berhak memakasakan bagi yang lainnya.  Biarlah kita tetap dalam kamar yang berbeda tetapi rumah kita tetap satu jua akhirnya. Rumah Kita itu punya 5 kamar, yaitu Pancasila. Rumah k&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-AFMcaubPKFA/Teix6XDAPhI/AAAAAAAABw4/cx7AHGLnimE/s1600/gallery_115.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 123px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-AFMcaubPKFA/Teix6XDAPhI/AAAAAAAABw4/cx7AHGLnimE/s200/gallery_115.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613932551694466578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ita itu akta hukumnya bernama UUD 1945. Rumah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;kita itu halamannya adalah Bhineka Tunggal Ika tempat semua bunga beraneka warna hidup lalu semerbak mewangi dan indah. Alamat Rumah Kita adalah Negara Kesatuan Republik INDONESIA. Meerrrdeeekkaaaaaaaaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-7pWtUBWOKec"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=7pWtUBWOKec" dir="ltr" title="Franky S. - Pancasila Rumah Kita.wmv"&gt;&lt;b&gt;Franky&lt;/b&gt; S. - &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Pancasila Rumah Kita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-2688191957979108606?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='sila yang ada 5 itu, jati diri manusia'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/2688191957979108606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=2688191957979108606&amp;isPopup=true' title='104 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/2688191957979108606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/2688191957979108606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/06/sila-yang-ada-5-adalah-jati-diri.html' title='sila yang ada 5 itu, jati diri manusia'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Z9gv6IyyqLk/TeXtXPQ_kfI/AAAAAAAABwk/d6q44fe4ySc/s72-c/garuda_pancasila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>104</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-7275012828693709023</id><published>2011-05-11T13:36:00.013+08:00</published><updated>2011-05-30T13:02:25.127+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>korupsi adalah racunnya  preman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-5HQISS0ctfk/TcozzIm_VeI/AAAAAAAABwM/HuxbAoxcwUg/s1600/korupsi.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 160px; height: 105px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5HQISS0ctfk/TcozzIm_VeI/AAAAAAAABwM/HuxbAoxcwUg/s200/korupsi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605349639793366498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan Mei di tahun 2011 sekarang ini. Tanpa terasa. Semua serba cepat...waktu berjalan begitu cepat .....war wer wir wur wer wor...chussszzzzzz....kita di sini. Saat ini. Dengan keadaan begini dan begitu. Ada baikkah semuanya? I hope so.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbetik berita bahwa adalah seorang sekertaris kementerian di rekipliek terkasih ini ditahan ole yang berwajib karena tertangkap tangan menerima suap lalu dalam proyek pembangunan gedung anu dalam rangka kegiatan anu ....was wis wus wes wos...chuuusszzzz... KPK bergerak cepat (herannya untuk persoalan Bank Century KPK lambat mirip keong..ah kasihan si keong tuh...) ......si ini diperiksa dan si itu ditahan.....lalu...karena sudah lebih dari 1 orang  yang terperiksa maka bernanyilah mereka membentuk paduan suara atawa koor yang bunyinya...ehmm si bendahara partai anu terlibat, si anggota dpr nan cantik yang namanya si fulan terlibat....watatitaaahhhh...apaaaaaaa????? lho bukannya si fulan orang top merkotop yang terlihat sangat alim tuuuhh????? Bukankah si fulan sedang ini dan itu tuhuuhhh?????? Mula-mula angin gosip bergerak perlahan semilir...wwwuuusssss......tiba-tiba ....guussraakkkkkk....."enggak koq, aqyu ga terlibat, demi sandalku dech, sumpah pocong geth00oooo looohhhh"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang-orang yang hidupnya sudah di atas angin masih harus korupsi? Kendati tetap saja adalah kejahatan akat teta[i jikalau pelaku penilep uang panas itu adalah mister anu atau madame fulan yang idupnya pas-pasan, kemungkina besar masih ada simpati barang 1 atau 1 dikit tapi kalo yang ginian?????? Kata anak Kupang, "kalo  orang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;karmencong&lt;/span&gt; (orang kecil jelata) mencuri dapat dimengerti, mungkin karena terpaksa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coz&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kampung tenga&lt;/span&gt; (perutnya) keroncongan". Akan tetapi kalo yang  raksasa mencuri????? Diskursus dalam pikiran kita mungkin akan seperti itu atau mungkin juga tidak begitu. Paling tidak, saya berpikiran begitu. Mengapa mereka masih juga suka mencuri kendati berkecukupan. Saya tak punya ilmu khusus untuk menjawab itu tetapi pikiran saya teringat akan salah satu hukum dasar ilmu nutrisi. Hukum itu adalah "the law of diminishing return" atau "hukum kenaikan hasil yang semakin berkurang". Gerangan apa dan apa hubungannya dengan yang tadi itu loh..."sumpah pocong"? Begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tumbuhan anda memerlukan nutrisi maka dia pasti dalam keadaan "kekurangan". Maka berikanlah nutrisi a, b atau c. Jumlah pemberian akan meningkat sesuai kebutuhan untuk terus bertumbuh. Semakin cepat pertumbuhan, kebutuhan nutrisi semakin meningkat. Tapi awaslah, pada satu titik tertentu, tumbuhan anda akan memasuki masa "sudah cukup". Jika anda masih saja terus memberikan nutrisi maka pertumbuhan memang masih meningkat tetapi dengan kecepatan yang berkurang. Penambahan nutrisi yang anda berikan tidak lagi diutamakan untuk percepatan pertumbuhan melainkan guna mendukung kebutuhan untuk bermewah-mewahan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;luxury consumption&lt;/span&gt;) yang dalam dunia tumbuhan berarti menambah nilai nutrisi tumbuhan. Tetapi ...heeiiiitt waspadalah...tanda merah mulai menyala, jika tumbuhan telah melewati batas "kecukupan" maka  fase yang tersisa adalah "keracunan". Pemberian nutrisi akan mematikan tumbuhan. Jadi, kata baopak./ibu dosen ilmu nutrisi tanaman, hentikan penambahan nutrisi pada tahap "keracunan" tersebut. Begitulah kira-kira keterangan bebas dari hukum "the law of diminshing return".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya analogikan dalam kehidupan sehari-hari urusan makan memakan oleh anda dan saya maka logika hukum di atas dapat seperti ini: pada saat anda kelaparan setelah tak makan 3 hari 3 malam makanlah 1 piring nasi. Pastilah dalam waktu singkat isi piring akan tandas tuntas licin bersih. Jika masih lapar makanlah makanan yang ada pada piring ke 2 atau ke 3. Akan tetapi awaslah ketika anda memakan isi piringan ke 4 dan kecepatan makan anda makin berkurang  maka itu pertanda bahwa sebenarnya kelapran anda sudah terobati. Berhentilah makan karena jika anda menambahkan isi piringan ke 5 dan seterusnya ke dalam perut anda maka anda akan saluran pencernaan anda akan "tercekik" dan lalu anda akan  mati kekenyangan. Bagi sohib yang ingin mecoba rumusan di atas ya silakan saja...wkwkwkwkwk....saya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terbetik kabar seorang nenek tua terancam penjara karena memetik 1 - 2 buah tanaman pisang maka terenyulah hati kita, Mengapa demikian? Kita patut menduga bahwa dia akhirnya nekad mencuri karena lapar. Dia berkekurangan. Siapa yang salah? Moralitaskah? Bisa jadi begitu tetapi bukankah di rekiliek ini ada yang namanya konstitusi yang kita kenal sebagai UUD 1945 (yang diamandemen) yang di bagian preambulenya mengatakan bahwa "negara wajib mensejahterakan masyarakatnya"? Pada titik ini kita harus mengatakan bahwa "negara harus bertanggungjawab terhadap orang-orang miskin itu karena anda dihadirkan antara lain untuk mengurus itu. Siapkan cara agar setiap warga negara bisa makan tanpa harus mencuri. Pelik? ya iya lah tapi bukankah negara punya pengurus-pengurus yang dibayar rakyat? Anda dimana wahai pengurus negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kita juga menjadi tahu bahwa ada sebagian kelompok masayarakat lain yang sudah tidak lagi berada dalam "zona kekurangan" karena telah berada di posisi "zona berkecukuan". Menambah-nambah kekayaan hanyalah memberikan arti bagi naluri narsis dan berkemewahan. Penambahan kekayaan sebenarnya sudah tak memberikan arti lagi. Memang betul bahwa dalam filsafat, manusia adalah makhluk tak sampai. Tak pernah puas tetapi hukum "the law of dimisnhing returns" memberikan petunjuk bahwa ada saatnya kita harus tahu kata cukup. Enogh is enough. Melewati batas itu, racun namanya. Upaya guna terus saja menumpuk kepuasan melalui kekayaan dapat ditafsirkan sebagai KESERAKAHAN. Dan keserakahan tak punya makna apa-apa lagi kecuali akan menuntun kepada keracunan yang mematikan. Apa enaknya hidup enak sekarang tetapi lalu harta anda habis hanya untuk mengurus perkara, membiayai perawatan kesehatan, membayar uang panas kepada pengurus-pengurus negara yang curang dan lain sebagainya. Pada saat-saat genting di zona keracunan, tak ada uang apapun juga yang mampu menolong anda untuk membeli kebahagiaan. Kejatuhan Marcos di Fili&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6YmGrOP5i34/Tcoz_g4U1dI/AAAAAAAABwU/gm_D8yTN04Y/s1600/preman2.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 142px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6YmGrOP5i34/Tcoz_g4U1dI/AAAAAAAABwU/gm_D8yTN04Y/s200/preman2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605349852466959826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pina, Soeharto di Indonesia dan Mubarak di Mesir adalah contoh perkara itu. Nama mereka akan dikenang sebagai kumpulan para manusia serakah. Uang berapapun tak bisa lagi memberli nama baik. Sumpah pocong demi sandal kesayangan pun tak ada artinya lagi. Siapa yang harus bertanggunjawab kalau sudah begini? Ada 2 pihak, yaitu moralitas pribadi dan keteguhan negara dalam menegakan hukum secara adil dan jujur. Negara jangan curang. Pencuri pisang ditangkap dan diinjak. Pencuri raksasa disayang-sayang. Jangan begitulah boss. Pesan moralnya adalah berhentilah hidup curang. Racun tuh. Preman tuh. Kesian eh Sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-8gC9895yUdg"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=8gC9895yUdg" dir="ltr" title="Superkid- Preman- made by Ian Gomper"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Preman&lt;/span&gt; - Sup&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;er&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;kid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-7275012828693709023?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='korupsi adalah racunnya  preman'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/7275012828693709023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=7275012828693709023&amp;isPopup=true' title='33 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/7275012828693709023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/7275012828693709023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/05/korupsi-adalah-racunnya-preman.html' title='korupsi adalah racunnya  preman'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5HQISS0ctfk/TcozzIm_VeI/AAAAAAAABwM/HuxbAoxcwUg/s72-c/korupsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-8246145705973243063</id><published>2011-04-23T12:38:00.023+08:00</published><updated>2011-05-02T10:01:36.633+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PASKAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Kristiani'/><title type='text'>di Getsemani: Jesus bukan penakut, dia sahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lWHIi5qTID8/TbKSUiSc6nI/AAAAAAAABvs/izDYmyIqB8Q/s1600/Gethsemane.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 129px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lWHIi5qTID8/TbKSUiSc6nI/AAAAAAAABvs/izDYmyIqB8Q/s200/Gethsemane.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598698168274184818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 102);"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Kristiani&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbahagialah kita, anda dan saya karena Tuhan masih berkenan mempertemukan setiap kita dengan satu lagi Hari Raya Jumat Agung, Perayaan Perjamuan Kudus dan Paskah, di tahun 2011. Ayanda dan Ibunda saya, misalnya, tak lagi merayakan hari-hari besar umat Kristiani ini dalam situasi yang sama dengan yang saya alami. Ayahanda "Robert SGT" dan Ibunda "Tien" mungkin merayakannya di dimensi lain dengan cara yang hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Penyanyi lagu-lagu balada kecintaan saya, Franky Sahilatua juga tak lagi  merayakan Paskah seperti kita.  Dia telah berangkat meninggalkan "perahu retak" dunia ini menuju Rumah Allah. Apapun juga, bagi semua sahabat Kristiani saya ingin mengucapkan SELAMAT JUMAT AGUNG. SELAMAT PASKAH. TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA (dan juga saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenan dengan perayaan Jumat Agung dan Paskah kali ini, ada yang ingin saya renungkan setelah sebelumnya saya gumuli secara serius.  Apa yang saya gumulkan dan renungkan itu. Adalah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; „Ya, BapaKu, jikalu Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaKu: tetapi bukanlah  kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.“... Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. PeluhNya menjadi  seperti titik darah yang bertetesan ke tanah.“  (Luk.22:42-44)&lt;/blockquote&gt;Ayat di atas menunjukkan secara kronologis detik-detik ketika Tuhan Yesus sedang menunggu "saat-NYA" sebagaimana yang telah ditentukan oleh Sang Bapa. Setelah melaksakan perjamuan kudus di kamar loteng sebuah rumah pengikut-NYA, Tuhan Yesus lalu berjalan menuju Taman Getsemani ditemani 3 orang murid-Nya. Di sana Tuhan Yesus mengambil sewaktu dua waktu untuk berdoa menggumuli "saat-NYA" tersebut. Hampir semua tafsir Alkitab mengatakan bahwa ayat-ayat itu menujukkan sisi manusiawi Yesus yang memiliki rasa takut. Sudah barnag tentu, saya memahaminya di balik "ketakutan-NYA" itu tersembunyi teladan Ilahiat, yaitu ketaatan di hadapan Bapa. Tuhan Yesus takut tetapi di taat. Saya bersetuju dengan tafsir. Akan tetapi ijinkan saya untuk mengatakan bahwa saya memiliki masalah pada penggunaan kata "takut" dalam ayat di atas. Benarkah Yesus "ketakutan" dan lalu berusaha "menghindar dari Salib"? Benarkah begitu? Saya kuatir jika memang benar demikian karena beberapa konsekuensi logis dari homili seperti itu. Karena itu saya berusaha memahami benar arti kata "ketakutan" yang dipakai di Lukas 22: 44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata "takut" pada kutipan ayat di atas kelihatannya merupakan terjemahan dari kata dalam bahasa Yunani &lt;span id="result_box" class="short_text" lang="el"&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;"αγωνία" atau  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"agwnia" atau "agonia". Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris maka kata itu akan menjadi "agony" yang memang berarti takut. Akan  tetapi hasil penelusuran saya secara berhati-hati menemukan arti lain terkait kata "agoni".  Saya menemukan bahwa kata "agony"  dalam bahasa Inggris ternyata berpadanan dengan lebih dari satu kata Yunani. Kata  "agony" selain berpadanan dengan "&lt;span id="result_box" class="short_text" lang="el"&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;αγωνία" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ternyata juga berpadanan dengan kata  "μαρτύριο" atau "martyrio" yang berarti penderitaan yang amat dalam. Karena itu saya tak heran jika dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari  (BIS) ayat ke 44 dari Kitab Lukas pasal 22 berbunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;"Yesus sangat menderita secara batin sehingga Ia makin sungguh-sungguh berdoa. Keringat-Nya seperti darah menetes ke tanah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pula terjemahan dalam versi lainnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Sedang ia dalam sengsara, maka ia meminta doa dengan lebih bertekun; maka peluhnya pun menjadi seperti titik-titik darah gugur ke bumi&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Shellabear Draft, 1912&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;Dan waktu dia ada dalam sngsara, dia minta do'a dngan lbeh tkun: dan dia punya ploh jadi sperti titek-titek darah mnitek di tanah&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Melayu BABA, 1913&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Maka dalam sangsara jang besar itoe makin radjin ija meminta-doa dan peloehnja pon mendjadi saperti titik-titik darah jang besar berhamboeran kaboemi&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Klinkert, 1879&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Dan sedang 'ija kene parang pajah, maka makin radjin munadjatlah 'ija. Maka pelohnja djadilah saperij titikh 2 darah kantal, jang malileh turon kabumi&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Leydekker Draft, 1733&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Berdasarkan pemahaman arti kata itu maka saya lalu memiliki 3 opsi perspektif dalam  memahami makna ayat dalam Lukas 22: 44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak naskah-naskah renungan saya sering menangkap kesan bahwa Lukas 22: 42-44 memberi petunjuk bahwa Yesus takut. Yesus, dalam sisi manusiawinya, ternyata ketakutan menghadapi Penyaliban yang dahsyat dan mengerikan itu. Begitu takutnya Yesus, lalu Dia berusaha mencari jalan selamat untuk diri-NYA. Pada titik ini saya tertegun. Benarkah Yesus yang saya kagumi luar dalam itu adalah seorang yang penakut? Bukan cuma takut, lebih lanjut tampak Yesus mengusahakan sesuatu yang lainnya seperti yang terlihat pada kutipan ayat tersebut berikut ini ..... "ambillah cawan ini dari-KU" .... Sekarang ada 3 opsi konsekuensi  jika do'a Yesus agar Bapa setuju  mengambil "cawan" itu dari-NYA: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt;, Allah kehilangan sifat adil. Bukankah penghukuman harus dijatuhkan karena kesalahan sudah terjadi? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Allah ingkar janji. Bukankah Penyaliban sudah dinubuatkan sejak perjanjian lama? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, jika Allah memang adil dan tidak berbohong maka kepada siapa "cawan" harus dialihkan? Siapa yang harus dikambing hitamkan? Siapa yang harus dikorbankan menggantikan Yesus? Benarkah Tuhan Yesus dalam doanya berpikir tentang "bagaimana mengorbankan orang lain"?  Nah lihatlah, konsekuensi logis dari perspektif Yesus ketakutan dan berusaha melarikan diri diri dari "cawan" ternyata berdampak sangat serius terhadap kesejatian Allah dan Yesus. Hal ini juga tidak main-main karena di beberapa blog yang kontennya sangat sisnis terhadap Yesus saya membaca bahwa perkara ketakutan Yesus ini ternyata digunakan sebagai dasar argumen menolak dimensi Ketuhanan-NYA..."heeeiiii, lihatlah...Yesus yang penakut itu pasti bukan Tuhan karena tak masuk akal Tuhan itu penakut". Betulkah Tuhan Yesus ketakutan lalu diam-diam berusaha bernegosiasi dengan sang Bapa guna berusaha mencari selamat bagi diri-NYA sendiri sembari mengorbankan orang lain? Jujur saja, saya tak yakin. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki beberapa referensi yang menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sama sekali bukanlah penakut dan juga bukan pencari keselamatan untuk diri-NYA sendiri lalu tega mengorbankan orang lain. Kisah Yesus Tuhan Yesus menghadapi pencobaan di padang gurun; ceritera Tuhan Yesus yang mengusir roh jahat; bagaimana cara Tuhan Yesus menghadapi angin topan di tengah lautan yang nyaris mengaramkan kapal yang ditumpanginya; Bagaimana pilihan etis Tuhan Yesus menghadapi banyak orang yang marah dan ingin merajam si perempuan pezinah...dan wwwooowwww...masih amat banyak lagi referensi sejenis yang menunjukkan bahwa Tuhan Yesus bukanlah penakut. Tidak pula seorang pencari keselamatan bagi diri-NYA sendiri.  Tuhan Yesus juga tidak sedang bernegosiasi dengan Bapa untuk tega mengirimkan orang lain ke Kayu Salib ganti Dia. Jika benarlah Yesus memilih sikap seperti begitu maka, maaf, ke-Kristenan saya akan saya tanggalkan menit ini juga karena bukan Yesus seperti itu yang saya sembah.   Dalam perspektif  ini Yesus adalah penakut dan berusaha lari sejauh-jauhnya dari penghukuman. Sulit saya membayangkan bahwa ibarat menghadapi kapal yang karam Tuhan Yesus sedang berusaha berenang secepat-cepatnya supaya tidak ikut terbawa tenggelam terseret arus kapal karam lalu tidak perduli apakah si anu dan si polan sedang termenggah-menggeh klelep mau mati tenggelam. "Walah kalo nulungin  situ bisa-bisa gw ikutan klelep dunk, tak us-us aja ya". Maaf, saya tidak yakin bahwa Yesus bertindak seperti itu. Itu bukan tipenya dech. Kalau tidak begitu lalu apa? Ada alternatif perspektif kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat sedikit kelegaan ketika mengetahui bahwa ayat ke 44 Kitab hasil tulisan dokter Lukas pada pasal ke 22 ternyata dapat berbunyi dalam pemaknaan yang berbeda...."Tuhan Yesus amatlah sengsara" ... Oh, ternyata peristiwa doa di taman Getsemani tidaklah harus ditafsirkan bahwa Yesus adalah si penakut yang sedang berusaha mengelak dari Salib dan meletakkan salib pada bahu manusia. Tuhan Yesus ternyata amat menderita. Apa yang membuat Tuhan Yesus menderita? Bayangan dahsyatnya Salib dan penyalibankah? Bisa jadi begitu tetapi Yesus tak sedang mengupayakan penghindaran dari penghukuman.  Yesus yang sehakekat dengan Allah itu tahu persis bahwa Salib tetap ditancapkan dan Dia akan tergantung di situ. Yesus juga paham bahwa tak boleh ada sesiapaun yang lain yang dapat menggantikan Dia sebagai yang tergantung di Salib. Yesus tahu bahwa "cawan harus diminum" tetapi "bolehkah cawan itu ditukar"? Saya membayangkan Yesus bergumul dalam pikiran-NYA dan berbisik ..."Bapa, masih bolehkan ada solusi lain dari penghukuman yang akan aku tanggung"..... Terhadap kemungkinan ini, saya sedikit lega tetapi belum seluruhnya karena masih terasa "bau" upaya meluputkan diri dari "cawan". Yesus mengelez? Saya pikir tidak kendati Yesus sebenarnya bisa saja mengambil jalan lain bukan? Saya teringat pengalaman saya beberapa waktu yang lalu sebagai salah satu pengurus dalam organisasi x. Salah satu petinggi di organisasi ini jelas-jelas bersalah menyalahgunakan kuasa dan melakukan korupsi. Mula-mula musyawarah pengurus memutuskan untuk memecat yang bersangkutan tetapi lalu dengan alasan "kasih" maka keputusan itu diubah hanya menjadi penundaan kenaikan gaji berkala. Hukuman tetap djatuhkan tetapi bentuknya dirubah dan bahkan lebih ringan. Bisa jadi model inilah yang "dinegosiasikan" oleh Yesus kepada sang Bapa. Boleh-boleh saja tafsir seperti itu tetapi - sekali lagi menurut hemat saya - itu juga bukan tipe Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah saya pada alternatif perspektif yang berikutnya yang saya yakini jauh lebih mendekati kebenaran Firman Tuhan tentang jati diri Yesus. Begini: Tuhan Yesus sadar bahwa Salib dan Penyaliban pasti terjadi karena keadilan Allah. Hukuman sudah dijatuhkan dan itu harus terjadi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Co&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mpromise no more&lt;/span&gt;. Tidak ada pilihan lain. Betuk penghukumannya juga sudah pasti seperti nubuat para Nabi. Ya, penyaliban yang adalah hukum yang amat mengerikan dan menghina itu tak boleh berubah. Tak bisa diubah.  Harus seperti itu. Tuhan Yesus juga tahu bahwa manusia si pecundang tak akan mampu menanggung Salib yang nista itu kecuali DIA. Lalu apa yang membuat Yesus amat menderita? Menurut saya, Yesus amat menderita  justru karena keterlibatan manusia dalam proses penghukuman itu. Tangan Bangsa Israel sebagai ruang budaya kehidupan Yesus sekali lagi akan berlumuran darah dan kali ini adalah darah Mesias mereka sendiri. Mesias yang dinanti-nantikan begitu lama. Tangan umat pilihan ini kembali harus berlumuran darah bahkan kali ini darah anggota komunitasnya sendiri. Ingat bahwa Yesus terlahir dan sampai mati adalah seorang Yahudi. Dalam hukum Yahudi, amat terlarang "jeruk makan Jeruk" atau "Jahudi makan Jahudi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus yang mau memahami perilaku dan kedosaan manusia dengan segala konsekuensinya itu rupanya memasuki taman Getsemani dengan beban itu. Dia akan mati di Salib tetapi bagaimana dengan nasib manusia si pecundang yang membunuh-Nya itu? Jika kematian-NYA adalah bentuk ultimat terhadap penebusan dosa bagaimana dengan tanggung darah oleh kaum pembunuh-NYA?  Yesus tahu betul bahwa jawaban terhadap dosa akan segera dimiliki oleh manusia melalui Kematian dan Kebangkitan-NYA tetapi bukankah manusia bebas memilih ataukah selamat ataukah maut. Apakah si degil manusia mau belajar dari kesalahan mereka tentang penyaliban. Apakah jauh setelah penyaliban, manusia tak lagi gemar menebar kebencian? Yesus tahu betul bahwa Dia sudah menyiapkan jembatan emas Keselamatan menuju Allah, yaitu diri-NYA sendiri tetapi apakah pendewaan terhadap diri sendiri, kekuasaan, keterkenalan dan kekayaan tidak lagi menjadi pilihan hidup manusia? Saya membayangkan dalam pergumulan batinnya yang dahsyat mungkin Tuhan Yesus berkata dalam hati-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;..."mengapa ya Bapa, aku digariskan harus mati oleh tangan manusia yang aku cintai itu? Tak adakah jalan lainkah? Aku adalah harapan bangsa degil ini .... Akulah harapan sebenarnya bangsa sesat ini.....jika aku harus mati, siapakah harapan mereka? Ya Bapa, mengapa aku harus mati di tangan mereka? Karena keadilan MU, adakah mereka diloloskan dari hutang darah atas kematian KU?  ... Ya Bapa, mengapa, hanya karena berbeda visi dan klaim kebenaran sepihak, Penyaliban ini harus terjadi....Ya Bapa, mengapa siklus pertumpahan darah atas nama perbedaan visi dan klaim kebenaran masih harus terjadi lama setelah Penyaliban ini?&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Tentang ini saya mengajak anda semua untuk mengingat kisah Kain yang harus menerima hukuman atas pembunuhan yang dilakukan terhadap adiknya Habel. Anda juga tak boleh menutup mata terhadap fakta sejarah bahwa 40-50 tahun setelah penyaliban Yesus, Bangsa Israel dihancur leburkan oleh Romawi dan diserakan ke seluruh penjuru dunia. Kisah kelam bangsa Israel masih akan terus berlangsung amat lama sampai masa tangan berdarah si Monster Hitler yang membunuh 6 juta orang Yahudi.  Apakah ini bukan bentuk hukuman tanggung darah terhadap kejahatan mereka membunuh Mesisnya sendiri? Anda juga jangan melupakan konsteks sosial, politik dan historis bahwa dalam peristiwa Penyaliban Yesus terpaut banyak aspek yang menunjukkan intrik politik, intrik kekuaasaan, intrik keagamaan dan bahkan intrik pengkhianatan. Ya, Yesus adalah korban tak berdosa dari intrik-intrik yang terjadi.  Fakta menunjukkan bahwa korban tak berdosa dan sia-sia dalam berbagai  sengketa di dunia begitu amat luar biasa banyaknya. Ratusan juta nyawa meregang percuma selama perang Salib, perang antara kaum Protestan dan Katolik, di Eropa, WW I, WW II, Perang Vietnam, Perang Teluk, kerusuhan Mei 1998 di Indonesia, peristiwa 9-11 di New York dan ribuan peritiwa berdarah lainnya.  Yesus mengetahui itu. Yesus mengenal betul kedegilan hati manusia kesayangannya itu. Pasti. Salib memang diperlukan tapi Yesus ragu akan kemauan manusia untuk belajar dari Salib. Dan karenanya Dia menderita. Dia menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif yang saya tawarkan ini pusat perhatian saya bukanlah upaya Yesus untuk bernegosiasi dengan Sang Bapa tentang keluputan-NYA dari Penyaliban melainkan CINTA KASIHNYA YANG AMAT MURNI DAN TAK TERBATAS BAGI MANUSIA. Sisi inilah yang mengejutkan dari Yesus seperti yang dikatakan oleh Tim Stafford (2010) dalam bukunya "Surprised by Jesus" bahwa pribadi Yesus adalah pribadi yang sugguh sangat mengejutkan bagi banyak orang yang mengaku mengenal Dia. Salah satu ciri khas Tuhan Yesus adalah beliau selalu berpikir dalam suatu kesatuan persekutuan. Itulah penjelasannya mengapa Yesus yang sama sekali tidak memiliki dosa tetapi malah menyerahkan diri-NYA untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Dia melakukan itu karena Dia solider dengan manusia yang berdosa dan membutuhkan pembaptisan. Itu pula penjelasannya mengapa Tuhan Yesus amat sering bergaul dengan mereka yang terpinggirkan, yaitu si pezinah, si pemungut cukai dan yang lainnya. Setiap tindak-tanduk Yesus selalu memberi petunjuk bahwa...."hei, aku mencintai kalian dan karena itu aku mau masuk dalam penderitaanmu, dalam kesusahanmu, dan bahkan .... dalam dosamu. Bayangkan, di tengah ancaman Salib yang akan dikenakan kepada-NYA, Yesus malah memikirkan manusia. Jelas sudah, siapa yang digumulinya dengan penuh penderitaan di Getsemani. Siapa yang di tangisi-NYA di Getsemani. Bukan diri-NYA sendiri melainkan Manusia. Luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali saya membaca Lukas 22: 42-44 dan saya selalu cemas akan  "ketakutan" Yesus. Tetapi syukurlah, kali ini saya memahaminya dari perspektif yang berbeda. Yesus boleh saja menderita, cemas, gelisah atau takut sekalipun tetapi saya tahu kini bahwa obyek ketakutan-NYA bukanlah diri-NYA sendiri. Yesus pertama-tama tidak sedang berpikir kepentingan diri-NYA sendiri. Manusialah yang ada dibenak-NYA sepanjang hidup dan karya_nya bahkan ketika DIA berada begitu dekat dengan dengus napas seringai jahat sang maut. Itulah demonstrasi Cinta Kasih Yesus yang tak tertandingi. Di zaman ketika semangat mementingkan diri sendiri begitu merebak bukankah teladan YESUS terasa amat luar biasa? Ketika di Libya semua berperang melawan semua, ketika para pelaku teror bom di Indonesia hanya memikirkan isi kepalanya sendiri, dan ketika para petinggi DPR sibuk mencari-cari alasan pembenaran dalam  pemborosan pembangunan gedung DPR yang baru,  dan ketika para penggemar George Toisuta dan Arifin Panigoro sibuk memikirkan kepentingan diri mereka sendiri di PSSI maka teladan Yesus adalah oase penyejuk di tengah padang pasir kepentingan diri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Kristiani, jika perspektif ini bisa diterima maka jelaslah sudah Tuhan Yesus bukanlah pecundang nan penakut melainkan adalah sumber mata air cinta kasih yang teramat luas dan dalam. Inilah Yesus Tuhanku. Penebusku yang hidup. Kepada-NYA layak saya mempertaruhkan hidup dan peruntungan hidup. Ketika saya tak memperdulikan Dia malah  sebaliknya, Dia berpikir ten&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-sLtDVQpMeps/TbO1VNUH8KI/AAAAAAAABv0/g4fNSWH5xJw/s1600/happy_easter_04.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sLtDVQpMeps/TbO1VNUH8KI/AAAAAAAABv0/g4fNSWH5xJw/s200/happy_easter_04.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599018137707606178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tang saya. Dia menangis untuk saya. Dia gelisah karena saya. Dia takut karena memikirkan saya. Yesus memang Tuhan tapi Dia juga sungguh sahabat saya. Kepada saya dan anda YESUS telah menawarkan Syalom Allah itu. Maukah anda dan saya? Anda mau Yesus yang penakut atau Yesus yang bersahabat. Saya sudah membuat pilihan. Terserah anda. &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;SE&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;LA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;MAT&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;PAS&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;KAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=CLAg2NDcOt4" dir="ltr" title="What A Friend We Have In Jesus - Alan Jackson"&gt;&lt;b&gt;What A Friend&lt;/b&gt; We Have In &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;Jesus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; - Alan Jackson&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Shalom Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Shalom Puan  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-8246145705973243063?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='di Getsemani: Jesus bukan penakut, dia sahabat'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/8246145705973243063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=8246145705973243063&amp;isPopup=true' title='48 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8246145705973243063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8246145705973243063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/04/jesus-bukan-penakut-di-getsemani-dia.html' title='di Getsemani: Jesus bukan penakut, dia sahabat'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lWHIi5qTID8/TbKSUiSc6nI/AAAAAAAABvs/izDYmyIqB8Q/s72-c/Gethsemane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-3337308081498614623</id><published>2011-04-02T10:26:00.014+08:00</published><updated>2011-04-03T17:30:58.563+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemanusiaan'/><title type='text'>koes plus  bonus fideles</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-h0wx7ymkLcM/TZfte9dpfCI/AAAAAAAABvc/uuxTNRNEhCU/s1600/KOES.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 120px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-h0wx7ymkLcM/TZfte9dpfCI/AAAAAAAABvc/uuxTNRNEhCU/s200/KOES.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591198578554534946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 153, 153);font-size:130%;" &gt;Dear &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sahabat &lt;/span&gt;Blogger&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apalah arti sebuah nama" demikain Shakespeare berseru dan, kita, ada yang setuju tak kurang pula yang tidak setuju dengan itu. Kawan saya yang berasal dari daerah Manggarai diberi nama "Nganggur" karena ketika dia dilahirkan ayahandanya sedang tidak punya pekerjaan selain sebagai petani. Entah mengapa petani tidak dianggap sebagai sebuah pekerjaan. Saya diberi nama "Ludji" oleh almarhum Ayahanda Robert "SGT" Riwu Kaho secara serius dengan maksud untuk mengingatkan bahwa sekali dan seterusnya saya adalah orang Sabu dari suku Namata. Saya tak boleh menjadi orang Australia misalnya biar kata nama babtis saya adalah "michael". Adik saya, Vicktor Riwu Kaho, mula-mula memberi nama "Haga" kepada anak sulungnya. Belakangan dia merasa perlu untuk berjauh-jauh dari Jakarta ke Pulau Sabu hanya untuk melakukan ritual budaya Sabu guna mengganti nama "Haga" menjadi "Lobo". Hebat.  So, bagi sebagian orang nama bukanlah sembarangan perkara. Nama harus memiliki makna. Demikian juga judul sebuah buku misalnya. Jangan memberi judul "mangga" ketika isi buku anda mengulas tentang "sapu lidi". Tak cocok itu bukan? Haaalaaahhhh...begitulah adab kita. Budaya kita. Maka untuk sebuah nama bila perlu tumpeng merah putih dibikin dan ..slaman slumun...jadilah baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya punya 1 pengalaman yang mirip. Tahun dulu semasa duduk di bangku SMP di kota KUpang (SMPN 2) saya pernah dimarahi oleh seorang guru, Ibu Guru. Beliau adalah wali kelas II E kelas dimana saya berada.  Ibu Messkah namanya.  Saya ditegur gara-gara ada nama "ludji" di absensi kelas. Beliau menghardik saya dan bilang..."kamu jangan pake nama ludji lagi ya  sebab itu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;halaik&lt;/span&gt;, pake saja nama babtismu, michael"...&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;halaik&lt;/span&gt; adalah kosa kata di Kupang untuk menyebutkan orang-orang yang tidak beragama sesuai dengan peraturan yang berlaku.  Walah, saya malu tagal hardikan Ibu Guru dan semenjak itu saya berusaha  mengaburkan nama "ludji". Sekali waktu nama "ludji" saya ganti dengan "rudy" (kebetulan waktu itu rudy hartono adalah sebuah nama yang sedang ngetop abiz). Giliran Ayahanda saya yang menghardik. Kebiasaan mengaburkan nama "Ludji" tanpa sadar masih saja berlanjut sampai sekarang. Jikalau saya harus menuliskan nama saya di daftar hadir atau yang sejenisnya. maka pastilah saya akan menulis "L. Michael Riwu Kaho". Jelas sudah bahwa aforisme "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;what is a name&lt;/span&gt;" tertolak oleh budaya di sekitar saya. Tak tahu jikalau anda. Ungkapan itu mungkin tepat untuk orang-orang barat. Orang Belanda menggunakan nama "Van de Kerkhoff" padahal itu artinya "kuburan". Dulu ada pemain sepak bola Belanda yang kembar bernama Rene dan Willie Van de Kerkhoff yang artinya Rene dan Willie dari kuburan...waallaaahhhhh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What is a name", kata Shakespeare. Saya pikir yang dimaksudkan oleh  Shakespeare adalah substansi. Mawar tetaplah mawar yang indah biar berganti nama menjadi kapuk. Nama boleh  berganti dari "Ludji" menjadi "Michael" tetapi jikalau malas ya tetap saja malas bukan? Lihat saja para teroris yang diburu dan ditangkap oleh Densus 88. Nama aliasnya banyak banget tapi  apakah mereka berubah menjadi sesuatu yang lain? Ya tidak juga. Kelakuan mereka ya tetep itu ke itu juga.  Jikalau begitu maka kendati  nama memang cuma sebuah atribut tanda identitas tetapi sesungguhnya hal yang terpenting adalah nilai intrinsik yang terkandung di dalam substansi.  Kata emas menjadi berarti karena nilai karatnya bukan? Lalu judul tulisan di atas ingin mengingatan tentang substansi intrinsik di maksud. Koes Plus adalah nama grup band. Bonus fideles artinya mereka itu baik. Apanya yang baik dari Koes Plus? Lagu baru dapat diciptakan lebih bagus dari lagu Koes Plus dan memang sudah banyak lagu yang secara teknis artistik lebih indah ketimabang lagu-lagu Koes Plus yang umumnya bersifat "3 jurus" itu. Kalau begitu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koes Plus adalah sebuah grup band fenomenal di Indonesia. Di masa saya masih duduk di bangku SD, memegang buku tulis yang ada gambar Koes Ploes adalah "kewajiban". Lagunya wajib dihafal dan di senandungkan. Grup ini memang amat sangat hebat. Konon merekalah yang menjadi peletak dasar perkembangan musik pop di Indonesia. Di masa mereka, grup band lain seperti Favourites, The Mercy's, D'Loyd dan yang lain-lainnya terasa cuma varians dari Koes Plus. Grup band di masa sekarang dianggap mengerjakan sesuatu yang merupakan pengembangan Koes Plus. Siapa mereka ini? Saya pikir kebanyakan kita tahu bahwa grup ini digawangi oleh bersaudara Koeswoyo, yaitu Koestoni (Tony), Koesroyo (Yok), Koesyono (Yon) + 1 orang pemain drum yang bukan berasal dari klan Koeswoyo, yaitu Murry.  Dominasi klan Koeswoyo sangat wajar karena sesungguhnya Koes Ploes adalah terusan dari Koes Bersaudara dimana Koesnomo (Nomo) ada posisi yang ditempati Murry sebagai drummer. Mengapa demikian? Pada mulanya adalah Koes Bersaudara yang eksis terlebih dahulu dengan formasi Toni, Yok, Yon, Nomo dan Koesdjono (John) pada tahun 1960. Lagu-lagu seperti “Bis Sekolah”,&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=4YIF0hTOWsQ" dir="ltr" title="Koes Bersaudara - Di Dalam Bui"&gt;&lt;b&gt; Di&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt; Dalam &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Bui&lt;/span&gt;,&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; “Telaga Sunyi”, dan “Laguku Sendiri”.  Pada  masa-masa di antara 1960-1965 gaya bermusik mereka amat dipengaruhi oleh gaya the "everly brothers"  (yang kondang dengan lagu antara lain "let it be me")  dan "the bee gees".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1965, 1 Juli, mereka ditangkap oleh KOTI dan mengurung mereka di rumah tahanan Glodok dengan tuduhan bermusik "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngak ngik ngok&lt;/span&gt;" yang bukan budaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dhewek&lt;/span&gt;. Penahanan tersebut tak lama karena pada tanggal 29 September 1965  tapi ternyata ikut berpengaruh terhadap kisah grup mereka dan sekaligus dunia musik Indonesia. Bertahun-tahun kita memahaminya sebagai bentuk represif dari pemerintah Orla pimpinan Bung Karno. Tapi pada saat wawancara di acara "Kick Andy", Metro TV, mereka membuka rahasia bahwa sebenarnya penangkapan mereka itu hanyalah sebuah sandiwara "operasi rahasia" yang diperintahkan oleh Bung Karno guna mendukung operasi "ganyang malaysia". Jadi mereka sebenarnya berkolaborasi dengan pemerintah. Entahlah mana yang benar tapi yang pasti ada masa mereka terpaksa berhenti bermusik. Pasca kebebasan dari penjara, iklim perpolitikan di Indonesia ternyata kurang mendukung perkembangan dunia kesenian di Indonesia umumnya. Konstruksi politik Indonesia di awal Orba yang dikuasai oleh Soeharto dan Tentara, yang menggantikan Bung Karno dan Orla-nya, menciptakan banalitas yang masif. Penangkapan dan pelenyapan orang-orang yang dideeksi atau dicurigai terkait PKI menciptaan ketakutan kolektif dan suasana saling curiga mencurigai. Banyak ketika pastian dan di masa inilah John keluar dari formasi. Koes Bersaudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, ketika Koes Bersaudara sedang melakukan pertunjukan di daerah Tony mendapat kabar bahwa suasana Jakarta memanas. Terjadi penangkapan besar-besaran. Beberapa teman dari Tony menghilang begitu saja tak tentu rimbanya. Jakarta tidak aman dan Tony diperingatkan oleh teman-temannya bahwa, mungkin. karena kedekatannya dengan rezim Bung Karno maka Koes Bersaudara terancam. Terjadi dilema, kembali ke Jakarta atau tidak? Situasi mencekam seperti itu menyebabkan Nomo memutuskan untuk keluar dari grup. Dia memilih menjadi pedagang besi-besi bekas. Tapi Tony dan adik-adik yang lain menetapkan 1 tekad, harus kembali ke Jakarta dan harus terus bermusik. Tidak ada pilihan lain selain bermusik karena itulah cinta mereka. Tony dan adik-adik memilih untuk setia pada pilihan hidup mereka. Maka kembalilah mereka ke Jakarta meski apapun yang akan terjadi. Balada ini mereka tuangkan dalam lagu "kembali ke Jakarta" dan dimunculkan pada rekaman perdana grup Koes Plus. Lho, mengapa Koes Plus? Ya, Koes Bersaudara dalam formasi Toni, Yon, Yok dan Nomo hanya bertahan sampai 1968. Setelah Nomo keluar masuklah Murry yang bukan Koeswoyo itu. Pada saat rekaman pertama kali. Yok yang kurang sreg dengan adanya orang luar ke dalam formais band memutuskan solider dengan Nomo lalu keluar dari Koes Plus. Akibatnya, posisi sebagai basist kosong dan beberapa pemain tamu mengisi posisi yang ditinggalkan Yok. John  Koeswoyo sering masuk formasi untuk tujuan show panggung. Dan pada saat rekaman album perdana Koes Plus, pemain tamu yang masuk formasi adalah Totok A.R. Inilah formasi dalam rekaman perdana Koes Plus, yakni Tony, Yon, Murry dan Totok A.R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album perdana itu memuat beberapa lagu seperti  Derita (Tonny), Awan Hitam (Tonny), Tiba Tiba Aku Menangis (Tonny),  Bergembira (Tonny), Tjintamu Telah Berlalu (Tonny), Dheg Dheg Plas (Tonny), Manis Dan Sajang (Tonny), Hilang Tak Berkesan (Tonny), Kembali Ke Djakarta (Tonny), Biar Berlalu (Yon)  dan  Lusa Mungkin Kau Datang (Tonny). Perhatikanlah deretan lagu-lagu tersebut. Semuanya indah dan hebat. Beberapa di antaranya bahkan rekam kembali berulang-ulang oleh berbagai penyanyi lainnya. Menjadi legenda. Tapi jangan salah, album perdana itu setelah direkam ternyata pada awalnya ditolak dimana-mana. Bahkan ada toko kaset yang menertawakan lagu seperti &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=sLxHbE33L8M" dir="ltr" title="Koes Plus &amp;quot;Kelelawar&amp;quot;"&gt;"&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Kelelawar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;"&lt;/a&gt;. Lagu aneh kata mereka. Maklumlah ketika itu  Koes Plus sedang bertransformasi dari keterpengaruhan "everly brothers" dan " bee gees" menjadi "lebih Indonesia". Akibat tidak lakunya album perdana mereka maka Murry kabur. Totok A.R. keluar. Adalah Tonny yang terus memupuk semangat anggota Koes Plus yang lainnya lalu membujuk Yok dan Murry agar masuk kembali dalam formasi band. Nasib baik memihak mereka dan pada tahun 1970 akhir lagu mereka meledak di mana-mana. Dan kesuksesan mengalir bersama mereka bertahun-tahun sampai meniggalnya Tony pada tahun 1987.  Koes Plus pun  surut sesuai tuntutan jaman tetapi lagu-lagu mereka abadi sampai hari ini. Inilah Grup tersukses di Indonesia. Apa tolok ukurnya? belum ada Band di Indonesia, bah&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SBQVy4tq0Ok/TZanJAMeb5I/AAAAAAAABvU/NwzhjElzI7o/s1600/Koesplus1.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 166px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SBQVy4tq0Ok/TZanJAMeb5I/AAAAAAAABvU/NwzhjElzI7o/s200/Koesplus1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590839760540037010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kan di seluruh dunia, yang mampu merekam hampir 22 album dalam 1 tahun seperti yang dilakukan Koes Plus pada tahun 1974-1975. Tidak ada pula grup band yang mampu merekam lagu dalam genre yang sangat berbeda. Anda mau tahu musik jenis apa yang pernah dimainkan oleh Koes Plus dan semuanya sukses? Pop, Rock n Roll,  Rohani Natal, Qasidahan, Pop Jawa, Instrumentalia, Dangdut, Keroncong dan kompulasi the best. Jangankan band dalam negeri bahkan The Beatless, The Rolling Stones ataupun Led Zepplin tak tercatat melakukan itu. Seorang editor wikipedia mengatakan bahwa "Seandainya kelompok ini lahir di Inggris atau AS bukan tidak mungkin akan menggeser popularitas Beatles"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu apa rahasia mereka? Filsafat manusia mengajarkan tentang 3 bentuk kebaikan, yaitu kebaikan karena ada gunannya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bonum utile&lt;/span&gt;), kebaikan karena menyenangkan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bonum delectabile&lt;/span&gt;) dan kebaikan karena memang baik atau kebaikan yang sesungguhnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bonum honestum&lt;/span&gt;).  Orang bisa saja berlaku baik kepada kita karena kita punya sesuatu yang dia perlukan atau dia butuhkan dari kita. Kita menerima kebaikan sejauh kita mendatangkan manfaat bagi oarng lain. Ada uang abang sayang tak ada uang abang aku buang. Bisa juga terjadi orang bisa baik kepada kita karena kita menyenangkan hatinya. Suami dan isteri sering memutuskan bercerai karena tidak lagi saling menemukan kesenangan. "Tak ada kecocokan lagi" katanya.  Tetapi syukurlah ada kebaikan jenis ketiga dimana orang bisa baik kepada kita karena memang dia orangnya baik. Kita mungkin tidak berguna dan tidak menyenangkan bagi dia tetapi dia memang mau mencintai kita. Bonum begini adalah Bonum milik Allah yang mengasihi kita secara sepihak. Tanpa memperhotungkan dosa dan kedegilan kita, DIA mau memberi CINTA-NYA bagi kita. Bonum seperti ini bersifat Ilahiat. Dan yang asik adalah bahwa bonum ini ditawarkan oleh Sang Pencipta kepada manusia untuk memilikinya juga. Saya tak tahu anda dan saya memilih yang mana tapi Koes Plus jelas memilih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bonum honestum&lt;/span&gt;. Ketika bermusik ternyata mendatang petaka, ketakutan dan kemiskinan mereka tetap setia pada pilihan hidupnya. Dalam nama apapun grup mereka, ataukah Koes Bersaudara ataukah Koes Plus,  adalah Tony dan adik-adik telah mendemonstrasikan makna kesetiaan. Mereka tak bergeming kendati dicekam &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XV3F0_bFO4s/TZfuJW9kGmI/AAAAAAAABvk/F5IZTSRObgE/s1600/koes-plus.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 167px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XV3F0_bFO4s/TZfuJW9kGmI/AAAAAAAABvk/F5IZTSRObgE/s200/koes-plus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591199306953792098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;situasi. Berkarya dan terus berkarya kendati dizalimi, dicemooh dan miskin. Itulah cinta. Itulah kesetiaan. Hal ini nyata sekali dalam lagu mereka "&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=xAt7zgRYc4w" dir="ltr" title="koes plus kembali ke jakarta"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;kem&lt;/span&gt;bali&lt;/span&gt; ke &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;djakarta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;". Apapun boleh terjadi tetapi "di djakarta" tetapi langkah kaki tak akan berhenti untuk selalu kembali  "kesana". Tony dan saudara dan kawan mungkin tidak kaya raya karena pilihan ini tetapi mereka telah membuat saya, mungkin anda dan jutaan orang lainnya berbahagia. Sungguh mereka orang baik.  Sayapun  bermimpi sekali waktu saya bisa juga akan di sapa, entah sebagai "Ludji" atau "Michael" atau "ludji michael:..."eh si Ludji  Michael tuh ... orangnya ...  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bonus fideles&lt;/span&gt; lho. Orang baik tuh". Ahaaaaa, alangkah bahagianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-3337308081498614623?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='koes plus  bonus fideles'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/3337308081498614623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=3337308081498614623&amp;isPopup=true' title='53 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3337308081498614623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3337308081498614623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/04/koes-ploes-bonus-fideles.html' title='koes plus  bonus fideles'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-h0wx7ymkLcM/TZfte9dpfCI/AAAAAAAABvc/uuxTNRNEhCU/s72-c/KOES.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>53</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-5576673585824254593</id><published>2011-03-17T09:45:00.015+08:00</published><updated>2011-03-21T13:49:37.237+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Kebangsaan'/><title type='text'>republik oh rekipliek, apa mau mu? che sara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-uLK6aooZ2Wo/TYbj6QKdJvI/AAAAAAAABvM/_lg9VWmNvM8/s1600/green-job-crossroads.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-uLK6aooZ2Wo/TYbj6QKdJvI/AAAAAAAABvM/_lg9VWmNvM8/s200/green-job-crossroads.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586402977710417650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Dear&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sahabat &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya sudah bersusaha untuk menghindari posting sesuatu yang sekedar ikut-ikutan. Jika hari ini isunya adalah bla bla bla, saya ikutan bla bla bla. Mirip bebek pengekor. Bisa jadi lebih gawat karena bunyinya yang saya keluarkan dapat menyimpang dari aslinya menjadi ble ble ble atau blo blo blo trus go...blog....waaahhh. Tapi kali ini saya melanggar "pakem" yang saya buat sendiri. Tak apalah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; otak ku sendiri. Tanganku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dhewek&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Preketheeeekkk&lt;/span&gt; lah. Saya tak tahan untuk tidak mengomentari apa yang terjadi di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rekipliek&lt;/span&gt; tersayang akhir-akhir ini. Saya menjadi gelisah dan meluncurlah tulisan ini.  Tagal kegelisahan itu maka posting ini tidak seperti biasa. Posting ini reaktif tapi sejujurnya kehilangan kedalaman. Terhadap satu isu biasanya saya mengendapkan dahulu. Berusaha memahami  persoalan dan barulah bercakap-cakap bla bla dan blaaaaaaa......tapi kali ini, tidak. Apa boleh buat, namanya juga sedang jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perkara yang ingin saya sampaikan tetapi saya sendiri belum tahu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;how to overcome&lt;/span&gt;-nya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Glap&lt;/span&gt; gulita bak kota Kupang kehilangan cahaya listrik PLN yang suka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;byar pet&lt;/span&gt; suka-suka, mana suka, su ba suka. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Byar&lt;/span&gt; untuk urusan tagihan rekening dan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;pet&lt;/span&gt; ketika urusannya adalah servis. Karena itu, sekali lagi Bung dan Zoes, substansi posting ini melulu adalah keluh kesah dan tidak terstruktur dengan baik. Bagian I adalah pendahuluan (ya yang sekarang ini). Bagian II adalah  tempat saya akan "mengomel" suka-suka, su ba suka,  dan mana suka (lihat saja nanti). Bagian III adalah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yo wis&lt;/span&gt;" terserah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;What ever will be will be&lt;/span&gt;.  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Che Sara&lt;/span&gt;. Lantas dimana perspektif solusi? Tidak ada karena ya itu tadi: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what ever will be will be. Si Ever su pi bet ju pi . Che Sara.&lt;/span&gt; Sengsara. Apa gerangan bro en sist?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dua hari belakangan saya dibuat terheran-heran sekaligus bingung dengan peristiwa-peristiwa yang ber-sliweran di sekitar kita.  Aneka peristiwa ini tampaknya berkorelasi negatif dengan martabat bangsa. Bukan cuma itu, beberapa peristiwa memberikan indikasi  dan atau pesan yang amat jelas bahwa masa depan NKRI sungguh sangat terancam. Tapi anehnya,  semua berjalan like business as ussual seperti kesan saya pada posting tentang sindroma lemming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perda dan pergub di beberapa daerah yang "melarang gerakan Ahmadiyah" seolah-olah anggota Ahmadiya bukan WNI. Perda atau pergub yang diterbitkan belakangan secara langsung bertentangan dengan Pancasil dan UUD 1945 tapi malah dengan amat bersemangat digelorakan oleh sebagian warga negara yang mayoritas lantas pemeriintah pusat diam. Anehnya, terhadap perda seperti itu Pak SBY en cs diam tapi begitu ada berita dari koran kecil di Australia - The Age - memberitakan dugaan kelakuan SBY en his famili en all the president man wuuuuaaaahhhh....Istana geger. Ibu Ani SBY, konon katanya, nangis-nangis. Untuk siapa Ibu menangis? Apakah Ibu Ani juga menangisi nasib anggota Ahmadiyah yang terancam kehilangan sebagian hak azasinya dan atau hak sipilnya untuk berkeyakinan dan bahkan beberapa anggotanya terbunuh di Cukeusik? &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penutupan tempat beribadah orang-orang Kristen terus saja terjadi. Terakhir kita dengar kejadian di kota Bogor. Apakah orang Kristen hanya boleh beribadah di daerah mayorita Kristen? Jikalau benar begitu maka masihkah negara ini bisa kita sapa sebagai Negara &lt;span style="font-size:180%;"&gt;Kesatuan&lt;/span&gt; Republik Indonesia?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengiriman paket bom buku yang menurut sebagian pakar adalah paket bom yang hanya bisa dirakit oleh mereka yang terlatih. Kata Pak Hendropriyono.: "ini pekerjaan pemain lama, kelompok teroris yang memanipulasi agama". Bom ini sudah makan korban di daerah Utan Kayu, Jakarta Timur ketika dialamatkan kepada mister Ullil sang tokoh JIL. Hampir semua analis mengatakan bahwa dilihat dari pola-polanya maka jelas "pesan" paket bom ini adalah ... "matilah dikau wahai pluralisme". Jika memang itu pesannya maka patut diduga bahwa pesan besar yang sebenarnya adalah ... "matilah dikau wahai NKRI". Is that right sir en sor? (tuan dan puan maxud-nya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada gejala TNI mulai "kehilangan kesabaran" melihat "masyarakat reformasi" pasca 1998. Demokrasi menghasilkan keriuhan dan TNI yang terbiasa dengan perintah siap grak hormat grak lalu, mungkin saja, bernostalgia dengan "ketertiban" masa dwi fungsi yang membikin mereka amat sangat berkuasa di republik ini. Apa indikatornya? saya beri 2 contoh: 1) ketika TNI ikut secara aktif terlibat dalam "operasi sajadah" yang mengurusi orang-orang Ahmadiyah di Jawa Barat. Tidakkah hal ini bertentangan dengan UU. No. 34/2004 tentang TNI? Apakah sudah ada kebijakan dan keputusan politik negara untuk tugas selain perang perang, sebagaimana yang diamanatkan dalam ayat (3) pasal 7,  yatu bahwa TNI ikut mengurusi Amadiyah?; 2) Matinya anak remaja di Atambua karena dianiaya oleh anggota TNI tagal teman satu corps dipalak oleh si remaja dkk. Pertanyaan yang sama adalah apakah hal ini tidak bertentangan dengan UU No. 34/2004.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jepang dilanda 3 bencana sekaligus. Gempa bumi 8.9 SR, tsunami pascagempa  dan rusaknya rektor nuklir di Fukushima pasca tsunami. Apa yang diperlihatkan oleh bangsa Jepang? Mereka tetap  tenang, tetap menjalankan order sipil (tidak ada huru-hara orang ngamuk), dan cukup rendah hati mengaku memerlukan bantuan internasional. Kesulitan dihadapi dengan penuh martabat. Saya teringat pengalaman bangsa yang lainnya yang pernah tertimpa bencana gempa dan tsunami di tahun 2004. Dalam kesulitan masih ada saja huru-hara, ada aktivis LSM yang tertangkap "menjarah" barang batuan lalu ramai-ramai dikepruki tentara, di sana-sini terdengar teriakan ... "hei, bantuan asing perlu dicurigai karena ada agenda tertentu" (sudah dibantu malah curiga), saling komplain  soal proyek-proyek rehab-rekon dll dll. Bangsa ini yang saya maksudkan ini juga pernah "mengusir pergi" para relawan asing yang membantu sewaktu terjadi gempa di kota mereka yang dijuluki kota pelajar. Ibu kota negara dari  bangsa yang saya maksudkan tesebut pernah mengalami bencana banjir yang parah. Ketika itu perahu bantuan malah disewakan oleh petugas kepada para korban banjir. Anda tahu bangsa yang saya maksudkan? Ya, bangsa kita inilah. All about dignity of nation. Belum cukupkan gambaran itu? Lihatlah dan coba berikan makna ketika FIFA ingin menegur PSSI,  skaligus menampar nurdin halid, dilakukan di Timor Leste   Negeri bekas teritori Indonesia. Malunya jadi berlipat ganda. Kita suka bicara bahwa kita bangsa besar dengan harga diri yang tinggi tapi bagaimana faktanya? Tak tega saya mengatakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NTT adalah propinsi kelautan yang sarana - prasarana tarnsportasinya sering menjadi faktor kendala dalam mobilitas antara pulau. Pemerintah pusat lalu mengirim bantuan sebuah kapal motor penyeberangan (KMP). Bukannya dipakai malah oleh Pemda - katanya sudah berkonsultasi dengan pemerintah pusat - lalu menyewakan KMP ini kepada pemerintah Timor Leste. Lucu? Ya, sangat.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102); font-style: italic;"&gt;Sooooo what gitu loh&lt;/span&gt;?????? Republik ini maunya apa toh? saya sungguh tak tahu tapi saya lalu teringat sebuah lagu yang pernah dinyanyikan oleh Jose Feliciano  yang pertama kali saya dengar di tahun 1970-an semasa di bangu SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu berjudul "Che Sara". Saya ingat lagu ikarena ada memori tersendiri. Doeloe kala lagu ini pernah saya nyanyikan sambil bermain gitar guna "mengetest" kemampuan bernyanyi saya. Lho mengapa demikian? Saya ceritera sedikit.  Pada waktu itu, di antara tahun 1978 - 1981, Kota Kupang dilanda demam anak-anak muda yang berlomba-lomba mendirikan grup vokal - vocal group. Bermodalkan 1 atau dua buah gitar + beberapa orang yang asal menyanyi tidak fales, jadilah sudah VG. Nah, saya kebetulan punya sedikit kemampuan bermain gitar. Tagal itu, jadilah saya anggota VG di SMA 1 Kupang. Sekolah saya. Di luar sekolah, sayapun ikutan VG yang sering mengisi liturgi puji-pujian di beberapa Gereja di Kota Kupang. Wah, top markotop-lah itu. Tapi  posisi sebagai pemain gitar belumlah memuaskan hati saya benar. Diam-diam saya juga mengincar posisi sebagai leading vocalis yang  adalah the front man dalam grup dengan segala macam "keuntungan". Keuntungan macam mana? Jualan. Lah jualan apa? Jual tampang....wkwkwkwkwk....Sebagai pemain gitar, saya merasa agak terhalangi oleh the front man sebagai pusat perhatian....narsis memang, itu saya akui. he he he he....Karena "niat luhur" ini maka saya lalu belajar menyanyikan lagu che sara-nya Jose Feliciano (sebenarnya terinspirasi oleh seorang teman SMA - kalau tidak salah ingat namanya adalah Ary Leo - yang suaranya terdengar indah jika menyanyikan lagu ini). Agak ribet  syairnya karena bahasanya terasa aneh tapi sikat terus. Mau jadi apa jadilah sudah, begitu tekad saya (ternyata belakangan saya baru tahu bahwa itulah artinya che sara). Lalu di depan tape recorder saya menyanyikan an merekam lagu itu + 1 lagu dari Koes Plus - kisah sedih di hari minggu. Bagaimana hasilnya? Luar biasa, beberapa orang yang mendengarkan hasil kerjaan saya mengomentari bahwa...he, lu pung suara bagus juga eeee.....wwwhhhuuaaaaaiiiihhhh.....melenting sudah ke langit ke tujuh. Saya bisa menyanyi. Saya bisa menyanyi. Begitu saya membatin. dan memuji diri sendiri.  Apa "pesan" dari balada saya dan lagu che sara? Ini dia: nekad, agak ngawur dan lalu...narsis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear sahabat, begitulah bagian penutup dari posting ini, yaitu saya ingin kasi tau - kalau kasih tahu nanti ada yang tanya tempe - sama anda semua bahwa terhadap berbagai fenomen sosial politik bangsa ini saya sedang tidak punya gagasan apa-apa. Kalo begitu saya maka jalani saja hidup sebagai anak bangsa ini dengan modal nekad - bondo nekad alias bonek. Mungkin itu modal kita dalam bernegara. Seperti kata Bung Karno dulu...."&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-jbwVH_5EXcU/TYGTiskHtwI/AAAAAAAABvE/NAAYiB0JcBs/s1600/soekarno_09.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 120px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jbwVH_5EXcU/TYGTiskHtwI/AAAAAAAABvE/NAAYiB0JcBs/s200/soekarno_09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584907237203621634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;merdeka dulu, urusan lain menyusul".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bagi Bung Karno, kemerdekaan itu dia analogikan dengan kawin. Ada yang  berani kawin, lekas kawin, dan ada yang takut kawin. Ada yang berani  kawin “kalau sudah punya rumah gedung, sudah ada permadani, lampu  listrik, dan tempat tidur mental-mentul”. Ada yang berani kawin “kalau  sudah mempunyai meja satu, kursi empat, dan tempat tidur”. Beda dengan  orang Marhaen, yang “kalau punya satu gubug, satu tikar, satu priuk :  dia kawin”. “Sang Klerk dengan satu meja, empat kursi, dia kawin”. Jadi,  yang jadi soal adalah : “kita ini berani merdeka atau tidak?” karena  kalau masih menunggu ini itu selesai sebelum merdeka, atau menunggu  tiap-tiap dari 70 juta rakyat Indonesia merdeka dulu jiwanya, maka  “sampai lobang kubur pun Indonesia tidak akan pernah merdeka”. (Bung Karno dalam persidangan  &lt;em&gt;Dokuritsu  Zyunbi Tyoosakai&lt;/em&gt;, Juni 1945)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Bung dan Zoes, kadang-kadang terlalu njemlimet denga persoalan kita bisa mandeg. Bisa tidak bekerja apa-apa. Sekali-sekali ayo kita tidak usah berpikir terlalu rumit - mersangsek saja dahulu, maju dahulu dan persoalan ditangi belakangan. Mujarabkah metode ala Bung Karno ini? Tak tahulah awak ni. Sejarah rekiliek dan Bung Karno membuktikan bahwa nekad bisa membawa kita kepada tujuan tetapi lalu ketika telah beada di tempat yang dituju kita bisa ngawur dan kehilangan arah. Ajaibnya kita kerap bangga dengan keanehan itu dan lalu narsis. Benarkah saya? Suka-suka. Mana suka. Su ba suka. Che sara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-MXQTWCTc0aI"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-yZhEJLn4yNk/TYGSQ_a4RbI/AAAAAAAABu8/Eq8dFoZFNGE/s1600/jose-feliciano.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 120px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-yZhEJLn4yNk/TYGSQ_a4RbI/AAAAAAAABu8/Eq8dFoZFNGE/s200/jose-feliciano.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584905833515861426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=F0xGpvtqbuc&amp;amp;feature=related" title="Che Sara - Jose Feliciano"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Che Sara - Jose Feliciano&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Jose Feliciano adalah penyanyi Amerika Serikat yang lahir di Puerto Rico. Dia memiliki jejak karir dan diskografi yang panjang dan cemerlang. Sejak berusia 3 tahun Jose telah menyanyi. Pada tahun 1963, ketika dia berumur 18, dia dikontrak oleh perusahaan rekaman RCA Victor. Sejak itu ratusan lagu, baik yang berbahasa Inggris maupun Spanish-Latin, telah direkam Jose Feliciano. Puluhan di antaranya "meledak" di tangga-tangga lagu dunia. Lagu "che sara"  direkam oleh Jose dan mendapatkan kepopuleran yang luar biasa di Eropa dan Asia. Jose mencapai puncak ketenarannya. Enam (6) buah Grammy Awards serta puluhan penghargaan lainnya menjadi bukti "kesaktian" Jose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu dengan tema "terserah" seperti ini pernah pula dinyanyikan oleh penyanyi perempuan Doris Day di tahun 1950 - 1960-an. Silakan dengar. Bagus juga.&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-MXQTWCTc0aI"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:100%;"  lang="IT" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" id="video-long-title-MXQTWCTc0aI"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=MXQTWCTc0aI" title="Doris Day - Que sera sera - with Lyrics"&gt;Doris Day - &lt;b&gt;Que sera sera&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Nah, supaya jangan terlalu jadul, bagaimana dengan che sara ala Indonesia yang dinyanyikan  Glenn Fredly di bawah judul "terserah" &lt;div id="comments-view" type="everything" class=""&gt;&lt;div class="comments-section"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=VznMdOOcYsU&amp;amp;feature=related" class="video-list-item-link "&gt;&lt;span dir="ltr" class="title" title="Grenn Fredley - Terserah"&gt;Glenn Fredly - Terserah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di antara 3 "model" che sara di atas anda suka yang mana? Che Sara. Que Sera. Terserah. What Ever Will Be Will Be (si ever pi bet ju pi - terjemahan seenaknya dalam bahasa kupang xi xi xi)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-5576673585824254593?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='republik oh rekipliek, apa mau mu? che sara'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/5576673585824254593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=5576673585824254593&amp;isPopup=true' title='62 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/5576673585824254593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/5576673585824254593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/03/republik-ini-mau-jadi-apa-che-sara.html' title='republik oh rekipliek, apa mau mu? che sara'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-uLK6aooZ2Wo/TYbj6QKdJvI/AAAAAAAABvM/_lg9VWmNvM8/s72-c/green-job-crossroads.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>62</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-1229952730814359008</id><published>2011-03-02T17:18:00.016+08:00</published><updated>2011-03-21T13:21:26.112+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>anak ku perempuan sudah jadi sarjana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2AkfHIBxLso/TW4q9R1c_lI/AAAAAAAABuk/p_1eD0w9N2k/s1600/puput-wisuda.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 165px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2AkfHIBxLso/TW4q9R1c_lI/AAAAAAAABuk/p_1eD0w9N2k/s200/puput-wisuda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579444220606611026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Dear&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Teolog dari Gereja Lutheran, Jerman dalam bukunya yang berjudul "Earth Community Earth Ethics", menuliskan bahwa bumi kita ini adalah sebuah rahim yang lambat. Amat lambat. Bukan cuma lambat, tetapi proses pembentukan kehidupan dalam rahim Bumi adalah sebuah proses yang kasar, traumatik, penuh sentakan-sentakan, kesekaratan, kepunahan dan mulai dari awal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, 15 milyar tahun yang lalu universe dibentuk hanya melalui sebuah ledakan dari gas yang berukuran kecil tak terhingga yang berpendar dengan kecepatan tak terhingga. Bersamaan dengan kilatan ledakan itu, tata surya dan semua benda langit dihamparkan begitu saja. Lima (5)  milyar tahun setelah ledakan besar itu barulah terbentuk bintang-bintang penting dan galaksi-galaksi. Setelah itu diperlukan 5 milyar tahun lagi barulah terbentuk galaksi bima sakti, yaitu galaksi kita, dengan matahari sebagai pusat dan planet-planet- antara lain bumi kita - berputar mengelilingi matahaari. Ketika itu, Bumi kita hanyalah batuan lebur yang secara terus menerus mengalami gempuran hujan meteor. Setelah gempuran meteor mereda barulah sel hidup pertama terbentuk. Lantas, 3,9 milyar tahun lampau proses fotosintesis untuk membentuk karbohidrat untuk pertama kalinya terjadi.  2 milyar tahun yang lalu sel-sel yang lebih kompleks, dan terampil menggunakan oksigen, menyebar memenuhi bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara 2 milyar sampai 570 juta tahun yang lalu kehidupan berkembang tenang. Dimulai dari terbentuknya makhluk hidup bersel banyak di dasar laut lalu kehidupan berjalan  cepat tetapi  tidak dramatik. Ada erupsi-erupsi yang menyuburkan permukaan tanah lalu hadirlah hewan-hewan tanah seperti cacing dan cs-nya. Akan tetapi memasuki 400 -300 juta tahun lalu tiba-tiba semua kehidupan itu menghilang secara dramtis dalam kemusnahan besar Cambrian. 300 juta tahun lalu kehidupan terbentuk lagi. Ikan-ikan bersirip, binatang melata, binatang bertulang belakang dan pohon-pohon bersebaran. Tetapi 245 juta tahun lalu terjadi lagi kemusnahan besar dimana 70-95% spesies musnah dan tak pernah muncul lagi. Namun demikian 200 juta tahun lalu kehidupan muncul lagi. Dinosaurus, burung, bunga, semak dan pohon mereba semerbak sampai masa jurassik. Setelah itu dinosaurus dan berbagai spesies lainnya musnah. Datanglah spesies baru. Kucing, anjing, kera dan beberapa mamalia lain hadir di antara 40-30 juta tahun lalu. Beruang, babi dan unta terlihat pada 4,5 tahun yang lalu. Pada masa itu, tanah berumput bertebaran. Sekitar 2,6 juta tahun lalu kera besar Homo habilis eksis dalam wilayahnya dengan menggunakan peralatan dari batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1,5 juta tahu lalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Homo erectus&lt;/span&gt; sang pemburu muncul bersamaan dengan domba, bison dan aneka mamalia lainnya. Lantas, di antara 400.000 - 200.000 tahun yang lalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Homo sapiens&lt;/span&gt;, bapak/mamak moyang kita, berjalan tegak (konon Homo sapiens pertama yang turun dari pohon dan berjalan tegak bernama Lucy ... bukan Ludji ... he he he he...). Pertanian teridentifikasi dipraktekan pada 12-000 - 10.000  SM. Ternak dijinakan pada 8000  SM.  Petani di Cina menanam padi 7500 SM. Roda dan tulisan hadir dan berkembang, bersamaan dengan peradaban Mesopotamia,  hadir pada 3500 SM. Dengan modal tulisan lalu orang Yunani berfilsafat 600 tahun SM. Yesus adalah penanda tahun Masehi. sekitar 2000 tahun yang lalu. Bangsa moderen muncul 400 tahun yang lalu. Revolusi industri 200 tahun lalu. Robert Riwu Kaho lahir 1933 dan menjadi penanda klan Riwu Kaho tagal perkara guru HIS-nya yang mencampurkan begitu saja nama ayahanda Robert, yaitu Riwu dan  kakek ayahandanya,  yaitu Kaho. Tahun 1960 anak Robert yang pertama, bernama Dari Riwu Kaho hadir sebagai bayi. Tahun 1963 lahirlah adiknya Dari, yaitu Ludji Michael. Pada tahun 1984 lahir cucu pertama Robert, yaitu Norman, yang adalah anak pertama Ludji Michael. Tahun 1987 lahirlah anak ke-3 Ludji. Seorang anak perempuan. Pertama dan satu-satunya yang perempuan dari total 5 orang anak. Dan pagi itu, pukul 08.00 WITA bertempat di Aula Universitas Nusa Cendana. Si anak perempuan itu diwisuda. Pembaca nama wisudawan asal Fakultas Hukum memanggil namanya: &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joan Patricia Walu Sudjiati Riwu Kaho, SH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dengan indeks prestasi kumulaif 3,46. Dia maju ke depan meja Anggota senat dan diwisuda. Saya hadir di situ. Tertegun dengan mata yang berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Blogger terkasih, anda sungguh tidak salah jika menebak bahwa lewat posting ini saya ingin  membicarakan tentang Puput. Oh iya, nama Puput berasal dari kata  Putri karena dia adalah anak perempuan saya. Seingat saya, Oma Tien almarhum juga menyapa dia sebagai Putri. Tetapi kemungkinan besar anda akan salah menebak jika berpikir bahwa ketertegunan saya dan keharuan saya pada peristiwa wisuda Puput adalah karena wisuda itu sendiri. Sejujurnya harus saya katakan bahwa bukan peristiwa wisuda itu sendiri yang membuat saya tertegun dan terharu. Bukan. Peristiwa wisuda bagi saya nyaris merupakan peristiwa biasa. Saya sendiri pernah diwisuda 1 kali, yaitu pada saat menyelesaikan pendidikan sarjana strata 1 saya pada tahun 1986,  1 April. Tetapi jauh sebelum itu, sejak tahun 1982 saya sudah sangat berpengalaman memakai baju toga wisudawan sebagai petugas "pedel" dalam acara wisuda. Tugas itu saya emban terus menerus dan terhenti hanya ketika saya sendiri diwisuda. Bahkan pada saat  saya diwisuda saya masih saja bertugas juga sebagai pembaca janji alumni.   Setelah diangkat sebagai dosen PNS di Undana, tugas pemegang "pedel" saya lanjutkan lagi sampai tahun 1990 ketika saya melanjutkan studi strata 2 di IPB, Bogor. Kembali dari IPB, saya kembali bertugas sebagai MC dan baru terhenti sama sekali pada tahun 2000. Saya bosan dan tidak mau lagi terlibat dalam acara wisuda sebagai panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam acara wisuda-an masih saja berlanjut ketika isteri saya, Dolly, diwisuda sarjana pada tahun 1990 dan pasca sarjana tahun 2005. Semasa masih mengabdi di Universitas PGRI NTT, setiap wisuda saya hadir di panggung anggota senat Universitas karena saya pejabat di sana. Tahun 2007 saya menghadiri upacara wisuda sarjana anak saya yang pertama, Norman ,di Undana. Lalu pada tahun 2010 saya sekali lagi menghadiri acara wisuda s2-nya Norman di UGM. Singkat kata, acara wisuda tidak lagi menjadi sesuatu yang istimewa bagi saya. Mungkin karena itu, saya sendiri hanya mau diwisuda 1 kali saja, yaitu pada saat s1. Selanjutnya saya tidak merasa perlu mengikuti acara wisuda yang cenderung  bertele-tele dan membosankan itu. Tetapi mengapa pada saat wisuda Puput, saya harus tertegun dan berkaca-kaca? Jawabnya sederhana, yaitu kenangan atas kejadian masa lalu dan ketidak pastian di masa depan. bagaimana jelasnya? Begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak selambat rahim bumi yang memerlukan 15 milyar tahun sebelum sampai ke bentuknya yang sekarang tetapi kelahiran Puput adalah kelahiran yang amat terlambat. Jika waktu hamil sampai bersalin secara normal adalah 9 bulan 9 hari maka lamanya Puput dalam rahim mamanya hampir 10 bulan. Melebihi waktu normal dan berbahaya secara medis. Tawaran operasi cesar terpaksa diabaikan karena saya tidak punya uang.  Karena itu, kami suami dan isteri amatlah gundah gulana. Tapi tak disangka, pada tanggal 18 Februari  1987 malam, saya ingat betul tentang hal ini, mamanya dan saya sedang menonton acara aneka ria safari di TVRI. Giliran penyanyi Johni Iskandar dan grupnya  "orkes melayu pengantar minum racun" terdengarlah syair lagu yang bunyinya ..."ku sentuh jari lembut mu". Ketika divisualisasi eh yang ditunjukkan adalah gambar singkong bakar yang hangus kehitaman. Saya hanya nyengir kuda tetapi tak saya duga mamanya Puput tertawa terpingkal-pingkal lalu sejurus kemudian ..... masih sambil tertawa .... dia berlari ke kamar mandi....saya bertanya "kenapa?. Dolly menjawab ..... "saya tidak tahan mau pipis karena kebanyakan tertawa". Tak lama kemudian mamanya Puput keluar sambil setengah berteriak mengatakan bahwa "saya sudah dapat tanda mau melahirkan". Besok paginya, 19 Februari 1987 Puput lahir.....luar biasa, anak ini hanya mau melihat dunia kalau sudah mendengar musik dangdutnya Johni Iskandar. Puput memang spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berumur 10 bulan, Puput mengalami sakit demam yang hebat. Berkali-kali kejang dan pingsan. Opa dan Omanya cuma bisa menangis. Saya juga tak berdaya. Puput bergumul dengan maut 1 hari penuh sejak subuh sampai subuh kembali. Kami serumah berkumpul dan berdoa menyerahkan semua perkara hanya kepada Tuhan. Kami kohon kesembuhan tetapi jika Tuhan berkehendak yang lain maka biarla jadi menurut kehendak-Nya. Harapan kami tipis. Tetapi besok paginya, Puji Tuhan, dia sembuh kembali. Sejak itu Puput tumbuh dan berkembang dengan watak yang keras bagaikan anak lelaki. Memanjat pohon adalah hobinya. Dialah yang mengajarkan kepada 2 kakak laki-lakinya tentang teknik berpindah dari 1 pohon ke pohon lainnya jika 2 batang pohon tumbuh berdekatan. Adik laki-lakinya yang dua orang amat takut pada gamparan si Puput. Olahraganya adalah Karate, Taekwondo dan olah tenaga dalam. Hobinya bermain musik dan istrumen yang dikuasainya adalah drum. Ya, Puput adalah drummer band Nobita di Kupang. Aneh memang anak ini. Tidak berkembang sesuai keinginan saya yang cuma punya 1 anak perempuan. Sambil bergurau saya sering mengatakan bahwa jumlah anak saya ada;ah 4.5 laki-laki dan  0.5 perempuan. Hanya sebegitukah kisa masa lalu Puput sebagai modal keharuan saya? Belum semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada  satu peristiwa lagi yang lalu berkaitan dengan kegamangan tentang masa depan. Persitiwa itu adalah peristiwa yang amat mengecewakan hati saya dan lalu saya selalu mengalami "ketakutan" akan masa depan Puput. Menjelang tamat SMA Puput menyampaikan niatnya untuk menjadi Pendeta dan karenanya akan kuliah di Fakultas Teologi. Saya sangat bersukacita mendengar niatnya ini karena diam-diam saya memimpikan bahwa salah satu anak saya bisa menjadi pendeta.  Mamanya serta Opa dan Omanya almarhum juga tak kalah bergirang hati. Kami semua bedoa dan bernazar pada Tuhan semoga kiranya Tuhan berkenan atas rencana Puput. Tetapi saya menjadi kecewa kareana pada masa pendaftaran testing kami diberitahu oleh Puput bahwa dia tidak lulus test kesehatan. Puput tak bisa kuliah di Fakultas Teologia. Kami sedih tapi masih berpikr bahwa mungkin ada rencana Tuhan yang lain. bagi dia. Tetapi kekecewaan itu berubah menjadi kegeraman dan amarah yang amat besar sampai-sampai saya nyaris hilang kontrol diri dengan jalan meminu obat penenang jauh melebihi dosis - tetapi sampai tulisan ini dibuat, Puput, mamanya dan semuanya tidak pernah saya beritahu tentang kemarahan saya itu. Mengapa saya marah besar? Ternyata menurut salah satu sahabat saya yang adalah staf dosen di Fakultas Teologia, yang ikut mengetest,  Puput sebenarnya diterima di Fakultas Teologia tetapi dialah yang memutuskan untuk mundur. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Luar biasa mengecewakan. Anak yang sudah kami nazarkan agar dapat menjadi pelayan Tuhan, penerus jabatan orang-orang Lewi, malah tega menghancurkan impian kami semua. Bukan cuma itu, saya menjadi ketakutan karena dengan begitu Puput "telah melarikan diri" dari Rancangan Tuhan. Pencobaan bagi saya sebagai orang tua Puput belum kelar. Sebagai ganti "ngancirnya" Puput dari Fakultas Teologia dia mendaftar ke Fakultas Ekonomi, UKAW. Cuma betah 1 tahun, dia pindah ke Fakultas Hukum Undana. Buang waktu Buang uang dan, sebagai pelipur lara hati, saya bergumam "buang sial" he he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah alasan mengapa ketika Puput diwisuda saya malah  tertegun dan berkaca-kaca. Ceritera hidup Puput sering membawa kami ke tepian kegalauan.  Tidak persis benar tetapi kisah hidup Puput dapat dilihat dalam perspektif kekasaran  yang terjadi dalam rahim bumi yang amat lambat itu. Proses penciptaan bumi adalah proses yang berliku-liku,  dan keras serta mematikan dan menghidupkan silih berganti. Menurut kacamata ateis, semua itu terjadi karen misteri hukum-hukum alam. Menurut kami, termasuk saya, yang teistik, semua itu adalah karya Tuhan. Sebagai Kristiani saya mengenal Mazmur 23 yang memberi gambaran bahwa hidup memang silih berganti antara kesukaran dan kebahagiaan.  Puput juga demikian. Ketika kami berpikir bahwa sentakan hidupnya akan berakhir ternyata dia masih ada sampai saat wisuda. Ketika kami bersuka cita bahwa dia sudah ada dalam perjalanan menjadi pelayan Tuhan, Puput malah membelokan sendiri arah jalannya. Saya tertegun akan hikmah dari semua itu, yaitu ketika anda ingin berbahagia ingatlah ada kesusahan mengintip di balik punggung kebahagiaan itu. Ketika anda berkesusahan janganlah hilang harapan karena ada kebahagiaan menanti di depan.  Saya memahami betul itu dan lalu di situlah saya tertegun. Kalau benar bahwa Tuhan hadir dalam semua rancangan baik lalu Tuhan itu maunya apa?  Tuhan itu mau kita bahagia atau tidak? Tuhan punya rencana apa ketika yang DIA ciptakan lalu dimusnahkan dahulu sebelum kehidupan baru ditumbuhkan?  Mengapa Puput akhirnya diwisuda sebagai sarjana hukum dan bukan sarjana Teologia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari wisuda yang membahagiakan bagaimana hidup Puput selanjutnya. Dia yang pernah dinazarkan agar dapat menjadi pelayan lalu menolak apakah ada hari baik baginya? Hari yang menggembirakan Puput lalu hari bagaiman yang akan menyusahkan bagi Puput? Saya sunggu tak tahu. Puput tak tahu. Tak seorangpun yang tahu. Rancangan Tuhan sungguh tak terselami. Bahagia kah? Kesusahan kah? Kapan bahagia? Kapan susah? Apakah masih perlu ada kesusahan dalam rancangan  Tuhan karena bukankah Tuhan itu Maha Baik? Pertanyaan yanag sama sahihnya dengan pertanyaan pada fenomena sejarah bumi bahwa mengapa harus ada penderitaan jikalau ada tertulis bahwa "semua baik adanya". Itulah kembimbangan atas ketidak pastian. Lalu manusia memang selalu bimbang ketika bertemu dengan ketidakpastian dan hal itu menyusahkan hatinya. Saya mengalami itu tepat ketika Puput diwisuda. Saya teringat bahwa tagal perkara kebimbangan antara bahagia dan penderitaan maka beberapa filsuf menyatakan bahwa hal ketidakpastian itu membuat manusia tidak merdeka dan lalu berpikir bahwa Tuhan sebenarnya tidak ada. Sartre mengatakan bahwa "jika Tuhan itu ada maka manusia kehilangan  kebebasannya dan karena itu kehilangan eksistensinya. Jadi Tuhan harus  tiada supaya kitalah yang akan menentukan sendiri kapan bahagia kapan  menderita. Eksistensi manusia ada keputusan bebasnya itu". Nietszche lalu mengatakan bahwa "Tuhan sudah Mati", kita yang membunuhnya".  Yang lainnya bertanya, jikalau DIA ada mengapa masih harus ada kesusahan di bumi dan bukan cuma kebahagiaan. Kisah bumi mengkonformasi hal itu. yaitu  dibalik kehidupan ada kemusnahan. Lalu harus bagaimana Puput? bagimana pula saya?  Tetapi saya lalu teringat akan percakapan antara 2 orang. Yang 1 ateistik dan yang lainnya teistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ateis : apakah kamu mengenal secara persis Tuhan yang kamu sembah&lt;br /&gt;Teis  : oh....tidak seluruhnya. Saya hanya memahami apa yang bisa yang saya pahami&lt;br /&gt;Ateis : Lha, jikalau begitu mengapa kamu masih harus menyembah DIA yang tidak bisa kamu pahami itu?&lt;br /&gt;Teis : Justru karena tidak memahaminya itulah saya menjadi gentar, takjub dan tak berdaya di depan-NYA. Lalu, saya memilih untuk menyembah-NYA&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dear sahabat, Anda bebas memilih sikap apapun karena anda terlahir bebas. Anda boleh memilih bahwa masa depan anda seluruhnya adalah urusan anda sendiri dan tidak ada urusan dengan Tuhan. Tetapi ijinkan saya dan Puput dan seisi rumah saya, dengan penuh rasa gentar, takjub dan tak berdaya lalu tertegun dan berkaca-kaca, memilih untuk percaya bahwa wisuda Puput dimungkinkan oleh &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-rQCpS3MDmFc/TW4zkyEFpKI/AAAAAAAABus/l4WlcPMgjgQ/s1600/wisuda.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 172px; height: 121px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-rQCpS3MDmFc/TW4zkyEFpKI/AAAAAAAABus/l4WlcPMgjgQ/s200/wisuda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579453695365850274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tuhan dan karena itu masa depan yang indah juga bukan  hal yang mustahil bagi Puput karena Tuhan akan memungkinkannya. Yang diperlukan cuma ini: "percayalah dan karena itu bekerjalah karena percaya adalah bekerja itu sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=VGJGd4yZUO4&amp;amp;feature=related" class="video-list-item-link "&gt;&lt;span dir="ltr" class="title" title="GAUDEAMUS IGITUR"&gt;GAUDEAMUS IGITUR&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul id="watch-related" class="video-list"&gt;&lt;div id="ppv-container" class=""&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-1229952730814359008?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='anak ku perempuan sudah jadi sarjana'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/1229952730814359008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=1229952730814359008&amp;isPopup=true' title='62 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/1229952730814359008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/1229952730814359008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/03/anak-ku-perempuan-sudah-jadi-sarjana.html' title='anak ku perempuan sudah jadi sarjana'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2AkfHIBxLso/TW4q9R1c_lI/AAAAAAAABuk/p_1eD0w9N2k/s72-c/puput-wisuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>62</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-4170594360377903085</id><published>2011-02-05T12:29:00.011+08:00</published><updated>2011-02-18T10:06:23.228+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>sindroma lemming: went on until finally you're exhausted</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TU-f0cspovI/AAAAAAAABuU/Zo9W3uZgphk/s1600/lemming.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TU-f0cspovI/AAAAAAAABuU/Zo9W3uZgphk/s200/lemming.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570846987486077682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang bulan Februari. Bulan kedua dalam tahun 2011. Selamat bulan baru wahai Tuan dan  juga Puan. Kita sudah di sini. Sampai di sini Tuhan sudah berjalan bersama kita. Anda sehat sejahtera? Saya sejahtera kendati kurang sehat. Tak Apa. C'est La Vie. That's the life. Itulah hidup. Jalani saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian sahabat baru saja merayakan hari raya Tahun Baru Imlek 2562. Shio kelinci logam., kata mereka yang paham.  Kelinci si cerdas nan banyak teman tapi sangat berhati-hati. Gong Xi Fa Cai. Semoga kemakmuran dan kesejahteraan beserta anda. Benarkah anda memperoleh kemakmuran? Benarkah anda sejahtera? Mungkin ya dan mungkin pula tidak. Probability is fifty. Di Shio kelinci ini semua bisa terjadi. Ada yang bahagia. Ada yang berduka. Nurdin Khalid bahagia karena pertemuan PSSI di Bali memberikan jaminan bahwa si do'i  masih berkesempatan memimpin PSSI lagi kendati miskin prestasi dan banyak musuh. Presiden Mesir, Husni Mubarak,pasti tidak sedang berbahagia karena kursi empuk seusia 30 tahun digoyang ke kiri dan ke kanan. Pasti pusing dia kendati tentara masih melindungi dia. Ahaaaaaa....ternyata tidak semua hal berjalan sesuai harapan kita bukan? Tapi mau bagaimana lagi.  Tak Apa. C'est La Vie. That's the life. Itulah hidup. Jalani saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya jalani saja terus karena hidup memang harus terus berlanjut apapun yang terjadi.  Hakekat dari berjalan adalah dinamika. Hakekakat dari dinamika adalah perubahan. Ya perubahan memang terjadi karena kita memang harus terus berjalan. Atau bisa  juga  dibaca sebagai teruslah berjalan karena dengan demikian anda, saya, dia dan kita semua akan menemukan perubahan. Jangan berhenti di satu titik jika ingin berubah. atau  berubahlah dengan cara teruslah berjalan. Sahabat Pendeta Sussy memberikan tips: "berubahlah dalam pola pikir dan perilaku".  Simpel. Gampang . Benarkahkah? Ya benar belaka tetapi sekaligus dengan itu kita bertemu dengan kesulitan yang tidak kecil. Amat besar bahkan.  Berubah yang bagaimana? Berubah sampai batas mana? Berjalan terus ke arah mana? Mari kita  belajar dari kisah yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah bioma tundra di pegunungan Arktik Scandinavia dan atau Skotlandia  berhabitatlah hewan liar yang disebut Lemming (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lemmus lemmus&lt;/span&gt;). Hewan ini tergolong hewan herbivora pengerat seperti tikus besar, lemur atau hamster. Tampangnya mirip-mirip kelinci. Salah satu sifat dasar dari hewan pengerat adalah cepat sekali berkembang biak. dan si Lemming juga demikian adanya. Karena itu populasi Lemming secara berkala mengalami booming lalu secara cepat menghabiskan sumberdaya pakannya. Dalam situasi seperti ini, biasanya setiap 3-4 tahun sekali, populasi Lemming menunjukan perilaku yang aneh. Ketika populasi Lemming booming, hewan ini berkumpul lalu memulai perjalanan menuruni pegunungan menuju ke arah laut secara bersama-sama. Sekali mereka bergerak maka tak ada kuasa apapun juga yang mampu menghentikan ata membelokan arah pergerakan gerombolan Lemming ini kendati ada yang mati kelelahan, diterkaman elang, diinjakan sapi, dihanyutkan arus deras  sungai yang dilintasi, serta berbagai ancaman serta hambatan lainnya.  Anehnya lagi, sembari terus bergerak ke arah laut, mereka melanjutkan kebiasaan mereka sehaari-haari. Lemming-lemming ini tetap berlari kian kemari, mencari makan dan terus berkembang biak. Hidup seperti biasa dan terus bergerak menuju laut. Tepi lautpun ternyata bukan akhir perjalanan kelompok besar Lemming ini. Secara beramain-ramai gerombolan ini menceburan diri kedalam laut. Jika tepi laut adalah tebing karam, kelompok Lemming tidak ragu untuk meloncat dari atas tebing seberapapun curam dan tingginya tebing tersebut. Di lautpun Lemming akan terus bergerak dengan cara berenang. Kemana? Tak ada tujuan lain selain maju terus bergerak ke depan dengan cara berenang. Ya, mereka terus berenang, berenang dan berenang sampai kehabisan tenaga.  Sampai Lemming terakhir mati. Sungguh fenomena yang dahsyat dan aneh. Disebut dahsyat karena gerak migrasi tanpa kompromi menuju kematian itu jelas bertentangan dengan  naluri setiap makhluk hidup untuk bertahan hidup. Mengapa Lemming  malah menjemput kematian. dengan begitu bersemangat? Sampai sekarang, alasan Lemming melakukan migrasi  bersama menuju kematian tersebut belum sepenuhnya bisa dimengerti oleh para ahli. Sebagian pakar menyebutnya sebagai upaya altruism Lemming dalam mengendalikan populasi. Sebagian menyebutkannya sebagai fenomena bunuh diri Lemming. Ada perusahaan game on line mengkreasikan game dengan tema bagaimana menghentikan perjalanan Lemming. Anda harus mengupayakan agar Lemming yang pandai itu terhenti perjalanannya. Perusahaan game lainnya menciptakan game untuk menolong Lemming yang bodoh agar terhindar dari marabahaya dalam perjalannya. Apakah anda akan memenangkan Lemming yang pandai atau bodoh, saya tak pasti. Satu hal yang pasti, gerak maju Lemming tak terhentikan. Sekali memutuskan bergerak maka Lemming akan berjalan, terus berjalan dan terus sampai akhirnya berarak-arak menuju kematian. Fenomena ini disebut sebagai sindroma Lemming&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=vF_E10e4Bzo" title="Lemming Migration Along the Norwegian Coast."&gt;&lt;b&gt; (Lemming Migration&lt;/b&gt; Along the Norwegian Coast).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mau saya sampaikan dari kisah di atas adalah bahwa perubahan dan perjalanan  ternyata tidak selamanya berakhir positif. Ternyata adapula perjalanan yang berakhir pada kematian nan tragis. Karenanya saya mengusulkan hendaknya pergerakan, perjalanan dan perubahan harus memiliki defenisi yang jelas. Tanpa itu dinamika dapat berakhir tragis. Dalam kaitan itu, dalam khasanah ilmu pengetahuan ekologi dikenal apa yang disebut sebagai  ambang batas, yaitu daya dukung lingkungan terhadap semua bentuk pemanfaatan sumberdaya lingkungan. Manfaatkanlah lingkungan hidup anda sampai batas tertentu. Ketika anda melewati batas itu ...... watch out....lingkungan akan menampar balik anda. Bencana. Ketika ambang batas daya dukung lahan kehutanan atau aerah aliran sungai dilewati maka yang tersisa adalah bencana longsor, kekeringan dan banjir. Ketika ambang batas daya dukung atmosfir dalam mengendalikan emisi gas-gas rumah kaca terlewati maka berubahlah iklim. Belakangan dunia diancam oleh iklim yang berubah secara global dan mengancam kehidupan manusia. Pertanyaannya siapa yang melanggar daya dukung itu? Manusia dan prinsif antroposentrimenya, yaitu ambil sebanyak-banyaknya, manfaatkan sepuas-puasnya, habiskan  setandas-tanasnya dan buang sampahnya. Alam dikeruk habis-habisan melampaui ambang batas dan lalu sistem lingkungan alam itu ambruk. Alam yang semula adalah pelayan kehidupan lalu berubah menjadi predator bagi kehidupan. Ketika bencana terjadi, semua terperangah lalu tiba-tiba semua berubah menjadi alim. Di mana-mana dibikin acara doa bersama. Dimana-mana bermncuan posko peduli bencana degan bendera partai atau bendera promosi produk tertentu....eeealaaahhhh, bencana koq malah dipolitisasi dan dikomersialisasikan..... theerrrlallluuuu...kata bang haji oma irama. Tapi lihatlah, gejala alim tersebut berlangsung tak akan lama. Ketika bencana berlalu,  kehidupan kembali  berjalan normal. Business as usual.  Ambil, manfaatkan, habiskan dan buang sampahnya. Bencana demi bencana seolah tbukan pelajaran. Pada titik ini, terlihatlah bahwa ternyata ras Manusia mengidap sindrom Lemming yang kronis. Semua terus bergerak bersama-sama  ke arah 1 tujuan, yaitu lautan luas lalu habis tenggelam di sana.  Peringatan, halangan, hadangan, dan becana tak menggoyahkan arah pergerakan ini, yaitu menuju kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan anda mengira bahwa sindroma Lemming hanya dapat digunakan untuk menerangkan fenomen kerusakan lingkungan. Oh, tidak. Perhatikan perkara berikut ini. Sejak dahulu kala gejala korupsi itu sudah ada. Referensi saya yang bersal dari Alkitab mencatatkan bahwa Judas Iskariot adalah bendahara kelompok murid Yesus yang curang dan korup. Itu 2000 tahu yang lalu tapi lihatlah, masa sekarang ini kita punya Gayus, mafia hukum, mafia peradilan, penipu-penipu di Wallstreet dan koruptor-koruptor lainnya. Orang tahu bahwa korupsi itu jahat dan salah tetapi mengapa hal itu terus dilakukan? Kata Lord Acton: "power tend to corrupt". Kita lalu tahu bahwa akar korupsi adalah kekuasaan. Kekuasaan yang bagaimana? Lihatlah ontoh berikut ini. Kerajaan Romawi, Kerajaan Mongol-nya si  Genghiz Khan, Napoleon Bonaparte di Perancisd dan atau Kerajaan 1000 tahunnya Hittler  meluaskan imperium mereka dengan cara menebar kekerasan. Di bawah rezin kezaliman kekerasan, intimidasi dan pembunuhan para penguasa haus darah ini menjajah hampir seluruh dunia. Tapi semua kita juga tahu apa nasib imperium-imperium itu. Semuanya habis ditelan samudera sejarah. Tapi perilaku fasisme kekuasaan ternyata amat menggoda. Prinsip antropsenstrisme, yaitu ambil, manfaatkan, habiskan dan buang sampahnya terus saja dipraktekkan berulang-ulang sampai sekarang.  Polisi, jaksa, hakim (dalam konteks sekarang di Indonesia ada Komisi III DPR RI dan KPK dan satgas pemerantasan mafia hukum) dihadirkan oleh peradaban tetapi kekuasaan yang serong terus saja dipraktekkan. Seperti barang biasa saja dan tak terhentikan. Business as usual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita tahu bahwa dalam teorinya kekuasaan itu dapat diselenggarakan melalui 3 cara, yaitu intimidasi rakyat dan ciptakan ketakutan agar kekuasaan efektif dan efisien (Machiavellian), institusionalkan kekuasaan dalam bentuk negara absolut (Hobbesian) dan jalankan kekuasaan dengan mengedepankan moralitas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;morality of power&lt;/span&gt;). Cara 1 dan 2 sering digunakan dan membawa bencana tetapi terus saja diulang-ulang dalam aneka varian. Cara ke 3 sering efektif tetapi tidak efisien dan karenanya, kendati baik, malas dikerjakan.  Lalu bagaiman dalam prakteknya? Ketiga cara bisa dilakukan secara campur aduk lalu ditampilkan citra seolah semua sudah berlandaskan moral. Apa yang dilakukan kroni-kroni Soeharto di masa ORBA dahulu adalah ambil sebanyak-banyaknya lalu bikinlah 1 atau 2 yayasan sosial untuk membantu anak yatim, membanganu mesjid, membangun gereja dan sejensinya. Apa akibatnya? Adalah tatanan maasyarakat yang kehilangan orientasi moralitas. Batas-batas antara yang baik dan buruk atau yang salah dan yang benar sungguh dikaburkan. Anehnya, semua dijalankan secara berjamaah tanpa ragu tanpa malu layaknya business as usual. Inilah wajah dunia kemarin yang dipenuhi penguasa despot dan korup. Ini juga wajah dunia hari ini yang munafik dan kejam dan nyaris total dikendalikan oleh hukum besi pasar bebas. Korupsi, perang dan ancaman bencana perubahan iklim global adalah sahabat kita hari-hari ini. Tidak belajarkah dunia? Begitu tololkah dunia? Atau jangan-jangan semua sedang berjalan mengikuti pola sindroma Lemming yang mengerikan itu........"went on until finally you're exhausted"....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik inilah kita harus jujur mengatakan bahwa dinamika, pergerakan, perubahan dan perjalanan harus diberi batas. Batas itu adalah, izinkan saya memilih menggunakan kata ini, yaitu moralitas. Moralitas yang bagaimana? Saya usulkan adalah moralitas yang mengarah pada keadilan sosial. Sederhananya begini. Kita memang harus terus bergerak tetapi arah pergerakan kita harus menuju kepada area yang disebut sebabagi lautan keadilan.  Dalam hal ini bukan keadilan yang diberi defenisi secara individual personal melainkan suatu keadilan yang dapat diterima oleh semua orang. Bukan cuma itu, keadilan dimaksud juga harus berlaku bagi alam semesta ini. Supaya bisa hidup dengan berkeadilan maka moralitas  itulah pemandunya. Apa yang dimaksudkan dengan hidup yang dituntun oleh moralitas. Saya mengusulkan hal yang sederhana, yaitu hiduplah menurut martabat kita sebagai manusia. Lalu bagiamana yang dimaksudkan dengan martabat manusia? Saya mengusulkan lagi, yaitu hiduplah sebagaimana layaknya citra Sang Pencipta. Apa itu citra Sang Pencipta? Dalam diri setiap manusia ada citra Illahi yang dikaruniakan oleh Sang Pencipta. Dalam diri fana kita ada kuasa Ilahi. Itulah, yang dalam posting lama, saya menyebutkannya sebagai KASIH. Diri kita terbatas tetapi KASIH sungguh amat tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjakanlah KASIH dalam hidup kita setiap hari. Siapapun kita karena KASIH adalah bahasa universal yang tidak boleh dimonopoli oleh 1 kelompok tertentu. KASIH adalah bahasa bersama karena itu adalah pengalaman bersama. Bukankah semua bayi dihidupkan oleh benda yang sama, yaitu air susu? Bagaimana air susu bisa diperoleh bayi-bayi itu jika bukan karena ada KASIH kerelaan dari si empunya? Dengan KASIH maka prinsip antropsentris dapat diubah menjadi...ambil sesuai kebutuhan, manfaatkan secara efektif dan efisien, konservasi nilai-nilai kehidupan dan jangan meninggalkan sampah karena kita mendaurulangkan kebaikan....Dengan cara ini perjalanan kehidupan manusia bukanlah tiruan dari sindroma Lemming melainkan suatu perjalanan menebarkan keadilan yang dilakukan dengan penuh kasih sayang. Saya pikir hidup berkeadilan dan penuh kasih adalah mudah diucapkan tetapi sunguh tidak mudah dilaksanakan. padahal apalah hidup jika bukan pelaksanaan kata-kata. Tapi jangan kuatir, kita bisa belajar dan itu bisa dimulai dari sekarang. Tetap s&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TUzzCoI5gFI/AAAAAAAABuE/l2ll-kuMV-w/s1600/Van-Halen-5150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 105px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TUzzCoI5gFI/AAAAAAAABuE/l2ll-kuMV-w/s200/Van-Halen-5150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570094065610489938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ulit? Ya iyalah (bukan iya dong) tapi mau bagaimana lagi.  Tak Apa. C'est La Vie. That's the life. Itulah hidup. Jalani saja (karena hidup adalah sesuatu yang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=I4BS9QN0Zeg" title="Van Halen - Feels So Good (Official Music Video) WIDESCREEN"&gt;&lt;b&gt;Van Halen&lt;/b&gt; - &lt;b&gt;Feels So Good&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;            &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-4170594360377903085?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='sindroma lemming: went on until finally you&apos;re exhausted'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/4170594360377903085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=4170594360377903085&amp;isPopup=true' title='122 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/4170594360377903085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/4170594360377903085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/02/sindroma-lemming-went-on-until-finally.html' title='sindroma lemming: went on until finally you&apos;re exhausted'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TU-f0cspovI/AAAAAAAABuU/Zo9W3uZgphk/s72-c/lemming.png' height='72' width='72'/><thr:total>122</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-4906207790641032022</id><published>2011-01-11T13:16:00.005+08:00</published><updated>2011-01-11T13:51:37.405+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Kristiani'/><title type='text'>ini kata pendeta lho.."rubah cara pikir rubah cara bersikap"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TSvtY3X0BNI/AAAAAAAABtw/s2_vkk6LxCw/s1600/winner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 177px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TSvtY3X0BNI/AAAAAAAABtw/s2_vkk6LxCw/s200/winner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560799176355480786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang kita sudah di hari 11 bulan 1 tahun 2011, ah sungguh sebuah tanggal cantik, salah seorang di antara sahabat blogger berkenan mengirimkan sebuah artikel. Ternyata apa yang mau disampaikan sungguh amat berharga. Kita meneghendaki hidup bahagia di tahun 2011 bukan? Nah, dalam perspektif sahabat yang satu ini, semua bisa kita capai jika kita mampu "merubah cara berpikir merubah cara bersikap". Benar belaka. Karena itu silakan mengikuti artikel lengkapnya, Oh ya, sebelum lupa, beliau adalah seorang pendeta. oleh karenanya..sssstttt...kalo mau berdiskusi dengan pendeta maka sikap harus santun ya (jika tidak...woooiii...berkat bisa tidak sampai....ha ha ha ha..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ketika aku tertidur aku  bermimpi bahwa hidup ini menyenangkan, tetapi ketika aku bangun aku tahu bahwa hidup ini perjuangan.&lt;br /&gt;Kalau kita berpikir kita kalah, kita kalah&lt;br /&gt;Kalau kita berpikir kita tidak berani,kita tidak berani&lt;br /&gt;Kalau kita ingin menang tetapi kita berpikir kita tidak bisa, hampir dapat dipastikan kita tidak bisa&lt;br /&gt;Perjuangan hidup tidak selalu dimenangkan oleh orang yang lebih kuat atau lebih cepat&lt;br /&gt;Tetapi cepat atau lambat,orang yang menang adalah orang yang berpikir bahwa ia bisa menang…..&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bunyi penggalang kalimat bijak diatas terus terngiang ditelinga dibarengi dengan bunyi petasan dan kembang api yang menggelegar membelah langit malam. Hiruk pikuk suara manusia dan kendaraan yang berseliweran, ditambah celoteh riuh rendah saudara dan sahabat yang begitu bersemangat menanti detik-detik pergantian tahun…hhmmm…lengkaplah sudah. Sangat menyenangkan memang saat-saat seperti itu.  Kita kumpul sama-sama untuk lewati detik-detik pergantian tahun dengan gembira. Semua begitu antusias menunjukkan betapa begitu pentingnya moment tutup tahun ini. Saya ikut gembira. Walau pikir saya sebenarnya ini hanya sebuah selebrasi yang sudah biasa-selalu berulang begitu-tak banyak berubah dari tahun ketahun, tapi tetap saja tak kehilangan daya tariknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit menepi dari eforia itu saya coba renungi dan ingat beberapa hal yg sudah lewat. Beberapa peristiwa sedih muncul. Ada air mata karena kehilangan orang-orang yang saya kasihi, yg telah terekam begitu jauh &amp;amp; dalam dihati. Lalu ada kegembiraan dan tawa karena keberhasilan beberapa sahabat dan saudara.  Pula ada kekecewaan karena beberapa kegagalan, penyesalan karena kesalahan dan kekeliruan yang pernah dibuat.  Semua campur aduk malam itu tersaji didepan mata seperti sebuah slide film. Kegembiraan,eforia, dan antusiasme yang kita alami jelang malam pergantian tahun merupakan makanan pembuka saja dalam sebuah jamuan makan sebelum  makanan utamanya datang.  Makan yang sebenarnya adalah terletak pada makanan utamanya bukan pada makanan pembuka. Seperti itu kira-kira apa yang kita rayakan pada malam ganti tahun.  Kegembiraan sesaat ini akan segera pergi karena esok punya cerita tersendiri. The show must go on.  Seorang saudara yang tinggal jauh mengirimkan ucapan selamat tahun baru kepada kami pas malam pergantian tahun katanya, ….Happy New Year to all family….wish you happy…tapi disertai sebuah peringatan,  don’t party to hard……….! Saya tersenyum membaca penggalan ucapannya yang terakhir itu.  Beberapa saudara dan sahabat, lalu mengajak kami duduk berkelompok dan menuliskan resolusi apa yang akan dibuat tahun depan. Harapan, niat, keinginan yang perlu dicapai ditahun yang akan datangpun ditulis.  Jujur saya sebenarnya belum bisa bergabung disitu sebab rasanya masih banyak PR yang belum saya selesaikan di tahun yang lalu. Yang lama saja belum selesai gimana mau buat sesuatu yang baru. Diselesaikan saja dulu. Lagipula menurut hemat saya, membuat resolusi baik tapi jika tanpa disertai metanoia maka hasilnya tak banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metanoia adalah sebuah perubahan cara pikir atau paradigma karena suatu kebenaran yang diketahui, diterima atau diperoleh.  Berasal dari bahasa Yunani metamorphoo yg berarti transformed or transfigured by a supernatural cange.  This change is by a renewing of the mind or spirit.  Dari itu saya kemudian tahu bahwa saya perlu    metanoia. Itu pasti. Bagaimana dengan sahabat ?  Perlu jugakah sahabat ?  Karena saya perlu maka sebagai upaya kearah itu saya berusaha terus belajar untuk menyelesaikan apa yang belum selesai, termasuk menunaikan hutang saya kepada pemilik blog,dengan try to share something here.  Tidak hanya untuk sahabat tapi sayapun perlu, bila tidak maka saya sudah ambil posisi sebagai orang farisi dan ahli taurat yang telah menerima pukulan telak dari Sang Maha Guru…”celakah kamu hai orang-orang munafik.…kamu seperti kuburan yang dilapur putih yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang-belulang dan pelbagai jenis kotoran” (membayang wajah orang farisi dan ahi taurat saat itu yang merah, hijau, kuning…kelabu karena pukulan telak….apa jadinya bila pukulan itu didaratkan kewajah saya…)&lt;br /&gt;Itulah bagian pendahuluan tulisan ini (yang mungkin kepanjangan) dan……supaya sahabat tidak keburu bosan dan ngantuk…so mari kita masuk pada intinya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang kekasih, karena hidup dipalanet ini hanya sekali dan sementara. Lagipula apa yang kita lakukan dialam yang sementara ini bakal nentukan hidup kita dialam kekekalan nanti maka amat penting bagi kita untuk bangun kehidupan yg baik dan berkualitas sekarang disini. Sebab sekali lagi, apa yang kita lakukan sekarang adalah investasi untuk kehidupan nanti. Kalau kehidupan kita ditahun yang baru ini   diibaratkan sebuah bangunan maka fondasinya harus kuat-kokoh. Ketika kita akan membangun sebuah bangunan, setelah proses rancang gambar dan design kelar, maka dimulailah pembangunannya. Pada fase pembangunan fisik inilah fondasi merupakan urusan paling penting yang harus mendapat perhatian primer.   Kondisi stabil dan kekuatan suatu bangunan akan sangat  bergantung pada kedalaman dan kwalitas bahan dasar yang akan kita pakai didalamnya.  Jika yang kita letakkan berupa eforia, yang menyala sesaat dengan warna-warni indah seperti kembang api, tapi tak lama lalu mati, maka kemungkinan akan seperti itulah kwalitas hidup kita nantinya. Bila yang kita letakkan adalah pesta pora dan kesenangan sementara, maka dapat dipastikan apa yang akan kita temui dihari-hari kedepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika media masa ramai membicarakan  mengenai gempa dibeberapa daerah di Indonesia beberapa  waktu lalu, saya baca sebuah artikel yang menarik, judulnya”Tekhnologi Pondasi Menentukan Kekuatan Bangunan Terhadap Gempa”  Disitu dijelaskan bahwa ketahanan sebuah bangunan akan sangat  ditentukan oleh tekhnologi yang digunakan pada pondasi.  Tekhnologi yang canggih dan sesuai dengan keadaan tanah suatu bangunan akan membuat bangunan itu tahan gempa.  Kondisi bangunan tsb. akan sangat bergantung pada pondasinya.  Jadi untuk berhasil dan mencapai kesuksesan dalam bidang apapun ditahun baru ini sobat, urusan fondasi hidup itu sangat penting.  Bahan apa yang kita pakai sebagai peletak dasar rumah kehidupan kita menentukan kwalitas atau daya tahan bangunan hidup kita. Jika tidak maka mungkin hidup kita bisa naik  tapi kita tidak mampu untuk tetap ada diatas. Berapa banyak dari kita yang bisa menjaga kelakuannya bersih ketika sudah memegang atau menduduki suatu jabatan penting? Bangunan yg dibangun diatas fondasi yg labil ketika kena goncangan akan roboh.   Jadi, mari sahabat sama-sama kita pikir,…kira-kira bahan apa yang akan kita pakai untuk bangun rumah kehidupan kita yang baru ditahun 2011 ini ?  Karena saya yang nulis postingan ini maka mohon diperkenankan saya jabarkan sesuai versi saya,&lt;br /&gt;(mohon simak saja dulu sahabat… jangan dulu protes, ha..ha..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau katong mau baomong tentang fondasi untuk bangun ini rumah kehidupan, itu berarti mari  baomong tentang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, ubah pemikiran yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terbantahkan bawa peranan pikiran dalam suatu keberhasilan sangat penting.   Seringkali kita mengetahui atau mengenal seseorang dari cara dia berpikir.  Saya mengenal siapa pemilik blog ini dari pemikiran-pemikirannya.  Kita tahu dan mengenal Hegel, Aristoteles, Rasul Paulus, bahkan Karl Max  dari pemikirannya.  Dapat dipastikan pemikiran seseorang akan menentukan tindakannya. Setuju kah ? Karena itu tidak perduli siapapun kita…. pikiran saya dan sahabat perlu selalu dibaharui.  Kita perlu perubahan.  seperti metamorphoste atau allasso.  Saya pilih dua kata ini karena lebih dekat artinya dengan maksud sebenarnya. Kata Allasso dalam bahasa Yunani berarti mengubah atau membuat berbeda ( change or to make different ). Kata allasso menunjuk kepada perubahan tingkah laku secara individu sampai kepada komunitas dimana individu-individu berada.  Kemudian kata metamorphoste, itu  berarti berubah bentuk secara bertahap.  Dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan diperbaharui atau diubahkan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan akal budi atau perubahan pikiran secara bertahap. Day by Day. seperti yang dimaksud didalam Roma 12:2…..“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, supaya kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik,yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata budi dalam teks aslinya adalah nous yang berarti pikiran atau understanding. Dalam Alkitab bahasa Inggris diterjemahkan mind.  Ketika Rasul Paulus bicara mengenai perubahan watak atau kehidupan pribadi orang yang diperbaharui ia menggunakan kata ini.  Lalu kata metamorphoste juga menunjuk pada perubahan tingkah laku dari seorang berdosa menjadi memiliki sifat (nature )nya Tuhan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;What’s got your mind, has got you&lt;/span&gt;….Apa yang menguasai pikiran kamu; menguasai kamu.  Kata pikiran dalam Roma 12:2 dalam teks aslinya juga menggunakan kata nous yaitu yang berhubungan dengan kesadaran ( consciousness ) terhadap kebenaran yang membangun pemahaman akan makna  hidup  yang  benar, dengan  membuka  kesadaran,memberi pengertian dan melahirkan persepsi-persepsi.  Pembaharuan seperti inilah yang mengubah pola pikir atau mind set ( cara berpikir ) kita.  Basicly pembaharuan pikiran menyebabkan pembaharuan mind set. Jadi maksudnya adalah : berubahlah didalam pikiran dan pengertianmu, berubah juga watakmu, ubah juga pola tingkah lakumu.  Lalu miliki  kesadaran akan sebuah kebenaran, bangunlah pemahamanmu akan makna hidup ini, bukalah kesadaranmu dan berilah pengertian padanya, dan mari lahirkan persepsi-persepsi baru yang baik dan benar yang datang dari sebuah pengetahuan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kebanyakan kita biasa berpikir bahwa perayan tahun baru harus dirayakan kalo perlu dengan pesta pora dan kembang api, karena dengan demikian melampiaskan rasa senang kita karena telah lewati tahun yang lama dan akan memasuki tahun yang baru. Akibatnya saya merasa bahwa kita telah membakar uang ratusan juta juta rupiah dinegeri ini untuk satu malam saja-malam tahun baru. Padahal masih ada begitu banyak orang yang melewati tahun ini dengan tanpa makan, minum dan pakaian yang memadai. Saya terpaksa berhenti menulis sebentar karena hati saya sedih membayangkan ada begitu banyak orang dibangsa ini yang untuk makan hari-hari, dan supaya dapat tetap bertahan hidup, harus mengais makanan di tong sampah. Masih ada banyak saudara setanah air kita dikampung yang jangankan menyaksikan gemerlapnya kembang api-melihat nyala listrik saja tak pernah.  ( saya saksikan sendiri kalo pergi ke daerah). Pakaian mereka kumal dan kulit mereka berdaki, badan mereka kotor karena untuk beli sabun buat mandi saja sulit. Anak-anak mereka buta huruf sejak lahir dan tak bisa sekolah karena hidup dikondisi yang selalu minim, sementara kita disini dapat melakukan segala bentuk kesenangan, apapun yang kita mau,karena kita bisa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, apa gunanya memasuki tahun yang baru tetapi membawa pola dan perilaku yang tetap lama.  Pejabat dan pemerintah selalu menyampaikan ucapan selamat tahun baru, tetapi adakah perubahan baru yang dibuat bagi masyarakatnya. Gereja selalu merancang acara yang megah mewah didalam tapi didekat gerbang gereja masih ada orang yang lapar dan kekurangan.  Dirumah kita, berdiri pohon natal besar dan seabrek hiasan yang mahal, sementara disekitar kita masih ada orang yg tidak punya beras untuk dimasak.  Kita berkumpul dengan keluarga dalam kebahagiaan dan kecukupan, tetapi ada tetangga kita yang jauh dari keluarganya dan kesepian.  Lalu apa yang berubah ? apa yang baru ? Bajukah, Mobil, Rumah ? Dengan kemegahan dan kemeriahan pesta kembang api malam itu apakah dapat membuat saya yang juga ada disitu malam itu serta merta berubah jadi the new one?  Apakah dengan memasuki tahun baru lalu saya/kita juga punya pemikiran baru, mind set baru, sikap dan perilaku baru.  Yang dulunya suka marah sekarang jadi lebih  sedikit marah. Dulunya malas jadi sedikit lebih rajin.  Dulunya pesimis menjadi lebih optimis. Dulunya suka mengkritik sekarang lebih pilih tunjukkan karya nyata.  Dulunya suka kelebihan bersolek habiskan banyak waktu dan duit untuk dandan, sekarang lebih pilih yang sederhana dan alami, dulunya agak sombong sekarang lebih rendah hati, dulunya selfis sekarang lebih bisa nerima orang lain, dulunya gatek sekarang belajar untuk bisa lebih canggih dikit…knapa? dulunya old style sekarang lebih fashionable, dulunya mata keranjang sekarang belajar menjadi lebih setia ? dsb..dsb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kalau bukan untuk sebuah perubahan, lantas untuk apa ibadah-ibadah kita ? Untuk apa kegereja setiap minggu, untuk apa berdoa menangis-nangis, sembahyang teriak-teriak.  Untuk apa sekolah setinggi langit, belajar sampai tua, untuk apa memperoleh jabatan dan status ?&lt;br /&gt;Sahabatku,  Tuhan mau setiap orang yang mengaku percaya, semakin hari semakin menjadi lebih baik didalam pemikiran, perkataan dan perbuatannya.  Ada sebuah kisah yang menunjukkan kepada kita betapa ngefek-nya hasil dari perubahan cara pikir. kisah ini mengenai seorang janda di Sarfat.  Seorang janda miskin. Tuhan memakai Nabi Elia untuk menemuinya dan memintanya menyerahkan adonan roti terakhir yang dia punyai.  Pada mulanya janda itu melihat bahwa permintaan Nabi Elia sangat tidak pantas ditujukan kepadanya, mengingat betapa miskinnya dirinya.  Namun ia melakukan juga apa yang diminta Elia.  Akhirnya mujizat yang memulihkan hidupnyapun terjadi.  Tepung dalam tempayannya tidak habis-habis dan minyak didalam buli-bulinyapun tidak berkurang.  Sejak saat itu dia tidak pernah kekurangan lagi.  Apa sebenarnya yang terjadi ?  Apakah itu terjadi dengan sendirinya ?   Kalau kita pelajari baik-baik kisah ini maka kita akan dapati bahwa sebelum Tuhan buat mujizat melalui tepung ditempayan dan minyak dibuli-bulinya, Tuhan lebih dulu ubahkan alam pikiran janda Sarfat dari mental yang miskin ( poverty mentality ) yang melihat dirinya sebagai orang yang kekurangan dan mustahil memberikan sesuatu kepada orang lain, menjadi mental yang makmur ( prosperity mentality ).  Janda Sarfat ini mengubah mind setnya yang lama kepada cara pikirnya yang baru. Ketika mentalnya diubahkan ia bersedia berikan adonan rotinya kepada Elia.  Perubahan dalam alam dan cara berpikir itulah yang jadi titik awal perubahan hidupnya.  Janda Sarfat itu telah membuka pintu berkat dan kuasa Tuhan didalam hidupnya, melalui kesediaannya mengubah cara pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, perubahan hidup dan nasib kita tergantung sepenuhnya dari seberapa banyak cara berpikir kita dijadikan selaras dengan cara berpikir Tuhan.  Hal ini terjadi dengan mulai mengganti pengertian dan nilai-nilai hidup yang salah yang ada didalam pikiran kita yang sudah beranak pinak karena telah lama dipelihara disitu -  renewing itu dengan nilai-nilai kebenaran melalui pemahaman Firman Tuhan. Dalam bentuk kepercayaan apapun, selama yang kita sembah itu Tuhan yang benar dan hidup maka pastilah “ rancangan yang baik dan sempurna itu yang disediakan bagi kita” termasuk untuk tahun yang baru ini.  Karena itu sahabat : Ubahlah Pikiranmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua  :  Ubah sikap yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap adalah pola pikir atau kondisi mental yang menentukan interpretasi dan tanggapan kita terhadap lingkungan kita. Itu merupakan cara berpikir kita.  Hal penting yang harus dimengerti adalah sikap merupakan produk alami dari integrasi atau gabungan antara rasa berharga, gambar diri, percaya diri dan rasa penting didalam diri kita.  Intinya, sikap adalah perwujudan dari siapa kita menurut pikiran kita.  Kesimpulannya, kita adalah sikap kita dan sikap kita adalah kita. Charles Swindol berkata…”…jika sikap saya benar, tidak ada batas untuk menjadi tinggi, tidak ada lembah yang terlalu dalam, tidak ada mimpi yang terlalu ekstrim dan tak ada tantangan yang terlalu besar.  Sikap kita harus diperbaharui hari lepas hari, sebab :&lt;br /&gt;• Sikap menentukan cara pandang.&lt;br /&gt;Sebenarnya kita tidak melihat dengan mata kita tetapi dengan otak kita.  Sikap kitalah yang menginterpretasikan atau  menilai sebuah “image”.  Setelah itu kita mengambil makna dari apa yang kita lihat.  Kita ingin melihat apa yang kita lihat&lt;br /&gt;• Sikap menunjukkan sejarah hubungan pribadi.&lt;br /&gt;Sikap yang kita munculkan ternyata berkaitan erat dengan pengalaman masa lalu kita.  Bagaimana hubungan kita dengan orang tua, teman, dan orang-orang yang dekat dengan kita akan membawa dampak yang mendalam dalam hidup kita.&lt;br /&gt;• Sikap menarik perhatian orang lain&lt;br /&gt;Kita menarik perhatian orang lain atau menolak mereka bukan dengan penglihatan kita tapi dengan sikap kita.&lt;br /&gt;• Sikap mempengaruhi kenyataan&lt;br /&gt;Sikap bukan hanya berbicara bagaimana kita menilai apa yang terjadi dengan cara yang benar, sikap mampu mengubah dunia kita. Sikap bukan hanya didalam tetapi juga interaksi dengan masyarakat, melalui respon, emosi dan perilaku kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari evaluasi sikap kita ditahun baru ini,apakah sikap kita sudah menyenangkan Tuhan dan sesama ? Kalau saya.   sepenuhnya belum. Sebab itu saya mau ambil keputusan untuk ubah beberapa sikap saya yang belum benar dan ubah pola pikir saya yang keliru, karena…. apa yang jadi perhatian kita didalam pikiran kita akan menentukan tindakan kita. Tindakan kita itulah yang nentukan keberhasilan kita, ditahun yang baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,pikirkanlah itu.  Kemudian mari kita kembangkan sikap  yang benar dengan cara, jangan selalu mengulang–ulang tindakan yang salah tapi selalu mengulang tindakan dan kebiasaan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu…..Apa yang diperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan,apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang  didahimu dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Jean Dominique Bauby, pemimpin redaksi majalah ELLE,sebuah majalah Fashion terkemuka di Perancis,pada tanggal 9 Maret 1997 meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoir dirinya yang “ditulisnya” secara sangat istimewa dan diberi judul “The Diving Bell and the Butterfly”. Ia meninggal 13 hari setelah bukunya diterbitkan.  Sebelumnya, pada tanggal 8 Desember 1995 ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut “locked in syndrome” sebuah kelumpuhan total yang mnyebabkan dirinya tidak bisa berbicara maupun bergerak.  Bahkan Jean sampai tidak mampu lagi menelan air liur dimulutnya karena seluruh tubuhnya lumpuh.  Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya untuk bergerak adalah kelopak mata kiri. Hanya dengan cara mengedipkan kelopak mata kirinya ia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.  Seseorang akan menunjukkan huruf demi huruf alphabet secara perlahan dan Jean akan mengedipkan mata kirinya bila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya.  Buku yang ditulisnya dengan mengedipkan mata tadi kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang.  Kisah hidup dan sikap hidupnya yang penuh semangat membuat banyak orang kembali memiliki pengharapan dan mulai mengevaluasi sikap dan perilaku mereka didalam menghadapi tantangan kehidupan ini.  Bahkan film tentang kisah hidupnya mendapat penghargaan Cannes.  Ini semua dicapai oleh orang yang sudah tidak mampu menelan airliurnya dan hanya bisa mengedipkan mata kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jean menunjukkan kepada kita bahwa masalah kehidupan seberat apapun dapat diatasi dan kita akan keluar sebagai pemenang, ditentukan dari sikap dan perilaku kita dalam menghadapinya. Bisa dibayangkan bila sikap yang diambil Jean adalah marah, putus asa dan depresi, dijamin ia pasti mati dan dikubur dengan sakit hati dan kekecewaannya.  Namun Jean memilih sikap hidup yang benar.  Dengan optimis, bersemangat dan pantang menyerah ia akhirnya mengakhiri pertandingannya dengan baik dan keluar sebagai seorang pemenang kehidupan.Dibandingkan dengan Jean yang menderita kelumpuhan total, sampai saat ini saya belum bisa menulis satu bukupun yang mampu menginspirasi banyak orang seperti Jean, walaupun organ tubuh saya lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat semua, tahun baru telah datang membawa tantangan yang baru, dan kita tidak harus kalah. Karena itu kehidupan harus kita bangun diatas  dasar yang benar.  Jika  tidak maka bangunan kita bakal runtuh.  Dua hal yang bisa saya titip lewat media ini : ubah pemikiran kita dan ubahlah tingkah laku kita.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;kalau kita berpikir kita kalah, kita kalah&lt;br /&gt;Kalau kita berpikir kita tidak berani, kita tidak berani&lt;br /&gt;Kalau kita ingin menang tetapi kita berpikir kita tidak bisa, hampir dapat dipastikan kita tidak bisa&lt;br /&gt;Perjuangan hidup tidak selalu dimenangkan oleh orang yang lebih kuat atau lebih cepat&lt;br /&gt;Tetapi cepat atau lambat, orang yang menang adalah orang yang berpikir bahwa ia bisa menang…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a class="ra" href="http://www.youtube.com/watch?v=ywsHzveRIGs"&gt;&lt;b class="vt"&gt;Tuhan Yang Pegang (Masnait Group)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;tahun baru&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;sahabat&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);"&gt;God Bless You&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-4906207790641032022?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='ini kata pendeta lho..&quot;rubah cara pikir rubah cara bersikap&quot;'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/4906207790641032022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=4906207790641032022&amp;isPopup=true' title='61 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/4906207790641032022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/4906207790641032022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2011/01/ini-kata-pendeta-lhorubah-cara-pikir.html' title='ini kata pendeta lho..&quot;rubah cara pikir rubah cara bersikap&quot;'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TSvtY3X0BNI/AAAAAAAABtw/s2_vkk6LxCw/s72-c/winner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>61</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-61499431142486715</id><published>2010-12-24T19:13:00.014+08:00</published><updated>2011-12-15T13:01:55.186+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Kristiani (Natal)'/><title type='text'>nyeri punggung dan natal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TRSV8vfXMVI/AAAAAAAABtU/Lm-4b02vUas/s1600/natal2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 178px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TRSV8vfXMVI/AAAAAAAABtU/Lm-4b02vUas/s200/natal2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554229111227363666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Dear&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel ini saya tulis di malam natal. Saya di rumah saja. Nyeri di punggung saya sakitnya tidak tertahankan dan ini yang menyebabkan saya memutuskan tidak ikut bersama anak-anak ke Gereja. Saya berpikir, ketimbang kesakitan selama kebaktian lalu kebaktian tidak menjadi berkat tetapi sesuatu yang menyiksa dan menimbulkan gerutuan, lebih baik diam di rumah saja. Mengapa demikian? Biasanya di malam istimewa seperti ini, ada saja liturgi yang dibikin-bikin - yang niat awalnya sih memuji YESUS tetapi nyatanya seringkali berbelok menjadi cara mematut-matut diri sendiri. Narsis. Capek deh - lalu waktunya molor berpanjang-panjang dan membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang pembaca yang budiman, paragraf di atas memang saya akui terasa agak sinis dan terkesan mencari-cari justifikasi alasan pembenaran tidak ke Gereja, bersekutu bersama seluruh jemaat di malam Natal. Entahlah. Sayapun tak tahu  dari mana "sinisme" ini mucul. Dia datang begitu saja. Sama misteriusnya dengan sebab-musabab datangnya nyeri dahsyat di punggung yang menyebabkan saya kesakitan. Entah dari mana rasa nyeri itu datang. Gejala menua? Gejala penyakit tertentu? Bisa saja begitu. Bisa pula tidak. Apapun saya memang sakit, di rumah saja dan tidak ke Gereja. Titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sajakah? Oh, tentu tidak. Saya ingin memulainya dari frasa ini "entah dari mana nyeri itu datang". Ya, benar. Tanpa saya minta nyeri itu datang dan saya serasa lumpuh. Menunduk salah. Berdiri salah. Berbaring tak benar. Semua terasa sakit. Kalau tak tahu dari mana datangnya neri itu lalu bagaimana bisa menghalaunya? Saya menjadi tidak punya pilihan lain kecuali memang harus menerima dan lalu berusaha "menjinakkan" sakit nyeri itu.  Nyeri itu terasa amat sepihak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zonder&lt;/span&gt; permisi dia datang menyelonong dan hadir dan menjadi bahagian integral dalam keberadaan saya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sebenarnya Natal itu. Begitulah sebenarnya kehadiran Bayi Natal itu. Yesus Kristus. Natal itu datang tanpa diminta manusia. Dia terjadi begitu saja. Karena itu, anda suka atau tidak, DIA hadir. Imanuel. Teolog Eka Darmaputera almarhum menyatakan bahwa "Natal sepenuhnya adalah tindakan sepihak Allah untuk menolong manusia dari kematian yang total." Mengapa  manusia perlu ditolong? Kedosaan manusia telah menjebaknya habis-habisan dalam lubang tanpa dasar. Hanya ada kelam. Cuma ada gelap.  Mengapa manusia tak mampu menolong dirinya sendiri?  Manusia itu terbatas. Dan, karena keterbatasannya itulah dia memerlukan penolong. Manusia bagaikan penumpang kapal Titanic yang karam dan tak mampu lagi menolong dirinya sendiri.   Mengapa harus Allah yang menolong? Mengapa bukan yang lain? Jawabnya: mau siapa lagi? Berharap si A yang teman dekat, dia sudah dalam keadaan yang sama sekaratnya. Berseru kepada si B yang rekanan bisnis, eh dia pun sedang megap-megap sekarat. Ketika semua manusia dalam keadaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beyond help&lt;/span&gt; alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gak ketulungan&lt;/span&gt; ketika itulah kita menjadi tahu bahwa cuma ada 1 pihak, yaitu si DIA yang maha bebas, yang mampu menolong. Mengapa harus DIA yag maha bebas? ya sudah tentu dong. Jika si DIA tidak bebas pastilah si DIA juga sedang terancam tenggelam bukan? Mana mungkin menolong. Maka, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hhuuuupppp&lt;/span&gt;....secara sepihak DIA melemparkan pelampung. Lantas,  DIA berenang menuju kita. Dirangkulnya kita. Diangkatnya kita ke alam kapal besarNYA. Di situ DIA mengobati kita, memulihkan dan bahkan menjamu kita dengan makan yang sehat. Supaya apa saudaraku? Supaya kita bebas dari ancaman maut. Ancaman tenggelam di dasar samudera dosa.  Begitulah saudaraku, jelas sudah  bahwa NATAL adalah tindakan sepihak ALLAH untuk menolong kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu, saya diminta untuk menjadi MC dalam acara syukuran seorang senior saya yang dikukuhkan sebagai Professor di kampus saya, Undana, Kupang. Dalam acara ibadat syukuran adalah sang Pendeta menyebutkan bahwa "menjadi Professor adalah panggilan". Saya setuju dengan si Pendeta. Lalu kalimat itu saya gunakan sebagai bahan omongan MC. Saya bilang begini, "tahulah saya bahwa mengapa ada begitu banyak dosen tetapi amat sedikit yang berhasil menjadi Professor". Saya menyambung bahwa "jawaban atas pertanyaan itu adalah  keterpanggilan atau keterpilihan". Menjadi Professor adalah panggilan. Adalah tawaran. Demikianlah pula,  Allah memanggil. Allah menawawkan kesempatan. Allah memilih. "Bukan kamu yang memilih AKU tetapi AKULAH yang memilih kamu" (Yoh. 15:16). Jelas sekali bahwa tindakan memanggil atau memilih adalah tindakan sepihak ALLAH. DIA berdaulat untuk melakukan itu. Apakah DIA sewenang-wenang dan pilih kasih dalam memanggil? TIDAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lanjutan ulasan saya sebagai MC, saya mengatakan begini "semua dosen, termasuk saya, dipanggil. Semua dosen di -&lt;span style="font-style: italic;"&gt;call&lt;/span&gt; oleh ALLAH agar menjadi Professor tetapi sayang sekali sebagian besar memilih untuk membiarkan panggilan itu menjadi hanya sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;miscall&lt;/span&gt;. Tidak jarang malah kita me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;reject&lt;/span&gt; panggilan Allah itu". "Mengapa orang tidak menjawab panggilan ALLAH? Karena mereka tahu konsekuensi menjawab adalah bertindak dan bekerja". "Banyak yang malas bertindak dan bekerja". Saya ingat betul, atas ucapan saya itu, para hadirin bertepuk riuh rendah. Saya bangga karena menurut hemat saya benarlah apa yang saya ucapkan tetapi sekaligus dengan itu saya menjadi malu karena saya termasuk yang membiarkan panggilan Allah hanya lewat begitu saja. Panggilan ALLAH sudah saya biarkan cuma sekedar sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;miscall&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Sahabat, kisah saya sebagai MC membantu memperjelas makna sebenarnya dari peristiwa Natal, yaitu bahwa NATAL adalah ketika ALLAH bertindak secara sepihak untuk menolong manusia. Mengapa begitu?  "Karena begitu besar KASIH ALLAH akan isi dunia ini (Yoh 3:16)". Ya karena KASIH. Apakah karena sepihak maka ALLAH lalu dapat kita menafsirkannya sebagai Allah telah bertindak sewenang-wenang? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So pasti nyanda begitu jo&lt;/span&gt;. Perhatikan kelanjutan Yoh 3:16 "supaya barang siapa yang percaya". Nah, lihatlah. Penyelamatan atau panggilan atau keterpilihan itu hanya akan terjadi jika yang dipanggil untuk diselamatkan mau bertindak aktif dengan menyatakan percaya. Dalam Matius 9:6, yaitu ketika YESUS menyembuhkan orang yang sakit lumpuh, YESUS berkata begini "bangunlah, angkat tikarmu dan pulanglah ke rumah". Lalu itulah yang dikerjakan si lumpuh, yaitu bangun, merapikan tikar dan diangkat lalu berjalanlah pulang dia ke rumah. Sembuhlah dia. Anda lihat, apakah YESUS memaksa? TIDAK. Dengan menggunakan nalar saya coba membayangankan apa yang terjadi dengan si lumpuh seandainya,  setelah menerima ucapan YESUS, dia tetap saja tidur malas-malasan, tak mau mengangkat tikar dan lebih memilih tinggal di tempat. Tak mau pulang. Apakah dia akan sembuh. Saya rasa koq ya tidak. Jadi, ALLAH sebenarnya memberikan pilihan "jika mau percaya selamat, jika tidak ya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reffffoot&lt;/span&gt; bung". "Jika mau bangun dan merapikan tikar ya jalanlah, jika mau tidur terus malas-malasan ya sontoloyo amat dikau". Ah, ternyata Allah memberikan kita kebebasan untuk berkehendak. Singkat kata, DIA memanggil dan kita bebas memilih untuk menjawab ya atau tidak. Bekerja atau tidur terus. &lt;span&gt;Dengan bekerja anda selamat. Dengan berdiam diri anda menuju lembah kelam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Is that clear my friends&lt;/span&gt;?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jelas konstruksi masalah NATAL ini. NATAL adalah kado atau hadiah dari ALLAH yang diberikan tanpa anda memintanya. Kado itu adalah pelampung penyelamat yang bernama YESUS KRISTUS. Kado itu ditawarkan kepada siapa saja. Saya, anda, dia, kita dan mereka. Semuanya saja. Masalahnya, ada yang percaya dan ada yang tidak. Ada yang mau menerima dan yang lainnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;emoh&lt;/span&gt;. Ada yang setelah menerima lalu mau bangun dan bertindak. Ada yang menerima kado lalu diam saja tak berbuat apa-apa. Lha, jikalau begitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refoooottttt&lt;/span&gt; dong Bung dan Zoes. Bagaimana jika anda mengeraskan hati lalu tidak mau bertindak apa-apa yang berakibat maut? Jikalau Allah itu Pencipta yang Maha Tahu maka mengapa Allah harus membentuk hati yang keras dan kepala yang membatu dan karena itu menolak atau menyia-nyiakan kado pelampung keselamatan? Apakah ALLAH tak mampu berbuat apa-apa bagi si keras hati berkepala batu? Lha kalo begitu caranya maka benar dong anekdot di kalangan kaum atheis bahwa "ALLAH begitu berkuasanya sehingga diciptakannya batu yang amat berat sehingga ALLAH sendiri tak bisa mengangkat batu itu" .... wuuueeeeeee.....Ya, gawat dong...Ribet juga ya NATAL itu?  Ah, nggak gitu-gitu amat sih Bung en Zoes, emangnya Allah itu cuma sekedar buruh pembuat jalan raya yang kerja ngangket batu.....ga gitu kaleeeee......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenarannya adalah: ALLAH itu baik. Dia tidak menciptakan hati yang membatu. Kitalah yang membatukan hati. Di dalam Alkitab dikatakan bahwa "pada akhirnya yang tinggal adalah Iman, Harap dan Kasih dan yang terbesar di antaranya adalah KASIH". Ehm, dahsyatnya ALLAH ya di situ itu. Sudah repot-repot memanggil...eeehhh... yang dipanggil diam saja menuju binasa.....tapi heeeiii lihatlah...ALLAH melompat menceburkan diri ke dalam air laut yang mengamuk lalu memeluk kita, merengkuh kita dan menyelamatkan kita. Dibawa-NYA kita ke kapal induk-NYA yang besar, diberinya kita obat dan makanan sampai kita sehat. KASIHNYA amat menyelamatkan. Dan lalu, ehm...jangan marah ya...."wahai si kepala batu, sini  Gue jewer lu dikit deh biar nyaho", ...... "laen kali jangan kepala batu lah yauw. OK?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh omong, omong bagaimana dengan sakit nyeri saya. Apakah lalu saya tetap tidak pergi ke Gereja. Jawabnya adalah ia. Saya masih sakit dan tetap tidak bisa ke gereja...lagian....hhhmmm.. malas ah ke Gereja, pendetanya suka aneh-aneh sih ...wkwkwkwkwk..(ketahuan juga bawa saya memang tergolong si keras kepala ya...). Dear All, NATAL adalah Kado atau Hadiah atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gift&lt;/span&gt; yang diberikan ALLAh bagi kita tanpa kita memintanya. Nyeri punggungpun mungkin merupakan "kado" dari Tuhan. Peringatan dari ALLAH secara sepihak, dan karena itu saya tak tahu kenapa harus sakit. Dengan begitu saya wajib berwaspada. Sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;warning&lt;/span&gt; dari YESUS, hei jangan lupus (lupa usia). Kali ini panggilan YESUS tidak saya biarkan lagi hanya tinggal sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;miscall&lt;/span&gt;. Sekarang saya mau ke apotik mencari obat. Tabe!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" dir="ltr"&gt;&lt;a id="video-long-title-KCHmAqnKmJg" href="http://www.youtube.com/watch?v=KCHmAqnKmJg" title="Christmas - The Greatest Gift Of All" rel="nofollow"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;The Greatest Gift Of All&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  (kenny rogers &amp;amp; dolly parton)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;SELAMAT NATAL TUAN &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;SELAMAT NATAL PUAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-61499431142486715?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='nyeri punggung dan natal'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/61499431142486715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=61499431142486715&amp;isPopup=true' title='80 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/61499431142486715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/61499431142486715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/12/y.html' title='nyeri punggung dan natal'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TRSV8vfXMVI/AAAAAAAABtU/Lm-4b02vUas/s72-c/natal2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>80</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-650174355053160957</id><published>2010-12-03T08:43:00.019+08:00</published><updated>2010-12-04T10:17:48.691+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Kebangsaan'/><title type='text'>bangsa apa ini, koq lidahnya meleleh? (part III)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tuamese dekat Atambua, Laut luas ada di sana&lt;br /&gt;Lama kita tidak bersua, Kesibukan jadi sebab jua&lt;br /&gt;Kota Kupang panas udaranya, Tidur malam berkipas-kipas&lt;br /&gt;Kalau bicara tentang bicara, mulut lidah diulas-ulas&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filsafat manusia mengajarkan kepada kita bahwa adalah berbicara yang menjadi sal&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TPjDJ4NHqCI/AAAAAAAABsk/_rNp2C-e7_M/s1600/lidah1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 106px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TPjDJ4NHqCI/AAAAAAAABsk/_rNp2C-e7_M/s200/lidah1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546397515580418082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ah satu fenomen manusia berbeda dengan, misalnya, monyet. Dengan berbicara manusia bertanya. Dengan bertanya manusia menemukan pengetahuan. Dengan pengetahuan manusia berbudaya dan dengan cara itu manusia menemukan ilmu. Akhirnya, ilmu pengetahuan membuat kita bisa terhubung seperti ini. Dimanapun anda berada di ujung bumi saat ini. Ada laptop. Ada internet. Jika anda perlu bepergian jauh, don't worry, tingal beli tiket dan lalu ...weeeerrrrrr...."burung besi" menerbangkan anda. Ingin pegang uang, segar? Tinggal menggenggam selembar tipis kartu plastik  yang namanya kartu ATM lalu...weeerrresekesekiskrrrrgggg....keluarlah uang dari kotak besi yang kita sebut sebagai mesin ATM. Pokoknya, ilmu pengetahuan sudah membawa kita dalam situasi hari ini. Dan harap ingat, semua kemajuan ini berawal dari "bicara". Tahukah anda bagaimana proses fisiologis bicara itu? (berikut saya kutipkan sebuah artikel dari dunia maya, di http://luv2dentisha.wordpress.com/).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Percakapan  digunakan untuk berkomunikasi antar individu. Proses bicara melibatkan beberapa sistem dan fungsi tubuh, melibatkan sistem pernapasan, pusat khusus pengatur bicara di otak dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak dan struktur artikulasi, resonansi dari mulut.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Nah, lalu tentang proses yang terjadi di &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;mulut&lt;/span&gt; dsk...dan sekitarnya.... yang dikategorikan sebagai bagian dari organ artikulasi,  dalam artikel ini terbaca sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Organ artikulasi&lt;/strong&gt; tersusun atas  bibir dengan fungsi untuk membendung udara pada pembentukan suara letup. palatum mole-durum yang merupakan permukaan sensitif bagi lidah untuk mengawasi proses artikulasi, menghalangi dan membentukaliran udara turbulen dan sebagai kompas bagi lidah bahwa suara terbaik sudah dihasilkan, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;lidah berfungsi membentuk suara dengan mengangkat, menarik, menyempit, menipis, melengkung, menonjol, atau mendatar&lt;/span&gt;, pipi membendung udara di bagian bukal, gigi berfungsi menahan aliran udara dalam membentuk konsonan labio-dental dan apiko-alveolar dan akhirnya, mandibula yang membuka dan menutup waktu bicara. Selanjutnya dikatakan bahwa ketika suara dasar dihasilkan oleh vocal tract, suara tersebut dimodifikasi  untuk menghasilkan suara yang jelas dengan proses artikulasi dan resonansi. Suara yang penting terbentuk adalah pengucapan konsonan, yang ditekankan sebagai iringan suara oleh gesekan bunyi. Konsonan dibentuk dari gelombang udara yang berkontak dari arah yang berlawanan. Misalnya pada kontak antara dua bibir saat pengucapan huruf “p” dan “b”. Contoh lainnya juga pada&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt; lidah yang menyentuh gigi dan palatum saat pengucapan huruf “t” dan “d”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Rumitkah kutipan di atas? Bisa jadi begitu tapi untuk mudahnya begini: lidah adalah bagian penting dari proses berbicara karena membentuk konsonan, yaitu bunyi-ujaran yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru mendapat halangan. Dapat dikatakan bahwa tanpa lidah tidak ada bicara. Tapi lidah yang bagaimana? apakah lidah yang kaku atau lidah yang lentur? Penjelasannya adalah bahwa organ artikulasi harus cukup lentur karena dalam fungsi penghalangan lidah harus bergerak dengan cara menyentuh organ lainnya, berputar,  mengaduk, menggeser  dan lain sebagainya. Karena itu, dari lidah yang kaku akan dihasilkan suara yang monoton dan bisa kehilangan arti. Cobalah anda mengucapkan dua  kata berturutan "titik" dan "didih" dengan mengencangkan dan mengkakukan  lidah. Bisa? Saya tidak yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sudah bahwa lidah yang berfungsi baik adalah lidah yang lentur. Tidak boleh kaku. Tak boleh ada tulang. Dalam dunia nyatapun kata-kata yang dikeluarkan dari rongga mulut,  yang di dalamnya terdapat  si lidah, ternyata harus lentur dan fleksibel. Apa lagi di negeri tercinta Indonesia Raya. Saking lenturnya lidah tak jarang makna asli suatu kata bisa hilang tak tentu rimba. Contoh, tidak ada jaksa yang korupsi tapi oknum. Bukan polisi yang menembak demonstran melainkan oknum. Kalau begitu di Indonesia, penjahat itu bernama sama, yaitu oknum. Salah satu prestasi terbesar orde baru adalah tidak pernah menaikkan harga BBM karena yang terjadi adalah penyesuaian harga BBM. Mungkin karena itu pernah diusulkan untuk tidak lagi menggunakan istilah kenaikan kelas melainkan penyesuaian kelas. Menyesuaikan diri dengan mobil bukan menaiki mobil. Meniru Orde Baru, kabinetnya Mister SBY mulai mengupayakan istilah "pembatasan pemakaian BBM bersubsidi" sebagai bentuk "lidah lentur" dari menaikkan istilah "menaikkan harga BBM". Maka di masa Orde Reformasi ini para suami dan isteri harus mulai melakukan "pembatasan pemakaian  waktu  yang berlebihan" sebagai ganti istilah "kumpul-kumpul bikin anak" (ha ha ha...istilah inipun susdah merupakan hasil lidah entur dari penulis). Apakah lebih mudah memahami istilah hasil pelenturan lidah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun juga, ternyata pelenturan lidah atau disebut juga gejala eufemisme dalam berbahasa komunikasi, menghasilkan ketidak mengertian baru. Atau paling kurang diperlukan "kejeniusan lebih" untuk memahami maksud kata yang asli. Lalu mungkin karena "kelebihan kejeniusan" atau sebaliknya "kekurangan kejeniusan" atau keduanya terjadi sekaligus maka "kelenturan lidah" lalu lebih mirip "putar lidah" yang sering memancing "silat lidah". Dalam bentuk perkataan lain "kelenturan lidah" sering berubah menjadi "putar balik" yang memancing "kekacauan, kerusuhan, dan tawuran".   Anda tidak percaya? Mari kita lihat kasus mutakhir, yaitu Jogja, Sultan, Monarki, Demokrasi, SBY dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 26-11-2010, tak dinyana SBY berbicara tiga hal substansial, yaitu 1) Reformasi  mengharuskan demokrasi, hal ini diatur di dalam konstitusi; 2) Jogja memiliki peran sejarah dan oleh karenanya dia istimewa, hal ini juga diatur di dalam kosntitusi; 3) Sistem monarki di Jogjakarta  bertentangan dengan  nilai-nilai  demokrasi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;democratic values&lt;/span&gt;). Gara-gara  "lidah lentur" ini maka orang Jogja tersinggung lalu marah. Mereka paham betul maksud kata-kata SBY yang menurut mereka  "menghina" nilai-nilai kearifan budaya orang Jawa Jogja. Akibatnya wong Jogja marah...."referendum"...teriak mereka...."bambu runcing kami siapkan" ...kata mereka dengan mata merah berkilat dan nafas dengus amarah.....Menter Dalam Negeri bolak-balik mengatakan bahwa Jogja istimewa tapi untuk urusan menjadi gubernur sebaiknya Sultan tak perlulah menjadi, "pararadhya" sajalah. Ruhut Sitompul menambah tidak jelas masalahnya dalam wawancara di TV. Dan orang Jogja tetap marah. Lalu, kamis 2-12-2010, SBY berpidato ... "isi pidato saya pada tanggal 26 November digeser", "2 kali Sultan mengatakan tidak mau lagi menjadi Gubernur", Saya sangat menghormati Sultan", "untuk 5 tahun ke depan Sultan akan tetap jadi Gubernur, "urusan keistimewaan Jogja selanjutnya menjadi urusan DPR".....Hwwwwaaaaaa......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY ternyata  telah menggeser substansi pidatonya sendiri yang diucapkan pada tanggal 26 November.   Bahkan perhatikan baik-baik petikan kutipan pernyatan SBY berikut ini yang saya kutip dari Vivanews.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;"Saya ber&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;pendapat, apa pun model dan opsi yang dipilih, jangan lupa memberikan hak dan peran pada para pewaris Kesultanan dan Pakualaman. Sejarah mengatakan, keistimewaan Yogyakarta bisa ditarik dari sisi itu," kata SBY. Karena itu, Presiden menyatakan Pemerintah memperhatikan pandangan dan masukan dari berbagai pihak di negeri ini. "Baik dari saudara kita di Yogya atau pun saudara kita bangsa Indonesia secara keseluruhan," katanya. "Tentu Pemerintah akan memperhatikan ini semua untuk diajukan ke DPR untuk dilakukan pembahasan bersama. Pada akhirnya nanti, apa pun yang menjadi kesepakatan bersama, Pemerintah akan tunduk, akan menjalankannya," kata SBY.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  Luar biasa hasil "kelenturan lidah" Pak SBY kali ini. &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 102); font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, beliau tidak sadar atau pura-pura tidak sadar bahwa kemarahan orang tertuju pada frasa ke tiga yang mengatakan bahwa monarki Jogja bertentangan dengan demokrasi. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(153, 102, 51);"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, ketika beliau mengatakan bahw&lt;span style="color:black;"&gt;a "pemerintah memperhatikan pandangan dan masukan dari berbagai pihak di negeri ini, baik dari saudar&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;a kita di Yogya atau pun saudara kita bangsa Indonesia secara keseluruhan" maka &lt;/span&gt;dalam kepala saya berpikir dan bertanya, kapan beliau melakukan jajak pendapat terhadap seluruh rakyat Indonesia sebelum tanggal 26 November? Bagaimana hasilnya? Apakah atas nama seluruh rakyat Indonesia itulah beliau berpidato pada tanggal 26? Apakah dengan kata-kata itu maka rakyat Indonesia perlu diminta pendapat oleh pemerintah dan DPR ketika membahas RUUK Jogja? Mengapa proses yang sama tidak dikatakan oleh Pak SBY pada kasus Aceh, DKI, dan Papua?. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, sadarkah bahwa masyarakat timur kita yang penuh dengan "timbang rasa" merasa terluka karena bukankah orang Jogja masih shock dengan bencana merapi? Di mana empati? .... wooowwww.... lidah memang tidak bertulang. Lidah memang lentur. Tetapi sekarang kita tahu bahwa dalam kebanyak kasus, lidah bukan saja bisa  lentur tetapi bisa juga lebih gawat dari itu.  Tagal terlalu sering ditekuk dan dilenturkan maka lidah bisa meleleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan ini saya ingin mengatakan bahwa "lidah meleleh"  monopoli milik petinggi Republik Indonesia? Saya tegaskan tidak begitu. Menurut hemat saya kita semua adalah pelaku lidah lentur, lidah berputar, lidah bersilat, dan ya itu tadi...lidah meleleh.....lihat saja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aktor-aktor&lt;/span&gt; seputar kasus Gayus, ingat saja kasus bank century, jangan lupa kasus Susno Duadji, lihat saja diskusi di TV, lihat saja ketua PSSI Nurdin Halid, lihat saja janji kampanye pemilihan umum di segala level, lihat saja perdebatan di DPR dan DPRD, lihat saja kelakuan para "bonek" sepak bola, perha&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TPjEw6aCvbI/AAAAAAAABss/Q7YtMoPZPDs/s1600/tongue.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TPjEw6aCvbI/AAAAAAAABss/Q7YtMoPZPDs/s200/tongue.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546399285698018738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tikan ulah mereka yang menduduki tanah milik negara dan membangunnya dengan bangunan kumuh tetapi selalu minta ganti rugi jika kena gusuran dan masih banyak lagi. Di negeri ini, saudaraku sebangsa dan setanah air, lidah memang lentur. Amat lentur lalu meleleh. Selaku anak bangsa,  saya pribadi mengaku bahwa kerap lidah saya juga bertekak-tekuk. Dan bagi kawan-kawan yang merasa tidak tergolong lidah meleleh maka silakan unjuk rasa...eh...unjuk tangan ke udara. Sobat terkasih, jadi, bangsa apa kita ini?  So pasti, bangsa yang lidahnya meleleh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" dir="ltr"&gt;&lt;a id="video-long-title-vqq2WBUb1xU" href="http://www.youtube.com/watch?v=vqq2WBUb1xU" title="&amp;quot;He's a Liar&amp;quot; - Bee Gees 'Living Eyes' - Music Video ..." rel="nofollow"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;"He's a &lt;b&gt;Liar&lt;/b&gt;" - &lt;b&gt;Bee Gees&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;Tabe Puan &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-650174355053160957?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='bangsa apa ini, koq lidahnya meleleh? (part III)'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/650174355053160957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=650174355053160957&amp;isPopup=true' title='100 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/650174355053160957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/650174355053160957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/12/bangsa-apa-ini-yang-lidahnya-tak.html' title='bangsa apa ini, koq lidahnya meleleh? (part III)'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TPjDJ4NHqCI/AAAAAAAABsk/_rNp2C-e7_M/s72-c/lidah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>100</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-6816239218914989595</id><published>2010-11-02T22:08:00.018+08:00</published><updated>2010-11-05T12:02:43.051+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Kebangsaan'/><title type='text'>bangsa apa ini? negeri bencana negara letoy lebay</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TNAtWQSKU4I/AAAAAAAABq0/nzNoXNymUWY/s1600/ringoffire.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TNAtWQSKU4I/AAAAAAAABq0/nzNoXNymUWY/s200/ringoffire.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534973802389853058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam memori kolektif orang-orang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tempoe doeloe&lt;/span&gt; yang tinggal di Kupang, bulan Oktober disebut sebagai bulan "panas". Ada dua makna, yaitu suhu atmosfir Kupang di bulan oktober adalah yang terpanas dalam setahun. Beberapa data menunjukkan suhu ambient rata-rata Kota Kupang sekitar 34.7oC.  Jika suhu diukur pada areal jalan raya maka angka tersebut bisa melonjak  mencapai 40-42oC......wwwaaaallllaaaahhh...panas amat. Makna kedua, mungkin karena pengaruh suhu udara yang panas, kasus-kasus rumah tangga yang bercerai mencapai jumlah terbesar dalam setahun. Sebagai kontras, bulan Juli adalah bulan terdingin di Kupang dan lalu di bulan itulah statistik jumlah pasangan menikah yang tercatat di Kantor Catatan Sipil selalu yang tertinggi. Ujar-ujaran orang Kupang doeloe lalu menjadi ... bulan Juli menikah bulan Oktober bercerai.....benar begitu? tak pasti juga tetapi demikianlah mitos dalam memori kolektif orang Kupang. Pokoknya, jika bulan Oktober maka heeeiiii...hati-hati...bakal ada kejadian memilukan. Dan tahun ini, mitos seperti itu menjadi nyata. Bukan di Kupang tetapi di Indonesia. Gerangan apakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari masih baru, banjir bandang menyapu Kota Wasior. Luluh lantak. Hancur lebur. 29 orang mati 103 lainnya hilang.  Harta benda lenyap disapu air.... Air yang amat banyak termasuk air mata. Tetapi .... amboooiiii .... lihatlah, Pemda Kab. Manokwari bingung, Pemda Papua Barat tak tau mau bikin apa dan pemerintah pusat malah sibuk mengurusi isu....siapa yang mau menggulingkan SBY...korban tak tertangani dengan baik berjam-jam lamanya. Lalu menteri kehutanan berteriak ... "wooooiii illegal logging tuh" ...eh belakangan diralat... "eeehhhmmmm...maaf ya, itu bukan illegal logging tetapi karena daerah aliran sungai (DAS) yang tidak dikelola dengan baik" . Mana yang benar bapak????? Karena berlarut-larut maka isunya menjadi tidak karuan dan yang bikin malu adalah ini....wah korban Wasior kurang diangani dengan baik karena kebanyakan mereka bukan penduduk asli....wuuuueeehehhh, gila... gilaaaa .... gilaaaaaaaa.....negeri apa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka di Wasior belum kering benar ketika kita dikagetkan oleh bencana tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada tanggal 26 Oktober 2010. Menyusul gempa bumi berkekuatan 7 SR, gelombang tsunami setinggi 8 m menyapu Mentawai ...lintang pukang ..... remuk redam....hancur lebur....berita terkini (02-11-2010), 450 meninggal 200-an hilang. Apakah penanganan bencana lebih baik? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ga juga bro&lt;/span&gt;. Bayangkan, setelah kejadian, dengan alasan tengah malam dan komunikasi buruk, status peluang tsunami tidak lagi disebarkan. Setelah tsunami terjadi, barulah 12 jam kemudian penanganan dilakukan...terlanjur mati-lah mereka yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keleleran&lt;/span&gt; tapi mungkin masih bernyawa. Setelah 4 hari kemudian barulah helikopter 4 biji dipindahkan dari padang ke Muko-Muko yang lebih dekat ke Mentawai. Hermawan Sulistyo dalam wanacara di Metro TV mengherankan begitu lambatnya penanganan. Beliau juga merasa heran karena kesiap-siagaan di Padang, mungkin belajar dari gempa setahun silam, amat baik. Tapi mengapa tidak di Mentawai? SBY datang dari luar negeri menengok sebentaran ke Mentawai, bertangis-tangisan lalu...eh, kembali ke Vietnam. Pertemuan ASEAN. Dan selama ketidak hadirannya itulah penanganan begitu buruk. Kasihan Mentawai. Mereka ada tetapi seolah-olah tiada. Lalu merebak isu...Ah Mentawai kan berbeda dari rata-rata oran Sumatera Barat....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mammmma miiiiia...gelo.....gilaaa.....maczhammm mannnaaaa&lt;/span&gt; negeri kita ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terbengong-bengong dengan apa yang terjadi di Mentawai, kita kembali tertunduk merunduk sakit...amat sakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bung en zoes&lt;/span&gt;......merapi mengamuk di tanah Jawa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wedhus gembel&lt;/span&gt; mengudara lalu mencari mangsa dan...23 orang meninggal termasuk mbah "rosa" Marijan yang setia, jantan, pemberani, tegar hati dan penuh komitmet tetapi sayang terlalu berkubang dalam sindrom inertia.  Merapi ternyata sudah berubah. Dia tidak lagi bisa diprediksi seperti yang dipotret oleh pengetahuan lokal. Ilmu pengetahuan seharusnya tidak di tolak begitu saja karena alasan tradisi. Tetapi duka adalah duka, Jangan diperdebatkan. Karena itu, banyak pejabat berseliweran ke Merapi. Ebiet G. Ade menyanyi langsung di tenda duka. Kali ini tanpa isu gawat kecuali penangannya yang tetap saja tidak karuan. Bahwa masyarakat lebih mengkuatirkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khewan&lt;/span&gt; peliharaanya ketimabng nyawa sendiri adalah pertanda  bahwa negara tidak berfungsi dengan benar. Bukankah di tangan negara diberi mandat untuk "memaksa"? Tetapi baiklah, di luar perkara itu ada satu peristiwa di Merapi yang mungkin akan menolong kita membebaskan diri dari prasangaka buruk seperti yang terjadi di Wasior dan Mentawai. Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Mbah Marijan ditemukan dalam keadaan bersujud menunaikan kewajiban agama yang diyakininya. Kita menjadi tahu bahwa orang tua yang satu ini adalah seorang Muslim yang baik dan taat, Tahniah untuk itu. Selamat. Tetapi tidak kurang mengharukan adalah seorang wartawan Vivanews.com, yaitu almarhum Yuniawan "Wawan" Wahyu Nugroho. Berikut saya kutipkan berita dari Vivanews.com:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sebenarnya, Wawan--nama sapaan Yuniawan--dan Tutur, sudah sempat mengungsi dari Kinahrejo, bersama Agus Wiyarto (asisten dan kerabat Mbah Maridjan), anggota keluarga si Mbah, dan beberapa penduduk desa. Akan tetapi, sesampainya di pengungsian Umbulharjo, dengan mengendarai minibus Suzuki APV, Tutur dan Wawan berkeras kembali untuk menjemput Mbah Maridjan yang memilih bertahan di rumahnya. Di tengah hari yang mulai gelap, mereka tanpa ampun disergap bara wedhus gembel.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu kini bahwa Wawan akhirnya "menjadi korban dari kebaikan hatinya sendiri". Apakah dia bersalah? Kita juga tidak tahu persis apakah sikap etis Mbah Marijan dengan bertahan di kampungnya lalu dengan itu seolah-olah mengajak yang lainnya ikut tewas bersama-sama adalah suatu kesalahan yang lain. Tuhan seru semesta alam yang maha mengetahui tetapi kita bisa belajar bahwa begitulah bentuk cinta kasih. Mbah Marijan mencintai Merapi dan tugasnya. Dan, mati karena keyakinan akan tanggung jawab sembari menjalankan tugas adalah pameran tentang 1 kata dan perbuatan. Wawan mau berkorban untuk orang lain. Nyawa taruhannya. Orang lain cuma bisa bicara Wawan melakukannya.....luar biasa. Dan inilah dia jasa 2 orang itu secara bersama-sama, si Mbah dan Wawan, yaitu mereka membebaskan kita dari kepicikan berpikir lalu menuding dan akhirnya menyebar gosip. Kita tahu dari gambar televisi ketika pemakaman Wawan. Ternyata dia Kristani. Anda bayangkan Si Mbah yang Muslim baik ingin ditolong oleh Wawan yang Kristiani. Perbedaan ternyata tidak menghalangi kasih sayang. Maka, hentikanlah omong kosong di Wasior dan Mentawai. Jangan lagi tega hati menambah susah Ibu Pertiwi yang ketika sedang tertimpa bencana masih juga dikuyo-kuyo isu perpecahan, Nurani Mbah Marijan dan Wawan memberikan petunjuk telak bahwa anak Bangsa ini tahu menempatkan diri. Masalah persatuan dan kesatuan di tingkat akar rumput ternyata bukan problem yang terlalu besar. Lalu, di mana letak masalahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah negeri ini ada pada elite yang tak tahu mengelola negara. Suka plesir ke mana-mana. Gubernur Sumatera Barat, Iwan Prayitno, malah memilih berkunjung ke Jerman ketika penanganan Mentawai masih amburadul. Politisi kita amat gemar berdebat berpanjang-panjang di TV pamer ilmu akal-akalan zonder ada tindakan nyata. Lalu ada si Marzu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TNAtiLHRgEI/AAAAAAAABq8/fZGxqcNXalw/s1600/lempeng-bumi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 153px; height: 109px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TNAtiLHRgEI/AAAAAAAABq8/fZGxqcNXalw/s200/lempeng-bumi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534974007160438850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ki Ali yang ketua DPR yang malah tega "mengata-ngatai" orang Mentawai bahwa "sudah tahu kepulauan Mentawai berisiko bencana kok orang Mentawai masih mau tinggal di sana". Lho, kalo mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; tinggal di Mentawainya lalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;apa dong&lt;/span&gt; nama etnolinguistik mereka? Waduuuhhh...saya pikir, Marzuki lebih baik diam saja ketimbang ketahuan bodohnya. Pemimpin bangsa ini sibuk ja'im alias jega image. Negeri ini juga adalah negerinya para para pemain sandiwara berkelas penghargaan citra. Tak heran jika pencitraan menjadi model impian pemimpin kita dewasa ini. Berita kemarin adalah petugas sibuk mencopoti spanduk para pemberi bantuan di Merapi karena umbul-umbul itu menghalangi kelancaran gerak mobli ambulans. Umbul-umbul itu juga berisikan aneka iklan produk jasa dan kelompok partai. Kemalangan dikapitalisasi secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri dikepung oleh 4 lempeng bumi yang bergerak-gerak dan berpotensi menyebabkan bencana. Negeri ini terletak pada barisan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ring of fire&lt;/span&gt;" volcano yang siap meletus dan menghancurkan. Sebagian besar wilayah negeri ini ada di daerah tropika basah yang berpotensi menerima hujan dalam jumlah yang luar bisa besar dan mebawa banjir bandang. Semenjak tsunami Aceh, sudah banyak bencana berskala mega terjadi terjadi susul menyusul di Negeri ini. Undang-undang dan aneka aturan telah dibuat tetapi mengapa penanganan bencana selalu saja buruk. Semua berjalan seolah tanpa perencanaan. Kita tidak pernah serius belajar dari pengalaman. Bangsa dan negeri ini, ternyata, dikelola dengan amat tidak pantas. Kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;letoy&lt;/span&gt; dalam aksi nyata tetapi sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt; dalam perkara pasang aksi kucing via sandiwara pencitraan. Mau jadi apa kita ini? Bangsa apa kita ini? Kesian .... eeehhh ... Sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: center;" dir="ltr"&gt;&lt;a id="video-long-title-KAaFPPTSvhY" href="http://www.youtube.com/watch?v=KAaFPPTSvhY" title="BERITA KEPADA KAWAN/EBIET G.ADE" rel="nofollow"&gt;           BERITA &lt;b&gt;KEPADA KAWAN&lt;/b&gt;/&lt;b&gt;EBIET G&lt;/b&gt;.&lt;b&gt;ADE&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt; Tabe Tuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-6816239218914989595?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='bangsa apa ini? negeri bencana negara letoy lebay'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/6816239218914989595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=6816239218914989595&amp;isPopup=true' title='42 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/6816239218914989595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/6816239218914989595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/11/negeri-apa-ini-negeri-bencana-elitnya.html' title='bangsa apa ini? negeri bencana negara letoy lebay'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TNAtWQSKU4I/AAAAAAAABq0/nzNoXNymUWY/s72-c/ringoffire.png' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-3874200539144074818</id><published>2010-09-30T15:42:00.002+08:00</published><updated>2010-09-30T15:52:18.123+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Kebangsaan'/><title type='text'>bangsa apa ini? (part I)</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;Sahabat &lt;/span&gt;Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu kala, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, saya diajarkan oleh bapak/ibu guru untuk bersikap bangga sebagai bangsa Indonesia. Kita, Bangsa Indonesia terkenal sampai ke seluru penjuru mata angin sebagai bangsa yang sangat santun, ramah, suka membantu, pandai membawa diri dan sangat bermartabat. Kata bapak/ibu guru, tagal perkara keramahannya ini maka orang-orang luar negeri sangat gemar berkunjung ke Indonesia. Para wisatwawan manca negara sangat sengan karen di mana-mana mereka akan disambut dengan senyum manis penuh persahabata. Dan benar saja, dahulu ketika kecil, setiap bertemu orang asing berkulit putih, saya dan juga kawan-kawan sebaya akan berteriak-teriak mengucapkan selamat...hei mester...selamat pagi/siang/sore....si orag asing tertawa, kami juga tertawa kembali, riuh rendah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;Tetapi cobalah diperhatikan kisah-kisah di seputar peristiwa G 30 S. Jenderal dan prajurut dibunuh. Lalu Indonesia seperti masuk dalam gerbang neraka pertumpahan darah. Sebagian sumber mencatat bahwa diperkirakan 1 juta orang mati sia-sia pasca G 30 S. Sumber lain mencatat sekitar 500.000 jiwa meregang. Lihatlah pula kasus tanjung priok di tahun 1980-an. "Petrus" yang membunuh para penjahat "gal" sonder pake permisi. Pertumpahan darah di Aceh. Kerusuhan Mei 1998. Kerusuhan di Ketapang Jakarta tahun 1998. Kerusuhan di Kupang, di Ambon,  dan di Poso. Bom Bali I dan II. Bom di Kedubes Australia 2004. Di hotel JW Marriot 2009. Penatua HKBP yang ditikam. Kerusuhan di Sampit, Kalimantan. Kerusuhan di Tarakan Kalimantan. Keributan di Jalan Ampera Jakarta Selatan. Jangan lupa pula, ada si msiter Ryan si jagal van jombang yang sendirian menhbisi belasan nyawa. Ada mister babe yang mensodomi dan menebas habis tubuh anak-anak kecil geandangan kota.  Suadaraku, genangan darah...darah ...dan, ... darah ..... membajiri dan menggenangi tanah republik ini...&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;terkasih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;Untuk apa semua itu? Atas nama apa darah itu ditumpahkan? Atas nama perut lapar. Atas nama dorongan sexual. Atas nama kelompok primordial tertentu. Atas nama keadilan. Dan, yang paling gila...atas nama TUHAN...(entah Tuhan yang mana yang gemar melihat darah yang bertumpahan) ....Lalu, masih berapa banyak lagi darah yang harus ditumpahkan? Masihkah kita dengan bangga menyebut diri kita sebagai bangsa yang ramah dan sopan? Sekolah SD - perguruan tinggi dibangun di mana-mana. Gedung-gedung ibadah dibangun dimana-mana. Kelompok-kelompok keagamaan berkembang berlipat-lipat. Sejak subuh, telinga dan mata kita sudah dipenuhi dengan siaran penuntun jiwa di layar-layar TV. Tetapi mengapa perilaku barbar masih gemar dipertontonkan tanpa segan dan tanpa rasa malu. Ada apa ini? Maaf saudara, dalam posting kali ini, saya hanya mau mengungkakan fakta dan bertanya. Cuma itu yang bisa saya lakukan saat ini. Bertanya dan merenung....bangsa apa ini?&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-3874200539144074818?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/3874200539144074818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=3874200539144074818&amp;isPopup=true' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3874200539144074818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3874200539144074818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/09/bangsa-apa-ini.html' title='bangsa apa ini? (part I)'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-5469998097077612611</id><published>2010-09-13T21:25:00.007+08:00</published><updated>2010-09-14T13:26:36.245+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='(maunya) filsafat manusia'/><title type='text'>antara jakarta dan bekasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TI4zrh7bVaI/AAAAAAAABqk/W30foGhvqfQ/s1600/New+Picture+%2837%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 127px; height: 107px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TI4zrh7bVaI/AAAAAAAABqk/W30foGhvqfQ/s200/New+Picture+%2837%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516403416510453154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua bulan "menghilang" dan baru hari ini kembali. Ada yang protes. Ada yang biasa-biasa saja. Apapun, maafkan saya. Tetapi jeda dua bulan ini, bagi saya pribadi, memang perlu. Saya jenuh dan hilang rasa kepingin menulis. Kenapa jenuh? Lelah karena terlalu banyak janji pekerjaan yang harus saya tunaikan. Semoga dipahami. Semoga dimengerti. Kita masih sahabat-kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya memutuskan untuk kembali menulis. Pertama-tama karena saya merindukannya .... ya untuk menulis itulah...tetapi hal berikutnya adalah, ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya...apa itu? antara jakarta dan bekasi...wheeeladhalalllahhh...apa-apaan nih? dulu chairil anwar menulis tentang antara krawang dan bekasi...apakah ada kaitannya dengan hal ichwal itu? bisa saja begitu kendati lain nuansanya...bagaimana????  begini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari Lebaran I 2010, terbetik berita .... Johny Malela, pengemis buta yang mengangsurkan dirinya di Istana Negara, Jakarta, berharap rejeki Lebaran diberitakan rebah berkalang bumi .... mengenaskan, sangat mengenaskan ... bayangkan, belum lama ini diberitakan bahwa jumlah orang miskin di Indonesia sudah menurun ... keberhasilan SBY, katanya tetapi Johni dan banyak yang lainnya yang berdiri di antrean para peminta sedekah rela mati hanya demi serupiah dua rupiah ... jikalau kemiskinan di hitung berdasarkan pengeluaran per hari 10.000 rupiah...maka Johni dan kawan-kawan itu apa namanya???? Pertanyaan lain adalah, Johni mati karena apa?  Terinjak-injak. Oleh siapa? Sesama pengharap sedekah....ternyata orang miskin mati terinjak mereka yang juga miskin. Di mana mereka yang berpunya? Dalam setiap berita seperti itu, tak pernah dinyatakan bahwa si pemberi sedekah mati terinjak-injak...si kaya ternyata punya keistimewaan, yaitu amat kecil peluang untuk mati terinja-injak si miskin....hati-hati dengan si miskin karena mereka adalah pembunuh sekaligus korbannya .... mammma miaaaaaaa.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari kedua Lebaran 2010, kita mendengar berita lain yang tak kalah tragis .... di bekasi, kota di sebelahnya Jakarta, seorang Jemaat HKBP ditusuk seorang durjana dan kawaan-kawannya. Tertembus perutnya sampai mencapai organ hati. Lalu, setelah jatuh rebah ke tanah, si Asia, begitu si tertusuk hendak ditolong seorang polisi dan seorang pendeta perempuan. Baru beberapa meter berjalan si pendeta dihajar menggunakan sebatang kayu papan...praaaaaakkkkggghhhhh gedubraghhhhh...roboh juga si ibu Pendeta ....  aaahhhh kasihaaaaaannn...tagal perkara apa ini? Oh, ternyata ada kaitannya dengan tak bisanya Si Asia dkk. Jemaat Gereja HKBP beribadah secara leluasa.... ooohhhhh .... di mana kejadiannya??? Di bekasi. Di Negara manakah kota bekasi itu berada? Di Indonesia. Negara Pancasila katanya. Siapa pelakunya? "Masih dicari", kata pak Polisi kendati gambar video kekerasan di tempat yang sama yang dilakukan oleh yang bersangkutan pada tanggal 18 Agustus sudah ada di tangan Pak the Police. Ooooaaaalaaaahhhh....hati-hati menjadi orang seperti si Asia  di Negeri Pancasila ini karena di mana dan kapan saja anda bisa ditusuk karena anda berbeda dari dari mayoritas lainnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kegelisahan saya berakar bukan pada hal-hal yang sangat kentara seperti itu ttapi lebih mendasar lagi, yaitu .... DI PANDANG SEBAGAI APA ORANG SEPERTI JOHNI MALELA DAN ASIA + IBU PENDETA BAGI SI PEMBERI SEDEKAH, SI PENGINJAK DAN SI PENUSUK DAN BAHKAN BAGI ANDA DAN SAYA? Sesama manusiakah atau cuma sekedar seonggok barang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu teringat 3 jenis relasi yang bisa terjadi di antara orang-orang atawa manusia, yaitu relasi "aku-itu",  "aku-dia" dan "aku-engkau". Dalam pola relasi "aku-itu" sesama adalah obyek. Sesama dipandang dari segi pragmatis. "Si itu saya perlu sepanjang dia ada gunanya, uangnya banyak, kedudukannya tinggi, atau wajahnya cantik".  Jika semua yang saya perlukan sudah tak ada lagi maka tamatlah si itu bagi saya Mati sajalah. Sartre mengatakan bahwa relasi "aku-itu" adalah kebencian. "Bencilah semua orang maka kau akan hidup. Bencilah Tuhan supaya kau jadi Tuhan", begitu amanat Sartre si Ateis besar. Maukah anda sepaham dengan Sartre? Apakah si penusuk Asia bukan golongan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola relasi berikutnya adalah "aku-dia". Dalam pola ini, sesama bukan obyek tetapi subyek. "Saya subyek dia juga subyek". "Sesama bus kita jangan saling mendahului". " Sesama subye tak perlu salig mengobyekan". "Urusanmu adalah urusanmu sendiri". "Kau mau mati, mau hidup, mau sakit, mau bahagia, adalah urusanmu sendiri". "Jangan dekati aku karena aku tak mendekati anda". Aku dan dia netral. Acuh tak acuh. Sidang pembaca, andakah golongan itu? Jangan-jangan Johni Malela dkk. ada di kelompok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola relasi yang satunya lagi adalah "aku-engkau". "Aku ini unik, engkau juga unik jikalau dua keunikan digabung dan ber-koeksistensi damai maka dunia punya dua makhluk unik dan membawa bahagia". "Ini kelebihanku dan di sana kelemahanku, manfaatkanlah kelebihanku dan tutupilah kelemahanku dengan kelebihanmu, maka indahlah hidup". Relasi ini adalah relasi sosial antara manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana anda melihat hubungan antara anda dengan sesamamu yang se kampung, se Gereja, se Mesjid, se Pura, satu nusa, satu bangsa? Yang mana di antara 3 pola relasi yang saya uraikan yang benar-benar sedang anda jalani. Jika anda, dan juga saya, adalah si pembenci dan si acuh tak acuh maka .... ke laut saja loe karena loe bukan orang tapi, mungkin, .... monyet .... ya, kera yang berpendar antara jakarta dan bekasi lalu ke segala penjuru mata angin sambil menebar kebencian. Tanpa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma itu, sidang pembaca yang budiman. Cuma itu yang bisa saya tulis kali ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="video-long-title-B5HXGjgD06M" href="http://www.youtube.com/watch?v=B5HXGjgD06M" title="Anne Murray - You Needed Me" rel="nofollow"&gt;Anne Murray - &lt;b&gt;You Needed Me&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-5469998097077612611?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/5469998097077612611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=5469998097077612611&amp;isPopup=true' title='52 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/5469998097077612611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/5469998097077612611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/09/antara-jakarta-dan-bekasi.html' title='antara jakarta dan bekasi'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TI4zrh7bVaI/AAAAAAAABqk/W30foGhvqfQ/s72-c/New+Picture+%2837%29.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>52</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-1416347501655853422</id><published>2010-07-18T15:13:00.009+08:00</published><updated>2010-07-18T21:15:01.403+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='norman'/><title type='text'>norman tulis tulis tentang  "NUSA TABOLAk taBALEK"</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEK8sECVCkI/AAAAAAAABqE/YJlMnoKi_sk/s1600/New+Picture+%2886%29.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEK8sECVCkI/AAAAAAAABqE/YJlMnoKi_sk/s200/New+Picture+%2886%29.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #6aa84f; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Dear &lt;span style="color: orange;"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Blogger&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Dua tahun lalu persis, di bulan Juli 2008 Mister Norman berangkat&amp;nbsp; menuju Jogjakarta. Dia ingin melanjutkan sekolah ke tingat pascasarjana dalam bidang ilmu Kehutanan. Waktu itu, beramai-ramai kami mengantarnya. Di antara para pengantarnya adalah Oma Tien tercinta. Tahun&amp;nbsp; ini di bulan yang sama, tepatnya tanggal 28 Juli, dia akan diwisuda karena urusan sekolah S2-nya&amp;nbsp; kelar sudah.&amp;nbsp; Cita-cita Opa dan Omanya, sebagian, tercapai sudah.&amp;nbsp; Sayang, sekarang Oma dan Opa Robert-nya tak ada lagi untuk melihat Norman secara kasat mata. Berdua, mereka sudah berbahagia di "negeri seberang sana". Oh, ya masih ingat Norman? Ya anda betul, dia adalah penerus DNA saya yang sulung. Dan ini adalah tulisan hasil olah pikirnya. Dan jika saya mempostinnya maka ini adalah kado wisuda dari saya. Selamat membaca dan berkomentar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #6aa84f; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Howdy &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Bung&lt;/span&gt; en &lt;span style="color: blue;"&gt;Soes&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #a64d79;"&gt;pembaca blog&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEK7UZonFDI/AAAAAAAABps/GOmQuvIjL30/s1600/New+Picture+%2822%29.bmp" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEK7UZonFDI/AAAAAAAABps/GOmQuvIjL30/s320/New+Picture+%2822%29.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;Apabila biasanya saya menulis dengan tema lingkungan di blog ini, maka kali ini sedikit berbeda, saya kali ini ingin menulis mengenai tanah kelahiran saya, Nusa Tenggara Timur. Sebelum memulai isi tulisan ini, ijinkan saya untuk sedikit bercerita latar belakang mengapa saya memilih tema ini. Begini ceritanya, pada jaman dahulu kala di suatu kerajaan hiduplah seorang putri yang cantik jelita...... Ups.... Maaf saya barusan salah bercerita. Cerita barusan biasanya saya dongengkan untuk anak saya. HiHiHi. Begini cerita yang sebenarnya Bung en Soes, ilham dalam menulis bagi saya itu bisa datang darimana saja. Kebanyakan dari membaca atau mengamati kejadian sekitar. Tulisan ini dibuat segera setelah saya membaca tulisan pada salah satu koran harian terkemuka, Kompas edisi kamis, 8 Juli 2010. Tulisan pada koran ini sebenarnya tidak spesifik mengenai NTT, bahkan hanyalah tulisan kecil hasil opini pembaca, tetapi saya menangkap inti tulisan tersebut cukup menohok dan menggelitik pikiran saya mengenai yang terjadi di NTT. Apa itu? Nanti akan kita simak dalam tulisan ini lebih lanjut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEKuJrJnR3I/AAAAAAAABpc/9XcQbmTxDvc/s1600/New+Picture+%28120%29.bmp" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEKuJrJnR3I/AAAAAAAABpc/9XcQbmTxDvc/s200/New+Picture+%28120%29.bmp" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;NTT = Nusa Tenggara Timur. Itu singkatan resminya. Namun ada pula anekdot yang mengatakan NTT adalah singkatan dari Nasib Tak Tentu, Nanti Tuhan Tolong, de es be. Anekdot ini sebenarnya bukan tanpa alasan ataupun muncul secara tiba-tiba, namun bisa pula berangkat dari kejadian faktual di NTT sendiri. Kita sudah mengenal NTT bukanlah daerah yang berlimpah – meminjam judul lagu Koes Plus - kolam susu. Bukan daerah yang subur. Bahkan karena sifat klimatik, maka fenomena kekeringan bukanlah suatu hal yang baru. Semua tahu itu. Mungkin pula dari situ muncul anekdot mengenai singkatan NTT tadi. Mungkin. Tetapi apa relevansi ini dengan judul yang saya pilih? Begini Bung en Soes, NTT saya beri lagi satu singkatan baru yaitu Nusa Tabolak Tabalek atau dalam bahasa Indonesianya adalah nusa terbolak-balik. Jangan marah dulu apabila saya memberi satu singkatan baru ini karena seperti apa yang saya katakan bahwa ini berangkat dari apa yang terjadi di NTT sendiri. Apa yang terbolak-balik di NTT? Saya akan menerangkan dengan menggunakan beberapa contoh berikut. Tanah di NTT pada umumnya kurang subur, topografi yang berbukit-bukit ditambah dengan ariditas iklim sehingga hasil tanaman pangan kita tidak melimpah laiknya di daerah lain. Itu tak bisa dipungkiri, tetapi apa anda bisa memungkiri bahwa NTT di saat yang sama juga memiliki lahan penggembalaan yang luas di Indonesia sehingga sangat potensial sebagai gudang ternak? Namun apakah produksi ternak di NTT berbanding lurus dengan luas lahan penggembalaan tersebut? Kita sering atau bahkan teramat sering mendengar berita kekeringan melanda NTT sehingga hasil pangan menurun, tetapi di saat yang sama kita melupakan fakta bahwa sebenarnya NTT memiliki laut yang luas dengan potensi hasil bahari yang menjanjikan. Namun apa yang terjadi? Kita tidak menjadi tuan di tanah sendiri. Tolong koreksi apabila saya salah, tetapi pernahkan pemerintah daerah kita membuat suatu program untuk lebih memanfaatkan hasil laut kita selain gemala (gerakan masuk laut) yang nyatanya tidak efektif? Coba bayangkan saja luas daratan NTT yang begitu kecil, yakni 47.349,9 km2 atau 23,7 persen jika dibandingkan luas lautan yang mencapai 200.000 km2. Di sisi lain pemanfaatan sumberdaya ikan laut hanya sekitar 30% dan budidaya laut hanya 8,74%. Yang ada dan terdengar selama ini hanya program intensifikasi dan ekstensifikasi jagung, tanaman pangan, de el el yang notabene ada di darat, tetapi laut yang luas dan di depan mata malah terlupakan. Program-program pemanfaatan hasil laut biasanya hanya ada saat kampanye-kampanye, namun ketika terpilih maka “janji tinggal janji” begitu syair lagu. Atau mau contoh lain, silahkan lihat kejadiaan “nahas” yang menimpa tanaman cendana (sandalwood). Meski ada yang mengatakan cendana berasal dari Gujarat, India, namun beberapa sumber dengan jelas mengatakan cendana berasal dari NTT. Tetapi apa yang terjadi? Produksi cendana di NTT dewasa ini tidak bisa dikatakan mencerminkan sebagai asal tanaman itu sendiri. Tidak percaya? Bisa anda tanyakan langsung pada pemilik blog ini selaku konsultan ITTO yang saat ini sedang gencar-gencarnya ingin menghidupkan kembali NTT sebagai gudang cendana. Satu pertanyaan menggelitik adalah selama ini pemerintah daerah NTT buat apa saja? Semoga tidak ada lagi kebijakan fatal seperti tahun 70-an sehingga cendana dijuluki sebagai kayu setan atau kayu milik pemerintah oleh masyarakat sebagai dampak kebijakan yang tidak berpihak tersebut. Semoga. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Saya memiliki pengalaman menarik ketika kuliah di Fakultas Kehutanan UGM beberapa waktu lalu. Ketika membahas mengenai luasan hutan, maka teman-teman dari jawa, Sumatera, Kalimantan atau Papua amat sangat “digdaya”. Yah tentu saja, daerah mereka memiliki luas hutan yang lebih daripada NTT. Namun ketika membahas mengenai luas kawasan penggembalaan, maka maaf-maaf saja teman, saya serta merta membusungkan dada. Ya iyalah.... NTT memiliki luas lahan penggembalaan sekitar 653.983 ha. Angka tersebut yang tercatat resmi, tapi dalam kenyataannya di lapangan, savana yang merupakan tipe formasi dominan di NTT biasanya juga digunakan sebagai kawasan penggembalaan. Kemudian bila mempertimbangkan kebiasaan masyarakat dalam melepas ternak dalam kawasan hutan dalam sistem agrosilvopastoral, maka kawasan hutan bisa juga dapat juga dihitung sebagai kawasan penggembalaan. Coba hitung saja berapa total semuanya? Cukup fantastis bukan? Sombong juga rasanya saya saat itu. Namun apa yang terjadi kemudian? Ketika dosen saya mengatakan bahwa meski NTT memiliki lahan penggembalaan yang luas, namun di saat yang sama produksi ternak justru menurun dari tahun ke tahun. Oh.... Betapa malunya. Kepala yang tadinya terangkat gagah menjadi tertunduk malu. Lahan penggembalaan luas tetapi produksi ternak menurun. Paradoks bukan? Terbolak-balik bukan? Bagi saya pribadi beberapa contoh di atas membuktikan bahwa pemerintah daerah kita cenderung tidak belajar dari pengalaman terdahulu. Setiap pergantian tampuk kepemimpinan, maka ganti pula program-program dengan yang baru. Tapi apa bisa dikatakan berhasil? Tergantung dari sisi mana kita melihat. Kalau saya melihat dari sisi output yang dihasilkan seperti beberapa contoh di atas, maka bagi saya pemerintah daerah NTT bisa saya katakan gagal. Contoh lain datang dari dunia pendidikan. Beberapa tahun terakhir tahun NTT selalu menduduki rangking satu atau dua dalam hal kelulusan siswa. Rangking satu atau dua dari belakang maksudnya. Itu berarti setiap tahun selalu terulang, terulang dan terulang lagi. Orang boleh baru, Gurbenur sebagai top manager boleh baru, kepala dinas boleh baru, dan program boleh baru tetapi hasil akhirnya yah itu-itu juga. Sami mawon. Sama saja. Seorang teman saya yang berprofesi sebagai guru di Sumba mengatakan program pendidikan boleh banyak, tetapi eksekusi di lapangan sangat lemah. Wah NAPO juga nih namanya. No Action Programs Only. Dalam beberapa tulisan terdahulu dalam blog ini sedikit banyak telah menyiratkan apa yang saya katakan tersebut. Sedari tadi kelihatannya saya hanya menyalahkan pemerintah, oleh karena itu, pertanyaan yang penting sekarang adalah apakah yang salah hanya pemerintah? Yang salah hanya si pemimpin saja? Ataukah semua stakeholder yang berarti mereka dan kita, anda dan saya? Bisa anda membantu saya menjawab pertanyaan tersebut? Saya hanya ingin agar semua menjadi obyektif. Jangan sampai terjadi satu jari menunjuk orang lain, tetapi tanpa kita sadari jemari yang lain sedang menunjuk ke arah kita sendiri. Kalau itu yang terjadi artinya saya dan anda juga memiliki andil dalam membuat NTT sebagai Nusa Tabolak Tabalek dong? Wagat eh.... gawat maksudnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEK9Y3iVLbI/AAAAAAAABqM/vhcZL-f53Ns/s1600/New+Picture+%2820%29.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEK9Y3iVLbI/AAAAAAAABqM/vhcZL-f53Ns/s200/New+Picture+%2820%29.bmp" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saya cukupkan tulisan ini sampai disini dengan maksud agar Bung en Soes semua mau melengkapinya apa yang kurang. Menambahkan apa yang belum saya sampaikan. Atau malah mau mengoreksi tulisan ini. Monggo. Silahkan. Karena saya juga masih perlu banyak belajar. Namun tolong jangan salah artikan isi tulisan ini karena saya juga tidak bermaksud menjelek-jelekan NTT karena sesungguhnya saya amat sangat mencintai tanah kelahiran saya ini. Tetapi apakah cinta mesti diartikan diam saja melihat sesuatu yang salah terjadi di sekitar kita? Tidak. Bagi saya kritik bisa berarti ungkapan cinta saya bagi NTT. Tulisan ini bukti saya mencintai NTT. Jadi apabila saya ditanya setuju NTT adalah Nusa Tabolak Tabalek? Sambil bersenandung saya akan menjawab “tanyakan saja pada rumput yang bergoyang”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a class="video-list-item-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=D2OxFzdclDE&amp;amp;feature=related"&gt;      &lt;/a&gt;&lt;b style="color: #ffd966;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=8DbsGklDeVE" id="video-long-title-8DbsGklDeVE" rel="nofollow" title="O ... Na wan'ni - Top Hits NTT - Lagu Sabu ..."&gt;O ... &lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Na Wen'ni&lt;/span&gt; Tana - &lt;span style="color: #134f5c;"&gt;Lagu Sabu&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a class="video-list-item-link" href="http://www.youtube.com/watch?v=D2OxFzdclDE&amp;amp;feature=related"&gt;&lt;span style="color: #93c47d; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="title" title="Nusaku Flobamora - Trio Sonbilo"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b style="color: #990000;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Tabe Puan &lt;/span&gt;Tabe Tuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-1416347501655853422?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='norman tulis tulis tentang  &quot;NUSA TABOLAk taBALEK&quot;'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/1416347501655853422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=1416347501655853422&amp;isPopup=true' title='72 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/1416347501655853422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/1416347501655853422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/07/ntt-normat-tulis-tulis-tentang-nusa.html' title='norman tulis tulis tentang  &quot;NUSA TABOLAk taBALEK&quot;'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TEK8sECVCkI/AAAAAAAABqE/YJlMnoKi_sk/s72-c/New+Picture+%2886%29.png' height='72' width='72'/><thr:total>72</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-451711898360514436</id><published>2010-07-06T20:29:00.004+08:00</published><updated>2010-07-06T20:55:37.523+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manusia dan sport'/><title type='text'>ijinkan saya mendongeng tentang bola yang disepak kian kemari</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ea9999;"&gt;Dear&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #93c47d;"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TDMfCa0W4qI/AAAAAAAABpM/A723qb_osyE/s1600/soccer.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TDMfCa0W4qI/AAAAAAAABpM/A723qb_osyE/s320/soccer.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Semua penggemar sepak bola dunia pasti menikmati betul pertandingan sepak bola Piala Dunia 2010 di Negeri "Waka-Waka" Afrika Selatan. Negerinya Paman Mandela. Satu bulan lamanya penggemar soccer dimanja habis-habisan. Tapi lihatlah, kendati semuanya menggemari sepak bola yang sama tetapi reaksi orang-orang itu bisa berbeda-beda terhadap tayangan yang sama. Apa yang membedakan mereka? Ada banyak alasan tetapi saya ingin melihat dari 1 sudut, yaitu tergantung siapa kesebelasan favorit mereka atau siapa pemain favoritnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=oRDgVGHB6eM" id="video-long-title-oRDgVGHB6eM" rel="nofollow" title="Shakira - Waka Waka (This Time For Africa)(2010 FIFA World Cup ..."&gt;&lt;b&gt;Shakira&lt;/b&gt; - &lt;b&gt;Waka Waka&lt;/b&gt; (This Time For Africa)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Bagi penggemar kesebelasan Belanda maka sampai posting ini diturunkan pastilah sedang bersukacita abis. Sebaliknya bagi penggemar berat kesebelasan Brazil atau Inggris, Piala Dunia mungkin tinggal sekedar tontonan yang tak punya impresi apa-apa lagi. Konon, di Nerete, Haiti, seorang penggemar kesebelasan Brazil, pemuda 18 tahun, bunuh diri setelah Brazil dikalahkan Belanda 1 - 2. Kendati tak setragis itu tetapi seorang adik saya harus menghabiskan nyaris 5 pak kertas tisu untuk membersihkan airmatanya setelah Kesebelasan favoritnya, Argentina, dikalahkan Jerman 0 - 4. Saya malah sempat menawarinya, jika persediaan tisu di kios sekitar rumahnya habis, saya bersedia mengirimkan bagia dia barang 1-2 pak tambahan. Seorang adik yang lainnnya, kebetulan penggemar berat kesebelasan Jerman, berbeda lagi kelakuannya. Ketika saya menelefon dia malam-malam setelah selesai pertandingan Argentina VS Jerman, hampir 2 menit saya tidak mendengar suara apa-apa selain suara tawa girangnya yang teramat keras....waaaaalllaaaaahhh .... "kasihan juga adik saya itu. Barusan dilantik jadi pejabat kok malah jadi gila gara-gara sepak bola". Begitulah sahabat, Lalu bagaimana dengan anda? Bagaimana dengan saya? Nah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Seperti juga posting saya 2 tahun lalu ketika kesebelasan Jerman dikalahkan Spanyol 0-1 pada Piala Eropa, saya secara tradisional adalah penggemar Kesebelasan Jerman. Mula-mula alasanya adalah sangat tidak masuk akal, yaitu karena Jerman, ketika itu Jerman Barat, adalah negeri asal Marten Luther sang Reformator Gereja. Belakangan baru saya bisa bersikap lebih rasional. yaitu saya menyukai Jerman karena semangat juang dan ketertiban organisasi permainannya. Mereka tidak selalu bagus, bahkan cenderung tampil menjemukan, tetapi begitu memasuki sebuah turnamen, mereka dapat sangat berbahaya. Saya menemukan "wajah" saya dalam kesebelasan Jerman. Bukan yang terbaik tetapi mati-matian berusaha menjadi baik. Berhasil sukur. Gagal ya dicoba lagi lain kali. Bagaimana reaksi saya dengan hasil-hasil yang dicapai kesebelasan Jerman? Jika menang maka saya akan mencari semua koran yang memberitakan itu lalu saya baca habis semuanya. Bagaimana jikalau kalah? Biasa saja. Paling-paling saya tidak lagi mau menonton kelanjutan turnamen. Bahkan anak-anak saya sering saya usir agar supaya tidak membuka televisi dan menonton pertandingan sepak bola lanjutan turnamen.... ha ha ha ha...(ternyata saya juga tak kalah irrasionalnya dengan adik-adik saya itu tadi ya???? ...ha ha ha ha). Tapi itu dulu. Sekarang tak lagi begitu. Jika Jerman menang OK. Kalah? Ya tidak apa. Lain kali Jerman akan mencoba dan bagus lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Siapa pemain kesukaan saya? Dahulu kala, bagi saya pemain terhebat di dunia adalah Franz Beckenbauer dan Gerd Muller. Pertama-tama karena mereka adalah pemain kesebelasan Jerman (Barat). Kedua, tidak ada pemain lain di dunia yang bisa menciptakan 1 posisi yang khas dan lalu ditiru oleh banyak kesebelasan lain selain Franz. Posisi itu adalah Libero, yaitu pemain bebas di jantung bertahanan yang dapat berfungsi sebagai back bahkan sweeper, gelandang bertahan dan gelandang menyerang sekaligus. Saat-saat tertentu, sang Libero dapat bergerak naik menusuk sampai ke jantung pertahanan lawan dan membuat gol. Adalah olah pikir Franz bersama pelatih Jerman (Barat) ketika itu, Helmut Schoen, yang menghasilkan posisi unik itu. Franz juga memiliki semangat juang khas Jerman. Dalam salah satu pertandingan di Piala Dunia tahun 1970, dia tetap bermain sampai selesai pertandingan kendati harus dengan kondisi cedera berat. Salah satu tangannya patah setelah bertabrakan dengan pemain lawan dan harus yang diikat dengan badannya. Cedera dan kesakitan tetapi tak mau diganti. Terus bermain. Jantan. Lalu, Gerd Muller adala bomber Jerman yang pendek dan gempal. Bantet kata anak Jakarta. Ukuran kakinya aneh karena kaki kirinya lebih kecil dibandingkan kaki kanannya. Kaki yang tidak normal. Tetapi, coba cari pemain lain yang ketika membela tim nasional, mencetak gol lebih banyak dari jumlah pertandingan yang dimainkannya. Gerdhard tampil di Timnas Jerman Barat sebanyak 62 kali dan mencetak gol sebanyak 69 buah. Sampai sekarang belum ada pemain seperti dia. Dia bomber oportunis sejati. Dia punya killer instinck yang teramat hebat di kota penalti.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Belakangan saya menjadi lebih terbuka menerima kesebelasan lain di luar kesebelasan Jerman dan pemain terbaik lain di luar pemain-pemain yang berasal dari Jerman. Saya juga menyukai Brazil karena merekalah kumpulan seniman sepakbola sejati. Jujur saja, nyaris tak ada kesebelasan lain yang dapat tampil seindah Brazil, kecuali mungkin kesebelasan Belanda jika mereka memainkan total football. Dengan bagitu anda menjadi tahu bahwa sayapun menyukai kesebelasan Belanda. Total football adalah konsep permainan sepakbola paling jenius yang bisa dipikirkan oleh manusia. Semua bergerak untuk semua posisi. Rinus Mitchel menemukan dan Johan Cruyff mempraktekannya dengan sangat elegan. Saya sudah menyebutkan nama meneer Johan Cruyff, yang lentur bak penari balet di lapangan hijau, oleh karena itu saya juga akan menyebutkan pemain-pemain lain yang saya sukai. Pertama adalah Pele. Penari sepak bola sejati yang santun dan rendah hati. Pele telah mengemas 1281 gol dalam 1363 pertandingan. Tidak ada pemain yang melebihi rekor ini. Saya juga menyukai Maradonna. Visi permainan dan dribllingnya nyaris seng ada lawang. Sendirian, pertahanan lawan bisa dibuat pontang panting tak keruan. Kesebelasan Inggris merasakan betul hal itu pada Piala Dunia di Mexico tahun 1986. Umpan-umpannya ..alaaaamaaaaakk.... jitu alis natok (kata anak Kupang). Kakinya seperti punya mata. Dia jenius. Saking jeniusnya dia telah memaksa orang sedunia setuju dengan dia bahwa gol yang dibuatnya dengan menggunakan tangan ke gawang Peter Shilton (Inggris) 1986, Mexico adalah gol tangan tuhan (hands of god goal). Padahal kita tahu itu adalah perbuatan curang. Culas. Tapi itulah Maradonna. Dia juga adalah biang kerok dan biang onar dengan tingkah lakunya. Lantas, heeiii, lihatlah orang-orang Inggriss itu, kendati dicurangi oleh Maradona (dan Argentina) tetapi mereka menerima kekalahan itu dengan lapang dada. Wow, mereka sangat gentlemen. Dan, saya juga suka kesebelasan Inggris, selain gentlemen, karena bermain bola gaya Inggirs bola di lapangan dialirkan secara sangat cepat bak bajir bandang di sungai Benenain, Timor Barat yang suka bajir mendadak itu. Sedap dipandang. Dan akhirnya, saya jatuh suka berat sama Lionell Messi. Dia adalah murni titisan Maradonna. Dia juga adalah penari sepak bola sejati. Liukan dan dribllingnya persis sama dengan Maradonna. Tembakan membuat goalnya luar biasa. Hal yang membedakan Messi dan Maradonna adalah Messi santun dan rendah hati. Sayang sekali di PD Afsel, Messi tak mendapat pelatih sehebat Pep Guadiola di Barcelola, sehingga Argentina gagal. Melihat Maradonna menangis ketika dikalahkan Jerman di PD tahun 1990 di Italia yang timbul adalah perasaan ...rasain loe....tetapi melihat Messi keluar lapangan dan menangis setelah dikalahkan Jerman di Afsel 2010, hati saya jatuh. Tak tega. Ikut sedih. Lalu, mengapa saya bersikap ambigu? Suka Jerman tetapi sedih melihat Messi menangis? Jawabannya adalah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Sepakbola, pertama-tama, adalah hasil olahan individu-individu. Makin pandai kamu mengolah bola dan mengarahkannya ke gawang lawan maka kamu adalah pesepakbola ulung. Tetapi pada akhirnya sepakbola adalah permainan hasil olahan individu-individu yang hadir bersama dalam ruang dan waktu yang sama. Anda tidak boleh bermain untuk kepentingan anda semata. Di dapan, di belakang, di samping dan nun jauh di ujung lapang sana ada orang lain yang harus anda perdulikan. Anda harus bekerjasama dengan orang lain itu demi tercapainya tujuan bersama. Pertanyaannya adalah lebih penting mana di antara individu dan teamwork di dalam sepakbola? Jawabannya adalah jadilah dirimu sendiri tetapi kesejatian dirimu itu hanya dapat kamu temukan di dalam sesamamu. Dalam filsafat manusia disebutkan bahwa manusia adalah makhluk eksentrik yang artinya adalah makhluk yang terarah dan mencari eksistensinya ke arah luar (eks artinya terarah keluar). "Aku menemukan diriku hadir di dunia ini dan diriku ini terarah kepada sesama". "Tidak ada aku tanpa dunia dan tidak ada aku tanpa sesama". Manusia yang eksis adalah manusia yang berelasi. Supaya aku dan sesamaku dapat berelasi dan lalu eksis demi kebaikan bersama maka ada 1 prasyarat yang harus kami penuhi, yaitu ketertiban. Saya suka Messi karena dia adalah gambaran eksistensi diriku individual yang terampil tetapi saya suka Jerman karena menggambarkan ketertiban hubungan dengan sesama. Jadi, individu dan kebersamaan adalah perlu tetapi kebersamaan yang tertib adalah yang paling perlu. Setuju?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;Sambil merenungkan dongeng saya di atas, silakan menikmati permainan gitar yang dimainkan oleh salah sau master gitar ternama Joe Striani yang beriksah tentang makna persahabatan. Manusia hanya bermakna ketika dia bersahabat dengan sesama. Yeeeaaaaacchhh.....&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=SdlgEXQ92bE" id="video-long-title-SdlgEXQ92bE" rel="nofollow" title="Joe Satriani - Friends"&gt;&lt;b style="color: #e06666;"&gt;Joe Satriani&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #e06666;"&gt; &lt;/span&gt;- &lt;b style="color: #0b5394;"&gt;&lt;span style="color: #6aa84f;"&gt;Fri&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #e69138;"&gt;en&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;ds&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: #0b5394;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=y7me1O0N9EM" id="video-long-title-y7me1O0N9EM" rel="nofollow" title="Joe Satriani - Friends (Live)"&gt;&lt;b&gt;Joe Satriani&lt;/b&gt; - &lt;b&gt;Friends&lt;/b&gt; (Live)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cc0000; font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: #073763;"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-451711898360514436?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.bigmike-savannaland.blogspot.com' title='ijinkan saya mendongeng tentang bola yang disepak kian kemari'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/451711898360514436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=451711898360514436&amp;isPopup=true' title='45 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/451711898360514436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/451711898360514436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/07/ijinkan-saya-mendongeng-tentang-bola_06.html' title='ijinkan saya mendongeng tentang bola yang disepak kian kemari'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TDMfCa0W4qI/AAAAAAAABpM/A723qb_osyE/s72-c/soccer.png' height='72' width='72'/><thr:total>45</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-7428195509064601462</id><published>2010-06-10T08:26:00.015+08:00</published><updated>2010-06-11T18:22:15.083+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About My Beloved Dad'/><title type='text'>tri bajik eka cita: the last</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TBCLpSQvkWI/AAAAAAAABo8/tfTLnwuzfNk/s1600/New+Picture+%2885%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 135px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TBCLpSQvkWI/AAAAAAAABo8/tfTLnwuzfNk/s200/New+Picture+%2885%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481034287902855522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampailah saya pada bagian akhir posting tentang "tri bajik eka cita" yang merupakan falsafah hidup Ayahanda saya almarhum (Robert "SGT" Riwu Kaho) dalam bekerja. Bahkan lebih dari itu, jika diteliti lebih saksama, akan terlihat bahwa sebenarnya falsafah "tri bajik eka cita" adalah falsafah hidup Robert.  Cara pandang dia tentang bagaimana hidup itu harus dijalani. Kamudian barulah prinsip ini diekstrapolasikan oleh Ayahanda ke dalam dunia pengabdiannya, yaitu dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari bahwa "tri bajik eka cita" adalah prinsip hidup Ayahanda almarhum membuat saya menjadi tidak mudah begitu saja menulisnya. Dia menjadi sulit bukan karena substansinya tetapi karena konsekuensinya. Maksud saya begini, jika di antara pengagum  almarhum Bung Karno terjadi silang sengkrut pengertian antara "anak biologis" dan "anak ideologis" maka bagi saya pertanyaannya adalah, apakah cukup bagi saya mengatakan kepada dunia bahwa .. "hei saya ini adalah anak Robert Riwu Kaho" ..  dan apakah juga cukup saya mengatakan bahwa  ... "hei saya tahu apa prinsip hidup Robert". ...cukupkah itu?  TIDAK. Mengapa demikian? Saya masih harus bisa membuktikan bahwa "menjadi anak Robert" berarti harus memenuhi 2 prasyarat, yaitu  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;principe d'etre-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;nya&lt;/span&gt; dan apa &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 102);"&gt;la condition humaine&lt;/span&gt;-nya?  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0); font-style: italic;"&gt;Opo maning&lt;/span&gt;? Leahy menyatakan bahwa &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;principe d'etre&lt;/span&gt; manusia selalu dua sisi, yaitu siapa dirimu dan untuk apa dirimu. Sisi pertama menunjukkan identitas diri yang khas dan unik. Sisi lainnya menunjukkan keberartian seseorang bagi sesamanya dalam arti yang amat luas.  Inilah yang disebut sebagai  &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;la condition humaine&lt;/span&gt;-nya. Ayahanda adalah pribadi yang unik. Dia pendidik, pengurus Gereja puluhan tahun, penghusada tradisional, bagian dari klan Mone Ama dari Namata, Sabu dan lain-lain. Cuma 1 dia. Tak ada yang lain. Di lain pihak, jejak hidupnya menjadi panutan banyak orang karena budi pekertinya yang masuk di dalam norma umum manusia yang baik. Dia amat berbudaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu bertanya, sudahkah saya  menemukan jalan untuk dikenal sebagai anak Robert dalam identitas yang berbeda tetapi memiliki budi pekerti yang setara? Saya harus unik dan khas. Bukan fotocopy semata dari Robert.  Akan tetapi sekaligus dengan itu saya dituntut paling kurang menapaki jalan hidupnya yang amat berguna bagi sesama. Hidup yang tidak memusatkan perhatian  pada kepentingan diri sendiri. Secara kasat mata, &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;academic achievement&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;menunjukkan bahwa saya berhasil "keluar" dari bayang-bayang identitas Ayahanda. Kami memang sama-sama berprofesi Guru tetapi saya Guru di bidang Ilmu Kehutanan. Beliau pernah menjadi Kakanwil tetapi saya Ketua Umum ForDAS NTT. Robert unik  sayapun unik. Masalahnya adalah, apakah saya sudah memiliki budi pekerti yang setara dia? Jawaban saya, belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu maka apa untungnya menulis tentang "tri bajik eka cita", yang adalah falsafah hidup Ayahanda, jika tidak mampu melakukannya? Pandai berteori tetapi tak satupun tamak dalam perilaku hidup setiap hari. Bukankah itu sama artinya dengan fenomena ironis di negara kita tercinta? Mengaku wakil rakyat-nya tetapi nasib rakyat hanya urusan sekunder. Rajin beribadah tetapi amat gemar menista orang lain. Mengaku menghafal Pancasila tetapi perilaku amat primodial. Lalu saya berketetapan hati bahwa dari pada tidak lebih baik jika saya menuntaskan saja tulisan tentang "tri bajik eka cita". Bukan untuk apa-apa melainkan  justru yang oleh karenanya, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;principe d'etre&lt;/span&gt;, saya harus terus belajar, dengan pertolongan Tuhan,  supaya saya tidak memalukan sebagai anak Robert Riwu Kaho. Lalu apa itu "tri bajik eka cita"?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, Robert memberi makna bahwa tri berarti tiga, bajik berarti perbuatan baik yang mendatangkan keselamatan, eka artinya satu atau tunggal dan cita  adalah cita-cita, yaitu tujuan yang luhur, mulia dan sempurna yang harus dikejar. Lalu, &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 0);"&gt;tri bajik eka cita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;tiga perbuatan baik yang mendatangkan keberuntungan dan keselamatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai satu tujuan yang sempurna&lt;/span&gt;. Dari pengertian ini saja kita bisa belajar bahwa setiap hidup harus memiliki tujuan yang baik. Pernah menonton film Rambo II? Di akhir ceritera John Rambo menjawab pertanyaan Trautman, mantan bossnya tentang "bagimana kau hidup", dengan mengatakan begini "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;i'm living day by day&lt;/span&gt;". Hidup ala John Rambo tidak sesuai dengan prinsip Robert.  Hidup harus memiliki tujuan dan tujuan itu harus yang bersifat mulia. Lalu, apa eka cita itu? Adalah: BERKAT. Robert memberikan defenisi bagi tujuan hidupnya, yaitu menjadi berkat bagi sesama. Dengan cara itulah dia akan layak mengaku sebagai ciptaan sang Pengada yang Maha Baik. Bagimana Robert dapat mencapai cita-citanya itu? Adalah dengan melakukan 3 perkara, yang disebut sebagai  tri bajik, yaitu  BERDOA, BEKERJA DAN BERBUAH. Jelas dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clear&lt;/span&gt; bukan? Jangan buru-buru. Mari kita perhatikan uraian Robert lebih terperinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan Maha Kuasa yag berlandaskan Iman. Di dalam doa, anda harus melakukan 3 hal terpenting, yaitu mengaku berdosa dan memohon pengampunan, mengucap syukur atas semua yang sudah diterima dan memohon anugerah kekuatan, kesehatan, hikmat dan apa saja yang baik sebagai modal bekerja. Jadi, si sombong yang merasa selalu benar, pendendam, dan tukang komplain atas apa yang ada padanya adalah orang yang tidak berdoa. Berdoa dilakukan setiap saat. Dengan berdoa, menurut pengalaman Robert, orang akan mampu menghargai orang lain sebagai sesama ciptaan, tidak melakukan diskriminasi, gemar menolong mereka yang  lemah terutama anak didik, peka terhadap penderitaan orang lain dan mampu melayani.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bekerja adalah adalah esensi hidup itu sendiri. Karena itu bagi Robert kaum pemalas dan tukang berharap gampang dalam hidup bukanlah seorang pekerja. Bekerja juga merupakan panggilan hidup sebagai manifestasi iman. Oleh karena itu hal yang dikerjakan haruslah yang bersifat baik. Mencuri dan menipu bukanlah bekerja  karena dalam Iman tidak pernah boleh ada bekerja yang sifatnya jahat. Bekerja yang baik, bagi Robert adalah, bekerja secara tekun, setia, tak mudah menyerah dan produktif dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbuah adalah adalah kepastian bahwa semua yang didoakan dan dikerjakan harus benar-benar halal. Tak boleh anda mengorbankan orang lain dalam bekerja. Tak boleh anda mendoakan celaka bagi orang lain. Harta yang kamu miliki benar-benar harus merupakan keringatmu sendiri dan tidak merampas hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Akhirnya, resultante dari tiga kebajikan itu adalah akan datangnya tujuan luhur dari hidup, yaitu berkat. Bagaimana ciri hidup yang penuh berkat itu? Robert merincinya ke dalam 10 indikator, yaitu iman baik, punya harga diri, selalu ingin maju, etos kerja yang tinggi  dan berdisiplin, bekerja berorientasi pada prestasi, jujur, secara individu harus pandai, terampil dan kreatif, memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi dan tegas, mampu berkomunikasi dengan orang lain tetapi berdikari dan rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Begitulah gambaran ringkas tentang "tri bajik eka cita" itu. Melihat deskripsinya, saya menjadi miris sendiri. Dapatkah saya mencapai derajat budi pekerti seperti itu? Saya tak begitu yakin tetapi .... hei sabar dahulu .... dengan mata kepala sendiri saya menjadi saksi bahwa Ayahanda almarhum mampu melaksanakan semua yang telah didefenisikannya itu. Ayahanda tidak sedang berhipotesis melainkan menuliskan pengalaman empirik hidupnya sebagai suatu hipotesis bagi banyak orang. Dalam mempraktekkan teorinya, dia amat berhasil. Prestasinya sebagai pendidik menjadi saksi. Maka, kalau dia bisa mengapa saya tidak? Bukankah saya memiliki DNA yang sama dengan dia? Kalaupun tidak sama-sama amat, paling kurang saya bisa belajar untuk mulai melakukannya. Hari ini lebih baik dari kemarin. Besok lebih baik dari hari ini. Makin lama makin baik. Saya cukupkan tulisan ini sampai di sini. Lalu, apakah anda terilhami oleh cara hidup Robert Riwu Kaho?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Untuk semua Guru yang baik di mana saja anda berada, saya kirimkan lagu Oemar Bakri dari Iwan Falz. Bapak dan Ibu, dedikasi anda di catat di Surga.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;   &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a id="video-long-title-rrZw0gPR4vE" href="http://www.youtube.com/watch?v=rrZw0gPR4vE" title="Guru Oemar Bakri (Oemar Bakri The Teacher) by Iwan Fals" rel="nofollow"&gt;&lt;b style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Oemar Bakri&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(The Teacher)&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="video-long-title-rrZw0gPR4vE" href="http://www.youtube.com/watch?v=rrZw0gPR4vE" title="Guru Oemar Bakri (Oemar Bakri The Teacher) by Iwan Fals" rel="nofollow"&gt;by &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Iwan Fals&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-7428195509064601462?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='tri bajik eka cita: the last'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/7428195509064601462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=7428195509064601462&amp;isPopup=true' title='111 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/7428195509064601462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/7428195509064601462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/06/dear-sahabat-blogger-sampailah-saya.html' title='tri bajik eka cita: the last'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/TBCLpSQvkWI/AAAAAAAABo8/tfTLnwuzfNk/s72-c/New+Picture+%2885%29.png' height='72' width='72'/><thr:total>111</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-7550150780932414826</id><published>2010-05-13T15:08:00.010+08:00</published><updated>2010-05-15T17:27:04.835+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hormat Untuk Para Pendidik'/><title type='text'>gagasan toean robert: tri bajik eka cita, sebuah preambule (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S-vTYBMEG9I/AAAAAAAABok/T41MeA9j2Q8/s1600/New+Picture+%289%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 145px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S-vTYBMEG9I/AAAAAAAABok/T41MeA9j2Q8/s200/New+Picture+%289%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470698581960956882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedih membaca dan mendengar hasil Ujian Nasional (UN) yang dicapai oleh sekolah-sekolah menengah di Propinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2010. Tingkat kelulusan UN di NTT untuk "putaran pertama" sangat memprihatinkan. Cobalah berita di bawah ini (www.tempointeraktif.com Senin, 26 April 2010) disimak baik-baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Persentase kelulusan ujian nasional (UN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya mencapai 47,92 persen dan berada pada peringkat terakhir angka kelulusan dari 33 provinsi di Indonesia. "Kita memang berada pada peringkat terakhir prosentase kelulusan ujian nasional tahun 2010 ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (PPO), Thobias Uly di Kupang, Senin (26/4). Jika dibandingkan dengan 2009 yang persentase kelulusannya mencapai 69,23 persen, maka persentase kelulusan tahun ini mengalami penurunan sebesar 21,31 persen.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ketika giliran pengumuman hasil UN SMTP, berita yang saya kutip dari www.ujiannasional.org adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Hasil ujian nasional (UN) pada 10 dari 691 SLTP di Nusa Tenggara Timur (NTT) amat memprihatinkan karena mencapai nol persen. Kenyataan itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Nusa Tenggara Timur (NTT), Thobias Uly di Kupang. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi seperti itu, saya teringat ayahanda saya almarhum, Robert "SGT" Riwu Kaho. Pengalaman dan pengabdiannya bagi dunia pendidikan di NTT, nyaris paripurna. Beliau pernah menjadi orang nomor 1 di NTT dalam urusan Pendidikan di NTT, khususnya Pendidikan Dasar, Menengah, Luar Sekolah dan Kepemudaan. Dedikasinya diakui banyak orang. Seluruh karier PNS-nya dihabiskan dalam urusan Pendidikan di NTT. Beberapa kali beliau diminta untuk pindah bekerja dan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi ke Jakarta (1977), ke Jogjakarta (1980), dan Ke Papua - Irian Jaya ketika itu -  (1987), beliau selalu menolaknya. Katanya: "jika semua orang NTT pindah ke luar NTT lalu siapa yang akan membangun NTT?". Bahkan, pada tahun 1968, beliau pernah ditawari oleh Gubernur NTT agar bersedia menjadi Bupati di Alor. Beliau menolaknya. Pada tahu 1971 beliau terpilih sebagai anggota DPR Pusat hasil pemilu 1971 dari Partai Kristen Indonesia (Parkindo), beliau malah meminta kawan lain untuk menggantikannya. Katanya: "dunia pendidikan adalah panggilan hidup".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menamatkan pendidikan di UGM, Jogjakarta tahun 1959, pada tahun 1960 Robert Riwu Kaho diangkat sebagai seorang Guru di SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas). Tahun 1963 ditarik sebagai Pjs. Inspektorat Daerah Pendidikan Ekonomi (IDPE) yang mengurusi SMEP (Skolah Menengah Ekonomi Pertama). Pada tahun 1970 terjadi perubahan struktur kantor dan IDPE berubah nama menjadi Kantor Pembinaan (Kabin) Pendidikan Ekonomi. Ayahanda menjadi Kepalanya. Pada tahun 1975 kembali terjadi perubahan struktur Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mengakibatkan semua pendidikan yang bersifat Kejuruan seperti, SMEP, SMEA, SKKP, SKKA, STP dan STM digabungkan menjadi Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur). Robert ditugaskan sebagai Kepala Bidang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1973, Robert yang memiliki bakat khusus di dalam hal perencanaan pendidikan, diminta oleh atasannya untuk mengembangkan unit perencanaan pendidikan di Kantornya dan lalu ditunjuk untuk memimpin unit dimaksud. Mungkin karena melihat kinerjanya amat baik dalam urusan perencanaan tersebut maka pada tahun 1974 itu, ketika unit perencanaan ditingkatkan menjadi Bagian Perencanaan, beliau ditugaskan merangkap jabatan. Selain sebagai Kabid Dikmenjur juga sekaligus Kepala Bagian Perencanaan (Kabagren). Lebih luar biasa lagi, karena tertarik dengan kinerja sistem perencanaan pendidikan di Kantor Perwakilan P dan K NTT, Rektor Universitas Nusa Cendana merekrut Robert Riwu Kaho, seijin atasannya, dan diminta untuk mengembangkan Badan Perencanaan dan Pengembangan Undana (BPPU). Robert menerima tantangan itu, mendirikan BPPU dan mengepalainya selama jak tahun 1975 - 1987. Salah satu karya BPPU yang monumental adalah berdirinya kompleks kampus baru Undana yang megah sekarang ini. Setiap saya berdiri mengagumi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lanskap&lt;/span&gt; Undana yang memilik view yang indah ke arah Teluk Kupang, saya pasti teringat ayahanda. Kampus itu merupakan buah tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1987, beliau diangkat sebagai Koordinator urusan Administrasi (Kormin) di Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan, NTT. Jabatan yang sering disebut sebagai orang nomor 2 di kantor itu. Pada saat itu, Kepala Kantornya adalah Drs. Piet Syauta. Hanya beberapa bulan menjabat sebagai Kormin, Robert ditunjuk oleh Menteri P dan K untuk melaksanakan tugas Kepala Kantor karena Drs. Syauta mengalami sakit keras dan akhirnya meninggal dunia pada tahun 1989. Tak lama kemudian di tahun 1989 itulah Robert resmi ditetapkan sebagai Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Robertlah orang nomor 1 di lingkup pekerjaan yang amat dicintanya itu. Gara-gara kesibukannya di Kanwil P dan K NTT itulah yang menyebabkan Robert mengajukan pengunduran diri sebagai Pejabat Kepala BPP Undana pada tahun 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana situasi pendidikan di NTT kala itu? Tidak jauh berbeda dari situasi sekarang ini, level pendidikan NTT ketika itu amatlah memprihatinkan. Mutu pendidikan NTT, yang diukur berdasarkan angka NEM (nilai ebta murni) hasil ujian, berada di urutan 26 di Indonesia. Pendidikan NTT hanya lebih baik dari Timtim sebagai Propinsi termuda di Indonesia kala itu. Ketika menduduki jabatan Kakanwil P dan K NTT, bahkan sudah dimulai semenjak beliau masih menjadi Plt. Kakanwil P dan K NTT, Robert meluncurkan program "Peningkatan Mutu Pendidikan di NTT". Berbekal keterampilannya di bidang perencanaan maka semua Program di rancang matang dan konsep perencanaan tersebut dituangkan ke dalam berbagai buku pedoman yang disebutnya sebagai "buku biru" dan "buku kuning". Dalam implementasinya, Robert meluncurkan program supervisi yang dipimpinnya secara langsung. Hampir semua kecamatan di NTT telah dikunjunginya dalam rangka itu guna memastikan bahwa semua tahap perencanaan telah diselenggarakan oleh seluruh jajaran pendidikan NTT. Semua hal dinilai mulai dari kurikulum sampai proses belajar mengajar. Kunjunganya di kelas-kelas sekolah sampai di pelosok-pelosok NTT dilakukan bukan sekedar simbolis tetapi adalah sebuah sampling dalam supervisi. Tak ada jajaran P  dan K di NTT yang tidak gentar dengan langkah Robert ini karean dia terkenal dengan kekerasan prinsipnya. Kesalahan akan langsung dikoreksi secara lugas di lapangan. Teguran, bentakan dan bahlan tamparan bukan hal yang aneh di masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya adalah semua jajaran pendidikan di NTT mulai dari pejabat sampai Guru dan Murid bekerja keras untuk memenuhi target-target yang telah ditetapkan di dalam dokumen perencanaan. Semua bergairah dan bersemangat. Pada tahun 1989/1990 peringkat pendidikan NTT berdasarkan NEM SMTA berada pada urutan 18, pada tahun 1991/1992 berada pada urutan 14 dan pada tahun 1993, beberapa bulan menjelang Robert "SGT" pensiun, kami membaca berita di beberapa koran Nasional ketika itu yang memberitakan bahwa tingkat pendidikan NTT berada pada urutan nomor 7 untuk bidang IPA dan nomor 11 13 di bidang IPS. Secara keseluruhan, peringkat NEM NTT berada pada urutan nomor 8 di  antara 27 Propinsi di Indonesia. Prestasi yang membanggakan karena sesudah masa itu, sesudah Robert pensiun pada Desember 1993, prestasi itu tak pernah terulang kembali. Secara pasti pendidikan NTT kembali terdegradasi menuju posisinya yang sekarang, yaitu yang terbaik dalam hal mutu rendah di Indonesia. Dengan pekataan lain, mutu pendidikan NTT adalah yang terendah di Indonesia seperti yang sudah dikutipkan di awal posting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa rahasia sukses seorang Robert "SGT" Riwu Kaho? Dalam buku Biografinya yang ditulis pada tahun 2003 Robert menguraikan kunci suksesnya. Banyak hal tetapi saya peras menjadi 3 hal terpenting, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bekerja dan jabatan adalah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;calling&lt;/span&gt;" atau "panggilan dari Tuhan" yang harus dijawab dengar bekerja keras. Bekerja adalah panggilan Ilahi dan kita harus menjawab ia lalu setia di dalam bekerja;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bekerja keras sebagai wujud jawaban terhadap "calling Ilahiat" yang diterima adalah bekerja secara terstruktur, sistmatis dan strategis. Bekerja yang terencana;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bekerja yang terstruktur haruslah merupakan pekerjaan yang melibatkan banyak orang atau stakeholder. Oleh karena itu memelihara persatuan dan kesatuan guna &lt;span style="font-style: italic;"&gt;team work&lt;/span&gt; yang produktif merupakan keharusan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Dalam pola pikir alur "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;logical frame work&lt;/span&gt;", mengapa 3 hal ini harus ditempuh oleh Robert dan faktanya memang demikian,  dan fakta lain lagi menunjukkan bahwa dia berhasil? Jawabannya adalah: Robert menginginkan agar hidup dan pekerjaanya menghasilkan buah. Sahabat terkasih, lagi-lagi kita melihat bahwa Robert bekerja dalam pola "jalankanlah 3 macam kebajikan guna mencapai 1 tujuan akhir yang baik". Hal ini membentuk pola seperti apa yang disebut di judul posting ini, yaitu "tri bajik eka cita". Robert Riwu Kaho akan dikenang oleh masyarakat pendidikan di NTT sebagai pengingat falsafah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tentang semua itu karya Robert tentang "tri bajik eka cita". Ya untuk sebagian tetapi belum seluruhnya.  Semua yang saya tulis ini baru &lt;span style="font-style: italic;"&gt;preambule&lt;/span&gt;-nya. Pembukaannya saja. Dalam serial terakhir "tri bajik eka cita" akan saya ulas tuntas tentang barang perkara itu. Sabarlah Tuan. Sabarlah Puan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-7550150780932414826?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='gagasan toean robert: tri bajik eka cita, sebuah preambule (2)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/7550150780932414826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=7550150780932414826&amp;isPopup=true' title='64 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/7550150780932414826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/7550150780932414826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/05/gagasan-toean-robert-tri-bajik-eka-cita.html' title='gagasan toean robert: tri bajik eka cita, sebuah preambule (2)'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S-vTYBMEG9I/AAAAAAAABok/T41MeA9j2Q8/s72-c/New+Picture+%289%29.png' height='72' width='72'/><thr:total>64</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-8194931699134481203</id><published>2010-04-23T13:35:00.007+08:00</published><updated>2010-04-23T18:11:32.941+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All about me and my Beloved Dad'/><title type='text'>3 bajik 1 cita (part I): doea tahoen soeda dia pergi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S9E4SbtWirI/AAAAAAAABoc/F4vsyyC5ghM/s1600/New+Picture+%2844%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 157px; height: 87px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S9E4SbtWirI/AAAAAAAABoc/F4vsyyC5ghM/s200/New+Picture+%2844%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463209712303901362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat hari ini dua tahun lalu, saya dan 9 orang saudara - laki dan perempuan - tiba-tiba menjadi anak-anak Yatim. Bapak Robert "SGT" Riwu Kaho pergi sudah ke "negeri seberang sana". Saya masih ingat betul kenangan 1-2 hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 20 April 2008 pagi-pagi saya, berdua besama isteri, berangkat ke Gereja untuk beribadah karena hari itu adalah hari minggu. Seusai kebaktian,  sambil berjalan menuju mobil, saya berkata pada isteri saya : "saya kepingin membeli mobil baru yang lebih layak pakai, mudah-mudahan dalam tahun ini juga". Isteri saya tampak diam saja tetapi saya lirik ada binar senang di matanya. Lantas, dari gedung Gereja saya singgah sebentar ke "rumah induk". yaitu rumah kediaman bapa Robert dan mama Tien. Setibanya di sana, Ayahanda Robert sedang berbaring di tempat tidur sambil membaca Alkitab. Lalu, seperti umumnya orang Sabu yang bertemu saya melakukan ritual "Ciom Sabu" kepada Ayahanda. Oh ya, sudah pasti ritual itu di sambutnya dengan hangat. Lantas, kami terlibat percakaan yang pada awalnya ringan-ringan-ringan saja tetapi berkembang ke arah yang amat serius. Ayahanda berceritera panjang lebar tentang kisah hidupnya yang pernah amat menderita. Menurut beliau, hidupnya bisa membawa guna bagi banyak orang semata-mata hanya karena TUHAN. Beliau juga kembali memberi catatan panjang tentang hidup dalam ikatan keluarga besar yang memerlukan banyak pengorbanan. Saya ingat betul kata-kata berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dalam hidup berkeluarga jangan lu hitung untung rugi secara material karena kalo lu bekin begitu lu akan liat lebe banyak ruginya. Karena itu yang harus lu lihat adalah kebahagiaan dari hidup dalam keluarga yang rukun,.  Tidak ada uang untuk membeli kerukunan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Ayahanda mulai mengeluarkan beberapa catatan tentang kami ber-10, anak-anaknya. Satu-satu dibahas. Ada kegetiran tertentu. Tetapi ada juga kebahagiaannya. Hampir 2 jam kami berdiskusi, akhirnya saya mohon permisi untuk kembali ke rumah. Di akhir percakapan kami adalah tukar kata seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Saya:  ini bapa hari mau pi mana, beta siang nanti mau pi berenang di pantai&lt;br /&gt;Ayahanda:  eh, bapa ikot pi pantai eeee tapi abis acara paguyuban Bagelen Purworejo&lt;br /&gt;Saya: Bapa, beta ada rencana beli mobil ni, karmana eeeee....&lt;br /&gt;Ayahanda:  Eh, sonde usah. Pake bapa punya saja Kalo bapa mati sapa yang urus bapa punya mobil...hemat-hemat .... rasa-rasa kalo mau mengeluarkan uang...hitung baik-baik ....&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya ke pantai. Lalu, tunggu punya tunggu  Ayahanda tidak datang juga bergabung bersama saya di pantai. Sayapun menelepon Ayahanda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Saya: bapa di mana ni? jadi berenang ko sonde?&lt;br /&gt;Ayahanda: eh, kelar acara paguyuban,sopir minta ijin ada acara. Bapa juga merasa cape' ni...bapa istirahat saja dahulu ya.....&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, saya membuat 1 buah posting di blog tentang "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mother earth&lt;/span&gt;" menjelang peringatan hari bumi. Di dalam posting itu, antara lain saya menulis sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bumi adalah pemberi hidup. Tempat kita berlindung. Tempat kita berteduh. Tempat kita menimba air. Tempat kita mengambil makanan. Tempat kita berbaring dan dipangku. Bahkan, pada hari ketika nyawa pergi dari badan maka bumilah yang akan memeluk jasad kita. Selamanya.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hari senin tangal 21 April 2008, saya amat sibuk dengan berbagai urusan pekerjaan dan tidak sempat menengok Ayahanda dan Ibunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari selasa, 22 April 2008, sejak pagi sampai sore saya juga amat sibuk dan tidak sempat menengok atau mengontak Ayahanda dan Ibunda. Akan tetapi sekitar pukul 7 malam, tepat setelah saya selsai melantunkan doa safaat pada Ibadat di Rayon, saya dijemput Norman, anak sulung saya, yang menyampaikan pesan Ibunda agar saya segera pergi ke rumah sakit menegok Ayahanda. Dia baru saja jatuh pingsan di dalam rapat Yayasan Pendidikan milik GMIT dan dirawat di RSU dalam keadaan koma...."waduh TUHAN, gawat nih"....dan benar saja, setibanya saya di rumah sakit, Ayahanda sudah tidak bisa apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 23 April Malam hari. Setelah 1 hari dirawat tanpa kemajuan apa-apa, akhirnya malam hari itu juga .....TUHAN menjemput Ayahanda kembali ke rumah asalnya, yaitu RUMAH BAPA DI SURGA ..... Saya, dan kami semua, tak lagi punya bapak di muka bumi ini. Kami Yatim. Delapan bulan kemudian, Ibunda "pergi juga menyusul Ayahanda". Kami Yatim Piatu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat terkasih, tentang Ayahanda saya tidak ingin mengulang-ulang hal-hal lama yang pernah saya tulis di blog ini tetapi ijinkan saya untuk mengenang bahwa "sebenarnya" apa yang akan saya alami pada tanggal 23 April 2008, yaitu "kepergian" Ayahanda, sudah ada tanda-tanda sebelumnya. Mengapa dia harus berbicara panjang dan lebar tentang kisah hidupnya dan kebahagiaan serta kegetiran di saat-saat akhir hidupnya?. Mengapa dia harus berpesan bahwa di dalam hidup, pengunaan rasio  tak kalah penting dibandingan dengan perasaan?. Mengapa dia menyampaian pesan yang amat jelas bahwa ada batas kekuatan manusia dan  di batas itu dia perlu beristirahat?. Mengapa saya harus menulis bahwa adalah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mother earth&lt;/span&gt;" yang akan memeluk anak-anaknya di dalam dekapanya di akhir setiap kehidupan jasmani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ilmu filsafat dikenal 3 jenis obyek kajian, yaitu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 0);"&gt;apa hakikat kenyataan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;bagaimana kita dapat mengetahui kenyataan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;apa yang harus kita lakukan di dalam kenyataan&lt;/span&gt;. Lalu untuk apa semua hal itu dikaji? Jawabannya cuma 1, yaitu menemukan kebahagiaan. Sekarang, perhatikanlah 3 episode terakhir pertautan saya dengan Ayahanda almarhum di saat-saat terakhir hidupnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ketika Ayahanda berusaha menguraikan kisah hidupnya, yang terjadi adalah dia berusaha mencari makna atau hakekat dari kenyataan hidupnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika Ayahanda berusaha memperingatkan saya agar berhitung dalam pengeluaran, yang terjadi adalah dia sedang berusaha menjelaskan tentang penggunaan akal dan rasa dalam upaya mengetahui kenyataan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika Ayahanda mengabarkan bahwa dia tak bisa ikut berenang dan harus beristirahat, yang terjadi adalah dia sedang mengatakan bahwa hanya dengan mengenali batas-batas diri, kita akan mengetahui apa-apa yang dapat kita lakukan dalam hidup&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Pada saat masih aktif sebagai Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di antara tahun 1987 - 1993, Ayahanda pernah menulis sebuah buku yang berjudul "&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;tri bajik eka cita&lt;/span&gt;" atau 3 tindakan baik guna 1 tujuan. Tentang buku ini akan saya ulas pada seri kedua tulisan ini. Tetapi apa yang dilakukan di saat terakhir hidupnya ternyata adalah bahwa beliau kembali menulis 1 buah buka, khusus dipersembahkan kepada saya, yang berisi pesan bahwa "pahamilah hidupmu, gunakanlah rasa dan akal dalam menjalni hidupmu serta capailah kesadaran diri supaya dapatlah kita menjadi berarti di dalam hidup". "Dengan semua itu kamu akan berbahagia". Ya, Ayahanda Robert "SGT" Riwu Kaho telah menyelesaikan karya terakhirnya, yaitu 3 bajik 1 cita. Terima kasih Ayahanda Tercinta. Damailah kamu bersama Ibunda di dekat TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih TUHAN karena di satu masa ENGKAU pernah mengirimkan seseorang yang begitu hebat guna bertindak sebagai Ayahanda bagi saya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-8194931699134481203?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='3 bajik 1 cita (part I): doea tahoen soeda dia pergi'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/8194931699134481203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=8194931699134481203&amp;isPopup=true' title='50 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8194931699134481203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8194931699134481203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/04/3-bajik-1-cita-doea-tahoen-soeda-dia.html' title='3 bajik 1 cita (part I): doea tahoen soeda dia pergi'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S9E4SbtWirI/AAAAAAAABoc/F4vsyyC5ghM/s72-c/New+Picture+%2844%29.png' height='72' width='72'/><thr:total>50</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-8916940196841564689</id><published>2010-04-03T20:57:00.011+08:00</published><updated>2010-04-05T13:14:20.499+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Kristiani'/><title type='text'>JESUS, cinta yang tak bertepi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S7dGWjJODfI/AAAAAAAABoU/CFdWSJdTUAQ/s1600/New+Picture+%28122%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 164px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S7dGWjJODfI/AAAAAAAABoU/CFdWSJdTUAQ/s200/New+Picture+%28122%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455906826787622386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang sahabat saya yang rajin membaca tulisan saya di blog ini mengatakan kepada saya...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mike, tulisanmu indah dan harus saya akui sulit untuk dibantah tetapi mohon maaf, jika yang kau tulis adalah tentang Yesus, maaf sekali lagi maaf, saya telah kehilangan iman kepada DIA. Cobalah dipahami bahwa saya hanya bisa mempercayai sesuatu yang dapat saya pahami dengan akal saya. Dan, soal kematian dan kebangkitan-Nya, saya tak bisa lagi percaya bahwa hal itu sungguh-sungguh terjadi. Yesus mungkin orang baik. Yesus mungkin guru agung tetapi jikalau yang kamu maksudkan adalah bahwa dia itu Ilahi, saya tidak sepakat.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam cukup lama. Lalu saya memutuskan untuk tidak mendebat dia apa-apa. kecuali 1-2 kalimat   percakapan sederhana. Sesudahnya, saya berkata bahwa .."itu adalah hak mu, kawan tetapi ijinkan saya untuk tetap percaya dan menulis untuk bersaksi tentang Dia. Kita tetap berkawan bukan? Nah, ikuti saja tulisan -tulisan saya, mudah-mudahan ada yang bisa saya katakan sesuatu di sana". Lalu, di dalam hati saya berdoa...."Ya Yesus, Tuhanku yang hidup, biarlah kasih-Mu yang tak bertepi itu menghampiri sahabat saya kendati dia tak percaya pada-Mu, sebagaimana Engkau setiap hari sudi menghampiri saya kendati saya tiap hari berbuat kejahatan di depan-Mu"....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sahabat, saya melalui dan merayakan Jumat Agung, Perjamuan Malam Kudus dan Paskah Tahun ini dengan perasaan yang bercampur aduk. Lelah karena terlalu sibuk, urusan di rumah yang seperti tidak ada habis-habisnya menempa kesabaran, kecemasan akan kondisi kesehatan, kerinduan akan saudara-saudara yang jauh dan ahhhh....apa lagi yang tersisa untuk Tuhan yang saya kasihi selain keluhan dan rintihan?  Apakah DIA sudi mendengar? Apakah DIA mendengar? Apakah DIA ada, seperti komplain sahabat saya tadi??????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, seberapapun besarnya derajat penolakan orang terhadap-NYA, Yesus adalah tokoh yang teramat besar. Milyaran orang memuja DIA. Tak kurang pula milyaran orang yang menolak  DIA. Banyak yang mengaku bahwa DIA adalah Tuhan Yang Ilahi. Tak kurang pula mereka yang percaya bahwa Yesus cuma manusia biasa. Tak ada tokoh yang diteliti dari berbagai sudut pandang sebanyak Yesus. Ada jutaan penyelidikan ilmiah dengan kaidah-kaidah metode ilmiah yang amat mengandalkan rasionalitas empirik. Tak kurang pula mereka yang mencoba memahami Yesus hanya semata-mata secara supranatural. Hasilnya adalah orang-orang seperti DR. Eka Darmaputera yang percaya sampai mati bahwa Yesus sungguh adalah Tuhan dan Juru Selamat. Tetapi adapula orang-orang seperti Nietszche yang mengatakan..."Tuhan sudah mati".... Ada pula Imanuel Kant yang mengatakan bahwa .... "tetang Tuhan kita tak bisa berteori karena DIA berada di luar pengalaman empirik". Adapula Ravi Zacahrias yang dengan cerdas membuktikan bahwa ada keteraturan yang luar bisa dalam dunia dan kehiduan yang bisa membuktikan bahwa Tuhan itu sungguh ada dan Yesus adalah realitas. Ada orang sejenis Dan Brown yang kaya raya karena bukunya The "Davinci Code" yang amat menghina Yesus, laku keras. Adapula Francis Coppola yang memvisualisasikan, di dalam filimnya, Yesus berhubungan seks dengan Maria Magdalena. Ada pula orang sejenis Mel Gibson yang secara detil mengungkapkan Iman dan Kepercayaannya kepada Yesus melalui film "The Passion of Christ". Atas nama-NYA, sekali waktu, orang bersedia saling membunuh. Atas Nama-NYA, Gereja-NYA dipecah-pecah menjadi ratusan, mungkin ribuan aliran dan denominasi, sambil  sang pemecah belah yakin bahwa aliran dan denominasi bikinannya itu adalah yang paling benar.  Lalu, siapa sesungguhnya Yesus ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma ingin mengatakan ini: tentang DIA, saya punya pendapat dan berteori. Bukan karena saya lebih hebat dari Imanuel Kant tetapi KARENA DIA YANG MEMAMPUKAN SAYA UNTUK BERPIKIR TENTANG DIA. Mengapa saya harus dimampukan DIA? Karena saya sesungguhnya tidak mampu berpikir tentang DIA. Mengapa saya tidak mampu berpikir tentang DIA? Karena saya terbatas. Mengapa saya terbatas? Karena saya fana dan berdosa. Lho, mengapa  pada akhirnya DIA mau memampukan orang berdosa seperti saya? Ya, untuk itulah dahulu DIA datang. Yesus memang datang untuk menolong yang lemah dan berdosa. Dan kita layak dipeluk-NYA. Kita layak menyapa Allah, sang Maha Pengada. Apakah betul Allah adalah maha pengada? Jawaban kawan saya yang telah kehilangan rasa percayanya kepada Tuhan, jelas terang benderang, yaitu Allah tidak ada. Jikalau Allah tidak ada maka memang kepercayaan kepada Yesus adalah absurd. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alkitab dikatakan bahwa Allah menciptakan dunia dalam 6 hari tetapi Teman saya membantah itu karena menurut teori ilmu, jagad raya, termasuk bumi kita tercipta di antara 13-14 milyar tahun lalu pasca ledakan besar (teori &lt;span style="font-style: italic;"&gt;big bang&lt;/span&gt;). Siapa yang menciptakan ledakan besar itu? Jawaban "hipotesis ilmiah"-nya adalah singularitas. Siapa yang menciptaan singularitas? Hal ini harus dijawab karena sifat mekanistis dari ilmu pengetahuan menuntut bahwa tidak boleh ada sesuatu yang terjadi karena kenihilan mutlak. Teman saya terdiam sejenak tetapi cepat sekali dijawab bahwa hal itu adalah misteri. Rupa-rupanya jagad raya, termasuk bumi kita diciptakan oleh sesuatu yang misterius. ...... ahaaaaa.... saya mengatakan kepada kawan saya tadi bahwa ...."nah kalau begitu saya lebih beruntung dari kamu karena saya punya sapaan kepada Sang Pengada yang misterius, yaitu Allah". Saya merasa lebih beruntung karena saya punya kepastian sedangkan kawan saya hanya bisa hidup dalam misteri terus menerus. Jikalau saya percaya bahwa Sang Pengada, yang tak berawal dan tak berakhir itu, sedemikian berkuasanya maka mengapa DIA tidak bisa menyatakan diri-NYA sebagai YESUS SANG ANAK DOMBA YANG MATI DI SALIB TETAPI BANGKIT SEBAGAI RAJA DAN MENINGGALKAN KUBUR YANG KOSONG? Mengapa DIA mau  menciptakan jagad raya, termasuk dunia, kehidupan dan segala pernak-perniknya? Mengapa untuk dunia yang diciptakan-NYA itu DIA harus mati di salib? Jawabnya sangat sederhana, yaitu bahwa DIA ingin menunjukkan bahwa kita tak boleh kehilangan harapan akan kasih sayang. Di dunia yang kejam dan brutal ini dan di tengah arus kasih sayang yang partikular tetap ada KASIH SEJATI YANG AM DAN TIDAK BERTEPI. Itulah KASIH ALLAH. Itulah KASIH YESUS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SELAMAT PASKAH PUAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;SELAMAT PASKAH TUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-8916940196841564689?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.google.com' title='JESUS, cinta yang tak bertepi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/8916940196841564689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=8916940196841564689&amp;isPopup=true' title='101 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8916940196841564689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/8916940196841564689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/04/jesus-cinta-yang-tak-bertepi.html' title='JESUS, cinta yang tak bertepi'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S7dGWjJODfI/AAAAAAAABoU/CFdWSJdTUAQ/s72-c/New+Picture+%28122%29.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>101</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-3316844487983435380</id><published>2010-03-19T08:41:00.010+08:00</published><updated>2010-03-19T14:05:02.616+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan hidup'/><title type='text'>NTT: kritis sudah, penggurunan di depan mata, lalu apa lagi?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya adalah kedatang seorang tamu, yaitu Pak Frans Sarong, wartawan Kompas, yang menanyakan kepada saya tentang beberapa hal terkait isu Hutan Cagar Alam Mutis, Timau, TTS, NTT dan proses penggurunan di Sumba Timur. Lalu, seperti biasa, sayapun "berpidato panjang kali lebar, kesana dan kemari, kesitu dan kesini dan kemana-mana". Tak disangka dan tak dinanya, beliau tertarik atas isi "khotbah" saya itu. Katanya: ... adik ... buatlah dalam bentuk tulisan...nanti akan saya publikasikan. Sayapun menulis...kecek kecek etret etret tak tik tuk....jadilah sebuah tulisan. Tak beapa lama kemudian, saya membaca kutipan tulisan saya itu di Kompas.com. Eh, Ternyata tulisan itu juga dikutip oleh LKBN Antara, kantor berita milik republik kit. Lantas dicopy ke mana-mana oleh berbagai harian dan juga layanan berita on line. Wuueeeeelllleeeeeeehhhh. Senangkah saya? Ya iyalah. Banggakah saya? So Pasti Bung en Zoes. Puaskah saya? Tidak. Lho?????? Ya, sudah baranhg tentu tidak karena sejatinya saya adalah manusia dan menurut filsafatnya manusia itu adalah "makhluk tak sampai". Oleh karena itu, manusia sebenarnya adalah makhluk yang tidak akan terpuaskan. Saya juga begitu. Di mana ltak ketidakpuasan itu? Tulisan itu baik tetapi cara memenggalnya yang kurang pas sehingga tak seluruh pesan dalam tulisan tersampaikan dengan baik. Akibatnya, sudah 2 minggu lebih ini saya di sapa di mana-mana di Kuoang sebagai "mister gurun". Ya, tak apalah, toh pekerjaan saya adalah guru. DItambah 1 huruf "n" menjaid gurun, lumayanlah he he he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan "bangga-banggi" (bahasa indonesia opoooooo iki????? xi xi xi xi..) itu yang menjadi fokus tulisan itu tetapi diam-diam ada perasaan nelangsa yang teramat sangat setelah membaca kembali tulisan saya itu. Propinsi tempat saya dilahirkan, dan oleh karena itu disebut tanah air saya, ternyata adalah propinsi yang "sangat bermasalah" kondisi lingkungannya. Untuk teman-teman setanah air NTT dengan saya dengarkan ini: saya, anda, kita semua sering teramat membanggakan tanah air kita NTT kita initetapi tahukah anda bahwa menurut citra satelit pada tahun 2007, dari total luas lahan daratan NTT 4,7 juta ha, terdapat 4,3 juta ha lahan kritis? NTT kita adalah juara "kakorek" jika berurusan dengan tingkat kesejahteraan tetapi adalah "kampiun" dalam urusan kerusakan sumberdaya lahan. Dengan curah hujan sekitar 1500 mm/tahun, tanah air kita diberkati Tuhan dengan potensi air sebesar 18 milyar meter kubik tiap tahun. Lalu kita memakainya sebanyak 6 milyar meter kubik. Wah, ada sisa 12 milyar meter kubik. Bagus bukan? Bukaaaaannn eeehh....Tidak. Ternyata kita tidak pernah mengalami surplus air. Nyata Ter....ternyata ....faktanya .... kita selalu mengalami defisit air sebesar 2,82 milyar meter kubik tiap tahun. Lho, kok bisa? Ya bisa dong. Hutan kita yang seharusnya berfungsi untuk menahan air hujan lebih lama di tanah, dalam bentuk "water table" kita tebangi terus menerus. Kita bakar terus menerus. Dahulu, pada sekitar tahun 1960 - 1970-an hutan NTT masih sekitar 20-an persen. Sekarang tinggal sekitar 11%. Di Pulau Sumba, hutan tinggal 6 - 7% dari total luas lahan. Data dari UNCCD tahun 2007 menunjukkan bahwa ada 3 daerah di Indonesia yang terancam proses penggurunan, yaitu NTT, NTB dan Sulawesi Tangah. Lalu dalam kontes "gurun idol" tersebut, pemenang nomor wahidnya adalah NTT..... horeeeeee...hip hip huraaaaaa. Hal ini bukan gosip atau isu murahan karena penlitian saya di Wairinding, Pandawai, Sumba Timur membuktikan hal itu. Proses penggurunan sudah menghadirkan "semerbak-nya" di NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan. Nasib kita ternyata memang tak menentu. NTT = Nasib Tak Tentu. Tapi anehnya, tiap-tiap tahun selalu ada proyek atau program (yang isinya adalah proyek juga). El Tari dahulu bilang: tanam tanam sekali lagi tanam. Ben Mboi dulu berkicau: operasi nusa hijau. Fernandez omong: gerakan menanam 100 juita pohon. Lebu Raya berpidato: tanam dan rawatlah. Departemen Kehutanan bertekad: OMOT (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;one man one tree&lt;/span&gt;). Berhasilkah? Fakta yang ada menunjukkan bahwa seruan di masa lalu telah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gatot&lt;/span&gt;. Gagal Total. Bagaimana dengan seruan terbaru? NTT. Nanti Tunggu Tahun-Tahun yang datang. Tapi maaf, melihat cara-cara berpikir dan cara bertindak  kita semua, sampai dengan  diskusi saya yang terakhir bersama beberapa stajeholder di Hoitel Sasando, Kupang, saya tidak begitu yakin. Betapa tidak, dalam bayangan para pengelola lingkungan hidup kita di NTT, termasuk rakyat itu sendiri, masih memandang orang hanya sebatas obyek. Lingkungan hidup masih semacam obyek seksi yang layak jual demi menglairnya proyek dan program. Cilakanya, sayapun ternyata sedang berkubang dalam "jebakan lumpur" yang sama. Lalu bagaimana? Menurut hemat saya, kita rubah cara berpikir kita. Kita ikuti cara berpikir dalam filsafat manusia. Rubah perilaku dahulu keterampilan dan kekayaan mengukuti kemudian. Bahkan, saya mengutip Alkitab,  Tuhan membangunkan terlebih dahulu kesadara manusia. Tanggungjawab manusia ..... "semua boleh kau makan kecuali yang satu ini"....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita memetakan persoalan hutan dan penggurunan di NTT dengan lebih baik dan lalu menggerakan hati dan pikiran kita bahwa ... ini tanggungjawab kita semua .... Dalam keadaan begini saya teringat akan seorang petani di Desa Nenas, Timor Tengah Selatan kaki puncak tertinggi G. Mutis yang merupakan hulu 2 DAS paling besar di Timor Barat dan merupakan suatu desa yang amat sangat terpencil. Setelah diadvokasi oleh saya dan kawan-kawan dari ForDAS NTT, beliau amat gemar menanam. Ketika kami mengidentifikasikan bahwa mutu hutan di desanya mulai terdegradasi lalu mencarikan anakan tanaman bambu sebanyak 20.000 anakan untuk ditanam tanpa ragu semua anakan itu ditanam habis di sepanjang daerah aliran sungai yang melintasi desa itu. Yang mengejutkan adalah beliau grima kasih keemar menaman kembail setiap anakan yang ditemukan sudah mati mengering padahal masyarakat di sekitarnya hanya diam berpangku tangan. Pak Simon Sasi, begitu namanya. Saya pribadi memberi arti SASI sebagai sarjana ahli segala ilmu dan beliau tersipu tiap saya panggil begitu. Mengapa hal itu dilakukan oleh Pak Simon? Jawabnya adalah ....."Saya hanya punya cinta kepada Tuhan yang sudah menciptakan semua yang saya perlu. Saya cuma mau berterima kasih kepada Tuhan". Kawan setanah air Nusa Tenggara Timur yang terkasih, maukah kita belajar dari moralitas yang dimiliki Pak Simon?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua usaha Pak Simon yang tak kenal lelah untuk terus menanam dan merawat, sekaligus menghimbau semua anak negeri NTT melakukan hal yang sama, saya hadiahkan lagu cantik dari John Denver. Salah satu dewa musik bergenre Country. Lagu ini berjudul Garden Song yang berceritera tentang menanam seinci demi seinci. Sebaris demi sebaris. lalu rawatlah dengan penuh kasih. Iringi usaha itu dengan doa karena kita memerlukan pohon-pohon itu demi masa depan bumi kita. Masa depan kita sendiri. Dapatkah? Seharusnya bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:21;"  &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=D3FkaN0HQgs&amp;amp;feature=related" title="The Garden Song"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:blue;" &gt; The&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(51, 153, 153);"&gt; Garden&lt;/span&gt; &lt;span style="line-height: 115%; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Song&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-3316844487983435380?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://yahoo.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/3316844487983435380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=3316844487983435380&amp;isPopup=true' title='44 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3316844487983435380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3316844487983435380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/03/ntt-kritis-sudah-penggurunan-di-depan.html' title='NTT: kritis sudah, penggurunan di depan mata, lalu apa lagi?'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><thr:total>44</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-3578312951204095760</id><published>2010-02-15T18:20:00.019+08:00</published><updated>2011-09-05T14:16:44.134+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='(maunya) filsafat manusia'/><title type='text'>Samuel Moerdiono: kepastian masa lalu kebahagiaan masa depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S3klQO6TtsI/AAAAAAAABn0/mAkdKQOSJs4/s1600-h/New+Picture+%28102%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 96px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S3klQO6TtsI/AAAAAAAABn0/mAkdKQOSJs4/s200/New+Picture+%28102%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438418985837377218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S3kqKWq8JBI/AAAAAAAABn8/3Kb88oPQrh4/s1600-h/New+Picture+%2884%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 108px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S3kqKWq8JBI/AAAAAAAABn8/3Kb88oPQrh4/s200/New+Picture+%2884%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438424382399325202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);"&gt;sahabat&lt;/span&gt; blogger&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Maafkan saya karena lama absen dari blog. Banyak kesibukan yang menyebabkan badan terasa amat penat. Kepenatan menyebabkan pikiran agak buntu. Ingin menulis tetapi pikiran dan gagasan tak berjalan sempurna. Daripada dipaksakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik diendapkan saja dahulu. Siapa tahu karena kelamaan tidak mem-posting lalu timbul inspirasi-inspirasi baru. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lamo indak basuo&lt;/span&gt; lantas timbul kerinduan. Lalu dalam kerinduan yang membuncah timbulah gagasan yang akan mengalir deras menabrak semua hambatan dan kebuntuan. Dan, begitulah, jadilah tulisan ini. Tetapi benarkah sebuah kerinduan dapat membangkitkan kreativitas? Saya menjawab ya. Mau bukti? Silakan saja ditanya satu-satu kepada para penggemar jejaring sosial yang amat gemar mencari-cari dimana kawan-kawan lama mereka. Sekali bertemu, serasa dunia berguncang. Kenangan lama diputar kembali dan ... wow .. kata berlari, ucapan bertaburan dan  lalu semuanya kembali normal. Kreativitas kembali lancar. Dan memang adalah kerinduan kepada para sahabat blogger yang sudah saya tinggalkan 1 bulan lamanya, yang mendorong kembalinya saya ke dalam blog. Tidak hanya itu, sayapun punya satu ceritera yang mungkin menarik untuk dibagikan kepada semua sahabat blogger guna membuktikan bahwa betapa kerinduan dapat menjadi sumber inspirasi. Apa itu? Ikuti saja tulisan ini baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala, seumuran masa SMA saya memiliki beberapa sahabat baik. Seingat saya ada beberapa nama, di antaranya adalah Andre Pitanuki, Tom Fono, Edi Sugiarto, Frans Sapa, Adrianus Wenipada, dan...wah masih banyak lagi. Teman-teman ini agak khusus karena sudah teramat lama sejak masing-masing kita berpisah, lalu tak pernah lagi berjumpa. Beberapa nama sahabat lama semenjak SMP-SMA seperti Oris Ballo,  Agus Nalle, Matheos Lalus, Edwin Lazarus, Papi Telupere dan yang semacam mereka tidaklah menimbulkan kerinduan karena nyaris tiap hari bertemu. Bahkan bertemu dengan manusia seperti Mister Agus Nalle cenderung membosankan. Betemu dengan Oris Ballo malah menakutkan karena sekarang dia menjadi atasan yang berkewenangan memberi penilaian kinerja saya sebagai Dosen PNS. Bertemu DR. Papi Telupere juga tergolong membosankan karena kami malah tinggal bertetangga. Lagi pula tingkah lakunya suka bikin susah ha ha ha ha (sori mister Papi he he he). Nah, semua sahabat lama yang menghilang itu ternyata menimbulkan kerinduan. Diam-diam ada kerinduan akan suasana bersama-sama seperti dahulu ketika sama-sama masih “polos” dan “naif”. Kami mengira dunia amat luas nyatanya cuma seputaran rumah, sekolah dan angkot. Dunia serasa luas kendati nyatanya cuma seputaran mencabut  singkong yang tumbuh di halaman orang lain atau, bahkan, “mencuri” ayam milik guru sendiri...ha ha ha ha....Banyak ketengilan yang terjadi. Memalukan memang tetapi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu di antara banyak nama itu adalah Samuel Moerdiono. Dia sahabat baik saya.  Bukan sekedar sahabat, kami pernah terlibat dalam beberapa pekerjaan bersama-sama. Kami mengamen berdua ke mana-mana. Mula-mula kami kompak tapi saya berulah. Saya menjadi tak begitu fokus dengan pekerjaan bersama itu lalu saya pergi begitu saja. Tetapi tak lama kemudian, kami bertemu kembali dan proyek dilanjutkan lagi bersama-sama. Kali ini, di tengah jalan, saya merasa gantian Samuel yang tak fokus. Dia tak fokus lagi kepada komitmen kita berdua. Bahkan, sekali waktu,  saya merasa, Samuel menghina saya. Di depan saya Samuel “tega” berkata begini: “lagumu sudah tak enak lagi” ... “aransemenmu sudah tak menarik lagi”..."kamu kampungan". Merespons "penghinaan" dari Samuel, sayapun bersikap: "Baiklah, jikalau kamu mulai menghina maka kamu bukan lagi teman”....”kamu adalah musuh”....Lalu, ...&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;zzzzppppp&lt;/span&gt;....kami berpisah.... tak mau lagi saya berkomitmen apapun dengan dia .... korelasi kami terhenti total .... bukan cuma setahun dua tetapi puluhan tahun lamanya. Saya menutup buku untuk kisah persahabatan kami. Saya balik ke Kupang. Dia entah kemana. Sesudah itu, tak ada lagi rekam jejak dia yang saya dengar. Saya sungguh tak perduli. Diapun mungkin begitu. Cuma sekali waktu sempat terdengar kabar bahwa Samuel terus menetap di di luar NTT tetapi karir seninya tak ada apa-apanya lagi ... ”rasain lu” ... ”Su rasaaaa” ... “Bodo’” ....  “ke laut sajalah” .... demikian saya membatin. Saya lalu melupakan salah satu cita-cita saya dan fokus hanya untuk dunia pendidikan. Dan jadilah saya dosen. Sampai hari ini. Sekali dua masih menyanyi. Hanya untuk bikin senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tak disangka dan tak dinyana, datanglah Desember 2009. Waktu itu ada kegiatan pertemuan Nasional di Jakarta. Saya hadir karena diundang sebagai peserta dan juga pembicara. Ketika mendaftar, di dalam formulir pendaftaran peserta, kami diminta untuk menulis nama, alamat, pekerjaan dan nomor HP. Saya taat urusan itu. Lalu, masuk ke kamar beristirahat di hotel jangkung dan hebat mewah. Menikmati fasilitas kamar yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;luxury&lt;/span&gt; (maklum orang kampung masuk kota he he he he...). Ketika sedang diam di kamar Hotel sambil mempersiapkan bahan presentasi, tiba-tiba HP saya berbunyi. Heiii...ada SMS di HP. Bunyinya begini .... “salam hangat untuk orang Kupang” ....  Ada apa ini? Siapa ini? Nomor ini tak saya kenal ... Saya membalas : “mohon maaf, ini dengan siapa?” .... Tak lama kemudian SMS saya berbalas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;calling&lt;/span&gt; ...”turunlah ke lobby, kita ketemu. Kita teman lama, lu pasti tahu siapa beta” ... lalu ... click.... HP ditutup ... Saya bingung, rasanya dari Kupang cuma saya yang diundang. Mengapa ada yang tahu saya di sini? Atau barangkali ada orang lain atau kebetulan ada orang Kupang yang melihat saya di lobby lalu menelepon...saya tengok jam tangan saya...he he he...sudah mendekati jam makan malam...siapa tahu “si mister gelap” adalah teman yang mau mengajak makan malam...wuuiiihhh ... kesempatan  ... mumpung panitia belum menanggung makan malam. Naluri oportunis merangkak diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tanpa beban sayapun turun ke lobby hotel melalui lift. Ketika pintu kift ke arah lobby terbuka, saya berpikir untuk mengetahui terlebih dahulu..siapa gerangan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mistery caller&lt;/span&gt;” tadi...hmh..sayapun membuka HP dan melakukan pemanggilan. Lalu, mata saya awas ke kiri dan ke kanan. Barang siapa yang mengangkat HP, maka kemungkinan besar itulah si mister &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mistery caller&lt;/span&gt;...huuuppp...satu dua tiga....dan saya ulang 3 kali upaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;miscall&lt;/span&gt; dan ... nah itu dia...ada seorang pria berambut panjang, berbaju merah dan menyandang ransel hitam besar yang 3 kali mengangkat HP lalu menurunkannya lagi ... diam-diam saya mendekatinya...dan ketika berjarak sekitar 5 meteran.....&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255); font-style: italic;"&gt;wuuuuzzzzzz&lt;/span&gt;.....saya bisa memastikan bahwa si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mistery caller&lt;/span&gt; itu adalah sabahat sekaligus musuh saya selama puluhan tahun lamanya....anda sudah bisa menebak siapa dia ... ya, dialah Samuel Moerdiono ... tapi drama belum berakhir... dalam jarak sekitar 1 meter darinya saya pun mengangkat HP lalu melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;calling&lt;/span&gt;....”Hallo Kawan, saya sudah di lobby, anda di mana? ...dia menjawab: heeeiii...posisi di mana??? Saya menjawab perlahan: .... balikkan badanmu kawan, saya tepat berada di belakang mu...dan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;blammmm&lt;/span&gt;....saya melihat dia terpana sejenak, sayapun demikian, dan,  akhirnya ... kami berdua berpelukan.....kami berdua sama terharu....ternyata, sahabat sejati adalah sahabat yang selalu saling merindu .... sekali sahabat tetaplah sahabat ... kebencian di antara kami ternyata adalah kerinduan yang dipendam. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Saya: Sam, dari mana kamu tahu bahwa saya ada di sini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel : dari buku regisitrasi peserta....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hei&lt;/span&gt; ada nama L. Michael Riwu Kaho....itu cara teman lama saya kalau menuliskan identitas...lalu saya periksa....ho ho ho ... berasal dari Kupang ...tak mungkin salah...pasti si mike, sahabat yang saya benci tetapi diam-diam saya rindukan....saya memastikan ke petugas bahwa memang LMRK adalah peserta dari Kupang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : ha ha ha ha ... masih cerdik seperti dahulu ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel : ha ha ha ia lah .... lalu saya mencatat no HP mu...begitulah kawan...hei...kamu tidur di kamar mana?....saya akan minta ke panitia untuk pindah ke kamar itu ... (begitulah, sampai acara berakhir saya dan Samuek sekamar)......Mike...masih marah kah kamu? .... maafkan kesalahan saya dahulu....saya menyesal telah menghina kamu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Sam, kita sudah tua dan tak pantas menambah musuh....saya memaafkan kamu  dan saya harap kamupun memaafkan saya ..... kita sahabatan lagi ya....&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami berdua sekamar dan di kamar kami nyaris tak tidur...ngobrol ke sana ke mari dan di antaranya adalah ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Saya : Sam, saya tak bermimpi lagi jadi penyanyi. Cukup jadi dosen saja. Pahalanya banyak.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel : Mike, sayapun tak bermusik lagi...saya menjadi .... (petinggi di LSM yang berurusan dengan orang-orang luar negeri)...tetapi saya bangga juga bahwa kamu looking smart kendati cahig mu masih mirip dukun ... seperti dahulu... hei kamu Ph.D &lt;span style="font-style: italic;"&gt;holder&lt;/span&gt; kan? Saya tidak ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : iya, tetapi apalah saya ini .... cuma punya ilmu   .... tidak kaya seperti kamu ...&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;.... dan memang saya melihat Samuel hidupnya makmur.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tajir.banget die&lt;/span&gt;.  Harumnya adalah harum berkelas sedangkan semprotan anti BB saya adalah barang dengan kelas yang jika saya semprotkannya, isteri sayapun akan protes keras...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hei, bikin batuk saja ha ha ha ha&lt;/span&gt; .... Kendati begitu ternyata kami berdua adalah orang-orang gagal untuk satu cita-cita tetapi berhasil untuk mimpi yang lain. Aha, semangat karena bertemu sahabat lama menyebabkan kami berdua sangat produktif. Dalam kelompok diskusi, kami berdua meluncurkan banyak ide-ide gila dan anehnya diterima. Lalu, dia bersepakat untuk men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;support&lt;/span&gt; pekerjaan saya dengan peluang-peluang pendanaan yang bisa dia usahakan...(Ah, sahabat baikku Sam, saya tak memerlukan kucuran danamu ... mengetahui bahwa kita bisa berteman kembali cukuplah sudah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat blogger terkasih, demikianlah dramaturgi kisah pertemuan kembali antara saya dan mister Samuel. Aneh, lucu dan mengharukan tetapi juga produktif. Pertanyaannya adalah mengapa saya, anda dan juga banyak manusia lain selalu merindukan suasana-suasana lama ketika hidup harus terus berlari ke masa depan. Mengapa absen 1 bulan dari blog menimbulkan kerinduan? Lihatpula apa yang dibicarakan di antara sahabat-sahabat lama di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt; misalnya. Tengok pula acara musik memori 60-an, 79-an dan 90-an. Jawabannya ternyata sangat filosofis. Begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia terdiri atas materi dan roh. Materi bersifat terbatas. Jika anda berada di Kupang, tak mungkin anda berada di Jakarta pada saat yang bersamaan. Tetapi dengan roh yang ada, anda yang sedang rapat kerja di Jakarta, bisa menghampiri isteri atau suami anda di rumah  masing-masing pada saat yang sama. Tangan anda baru saja menandatangani tanda terima uang lelah rapat tetapi pikiran anda melayang....”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aha, isteri saya akan tertawa senang melihat tumpukan uang ini&lt;/span&gt;”. Dengan demikian terjadilah paradoks manusia dalam urusan “adanya”.  Manusia materi adalah “tingkat ada yang lebih rendah” ketimbang manusia roh yang merupakan "tingkat ada yang lebih tinggi". Secara metafisis kita akan menyebutkannya sebagai “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unfolding of being&lt;/span&gt;”. Dalam filsafat Tuhan kita bisa menggunaan urusan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unfolding of being&lt;/span&gt;” ini guna menemukan jalan menuju Tuhan. Tetapi saya belum akan ke sana kali ini. Saya masih mau berbicara tentang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam urusan manusia, prinsip “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;unfolding of being&lt;/span&gt;” akan membawa kita kepada kesadaran bahwa manusia adalah manusia hidup dalam situasi serba terbatas (faktisitas) tetapi di dalam keterbatasannya itu, terbuka banyak kemungkinan (atau kebebasan). Coba kita telusuri kisah orang yang menerima uang rapat tadi. Selain yang sudah saya tulis, ada kemungkinan lain bahwa seterimanya uang di tangannya dia malah berpikir tentang nikmatnya makan nasi goreng atau ... jangan-jangan ...ehmmm....membeli mobil maksud saya (jangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeres&lt;/span&gt; ya...ha ha ha ha...). Singkat kata, bersebelahan dengan keterbatasan adalah tersedianya banyak kebebasan. yang ditawarkan oleh aneka kemungkinan. Kemungkinan yang banyak itu menyebabkan manusia bisa terlepas dari keterbatasannya tetapi sayang, itu cuma sejenak. Ketika semua kemungkinan ingin diwujudkan sekaligus, manusia akan menemukan diri bahwa dia adalah terbatas. Apakah cukup uang Rp. 500.000,-  untuk membeli mobil mewah kecuali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sekrupnya doang&lt;/span&gt;????  Kata Snijders (1994) alasan itulah yang menyebabkan manusia disebut sebagai makhluk “tak sampai”. Selalu mau kemana-mana tetapi tak sampai-sampai. Selalu banyak maunya tetapi hanya sedikit yang bisa diraih. Dengan wawasannya, manusia ingin meraih sebanyak mungkin cita-cita ke masa depan....kata Bung Karno: “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit” ...  tetapi makhluk tak sampai ini kerap putus asa karena tidak semua cita-cita bisa diraihnya. Lalu, afeksi manusia memerintahkan begini ...”ketimbang putus asa melihat masa depan yang tak semuanya indah maka lebih baik kamu melihat apa-apa yang sudah kamu miliki, maka kamu akan lebih tenteram”.  Bagaimana cara untuk mengusir duka masa depan? Caranya adalah berbahagialah dengan apa yang kamu miliki di masa lampau. Itulah titik atau modal awalmu. Lalu, kita bisa memulai perjalanan lagi dari titik awal itu untuk menggapai masa depan?. Oh, manusia ternyata mencari kepastian dan itu hanya dimiliki oleh apa yang ada di masa lalu. Ya, masa lalu menjanjikan kepastian. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Morning has broken like the first morning&lt;/span&gt;. “Marilah kita memulai hari baru seperti ketika kita memulainya pertama kali dahulu”.  Begitulah, ke masa lalu itulah, manusia akan menengok ketika dia bimbang menatap masa depan. Anda tahu kini mengapa kita suka menengok masa lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya mengenang Samuel Moerdiono karena dia mengingatkan saya bahwa menghadapi masa depan yang serba tak pasti saya masih memiliki kepastian di masa lalu. Di situ saya menemukan ispirasi-inspirasi baik untuk tak ragu terus berjalan menuju masa depan. Mungkin ke depan tubuh saya akan makin renta tetapi bukankah ketika masih muda badan saya tegap, langsing , sehat dan gagah? Ah, jikalau begitu mari coba saya hidup lebih sehat supaya bisa tetap energik kendati usia bertambah.  Sayapun harus mengenang masa ketika saya sangat aktif memposting artikel-artikel baru dan akhirnya saya bersemangat untuk memposting lagi artikel baru hari ini. Alasan yang sangat rasional untuk mengenang masa lalu bukan?. Maka, jangan malu mengenang masa lalu. Semua bisa kita pakai sebagai modal untuk perjalanan memasuki masa depan.  Nah bagi anda yang tertarik untuk mengenang masa lalu demi energi positif ke masa depan maka ijinkan saya menemani perjalanan wisata anda ke masa lalu dengan sebuah lagu cantik dari Julio Iglesias dan Willie Nelson berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.youtube.com/watch?v=44Umae0DEts&amp;amp;feature=related" title="To All The Girls I Loved Before Willie Nelson &amp;amp; Julio Iglesias" rel="nofollow"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=51tvZnkn5V8" dir="ltr" title="Julio Iglesias - To all the girls I loved before [feat. Willie Nelson ..."&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;To all&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;the girls&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; I loved before&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;Julio Iglesias&lt;/span&gt; &amp;amp; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Willie Nelson&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-3578312951204095760?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/3578312951204095760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=3578312951204095760&amp;isPopup=true' title='103 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3578312951204095760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3578312951204095760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/02/samuel-moerdiono.html' title='Samuel Moerdiono: kepastian masa lalu kebahagiaan masa depan'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S3klQO6TtsI/AAAAAAAABn0/mAkdKQOSJs4/s72-c/New+Picture+%28102%29.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>103</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-3232165201026723519</id><published>2010-01-05T08:59:00.010+08:00</published><updated>2010-01-07T06:37:54.180+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan hidup'/><title type='text'>dolly, gus dur, ibunda tien, dan tahun baru: hati dan hari yang tak terselami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S0KmY9ql78I/AAAAAAAABnk/-_Qe_x8sD0Q/s1600-h/New+Picture+%281%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 120px; height: 90px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S0KmY9ql78I/AAAAAAAABnk/-_Qe_x8sD0Q/s200/New+Picture+%281%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423079849107779522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S0KmZh3kRlI/AAAAAAAABns/wEB5u3Cv75U/s1600-h/New+Picture+%282%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 83px; height: 52px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S0KmZh3kRlI/AAAAAAAABns/wEB5u3Cv75U/s200/New+Picture+%282%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423079858825872978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SELAMAT TAHUN BARU 2010. Semoga sahabat semua yang budiman dan budiwati sehat dan penuh berkat pada tahun yang baru ini. Itu dulu yang saya harus kasi ucap pada kesempatan pertama kali. Mengapa demikian? Oh ya, supaya saya tidak "didamprat" oleh sahabat blogger yang budiman. Apakah ada pengalaman untuk itu? Ya, ada dong dan hal itu akan saya ceriterakan sehubungan dengan nama pertama dalam judul posting ini. Begini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 28 Desember lalu, dolly, ya nama ini tak lain dan tak bukan adalah isteri saya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kinyis-kinyis&lt;/span&gt;, tepat berulang tahun ke 45. Saya pikir ada banyak harapan dan pergumulan dalam hatinya. Salah satunya, mungkin saja, adalah adanya perhatian ekstra dari suami terkasihnya. Ya, saya sendirilah. Tetapi ya ampyuuuunnnn.... sang suami, saya  sendiri, mengawali hari dengan biasa-biasa saja. Semua berjalan normal kecuali 1 kecupan di kening...selamat HUT ya isteriku....sudah dan hanya itu. Rupanya dolly kecewa. Dia berangkat ke kantor dan .... wuuuussszzzzz .... sejak siang sampai petang HP-nya dimatikan. Tak bisa dihubungi. Lalu saya tak tahu dia ada di mana. Setelah ke sana-kemari tak ketahuan juntrungan, tiba-tiba saya bisa mengontak dia dan...brrrrrrr...... berhamburan kata-kata keras dari dolly ... "lu terlalu sibuk"....."lu tidak punya waktu untuk beta".... "lu urus saja diri sendiri" ... waaaaaaa  ... dolly marah. Dia bertiwikrama. Intinya, dia protes keras karena HUT berjalan nyaris tanpa perhatian dari suami. Kejam oh kejam. Tetapi apa benar begitu? Heeiittt, jangan terburu-buru melancarkan vonis buruk kepada saya wahai bung dan soez. Hari itu, sebenarnya, saya tidak abai begitu saja kepada dolly dan HUT-nya.  Sepintas memang saya tampak biasa-biasa saja tetapi diam-diam saya sedang menyiapkan kejutan untuknya. Ada hadiah khusus yang saya siapkan untuk mengejutkan dia. Tetapi sayang, sebelum saya mengejutkan dolly, saya sudah terlebih dahulu dikejutkan olehnya....wuuueellleeeeehhhh....emosi saya terpancing dan kami ribut besar hari itu ... bla bla blaaa brrrr brrrr breketek wuuuhhgg heeeeghhh waaaawww wwwoowwww ... Tetapi apakah dengan begitu hari itu kami berdua kehilangan cinta? Oh, tidak juga. Kami  berdua akhirnya bisa menutup hari itu dengan damai. Cinta kami tidak hilang. Lha, cinta kok ya bertengkar hebat??? Dalamnya laut dapat diduga tetapi isi hati wanita? Tak ada yang tahu. Sayapun tidak dan cuma bisa bilang I love u full, dolly. Itulah hati yang tak terselami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal hati yang tak terselami adalah Gus Dur, sang Guru Bangsa yang sudah pergi ke negeri abadi, merupakan satu teladan yang lain. Ketika dia pergi, semua kita tetap saja kaget kendati sudah mahfum bahwa Gus Dur lama sakit-sakitan. Dia adalah tokoh ulama Muslim yang humanis,  nasionalis, demokrat dan sekaligus kontroversial. Saya kira kita semua sepakat tentang itu.  Gus Dur adalah dedengkot NU. Gus Dur adalah pembela yang fanatik terhadap golongan minortas di negeri ini. Franky Sahilatua menyatakan dengan amat baik ketika menggambarkan sosok Gus Dur dalam hal itu..."Gus Dur adalah alamat. Gus Dur adalah addres bagi kami kaum minoritas. Dia mau mendengar. Dia mau dan berani membela". Gus Dur juga pernah mengejutkan banyak orang di tahun 1980-an ketika dia menganjurkan untuk saling menyapa "selamat pagi" ketimbang mengucapkan uluk salam yang Islami. "Kita orang Indonesia" katanya. Dengan mengatakan begitu jelas dia adalah seorang Nasionalis tetapi sekaligus kontroversial. Cilakanya Gus Dur tak perduli dengan cap kontroversialnya itu. Mbah Soeharto almarhum pernah amat tersinggung gara-gara ucapan Gus Dur bahwa si mbah adalah orang bodoh. Akibatnya, Gus Dur mengalami kesulitan yang luar biasa besar ketika balas dikerjain si mbah. Puncak sikap kontroversial Gus Dur adalah ketika dia menyediakan diri dan mau menjadi presiden RI padahal seharusnya "hak itu" ada pada Megawati. Pada "tikungan terakhir" Megawati, sohibnya sendiri, disalip dan jadilah Gus Dur sebagai Presiden RI ke-4.  Humanis kok meelikng teman sendiri? Lalu, kapal Indonesia disetir bagai  "the drunken master". Julukan yang diberikan oleh Rizal Ramli, menterinya Gus Dur  ketika itu. Kapal RI oleng ke kiri dan ke kanan sementara Gus Dur enak saja keluyuran ke luar negeri sambil mengatakan..."gitu aja kok repot". Lalu kita sama tahu pada tanggal 23 Juli 2001, tanpa repot-repot Gus Dur dijatuhkan. Saya yang amat mengagumi Gus Dur sejak tahun 1980-an sering teramat bingung dengan pola tingkah lakunya. Ketika perilaku demokratisnya seolah tidak terbantahkan eh.....dengan enak  Gus Dur mengatakan bahwa..."jikalau kyai anu sudah memerintah saya akan saya pasti aka melakukan. Lha, demokrat ko malah eksklusif? Di lain waktu situasi terbalik..."biar saya diperintah kyai polan tetapi demi masyarakat saya tak perduli". Lha, humanis kok mencla-mencle? Tetapi di hari ketika Gus Dur pergi, saya termasuk orang pertama yang menaikkan bendera 1/2 tiang bahkan ketika belum ada pengumuman resmi untuk itu.  Ternyata saya mengasihi orang ini. Banyak gagasannya baru dapat saya mengerti belakangan. Ah, Gus Dur sayang, selamat jalan. Sampeyan memang memiliki hati yang tak terselami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 2 Januari 2010, persis sudah 1 tahun ibunda saya, Agustine Sabartinah, terkasih pergi menyusul  kekasih hatinya, ayahanda SGT, ke negeri abadi. Ada sejuta kepedihan di hati saya tentang keprgiannya itu. Satu di antaranya harus saya akui hari ini, yaitu saya merasa "dibohongi ibunda". Dia berjanji hanya pergi 2-3 bulan saja selama bulan hujan. "Nanti jikalau musim kemarau saya akan pulang", demikian ibunda berjanji. "Kamu pulang dan bersihkan rumah supaya ketika saya pulang dia dalam keadaan bersih", demikian perintahnya. Tetapi apa yang terjadi? Ibunda tidak pulang ke Kupang, dia malah berangkat ke negeri abadi.  Berbohongkah  ibunda? Tak sayangkah dia kepada anak dan cucunya yang amat mencintainya? Saya kira tidak juga tetapi itulah hati yang tak terduga. Saya kira suda memahamnya luar dalam tetapi nyatanya tidak juga. Ibunda sayang, I love you full. Selamat damai bersama ayahanda dan Tuhan. Engkau memiliki hati yang tak terselami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 sudah kita tinggalkan. Semua yang terjadi sudah kita ketahui. Sudah tercatat dan menjadi sejarah. Tingal kita adalah mencari hikmahnya saja. Lalu, tahun 2010 sudah kita masuki. Apakah anda tahu apa yang akan terjadi di tahun 2010. Gelap Bung. Gelap Soez. Tak seorangpun tahu. Mama Loren dan Deddy Corbuzier-pun lebih banyak keliru ketimbang benarnya ketika mencoba meramal hari esok. Lalu apakah dengan demikian kita perlu untuk menghentikan perjalanan kita? Saya kira tidak perlu dan nyatanya tidak mungkin perjalanan kedepan terhenti. Hidup harus terus berlanjut bahkan ketika di depan kita adalah kepekatan kabut yang tak jelas. Hari di depan adalah hari yang samar-samar. Hari yang tak terselami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk paradoks. Pertama, dia adalah makhluk yang hanya akan bertindak ketika dia tahu. Saya makan karena saya tahu bahwa saya akan lapar jika tidak makan. Karena hari besok adalah gelap maka manusia memerlukan cara untuk menduga-duga hari besok. Cara baheula adalah dengan meramal menggunakan jasa para dukun. Cara moderen adalah dengan membuat visi dan misi lalu membuat perencanaan. Yang kedua, manusia selalu mau tahu lebih jauh lagi. Seolah-olah manusia sudah tahu semua hal lalu dia bertindak  dan bersikap sok tahu akan segala perkara. Manusia adalah makhluk yang sebenarnya berpengetahuan terbatas tetapi memiliki wawasan yang tak terbatas. Singkat kata, manusia adalah makhluk yang tidak tahu tetapi sok tahu. Benturan keduanya membuat banyak hal menjadi tidak terselami. Cilakanya, manusia  sering terlalu jumawa dan sok tahu. Dolly pikir bahwa suaminya sudah tidak punya perhatian. Nyatanya tidak begitu. Saya pikir dolly pasti suka dengan kejutan saya. Nyatanya dolly malah merasa kehilangan perhatian. Gus Dur berpikir semua orang harus memahami dia. Orang Indonesia pikir, mereka tahu semuanya tentang Gus Dur. Apa yang anda dan pikir tentang hari esok. Tahu atau  sok  tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara filosofis, ketimbang bersikap sok tahu lebih baik adalah belajar dengan penuh kerendahan hati. Jangan malu mengakui bahwa ..."saya tak tahu banyak dan oleh karena itu saya perlu belajar banyak".  Manusia dengan keluasan wawasannya akan selalu mau tahu lalu bermimpilah dia.  Marthen Luther King Jr. mengatakan bahwa ...."i have a dream". Bagaimana mewujudkan mimpinya itu? Marten Luther  Kin Jr. belajar dan bekerja. Dengan belajar maka impian tentang harapan hati dan cita-cita hari esok bukan cuma mimpi.  Maka, saya mau terus belajar tentang Dolly, Gus Dur, Ibunda dan hari-hari mendatang. Andapun seharusnya begitu. Itulah yang harus dilakukan manusia guna memahami hati yang tak terselami. Hari yang tak terselami. So, BELAJAR-lah. Selamat menempuh perjalanan hati dan hari. Tuhan memberkati anda di tahun yang baru. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's all &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dear folks&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=qFHbwikzNds&amp;amp;feature=related" title="Abba - I Have A Dream" rel="nofollow"&gt;ABBA -&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;I &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Have&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;A &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Dream&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-3232165201026723519?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/3232165201026723519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=3232165201026723519&amp;isPopup=true' title='103 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3232165201026723519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/3232165201026723519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2010/01/dolly-gus-dur-ibunda-tien-dan-tahun.html' title='dolly, gus dur, ibunda tien, dan tahun baru: hati dan hari yang tak terselami'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/S0KmY9ql78I/AAAAAAAABnk/-_Qe_x8sD0Q/s72-c/New+Picture+%281%29.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>103</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-1915971347901331367</id><published>2009-12-24T21:52:00.015+08:00</published><updated>2009-12-25T15:03:38.461+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal'/><title type='text'>natal, hanacaraka dan masmenyanmur</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; Kristiani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam ini adalah malam tanggal 24 Desember 2009. Malam ini sungguh spesial bagi anda dan say&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SzOYzBUBfwI/AAAAAAAABnQ/9QtOlp4uHUk/s1600-h/New+Picture+%2827%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 124px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SzOYzBUBfwI/AAAAAAAABnQ/9QtOlp4uHUk/s200/New+Picture+%2827%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418842778950008578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a. Ya, bagi umat Kristiani, malam seperti ini memang tidak ada duanya. Ada banyak hari raya Gerejawi tetapi malam tanggal 24 Desember tetaplah sesuatu yang berbeda. Bahkan nuansa hari raya natal yang tanggal 25 itupun seakan kalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perbawa&lt;/span&gt; ketimbang tanggal 24. Di mana letak ke-khas-an tanggal 24 Desember itu? Saya pikir adalah ini, jika pada tanggal 25 yang mengemuka adalah suasana pesta maka pada tanggal 24 adalah kontemplasi dan perenungan. Di benak umat Kristiani melintas pikiran bahwa "seand&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SzOYnbcUHhI/AAAAAAAABnI/9ubU0SyRiK8/s1600-h/New+Picture+%2826%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 122px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SzOYnbcUHhI/AAAAAAAABnI/9ubU0SyRiK8/s200/New+Picture+%2826%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418842579805675026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ai malam ini, YESUS tidak lahir maka besok tidak ada pesta". Maka malam kelahiran menjadi sang prima. Selanjutnya adalah urusan kedua, ketiga dan seterusnya.  Ya, yang pertama sungguh berkesan kendati mungkin bukan yang terbaik dan terbesar. Bukankah kita mengenal ungkapan bahwa cinta pertama serasa di surga, cinta berikutnya cuma di emperannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doang&lt;/span&gt;.  Atau yang ini "kesan pertama menentukan, selanjutnya terserah anda". Nah, sahabat seiman, saya kira itu dan tentang perenungan itupula saya ingin mengajukan jalan pikiran saya berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal atau Nativity of JESUS adalah titik awal. Konon, YESUS lahir di sebuah kandang ternak tagal ruang yang lebih layak tak lagi tersedia. Fakta ini ironis karena bagi umat Kristiani, YESUS adalah raja sejak di dala kandungan ibunya. DIA adalah Imanuel. Allah yang berada bersama-sama manusia. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lha sudah tentu aneh, raja kok ya lahir dikandang&lt;/span&gt;? Tetapi itulah yang terjadi di malam natal. Suka atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanacaraka adalah salah satu filsafat orang Jawa yang luar biasa indahnya. Konon Ajisaka, si pencipta huruf Jawa, memiliki 2  orang prajurit utusan yang setia dan gagah berani, yaitu Dora dan Sembada. Keduanya rela mati demi tegaknya prinsip hidup. Tak ada kompromi selain komitmen terhadap tugas. Setia sampai mati. Untuk mengenang Dora dan Sembada yang mati justru karena setia kepada perintahnya maka Ajisaka menciptakan huruf Jawa "hanacara". Selengkapnya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;hana caraka  = ada utusan yang setia&lt;br /&gt;da ta sawala = yang menolak sawala atau berunding&lt;br /&gt;pada jayanya = kedua-duanya sama jayanya&lt;br /&gt;maga batanga = telah gugur demi kebenaran&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan sekali lagi arti kata-kata itu dan saya kira kata kuncinya adalah kesetiaan menjalankan tugas kendati nyawa menjadi taruhannya. Setia dan oleh karena itu nyawa menjadi taruhan? Pada titik ini, ketika membaca kisah hanacaraka, saya teringat akan pribadi sang Bayi Natal di kelak 30-an tahun kemudian setelah nativity. Demi sebuah tugas,  YESUS tak gentar ketika palang kayu menantinya untuk mati "di sana". Di kayu Salib. Lalu, sebagai orang setengah Jawa, saya ingin mengenang YESUS secara paralel dengan filsafat leluhur saya itu. Untuk itu, dengan diinspirasi oleh adik Imanuel Riwu Kaho, saya ingin mengembangkan makna hanacara ka ke arah pribadi dan pekerjaan YESUS (cara yang mirip pernah dilakukan oleh pastor Johannes Pujasumarta, Pr yang menulis tentang tafsir Kristiani hanacaraka). Hasil aransemen saya lalu menjadi begini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;hana caraka = Sang Hyang HANA (sang Maha ADA) mengirim UTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;data sawala = yang terpanggil atau yang dipanggil atau yang  disebut UTUSAN tersebut adalah seorang duta yang TAAT (yang tidak mengelak = sewala) pada perintah sang Hyang HANA. Utusan itu adalah YESUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Jayanya = namum demikian baik yang mengutus maupun yang diutus adalah SEHAKEKAT atau SANG MAHA ADA DAN YESUS KRISTUS ADALAH SATU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maga bathanga = sang UTUSAN berkarya dan setia SAMPAI MATI DI ATAS BATANG/PALANG/SALIB;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangka pikir hanacaraka, saya menemukan pribadi YESUS yang ternyata adalah utusan ALLAH YANG SETIA. Tidak sekedar utusan melainkan DIA dan ALLAH sehakekat adanya. Kata Alkitab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yoh 1:14)"&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Judul posting natal kali ini adalah natal, hanacaraka dan masmenyanmur. Natal dan hanacara sudah dibahas. Di mana masmenyanmurur-nya? Begini: kata itu adalah penggabungan begitu yang saya lakukan saja demi efiiensi ruang dari 3 buah  kata, yaitu emas, kemenyan dan mur. Tiga barang ini adalah persembahan yang diberikan diberikan oleh 3 para majus dari Persia yang mencari YESUS yang diramalkan sebagai sang Raja (ramalan yang kemudian sangat tepat). Coba anda membayangkan, bagaimana perasaan anda jika diberi hadiah emas? pasti senang karena emas adalah logam mulia berharga mahal. Teapi bagamana dengan kemenyan? Pelu lu bau menyan, mau???? he he he...Terlebih lagi dengan mur, yaitu bahan pembalse mayat...wuuiiihhh sereeeeemmm boookkkk. Tetapi ternyata persembahan 3 majusi itu bukan sembarangan karena sesungguhnya memberikan petunjuk tentang jati diri dan nasib sang bayi YESUS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas adalah jenis logam mulia yang sejak dahulu kala bernilai tinggi. Emas adalah lambang kejayaan dan kekuasaan. Ya, YESUS memang benar seorang raja - raja di raja - dan mahakaya. Kemenyan dibuat dengan memotong sebatang pohon Arbor thurisfrom yang ada di Persia, Arab, dan India. Kemenyan ini seperti getah yang dikumpulkan dan kemudian dikeringkan selama tiga bulan sehingga menjadi seperti damar yang keras atau permen karet. Kemenyan digunakan sebagai wangi-wangian, tetapi kebanyakan ditimbun sebagai bau-bauan yang harum selama penyembahan. Dalam Keluaran, Harun akan membakar kemenyan di altar sebagai persembahan yang harum bagi Tuhan. Oh ternyata kemenyan adalah sarana yang diperlukan dalam menciptakan suasana yang memungkinkan terjadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;manunggaling&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kawula&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gusti&lt;/span&gt;. Ya, YESUS adalah penghubung manusia dan Allah. Terakhir adalah mur. Murjuga merupakan getah dari pohon yang dikeraskan dan kemudian digunakan. Namun, tidak sama dengan kemenyan yang wangi, mur rasanya pahit. Mur sering kali digunakan untuk membalsam orang mati. Syeet dachhhh. Mur adalah lambang kematian yang akan dialami YESUS supaya hubungan antara ALLAH dan manusia dapat bersifat abadi. YESUS memang akhirnya mati, tetapi bangkit kembali, dan mendamaikan ALLAH dengan manuisia. Yang oleh karenanya kita layak datang ke hadirat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana merangkum ketiga frasa yang ada di dalam judul posting ini? Natal adalah kelahiran YESUS yang raja sekaligus yang mskin dan papa. DIA adalah utusan tetapi sehakekat dengan SANG PENGUTUS. Pekerjaan YESUS adalah mendamaikan manusia degan ALLAH dengan jalan mati memikul dosa manusia. Hanya dengan itu manusia, anda dan saya, mempunyai harapan baru dalam hidup. Dalam dunia yang terus berubah, setiap perubahan tanpa kepastian akan membawa anda dan saya menuju keputusasaan dan kematian. Teralienasi dari dunia dan lebih cilaka, teralienasi dari ALLAH. YESUS adalah jawaban untuk masalah gawat itu. Dan dia sudah tunai melaksanakan sema kewajibannya. Bagaimana dengan anda dan saya wahai sahabat Kristiani? Menjawab ia, adalah gampang tetapi melaksanakannya adalah hal berikutnya. Jon Anderson menyanyikan itu dengan baik bagi kita. Dengarlah sahabat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;a class="hLink" title="Jon Anderson &amp;quot;Easier Said Than Done'" href="http://www.youtube.com/view_play_list?p=3F1064A0767454FA&amp;amp;playnext=1&amp;amp;playnext_from=PL&amp;amp;v=TpiVm8eilXU"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jon Anderson&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Easier Said Than Done&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; Ngomong sih enak, lakukan? walah, atuuuutttt.....tetapi jangan takut sahabat, karena sesungguhnya JESUS selalu akan menolong. Jon Anderson juga menyanyikan dengan amat baik bagi kita. Simaklah sahabatku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;a style="font-weight: bold;" id="video-long-title-Cp67G5FcUI4" href="http://www.youtube.com/watch?v=Cp67G5FcUI4" title="A Song For Jesus" rel="nofollow"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;(candle song)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" id="video-long-title-Cp67G5FcUI4" href="http://www.youtube.com/watch?v=Cp67G5FcUI4" title="A Song For Jesus" rel="nofollow"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt; by jon anderson&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya, YESUS bagai lilin yang akan memberi cahaya bagi kita kendati DIA sendiri menderita. Cahaya itu adalah kekuatan kita. Jika kita tak ragu lagi menjalankan tugas itu maka marilah bersama-sama Jon Anderson serta Kenny Rogers &amp;amp; Dolly Parton menyanyikan lagu dahsyat berikut ini,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SzOZb6eEoDI/AAAAAAAABnY/Mhn8vbOCCLI/s1600-h/New+Picture.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 129px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SzOZb6eEoDI/AAAAAAAABnY/Mhn8vbOCCLI/s200/New+Picture.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418843481487745074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="video-long-title"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;       &lt;a id="video-long-title-ak4-LX0Mqr0" href="http://www.youtube.com/watch?v=ak4-LX0Mqr0" class="yt-uix-hovercard-target" title="jon anderson - oh holy night" rel="nofollow"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;jon anderson&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;oh holy night&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="video-mini-title"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=-5V7na7FTVI&amp;amp;feature=related" title="&amp;quot;The Greatest Gift Of All&amp;quot; .... Kenny and Dolly" rel="nofollow"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"The Greatest &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Gift&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Of All&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; .... Kenny and Dolly&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;SELAMAT &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;NATAL&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;SAUDARAKU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-1915971347901331367?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/1915971347901331367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=1915971347901331367&amp;isPopup=true' title='39 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/1915971347901331367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/1915971347901331367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2009/12/natal-hanacaraka-dan-masmenyanmur.html' title='natal, hanacaraka dan masmenyanmur'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SzOYzBUBfwI/AAAAAAAABnQ/9QtOlp4uHUk/s72-c/New+Picture+%2827%29.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>39</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-2804708363227426359</id><published>2009-12-06T11:44:00.017+08:00</published><updated>2009-12-06T19:04:39.720+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Our Beloved Dad'/><title type='text'>the fearless robert "SGT" riwu kaho  (dia berani bilang bahwa orang sabu dan orang jawa bersaudara)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat &lt;/span&gt;Blogger&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya sedang mempersiapkan 1 bahan posting untuk mengenang almarhum ayahanda saya, robert "SGT" riwu kaho. Bahannya adalah tentang konsep "tri bajik eka cita". Konsep lama yang diltulis sendiri oleh "SGT: sebagai buku saku bagi tiap warga pendidika&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxtGz7zdSoI/AAAAAAAABmY/IzZNIM1Scgs/s1600-h/New+Picture+%2831%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 111px; height: 174px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxtGz7zdSoI/AAAAAAAABmY/IzZNIM1Scgs/s200/New+Picture+%2831%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411997235256576642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;n di NTT. Ketika itu, SGT  masih berdinas aktif sebagai "kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan NTT" dan sedang getol-getolnya berjuang bagi peningkatan mutu pendidikan di NTT. Guna melecut semangat aparat pendidikan di NTT yang dipimpinya, SGT menulis konsep tersebut. Pada saat saya membaca kembali buku kecil itu, dahulu saya tidak terlalu memperhatikannya, barulah saya sadar bahwa yang ditulis oleh SGT tidak sekedar sebuah buku saku melainkan sebuah pemikiran yang berisikan prinsip filsafat manusia. Konsep TBEC ditulis bertumpu pada visi dan misi SGT  mengenai kehidupan, pengalaman hidup dia, dan harapan-harapannya akan masa depan. Saya kira, itu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;master piece&lt;/span&gt; dari SGT melebihi karya-karya tulis lainnya. Akan tetapi,  sayang sekali, saya belum dapat menurunkan tulisan itu sekarang. Naskahnya masih "mentah" dan memerlukan beberapa pendalaman dan tautan referensi. Mudah-mudahan "tri bajik eka cita" sudah bisa saya tulis pada posting berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati begitu, saya ingin tetap mengenang SGT melalui karya-karyanya. Salah satu karyanya yang di tulis beberapa tahun sebelum SGT menempuh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perjalanan abadi&lt;/span&gt; adalah tentang asal-usul Gadjah Mada di dalam bukunya yang berjudul: "orang Sabu dan budayanya". Dalam buku tersebut SGT menulis sebuah dugaan yang, menurut hemat saya, cukup kontroversial. Tentang hal ini saya sebenarnya pernah menulisnya di blog ini pada blulan Agustus 2008 yang lalu, yaitu dugaan bahwa Gadjah Mada berasal dari Pulau Sabu. Posting ketika itu mendapat tanggapan yang amat beragam. Pro dan kontra dan masih terus berlanjut hingga kini. Beberapa timbal balik pendapat yang dapat saya kumpulkan melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surfing&lt;/span&gt; di dunia maya, di antaranya adalah sebagai berikut (sekalian saya minta ijin kepada para penulis di Face Book dan beberapa situ lainnya yang pendapatnya saya kutip di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ma Kuru Paidjo (Maret 2009): Beta sering dengar beberapa teman di sini bilang Patih Gadjah Mada berasal dari Sabu. Beta sonde mengerti itu barang dong. Mungkin ada yang bisa jelaskan sediki ko argumen pro dan kontra tentang Patih Gadjah Mada berasal Sabu? Singkat sa. Kemarin beta sempat ke Dompu (di pulau Sumbawa - NTB) dan di sana mereka juga menganggap bahwa Patih Gadjah Mada berasal dari Dompu (di pulau Sumbawa - NTB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angela (Maret 2009): woooe ma kuru, beta dengar UGM sudah nulis buku khusus bahas asal-usul sang patih. Dari sumber yg dekat dengan ugm, katanya sang patih memang berasal dari timur tetapi bukang bali, ntb, sabu dan lain nya (indonesia bagian timur). sang patih berasal dari bagian timur pulau jawa. Menarik kalu ada org sabu disini yg bisa cek buku tsb dan mengulasnya disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor (Maret 2009) :  Kalo menyimak syair2 kuno yg dilantunkan pd saat upacara2 adat di Namata, ada terucap nama Gaja Med'o yg disebutkan sbg perantau asal Sabu yg menjadi Tuan Besar di tanah Jawa dan menjadi Panglima Bala tentara nusantara. Disamping itu, ada hal lain yaitu keputusan Majapahit utk menjadikan Sabu-Raijua sbg pangkalan utama angkatan laut Majapahit utk mengontrol pintu gerbang selatan nusantara. Disamping pertimbangan strategis, tentu ada unsur psikologis yg mjd pendorong bg si Decision Maker. Krn harusnya ada kep Rote yg lbh di selatan lagi. Hal2 diatas itu membuat Bapa Robert (alm) memberanikan diri menuliskan dugaan kuat bhw Gajah Mada berasal dr Sabu dalam bukunya "Orang Sabu dan Budayanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferdinand (Oktober, 2009):  Helama Ma Kuru, saya menilai ini satu tema yang cukup menarik untuk didiskusikan bersama. Jumat, 2 Oktober kemarin, baru saja kita diajak pake batik, dalam rangka pengakuan dunia bahwa batik adalah warisan budaya dari Indonesia. Kaiatannya dengan tema,(1) coba kita perhatikan busana do Hawu : ikat kepala (destar) harus batik, sedangkan selendangnya tetap tenun ikat sabu. (2) Dalam sejarah Indonesia, Patih Gajah Mada dengan sumpah Palapa nya ingin mempersatukan Nusantara.(3) Saya sependapat dgn Ama VRK bahwa do Hawu itu tipe orang pengembara/perantau. Kesimpulannya : bisa jadi Patih Gajah Mada adalah do Hawu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Aji Laksono (Juli 2009) : Sebenernya byk versi ini salah satu versi yang saya baca: Bahwa ia berasal dari daerah Modo (Lamongan), karena di daerah ini banyak ditemukan prasasti-prasasti yang diduga kuat peninggalan Majapahit, termasuk adanya beberapa makam kuno prajurit dan makam kuno yang diduga masyarakat setempat sebagai makam ibunda Gajah Mada, yaitu Nyai Andong Sari. Selain itu daerah ini teratur rapi, sehingga seperti suatu bekas tanah perdikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ary Anglerboy (September 2009) : Ada jg yg yg bilang beliau berasal dari Mongolia. tp susah utk dibuktikan.. namanya jg sejarah masa lampau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dodi Sutanto (Oktober 2009) :  bapak nya seorang demang dan ibu nya keturunan khayangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aji Iskandar Zulkarnain (November 2009) :  Beliau bukan bangsa Nusantara , beliau adalah bangsa Mongol !!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sahabat, ternyata apa yang ditulis oleh SGT masih ramai diperdebatkan "di luar sana".  Lalu, apa kesimpulan saya? Saya blm berani menyimpulkan apa-apa. Entahlah  mister Gadjah Mada adalah orang Sabu atau yang lainnya. Saya membayangkan bahwa seandainya SGT masih hidup, mungkin dia akan rajin membuka internet dan menjawab atau berdebat sesuatu tentang pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, dalam buku itu SGT juga menulis sesuatu yang juga tak kalah kontroversialnya, yaitu orang jawa dan orang sabu masih satu keluarga. Berkakak-adik, bahkan. Orang Sabu adalah keturunan sang kakak, yaitu Sabu Miha, sedangkan orang jawa adalah keturunan sang adik, yaitu Jawa Miha. Lengkapnya, robert "SGT" riwu kaho menuliskan begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dari informasi turun-temurun disebutkan pada zaman generasi ke-7 ada seorang leluhur orang Sabu bernama Miha Ngara. Beliau mempunyai 5 orang anak yaitu Hawu Miha (cikal-bakal orang Sabu), Huba Miha (orang Sumba), Tie Miha (orang Tie Rote), Ede Miha (orang Ende), dan Jawa Miha (orang Jawa). Orang Sabu mengetahui &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxtEqucy1xI/AAAAAAAABmI/8XF73J7Oibg/s1600-h/New+Picture+%2830%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 106px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxtEqucy1xI/AAAAAAAABmI/8XF73J7Oibg/s200/New+Picture+%2830%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411994878029780754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kira-kira pada abad pertama Masehi, `Jawa Miha meninggalkan Sabu untuk menetap di Jawa. Di kemudian hari kontak antar keturunan dan keluarga tidak lagi terpelihara. Pengetahuan tentang adanya relasi ini diperoleh melalui syair-syair dan cerita para tetua dan pemangku adat di Sabu. Migrasi' dari Asia Tenggara diakui telah berlangsung sekitar 500 tahun SM, dan kira-kira 200 tahun SM terjadi lagi migrasi dari India Selatan. Migrasi ini juga sampai ke Sabu. Pada gelombang ketiga disebutkan, ketika kaum pendatang yang jumlahny lebih sedikit (di Pulau Jawa) mulai diperangi oleh penduduk asli, sehingga posisinya terdesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu mereka meminta bantuan kepada kerabatnya yang telah menetap di timur' untuk membantu mereka. Kala itu yang berkuasa di Sabu adalah Miha Ngara, dan mengutus kedua anaknya Hawu Miha dan Jawa Miha untuk membantu kerabatnya kaum pendatang di Jawa. Keduanya mendarat di pantai selatan Jawa Barat di suatu tempat berbukit karang, lalu diberi nama `Karang Hawu', letaknya kira-kira 1 km dari sebelah barat pantai Pelabuhan Ratu. Setelah peperangan berhasil dimenangkan, kedua kakak-beradik itu berpamitan untuk kembali ke Sabu. Kerabat di Jawa meminta agar salah seorang dari mereka untuk tinggal menetap di Jawa. Permintaan itu ditampung namun harus dilapor&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxtFCyRycFI/AAAAAAAABmQ/d9mebbWTQ7E/s1600-h/New+Picture+%282%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 114px; height: 114px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxtFCyRycFI/AAAAAAAABmQ/d9mebbWTQ7E/s200/New+Picture+%282%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411995291374219346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kan dan diputuskan oleh ayahnya di Sabu. Akhirnya diputuskan bila Jawa Miha yang berangkat ke Jawa sedangkan Hawu Miha tetap tinggal di Sabu. Ketika keberangkatan, didirikan sebuah batu peringatan yang diberi nama `Wowadu `Jawa Miha' di Namata. Pada waktu `Jawa Miha berangkat ke Jawa ia diberi bibit beberapa jenis tanaman untuk ditanam di sana yaitu cengkeh, wilahege, jahe, pala, pohon pandan; dengan pesan bahwa sejak saat itu jenis tanaman tersebut tidak boleh ditanam oleh Hawu Miha dan keturunannya di Sabu.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seberapa jauh keakuratan dugaan robert "SGT" riwu kaho? Saya tak bisa memprediksikannya karena saya sama sekali tidak menguasai metode dan data-datanya. Apakah SGT punya kedua-duanya? Saya juga tidak yakin begitu. Mengapa? Karena setahu saya, SGT adalah pelajar ekonomi waktu kuliah di UGM, Jogja, dahulu lantas bekerja sebagai guru sebelum menjadi pejabat di bidang pendidikan. Lalu, setahu saya, referensi SGT adalah ceritera-ceritera turun temurun yang berkembang di kalangan "mone ama" di Sabu dimana SGT bagian dari keluarga besar kaum  "Mone Ama" itu. Metode ilmu pengetahuan membutuhkan langkah-langkah verifikasi guna validasi data-data seperti itu. Sayangnya, SGT sudah berada di negeri abadi dan tidak bisa lagi menyelidiki dan beradu argumen guna melakukan verifikasi data yang dimilikinya. Jadi, apakah SGT "asbun"? Teralu gegabah untuk menyebutkan begitu. Mengapa? Di kepala dan perilaku ilmuwan biasanya tersimpan beberapa hal sebagai modal dasar sebagai sebagai ilmuwan tangguh. Dua di antaranya adalah kemampuan melakukan inovasi dan berani mengajukan hipotesis. Robert "SGT" sudah melakukannya berdasarkan data-data yang dimilikinya. Seberapapun mutu data yang dimilikinya. Lalu, pada butir itulah catatan saya tentang SGT yang patut saya, anak dan cucu-nya meneladani SGT, yaitu keberanian menempuh hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SGT adalah anak seorang petani dan tukang yang miskin tetapi dia berani menempuh perjalanan ribuan kilometer mencapai Jogjakarta untuk mengejar ilmu. Di Jogja, hdiupnya juga terbatas. Makan minumnya berhemat betul. Tetapi dia tetap berani dan tidak cengeng. Di Jawa juga dia berani memutuskan menikahi seorang wanita dari golongan yang "tidak miskin" dan "berdarah hampir biru". Dia berani dan tidak rendah diri. Lalu, dia berani untuk berada di urutan terdepan ketika harus "berkelahi" dengan orang-orang yang berasal dari golongan penganut komunisme. Sekali dua, dia terpaksa berperkara sampai di pengadilan berhadapan dengan orang-orang itu. Bersama beberapa orang teman, dia menjelajahi daratan Timor yang keras guna mencegah masyarakat Gereja di Timor untuk tidak terbuai oleh bujuk rayu kaum komunis. Bahan dia terancam dibunuh tagal perkara itu. Tetapi dia tetap berani berbekal prinsip "setia sampai akhir". Setia kepada siapa? Dia setia pada TUHAN-nya. Untuk apa semua itu dia lakukan" Untuk Tuhan dan sesamanya (masa ketika dia harus "bertarung" berhadapan dengan orang-orang komunis adalah masa di mana beliau "menghilang" dari pandangan isteri dan anak-anaknya berbulan lamanya). Dia berani karena ada kebe&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Sxs-EnEe9YI/AAAAAAAABlg/ELMKhaWEzWU/s1600-h/New+Picture+%2818%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 114px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Sxs-EnEe9YI/AAAAAAAABlg/ELMKhaWEzWU/s200/New+Picture+%2818%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411987626143970690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;naran yang harus dibela. Dia berani karena sebuah prinsip. Dia berani sambil mengorbankan dirinnya sendiri. Dia berani dan rela berkorban ketika ingin menolong seseorang yang diyakininya perlu ditolong. Keberanian SGT mirip dengan keberanian seorang Samaria yang menolong sesamanya yang tidak dikenalnya (the good samaritan). Jikalau menghadapi berbagai tantangan keras seperti yang saya kemukakan di atas  SGT berani, saya membayangkan, apapula hanya untuk suatu hipotesis tentang pertalian orang Sabu dan Jawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat terkasih, saya tidak sedang mengkultuskan ayanda saya almarhum. SGT adalah manusia biasa yang ada juga kurang-kurangnya yang tak perlu docontohi. Tetapi sungguh saya bersaksi bahwa soal "keberanian" itulah yang sementara ini masih membedakan SGT dan saya. Jikalau berani hanyalah soal naik darah dan "gemar berkelahi", saya pikir tidaklah mesti saya terlalu jauh terpisah dari ayahanda "SGT". Tetapi jika  keberanian sudah menyangkut kesetianya pada TUHAN dan kesediannya untuk mengorbankan dirinya sendiri maka jarak antara SGT dan saya sejauh Sabu dan Jawa. Jarak inilah yang akan saya usahakan untuk dipangkas. Seinci demi seinci. Selangkah demi selangkah. Lalu, jarak keberanian antara kami berdua makin lama makin dekat. Apakah anda punya pengalaman yang sama soal keberanian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="video-long-title"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;       &lt;a id="video-long-title-GWH01DBJxlo" href="http://www.youtube.com/watch?v=GWH01DBJxlo" class="yt-uix-hovercard-target" title="Pink Floyd. Fearless" rel="nofollow"&gt;&lt;b&gt;Pink Floyd&lt;/b&gt;- &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;b&gt;Fearless&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-2804708363227426359?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/2804708363227426359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=2804708363227426359&amp;isPopup=true' title='72 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/2804708363227426359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/2804708363227426359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2009/12/mengenang-robert-sgt-riwu-kaho-yang.html' title='the fearless robert &quot;SGT&quot; riwu kaho  (dia berani bilang bahwa orang sabu dan orang jawa bersaudara)'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxtGz7zdSoI/AAAAAAAABmY/IzZNIM1Scgs/s72-c/New+Picture+%2831%29.png' height='72' width='72'/><thr:total>72</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-1466238694993095432</id><published>2009-11-30T20:19:00.016+08:00</published><updated>2009-12-01T00:42:56.751+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All about my family'/><title type='text'>Jikalau ayahanda masih ada, 1 Desember dia 76 tahun (sebuah catatan dari dina rade)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPzrhLPvDI/AAAAAAAABkw/YZ8cPFpjbu4/s1600/New+Picture+%2824%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 107px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPzrhLPvDI/AAAAAAAABkw/YZ8cPFpjbu4/s200/New+Picture+%2824%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409935506367560754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;sahabat&lt;/span&gt; Blogger&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di masa lalu, sebelum April 23, 2008, setiap tanggal 1 Desember adalah hari yang menyenangkan bagi kami, keluarga ayahanda robert "SGT" riwu kaho dan ibunda agustine "tin" riwu kaho-soerdarjat. Mengapa demikian? Ya, hari begitu tanggal begitu adalah hari baik di bulan baik. Bulan Desember adalah  bulan spesial. Bulan di mana ada hari Natal dan tahun baru...dan ahaaaaa...kami bakal punya baju baru dan sepatu baru. Bekal untuk bergaya lenggak lenggok. Asyik punya wuaaaaahhh. Sekali waktu kami bersorak-sorai menertawakan saudara sulung kami yang bergaya menggunakan sepatu baru, tebal dan tinggi ala tahun 1970-an. Tak lama dia pergi, eh balik lagi ke rumah...wueee...apa gerangan? Hak sepatu tingginya copot sebelah....waaaaa....ha ha ha ha ha...Serunya bulan Desember. Itu dulu. Dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali bulan desember adalah tanggal 1. Itu adalah HUT ayahanda robert. Wuuuiiiiuuuhh...rumah kami pasti ramai dengan sanak saudara dan kerabat. Kare&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPG2gXKpzI/AAAAAAAABjw/dxNVKbPc68I/s1600/New+Picture+%2829%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 88px; height: 88px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPG2gXKpzI/AAAAAAAABjw/dxNVKbPc68I/s200/New+Picture+%2829%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409886217104434994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;na dia dituakan dalam suku namata-Sabu, keluarga  besar lai-tallo, dan riwu kaho, dan lagi pula amat banyak sobat kenalan-nya maka selalu saja ada yang memaksa beliau untuk merayakan HUT-nya. Ya, dia adalah &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;bunga matahari&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;bagi kami. Lalu,  ..waaaaarrr weeerrrrr woorrr wiiiiirr....sejak pagi hari, berbunyi sudah dandang, periuk, centong, gelas dan piring dan lain sebagainya.  Lantas,  amboi, beterbangan sudah semerbak harumnya aroma sate bakar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kuah asam ikan&lt;/span&gt;...hhhmmmm....sedaaapp. Lalu, malamnya ada pesta ramai. Banyak yang datang. Ada yang membawa kado. Ada yang tidak. Ya, tidak semua membawa kado tetapi semua membawa doa. Ada yang bernyanyi. Ada yang membaca sajak. Kami kenyang. Makan enak mak nyussss. Rumah ramai kedatangan tamu dan saudara. Riuh rendah kami berpesta...hurraaaaa.......Tapi itu dulu. Dulu. Sekarang tak lagi begitu. Mengapa? Sejak 2008, 1 Desember adalah hari pedih...aahhhh seandainya bapa robert masih ada..... seandainya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedihan di awal desember semakin bertambah pedih karena 1 desember 2008, dengan amat bersemangat ibunda kami berangkat ke jakarta..."mau nengok anak cucu sebulan dua" ...demikian katanya...."ludji, kamu jaga rumah baik-baik yaaa"... demikian dia berpesan ......." heeiii....saya akan pulang bulan maret atau april kalau tidak lagi banyak hujan.....demikian janjinya...tetapi janji tinggal janji....3 januari 2009 dia memang pulang tetapi cuma badan. Rohnya sudah disatukan dengan kekasih hatinya, robert "SGT"...aaaahhh bunda, saya masih di sini terus menjaga rumah tetapi engkau tak bakal kembali. Tibalah saatnya,  1 dan dua jam menjelang tanggal 1 desember....tanggal itu dan bulan itu tidak lagi sama.... Semua ceritera yang saya utarakan di awal posting adalah gambar lama dan gambar lama harus disimpan. Saya, dia, mereka dan kami - anak cucu mereka berdua - harus membuat gambar baru . Gambar kami sendiri tentang tanggal 1 di bulan desember. Cuma itu dan hanya itu yang kami bisa. Saya merenung...."bapa robert dan mama tin, ada di spektrum gelombang radiasi yang mana engkau berdua berada sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terperanjat dari termenung. Handphone saya berbunyi dan sebuah sms masuk ... "kakak, tolong muatkan isi hati saya tentang bapa robert"...ohhh...sebuh pesan dari dina rade. Si bungsu dalam urutan kelahiran di antara kami ber-12 tetapi sulung di dalam hal berhemat. ...."beta terkenang bapa".....baiklah adik-ku sayang....berikut saya muat pesan isi hati-mu dan biarkan saya tetap di pojok ruang kerja bapa almarhum...menyendiri...mengetik...dan menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat blogger yang terkasih, mohon maaf jika posting kali ini agak subyektif. Ijinkan saya menikmati kesedihan hati saya melalui posting ini. Toh, perasaan sedih ada karena ada kerterarahan hati. Dan siapa lagi yang bisa menciptaan keterarahan hati  jika bukan Tuhan Seru Semesta Alam itu. Inilah ungkapan hati &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dina &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;rade&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nov 30 2009 4:29pm&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPHV328Q-I/AAAAAAAABj4/8KL3LrxZqRk/s1600/New+Picture+%2830%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPHV328Q-I/AAAAAAAABj4/8KL3LrxZqRk/s200/New+Picture+%2830%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409886755987669986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Besok….. Kalo memang masih di ijinkan oleh Tuhan Yesus pastilah merupakan hal yang sangat berbahagia bagi kita semua karena itu adalah tanggal "keramat" atau hari ulang tahun dari bapa kita tercinta, bapa Robert Riwu Kaho. Kalo dijinkan oleh Tuhan Yesus, pastilah besok hari ulang tahun bapa yang ke 76, hmmmm suatu perjalanan hidup yang panjang buat kita sebagai manusia. Tapi kenyataannya, sejak tanggal 23 April 2008 yang lalu, bapa sudah kembali ke Surga kembali pada Sang Khalik yang sangat mengasihi bapa lebih daripada istri, anak-anaknya, saudara-suadaranya  dan juga, semua handai-tolannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, aku sebagai anak yang paling bungsu hanya bisa merenung ke masa-masa yang telah lewat bersama dengan bapa. Suka,senang duka, kesal, kagum, bangga menjadi salah seorang ank dari bapa. Suka,senang? Pasti!!!, karena setiap hari natal aku mendapat baju dan sepatu baju ^_^, kesal? Pasti!!!, karena tidak lepas dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;habokan&lt;/span&gt; bapa, kagum &amp;amp; bangga? Pasti!!! karena siapa tidak kagum dan bangga akan hasil kerja dan prestasi yang dia buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang tinggal menghitung jam untuk menuju hari ulangtahunnya, saya hanya bisa membayangkan betapa senangnya bapa saat ini bersama istri tersayang, bersama orangtua yang menghasihinya dirumah Bapa di Surga. Menjelang ulang tahunnya, saya hanya bisa berterimakasih pada Tuhan Yesus diberikan bapa yang baik, bapa yang sangat menghargai kejujuran, bapa yang sangat menghargai waktu dan yang pasti bapa yang sangat mengasihi anak-anaknya menurut cara dan jalannya sendiri. Menjelang ulang tahunnya saya hanya bisa berkata dan berd&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPHslvn5iI/AAAAAAAABkA/E15DtPbzaeg/s1600/New+Picture.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 92px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPHslvn5iI/AAAAAAAABkA/E15DtPbzaeg/s200/New+Picture.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409887146262128162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oa dalam hati, selamat ulang tahun bapaku tersayang……selamat merayakan bersama Bapa di Surga dan menikmati tuaiannya yang sudah engkau tabur selama bersama kami yang masih harus menyelesaikan tugas kami.&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=APUUybUehog&amp;amp;feature=related" title="eric clapton - tears in heaven" rel="nofollow"&gt;eric clapton - &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;tears in heaven&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-1466238694993095432?l=bigmike-savannaland.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/feeds/1466238694993095432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6333469863014757675&amp;postID=1466238694993095432&amp;isPopup=true' title='43 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/1466238694993095432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6333469863014757675/posts/default/1466238694993095432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bigmike-savannaland.blogspot.com/2009/11/jikaiau-ayahanda-masih-ada-besok-1.html' title='Jikalau ayahanda masih ada, 1 Desember dia 76 tahun (sebuah catatan dari dina rade)'/><author><name>mikerk</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13189501836960579601</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SfAK6dIxOgI/AAAAAAAABQE/6JqoQuPN1JQ/S220/New+Picture+(44).png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SxPzrhLPvDI/AAAAAAAABkw/YZ8cPFpjbu4/s72-c/New+Picture+%2824%29.png' height='72' width='72'/><thr:total>43</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6333469863014757675.post-3014454677525560472</id><published>2009-11-22T09:13:00.020+08:00</published><updated>2009-11-22T17:33:15.561+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>berpisah dan kembali satu: ternyata memberi hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi83S6KBaI/AAAAAAAABhg/eiB3dQC7JsI/s1600/New+Picture+%2810%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi83S6KBaI/AAAAAAAABhg/eiB3dQC7JsI/s200/New+Picture+%2810%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406779010812872098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Dear &lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;Sahabat &lt;/span&gt;Blogge&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makan, minum dan bernafas, sama kita tahu, adalah aktivitas biologis standard semua makhluk hidup termasuk anda, saya, dan mungkin si Cecilia. Tak ada makhluk hidup, termasuk manusia, yang akan bertahan hidup tanpa proses makan, minum dan bernapas. Bahkan dinosaurus nan perkasa yang menguasai bumi di antara 125 juta - 65 juta tahun yang lalu harus punah karena tidak dapat makan, minum dan bernapas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, sebuah meteorid besar di 65 juta tahun lampau (nenek moyang si Cecilia dan Paul Simon pasti belum ada tuh...he he he), menghantam planet bumi kita ini menyebabkan ledakan dahsya&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi9OULuZwI/AAAAAAAABhw/fGZi_fKU8eI/s1600/New+Picture+%287%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 65px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi9OULuZwI/AAAAAAAABhw/fGZi_fKU8eI/s200/New+Picture+%287%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406779406291986178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi9OHc6iSI/AAAAAAAABho/wvQ8lPNS2w4/s1600/New+Picture+%286%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 84px; height: 63px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi9OHc6iSI/AAAAAAAABho/wvQ8lPNS2w4/s200/New+Picture+%286%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406779402874423586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;t. Amat dahsyat, yang setara dengan ledakan 3 trilyun kg bahan peledak TNT. Ledakan tersebut menimbulkan gelombang besar yang menyapu daratan. Kebakaran besar menghanguskan kehidupan. Debu-debu beterbangan ke atmosfir dan menutu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi9yWUaZ0I/AAAAAAAABiI/gEt7ti-rNA0/s1600/New+Picture+%285%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 91px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi9yWUaZ0I/AAAAAAAABiI/gEt7ti-rNA0/s200/New+Picture+%285%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406780025340585794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pi langit lantas menghalangi sinar matahari. Kegelapan itu mematikan tumbuhan sehingga hewan pemakan tumbuhan (herbivora) ikutan mati. Matinya hewan pemakan tumbuhan menyebabkan hewan pemakan daging (carnivora) kehilangan bahan makanannya. Maka matilah si carnivora. Sudah barang tentu si pemakan segala (omnivora) ikutan mati. Atmosfir yang diselimut debu-debu itu lalu membentuk udara beracun yang mematikan ketika terhirup. Guguran debu yang menyatu dengan turunnya hujan meyebabkan sumber air tercemar oleh racun asam dan mematikan bagi yang meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat, amboi, tanpa makan, minum dan bernafas secara layak maka kehidupan  akan musnah. Jika dunia jagad hiburan film di Indonesia sekarang ini sedang dihebokan oleh film Hollywood "2012" tentang hari kiamat maka peristiwa di saat 65 juta tahun lampau itu memberi petunjuk bahwa kiamat adalah keniscayaan. Sekali waktu, tidak perlu me&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi-C8VDykI/AAAAAAAABiQ/K4hfUKw-GQU/s1600/New+Picture+%2823%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 85px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi-C8VDykI/AAAAAAAABiQ/K4hfUKw-GQU/s200/New+Picture+%2823%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406780310421752386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nunggu 2012, kehidupan pernah menjadi nyaris nihil dan tiada. Pada waktu itu, konon, yang bertahan hidup ketika itu adalah jenis-jenis makhluk hidup kecil-kecil seperti rumput yang menyembunyikan titik tumbuhnya dipermukaan tanah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cryptofita&lt;/span&gt;) dan beberapa insekta yang dorman serta mamalia kecil yang dapat hidup dengan bahan makanan yang tersisa. Ya, merekalah yang meneruskan kehidupan di bumi sampai dengan hadirnya homo sapiens sapiens, yaitu manusia moderen sekitar 5-10 juta tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita petik satu pelajaran dari sini, yaitu jangan sombong menjadi yang kuat karena sejarah bumi  mem&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi-dVkbfMI/AAAAAAAABiY/wSDRCZOFoOI/s1600/New+Picture+%289%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 89px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi-dVkbfMI/AAAAAAAABiY/wSDRCZOFoOI/s200/New+Picture+%289%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406780763873705154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;buktikan bahwa bukan yang terkuat yang bertahan melainkan yang paling pas. Yang paling mampu menyesuaikan diri. Dinosaurus punah, rumput bertahan. Makanya, buaya jangan sombong di depan cicak. Jangan kecil hati kendati kecil dan lemah. Lelaki Paul Simon yang perkasa jangan sombong di depan perempuan Cecilia yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;klemar-klemar&lt;/span&gt; lemah gemulai. Kata lagu lawas Indonesia: ... "pria tak berdaya,  bertekut lutut di sudut kerling wanita" .... Setuju? Tetapi bukan tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kerlang- kerling&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tekak-tekuk&lt;/span&gt; itu yang menjadi fokus tulisan ini melainkan, kembali ke laptop: makan, minum dan bernapas. Apa gerangan? Begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan, menurut kamus, adalah kegiatan memasukkan makanan atau sesuatu ke dalam mulut untuk menyediakan nutrisi bagi binatang dan makhluk hidup, dan juga energi untuk bergerak dan juga untuk pertumbuhan, yaitu dengan memakan organisme. Makhluk karnivora memakan binatang, makhluk herbivora memakan tumbuhan, sedangkan omnivora memakan keduanya (Wikipedia). Masih dari sumber yang sama, minum diartikan sebagai kegiatan mengkonsumsi cairan melalui mulut. Air, misalnya, diperlukan untuk membantu proses fisiologis kehidupan. Kelebihan atau kekurangan air dalam tubuh juga berpengaruh terhadap masalah kesehatan manusia. Perhatikanlah bahwa makan adalah kegiatan  memasukkan sesuatu. Apa sesuatu itu? Bahan makanan. Dari mana bahan makanan diperoleh? Tumbuhan dan hewan. Apa makanan hewan? berasal dari tumbuhan. Dari mana tumbuhan memperoleh makanan? Dia membuatnya sendiri dengan mencampur-campur bahan-bahan baku dari tanah, air dan dari udara. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oalaaahh ya amplop&lt;/span&gt;, lagi-lagi anda lihat bahwa adalah tumbuhan yang terkesan lemah dan statis itu adalah kekuatan dasar. Tak ada tumbuhan tak ada makhluk lain yang memakannya. Lantas bagaimana tumbuhan mengolah bahan makanannya. Ini dia: fotosintesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Fotosintesis itu? Ringkasnya begini, fotosintesis adalah proses biokimia pada tumbuhan, alga dan beberapa jenis bakteri untuk mengolah bahan makanan dengan menggunakan energi cahaya. Apa bahan makanan untuk tumbuhan? Yang paling mendasar adalah karbohidrat dan lalu proses-proses atas karbohidrat itulah yang akan menghas&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi_O22sLCI/AAAAAAAABio/MNjcx23RuQc/s1600/New+Picture+%283%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi_O22sLCI/AAAAAAAABio/MNjcx23RuQc/s200/New+Picture+%283%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406781614622256162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi_OshmG2I/AAAAAAAABig/aJXmwDu6bPA/s1600/New+Picture+%282%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi_OshmG2I/AAAAAAAABig/aJXmwDu6bPA/s200/New+Picture+%282%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406781611849423714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ilkan aneka bahan lainnya seperti protein, asam lemak, dan lan sebagainya. Bagaimana jalan ceriteranya? Saya ceriterakan secara ringkas: mula-mula adalah tumbuhan menarik air (H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;O) dari dalam tanah bersamaan  dengan terbukanya mulut daun (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;stomata&lt;/span&gt;). Simultan dengan itu, melalui stomata yang terbuka tersebut masuklah karbondioksida (CO&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;span style="font-size:100%;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.  Dengan bantuan energi radiasi sinar matahari (dari sinilah asal muasal istilah foto sintesis karena dalam bahasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sono&lt;/span&gt; foto artinya sinar),  senyawa H&lt;span style="font-size:78%;"&gt;2&lt;/span&gt;O &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dipecah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; menjadi H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt; dan O&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt; (oksigen). Sebagian besar oksigen dilepas kembali ke atmosfir dan supaya tahu saja, oksigen inilah yang menjadi somber oksigen bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemana H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;? Melalui proses enzimatik, H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;disatukan &lt;/span&gt;dengan karbondiosida (CO&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;) membentuk bahan dasar hidup, yaitu karbohidrat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;atawa&lt;/span&gt; glukosa (C&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6&lt;/span&gt;H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12&lt;/span&gt;O&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6&lt;/span&gt;).  Inilah hasil terpenting dari proses fotosintesis. Selesaikah ceritera? Belum bung dan zoes. Kita lanjutkan. Lebih cepat lebih baik. Demi persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbohidrat masih harus diproses lebih lanjut untuk membentuk bahan-bahan lain seperti asam amino, protein, asam lemak dan banyak lainnya, termasuk kerja seperti pernafasan di satu tempat di dalam sel tumbuhan, yaitu mitokondria. Jadi, karbohidrat&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi_sUkZs9I/AAAAAAAABiw/wG7b7G9K5gU/s1600/New+Picture+%284%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 109px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/Swi_sUkZs9I/AAAAAAAABiw/wG7b7G9K5gU/s200/New+Picture+%284%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406782120814818258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; harus &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dipecah-belah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; terlebih dahulu sebelum mendatangkan guna yang lebih besar lagi. Proses ini disebut sebagai respirasi. Prosesnya begitu rumit dan melibatkan berbagai macam tahap tetapi hasil akhir dari proses ini adalah persis berketerbalikan dengan proses foto sinesis, yaitu dihasilkanya CO&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt; dan H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;O. Karbondioksida dan air kembali dibebaskan ke atmosfir. Mari kita lihat rumus berikut ini untuk memperlihatkan apa yang saya nyatakan itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;fotosintesis&lt;br /&gt;6H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;O + 6CO&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt; + cahaya → C&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6&lt;/span&gt;H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;12&lt;/span&gt;O&lt;span style="font-size:85%;"&gt;6&lt;/span&gt; (glukosa) + 6O&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;respirasi&lt;br /&gt;C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekarang perhatikan baik-baik bahwa jika pada peristiwa fotosintesis H&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt;O terpaksa &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berpisah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; menjadi H2 dan O2 tetapi pada saat respirasi keduanya &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;disatukan kembali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. dan dilepaskan   kembal ke atmosfir sebagai uap air. Dan kita semua tahu bahwa uap air inilah yang dalam prosesnya di atmosfir akan turun kembali ke tanah sebagai hujan. Dari hujan kita mendapatkan air untuk minum, mandi dan lain sebagainya. Oh ya sebelum saya lupa: dalam kehidupan sehari-hari kata respirasi disebut juga sebagai pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa pelajaran yang dapat kita petik dari dunia tumbuh-tumbuhan itu tadi. Adalah ini, dalam hidup kita, pertengkaran dan perbedaan pendapat dan bahkan perpisahan adalah wajar. Hegel menggunaan aforisme "dialektika". Bukankah ketika kita mandi, bahkan pakaian yang terbagus yang kita milikipun harus pisahkan  dari badan kita dan kita copoti satu-satu, supaya badan kita bersih benar ketika dibilas. Pakaian bagus itupuan satu per satu kita cuci sebersih-bersihnya. Lalu, ketika kita satukan kembali dengan badan kita maka kilau semaraknya akan menambah keren tampilan kita?  Jadi, jangan takut pada perbedaan. Perbedaan pendapat bukan kiamat dan harus dilarang-larang bila perlu menggunakan kekuatan dan kekuasaan. Pembungkaman terhadap perbedaan adalah melanggar ketentuan alam dan dapat berakibat tidak baik. Ingat masa ORBA? Ketika perbedaan pendapat diberangus maka malapeteka menanti dengan tangan terbuka. Oleh karena itu, saya amat prihatin terhadap perkembangan mutakhir bangsa kita. Ketika cicak bertindak, buaya ingin membungkamnya. Ketika pers bersuara keras mewakil perasaan rakyat, ada yang "memanggil mereka".   Ketika para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebookers&lt;/span&gt; beraksi ada yang mengata-ngatai  .."waaahhh itu rekayasa"...bahkan ada yang tega hati untuk mengusulkan bahwa ... "woooiiii, haramkan dan larang facebook"  ..... Ada apa ini? Mungkin jawabannya terletak di sini: yaitu  ketakutan yang begitu rupa terhadap perpecahan karena kita sendiri sering lupa untuk menyatukannya kembali.  Amat sangat sering kita ingin berdebat karena sudah hobi kita untuk berdebat. Tidak jarang kita berdebat hanya untuk mengalahkan lawan debat kita. Kita berdebat untuk debat itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa sebenarnya kita tidak boleh berhenti pada sekadar berbeda pendapat. Perkara terpenting adalah bagaimana menyatukan kembali perbedaan pendapat &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SwjBsUuzJSI/AAAAAAAABjQ/7oXmOhYuhDE/s1600/New+Picture+%2865%29.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 138px; height: 68px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SwjBsUuzJSI/AAAAAAAABjQ/7oXmOhYuhDE/s200/New+Picture+%2865%29.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406784319881684258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;yang terjadi lalu meletakannya ke dalam kesepakatan-kesepakatan baru guna mendapat hidup yang lebih lega di kelak kemudian hari. Dunia tumbuhan memperlihatkan bahwa pemecahan unsur-unsur yang dikuti dengan penyatuan kembali ternyata mendatagan makanan, minuman dan bernapas. Ya, perpecahan yang diikuti dengan penyatuan kembali ternyata mendatangkan dan memberi hidup.  Apakah kita lebih bodoh dari tumbuhan?  Saudaraku terkasih, jawaban atas pertanyaan itu tidak akan terletak hanya pada kata-kata melainkan juga pada perbuatan. Hidup adalah pelaksanaan kata-kata. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204); font-style: italic;font-size:130%;" &gt;That's &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;all&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;my&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);"&gt;frien&lt;/span&gt;ds&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita nikmati lagu bagus berikut ini,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SwjAq3pvfoI/AAAAAAAABjA/59k04MSVPCA/s1600/New+Picture+%2811%29.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 156px; height: 87px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nhNSs6TwhNk/SwjAq3pvfoI/AAAAAAAABjA/59k04MSVPCA/s200/New+Picture+%2811%29.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406783195384348290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;a id="video-long-title-rOiM9MZffss" href="http://www.youtube.com/watch?v=rOiM9MZffss" class="yt-uix-hovercard-target" title="KEMBALI SATU - Indra Lesmana feat. Nania,Micky,Monita,Glenn,Nobo,Teza,Gaby,Marsya" rel="nofollow"&gt;&lt;b&gt;KEMBALI &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;SATU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a id="video-long-title-rOiM9MZffss" href="http://www.youtube.com/watch?v=rOiM9MZffss" class="yt-uix-hovercard-target" title="KEMBALI SATU - Indra Lesmana feat. Nania,Micky,Monita,Glenn,Nobo,Teza,Gaby,Marsya" rel="nofollow"&gt;&lt;b&gt;Indra Lesmana&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;&lt;a id="video-long-title-rOiM9MZffss" href="http://www.youtube.com/watch?v=rOiM9MZffss" class="yt-uix-hovercard-target" title="KEMBALI SATU - Indra Lesmana feat. Nania,Micky,Monita,Glenn,Nobo,Teza,Gaby,Marsya" rel="nofollow"&gt;feat. &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Nania,Micky,Monita,Glenn, Nobo&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt;:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Tabe Tuan &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tabe Puan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6333469863014757675-3014454677525560472?l=bigmike-savannaland.blogspot.com'
